Anda di halaman 1dari 18

Budidaya Tanaman Selada

BAB I
PENDAHULUAN
A. Sejarah Tanaman dan Daerah Penyebaran
Selada merupakan sayuran daun yang berasal dari daerah (negara) beriklim
sedang. Berawal dari kawasan asia barat dan amerika, tanaman ini kemudian
meluas ke berbgai negara. Daerah penyebaran tanaman selada antara lain
Karibia, Malaysia, Afrika Timur, Tengah dan Barat serta Filipina.
Dalam perkembangan selanjutnya pembudidayaan selada meluas ke negaranegara yang beriklim sedang maupun panas di belahan dunia. Beberapa negara
yang menaruh perhatian besar mengembangkan dan menciptakan varietas
selada unggul di antaranya jepang, taiwan, thailand, amerika dan belanda.
Di Indonesia, selada belum berkembang pesat sebagai sayuran komersial.
Daerah yang banyak ditanami selada masih terbatas di pusat-pusat produsen
sayur.
B. Kegunaan Sayuran Selada
Seperti halnya sayuran daun lainnya, selada sudah umum dimakan mentah
(lalab) dan di buat salad atau disajiakan berbagai bentuk masakan eropa
maupun cina. Jarang sekali selada dimasak sayur karena rasanya menjadi kurang
enak dan sulit dicerna.
Selain sebagai bahan sayuran yang cvita rasanya khas, selada juga mengandung
gizi cukup tinggi terutama sumber mineral.
Tabel 1. Kandungan Gizi Selada

Komposisi gizi Selada


Kalori 15.00 kal
Protein 1,20 gr
Lemak 0,20 gr
Karbohidrat 2,90 gr
Kalsium 22,00 mg
Fosfor 25,00 mg
Zat Besi (Fe) 0,50 mg

Vitamin A 540,00 S.I


Vitamin B1 0,04 mg
Vitamin C 8,00 mg
Air 94,80 mg

Mengonsumsi selada berfungsi ganda, yakni sebagai bahan pangan bergizi dan
berguna mendinginkan perut.

Kedudukan tanaman selada dalam sistematik tumbuhan tampak dari klasifikasi


sebagai berikut:

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Famili : Compositae (Asteraceae)
Genus : Lactuca
Spesies : Lactuca sativa L.

C. Jenis Selada
Jenis selada banyak ragamnya, tetapi pada dasarnya dikelompokkan menjadai 3
golongan yaitu:
1. Selada mentega selada bokor atau selada telor. Ciri-cirinya: daun-daunnya
dapat membentuk krop (telor) tetapi keropos, lunak dan rasanya enak.
2. Selada tutup atau selada rangu. Ciri-cirinya: daunnya membentuk krop yang
bulat dan padat, rasanya enak.
3. Saelada potongan (cut-lettuce). Ciri-cirinya: daunnya membentuk yang
lonjong (bulat panjang0, rsanya enak tetapi agak kelit.

Dari berbagai varietas selada yang berkembang saat ini dikelomppokkan


kedalam 5 tipe yaitu:
1. Tipe Crisphead, ciri-cirinya membentuk telur (krop) yang padat dan berdaun
keriting (bergerigi).
2. Tipe Butterhead, ciri-cirinya membentuk krop tetapi tidak terlampau padat
dan berdaun licin.
3. Tipe Cos, ciri-cirinya membentuk kroop, tidak terlalu padat dan berdaun lurus
ke atas.
4. Tipe Crinkled, ciri-cirinya tidak membentuk krop, berdaun keriting dan
berwarna hijau muda.
5. Tipe Smooth, ciri-cirinya tidak membentuk krop, berdaun licin, bergerigi dan
berwarna hijau tua.
BAB II
Syarat Tumbuh
1. Faktor Iklim
Tanaman selada membutuhkan lingkungan tempat tumbuh yang beriklim dingin
dan sejuk yakni pada temparatur 15-20 C. Di Indonesia, selada dapat ditanam di
dataran rendah sampai datraran tinggi (600-1.200 dpl). Hal yang terpenting
adalah memperhatikan pemilihan varietasnya yang cocok dengan lingkungannya
(ekologi) setempat.
Persyaratan iklim lainnya adalah curah hujan. Tanaman selada tidak atau kurang
tahan terhadap hujan lebat. Oleh karena itu, penanaman selada dianjurkan pada
akhir musim hujan.
2. Faktor Tanah
Pada dasarnya tanaman selada dapat ditanam di lahan sawah maupun tegalan.
Tanah yang ideal untuk tanaman selada adalah liat berpasir. Di Indonesia
tanaman ini cocok ditanam pada tanah andosol maupun latosol. Syaratnya tanah
tersebut harus subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, tidak mudah
menggenang dan pH-nya antara 5,0 - 6,8.

