Anda di halaman 1dari 24

Belajar Menulis dan Bicara Bahasa Jepang Percakapan

Sehari-hari, Gramar dan Tulisannya


Bahasa Jepang dengarkan (bantuaninfo) (; romaji: Nihongo) merupakan bahasa resmi
di Jepang dan jumlah penutur 127 juta jiwa.
Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya
seperti Korea dan Republik Cina. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan
Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun keturunan mereka yang disebut
nisei (, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.
Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (), pertuturan standar, dan
Kyoutsugo (), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk yang diajarkan di sekolah dan
digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.
Lafal vokal
Bahasa Jepang mempunyai 5 huruf vokal yaitu /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/.
Lafal vokal bahasa Jepang mirip bahasa Melayu. Contohnya:

/a/ seperti bapa

/i/ seperti ibu

/u/ seperti urut

/e/ seperti esok

/o/ seperti obor

Tulisan bahasa Jepang


Tulisan bahasa Jepang berasal dari tulisan bahasa China (/kanji) yang diperkenalkan pada
abad keempat Masehi. Sebelum ini, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.
Tulisan Jepang terbagi kepada tiga:

aksara Kanji () yang berasal dari China

aksara Hiragana () dan

aksara Katakana (); keduanya berunsur daripada tulisan kanji dan


dikembangkan pada abad kedelapan Masehi oleh rohaniawan Buddha untuk membantu
melafazkan karakter-karakter China.

Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruhi fonetik bahasa
Sansekerta. Hal ini masih bisa dilihat dalam urutan aksara Kana. Selain itu, ada pula sistem
alihaksara yang disebut romaji.
Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara
Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa
kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk
mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa
Jepang.
Kana
Aksara Hiragana dan Katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini, memiliki 46 set huruf
masing-masing. Keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad
dalam Bahasa Indonesia, hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga katakata dalam bahasa Jepang yang terdiri dari satu suku kata, seperti me(mata), ki (pohon) ni
(dua), dsb. Abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepang.
Kanji
Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan
dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi
30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas
pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.
Oleh karena itu Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji
dalam Joy Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja.
Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan,
yaitu Onymi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunymi (cara baca asli Jepang). Satu kanji
bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.

Tanda baca
Dalam kalimat bahasa Jepang tidak ada spasi yang memisahkan antara kata dan tidak ada spasi
yang memisahkan antara kalimat. Walaupun bukan merupakan tanda baca yang baku, kadangkadang juga dijumpai penggunaan tanda tanya dan tanda seru di akhir kalimat.
Tanda baca yang dikenal dalam bahasa Jepang:

(/kuten) Fungsinya serupa dengan tanda baca titik yakni untuk mengakhiri kalimat.

( /toten) Fungsinya hampir serupa dengan tanda baca koma yakni untuk memisahkan
bagian-bagian yang penting dalam kalimat agar lebih mudah dibaca

Angka dan Sistem Penghitungan


Bangsa Jepang pada zaman dahulu (dan dalam jumlah yang cukup terbatas pada zaman
sekarang) menggunakan angka-angka Tionghoa, yang lalu dibawa ke Korea dan sampai ke
Jepang.
Berikut ini adalah daftar angka-angka Jepang.
1.
Satu
2.
Dua
3.
Tiga
4.
Empat
5.
Lima
6.
Enam
7.
Tujuh
8.
Delapan
9.
Sembilan

