Anda di halaman 1dari 3

Artikel tentang Kematian .

Kematian yang indah...

Supaya jangan sampai salah paham perlu saya beritahukan sebelumnya, bahwa informasi tentang hal ini
bukan berdasarkan pengalaman pribadi karena saya belum pernah beranjangsana ke alam kematian, juga bukan
berdasarkan cerita dari teman yang pernah travelling kesono. Setahu saya belum pernah ada seorangpun yang
pernah jalan-jalan ke alam barzakh, lalu kembali lagi menceritakan pengalamannya. Semua informasi berdasarkan
apa yang diberitahukan Allah dan Rasul-Nya lewat Al-Quran dan Hadits.
***
Titik awal manusia bersinggungan dengan alam kematian diistilahkan oleh ajaran Islam sebagai sakharatul
maut, suatu kondisi dikatakan hidup, tapi sudah tidak hidup lagi karena jasad sudah tidak berfungsi, dibilang mati
juga belum karena belum dimasukkan ke alam barzakh, tempat roh, atau jiwa, atau apapun istilahnya, menunggu
sampai nanti dibangkitkan di akherat. Makanya dalam kondisi ini, sekalipun dikatakan belum masuk ke alam
barzakh, namun segala perhitungannya sebagai manusia sudah tidak berlaku lagi, taubat sudah tidak diterima
karena pintu kehidupan sudah ditutup.
Al-Quran menyatakan disaat itulah Allah membukakan tabir alam ghaib, orang-orang bertaqwa mampu
melihat ribuan malaikat turun mendekati, mengelilingi, dan berucap :Jangan takut, jangan sedih dan khawatir,
bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah, didalamnya kamu akan mendapatkan segala apa yang
kamu inginkan, lalu para malaikat tersebut menyampaikan tugasnya :Kami menjadi pelindungmu... Ternyata
dalam keadaan sakharatul maut, seorang yang bertaqwa sudah diberitahukan tentang nasibnya kelak di akherat,
bahwa dia akan dimasukkan kedalam surga. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan kita kalau
diberitahukan :Nanti kamu akan dapat hadiah.., sekalipun hadiah belum ditangan namun perasaan senang dan
bahagia pasti sudah muncul.
Perlu diketahui juga, bahwa pada dasarnya segala kesenangan, kenikmatan, kebahagiaan, semuanya
dirasakan oleh ruh/jiwa kita, bukan fisik. Jasad kita hanya berperan sebagai media untuk mengantarkan rasa.
Ketika kita makan, maka kelezatan makanan tersebut diolah oleh lidah dan mulut kita, lalu disampaikan dalam
bentuk sinyal-sinyal listrik ke otak, lalu otak mengolah data tersebut dan menyampaikannya kepada ruh/jiwa kita,
disitu baru kita bisa menikmati kelezatan makanan tersebut.
Apalagi pada saat sakharatul maut, disaat jasad sudah tidak lagi berfungsi, maka kebahagiaan dan
kenikmatan tersebut langsung dirasakan oleh ruh kita. Tidak peduli anda sebagai seorang yang bertaqwa mati
dengan cara apapun, bisa lagi terbaring ditempat tidur, atau sedang shalat di masjid, mati kelelep, tertabrak mobil,

