Anda di halaman 1dari 8

27

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
III.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik.
Penelitian analitik adalah penelitian yang ditujukan untuk mencari hubungan antar
variabel dengan melakukan pengujian hipotesis (Sastroasmoro, 2008).

III.2. Lokasi Penelitian


Penelitian ini dilakukan di Puskesmas UPT Limo Kota Depok pada bulan
Maret 2014-April 2014.
III.3. Populasi Penelitian
Populasi adalah sejumlah besar subyek yang mempunyai karakteristik tertentu
(Sastroasmoro, 2008). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan
keluhan batuk lama lebih dari 2 minggu yang berobat di UPT Limo Depok.
III.4. Sampel
Sampel adalah sebagian data yang diambil dari keseluruhan objek penelitian
yang dianggap mewakili seluruh populasi (Notoadmodjo, 2008). Peneliti mengambil
sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan memiliki kriteria ekslusi. (Sastroasmoro,
2008).
Kriteria Inklusi dan Kriteria Eklusi :
III.4.1.Kriteria Inklusi
1.

Semua pasien (laki-laki dan perempuan) yang terdata di rekam medis


dengan keluhan batuk lama lebih dari 2 minggu yang di diagnosis TB
atau Non-TB di UPT Limo.

2.

Pasien berusia > 12 tahun sampai 65 tahun.

3.

Pasien yang datang berobat pada bulan Maret April 2014 di


Puskesmas UPT Limo.

4.

Bertempat tinggal dirumah yang ditempati tanpa renovasi minimal 6


bulan terakhir.

5.

Bersedia berpartisipasi dalam penelitian.

III.4.2.Kriteria Eksklusi
1.

Pasien penderita TB ekstra paru.

28

2. Pasien yang tidak bertempat tinggal di daerah wilayah kerja UPT


Puskesmas Limo.
3. Pasien yang tidak kooperatif dan tidak bersedia menjadi responden.
4. Kuesioner yang tidak terisi lengkap.
III.4.3. Besar sampel
Sesuai data yang terdapat di RKDP (Rencana Kerja Pemerintah Daerah)
angka kejadian Tuberkulosis di kota Depok pada tahun 2008 sebanyak 64% (0,64)
kasus. Dengan menggunakan rumus di bawah ini :
n = Zpq
d
Keterangan :
n = Jumlah sampel minimal yang diperlukan
Z = Derajat kepercayaan (95 % = 1,96)
p = Proporsi pasien yang menderita tuberkulosis paru
q = 1-p (proporsi yang tidak menderita batuk lama )
d = Limit dari error atau presisi absolute (10%)
sehingga besar sampel :
n = (1,96) x 0,64 x 0,36 = 88 sampel
(0,1)
III.5. Teknik Sampel
Teknik pengambilan sampel

menggunakan

consecutive sampling, yaitu

dengan memasukkan setiap pasien yang memenuhi kriteria penelitian dalam kurun
waktu tertentu sampai subyek yang diperlukan terpenuhi. Teknik pengumpulan
dengan data kuesioner. Pengumpulan Data, dibagi menjadi :
1. Data Primer
Data primer dikumpulkan dengan cara wawancara langsung dan
observasi langsung ke responden dengan menggunakan kuesioner mengenai

29

pengetahuan, sikap, perilaku pencegahan kejadian TB dan mengobservasi


kondisi fisik rumah dengan kejadian TB paru.
2. Data Sekunder
Data sekunder didapatkan dari data rekam medis yang terdapat di
Puskesmas UPT Limo periode Maret-April 2014.
III.6. Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian cross sectional yaitu rancangan studi
yang mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan
melakukan pengukuran sesaat (Sastroasmoro, 2008).
III.7. Identifikasi Variabel Penelitian
III.7.1. Variabel Bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini sebagai berikut :
Pengetahuan, Sikap, Perilaku
1. Pengetahuan pencegahan TB
2. Sikap pencegahan TB
3. Perilaku pencegahan TB
Kondisi fisik rumah
4. Kondisi pencahayaan rumah
5. Jenis lantai rumah
6. Luas ventilasi rumah
7. Kapadatan hunian kamar
III.7.2. Variabel Terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kejadian Tuberkulosis paru di
sekitar wilayah lingkungan kerja puskesmas UPT Limo kota Depok.

30

III.8. Definisi Operasional


Tabel 8.1. Definisi Operasional
Variabel

Defiisi

Variabel Bebas
Pengetahuan
Adalah hasil dari tahu,
dan terjadi setelah
orang melakukan
pengindraan terhadap
suatu objek tertentu.
(Notoadmodjo, 2012)

Alat Ukur

Cara Ukur

Hasil Ukur

Kuesioner

Wawancara1. Baik >80%


Ordinal
2. Cukup 60-80%
3. Kurang <60%
(Corrie, 2011)

Sikap

reaksi atau respon


yang masih tertutup
dari seseorang terhadap
suatu stimulus atau
objek.
(Notoadmodjo, 2012).

