Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KELOMPOK TEKNOLOGI PANGAN

BAHAN MAKANAN CAMPURAN (BMC)


NUTRIMUM

Disusun oleh:
Riska Yunita

08/265147/KU/12657

Irawati

08/265161/KU/12664

Nir Sonia P

08/265164/KU/12665

Levi Annisa

08/265174/KU/12670

PROGRAM STUDI GIZI KESEHATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2010

Kebutuhan gizi Ibu menyusui


RDA menganjurkan kepada wanita hamil untuk mengkonsumsi sekitar 500 kkal/hari
lebih daripada kebutuhan sebelum hamil. Karena kebutuhan kalori sebelum hamil tidak
cukup untuk memenuhi kebutuhan energy dalam menghasilkan susu, Maka simpanan ibu
selama kehamilan digunakan untuk memenuhi

keperluan kalori ekstra. Oleh karena itu

wanita yang menyusui, lebih cepat kembali ke berat badan sebelum hamil (Moore, 1997).
Selain itu terdapat tabel dibawah ini mengenai tambahan kecukupan zat gizi ibu menyusui
perhari selama masa menyusui agar pemenuhan dan kecukupan ibu dan anak terpenuhi.
Kebutuhan gizi pada ibu yang mengandung dan menyusui harus dipertimbangkan dalam
hubungannya dengan gizi anak sebelum lahir dan sewaktu bayi. Gizi ibu menyusui penting
untuk memulihkan kondisi pasca persalinan. Gizi ibu menyusui penting untuk produksi ASI
Tambahan Gizi Ibu Menyusui
Ibu menyusui memerlukan tambahan zat gizi:
Dibutuhkan untuk memproduksi Air Susu Ibu (ASI) dan untuk yang akan disimpan
dalam ASI ibu sendiri.
Diperlukan untuk mengembalikan kesehatannya sehabis melahirkan.
Dampak negatif jika konsumsi gizi tidak mencukupi:
Berpengaruh terhadap status gizi dan kesehatan ibu,
Menyebabkan ASI yang dihasilkan sangat rendah kualitasnya
Kebutuhan Energi:
Tambahan masukan energi bagi si-ibu pada 6 bulan pertama sebesar 1,13 x BMR
bayi, atau kira-kira 700 kkal/hari.
Tambahan masukan energi pada 6 bulan kedua dianjurkan rata-rata sebanyak 500
kkal/hari. Tambahan untuk tahun kedua dianjurkan tambahan sebanyak 400
kkal/hari.
Pengaruh Makanan terhadap kuantitas produksi ASI:
Konsumsi ibu menyusui tidak secara langsung mempengaruhi mutu/jumlah ASI
Dalam tubuh ibu terdapat cadangan berbagai zat gizi yang dapat digunakan bila
sewaktu-waktu diperlukan.
Ibu hamil menyimpan cadangan 4 kg sebagai cadangan untuk produksi ASI.

Jika konsumsi ibu terus-menerus tidak mengandung cukup zat gizi dpt berakibat
kelenjar pembuat air susu tidak dapat bekerja sempurna, dan berpengaruh juga
terhadap produksi ASI.
Defisit konsumsi zat gizi secara terus menerus akan terjadi konversi cadangan
jaringan tubuh ibu menjadi ASI, mengakibatkan bentuk payudara menjadi berubah
dan jaringan payudara jadi mengendor. efisiensi konversi zat gizi ibu untuk menjadi
ASI adalah 80- 90 %, berasal dari makanan ibu sehari-hari atau berasal dari
cadangan jaringan tubuh ibu.
Ibu dianjurkan minum dlm jumlah cukup, kurang lebih 8 gelas air minum sehari.
Konsumsi jenis sayuran tertentu telah secara turun-temurun diakui dpt memperlancar
Produksi ASI, misal: daun katuk.

Untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui makan kami merancang BMC Nutrimum
ini untuk ibu menyusui 7-12 bulan agar kebutuhan gizi dan energy ibu dan anak terpenuhi
sehingga kesehatan ibu tetap terjaga dan anak bisa tumbuh kembang dengan baik.
BMC merupakan bahan makanan yang merupakan hasil salah satu proses
suplementasi dengan menggunakan bahan makanan untuk saling meliengkapi dalam hal
kandungan gizi. Umumnya dalam bentuk tepung. Dalam hal ini, kami telah membuat BMC
untuk ibu menyusui 7-12 bulan dengan merek BMC Nutrimum. Dalam pembuatan ini, prinsip
BMC nya yaitu:
Bernilai gizi tinggi (terutama E dan P)