BAB III
BUDIDAYA TANAMAN SELADA

1. Penyiapan Benih dan Pembibitan

Selada diperbanyak dengan biji-bijinya. Benih selada dapat langsung disebar di


atas bedengan namun cara yang dianjurkan adalah disemai dulu di lahan
persemaian selama 1 bulan atau bibitnya telah berdaun 3-5 helai. Kelebihan
cara ini antara lain: dapat menghemat benih, memudahkan pemeliharaan bibit
karena terkonsentrasi di lahan persemaian saja dan dapat memilih (menyeleksi)
bibit yang baik saat dipindahtanamkan ke kebun.
2. Pengolahan Tanah
Tanah dicangkul atau dibajak sedalam 0 cm dan dibalikkan, kemudian biarkan
dikeringkan selama 15 hari. Berikutnya, tanah diolah kembali sambil
membentuk bedengan atau cukup diratakan asalkan di sekelilingnya dibuatkan
parit-parit pembuangan air selebar 40-60 cm dan dalamnya 50-60 cm. bila
dibentuk bedengan, ukuran 80-120 cm dan tingginya 30-40 cm, sehingga tiap
bedengan dapat ditanami 3-5 barisan tanamam dan jarak antar bedengan 30-40
cm.
Penyelesaian akhir dari penyiapan lahan berupa hamparan lahan yang dibuatkan
alur-alur pada jarak antara 25-30 cm yang telah dibuatkan lubang tanam pada
jarak 25x40 cm atau 20x25 cm atau 25x25 cm.
3. Penanaman
Waktu tanam yang paling baik adalah pada akhir musim hujan (maret/april).
Penanaman dilakukan pagi atau sore hari.
Penanaman selada dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
a. Sebar benih langsung
b. Pindah tanam bibit

4. Pemeliharaan
Pemeliharaan Ketika tanaman berumur 2 minggu sudah harus dilakukan
penyiangan. Hal ini karena perakaran selada dangkal sehingga kurang mampu
bersaing dengan tanaman lain dalam menyerap hara. Penyiangan juga berfungsi
untuk menekan serangan hama-penyakit. Interval pengerjaannya adalah
seminggu sekali. Pengairan pada tanaman selada patut mendapat perhatian.
Apalagi di dataran rendah di mana udara lebih panas dan sering kekurangan air.
Kebutuhan air mutlak dipenuhi pada awal pcnanaman, saat penyiangan pertama
(umur 2 minggu), dan ketika tanaman berumur sebulan. Bila hujan tidak turun,
lakukan penyiraman dengan gcmbor atau melewatkan air melalui parit
pengairan. Jaga pula agar parit pengairan mampu melewatkan kelebihan air di
saat turun hujan lebat. Pemupukan Kebutuhan pupuk kandang untuk tanaman
selada adalah 10 ton/ha. Pupuk ini dicampurkan di permukaan areal tanam.
Selain pvpuk kandang, tambahkan juga pupuk kimia terutama Urea. Dosis yang
dibcrikan ialah Urea 200 kg, TSP 100 kg, dan KCI 100 kg ger hektar. Pupuk

