Anda di halaman 1dari 19

BIOGRAFI RAJA ALI HAJI

Raja Ali haji adalah anak Raja Ahmad dan cucu Raja Haji Fisabilillah ,
bangsawan dari kesultanan Riau Lingga. Ayahnya adalah orang terpelajar yang
juga termasuk pengarang Riau Lingga yang terkenal dan rajin menuntut ilmu. Nenek
moyang Raja Ali Haji sebetulnya adalah raja Bugis yang pertama kali memeluk
agama Islam. Namanya La Madusilat. Salah seorang anak La Madusilat pergi
mengembara hingga ke tanah Riau Lingga dan mendapat kedudukan penting dalam
kesultanan Riau Lingga.
Raja Ali Haji tumbuh dalam keluarga yang memiliki tradisi keagamaan dan
keilmuan yang kuat. Sejak kecil ayahnya telah mendidiknya mempelajari Bahasa
Arab dan ilmu agama dengan baik bahkan ia pernah menuntut ilmu sampai ke Mesir
dan Mekkah. Bersama dengan ayahnya dan sebelas kerabat lainnya, ia termasuk
bangsawan Riau Lingga yang pertama kali mengunjungi tanah suci Mekah, yaitu
pada tahun 1828.
Sekembalinya dari menuntut ilmu di Negeri seberang Raja Ali Haji menjadi
seorang ulama yang terkenal di negerinya. ia menjadi tumpuan orangorang yang
hendak bertanya maupun belajar masalah agama maupun masalah-masalah
lainnya.

1 | GURINDAM

12

Raja Ali Haji kemudian juga terkenal akan karya sastranya yang berbentuk
prosa maupun puisi. Karya-karya sastranya berisi beragam tema, diantaranya
hukum, sastra, bahasa, dan ( yang paling banyak ) keagamaan pada tahun 1847.
Raja Ali Haji menulis salah satu karyanya yang berjudul GURINDAM 12. Karyanya
tersebut menjadi amat terkenal. Pada tahun 1858 Ia juga menulis kitab pengetahuan
bahasa yang kemudian menjadi pelopor perkamusan monolingual bahasa Melayu.
Selain dua judul di atas, karya yang lain adalah Syair Abdul Muluk, Sisilah
Melalui Didis, Syair Hukum Nikah, Syair Siti Sianah, Tsamarat Almuhimmah,
Sinar Gemala Mustika Alam, Tufat Al Nafis. Sayang di Indonesia hanya syair
abdul muluk dan gurindam duabelas yang pernah diberitakan secara komersial.
Itupun setelah ia wafat. Hanya Gurindam Duabelas yang diketahui oleh masyarakat
awam di Indonesia hingga saat ini.

Karya-karya Raja Ali Haji lebih banyak

diterbitkan secara bail dan layak di Malaysia. Gurindam Duabelas juga pernah
diterbitkan di Belanda pada tahun 1953. Raja Ali Haji adalah tongkak sastra melayu
yang memiliki peran penting dalam khasanah sastra Indonesia.
Melihat karya-karyanya yang bisa diebut sebagai pelopor atau cikal bakal
yang melicinkan jalan terbentuknya bahasa nasional Indonesia.

Raja Ali Haji

termasuk putra bangsa yang pantas mendapat penghargaan tinggi. Pantaslah


pemerintah menganugrahkan gelar pahlawan nasional
No.089/TK/2004.

2 | GURINDAM

12

lewat SK Presiden

PASAL PERTAMA (1) GURINDAM 12


Memberi Nasihat Tentang Agama (Religius)
Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilang nama
Maksudnya adalah setiap manusia harus memiliki agama karena agama
sangat penting bagi kehidupan manusia, orang yang tidak mempunyai agama
akan buta arah menjalankan hidupnya.
Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang marifat
Untuk mencapai kesempurnaan didalam menjalani hidup, manusia harus
mengenal empat zat yang menjadikan manusia mula-mula. 4 tersebut adalah
syariat, tarikat, hakikat dan makrifat.
Barang siapa mengenal Allah SWT
Suruh dan tegaknya tiada ia menyalah
Orang yang mengenal Allah SWT, harus melakukan perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya, tidak akan melanggar aturannya
Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
Orang yang tidak beragama tidak akan memiliki identitas diri dan tidak akan
dekat dengan Allah SWT.
Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang terpedaya
Kita dapat mengetahui kebesaran Allah lewat manusia, makhluk ciptaan-Nya
yang paling sempurna. Manusia yang berorientasi pada kebahagiaan atau
hanya mencari kebahagiaan di dunia saja, sebenarnya ia akan tertipu dan
menyadarinya bahwa di dunia itu hanya sesaat
Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat
Di dunia ini kita hanya hidup sesaat, setelah kita wafat setiap manusia akan
dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat nanti.