Dapat diterima citarasanya dan secara faali


Dibuat dari bahan makanan setempat.
1. Jenis BMC
Jenis BMC yang kami buat merupakan Multiple mix dengan mencampurkan bahan
utama sumber E + sumber P-N + P-H + V/M. jadi pembuatan BMC ini dengan cara
cara mencampurkan bahan sumber karbohidrat (nasi) + sumber protein hewani
(daging sapi) + sumber protein nabati (tahu) + vitamin/mineral (pisang ambon dan
susu). Masing-masing bahan direbus lalu dikeringkan kemudian dicampur lalu
diblender bisa juga diblender dahulu masing-masing bahan lalu hasil blender
dicampur sehingga terbentuk BMC dalam bentuk tepung yang siap diolah.
2. Sasaran
Sasaran untuk BMC kami yaitu ibu menyusui dengan anak berusia 7-12 bulan
dengan umur ibu sekitar 19-29 tahun.
3. Kebutuhan gizi sasaran
a. Tambahan masukan energi bagi ibu yang menyusui 7-12 bulan yaitu sekitar 500
kkal.
b. Tambahan protein ekstra sebesar 12 g/hari untuk 6 bulan kedua (7-12 bulan).
c. Rata-rata kebutuhan untuk 6 bulan kedua menyusui adalah 1,1 mg/hari,
sehingga memerlukan tambahan besi sebesar 5 mg tiap hari
d. Kalsium: diperlukan tambahan dalam jumlah yang cukup besar sebesar 400 mg
e. Cairan : nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan.
Dianjurkan ibu menyusui minum 2-3 liter per hari, dalam bentuk air putih, susu
f.

dan jus buah.


Vitamin dan mineral: kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih

tinggi daripada selama hamil.


g. Makanan yang harus dihindari: makanan yang menghasilkan gas seperti
bawang, kubis, kacang-kacangan, coklat dan makanan pedas. Makanan tersebut
h.

dapat mengakibatkan urtikaria, diare, atau iritabilitas pada bayinya.


sayuran lebih baik yang berwarna seperti bayam, kangkung, sawi, daun katuk,
wortel, buncis dan sebagainya, karena sayuran tersebut dapat membantu

i.

merangsang pengeluaran/produksi asi.


Pilihlah buah-buahan yang berwarna seperti pepaya, jeruk, apel, tomat dan

j.

sebagainya yang banyak mengandung vitamin dan mineral.


Perlu minum dalam jumlah lebih banyak + 6 gelas dalam satu hari, akan lebih
bermanfaat bila ibu menyusui minum cairan bergizi seperti : susu, air kacangkacangan, sari buah-buahan, air sayuran daun hijau dan sebagainya.

4. Kontribusi Zat Gizi dari BMC


Kebutuhan energy 1/3 dari kebutuhan sehari:
1/3 x (1900+500) = 2400/3 = 800 kkal perhari
Keterangan: 1900 merupakan kebutuhan normal wanita usia 19-29 tahun dan +500
untuk penambahan kalori bagi ibu menyusui 6 bulan kedua (7-12 bulan).
Protein
= 20 % x 800 = 160kkal/4 = 40 + 12 = 52 gr
Lemak
= 25 % x 800 = 200 kkal/9 = 22 gr
5. Komposisi Gizi BMC

Pada BMC yang kami buat untuk ibu menyusui (7-12 bulan). BMC Nutrimum khusus
ibu menyusui 7-12 bulan ini memiliki komposisi yang terdiri dari:
a. Nasi 100 gr
b. Daging sapi 100 gr
c. Susu sapi 100 gr
d. Kangkung 200 gr
e. Pisang ambon 125 gr
f. Tahu 100 gr
6. Bahan yang digunakan dalam BMC
Bahan yang kami gunakan dalam membuat BMC Nutrimum khusus ibu menyusui 712 bulan ini terdiri dari bahan makanan yang mengandung
a. Karbohidrat dari nasi sebagai sumber energy ibu dan anak yang masih minum
ASI.
b. Protein hewani dari Daging sapi sebagai tambahan protein ekstra bagi ibu yang
menyusui.
c. Protein Nabati dari Tahu sebagai sumber pembangun untuk ibu dan anak serta
untuk memenuhi kebutuhan akan protein pada ibu menyusui.
d. Buah-buahan dari pisang sebagai sumber mikronutrien yang dibutuhkan oleh ibu
dan anak serta sebagai serat agar memperlancar pencernaan dan BAB.
e. Sayuran dari kangkung sebagai sumber serat yang baik bagi ibu serta sayuran
yang berwarna dapat membantu merangsang pengeluaran/produksi ASI.
7. Hasil Formulasi BMC
Sasaran
: ibu menyusui 7-12 bulan
Jenis BMC
: multiple Mix
No