diberikan dalam aluran di kiri-kanan tanaman. Pemberiannya dilakukan saat


penanaman.
BAB IV
HAMA & PENYAKIT
4.1. HAMA
Tanaman selada sering menjadi sasaran kutu daun. Akibat serangan hama ini
daun mengerut dan mengering karena kurang cairan. Jika tanaman muda yang
diserang maka pertumbuhan tanaman tidak sempurna atau kerdil. Insektisida
yang biasa digunakan untuk mengendalikan kutu- ini antara lain Diazinon;
Bayrusil, atau Orthene 75 SP. Semprotkan dengan dosis 2 cc/l air. Hama thrips
cukup merisaukan petani selada. Ciri serangan thrips ialah daun menguning,
mengering, dan tcrakhir tanaman mati. Hama ini dapat dikendalikan dengan
Tamarot 200 EC, Bayrusil 250 EC, atau Tokuthion 500 EC dengan dosis 2 ml/l air.
4.2. PENYAKIT
Penyakit yang sering ditemui di lahan selada ialah busuk batang. Gejalanya
ditandai oleh batang yang melunak dan berlendir. Penyebabnya ialah cendawan
Rhizoctonia solani. Bila menyerang tanaman di persemaian, sering
mengakibatkan busuk akar. Saat kondisi lahan lembap serangan penyakit bisa
menghebat, Untuk pencegahannya, kebersihan lahan harus dijaga dan
kelembapan lahan dikurangi. Dapat pula dilakukan penyemprotan fungisida
Maneb atau Dithane M 45 dengan dosiss 2 g/l.
BAB V
PANEN & PASCAPANEN
A. Panen
Selada dapat dipanen ketika berumur 2-3 bulan setelah tanam. Namun, bisa saja
kurang dari umur tersebut tanaman sudah layak konsumsi, jadi bisa dipanen
lebih cepat. Cara panen selada dengan memotong bagian tanaman di atas
permukaan tanah. Bisa juga dengan mencabut semua bagian termasuk akar.
Setelah akar dicuci, daun-daun yang rusak dibuang. Kelompokkan selada
berdasar ukuran. Yang besar dengan yang besar dan yang kecil dengan yarrg
kecil. Selada ini harus segera dipasarkan karena tak tahan panas dan
penguapan.
B. Pascapanen
Penanganan hasil selepas panen meliputi kegiatan:
1. Pengumpulan
2. Pembersihan
3. Pengkelasan

4. Pengemasan
5. Penyimpanan
6. Pemasaran

Budidaya selada keriting organik


Disusun oleh Syahroni dan Titis Priyowidodo
Kiat sukses budidaya selada keriting organik

Terdapat dua kelompok besar budidaya selada (Lactuca Sativa) yang


berkembang di Indonesia. Pertama, selada daun bentuk korp-nya bulat lepas,
daunnya hijau mengembang. Kedua, selada korp (heading lettuce) bentuk korpnya bulat atau lonjong dan korp-nya padat.
Dari dua jenis diatas yang paling banyak dibudidayakan adalah tipe selada daun,
bentuk daunnya bergelombang cenderung berkerut-kerut, atau populer dengan
nama selada keriting. Selada keriting toleran ditanam di daerah tropis dan panas
sekalipun. Jenis selada keriting bahkan bisa tumbuh dengan subur di dataran
rendah dan panas seperti Jakarta.
Pada dasarnya suhu optimal bagi budidaya selada kriting berkisar antara 1525C dengan ketinggian 900 meter hingga 1.200 meter dari permukaan laut.
Jenis tanah yang disukai selada kriting adalah lempung berdebu, lempung
berpasir, dan tanah yang masih mengandung humus. Meskipun demikian, selada
keriting masih toleran terhadap tanah yang miskin hara asalkan diberi pengairan
dan pupuk organik yang memadai.
Pemilihan benih dan penyemaian
Selada diperbanyak diri dengan biji. Biji atau benih selada diperoleh dengan
menumbuhkan tanaman selada hingga berbunga dan berbuah. Setelah tua baru

diambil bijinya. Apabila benih dibeli dari toko, varietas yang populer saat ini
antara lain penn great lakes, imperial dan new york. Kebutuhan benih selada per
satu hektar lahan adalah 250 gram. Untuk mendapatkan hasil optimal, benih
selada keriting sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di hamparan
lahan yang luas.
Ada berbagai jenis media penyemaian untuk budidaya selada, diantaranya
dalam polybag, daun pisang, sistem tray, tanah tercetak atau di atas bedengan.
Pada kesempatan kali ini yang akan kami uraikan adalah media tanam di atas
bedengan.