3 | GURINDAM

12

PASAL KEDUA (2) GURINDAM 12


Menceritakan Tentang Orang Orang Yang Meninggalkan Sembahyang, Puasa,
Zakat, Dan Haji Beserta Akibatnya
Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia makna takut

Semakin seorang dekat dan mengetahui tentang agamanya pasti manusia


tersebut akan takut dan orang tersebut harus menjalani Perintah-perintah-Nya
dan wajib kita laksanakan

Barang siapa meninggalkan sembahyang


Seperti rumah tiada bertiang

Orang yang tidak sembahyang bagaikan rumah yang tidak mempunyai tiang,
shalat merupakan pegangan hidup.

Barang siapa meninggalkan puasa


Tidaklah mendapat dua termasa

Orang yang meninggalkan ibadah puasa akan kehilangan dunia dan akhirat,
berarti Allah tidak akan menjaga orang itu.

Barang siapa meninggalkan zakat


Tiadalah hartanya beroleh berkat

Harta dari orang yang tidak membayar zakat tidak diridhai oleh Allah. Itupun
jika di dunia hidupnya senang apabila tidak memberikan sebagian harta nya
maka, hidupnya tidak akan terasa senang.

Barang siapa meninggalkan haji


Tiadalah ia menyempurnakan janji

Orang yang tidak naik haji (apalagi jika ia mampu) tidak menyempurnakan
janjinya sebagai orang Islam.

4 | GURINDAM

12

PASAL KETIGA (3) GURINDAM 12


Tentang Budi Pekerti, Yaitu Menahan Kata-Kata Yang Tidak Perlu Dan Makan
Seperlunya
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita

Mata harus di pergunakan sebaik-baiknya jangan sampai kita meliahat apa


yang dilarang oleh Allah Swt.

Apabila terpelihara kuping


Khabar yang jahat tiadalah damping

Telinga harus dijauhkan dari segala macam bentuk gunjingan dan hasutan.

Apabila terpelihara lidah


Niscaya dapat daripadanya faedah

Orang yang menjaga omongannya akan mendapatkan manfaat.

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan


Daripada segala berat dan ringan

Jangan mengambil barang yang bukan hak kita.

Apabila perut terlalu penuh


Keluarlah fiil yang tidak senonoh

Nafsu harus dijaga supaya tidak melakukan perbuatan yang dilarang.

Anggota tengah hendaklah ingat


Di situlah banyak orang yang hilang semangat

Hidup harus dijalani penuh semangat.

Hendaklah peliharakan kaki


Daripada berjalan yang membawa rugi

Jangan merugikan diri dengan melakukan hal-hal yang mubajir dan maksiat.
Melangkahlah dijalan yang benar dan di ridhoi.

5 | GURINDAM

12

Pasal keempat (4) Gurindam 12


Tentang Tabiat Yang Mulia, Yang Muncul Dari Hati (Nurani) Dan Akal Pikiran (Budi)

Hati itu kerajaan di dalam tubuh


Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh

Jagalah hati dari perbuatan yang di larang oleh agama

Apabila dengki sudah bertanah


Datanglah daripadanya beberapa anak panah

Hati yang dengki hanya akan merugikan diri sendiri

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir


Di situlah banyak orang yang tergelincir

Berbicara harus dipikir supaya tidak celaka karenanya

Pekerjaan marah jangan dibela


Nanti hilang akal di kepala

Amarah adalah perbuatan sia-sia, jaga lah amarah kita

Jika sedikitpun berbuat bohong


Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

Orang yang pernah berbohong, sedikit apa pun dustanya, akan terus tampak
di mata orang lain

Tanda orang yang amat celaka


Aib dirinya tiada ia sangka

Orang yang paling celaka adalah orang yang tidak menyadari kesalahannya
sendiri sampai harus dikatakan oleh orang lain

Bakhil jangan diberi singgah


Itulah perompak yang amat gagah

Sifat pelit akan menguras hartanya sendiri, berarti dengan menjadi dermawan
justru harta kita akan bertambah

6 | GURINDAM

12

Barang siapa yang sudah besar


Janganlah kelakuannya membuat kasar

Jagalah setiap perbuatan kita

Barang siapa perkataan kotor


Mulutnya itu umpama ketor

Kelakuan dan kata-kata hendaklah selalu halus dan bersih.

