Anda di halaman 1dari 4

Hari/Tanggal : Selasa, 08 Maret 2016

Judul : Analisis Kualitatif Karbohidrat


Metode : Kualitatif
Prinsip
1. Asam pekat akan mendehidrasi karbohidrat sehi ngga terbentuk flukfural.
Dengan penambahan resolsinol, fulfural akan membentuk warna violet
berbentuk cincin.
2. Gula dengan adanya basa kuat akan membentuk warna coklat karena
proses karamelisasi.
3. Larutan Cu2SO4 dalam suasan alkali akan direkduksi oleh gula yang
mempunyai gugus aldehid sehingga Cupri (CuO) tereduksi menjadi Cu 2O
yang berwarna merah bata.
4. Fruktosa dengan asam kuat akan membentuk 4 hidroksi methyl fulfural,
bila ditambahkan resinol akan membentuk warna coklat.
Dasar teori

Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang diperlukan oleh tubuh manusia dan
hewan. Karbohidrat merupakan senyawa yang banyak dijumpai di alam terutama karena
merupakan hasil sintesis CO2 dan H2O dengan pertolongan sinar matahari dan klorofil. Semua
jenis karbohidrat terdiri atas unsur carbon(C) hidrogen (H) dan oksigen (O). Perbndingan
anatara hidrogen dan oksigen adalah 2:1;oleh karena itu diberi nama karbohidrat. Dalam
bentuk sederhana, formula umum krabohidrat adalah CnH2n. Karbohidrat yang dihasilkan
oleh tanaman, dapat berupa karbohidrat sederhan (monosakarida dan disakarida) maupun
karbohidrat kompleks seperti polisakarida.Senyawa monosakarida dan disakarida memilik
rasa manis, oleh karena itu, kedua jenis karbohidrat tersebut disebut gula. Sedangkan
polisakarida tidak berasa manis karena molekulnya sedemikian besar sehingga tidak dapat
masuk ke dalam sel pada permukaan lidah.
Analisis kualitatif adalah suatu proses mengidentifikasi keberadaan suatu senyawa kimia
dalam suatu larutan atau sampel yang tidak di ketahui. Akan tetapi dalam praktikum ini
sampel karbohidrat yang diuji hanya menggunakan jenis monosakarida yaitu fruktosa. untuk
analisis karbohidrat pada praktikum kali ini adalah test Molish, Moore, Benedict serta
Seliwanoff

Alat dan bahan


Alat:
1. Pipet
2. Pipet volumetric
3. Tabung reaksi
4. Rak kimia
5. Corong
6. Spirtus
7. Penjepit
8. Pemantik api
9. Gelas ukur
10.Lemari asam
11.Kaki tiga
12.Kasa asbes
Bahan

Larutan fruktosa
1. Tes molish
a. H2SO4
b. Larutan mollish (15% resorsinol/alpha naftol dalam 5% alkohol)
2. Tes moore
a. NaOh 10%
3. Tes benedict
a. 21,6 gr Na Citrat + 15,5 Na2CO3 anhydrous dilarutkan daalm 100 ml air
panas
b. 17,3 gr cuso4.5h2o dalam 10 ml air dan di saring
c. Larutan a dan b di campur pelan pelan
4. Tes seliwanof
a. Reagen larutan seliwanof (0,05 gr resorsinol dalam 100 ml Hcl 50%)

Prosedur / cara kerja


1. Test molish
a. 5 ml larutan gula 1% (fruktosa) dalam tabung reaksi
b. Tambahkan 2 tetes larutan molish
c. Tambahkan 3 ml H2SO4 pekat perlahan-lahan dalam dinding tabung
reaksi
d. Positif bila terjadi warna merah violet berbentuk cincin.
2. Test Moore
a. 5 ml larutan fruktosa ditambah 1 ml larutan NaOH 10%
b. Panaskan dengan memanaskan tabung reaksi di atas api spirtus
c. Test positif bila terjadi coklat tua dan berbau sedap
3. Test Benedict
a. 5 ml larutan benedict dalam tabung reaksi, tambahkan 5 tetes larutan
fruktosa
b. Panaskan dengan memanaskan tabung reaksi di atas api spirtus
c. Perhatikan perubahan warnanya.
4. Test Seliwanof
a. 5 ml larutan seliwanof ditambah beberapa tetes larutan fruktosa

b. Panaskan selam 30-60 detik dengan memanaskan tabung reaksi di


atas api spirtus
c. Perhatikan perubahan warnanya, bila terjadi endapan, disaring dan
endapan dilarutkan dengan alkohol
Hasil
N
o
1
2