Siapkan bedengan dengan lebar satu meter dan tinggi sekitar 15 cm, panjang
bedengan disesuaikan dengan kebutuhan. Posisi bedengan harus ditempat
terbuka dan jauh dari gangguan binatang. Campurkan pupuk kandang, tanah
dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Pupuk kandang yang digunakan
harus sudah betul-betul matang untuk menghindari tumbuhnya mikroorganisme
yangn tidak diharapkan. Kegunaan pupuk kandang untuk memperkaya unsur
hara dan nutrisi. Arang sekam diperlukan untuk menggemburkan tanah agar
pencabutan bibit tidak merusak akar tanaman. Apabila tanah terlalu asam,
berikan juga kapur pertanian atau dolomit secukupnya. Derajat keasaman yang
ideal untuk budidaya selada adalah pH 5 sampai 6,8.
Siram media penyemaian dengan air untuk memberikan kelembaban pada benih
yang akan ditabur. Usahakan jangan sampai basah menggenang karena bisa
membusukan tanaman. Tebarkan benih selada secara merata diatas bedengan.
Padat penebaran benih adalah 100 gram per 10 meter persegi bedeng semai.
Apabila penyemaian dilakukan pada musim kemarau, ada baiknya berikan mulsa
berupa rumput, jerami atau daun kering diatasnya. Hal tersebut berguna untuk
mengurangi penguapan akibat terik matahari.
Buatlah naungan diatas bedengan tersebut. Gunanya, pada musim hujan untuk
melindungi bibit yang baru tumbuh dari limpahan air hujan secara langsung.
Pada musim kemarau, untuk menaungi bibt dari sengata matahari yang terlalu
terik. Tutupan bedengan bisa menggunakan paranet, karung plastik atau plastik
bening. Upayakan membuat tutupan yang bisa ditutup buka, sehingga pada pagi
dan sore hari tutup bisa dibuka agar mendapat penyinaran maksimal. Dan, pada
siang hari bisa ditutup untuk melindungi dari sengatan matahari.
Perawatan pada tahap penyemaian ini adalah penyiraman rutin, penyiangan
gulma dan pengawasan hama dan penyakit. Dalam budidaya selada keriting
organik tidak diperkenankan penyemprotan pestisida sintetis. Apa bila ada hama
bisa diusir dengan menutup penyemaian, apabila terserang penyakit bisa
diberikan pupuk kandang tambahan dan penyemprotan pestisida nabati bila
diperlukan. Bibit selada keriting bisa dipindahkan setelah berdaun 4-5 helai atau
berumur 3-4 minggu sejak benih ditebar.

Pengolahan tanah dan penanaman bibit


Pengolahan lahan untuk budidaya selada keriting tergantung pada jenis, struktur
dan tekstur tanahnya. Apabila tanah yang akan dipakai sangat keras, lakukan
penggarpuan terlebih dahulu, setelah itu baru dilakukan penggemburan dengan
cara dicangkul. Kemudian bentuk bedengan dengan ukuran lebar 1 meter tinggi
15 cm dan panjang kurang lebih 10 meter atau tergantung kondisi lahan. Agar
bedengan tetap kering, terutama di lahan-lahan basah seperti bekas sawah,
tanah untuk bedengan ditinggikan 20 cm, dikiri dan kanan bedengan dibuat
gang untuk saluran drainase. Lebar bedengan tidak diperkenankan terlalu lebar
untuk memudahkan pemeliharaan.
Budidaya selada keriting memerlukan lingkungan keasaman yang netral dengan
pH ideal 5-6,8. Apabila kondisi tanah asam sebaiknya dilakukan proses
penetralan terlebih dahulu dengan kapur. Sedangkan bila tanah terlalu basa
netralkan dengan belerang atau gipsum. Misalnya, untuk menetralkan tanah
yang memiliki pH 5,5 diperlukan kapur sebanyak 0,1 kg per meter persegi
sehingga derajat keasaman naik menjadi pH 6,5. Sebaliknya untuk menurunkan
pH tanah bisa diberikan belerang atau gipsum sebanyak 0,6 kg per meter
persegi.
Untuk memperkaya humus tanah dicampur dengan pupuk kandang yang telah
matang atau pupuk kompos. Jumlah pupuk kandang yang disarankan untuk
kotoran ayam adalah 20 ton per hektar. Kalau kita menggunakan pupuk kompos,
jumlah kompos yang disarankan sebanyak 2 kg per meter persegi. Pemberian
pupuk organik bertujuan untuk menggemburkan lahan dan mempertinggi
aktifitas mikroorganisme didalam tanah. Setelah tanah dicampur dengan pupuk
kandang atau kompos, diamkan selama 2 hari, kemudian haluskan kembali tanah
dengan pencangkulan.
Setelah lahan siap pindahkan bibit selada keriting dari tempat penyemaian.
Dalam memindahkan tanaman, sebaiknya angkat dengan tanah yang
menyangga zona perakaran. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal atau
dilubangi dengan tangan saja. Besar dan dalam lubang tanam disesuaikan
dengan perakaran bibit selada keriting yang akan dipindahkan. Atur jarak tanam
sebesar 10 x 15 cm.
Kiat sukses budidaya selada keriting organik
Perawatan budidaya selada
Perawatan yang dilakukan dalam budidaya selada kriting diantaranya
penyiraman, pemupukan dan penyiangan. Penyiraman dilakukan sesuai dengan
cuaca yang ada. Jika tidak ada hujan lakukan 2 kali penyiraman dalam satu hari
setiap pagi dan sore. Penyiraman bisa dilakukan pada siang hari namun dengan
intensitas air yang cukup banyak untuk menghindari layu mendadak pada
tanaman.
Setelah bibit yang ditanam berumur 2 minggu, apabila tanaman kurang subur
yang ditandai dengan warna hijau yang pudar, berikan tambahan pupuk kandang

