Anda di halaman 1dari 13

TUGAS BAHAN TEKNIK

KUNINGAN

Di Susun Oleh :
NURJANAH

LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT Tuhan semesta alam yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang, kami panjatkan puji serta syukuratas kehadirat-Nya, yang telah memberi
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami sehingga kami dalat menyelesaikan makalah
ilmiah mata kuliah bahan teknik dengan tema material logam kuningan. Adapun makalah ini
telah kami kerjakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga
makalah ilmiah mata kuliah bahan teknik dengan tema material logam kuningan ini dapat
dikerjakan dengan lancar.
Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada dosen mata kuliah bahan
teknik Politeknik Negeri Jakarta Bapak Fanina Nur W.,ST.,MSC dan semua pihak yang telah
membantu kami dalam pembuatan makalah ilmiah mata kuliah bahan teknik dengan tema
material logam kuningan ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan
baik dari segi penyusunan bahasa maupun dari segi lainnya. Oleh karna itu dengan lapang dada
kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberikan kritik dan sarannya
kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ilmiah bahan teknik ini.
Kami mengharapkan semoga makalah ilmiah mata kuliah bahan teknik dengan tema
material logam kuningan ini dapat bermanfaat dan menginspirasi pembaca.

Depok, April 2015

Penyusun

ii

ABSTRAK
Logam kuningan adalah logam paduan dari tembaga dan seng dengan kadar tembaga
55% - 95%. Pada makalah ilmiah mata kuliah bahan teknik dengan tema material logam
kuningan ini terdiri dari 3 bagian. Pada bagian pertama makalah ilmiah mata kuliah bahan teknik
dengan tema material logam kuningan ini membahas tentang latar belakang , definisi, dan sejarah
singkat dari material logam kuningan. Dimana bahan kuningan memiliki sejarah yang sangat
menarik dimulai dari pengrajin logam kuno didaerah Syria atau Turki Timur hingga proses untuk
menggabungkan logam tembaga dan seng untuk membuat kuningan telah dipatenkan di Inggris
pada tahun 1781.
Pada bagian kedua adalah bagian inti dari makalah ilmiah mata kuliah bahan teknik
dengan tema material logam kuningan ini. Pada bagian kedua ini membahas tentang proses
pengolahan material kuningan dengan cara pengecoran (foundry) yang merupakan satu-satumya
cara yang paling banyak digunakan pada industri. Pada bagian kedua juga membahas tentang
karakteristrik logam kuningan, kelebihan dan kekurangan material kuningan, proses manufaktur
material yang terdiri dari 4 tahap serta pemanfaatan material kuningan pada industri dan
kehidupan sehari-hari.
Pada bagian ketiga makalah ilmiah mata kuliah bahan teknik dengan tema material
logam kuningan ini merupakan bagian kesimpulan yang terdiri dari kesimpulan dari isi makalah
ini dan juga peranan material kuningan pada masa yang akan datang.
Untuk lebih lengkapnya, pembaca dapat melihat makalah ilmiah mata kuliah bahan
teknik dengan tema material logam kuningan ini.

Iii

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................................ i
KATA PENGANTAR..................................................................................................................... ii
ABSTRAK .................................................................................................................................... iii
DAFTAR ISI.................................................................................................................................. iv
A.PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG ....................................................................................................... 1
2. DEFINISI .......................................................................................................................... 1
3. SEJARAH SINGKAT ....................................................................................................... 1
B. ISI
1.
2.
3.
4.
5.

PROSES PENGOLAHAN MATERIAL ...........................................................................


KARAKTERISTIK MATERIAL ......................................................................................
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MATERIAL ........................................................
PROSES MANUFAKTUR MATERIAL ..........................................................................
APLIKASI DI INDUSTRI/ KEHIDUPAN SEHARI-HARI .............................................