Molish
Moore

Positif
Positif

Sebelum
Merah bata
Bening

3
4

Benedict
Seliwanof

Positif
Negatif

Biru muda
Kuning pucat

Uji

Hasil

Warna
Sesudah
Ungu dan bening
Cokelat, kuning,
bening
Cokelat
Kuning pucat

Kesimpulan
1. Uji molish
Pada saat uji fruktosa menggunakan test Molish hasilnya positif karena terjadi
perubahan warna dan terbentuk cincin berwarna ungu dalam tabung reaksi. Hal

ini sudah sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa fruktosa merupakan karbohidrat
sehingga saat diuji molisch beraksi positif. Penambahan H2SO4 dalam uji molisch ini
bertujuan untuk kondensing agent dan pembentuk senyawa multifurfural. Warna ungu yang
terbentuk pada sampel tersebut disebabkan oleh reaksi dehidrasi karbohidrat oleh asam sulfat
(H2SO4). H2SO4 pekat berfungsi untuk menghidrolisis ikatan pada sakarida untuk
menghasilkan furfural. Furfural ini kemudian bereaksi dengan reagent Molisch, -naphthol
membentuk cincin yang berwarna ungu.
2. Test Moore
Uji moore bertujuan untuk mengetahui adanya gugus alkali. Reaksi ini disebut juga
reaksi pendamaran. Hasil dari test moore dengan fruktosa sebagai larutan
sampel menunjukan hasil positif dengna adanya perubahan warna dari
bening ke gradasi warna orange, kuning dan juga bening. Hal ini terjadi
karena. Uji moore menggunakan NaOH (alkali/basa) yang berfungsisebagai sumber

ion OH- (alkali) yang akan berikatan dengan rantai aldehid dan membentuk aldol
(aldehida dengan gugus alkanol) yang berwarna kuningkecokelatan.Pemanasan yang
diberikan bertujuan untuk membuka ikatan karbon dan hidrogen dankemudian
menggantikannya dengan gugus OH
3. Test benedict

Hasil dari test benedict dengan fruktosa sebagai larutan sampel


menunjukan hasil positif dengna adanya perubahan warna daribiru
menjadi warna coklat keruh, sebelum berwarna coklat larutan tersebut
berubah menjadi hijau kemudian coklat keruh

Uji Benedict bertujuan untuk mengidentifikasi gula pereduksi.Gugus pereduksi ini berupa
aldehid.Mekanisme dari uji benedict ini adalah reagen benedict yang tersusun
atastembaga sulfat dan larutan natrium karbonat dan natrium sitrat, mula-mula
glukosadioksidasi menjadi garam asam glukoranat yang kemudian mampu mereduksi
CuO menjadi Cu2O menjadi merah bata.
4. Test seliwanoff
Adanya gugus keton dapat dibuktikan melalui uji seliwanoff. Fruktosa dan sukrosa adalah
karbohidrat yang memiliki gugus keton.
Jika karbohidrat yang mengandung gugus keton direaksikan dengansali wanoff akan
menunjukkan warna merah (kuning +) sebagai reaksi positifnya.Adanya warna merah (kuning +)
merupakan hasil kondensasi dari resorsinol yang sebelumnya didahului dengan pembentukan
hidroksi metil furfural. Proses pembentukan hidroksi metil furfural berasal dari konversi dari
fruktosa oleh asamklorik panas yang kemudian menghasilkan asam livulenik dan hidroksi metal
furfural. Fruktosa dan sukrosa cepat bereaksi karena merupakan jenis karbohidrat yang memiliki
gugus keton (ketosa). Ketosa bila di dehidrasi oleh pereaksi saliwanoff memberikan turunan
fulfural ynag selanjutnya berkondensasi denganresoreinol memberikan warna merah (kuning +)
kompleks.Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa uji saliwanof digunakan untuk membedakan
antara karbohdrat yang mengandung aldehid dan keton. Dimanapada percobaan terbukti bahwa
fruktosa dan sukrosa adalah karbohidrat yangmengandung gugus fungsi keton. Karena hanya
gugus fungsi keton yang bisacepat bereaksi dengan saliwanof.

Namun pada percobaan kali ini tidak terjadi perubahan warnayang


signifikan sehingga dapat dikatan pada percobaan kali ini, hasil tes
seliwanof negatif.
Untuk pembahasan lebih lanjut akan di bahas di diskusi.
Diskusi
Pada tes seliwanof seharusnya larutan fruktosa mengalami perubahan
warna ketika dipanskan bersama larutan HCL, akan tetapi pada percobaan
kali ini tidak terjadi perubahan warna. Hal tersebut mungkin saja terjadi
karena ada beberapa faktor kesalahan salah satunya adalah adanya
kesalahan dalam membuat reagen atau proses pemanasan yang kurang
maksimal.
Seharusnya larutan fruktosa dan seliwanof bereaksi dan menghasilkan
perubahn warna ketika dipanaskan, karena fruktosa merupakan sakarida

yang mengandung gula ketosa akan berubah warna menjadi merah.