Anda di halaman 1dari 7

Prestasi Akademik di Biologi dengan Solusi yang Disarankan di Dipilih

Sekolah Menengah di Kano, Nigeria


(Tugas Resume Kelompok Mata Kuliah Bahasa Inggris Profesi)

Disusun Oleh:
Amalia Fauziyah
Eka Rahmi Pala
Rita Yanti
Rizal Ahmadi
Wahyu Dwi Lestari

1313024008
1313024030
1313024076
1313024078
1313024090

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

RESUME JOURNAL
Jurnal Internasional Dari Pendidikan dan Penelitian
Vol. 2 No. 11 November 2014
ISSN : 2201-6333 (Print) ISSN : 2201-6740 (Online)
JUDUL JURNAL:
Prestasi Akademik di Biologi dengan Solusi yang Disarankan di Dipilih
Sekolah Menengah di Kano, Nigeria
PENULIS :
Auwalu Rabiu Ali1 (M.Sc dalam pandangan), Mohd E. Toriman2 PhD, Mohammad Barzani
Gasim2 PhD, 1East Biaya Lingkungan Research Institute, Universitas Sultan Zainal Abidin
Malaysia2 East Biaya Lingkungan Research Institute, Universitas Sultan Zainal Abidin Malaysia
LATAR BELAKANG :
Dalam iklim akuntabilitas sekolah saat ini, penting untuk menyelidiki tingkat prestasi akademik
siswa. Hal ini dikarenakan kegagalan besar siswa dalam subjek SSCE-Biologi. Ketakutan akan
penurunan kinerja siswa dalam ilmu biologi, asosiasi dan ilmu individu seperti, Science Teachers
Association of Nigeria (STAN) telah bekerja tanpa lelah selama hampir dua tahun untuk
menangani dengan tegas mengenai akademik siswa berdasarkan prestasi dalam ilmu
pengetahuan dengan mengembangkan strategi pengajaran inovatif yang akan meningkatkan
pembelajaran sains
TUJUAN :
1. Untuk menentukan prestasi akademik siswa dalam biologi untuk tepat, efektif dan
program ilmu suara di sekolah menengah.
2. Untuk menguji faktor- faktor yang mempengaruhi prestasi akademik siswa dalam
pelajaran biologi.
3. Mengidentifikasi solusi untuk masalah- masalah yang menghambat kinerja siswa dalam
pelajaran biologi.
METODOLOGI
METODE :
Metode survei lebih disukai untuk penelitian ini. Dan Simple Random Sampling digunakan
dalam memilih peserta. Data dikumpulkan dari 100 responden yang terdaftar dalam lima besar
dari lima sekolah menengah yang dipilih di Kano District. Setiap sekolah dialokasikan dengan 20
kuesioner untuk siswa. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data kuesioner dan analisis
dokumenter hasil SSCE selama lima tahun (2007-2011) adalah observasi dan wawancara.
Bahan:
Tabel 1: Menampilkan sekolah yang dipilih untuk penelitian ini
S/N
Nama Sekolah
o
1
Government Senior Secondary School, Rano

No. Siswa
20

2
3
4
5

Rumfa College, Kano


Government Senior Secondary School, Goron Dutse
Government Girls Senior Secondary School, Shekara
Government Girls Senior Secondary School, Kura