10.
Sepuluh
Setelah Kekaisaran Jepang mulai dipengaruhi oleh Eropa, angka-angka Arab mulai digunakan
secara besar-besaran, dan hampir mengganti sepenuhnya kegunaan angka Tionghoa ini.
Dalam penggunaannya di Bahasa Jepang, dan untungnya juga agak mirip di bahasa Indonesia,
angka-angka ini tidak bisa digunakan seperti itu saja untuk menyatakan sebuah jumlah dari
sebuah barang, waktu dan sebagainya. Pertama-tama jenis barangnya harus dipertimbangkan,
lalu ukurannya, dan akhirnya jumlahnya. Cara berhitung untuk waktu dan tanggal pun berbedabeda, maka satu hal yang harus dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini bergabung
dengan satuannya.
Cara menghitung barang
Barang secara umum
Untuk mengucapkan 1 buah yaitu (hitotsu) dan seterusnya hanya menambahkan huruf tsu
()
Barang Panjang
Untuk mengucapkan 1 buah barang panjang (meteran) misal (ippon). Biasa dipakai
untuk menghitung jumlah pensil, botol, pohon.
Barang Tipis
Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan (mai) sebagai akhiran, Misal:1 lembar
(ichimai) ,dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, perangko, dan benda tipis
lainnya.
Barang Besar
Hanya perlu angka biasa ditambahi satuan (dai) sebagai akhiran, Misal : 1 buah
(ichidai),dst . Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau
barang besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya
Cara menghitung orang
Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahi satuan
(nin), misal: 3 orang (sannin) 7 orang (shichinin)
Tata Bahasa

Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subyek-obyek. Subyek, obyek dan relasi
gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi
akhir (postposition). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya adalah, Kochirawa Tanaka-san desu (). Kochira (ini) merupakan topik dari kalimat
ini. Kata kerjanya ialah desu yang berarti it is dalam bahasa Inggris. Dan yang terakhir,
Tanaka-san desu merupakan cabang atau komentar dari topik ini.
Infleksi dan Konjugasi
Dalam bahasa Jepang, kata benda tidak memiliki bentuk numeral, jenis kelamin, atau aspek
lainnya. Contohnya pada kata benda hon () yang mungkin berarti sebuah atau beberapa buku.
Juga pada kata hito () yang mungkin berarti orang atau sekumpulan orang. Kata untuk
menyebut orang biasanya dalam bentuk tunggal, contohnya Harada-san. Kalau kata panggil
jamak, biasanya disebut -tachi.
Pertanyaan mempunyai bentuk yang sama dengan kalimat afirmatif. Intonasi akan meninggi
setiap akhir dari kalimat pertanyaan. Dalam situasi resmi, biasanya kalimat pertanyaan disertai
partikel -ka. Contohnya, kalimat ii desu () yang berarti Baiklah menjadi bentuk ii
desu ka ()yang berarti Boleh kan?. Biasanya pada situasi tidak resmi, partikel
-no () untuk menunjukkan penekanan, contohnya pada kalimat Doshite konai-no? yang berarti
Kenapa (kamu) tidak datang?.
Kalimat negatif dibentuk dengan merubah bentuk kata kerja. Contohnya pada kalimat Pan o
taberu () yang artinya Saya akan makan roti) menjadi Pan-o tabenai (
) yang artinya Saya tidak akan makan roti.
Adjektiva
Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepang:

(keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran konjugasi (i).
Contohnya: (atsui hi) yang berarti hari yang panas

(keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: (henna hito)


yang berarti orang aneh

(rentaishi) yaitu kata sifat sebenarnya. Contoh: (ano yama)

Partikel
Bahasa Jepang juga memiliki beberapa partikel yaitu:

ga untuk bentuk nominatif ni untuk bentuk dativ.