2
3
4
4
6

C. KESIMPULAN
1. KESIMPULAN ................................................................................................................. 7
2. PERANAN MATERIAL DI MASA YANG AKAN DATANG ..................................... 7
D. DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................................

iv

A. PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Kuningan merupakan logam campuran dari tembaga (Cu) dan seng (Zn). Tembaga
merupakan komponen utama dari kuningan, dan kuningan biasanya di klasifikasi sebagai
paduan tembaga. Kadar tembaga berkisar dari 55% - 95%Tembaga merupakan komponen
utama dari kuningan, dan kuningan biasanya diklasifikasikan sebagai paduan tembaga. Warna
kuningan bervariasi dari coklat kemerahan gelap hingga ke cahaya kuning keperakan
tergantung pada jumlah kadar seng. Seng lebih banyak mempengaruhi warna kuningan
tersebut. Kuningan lebih kuat dan lebih keras daripada tembaga, tetapi tidak sekuat atau
sekeras seperti baja. Kuningan sangat mudah untuk di bentuk ke dalam berbagai bentuk,
sebuah konduktor panas yang baik, dan umumnya tahan terhadap korosi dari air garam.
Karena sifat-sifat tersebut, kuningan kebanyakan digunakan untuk membuat pipa, tabung,
sekrup, radiator, alat musik, aplikasi kapal laut, dan casing cartridge untuk senjata api.
2. DEFINISI
Kunigan adalah paduan logam tembaga (Cu) dan seng (Zn) dengan kadar tembaga
antara 55% - 95 % massa. Semakin tinggi kadar tembaga pada kuningan maka akan semakin
lunak dan semakin merah warnanya. Kuningan merupakan logam yang kuat dan tahan karat,
serta mudah dibentuk. Kuningan mudah diproses missal menggunakan mesin.
3. SEJARAH SINGKAT
Pengrajin logam kuno di daerah yang sekarang dikenal sebagai Syria atau Turki
timur telah mengetahui bagaimana cara untuk mencairkan tembaga dengan timah untuk
membuat logam yang disebut perunggu pada awal 3000 sebelum masehi. Kadang-kadang
mereka juga membuat kuningan tanpa mereka sadari. Pengrajin logam kuno di sekitar Laut
Mediterania mampu membedakan bijih timah seng dari yang mengandung seng dan mulai
mencampurkan dengan tembaga untuk membuat koin kuningan atau benda lainnya. Sebagian
besar seng itu diturunkan dengan memanaskan mineral yang dikenal sebagai kalamin, yang
berisi berbagai senyawa seng.
Dimulai pada sekitar 300 A.D, industri kuningan berkembang di tempat yang
sekarang di kenal sebagai Jerman dan Belanda. Meskipun pengrajin logam kuno hanya bisa
mengenali perbedaan antara bijih seng dan bijih timah, mereka masih tidak mengerti logam
seng. Sampai pada tahun 1746 seorang ilmuwan Jerman bernama Andreas Sigismund
Marggraf (1709-1782) memperkenalkan logam seng yang diidentifikasikan dan ditentukan
sifat-sifatnya.
Proses untuk menggabungkan logam tembaga dan seng untuk membuat kuningan
telah dipatenkan di Inggris pada tahun 1781. Penggunaan kuningan sebagai casing logam
untuk senjata api pertama kali diperkenalkan pada tahun 1852. Berbagai macam logam
dicoba, Hasilnya ternyata kuningan yang paling berhasil. Properti ini menyebabkan
perkembangan pesat dalam industri senjata api otomatis.