sebanyak 2 ton per hektar. Pupuk kandang yang digunakan hendaknya yang
mengandung unsur nitrogen tinggi seperti kotoran ayam. Pada umur tanaman
mencapai 20 hari sejak semprotkan pupuk cair organik dengan dosis 3 liter per
hektar.
Meskipun siklus panennya cepat, penyiangan tetap diperlukan karena tanaman
selada kriting ini memiliki akar yang dangkal sehingga daya saingnya sangat
rendah dibanding tanaman pengganggu. Untuk itu perlu ada penyiangan yang
teratur dengan cara mencabut tanaman pengganggu. Dalam budidaya selada
keriting biasanya diperlukan minimal satu kali penyiangan gulma selama masa
budidaya.
Cara penyiangan gulma sedkit berbeda pada musim kemarau dan penghujan.
Pada musim kemarau gulma dicabut atau dipotong, kemudian dibiarkan di
permukaan tanah. Gunanya sebagai tambahan pupuk hijau dan membentuk
mulsa untuk mengurangi penguapan. Sehingga air untuk penyiraman bisa
dihemat. Pada musim hujan, gulma harus dicabut dan bedengan harus bersih
dari hijauan. Hal ini untuk menghindari tumbuhnya jamuir dan penyakit di sekitar
tanaman selada akibat kelembaban yang tinggi.
Pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang biasa menyerang budidaya selada keriting adalah
sebagai berikut:
Jangel (Bradybaena similaris ferussac), bentuknya seperti siput berukuran 2 cm.
Hama ini menyerang tanaman di segala umur. Biasa bersembunyi pada pangkal
daun bagian dalam. Serangan hama ini membuat daun berlubang.
Tangek (Parmalion pupilaris humb), bentuknya mirip dengan jangel namun tidak
memiliki siput. Akibat serangannya sama membuat lubang pada daun. Hama ini
lebih banyak menyerang di musim kemarau dibanding musim hujan.
Busuk lunak (soft rot), penyebabnya bakteri Erwinia Carotovora. Penyakit ini
menyerang bagian daun. Serangan dimulai dari tepi daun, warna daun menjadi
coklat kemudian layu. Selain bisa menyerang tanaman yang masih ditanam,
penyakit ini juga bisa menyerang selada yang siap diangkut ke pasar.
Busuk pangkal daun, penyebabnya Felicularia Filamentosa. Penyakit ini
menyerang pangkal daun, serangan biasa terjadi menjelang panen.
Dalam budidaya selada keriting organik, tidak diperbolehkan menyemprot hama
dan penyakit dengan pestisida sintetis. Pengendalian hama dan penyakit
dilakukan dengan memperhatikan pemupukan, kebersihan kebun, rotasi
tanaman dan kalau terpaksa lakukan penyemprotan dengan pestisida nabati.
Penyiraman teratur dan pemupukan yang tepat terbukti efektif mengendalikan
hama. Namun, pengendalian hama yang paling efektif adalah dengan melakukan
budidaya tanaman sehat, mengatur kebersihan lingkungan seperti menjaga
irigasi dan drainase serta menjamin kecukupan nustrisi bagi tanaman terutama

untuk kekebalan tubuh tanaman itu sendiri seperti unsur kalium. Unsur kalium
bisa didapatkan dengan menambahkan bahan-bahan daun bambu pada saat
pembuatan kompos.
Panen budidaya selada
Budidaya selada keriting bisa dipanen 20-30 hari setelah bibit ditanam. Jadi, bila
dihitung mulai dari penyemaian sampai panen, kira-kira dibutuhkan 40-60 hari.
Produktiivitas tanaman selada keriting bisa mencapai 15-20 ton per hektar.
Panen dilakukan dengan mencabut tanaman sampai keakar-akarnya. Setelah
dipanen, bagian akar selada kriting dicuci dan daun-daun yang rusak dibuang.
Kelompokkan daun selada keriting berdasarkan ukuran. Pengerjaan pasca panen
harus dilakukan dengan cepat dan segera karena tanaman selada keriting tak
tahan panas dan penguapan. Apabila pengangkutan ke pasar ada jeda waktu
yang lama, simpanlah sayuran tersebut di tempat yang lembab dekat dengan air
atau secara rutin diciprati air.