no untuk bentuk genital

o untuk bentuk akusatif

wa sebagai topik

Kesopanan
Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau direktur,
dipakai bahasa Jepang sopan yang disebut () teineigo. Untuk menyebut nama menteri,
diakhiri dengan partikel -sama atau -sangi. Contoh: Katsumoto-sangi (). Untuk
berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Tapi, kalau sudah akrab, kita boleh
memakai bahasa umum.
Kosa kata
Bahasa Asli Jepang yaitu berasal dari bahasa asli pemukim Jepang zaman dahulu disebut yamato
kotoba ( ) yang berarti kosa kata Yamato. Kosakata Jepang sebagian besar berakar atau
berasal dari Cina disebut kango () yang masuk pada abad ke-5 lewat Semenanjung Korea.
Jepang banyak mengadopsi kosakata dari bahasa Inggris, kata-kata adopsi ini umumnya ditulis
menggunakan huruf katakana. Contoh: (maikaa sama dengan pelafalan my car)
yang berarti mobil saya
Belajar Bahasa Jepang
Beberapa universitas internasional di dunia mengajarkan bahasa Jepang. Mulainya ketertarikan
belajar bahasa Jepang sewaktu abad ke-18 Masehi, lalu melonjak dimana Jepang mulai
memimpin ekonomi dunia pada tahun 1980. Bahasa Jepang semakin diminati karena
mendominasi dunia kartun (anime dan manga) di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan dari otaku
(penggemar anime) bisa berbicara bahasa Jepang walaupun hanya dasarnya. Pemerintah Jepang
sebagai pihak yang mengatur bahasa Jepang menyediakan tes profisiensi sejenis TOEFL yaitu
JLPT (Japanese Language Proficiency Test).
Kekerabatan bahasa Jepang
Para pakar bahasa tidak mengetahui secara pasti kekerabatan bahasa Jepang dengan bahasa lain.
Ada yang menghubungkannya dengan bahasa Altai, namun ada pula yang menghubungkannya
dengan bahasa Austronesia. Selain itu ada pula kemiripan secara tatabahasa dan dalam susunan
kalimat serta secara fonetik dengan bahasa Korea meski secara kosakata tidaklah begitu mirip

Mengucapkan Salam

Ohayou Gozaimasu
Selamat Pagi

Ohayou gozaimasu(Bahasa sopan) Ohayo atau Oha (Bahasa Gaul^^)

Konnichiwa
Selamat siang/bisa juga di gunakan untuk Selamat Sore

Konbanwa
Selamat Malam

Oyasuminasai
Selamat Tidur

Sayounara
Selamat Tinggal

Irasshaimase
Selamat Datang

Tadaima
Saya Pulang(Kebiasaan orang jepang kalo nyampe rumah ^^)

Okaerinasai
Selamat Datang(Balasan dari Tadaima)

Moshi Moshi
Halo (Biasa digunakan saat nelfon)

Hajimemashite
Perkenalkan

Yoroshiku Onegai Shimasu


Mohon Bimbingan nya

Benkyo shimasho
Mari Belajar

Itadakimasu
Mari Makan (Juga kebiasaan orang orang Jepang ^^)

rigatou Gozaimasu
Terima Kasih (Domo Arigatou Gozaimasu = Terima Banyak)

Do Itashimashite
Terima Kasih Kembali

Perkenalan

Watashi wa Rita desu.


saya adalah Rita(bisa juga di gunakan Watahi no Namae wa Rita desu = Nama Saya
adalah Rita)

Anata wa Dare desu ka.


Kamu siapa?(bisa juga Anata no Namae wa dare desuka = Nama Kamu siapa? )

Atashi wa Jakarta Ni Sunde Imasu


Saya tinggal di Jakarta.

Atashi wa Gakusei desu.


Saya seorang pelajar.

Atashi wa Daigakusei desu.


Saya seorang mahasiswa.

Atashi wa Indonesia jin desu.


Saya Orang indonesia.

Anata wa Nan no jin desu ka


Kamu orang mana?

Watashi Tachi wa shimbunkisha desu.

Kami adalah wartawan.

Anata wa Sakura san desuka


Apakah anda Nona Sakura?

Hai, Sou desu.


Ya,betul.

Suzuki san wa Donata desu ka


Suzuki wa Watashi desu.

Yoshida san wa keikan desu.


Tuan Yoshida adalah seorang polisi.

Untuk menggabung kan dua kata Benda atau Kalimat desu yang pertama bisa di ganti
dengan De. Misal nya:
-Watashi wa Dody desu.
-Watashi wa indonesia jin desu.

Bila menggunakan Penghubung de akan menjadi :


-Atashi wa Dody de,Indonesia jin desu.-Sony san wa otoko de ginkouin desu.
Dody seorang laki laki,pegawai bank.