Sumber Zat Gizi

Nama Bahan

Berat (g)

Karbohidrat

Nasi

100

Protein

Lemak

Susu sapi

100

Vitamin/ Mineral

No

Zat Gizi

Harapan (per100 g)

Hasil formulasi (per100 g)

Energy

800 kkal

777 kkal

Lemak

25 % TE = 22 gr

23,4 gr

Protein:

20 % = 52 gr

51,15

a.

SAA

>69

106,73

b.

MC

c.

NPU

d.

PST

e.

Rasio P-E

Daging sapi (protein hewani)


Tahu (protein nabati)
Kangkung (sayuran)
Pisang ambon (buah-buahan)

74,338
60

79,337
40,581

<7,5 %

0,2089

100
100
200
125

Berdasarkan tabel diatas dapat kita peroleh BMC Nutrimum dengan mutu yang baik
yang telah memenuhi prinsip BMC, syarat kebutuhan zat gizi ibu menyusui dan dapat
digunakan oleh ibu menyusui 7-12 bulan sebagai makanan untuk pemenuhan kebutuhan
energy selama menyusui. Untuk BMC yang telah kami buat memiliki berat kering harapan
sekitar 200 sehingga untuk pemberian BMC ini dapat dilakukan pemberian 2x sehari.
SAA (Skor Asam Amino (Amino Acid Score))
Mutu protein dapat diukur dengan menentukan jumlah asam amino pembatas
dan membandingkannya dengan asam amino sejenis. Karena pada beberapa
bahan makanan yang memiliki AA pembatas. Maka dari itu untuk skor AA
diharapakan lebih dari >69. Dari produk BMC yang kami susun sudah sesuai
dengan skor AA yang diharapkan.
BV (Biological Value)
Yaitu prosentase dari nitrogen yang diabsorbsi (diserap) yang dapat
ditahan/diretensi tubuh dan dimanfaatkan tubuh dalam proses pertumbuhan
untuk menjaga agar tubuh tetap dalam keadaan normal.
Daya cerna/Mutu Cerna (MC)
Yaitu jumlah nitrogen yang dikonsumsi dari bahan makanan yang dapat
dicerna/diserap.
Protein yang diserap x 100 protein yang dikonsumsi.
Mutu cerna berguna untuk mengetahui seberapa besar daya cerna bahan
makanan tersebut dalam tubuh serta mengetahui seberapa besar nilai protein
yang tercerna sempurna didalam tubuh dan tidak terbuang. Tidak ada
ketentuan nilai untuk mutu cerna ini dalam BMC.
NPU (net protein utilization)
Yaitu pengukuran efisiensi utilisasi dari protein yang masuk dalam tubuh.
Paling banyak digunakan untuk menentukan mutu protein. Bila protein dapat
dicerna secara sempurna maka BV (biological value) = NPU. Untuk protein
yang dicerna kurang baik, NPU akan lebih rendah. Pada pembuatan BMC
diharapkan nilai NPU lebih dari 60 agar nilai protein yang digunakan oleh
tubuh lebih banyak dari yang terbuang. Dari BMC yang kami buat nilai NPU
sudah sesuai dengan standar lebih dari 60 sehingga dapat disimpulkan
bahwa nilai protein yang akan masuk dan digunakan tubuh lebih besar dari
BMC yang telah kami buat dapat tercerna dengan baik dan jumlahnya lebih
besar.

PER (Protein Efficiency Ratio)


Adalah mengukur perubahan/pertambahan berat badan perjumlah protein
yang dikonsumsi untuk pertumbuhan. Biasanya dihitung berdasarkan rasio
antara kenaikan BB untuk setiap gram protein yang dikonsumsi. PER
dipengaruhi oleh:
a. Kadar protein dalam makanan
b. Kecukupan energy, vitamin, mineral
Untuk nilai PER dari BMC yang kami buat sekitar 20,89% sedangkan nilai
yang diharapkan dari BMC <7,5%. Jadi produk BMC kami masih belum
sesuai nilai PER nya dari yang diharapkan. Setelah dirubah dan diganti-ganti
mulai dari bahan makanan yang dipilih serta jumlahnya untuk pembuatan
BMC ini tetap saja nilai PER nya lebih dari 7,5%.