B. ISI
1. PROSES PENGOLAHAN MATERIAL KUNINGAN
Komponen utama kuningan adalah tembaga. Jumlah kandungan tembaga
bervariasi antara 55% sampai dengan 95% menurut beratnya tergantung pada jenis
kuningan dan tujuan penggunaan kuningan. Kuningan yang mengandung persentase
tinggi tembaga terbuat dari tembaga yang dimurnikan dengan cara elektrik. Yang
setidaknya menghasilkan kuningan murni 99,3% agar jumlah bahan lainnya bisa di
minimalkan. Kuningan yang mengandung persentase rendah tembaga juga dapat dibuat
dari tembaga yang dimurnikan dengan elektrik, namun lebih sering dibuat dari scrap
tembaga. Ketika proses daur ulang terjadi, persentase tembaga dan bahan lainnya harus
diketahui sehingga produsen dapat menyesuaikan jumlah bahan yang akan ditambahkan
untuk mencapai komposisi kuningan yang diinginkan. Komponen kedua dari kuningan
adalah seng. Jumlah seng bervariasi antara 5% sampai dengan 40% menurut beratnya
tergantung pada jenis kuningan
Kuningan dengan persentase seng yang lebih tinggi memiliki sifat lebih kuat dan
lebih keras, tetapi juga lebih sulit untuk dibentuk, dan memiliki ketahanan yang kurang
terhadap korosi. Seng yang digunakan untuk membuat kuningan bernilai komersial
dikenal sebagai spelter.
Beberapa kuningan juga mengandung persentase kecil dari bahan lain untuk
menghasilkan karakteristik tertentu, Hingga 3,8% menurut beratnya. Timbal dapat
ditambahkan untuk meningkatkan ketahanan. Penambahan timah meningkatkan
ketahanan terhadap korosi, Membuat kuningan lebih keras dan membuat struktur internal
yang lebih kecil sehingga kuningan dapat dibentuk berulang dalam proses yang disebut
penempaan. Arsenik dan antimony kadang-kadang ditambahkan ke dalam kuningan yang
mengandung seng lebih dari 20% untuk menghambat korosi. Bahan lain yang dapat
digunakan dalam jumlah yang sangat kecil yaitu mangan, silikon, dan fosfor.
Pengecoran (Foundry)
Proses pengecoran logam adalah proses peleburan atau proses pencairan logam yang
kemudian logam cair dituangkan ke dalam cetakan dan logam kemudian dibiarkan dingin
membeku. Cara pengecoran ini adalah satu-satunya cara yang biasa digunakan dalam industri
logam kecil ataupun industri besar.
Terdiri dari 2 bagian proses :
1. Cetakan, berfungsi memberikan bentuk/dimensi serta sifat permukaan
2. Logam cair, memberikan sifat mekanis, tergantung posisi logam

Proses pengecoran meliputi pembuatan cetakan, persiapan, peleburan, penuangan


logam cair ke dalam cetakan dan proses lanjutan logam hasil coran. Pada proses pengecoran
logam kuningan di industri kecil yang ada masih menggunakan system cetakan pasir, dalam
peleburan kuningan cor ini umumnya dimanfaatkan dari bahan bekas yang dilebur yang
dilebur dengan tanur krus atau dengan tanur induksi frekuensi rendah. Temperatur cairan
sebaiknya jangan terlalu tinggi, jika terlalu tinggi menyebabkan kehilangan kadar seng karena
penguapan.

Proses pencetakan

Proses peleburan

2. KARAKTERISTIK MATERIAL
Warna bahan kuningan mirip emas, kuning dan mengkilat. Komposisi kuningan
berasal dari leburan antara logam tembaga dan seng dengan kadar tembaga 55% - 95% dari
total keseluruhan berat. Proses ini menghasilkan kuningan dengan sifat lebih lunak dari bahan
pembentuknya (tembaga dan seng). Namun, sifat lunak kuningan relatif dapat diatur tingkat
kekerasannya dengan menambah atau mengurangi persentase kandungan logam
pembentuknya.
Sifat ini menyebabkan kuningan banyak digunakan dalam berbagai industri. Sifat
kubingan yang tahan korosi dan mudah dilebur, dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan koin
sampai sekarang. Bahan kuningan berkesan mahal dan mewah, kuningan yang telah
mengalami proses finishing akan menghasilkan kuningan yang mengkilap, semakin terlihat
antik walau kilaunya memudar.
3

3. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MATERIAL


Kelebihan dari logam kuningan
1. Logam yang tahan korosi
2. Alat penukar panas yang baik (dapat digunakan pada onderdil kendaraan)
3. Memiliki keuletan yang tinggi dan mudah dibentuk
4. Sebagai katalis yang baik ( katalis adalah suatau zat yang mempengaruhi kecepatan reaksi
tetapi tidak mempengaruhi kesetimbangan kimia pada reaksi dan tidak dikonsumsi dalam
reaksi tersebut)
5. Produk dari bahan kuningan dapat didaur ulang atau digunakan kembali
Kekurangan dari logam kuningan
1. Biaya pemeliharaan yang cukup tinggi
2. Jika digunakan sebagai peralatan masak, noda pada logam kuningan tidak dapat
dibersihkan dengan sabun cuci piring biasa yang membutuhkan udara pengeringan untuk
mencegah timbulnya noda.
3. Dapat dengan mudah tergores dan penyok jika dilakukan perawatan yang tidak tepat
4. Sangat rentan terhadap stress dan retak. Hal ini terutama terjadi jika logam kuningan
mengalami kontak dengan ammonia atau zat yang mengandung ammonia.
4. PROSES MANUFAKTUR MATERIAL
Proses Manufaktur atau Proses Produksi yang digunakan untuk memproduksi kuningan
melibatkan kombinasi bahan baku yang sesuai ke dalam logam cair yang diperbolehkan untuk
memperkuat. Bentuk dan sifat dari logam ini kemudian diubah melalui serangkaian operasi
dengan hati-hati, dikendalikan untuk menghasilkan kuningan yang diinginkan.
Kuningan tersedia dalam berbagai bentuk termasuk pelat, lembaran, strip, foil, batang,
bar, kawat, dan billet tergantung pada aplikasi akhir. Perbedaan antara pelat, lembaran, strip,
dan foil adalah ukuran keseluruhan dan ketebalan bahan. Plate bersifat besar, datar, potongan
persegi panjang dari kuningan dengan ketebalan lebih besar dari sekitar 5 mm. Seperti
sepotong kayu yang digunakan pada konstruksi bangunan. Lembar biasanya memiliki ukuran
keseluruhan yang sama seperti piring tetapi tipis. Strip terbuat dari lembaran yang telah
dipotong-potong menjadi panjang. Foil seperti strip, hanya jauh lebih tipis. Beberapa foil
kuningan bisa setipis 0,013 mm.
Proses manufaktur yang sebenarnya tergantung pada bentuk dan sifat kuningan yang
diinginkan. Berikut ini adalah proses manufaktur yang biasa digunakan untuk memproduksi
kuningan foil dan strip.

Gambar diagram langkah-langkah proses manufaktur dalam produksi kuning


Melting

Sejumlah bahan tembaga yang tepat sesuai takaran paduan ditimbang dan dipindahkan ke
dalam tungku peleburan dalam suhu sekitar 1920 F (1050 C). Sejumlah seng yang sudah
ditimbang agar sesuai paduan disiapkan, seng ditambahkan setelah tembaga mencair. Sekitar
50% dari total seng dapat ditambahkan untuk mengkompensasi seng yang menguap selama
operasi peleburan antara tembaga dan seng. Jika ada bahan lain yang diperlukan untuk
perumusan kuningan tertentu mereka juga dapat di tambahkan.
Logam cair paduan tembaga dan seng dituang ke dalam cetakan. Diperbolehkan untuk
memperkuat ke dalam lembaran. Dalam beberapa operasi penuangan dilakukan terusmenerus untuk menghasilkan lembaran yang panjang.
Bila logam cair paduan tembaga dan seng sudah cukup dingin untuk dipindahkan, mereka
dikeluarkan dari cetakan dan dipindah ke tempat penyimpanan.
Hot Rolling

Logam ditempatkan dalam tungku dan dipanaskan hingga mencapai suhu yang
diinginkan. Suhu tergantung pada bentuk akhir dan sifat kuningan.
Logam yang dipanaskan tersebut kemudian di teruskan menuju mesin penggilingan.
kuningan, yang sekarang sudah dingin melewati mesin penggilingan yang disebut calo.
Mesin ini akan memotong lapisan tipis dari permukaan luar kuningan untuk menghapus
oksida yang mungkin telah terbentuk pada permukaan sebagai akibat dari paparan logam
panas ke udara.

5
Anealling and Cold Rolling

Pada proses hot rolling kuningan kehilangan kemampuan untuk diperpanjang lebih lanjut.
Sebelum kuningan dapat diperpanjang lebih lanjut, terlebih dahulu kuningan harus
dipanaskan untuk meringankan kekerasan dan membuatnya lebih ulet. Proses ini disebut
annealing. Suhu annealing berbeda-beda sesuai dengan komposisi kuningan dan properti yang
diinginkan. Dalam metode tersebut, suasana di dalam tungku diisi dengan gas netral seperti
nitrogen untuk mencegah kuningan bereaksi dengan oksigen dan membentuk oksida yang
tidak diinginkan pada permukaannya.
Hasil dari proses sebelumnya kemudian melalui serangkaian rol lain untuk mengurangi
ketebalan mereka menjadi sekitar 2,5 mm. Proses ini disebut rolling dingin karena suhu
kuningan jauh lebih rendah dari suhu selama rolling panas. Rolling dingin mengakibatkan
deformasi struktur internal dari kuningan, dan meningkatkan kekuatan dan kekerasan.
Semakin ketebalan berkurang, semakin kuat kuningan yang tercipta.
Langkah 1 dan 2 dari anealling and cold rolling dapat diulangi berkali-kali untuk
mencapai ketebalan kuningan yang diinginkan, kekuatan, dan derajat kekerasan.
Pada titik ini, proses diatas menghasilkan strip kuningan. Strip kuningan tersebut
kemudian dapat diberi asam untuk membersihkannya.
Finish Rolling