Watashi tachi wa sensei de,anata tachi wa seito desu.


Kami adalah guru,kalian adalah murid.Kosakata; -Watashi :saya
-Watashi tachi:Kami,Kita
-Anata Tachi :Kalian
-Dare/donata :Siapa
-gakusei/seito:Murid,pelajar
-daigakusei :Mahasiswa

-Jin :Orang
-shimbunkisha :Wartawan
-san :Nona,Tuan,Sdra,sdri,nyonya. (kalau untuk hitungan san berarti 3)
-Keikan polisi
-Namae :Nama
-Otoko :Laki Laki
-Ginkouin pegawai Bank
-sensei :guru
-sunde imasu :Tinggal,Bermukim
-Hai :Ya
-Iie :Tidak,Bukan
-Nihon :JepangBentuk Negatif.
Bentuk Negatif adalah sanggahan dari bentuk Positif(Desu).

Anata wa sensei desu ka?


apakah anda guru?
Iie,watahi wa sensei dewa arimasen./ja arimasen.
Bukan,saya bukan guru.

Anohito wa Nihon jin desu ka


Apakah dia orang Jeoang?

Iie,So dewa Arimasen/Ja Arimasen.Anohito wa Indoneshia jin desu.


Bukan,Dia orang indonesia.

Anata wa Fuji san desu ka


apakah anda tuan Fuji?

Iie,Atashi wa Fuji san dewa arimasen/Ja arimasen.


Tidak,Saya bukan tuan Fuji

Ungkapan Cinta dalam Bahasa Jepang

Pria: Sudah berapa lama pacaran dengan cowok kamu?


Kareshi to wa dore kurai tsukiatte ru no?

Wanita : Sejak mulai pacaran sebentar lagi jadi setahun.


Tsukiatte mou sugu ichi nen ni naru wa.

Pria: Oh, serius dong ya?


Hee, jaa kanari shinken nan da.

Wanita : Begitulah.
Sou ne.

Atau mungkin kalimat-kalimat pendek begini

Cakep.

Kawaii.

Ini cinta pada pandangan pertama.

Hitomebore datta no yo.

Pada saat aku melihatnya, aku tahu dialah laki-laki untukku.

Kare o mita shunkan ni, kono hito da tte wakatta no.

Aneh ya. Kalau aku bersamamu, aku merasa damai. Seolah-olah kita sudah
lama saling mengenal.
Okashii yo ne. Anata no soba ni iru to, tottemo ochitsuku no. Maru de zutto mae kara
no shiriai mitai ni.

ini.

Aku kira aku tak akan pernah jatuh cinta. Belum pernah aku merasa seperti

Koi ni ochiru nante koto wa arienai to omotte ta. Konna kimochi ni natta koto wa nai.

Aku tergila-gila padanya. (Diucapkan pria).

Kanojo ni kubittake nan da.

Kamu senantiasa tersenyum mempesona ya.

Kimi tte itsu made mo suteki na egao o shite ru ne.

Orang yang bisa melihat senyum itu setiap hari pasti laki-laki paling bahagia
di dunia.
Mainichi sono egao ga mirareru hito wa zettai ni kono yo de ichiban shiawase na
otoko da yo.

Aku jadi deg-degan nih.

Doki doki shichatta yo.

Dia? Kalau soal dia, aku sudah putusin. (Diucapkan wanita).

Kare? Kare no koto wa futta wa.


?

Habis dia laki-laki payah sih.

Datte, dame otoko dattan da mon.

Aku tidak mau semua ini berakhir sebagai cinta tak terbalas.

Kore o kataomoi de owarasetakunai.

Aku suka padamu.

Suki da.

Aku sangat suka padamu.

Daisuki da.

Jadilah pacarku.

Tsukiatte kudasai.

Aku cinta padamu.

Ai shite iru.

Aku berjanji akan membahagiakanmu!

Zettai ni shiawase ni suru kara!