Di manakah salah diri


Jika tidak orang lain yang berperi

Jika kita berbuat kesalahan kita harus minta maaf

Pekerjaan takbur jangan direpih


Sebelum mati didapat juga sepih

Jangan mengambil pekerjaan yang haram

PASAL KELIMA (5) GURINDAM 12


Tentang Pentingnya Pendidikan Dan Memperluas Pergaulan Dengan Kaum
Terpelajar
Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa

Orang yang mulia dan berbangsa dapat kita lihat dari perilaku dan tutur
katanya

Jika hendak mengenal orang yang berbahagia


Sangat memeliharakan yang sia-sia

Orang yang bahagia adalah orang yang berhemat dan tidak melakukan
perbuatan yang sia-sia

Jika hendak mengenal orang mulia


Lihatlah kepada kelakuan dia

Untuk mengetahui apakah orang itu mulia maka lihatlah sikapnya

7 | GURINDAM

12

Jika hendak mengenal orang yang berilmu


Bertanya dan belajar tiadalah jemu

Orang yang pandai tidak pernah jemu untuk belajar dan memetik pelajaran
dari hidupnya di dunia

Jika hendak mengenal orang yang berakal


Di dalam dunia mengambil bekal

Orang yang berakal adalah orang yang teleh mempersipkan bekal waktu hidp
di dunia ini

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai


Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

Jika ingin mengetahui sift baik dari seseorang maka lihatlah saat di bergaul
dengan masyarakat

PASAL KEENAM (6) GURINDAM 12


Tentang Pergaulan, Yang Menyarankan Untuk Mencari Sahabat Yang Baik,
Demikian Pula Guru Sejati Yang Dapat Mengajarkan Mana Yang Baik Dan Buruk
Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat

sahabat yang setia dan dapat membantu kita

Cahari olehmu akan guru


Yang boleh tahukan tiap seteru

Carilah guru yang serba tahu dan tidak menyembunyikan hal-hal buruk

Cahari olehmu akan isteri


Yang boleh menyerahkan diri

Istri yang patut diambil adalah istri yang berbakti

Cahari olehmu akan kawan


Pilih segala orang yang setiawan

Carilah teman yang setia diasaat kita senang maupun susah

8 | GURINDAM

12

Cahari olehmu akan abdi


Yang ada baik sedikit budi

Pengikut, pembantu, budak yang baik untuk diambil adalah abdi yang
berbudi.

PASAL KETUJUH (7) GURINDAM 12


berisi nasihat agar orang tua membangun akhlak dan budi pekerti anak-anaknya
sejak kecil dengan sebaik mungkin. Jika tidak, kelak orang tua yang akan repot
sendiri
Apabila banyak berkata-kata
Di situlah jalan masuk dusta

Orang yang banyak bicara memperbesar kemungkinan berdusta

Apabila banyak berlebih-lebihan suka


Itu tanda hampirkan duka

Terlalu mengharapkan sesuatu akan menimbulkan kekecewaan yang


mendalam saat sesuatu itu tidak seperti yang diharapkan

Apabila kita kurang siasat


Itulah tanda pekerjaan hendak sesat

Setiap pekerjaan harus ada persiapannya

Apabila anak tidak dilatih


Jika besar bapanya letih

Anak yang tidak di didik semasa kecilnya akan menyebabkan saat anak itu
sudah tumbuh dewasa akan membangkan orang tua

Apabila banyak mencacat orang


Itulah tanda dirinya kurang

Jangan suka menghina orang lain

Apabila orang yang banyak tidur


Sia-sia sajalah umur

9 | GURINDAM

12

Pergunakan lah waktu sebaik-baiknya

Apabila mendengar akan kabar


Menerimanya itu hendaklah sabar

Jika menerima kabar duka atau kabar yang kurang menyenangkan maka kita
harus sabar dan menerima dengan lapang dada

Apabila mendengar akan aduan


Membicarakannya itu hendaklah cemburuan

Jangan mudah terpengaruh akan omongan orang lain

Apabila perkataan yang lemah lembut


Lekaslah segala orang mengikut

Perkataan yang lemah-lembut akan lebih didengar orang daripada perkataan


yang kasar

Apabila perkataan yang amat kasar


Lekaslah orang sekalian gusar

Perkataan orang yang kasar membuat orang yang berada didekatnya resah

Apabila pekerjaan yang amat benar


Tidak boleh orang berbuat onar

Orang yang benar jangan disalahkan (difitnah atau dikambinghitamkan).