atau tubuh hancur kena bom dalam peperangan. Jangan pula anda berkata :Itu tuh si kafir matinya juga enak,
terbaring sambil senyum di peti mati, pakai jas dan dasi kupu-kupu.., bukan itu ukuran kenikmatannya.
***
Setelah melewati kondisi sakharatul maut, si ruh/jiwa orang yang bertaqwa tersebut dibawa malaikat
pencabut nyawa ke alam barzakh, suatu dimensi alam yang diciptakan Allah sebagai tempat ruh menunggu hari
berbangkit. Perjalanan tersebut akan melalui beberapa dimensi alam untuk bisa sampai ke alam barzakh, dan pada
setiap pergantian dimensinya terdapat para malaikat yang menjaga - sekali lagi, ini bukan karangan saya, tapi
informasi dari hadits Rasulullah - Saat melintas batas dimensi dan melewati para malaikat yang menjaga disana,
tercium oleh mereka bau harum semerbak, malaikat-malaikat tersebut heran dan kemudian bertanya kepada
malaikat maut yang mendamping ruh/jiwa orang yang bertaqwa tersebut :Siapakah gerangan orang yang kamu
bawa ini, baunya harum sekali. Malaikat maut lalu menjawab :Ini adalah ruh si Fulan.., seorang yang bertaqwa
kepada Allah selama hidupnya... Para malaikat kemudian berdoa :Yaa Allah, terimalah orang ini disisi-Mu,
tempatkanlah dia ditempat yang terbaik di surga... Perlu anda ketahui bahwa batas dimensi yang dilewati bukan
hanya satu, namun ada tujuh lapis (dalam bahasa Al-Quran angka tujuh ini bisa diartikan banyak) dan pada setiap
lapisan dimensi tersebut para malaikat mendoakan ruh/jiwa tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan si
ruh/jiwa tersebut mendapat perlakuan seperti itu dari para malaikat.
Ketika sampai ke alam barzakh, datang 2 orang malaikat untuk mengkonfirmasikan keimanan kita,
mereka bertanya siapa yang kita pertuhankan selama di dunia, siapa nabi panutan kita selama hidup, apa kitab yang
kita pakai sebagai pedoman. Setelah menjawab sesuai apa yang kita jalankan selama ini, lalu malaikat tersebut
pergi dan datanglah seorang malaikat lain dengan wajah bercahaya, dia berkata :Saya ditugaskan untuk
menemanimu selama menunggu di alam barzakh, berbahagialah karena kamu adalah orang yang telah ditetapkan
sebagai penghuni surga... Lalu setelah itu Allah membukakan tabir ghaib untuk mempertontonkan surga yang
kelak akan dihuni oleh orang tersebut, segala kenikmatan dan kesenangannya terpampang jelas. Karena yang
diperlihatkan adalah segala sesuatu yang menyenangkan, maka waktu tidak terasa berlalu bagi ruh tersebut, ibarat
kita menonton film atau pertandingan sepakbola yang seru, tidak terasa waktu berlalu, tahunya sudah selesai saja.
Demikian kira-kira yang akan dialami oleh ruh orang yang bertaqwa dialam penantiannya.
Apakah anda tidak menginginkan pengalaman seperti itu?? *)
***
Tentang sihir

Al Quran mempersilakan manusia mengolah alam, yang isinya selain tanah dan air, juga telah berisi pedang,
pyramid, mobil dan berbagai-bagai keajaiban lainnya. Ada pohon hijau yang dari sana kita memperoleh
pembakaran (QS.36:80), ada angin, hujan dan besi, tapi di alam ini juga ada sihir, patung sapi Samiri pernah
menjadi salah satunya.
Keajaiban mana yang harus diambil, kewajiban kita memilihnya.
Sihir wajib ditolak, di urusan perdagangan, pengobatan, keluarga, sampai urusan cerita.
Hati-hati dengan konsumsi cerita berisi sihir, fiksi maupun non fiksi, lewat buku atau film, imajinasi bisa
mengembang lalu tergiur ingin memiliki sihir. Tatkala Harry Potter sedang populer, beberapa sekolah di Inggris
dan Amerika melarang siswanya membaca Harry Potter.
Sihir tetap sihir, tak ada sihir putih dan sihir hitam, semua sihir melanggar syariat, itu setan.

Tidak usah percaya kepada himbauan, Kita semua sudah dewasa, silakan baca apa saja. Setan
menjerumuskan siapa saja, gubernur, bupati, juga hakim, bahkan ketua mahkamah, yang bukan sekedar dewasa
di urusan hukum, terperosok melanggar hukum.
***
Apa saja yang diakrabi, akhirnya menjadi biasa. Kehebatan televisi dan internet tidak lagi dianggap keajaiban.
Demikian juga dengan hidup, jantung yang berdegup, mata yang melihat, dan otak yang mampu mengingat di
mana rumah kita, siapa istri kita, semuanya tidak dianggap ajaib. Memiliki keluarga dengan anak-anak yang riang,
di sana ada cinta, mesra, itu juga dianggap biasa.
Padahal, tak seorang pun mampu membuat jantung yang diam, mati, lalu bisa berdegup kembali.
Dan tak ada pakar psikologi yang mampu membolak-balik hati agar si A mencintai si B. Artinya, memiliki
keluarga penuh cinta, itu anugerah keajaiban. Juga nafas yang ditarik, mampu mengingat kenangan, memiliki
kesadaran berikut harapan-harapan. Semuanya karunia keajaiban yang kita tak bisa menghitungnya.
Tak perlu menambahi dengan sihir, karena setan sebenarnya juga tak punya apa-apa. Kalaupun ada yang
diberikan, itu pasti : Neraka.