Sudah punya cowok?

Kareshi ga iru no?

Sudah punya cewek?

Kanojo ga iru no?

Sudah pacaran dengan seseorang?

Dare ka to tsukiatte ru no?

Atau mungkin kalau menolak orang

Maaf. Ada orang lain yang kusukai

Gomen nasai. Suki na hito ga iru no de

Kamu bukan tipe kesukaanku. (Jahat banget nolak begini ^_^)

Taipu janain desu.

Atau mungkin kalau mau minta putus

Ayo kita putus saja!

Mou wakaremashou!

Hubungan kita jadi monoton ya.

Manneri ni natte kite ru ne.

Maaf. Ada orang lain yang kusukai. Berpisahlah denganku.

Gomen nasai. Suki na hito ga dekita no. Wakarete kudasai.

Aku sudah muak padamu!

Kimi ni wa unzari da yo!

Aku tidak akan pernah memaafkanmu!

Anata no koto o kesshite yurusanai!

Terima kasih untuk segalanya.

Ima made arigatou.

Aku tidak akan melupakanmu.

Anata no koto, wasurenai.

Selamat tinggal.

Sayounara.

Percakapan Berkaitan Dengan komputer

moji ga bakeru
teks yang tidak ditampilkan sesuai maksud karena salah penyetelan huruf encoding atau
komputer tidak bisa menampilkan kanji mojibake

rinku o haru
memasang pranala, mencantumkan link ke suatu situs di internet

CD o yaku CD
merekam data pada CD

pasokon ga omoi
komputernya berat, artinya lambat memproses data

pasokon ga kooru
komputernya macet saat sedang memproses, tiba-tiba tidak bekerja lagi

pasokon o tachiageru
menyalakan komputer, sama dengan pasokon no dengen o ireru
, danpasokon o kidou saseru

pasokon o otosu
mematikan komputer, sama dengan pasokon no dengen o kiru

Percakapan Sekolah

Ujian : shiken /

Jadwal (jam pelajaran) : jikanwari /

Sejarah : rekishi /

Biologi : seibutsu /

Lingkup pelajaran yang keluar di ujian : shiken hani /

Menyontek : kanningu suru /

Ruang kepala sekolah : kouchoushitsu /

Lembar soal : mondai youshi /

Lembar jawaban : kaitou youshi / atau touan youshi /

Tes dadakan : nukiuchi tesuto /

Ujian perbaikan : tsuishi / ikut ujian perbaikan : tsuishi o ukeru /

Laporan : repo-to / menulis laporan : repo-to o kaku /

Soal pilihan ganda : sentaku mondai /

Skors : teigaku /

Nilai sempurna : manten /

Hapalan : anki /

Ruang perpustakaan : toshoshitsu /

Aula olahraga : taiikukan /

Membolos : saboru /

Sedang ada pelajaran : jugyouchuu /

Semester : gakki / semester baru : shingakki / , semester ke1 ichi gakki /

Pekerjaan rumah : shukudai /

Papan tulis : kokuban /

Belajar sebelum pelajaran : yoshuu suru /

Belajar untuk mengulang pelajaran : fukushuu suru /

Kalimat Bahasa Jepang Sederhana Saat Sakit

Saya sedang nggak enak badan.

Guai ga warui no desu.

Saya luka.

Kega o shimashita.

Tolong panggilkan ambulans.

Kyuukyuusha o yonde kudasai.

Tolong bawa saya ke rumah sakit terdekat.

Ichiban chikai byouin ni tsurete itte kudasai.

Di dekat sini ada klinik dokter gigi nggak ya?

Chikaku ni shika wa arimasu ka?

Apakah perlu perjanjian dulu untuk diperiksa?

Shinryou ni yoyakku wa hitsuyou desu ka?

Pusing.

Memai ga shimasu.

Suami saya pingsan.

Otto ga taorete, ishiki ga arimasen.

Sakit di bagian sini.

Koko ga itamimasu.

Koko ga itai desu.

