Anda di halaman 1dari 22

Definisi

Sepsis neonatorum sindrom klinis penyakit


sistemik akibat infeksi yang terjadi dalam
satu bulan pertama kehidupan.


Syok septik sindrom sepsis yang telah
disertai dengan hipotensi tetapi masih
memberikan respons terhadap pengobatan
cairan dan medikamentosa.
Syok septik yang refrakter syok septik yang
berlangsung lebih dari 1 jam dan tidak
memberikan respons terhadap pengobatan
cairan dan farmakologik sehingga
memerlukan pemberian obat vasopresor.


Kegagalan organ berganda (multiple organ
failure/MODS) yang dapat terjadi pada syok
septik, merupakan salah satu kombinasi dari
beberapa keadaan seperti DIC, shock lung
(ARDS = adult respiratory distress syndrome),
disfungsi system hepatobilier dan susunan
syaraf pusat.

Epidemiologi

Insidennya berkisar 1-8 per 1000


kelahiran hidup pada bayi dan meningkat
menjadi 13-27 per 1000 kelahiran hidup
bayi dengan berat lahir < 1500 g.

Mortalitas/ Morbiditas
13-25 % dari angka kejadian

Klasifikasi

Pembagian Sepsis:
Sepsis dini/ EOS (Early Onset Sepsis) > terjadi
3 hari pertama kehidupan atau kurang dari 72 jam.
Sepsis lambat/ LOS (Late Onset Sepsis) >
terjadi setelah lebih dari 72 jam kehidupan dan
didapat dari lingkungan pasca lahir.

sepsis nosokomial -> ditemuakn pada bayi risiko


tinggi yang di rawat berhubungan dengan monitor
invasif dan berbagai teknik yang digunakan.

Etiologi
Lokasi infeksi untuk menduga penyebab sepsis

Patogen Utama

Community
Acquired
Infections

Infeksi
Nosokomial

Paru

Abdomen

Streptococcus
pneumonia,
Haemophilus
influenza,
Legionella sp,
Chlamydia
pneumonia

Escherichia coli,
Bacteriodes
fragilis

Kulit/jaringan
lunak
Streptococcus
pyogenes,
Staphylococcus
aureus,
Clostridium sp,

Aerobic gram Aerobic gram


negative bacilli negative bacilli,
Anaerobes
Candida sp

Infeksi multipel
Aerobic gram
negative bacilli
Pseudomonas
aeruginosa,
Anaerobes
Staphylococcus
sp
Staphylococcus
aureus, Aerobic
gram negative
bacili

Traktus
Urinarius
Escherichia coli,
Klebsiella sp,
Enterobacter sp,
Proteus sp

SSP
Streptococcus
pneumonia,
Neisseria
meningitides,
Listeria
monocytogenes,
Escherichia coli,
Haemophilus
influenza,

Aerobic gram
Pseudomonas
negative bacilli, aeruginosa,
Enterococccus sp Escherichia coli,
Klebsiella sp,
Staphylococcus
sp

FAKTOR RESIKO
Dikatakan sepsis bila :
2 mayor atau 1 mayor dengan 2 minor

Mayor (Faktor Ibu)


KPD > 18 jam
Infeksi
intrapartum
Korioamnitis
Ketuban bau
DJJ >
160x/menit

Minor ( Faktor Bayi)


KPD > 12jam
APGAR score
rendah
BBLSR
Usia kehamilan <
37 minggu
gemeli

Manifestasi Klinis

Kategori A
Napas cepat > 60x/mnt,
retraksi dinding dada,
grunting pd wkt
ekspirasi, sianosis
sentral
Kejang
Tidak sadar
Suhu tdk stabil
Persalinan di lingkungan
yg krg higienis
Kondisi yang memburuk
secara cepat

Kategori B
Tremor
Letargi
Mengantuk, aktifitas
berkurang, iritable,
muntah, perut
kembung, malas
minum,
Tanda2 mulai
muncul sesudah hr
ke 4
Air ketuban
bercampur


Kecurigaan besar sepsis
Bayi umur sampai dengan usia 3 hari\
Riw. Ibu infeksi rahim, kpd
Bayi yang memiliki 2 atau > pada
kategori A atau tiga atau > pada
kategori B
Bayi usia lebih dari 3 hari
Bayi yang memiliki 2 atau > temuan
kategori A atau tiga kategori B

patofisiologi

BAKTERI

Infeksi
setempat

bakteriemi
a

SEPSIS
Sepsis plus :
-Perubahan mental
akut
-Hipoksemia
-Laktat plasma
-Oliguria

Sindrom sepsis plus :


Hipotensi
CRT > 3, berlangsung
> 1 jam walupun telah
diberi cairan IV dan
intervensi farmakologik,
& memerlukan
dukungan vasopresor

SINDROM
SEPSIS
SYOK SEPTIK
AWAL
SYOK SEPTIK
REFRAKTER
MODS

KEMATIAN

Hipertermia
Takikardi
Takipneu
Kelainan
jumlah lekosit

Sindrom sepsis
plus :
Hipotensi
CRT > 3yang
berespon segera
terhadap cairan IV
dan intervensi
farmakologik

Setiap kombinasi :
DIC
ARDS
GGA
Gagal hati akut
Difungsi SSS akut

Patogenesis &
Patofisiologi

Fokus
infeksi

Produk2 dinding sel bakteri

ACTH/pelepasan
endorfin

Aktivasi
sistem
koagulasi
Rangsangan
kalikrein-kinin
Vasodilatasi dan
jejas endotel