Kuesioner

Wawancara1. Baik >80%


Ordinal
2. Cukup 60-80%
3. Kurang <60%
(Corrie, 2011)

Perilaku

Adalah respon atau


reaksi seseorang
terhadap stimulus
(rangsangan dari
luar).
(Notoadmodjo, 2012)

Kuesioner

Wawancara

Kondisi Fisik Rumah


Pencahayaan
Kondisi masuknya
Daftar TilikObservasi
cahaya matahari yang
dapat menerangi
ruh ruangan.
(Kemenkes RI No. 829, 1999)

1. Baik >80%
2. Cukup 60-80%
3. Kurang <60%
(Corrie, 2011)

Jenis lantai yang baik


Daftar Tilik
adalah lantai yang kedap
air dan mudah dibersihkan
untuk diobservasi, yaitu
dilihat dari jenis bahan lantai.
(Kemenkes RI No. 829, 1999)

Luas
Ventilasi

Persentase luas bidang


Daftar TilikObservasi
1. Skor 1= (baik)
Nominal
ventilasi tetap dan lubang
hasil pembandingan
ventilasi tidak tetap dari
10%.
luas lantai yaitu 10%
2. Skor 2=(kurang)
dari luas ruangan.
Hasil pembandingan
(Kemenkes RI No. 829, 1999).
kurang dari 10%.
Adalah perbandingan
Daftar TilikWawancara dan
1. Skor 1 =(baik)
Nominal
jumlah penghuni
Observasi
Luas ruangan
dengan luas ruangan.
minimal 10 m/org
(Kemenkes RI No. 829, 1999)
2. Skor 2=(kurang)
Luas ruangan
< 10 m/org

Variabel Terikat
Tuberkulosis
Penyakit menular yang
Paru
disebabkan oleh
Mycobacterium
Tuberculosis.

Rekam Medis

Ordinal

1. Skor 1 = (baik)
Nominal
cahaya dapat masuk
seluruh ruangan
2. Skor 2 = (kurang)
cahaya tidak dapat
Masuk seluruh ruangan

Jenis
Lantai

Kepadatan
Hunian

Skala

Observasi

Hasil
pemeriksaan
dahak

1. Skor 1= (baik)
Nominal
terbuat dari keramik
2. Skor 2=(kurang)
terbuat selain dari
keramik (papan, kayu,
tanah)

1. TB Paru
2. Non TB Paru

Nominal

III.9. Instrumen Penelitian


Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan data
penelitian. Definisi lain menyebutkan instrumen penelitian adalah alat yang
digunakan untuk merekam yang pada umunya secara kuantitatif (Suryabrata, 2008).

31

Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penilaian kuesioner tiap variabel
berbeda sebagai berikut :
1.

Penilaian kuesioner tingkat pengetahuan


Pengukuran atau penilalian tingkat pengetahuan dilakukan dengan
mengajukan 7 pertanyaan mengenai TB yang didapat dari American
International Health Alliance dengan jumlah penilaian tertinggi adalah 14.
Masing-masing pertanyaan dengan jawaban benar diberi nilai 2 sedangkan
jawaban salah atau tidak tahu adalah 0. Sehingga penelitian didapatkan
nilai tertinggi adalah 14 dan terendah didapatkan nilai 0. Jumlah nilai
benar dikalikan 100 dibagi total nilai tertinggi yaitu 14, kemudian
dikalikan 100%.

2. Penilaian kuesioner sikap


Pengukuran atau penilalian sikap responden dilakukan dengan
mengajukan 11 pertanyaan mengenai TB dengan menggunakan skala
Likert, yaitu setuju, kurang setuju dan tidak setuju dengan penilaian
sebagai berikut :
1. Setuju

: Nilai 3

2. Kurang setuju : Nilai 2


3. Tidak setuju

: Nilai 1

Sehingga didapatkan jumlah nilai tertinggi adalah 33 dan terendah adalah


11. Jumlah nilai benar dikalikan 100 dibagi total nilai tertinggi yaitu 33,
kemudian dikalikan 100%.
3. Penilaian kuesioner perilaku
Pengukuran atau penilalian perilaku responden dilakukan dengan
mengajukan 13 pertanyaan mengenai TB dengan menggunakan skala
Likert, yaitu setuju, kurang setuju dan tidak setuju dengan penilaian
sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak pernah