Strip kuningan mungkin akan diberi rolling dingin akhir untuk mengencangkan toleransi
pada ketebalan atau untuk menghasilkan permukaan akhir yang sangat halus. Mereka
kemudian dipotong menurut ukuran, ditumpuk, dan dikirim ke rumah industri.
Strip kuningan juga mungkin akan diberi rolling akhir sebelum dipotong panjang,
digulung, dikirim ke gudang, dan disimpan.

5. APLIKASI DI INDUSTRI/ KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Karena warna logam kuningan yang kuning dan mengkilap, maka logam kuningan
banyak digunakan sebagai bahan baku perhiasan dan berbagai benda fungsional seperti
lampu, piranti makan, koin bahkan cermin. Sifat kuningan dapat diatur tingkat kekerasannya,
sifat ini menyebabkan kuningan banyak digunakan dalam berbagai industri mulai dari industri
perkakas rumah tangga, berbagai alat musik sampai alat peledak.
Bahan kuningan juga digunakan sebagai bahan pembuatan koin karena sifatmya yang
tahan korosi dan mudah dilebur. Kuningan banyak digunakan dalam pembuatan berbagai
kerajinan seni kriya, karena berkesan mahal dan semakin terlihat antik wlau kilaunya
memudar. Aplikasi pemanfaatan bahan kuningan secara spesifik yaitu bahan kuningan banyak
digunakan untuk membuat pipa, tabung, sekrup, radiator, aplikasi kapal laut, dan casing
cartridge untuk senjata api.

C. KESIMPULAN

1. KESIMPULAN
Kunigan adalah paduan logam tembaga (Cu) dan seng (Zn) dengan kadar tembaga
antara 55% - 95 % massa. Logam kuninga dapat diperoleh dari proses pengecoran (foundry).
Cara pengecoran ini adalah satu-satunya cara yang biasa digunakan dalam industri logam
kecil ataupun industri besar. Pemanfaatan logam kuningan khususnya pada industri sangatlah
menguntungkan, salah satu keuntungan yang diperoleh adalah logam kuningan memiliki sifat
tahan korosi. Meskipun demikian, bahan kuningan juga memiliki kekurangan salah satunya
adalah biaya perawatannya yang cukup mahal.
Dalam proses manufaktur produksi pembuatan kuningan ada 4 tahap yaitu :
a. Melting
b. Hot Rolling
c. Anealing and Cold Rolling
d. Finish Rolling
Bahan kuningan banyak sekali dimanfaatkan pada industri maupun di kehidupan
sehari-hari. Salah satu pemanfaatan kuningan yang sangat besar yaitu logam kuningan
sebagai bahan pembuatan koin hingga sekarang karena sifatnya yang tahan korosi dan mudah
dilebur.
2. PERANAN MATERIAL DI MASA YANG AKAN DATANG
Kuningan memiliki kombinasi kekuatan, ketahanan terhadap korosi, dan formability
yang akan terus membuat bahan ini berguna untuk banyak aplikasi produk di masa
mendatang. Kuningan juga memiliki keuntungan atas bahan lain yaitu bahwa produk yang
dibuat dari kuningan dapat didaur ulang atau digunakan kembali, bukannya dibuang. Ini akan
membantu memastikan pasokan kuningan akan tetap ada terus-menerus selama bertahuntahun di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://bukankopipaste.blogspot.com/2013/01/cara-pembuatan-kuningan.html
2. https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0CCYQFjAB&url=
http%3A%2F%2Fid.istanto.net%2Fdocument%2Fmakalah-proses-produksikuningan.doc&ei=bOw8VcXKIpWjugSQ04DIBQ&usg=AFQjCNGgPgdOdIOED7b9j5ar
kMFjYmZKyQ&sig2=Mea3GPJKVJIGHlBH2G33TA&bvm=bv.91665533,d.c2E
3. http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/11/18/proses-pembuatan-kuningan-darilogam-411350.html
4. http://id.wikipedia.org/wiki/kuningan_(logam)
5. https://kerajinandaffiart.wordpress.com/2012/04/01/kerajinan-kuningan/

Anda mungkin juga menyukai