20
20
20
20

Dalam menganalisis data pada tabel frekuensi dan persentase sederhana seperti diatas
menggunakan cara/ alat statistik. Histogram juga digunakan dalam mendapatkan hasilnya.
Rumus yang digunakan untuk mendapatkan hasil seperti di data di persentase responden seperti
Frekuensi skor 100
x
berikut : Jumlah sampel 1
Hasil dan Diskusi :
Hasil dari jurnal penelitian tersebut mengenai jumlah laboratorium di sekolah- sekolah yang
hanya memiliki satu laboratorium Biologi yang akan membawa populasi siswa sebanyak 60%.
Hal ini sederhana hanya dilakukan satu sampai dua kali (78,7%) dalam seminggu meskipun
faktanya hanya 62,7% siswa yang menyukainya dan terdapat 28% siswa ynag lebih praktis
menggunakan metode ceramah pengajaran. Selain itu, peralatan laboratorium atau bahan yang
tidak memadai atau tidak tersedia di sekolah-sekolah yang dipilih (57,3%). Itu berarti para siswa
mungkin tidak memiliki akses ke bahan laboratorium seperti mikroskop cahaya dan bahan
penting lainnya secara fisik yang dibutuhkan dalam setiap laboratorium Biologi.
Pada dunia modern ini, pengajaran tidak lengkap tanpa menggunakan komputer. Dengan
membuat referensi dari table dan didapatkan hasil 2,76% dari siswa tidak pernah menggunakan
computer. Dan meskipun terdapat 76% dari responden setuju bahwa belajar dibantu komputer
akan sangat membantu dalam Pelajaran Biologi. Itu juga mencatat bahwa 66,7% dari siswa tidak
pernah berkonsultasi konselor sekolah mereka untuk saran dalam studi mereka. Tentu mereka
harus membuat keputusan yang salah. Jumlah siswa per kelas jauh di mana 80% dari siswa yang
ditemukan dalam satu kelas. Di sisi lain, 80% dari siswa di sekolah-sekolah yang dipilih
memiliki dukungan orangtua sangat baik dan kami menyadari bahwa hanya 20% dari mereka
memiliki dukungan orangtua miskin terhadap tangga akademik mereka dalam belajar Biologi. Di
atas semua, pengaruh utama dan abadi pedesaan adalah di rumah.Musgrove (1966) menegaskan
bahwa "anak-anak dengan ambisi orang tua cenderung over-mencapai" ketika standar akademik
sekolah, standar bahan rumah dan ambisi orang tua dianalisis untuk kepentingan relatif mereka,
dorongan orangtua yang terbukti memiliki efek terbesar.
Bidang kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa biologi banyak kalangan yang meliputi
lingkungan belajar yang kurang baik di sekolah-sekolah yang dipilih.Fruser (1978) mengatakan
"bahwa lingkungan menarik dan lebih menguntungkan cenderung untuk mendorong kinerja yang
baik, sedangkan lingkungan yang kurang menguntungkan ditambah dengan bahan kurang ajar
cenderung mempromosikan kegagalan dan kurang-keunggulan kinerja dalam biologi.Juga
mahasiswa biologi di sekolah-sekolah yang dipilih mengalami kesulitan dalam berurusan dengan
konsep biologi maka mereka harus diajarkan secara empiris sehingga dapat membantu
pemahaman dan penguasaan konsep biologi mereka.

