Anda di halaman 1dari 13

TUGAS KESEHATAN

REPRODUKSI PADA
REMAJA DENGAN
MENGGUNAKAN PDCA
Di Susun Oleh

Ari Wardani
Endha
Neni
Rusmiyati
Warsih Suarsih

Rumusan Masalah :
1. Apa yang dimaksud dengan kesehatan
reproduksi pada remaja?
2. Apa saja faktor yang mempengarui
kesehatan reproduksi pada remaja?
3. Dampak apa yang terjadi pada remaja
ketika melakukan hubungan seks
pranikah?
4. Bagaimana solusi yang tepat mengatasi
masalah kesehatan reproduksi pada
remaja?

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Remaja Dalam Konteks


Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja adalah suatu kondisi sehat
yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi
yang dimiliki oleh remaja.Pengertian sehat disini tidak
semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari
kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial
kultural.
Pemecahan
Memberi inforasi yang benar kepada remaja tentang
kesehatan reproduksi, serta berbagai faktor yang ada
disekitarnya.

2.2 Fase Perkembangan Perilaku Seksual


Remaja

Remaja Awal
Remaja Menengah
Remaja akhir

Empat golongan faktor


yang dapat berdampak
buruk bagi kesehatan
reproduksi yaitu :
1.Faktor sosial-ekonomi dan
demograf
2.Faktor budaya dan
lingkungan
3.Faktor psikologis
4.Faktor biologis

Pendidikan seksual
a.Pengertian Pendidikan Seksual
b.Tujuan Pendidikan Seksual
c.Pentingnya pendidikan seksual
( sex Education) bagi remaja
d.Manfaat Pendidikan Seks
e.Materi Pendidikan Seksual
f.Permasalahan

Program Gizi dalam pola hidup


Remaja
1)Pengertian Gizi
2)Pengetahuan Gizi
3)Pertumbuhan Selama Remaja
4)Kebutuhan gizi pada Remaja
Energi
Protein
Mineral
Zink

2.3.3. Pertumbuhan Selama Remaja


Remaja mempunyai kebutuhan nutrisi yang
special, karena pada saat tersebut terjadi
pertumbuhan yang pesat dan terjadi
perubahan kematangan fisiologis sehubungan
dengan timbulnya pubertas
2.3.4.Masalah Gizi pada Remaja
Masalah-masalah gizi dan kesehatan yang dihadapi
remaja saling berkaitan satu sama lain, sehingga
diperlukan penanganan yang terpadu dan
menyeluruh. Adapun masalah-masalah gizi yang
biasa dialami remaja adalah obesitas dan Anemia.

2.3.5.Penanggulangan Masalah Gizi pada Remaja


suplementasi gizi melalui pemberian makanan
maupun produk zat gizi seperti pil besi dan
vitamin A, program fortifikasi bahan makanan
seperti iodium pada garam ataupun fortifikasi
besi pada tepung

2.3.6. Edukasi Gizi


Peningkatan berikut ini yang dianggap penting dalam
pencegahan dan pengendalian anemia gizi secara umum:
1.

Meningkatkan konsumsi bahan pangan yang kaya akan zat besi


seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, jenis sayuran lainnya, dan
daging.

2.

Mendorong konsumsi secara teratur bahan pangan yang kaya akan


vitamin C seperti jeruk sitrus, jambu, dan kiwi.

3.

Meningkatkan penambahan bahan pangan yang kaya akan zat besi


pada makanan tambahan bagi bayi.

4.

Menyarankan untuk tidak mengonsumsi bahan pangan yang dapat


menghambat absorbsi besi, khususnya bagi wanita dan anak-anak.
Seperti Kalsium fosfat (susu, keju), asam vitat (sereal dan kacangkacangan), dan polifenol (teh, kopi, kakao, dan anggur merah).

2.3.7. Pendekatan Agrikultural dan


Hortikultural
Strategi horticultural untuk mendorong produksi buah dan sayuran
yang kaya akan zat besi merupakan komponen penting dalam
pendekatan jangka panjang untuk mengendalikan dan mencegah
anemia karena defisiensi zat besi di Negara berkmkembang.

2.4

Penyakit menular seksual (PMS) HIV/AIDS

Dampak lain dari perilaku seksual remaja terhadap kesehatan reproduksi adalah tertular
PMS termasuk HIV/AIDS.

1. Cara menghindarkan diri dari PMS


4 JANGAN :
a. Jangan melakukan
b. Jangan lupa
c. Jangan menerima
d. Jangan pernah mau
2 . HIV/AIDS
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang
hidup di dalam darah manusia, tidak dalam darah setiap
orang tetapi hanya dalam darah seseorang yang terinfeksi.
Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang system
kekebalan tubuh manusia.

3 Pencegahan
Tidak melakukan hubungan seksual dengan orang yang
terinfeksi, khususnya hubungan seks anal, di mana cairan
tubuh, darah, air mani atau secret vagina paling mungkin
dipertukarkan, adalah satu-satunya cara yang 100% efektif
untuk mencegah penularan HIV melalui hubungan seks.

2.5
.StrategiMeningkatkanKesehatanAnakRe
Pendidikan Seks
maja
Peran keluarga, masjid, gereja, sekolah kompleks dan
kontraversial tentang pendidikan seks.
Fungsi Penting Program Promosi Kesehatan Remaja
a. Meningkatkan penerimaan pengetahuan dan
keterampilan untuk perawatan diri yang kompeten
dan menginformasikan pembuatan keputusan
tentang kesehatan.
b. Memberikan pengkuatan positif terhadap perilaku
sehat.
c. Pengaruh struktur lingkungan dan sosial untuk
mendukung perilaku peningkatan kesehatan.
d. Memfasilitasi pertumbuhan dan aktualisasi diri.

3.1 Pengertian PDCA


PDCA, singkatan bahasa Inggris dari "Plan, Do, Check, Act"
adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah
iteratif yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas.

3.2 Siklus PDCA


a.

b.
c.

d.

Plan (Perencanaan) Artinya merencanakan SASARAN


(GOAL=TUJUAN) dan PROSES apa yang dibutuhkan untuk
menentukan hasil yang sesuai dengan SPESIFIKASI tujuan
yang ditetapkan.
Do (Kerjakan) Artinya MELAKUKAN perencanaan PROSES
yang telah ditetapkan sebelumnya.
Check (Evaluasi) Artinya melakukan evaluasi terhadap
SASARAN dan PROSES serta melaporkan apa saja
hasilnya. Kita mengecek kembali apa yang sudah kita
kerjaan, sudahkan sesuai dengan standar yang ada atau
masih ada kekurangan.
Action (Tindak lanjut) Artinya melakukan evaluasi total
terhadap hasil SASARAN dan PROSES dan
menindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan.

PEMECAHAN MENGUNAKAN PDCA


Kriteria
Rumusan
Pelaksana
Judul masalah
Rumusan
Rumusan masalah dan uraian masalah
Uraian
Masalah
Uraian
Biaya
Judul
masalah
Rumusan
masalah dan uraian masalah
Masalah
Pelaksana

Anda mungkin juga menyukai