Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Sistem Informasi

Dalam kehidupan masyarakat luas kata Informasi pada umumnya sudah tidak dipandang
dalam istilah yang asing lagi. Ada yang mengartikan informasi adalah sebuah berita atau
keterangan yang diidentikkan dengan sebuah data. Dalam manajemen istilah informasi
mempunyai sutau pengertian khusus.Tidak diartikan sebagai fakta fakta dan gambar gambar
yang pada umumnya dikumpilkam, dan disimpan dalam organisasi. Jenis fakta dan gambar yang
bersifat umum ini disebut data. Dengan demikian data merupakan bahan untuk menjadi
informasi setelah diproses dengan prosedur, teknik dan cara sesuai dengan kepentingannya.Jadi
informasi berarti bahan bahan yang secara khusus dipilih dan dipersiapkan untuk suatu
masalah tertentu, pada waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran yang pasti.
Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat didefinisikan sebagai satu
sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan
kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya tergabung dalam suatu entitas organisasi formal,
seperti Departemen atau Lembaga suatu Instansi Pemerintahan yang dapat dijabarkan menjadi
Direktorat, Bidang, Bagian sampai pada unit terkecil dibawahnya. Informasi menjelaskan
mengenai organisasi atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa
lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan
datang tentang organisasi tersebut. Sistem informasi memuat berbagai informasi penting
mengenai orang, tempat, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar
organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah diolah ke dalam suatu
bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Data sendiri
merupakan fakta-fakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi atau
ada di dalam atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak dapat langsung digunakan untuk
pengambilan keputusan, melainkan harus diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu
dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan. Informasi harus dikelola dengan baik dan memadai
agar memberikan manfaat yang maksimal.
Mcleod (1995) mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen (SIM) sebagai suatu sistem
berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pemakai dengan kebutuhan yang
serupa. Para pemakai biasanya membentuk entitas organisasi formal atau sub unit di bawahnya.
Informasi menjelaskan suatu organisasi yang salah satu sistem utamanya menjelasakan mengenai
apa yang telah terjadi, apa yang sekarang terjadi, dan apa kemungkinannya di masa mendatang.
Penerapan sistem informasi di dalam suatu organisasi dimaksudkan untuk memberikan
dukungan informasi yang dibutuhkan, khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai
tingkatan manajemen. Sistem informasi yang digunakan oleh para pengguna dari berbagai
tingkatan manajemen ini biasa disebut sebagai Sistem Informasi Manajemen. Sistem informasi
mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu: aktivitas masukan (input), pemrosesan
(processing), dan keluaran (output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang
dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis
permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru.
Masukan berperan di dalam pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yang diperoleh dari
dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi.
Pemrosesan berperan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih
memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk mentransferinformasi yang diproses

kepada pihak-pihak atau aktivitasaktivitas yang akan menggunakan. Sistem informasi juga
membutuhkan umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan di tahap input
berikutnya.
Dengan kata lain, sistem informasi manajemen merupakan keseluruhan jaringan informasi
yang ditujukan kepada pembuatan keterangan-keterangan bagi para manajer dan para pengguna
lainnya yang berfungi untuk pengambilan keputusan atau kebutuhan lain dalam cakupan
organisasi ataupun perseorangan. Informasi itu sendiri, merupakan data yang telah diolah,
dianalisis, melalui suatu cara sehingga memiliki arti makna (worth). Sedangkan data adalah
fakta, atau fenomena yang belum dianalisis, seperti jumlah, angka, nama, lambang yang
menggambarkan suatu objek, ide, kondisi ataupun situasi.
Apabila data yang masuk telah diproses dan dianalisis maka data itu menjadi informasi
yang penting, dibutuhkan, dan berarti bagi pengambilan keputusan, baik menyangkut kegiatan
organisasi maupun manajerial. Hal yang perlu mendapat perhatian dalam SIM adalah:
a. Perlu diidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan
b. Perlu ditentukan sumber data dan informasi yang dibutuhkan.
c. Perlu ditentukan siapa yang membutuhkan informasi dan kapan
d. Perlu komunikasi informasi itu secara tepat, terpercaya kepada para pengguna
Ada beberapa persyaratan agar informasi yang dibutuhkan itu dapat berfungsi, bermanfaat bagi
para pengambil keputusan dan pengguna lainya, yaitu:
a. Uniformity
c. Jelas
b. Lengkap
d. Tepat waktu
Dengan demikian jelas bahwa SIM yang efektif dapat memperlancar manajemen dalam
pencapaian tujuan organisasi. Pertanyaanya adalah SIM yang efektif itu bagaimana? SIM yang
efektif yaitu SIM yang dapat berfungsi dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan
masalah yang baik. Hal tersebut dapat dicapai dengan disediakannya informasi yang sesuai
dengan kebutuhan baik dalam jumlah, kualitas, waktu, maupun biaya. Informasi yang berlebihan
dan tidak akurat, dan tidak tepat waktu, selain biayanya mahal, juga tidak berguna.
Konsep sistem informasi manajemen tersebut mempunyai beberapa karakteristik :
1. Dalam organisasi terdapat suatu bagian khusus sebagai pengelola SIM
2. SIM merupakan jalinan lalu lintas data dan informasi dari setiap bagian di dalam
organisasi yang terpusat di bagian SIM.
3. SIM merupakan jalinan hubungan antara bagian dalam organisasi melalaui satu bagian
SIM.
4. SIM merupakan segenap proses yang mencangkup :
a. Pengumpulan data
d. Pengam bilan data
b. Pengelola data
e. Penyebaran informasi dengan cepat
c. Penyimpanan data
dan tepat

5. SIM bertujuan agar para pelaksana dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar
serta pimpinan dapat membuka keputusan dengan cepat dan tepat
Seperti yang sudah tersirat dalam uraian di atas, bahwa tujuan didirikannya SIM itu
adalah untuk memadukan pikiran dan tindakan para pimpinan dalam menangani organisasi
karena di dasarkan kepada informasi yang di susun secara sitem. Murdick (1982, h 23) secara
terinci mengemukakan tujuan SIM itu adalah untuk meningkatkan majemen yang di dasarkan
kepada berita setempat-setempat/sepotong-sepotong, instuisi dan pemecahan masalah yang
terisolasi kepada manajemen yang di dasarkan kepada informasi secara system, pemrosesan data
secara sempurna dengan alat-alat canggih dan pemecahan masalah secara system.
Dengan demikian yang di maksud dengan Sistem Informasi Manajemen adalah
jaringan prosedur pengolahan data dengan maksut memberikandata kepada manajemen setiap
waktu diperlukan dengan cepat dantepat untuk dasar pembuatan keputusanndalam rangka
mencaai tujuan organisasi.