PASAL KEDELAPAN (8) GURINDAM 12


Makna yang Terkandung dalam Pasal Kedelapan
Berisi Nasihat Agar Orang Tidak Percaya Pada Orang Yang Culas Dan Tidak
Berprasangka Buruk Terhadap Seseorang
Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya

Orang yang ingkar dan aniaya terhadap dirinya sendiri tidak dapat dipercaya

Kepada dirinya ia aniaya


Orang itu jangan engkau percaya

10 | G U R I N D A M

12

jangan percaya terhadap orang yang suka menganiyaya orang lain

Lidah suka membenarkan dirinya


Daripada yang lain dapat kesalahannya

Jangan suka menyalahkan orang lain, dan mengganggpa bahwa diri kita
paling benar

Daripada memuji diri hendaklah sabar


Biar daripada orang datangnya kabar

Pujian tidak usah dibuat sendiri tapi tunggulah datangnya dari orang lain

Orang yang suka menampakkan jasa


Setengah daripadanya syirik mengaku kuasa

Jangan menginginkan imbalan dari setiap jasa yang telah kita perbuat

Kejahatan diri disembunyikan


Kebajikan diri diamkan

Sifat-sifat jelek dalam diri kita jangan ditampakkan, begitu pula kebaikankebaikan yang telah kita perbuat

Keaiban orang jangan dibuka


Keaiban diri hendaklah sangka

Jangan membuka aib atau keburukan dari orang lain, kesalahan diri sendiri
harus disadar

PASAL KE SEMBILAN (9) GURINDAM 12


berisi nasihat tentang moral pergaulan pria wanita dan tentang pendidikan.
Hendaknya dalam pergaulan antara pria wanita ada pengendalian diri dan setiap
orang selalu rajin beribadah agar kuat imannya
Tahu pekerjaan tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan

Manusia yang sudah mengetahui bahwa pekerjaan yang di larang oleh allah
swt, maka manusia tersebut tidak dapat di katakan manusia

11 | G U R I N D A M

12

Kejahatan seorang perempuan tua


Itulah iblis punya penggawa

Kejahatan seorang perempuan tua bagaikan pimpinan setan

Kepada segala hamba-hamba raja


Di situlah syaitan tempatnya manja

Jangan engkau tergoda akan kekayaan pada raja

Kebanyakan orang yang muda-muda


Di situlah syaitan tempat bergoda

Semasa muda jagalah iman kita jangan sampai tergoda oleh rayuan setan

Perkumpulan laki-laki dengan perempuan


Di situlah syaitan punya jamuan

Jika terdapat seorang lelaki dan seorang perempuan maka disitu pulalah
setan berada untuk menggangu iman orang tersebut

Adapun orang tua yang hemat


Syaitan tak suka membuat sahabat

Orang yang semasa mudanya tidak menyia-nyiakan waktu dan selalu


melangkah di jalan allah swt, maka setan akan menjauhi orang tersebut

Jika orang muda kuat berguru


Dengan syaitan jadi berseteru

orang muda yang gemar belajar dijauhi oleh setan.

PASAL KE SEPULUH (10) GURINDAM 12


Berisi Nasihat Keagamaan Dan Budi Pekerti, Yaitu Kewajiban Anak Untuk
Menghormati Orang Tuanya
Dengan bapak jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka

Jangan durharka terhadap bapa

12 | G U R I N D A M

12

Dengan ibu hendaklah hormat


Supaya badan dapat selamat

Setiap anak harus hormat dan patuh terhadap ibunya karena surga di telapak
kaki ibu dan ibu mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya

Dengan anak janganlah lalai


Supaya boleh naik ke tengah balai

Jagalah anak karena anak merupakan titipan tuhan

Dengan kawan hendaklah adil


Supaya tangannya jadi kapil

Bersikap adilah sesama teman

PASAL KE-11 (SEBELAS) GURINDAM 12


Hendaklah berjasa kepada yang sebangsa
Makna dari kalimat tersebut adalah himbauan kepada manusia untuk selalu
bisa bermanfaat kepada sesama, sebab dalam Islam memang sangat
dianjurkan sekali untuk saling memberikan manfaat, seperti misalnya dalam
sebuah hadis, seorang muslim adalah saudara bagi orang islam yang lain,
yang tidak akan menganiayanya, tidak akan membiarkannya (ataupun
menyerahkannya kepada musuhnya). Barangsiapa menyampaikan hajat
(kepentingan) saudaranya, maka Allah akan mengabulkan hajat orang itu.
Barang siapa yang memberikan kemudahan bagi seorang muslim yang
sedang kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan padanya ketika
kesulitan pada Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi rahasia seorang
muslim, maka Allah akan menutupi baginya rahasianya pada Hari Kiamat.
(HR. Muslim).
Hendaklah jadi kepala, buang perangai yang cela
Sangat erat kaitannya dengan kepemimpinan dalam Islam yang sangat
mengutamakan akhlak yang mulia. Bukankah Rasulullah memiliki sifat-sifat
terbaik dan jauh dari sifat yang tercela, yaitu Fathanah, Amanah, Shiddiq, dan
Tabligh. Sehingga seorang pemimpin (kepala) hendaklah memiliki rasa
tanggung jawab dan menjauhi akhlak yang tercela, Kamu semua dalah
pemimpin, dan kamu semua akan ditanya (bertanggungjawab) atas
pimpinannya. Maka imam adalah pemimpin yang bertanggungjawab terhadap

13 | G U R I N D A M

12

rakyatnya. Dan seorang suami adalah pemimpin terhadap keluarganya dan


akan ditanya tentang pimpinannya. Dan seorang isteri adalah pemimpin pada
rumah tangga suaminya maupun anak anaknya dan bertanggungjawab
terhadap pimpinannya. Seorang anak menjadi pemimpin terhadap ayahnya
dan bertanggungjawab terhadap apa yang telah dipimpinnya.. Dan seorang
pelayan adalah pemimpin terhadap harta tuannya dan bertanggungjawaab
atas pimpinannya. Maka kamu semua adalah pemimpin dan kamu semua
adalah bertanggungjawab terhadap rakyat (hasil pimpinannya, anak buahnya,
pekerjaanya) (HR. Bukhari)

Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat


Dapat direnungkan sebagai upaya agar menjadi orang yang terpercaya,
sebagaimana dalam sebuah hadis, Laksanakanlah amanat(kewajiban) pada
orang yang mempercayakan diri padamu, dan janganlah berkhianat (menipu)
pada orang yang menipumu (HR. Turmudzi)

Hendak marah dahulukan hajat


Dalam sebuah hadis, riwayat Abu Daud disebutkan, Barangsiapa yang
menahan kemarahan, padahal dia sanggup untuk melepaskan kemarahan
itu, maka Allah akan memenuhi hati orang itu berupa keamanan dan
keimanan (HR. Abu Daud)
Secara sederhana berati ini sebuah nasehat bahwa marah itu adalah sesuatu
yang tidak baik dan dianjurkan untuk melaksanakan hajat misalnya
silaturrahim, bertadabur alam, rihlah ataupun yang sejenisnya untuk
mengurangi rasa marah itu dan mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan
kepada manusia.

Hendak dimulai jangan melalui


Maksud dari bait ini adalah bahwa sebagala sesuatu perlu awal untuk dimulai
Hendak ramai, muliakan perangai
Bait ini sangat berkaitan dengan akhlak yang baik. Artinya jika seseorang
ingin mendapatkan sesuatu ataupun silaturrahimnya semakin dipermudah
oleh Allah, maka salah satu jalannya adalah dengan memperbaiki perangai
(tingkah laku/akhlak), Tidak ada sesuatu yang lebih memperberat timbangan
pahala kebaikan (pada Hari Kiamat) kecuali budi pekerti (akhlak) yang baik
(HR. Abu Daud)

14 | G U R I N D A M

12

Hendaklah berjasa Kepada yang sebangsa


Berjasalah bagi negara dan bangsa, optimalkan setiap kemampuan yang kita
punya sehingga kita bisa mengharumkan nama bangsa