Serasa mual, mau muntah.

Hakike ga shimasu.

Badan terasa lesu.

Karada ga darui desu.

Saya kena anemia/tekanan darah rendah.

Hinketsu o okoshimashita.

Saya sesak napas.

Iki ga kurushii desu.

Saya sakit kepala.

Zutsuu ga shimasu.

Atama ga itai desu.

Saya migren.

Henzutsuu ga arimasu.

Saya menggigil.

Samuke ga shimasu.

Saya agak demam.

Netsuppoi no desu.

Saya pilek.

Kaze o hikimashita.

Saya batuk parah.

Hidoku sekikomimasu.

Saya sembelit.

Benpi desu.

Saya mencret.

Geri desu.

Tenggorokan saya sakit.

Nodo ga itai desu.

Ingusnya nggak berhenti-berhenti.

Hanamizu ga tomarimasen.

Telinga saya berdenging.


Miminari ga shimasu.

Kaki saya keseleo.

Ashikubi o nenza shimashita.

Tangan saya patah.

Ude no hone o orimashita.

Gigi geraham bungsu saya sakit.

Oyashirazu ga itamimasu.

Minta obat pilek.

Kazegusuri o kudasai.

Minta obat diare.

Geridome no kusuri o kudasai.

Apakah bisa beli tanpa resep dokter?

Shohousen nashi de kaemasu ka?

Apakah ada efek sampingnya?

Fukusayou wa arimasu ka?

Terakhir, ada ucapan salam yang selalu diucapkan kepada orang sakit, yaitu:
Odaiji ni ()
atau lebih sopan,
Odaiji ni shite kudasai. (),
atau lebih sopan lagi,
Odaiji ni nasatte kudasai. ()
yang artinya, Jagalah diri Anda baik-baik.

Bagaimana menjawabnya? Ya terima kasih untuk perhatiannya. Jawab, Arigatou


gozaimasu., saja sudah OK.

Ada beberapa cara untuk menyebut profesi pramugari dalam bahasa Jepang:

suchuwa-desu , atau suchuwa-desu san , dari


bahasa Inggrisstewardess, kalau pramugara suchuwa-do

kyakushitsu joumuin

furaito atendanto , dari bahasa Inggris flight attendant

Percakapan di Pesawat
Percakapan Pramugari dengan Penumpang

Pramugari: Nani ka onomimono wa ikaga desu ka?

Apakah Anda ingin minum?

Penumpang: Ada (minuman) apa?

Nani ga arimasu ka?

Pramugari: Ko-hi-, koucha, ko-ra, bi-ru, orenji ju-su ga gozaimasu ga.

Ada kopi, teh, cola, bir, dan jus jeruk.

Penumpang: Kalau begitu, minta kopi.

Jaa, ko-hi- o onegai shimasu.

Pramugari: Satou to miruku wa otsukai ni narimasu ka?

Apakah Anda ingin pakai gula dan susu/krim?

Penumpang: Ya.

Hai.

Tidak, terima kasih.

Iie, kekkou desu.

Pramugari: Oshokuji wa, gyuuniku ka sakana no dochira ni nasaimasu ka?

Anda ingin hidangan sapi atau ikan?

Penumpang: Minta ikan.

Sakana o onegai shimasu.

Pramugari: Shokuji wa osumi desu ka?

Apakah makannya sudah selesai?

Penumpang: Belum


Iie, mada desu.

Penumpang: Minta selimut.

Moufu o kudasai.

Agak dingin. Ada selimut?

Chotto samui desu ga, moufu arimasu ka?

Pramugari: Hai, arimasu. Shou shou omachi kudasai.

Ya, ada. Silakan tunggu sebentar.

Pramugari: Hoka ni nanika irimasu deshou ka?

Apakah ada sesuatu yang lain yang Anda butuhkan?

Penumpang: Tidak, tidak apa-apa. Terima kasih.

Iie, daijoubu desu. Arigatou gozaimasu.

Beri Nilai