Mediator primer
(FNT,IL-1,IFN,lain2)
Aktivasi
molekuler
endotel/lekosit

Mediator sekunder
(PAF,eikosanoid,IL,ds
b)
Syok
MODS
Kematian

Aktivasi sistem
komplemen

Rangsangan PMN

Kebocoran
kapiler & jejas
endotel

Mekanisme terjadinya sepsis


neonatorum :

Antenatal

Paparan thp M.O dari ibu


(infeksi ascending atau tranplasental)

Selama
Akibat tindakan obstetri yang invasif
persalinan
Postnatal

Paparan yang meningkat postnatal


(M.O dari satu bayi ke bayi lain, ruangan terlalu
penuh)

Diagnosis

Diagnosis sepsis ditegakkan bedasarkan


anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
laboratorium, dan monitor ketat pada status
hemodinamik.

Laboratorium

Leukositosis (> 34.000 x 10 /L)

Leukopenia (< 4.000 x 109/L)


Netrofil muda > 10%
Perbandingan netrofil immatur (stab) dibanding total
(stab+segmen) atau I/T ratio
>0,2
Trombositopenia < 100.000 x 109/L)
CRP > 10 mg/dl
AGD : hipoksia, asidosis metabolik, asidosis laktat.

Penatalaksanaan

Initial resuscitation, untuk segera melakukan


stabilisasi klinis,
Invasive monitoring
Elimination of pathogen, segera
mengeradikasi mikroorganisme dari sirkulasi,
Maintenance of oxygen delivery
Immune modulation


Ampisilin dosis 200 mg/kg BB/24 jam i.v (dibagi 2 dosis
untuk neonatus umur < 7 hari, untuk neonatus umur > 7
hari dibagi 3 dosis), dan Netylmycin (Amino glikosida)
dosis 7 1/2 mg/kg BB/per hari i.m/i.v dibagi 2 dosis
Kombinasi lain adalah ampisilin dengan dosis di atas
dengan cefotaxime 100 mg/kgBB/hari/i.v dalam 3 dosis.
Cefepim 100 mg/kg/hari diberikan 2 dosis atau
Meropenem dengan dosis 30-40 mg/kg BB/per hari i.v dan
Amikasin dengan dosis 15 mg/kg BB/per hari i.v i.m (atas
indikasi khusus). Lama pemberian antibiotika 10-14 hari.
Pada kasus meningitis pemberian antibiotika minimal 21
hari.
Bila didapatkan kecurigaan bakteri anaerob sebagai
penyebab, maka metronidazol atau klindamisin dapat
diberikan bersama dengan antibiotik lain untuk kuman
enteric gram-negatif.

Lokasi sumber infeksi

Antibiotik yang dianjurkan

Community acquired pneumonia

Sefalosporin generasi 3 (Ceftriaxone) atau


generasi

(Cefepime)

kombinasi

dengan

aminoglikosida (Gentamycin)
Pneumonia nosokomial
Infeksi abdomen

Cefepime

atau

imipenem-cilastatin

dan

aminoglikosida
Imipenem-cilastatin dan aminoglikosida atau
piperasilin-tazobactam

Infeksi nosokomial pada abdomen

Imipenem-cilastatin dan aminoglikosida atau


piperasilin-tazobactam dan Amfoterisin B

Kulit/ jaringan lunak

Vancomycin

dan

Imipenem-cilastatin

atau

piperasilin-tazobactam
Infeksi nosokomial pada kulit/jaringan lunak Vancomycin dan Cefepime
Infeksi saluran kemih

Cefepime dan aminoglikosida

Infeksi nosokomial pada saluran kemih

Vancomycin dan cefepime

Infeksi SSP

Vancomycin dan Cefalosporin generasi 3 atau


Meropenem

Infeksi nosokomial pada SSP

Meropenem dan vancomycin

Komplikasi

Sepsis berat : sepsis disertai hipotensi dan


disfungsi organ tunggal
Syok sepsis : sepsis berat disertai hipotensi
Sindroma disfungsi multiorgan

Langkah Preventif

Pada masa Antenatal > Perawatan antenatal


meliputi pemeriksaan kesehatan ibu secara berkala,
imunisasi, pengobatan terhadap penyakit infeksi
yang diderita ibu, asupan gizi yang memadai,
penanganan segera terhadap keadaan yang dapat
menurunkan kesehatan ibu dan janin. Rujuk ke pusat
kesehatan bila diperlukan.
Pada masa Perinatal > Perawatan ibu selama
persalinan dilakukan secara aseptik.
Pada masa Postnatal > Rawat gabung bila bayi
normal, pemberian ASI secepatnya, jaga lingkungan
dan peralatan tetap bersih, perawatan luka
umbilikus secara steril.

Prognosis

Angka kematian masih cukup tinggi terutama


pada keadaan syok septik. Pada keadaan ini
angka kematian berkisar antara 40 70 %,
bila telah disertai dengan gagal organ multipel
seperti shock lung, gangguan fungsi hati atau
gagal ginjal kematian dapat mencapai 90
100 %.
25% bayi meninggal walaupun telah diberikan
antibiotik dan perawatan intensif.

TERIMA KASIH