Demikian juga, siswa memiliki masalah belajar di mata pelajaran biologi akan menjadi sejarah di
sekolah menengah yang dipilih melalui kerja guru biologi yang berkualitas, asisten laboratorium,
dan petugas kebersihan yang akan menangani kedua aspek teoritis dan praktis dari biologi secara
teratur. Juga penyediaan lingkungan yang lebih menguntungkan, penggunaan model bahan ajar,
grafik, dan peralatan laboratorium akan membuat pembelajaran biologi lebih menarik. Sesi
praktis juga harus dilakukan secara efektif sehingga dapat membantu pemahaman permanen
biologi.penggunaan berlebihan dari kata-kata oleh guru untuk membantu siswa memahami harus
diminimalkan mereka cenderung untuk berbuat lebih baik dengan pengamatan pribadi tujuan
yang diwujudkan kemampuan belajar mereka. Kebijakan Nasional Pendidikan (NPE) revisi
(1998) mengemukakan bahwa penguasaan konsep biologi tidak dapat sepenuhnya tercapai tanpa
menggunakan bahan belajar dalam mengajarkan biologi. Jadi, pengajaran dan pembelajaran
biologi dengan materi pembelajaran yang tidak memadai tentu akan menghasilkan kinerja yang
buruk.
ANALISIS DOKUMENTER SSCE DIHASILKAN DARI 2007-2011
Menganalisis dan interpretasi dari SSCE menghasilkan subjek biologi di sekolah-sekolah yang
dipilih selama lima tahun (2007-2011), menggunakan kunci untuk menunjukkan sekolah yang
dipilih mana huruf AE dipilih untuk mewakili sekolah yang dipilih sebagai berikut: A = Sekolah
Menengah Pemerintah Gororn Dutse, B = Pemerintah Sekolah Menengah Rano, C = Gadis
Pemerintah Sekolah Menengah Shekara, D = Sekolah Menengah Negeri Rumfa College, dan E =
Gadis Pemerintah Sekolah Menengah Kura.
Dari Tabel 3 di bawah, menunjukkan bahwa terdapat kegagalan dalam subjek biologi pada tahun
2007 karena hanya 556 (25,5%) siswa yang lulus biologi sesuai kkm dan sebagian besar siswa di
tahun itu sekitar 1625 (74,5%) gagal lulus pada bisang studi biologi di tingkat kredit di sekolahsekolah yang dipilih. Pada tahun 2008, ada juga kegagalan massa dalam mata pelajaran biologi
di sekolah-sekolah yang dipilih sedangkan dari 2.233 calon yang mengambil subjek biologi
dalam ujian WAEC pada tahun 2008, hanya 727 (32,6%) calon lulus subjek biologi di tingkat
kredit. Urutan yang sama diikuti pada tahun 2009 di mana hanya 686 calon yang lulus pada
subjek biologi sesuai kkm dari total populasi calon mengambil subjek biologi pada tahun itu
dimana dari 2.317 (70,4%) ini menunjukkan bahwa 1.631 (29,6%), pada tahun 2010 ada adalah,
1.920 (76,6%) calon gagal dan 586 (23,4%) kredit dari 2.507 calon. Pada 2011, hasilnya juga
sama karena hanya 650 (24,1%) 650 (24,1%) yang lulus dan 2.051 (75,9%) calon gagal.
Dari analisis peneliti sadari bahwa, tingkat akademik prestasi siswa dalam bidang studi biologi
sangat rendah (sekitar 73%) dari 11.939 calon yang mengikuti ujian SSCE 2007-2011 di sekolahsekolah yang dipilih. Ajewole (1991) mencatat bahwa masalah fasilitas yang tidak memadai
untuk bekerja individu atau kelompok ditambah dengan kelas besar akan memperburuk situasi
dan cenderung mempengaruhi kinerja para siswa. Kami menyadari bahwa, tidak memadainya
peralatan laboratorium, kurangnya improvisasi oleh guru adalah beberapa alasan untuk jatuhnya
standar pendidikan terutama dalam ilmu-ilmu biologi yang inklusif.
Tabel 3: Hasil SSCE dari sekolah selcted 2007-2011
Sekolah
Hasil 2007
A
B

Lulus (standar dan


diatas)

Presentase lulus(%)

Gagal (di bawah


standar)

Presentase (%)

Jumlah calon

1
58

0.2
22.7

411
198

99.8
77.3

412
256

C
D
E
Total
Hasil 2008
A
B
C
D
E
Total
Hasil 2009
A
B
C
D
E
Total
Hasil 2010
A
B
C
D
E
Total
Hasil 2011
A
B
C
D
E
Total

85
293
119
556 (25.5 %)

43.6
29.0
38.9

110
719
187
1625 (74.5 %)

56.4
71.0
61.1

195
1.012
306
2181

154
96
76
275
126
727 (32.6 %)

31.4
36.8
36.7
27.9
43.6

336
165
131
711
163
1506m(67.4 %)

68.6
63.2
63.3
72.1
56.4

490
261
207
986
2233

75
85
89
328
109
686 (29,6 %)

13.3
37.8
43.6
32.2
35.7

489
140
115
691
196
1631 (70.4%)

86.7
62.2
56.4
67.8
64.3

564
225
204
1.019
205
2317

93
105
67
226
96
587 (23.4%)

14.3
37.6
33.0
21.6
29.0

556
174
136
819
235
1920 (76.6 %)

85.7
62.4
70.0
78.4
71.4

649
279
203
1045
331
2507

33
61
97
311
148
650 (24.1 %)

3.7
22.8
39.6
33.5
41.1

867
207
148
617
212
2051 (75.9 %)