Hendak jadi kepala Buang perangai yang cela


Jadilah pemimpin yang tidak mempunyai sikap tercela
Hendaklah memegang amanat Buanglah khianat
Hendak marah Dahulukan hujjah
Hendak dimalui Jangan memalui
Hendak ramai Murahkan perangai

PASAL KE-12 (DUA BELAS) GURINDAM 12

Makna Pasal Duabelas :


Membahas tentang Kewajiban raja, orang yang berilmu, dan hikmah
kematian. Hubungan raja dengan menteri adalah saling menjaga satu
sama lain. Raja yang baik atau raja yang mendapat petunjuk dari Allah
adalah raja yang adil terhadap rakyatnya. Orang yang berilmu dikaruniai
oleh Allah

dan dihormati orang lain. Bila manusia mengingat

kematiannya nanti, ia akan lebih berbakti pada Allagh. Orang yang tidak
buta hatinya tahu kalau akhirat itu benar-benar ada

Raja mufakat dengan menteri Seperti kebun berpagarkan duri


Betul hati kepada raja Tanda jadi sebarang kerja
Hukum adil atas rakyat Tanda raja beroleh inayat
Kasihkan orang yang berilmu Tanda rahmat atas dirimu

15 | G U R I N D A M

12

Hormat akan orang yang pandai Tanda mengenal kasa dan cindai
Ingatkan dirinya mati Itulah asal berbuat bakti
Akhirat itu terlalu nyata Kepada hati yang tidak buta

16 | G U R I N D A M

12

NILAI NILAI YANG TERKANDUNG DALAM GURINDAM 12


RAJA ALI HAJI

Pasal I
Nilai nilai :
Keagamaan : Manusia dituntuk untuk mengenal Allah sebagai
pencipta manusia dan menjalankan perintahnya dan menjauhi
laranganNya.
Moral : Manusia harus berperilaku sesuai dengan syariat islam.
Pasal II
Nilai nilai :
Keagamaan : Apapun yang kita lakukan tidak akan berjalan sukses
jika kita meninggalkan shalat.
Pasal III
Nilai nilai :
Moral : Jika manusia tidak menjaga telinganya untuk mendengarkan
sesuatu yang dilarang maka ia akan celaka.
Keagamaan : Mendengarkan sesuatu yang jelek dengan niat yang
jelek pula akan menimbulkan dosa.
Pasal IV
Nilai nilai :
Keagamaan : Zakat merupakan rukun islam yang diwajibkan umat
manusia.
Kemanusiaan : Karena manusia dapat memberikan bantuan kepada
orang yang tidak mampu.
Pasal V
Nilai nilai :
Moral : Dengan berperilaku mulia akan mencerminkan perilaku yang
baik pula.
Pasal VI
Nilai nilai:

17 | G U R I N D A M

12

Moral : Bersikap baik dan jujur agar kelak kita akan mendapatkan
teman yang baik pula.
Pasal VII
Nilai nilai:
Moral : Jika anak berperilaku baik di masa kecil maka dewasa akan
berperilaku baik dan hormat kepada orang tuanya. Namun, jika kita
tidak berperilaku baik di waktu kecil maka kedepannya kita pasti
membangkan kepada orangtua.
Pasal VIII
Nilai nilai:
Moral : Kita tidak boleh membuka kejelekan orang lain karena belum
tentu kita lebih baik daripada mereka.
Pasal IX
Nilai nilai:
Keagamaan : Masa muda, masa yang paling indah, jika iman kita tidak
kuat maka kita mudah terhasut oleh setan dan akhirnya mendapatkan
dosa.
Pasal X
Nilai nilai:
Keagamaan : Sebagai anak yang baik, hormatilah orangtuamu,
karena surga ada di telapak kaki ibu.
Pasal XI
Nilai nilai:
Kemanusiaan : Manusia harus saling menyayangi walaupun banyak
perbedaan.
Keagamaan : Seorang muslim adalah suara bagi orang islam yang
tidak akan menganiyayanya, yang tidak akan membiarkannya ataupun
menyerhakannya kepada musuhnya.
Pasal XII
Nilai nilai:
Moral : Hubungan Raja dan Menteri saling menjaga satu sama lain.
Kemanusiaan : Raja yang baik akan adil terhadap rakyatnya.
Keagamaan: Hidup dan mati adalah milik Allah, dan akan kekal di
akhirat nanti.

18 | G U R I N D A M

12

19 | G U R I N D A M

12