: Nilai 4
: Nilai 3
: Nilai 2
: Nilai 1

32

Sehingga didapatkan jumlah nilai tertinggi adalah 52 dan terendah adalah


13. Jumlah nilai benar dikalikan 100 dibagi total nilai tertinggi yaitu 52,
kemudian dikalikan 100%.
4. Penilaian kuesioner kondisi fisik rumah
Pengukuran atau penilalian kondisi fisik rumah rumah responden
dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
Baik
: hasil penilaian memenuhi syarat
Kurang
: hasil penilaian tidak memenuhi syarat
Dengan syarat setiap variabel berbeda sesuai dengan Keputusan
Menteri Kesehathan Republik Indonesia Nomor 829 (1999).
III.10. Skema Alur Penelitian
Bagan 10.1. Alur Penelitian

III.1.1. Pengolahan Data


Data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah secara komputerisai
dengan program statistik untuk mengolah dan menganalisis data penelitian. Dengan
program tersebut kebutuhan pengolahan dan analis data dapat diselesaikan dengan
mudah dan cepat. (Wijaya, 2009). Dalam prosesnya meliputi tahap sebagai berikut :
1. Editing
Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isi kuesioner, apakah
pengisisan telah lengkap, jawaban dari responden jelas dan relavan dari
pertanyaan.

33

2. Coding
Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data
berbentuk angka atau bilangan. Kegunanaan koding adalah untuk
mempermudah peneliti pada saat analisis data dan juga saat entry data.
3. Processing
Setelah dadta dikoding maka langkah selanjutnya adalah entry data dari
kuesioner kedalam program statistik komputer.
4. Cleaning
Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di entry
apakah terdapat kesalahan atau tidak.
III.12. Analisis Data
III.12.1. Analisis Univariat
Digunakan untuk menggambarkan masing-masing variabel untuk melihat
distribusi frekuensi variebel dengan kejadian TB.
III.12.2. Analisis Bivariat
Untuk menguji hipotesis hubungan variabel terikat (kategorik) dengan
variabel bebas (kategorik) menggunakan uji Chi Square. Proses pengujian Chi
Square adalah membandingkan frekuensi yang terjadi (observasi) dengan
frekuensi harapan (ekspektasi). Bila nilai frekuensi observasi dan frekuensi
harapan sama, maka dikatakan tidak ada perbedaan yang bermakna (signifikan).
Sebaliknya bila nilai frekuensi harapan berbeda, maka dikatan ada perbedaan
bermakna. Bila tabel 2x2 dan tidak ada nilai E < 5, maka uji yang sebaiknya
digunakan adalah Continuity Correction. Bila tabel 2x2 dan ditemukan nilai E <
5, maka uji yang sebaiknya digunakan adalah Fisher. Bila tabel lebih dari 2x2
sebaiknya gunakan uji Pearson Chi Square (Hastono, 2007).
Keputusan yang diambil dari hasul Chi Square adalah ;
a. Bila nilai p< , Ho ditolak. Berarti data sampel mendukung adanya
perbedaan yang bermakna (signifikan).
b. Bila nilai p>, Ho gagal ditolak. Berarti data sampel tidak mendukung
adanya perbedaan yang bermakna (signifikan).

34

III.12.3. Rasio Prevalen si


Perhitungan risiko relatif untuk rancangan penelitian cross sectional
dicerminkan dengan angka rasip prevalensi (Prevalence Ratio = PR). Merupakan
perbandingan antara prevalens penyakit (efek) pada kelompok dengan risiko
dengan prevalens efek tanpa faktor risiko. PR dihitung dengan cara sederhana,
yaitu dengan menggunakan tabel 2x2 seperti tabel dibawah berikut :
Tabel 12.3. Cara Menghitung Prevalance Ratio
Faktor Risiko
(+)
(-)
Total
Keterangan :

Efek (+)
a
c
a+c

Efek (-)
b
d
b+d

Total
a+b
b+d
a+b+c+d

a = subyek dengan faktor risiko yang mengalami efek


b = subyek dengan faktor risiko yang tidak mengalami efek
c = subyek tanpa faktor risiko yang mengalami efek
d = subyek tanpa faktor risiko yang tidak mengalami efek
sehingga PR adalah prevalens efek pada kelompok dengan risiko dibagi dengan
prevalens efek pada kelompok tanpa risiko, dengan menggunakan rumus sebagai
berikut :
PR = a/a+b
c/c+d
Untuk membaca hubungan asosiasi nilai Prevalence Ratio (PR) sebagai
berikut :
a.

Nilai PR > 1, variabel tersebut merupakan faktor risiko

b.

Nilai PR < 1, variabel tersebut merupakan faktor proteksi

c.

Nilai PR = 1, variabel tersebut tidak ada hubungan atau tidak

berpengaruh