96.3
77.2
60.4
66.5
58.9

900
268
245
928
360
2701

KESIMPULAN :
Setelah analisis dan interpretasi data yang dikumpulkan, tingkat prestasi akademik siswa dalam
mata pelajaran biologi rendah. Faktor-faktor yang bertanggung jawab untuk prestasi akademik
siswa yang buruk dalam subjek biologi meliputi kurangnya guru yang berkualitas, kurangnya
pengajaran oleh guru, kurangnya atau tidak cukupnya perpustakaan dan fasilitas laboratorium,
tidak cukupnya komputer di sekolah-sekolah, dan jumlah populasi siswa per kelas yang berlebih.
Selain itu, masalah belajar siswa dalam mata pelajaran biologi dapat ditingkatkan dengan
penyediaan guru yang berkualitas, penggunaan komputer untuk membantu belajar, dan
memecahkan masalah-masalah yang disebutkan pada poin 2 di atas.
Dari penilaian SSCE hasil dari 2007-2011 sesi, ditemukan bahwa 26,9% dari seluruh siswa
menampilkan dengan sangat baik di sekolah-sekolah yang dipilih sedangkan 73,1% siswa tampil
buruk di bawah tingkat kredit. Bahan laboratorium biologi di sekolah-sekolah yang dipilih hanya
42,7% yang memadai. Sebagian besar laboratorium biologi di sekolah-sekolah yang dipilih
memiliki bahan laboratorium yang cukup sampai 57,3%. Dan juga diketahui bahwa 80% dari
siswa di sekolah-sekolah yang dipilih memiliki dukungan orangtua yang baik terhadap
pembelajaran subjek biologi. Begitu juga, 78,7% dari siswa yang melakukan praktis hanya satu
sampai dua kali dalam seminggu yang tidak cukup, 60% hanya memiliki satu laboratorium
biologi. Selanjutnya, 80% dari sekolah yang dipilih memiliki lebih dari 80 siswa per kelas. Dan
juga ditemukan bahwa 58,7% dari siswa tidak memiliki buku pelajaran biologi yang memadai
dan 76% dari mereka tidak pernah menggunakan komputer dalam pelajaran biologi, masalah lain

ditemukan dapat menghambat prose mengajar yang tepat dan belajar biologi di sekolah-sekolah
yang dipilih.
Solusi yang mungkin dilakukan oleh para guru dan siswa yang akan membuat subjek biologi
lebih menarik di antaranya meliputi 76% dari siswa merekomendasikan penggunaan komputer di
mata pelajaran biologi, 62,7% dari mereka lebih memilih praktis untuk memprioritaskan lebih
dari sekedar teori, 80% menunjukkan bahwa guru harus sepenuhnya menghadiri pelajaran
mereka.
Kelebihan dari jurnal ini adalah pada abstrak jelas sehingga dengan membaca abstraknya
pembaca dapat mengetahui hasil penelitian tersebut. Pada prosedur penelitian juga disusun
dengan teratur, sehingga mudah untuk dipahami, lalu dalam memperoleh data dengan observasi
dan wawancara yg dilakukan dalam 5 periode pendidikan sekolah menengah, kesimpulan yang
dibuat sudah terperinci dan dipaparkan secara jelas. Memiliki rekomendasi solusi berupa
tercapainya prestasi akademik pada subjek biologi oleh penyediaan buku teks yang relevan,
perpustakaan ilmu pengetahuan modern dengan computer yang baru, penerapan kebiasaan
membaca rutin oleh siswa, jumlah maksimum siswa perkelas harus berkisar 40-50 orang, zoologi
dan kebun sekolah menengah harus tersedia, pemerintah harus terlibat dalam pembiayaan
proyek-proyek yang akan memotivasi siswa belajar biologi.
Kekurangan dari jurnal ini adalah sulitnya dalam melaksanakan peneraapnnya, karena tidak
semua sekolah memiliki ketersediaan computer yang memadai yang untuk memenuhi
ketersediannya memerlukan dana yang tidak sedikit, penerapan kebiasaan membaca kepada
siswa bukanlah suatu hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang lama, dan mahalnya
pembuatan kebun sekolah dan perpustakaan komputer.

DAFTAR PUSTAKA :
Ali1, Auwalu Rabiu (M.Sc in view), Mohd E. Toriman2 PhD, Mohammad Barzani Gasim2 PhD.
2014. Academic Achievement in Biology with Suggested Solutions in Selected Secondary Schools
in Kano State, Nigeria. Diunduh dari file:///C:/Users/usercom/Downloads/jurnal/18%
20Academic%20Achievement%20in%20Biology%20with%20Suggested%20Solutions%20in
%20Selected.pdf. Pada Tanggal 4 Maret 2016 Pukul 11.45 WIB.