Macam-Macam Teknik Hidroponik

Ada enam teknik penanaman yang dapat Anda gunakan dalam berkebun
hidroponik. Keenam teknik ini memiliki keunggulan dan kekurangannya
masing-masing. Untuk memilih teknik yang sesuai dengan minat Anda,
berikut ini penjelasan mengenai keenam teknik berkebun hidroponik.

Foto : nosoilsolutions

Wick System
Wick

system merupakan

teknik

yang

paling

sederhana

dan

populer

digunakan oleh para pemula. Sistem ini termasuk pasif dan nutrisi mengalir
ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis
sumbu. Wick sistem hidroponik bekerja dengan baik untuk tanaman dan
tumbuhan kecil. Sistem hidroponik ini tidak bekerja dengan baik untuk
tanaman yang membutuhkan banyak air.

Ebb & Flow System


Sebuah media tumbuh ditempatkan di dalam sebuah wadah yang kemudian
diisi

oleh

larutan

nutrisi.

Kemudian

nutrisi

dikembalikan

ke

dalam

penampungan, dan begitu seterusnya. Sistem ini memerlukan pompa yang


dikoneksikan ke timer. Pastikan Anda menggunakan wadah yang cukup besar
dan atur jarak antar tanaman agar pertumbuhan tanaman tidak saling
mengganggu.

NFT (Nutrient Film Technique) System


Sistem ini merupakan cara yang paling populer dalam istilah hidroponik.
Konsepnya sederhana dengan menempatkan tanaman dalam sebuah wadah
atau tabung dimana akarnya dibiarkan menggantung dalam larutan nutrisi.
Sistem ini dapat terus menerus mengalirkan nutrisi yang terlarut dalam air
sehingga tidak memerlukan timer untuk pompanya. NFT cocok diterapkan
pada jenis tanaman berdaun seperti selada.

Aeroponic System
Kecanggihan sistem ini memungkinkan Anda memperoleh hasil yang baik
dan tercepat dibandingkan sistem hidroponik lainnya. Hal ini disebabkan oleh
larutan nutrisi yang diberikan berbentuk kabut langsung masuk ke akar,
sehingga tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang banyak mengandung
oksigen.

Drip System
Selain wick system, sistem tetes (drip system) merupakan cara yang populer
yang

digunakan

dalam

menggunakan timer mengontrol

berkebun
pompa,

hidroponik.
sehingga

pada

Sistem
saat

ini
pompa

dihidupkan, pompa akan meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman.

Water Culture System


Dalam sistem hidroponik ini, akar tanaman yang tersuspensi dalam air yang
kaya nutrisi dan udara diberikan langsung ke akar. Tanaman dapat
ditempatkan di rakit dan mengapung di air nutrisi juga. Dengan sistem
hidroponik ini, akar tanaman terendam dalam air dan udara diberikan kepada
akar tanaman melalui pompa akuarium dan diffuser udara. Semakin
gelembung yang lebih baik, tanaman akar akan tumbuh dengan cepat untuk
mengambil air nutrisi.

Macam Macam Sistem Menanam Hidroponik


Sunday, December 20th, 2015 - Hidroponik
Advertisement

Macam Macam Sistem menanam Hidroponik Sistem berkebun saat ini yang lagi tren adalah
system menanan Hidroponik, yup sisitem Hidroponik adalah berasal dari bahasa Yunani yakni Hydro
dan Ponics yang artinya air dan daya atau tenaga. Tips menanam dengan sistem hidroponik artinya
menanam menggunakan media air atau tenaga kerja air.Hidroponik juga dikenal sebagai soilless
culture atau budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya
tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.
Menanam dengan teknik hidroponik berarti kita bercocok tanam dengan memperhatikan pada
pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman yang bersangkutan, atau istilah lainnya bercocok tanam
tanpa tanah tetapi menggunakan air yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman.Rupanya
masyarakat sudah menyadari pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.Di mana pun tumbuhnya
sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan
selalu tercukupi. Dalam konteks ini peranan tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang
ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman.

Ada 6 cara untuk menanam dengan sistem Hydroponik, antara lain


Sistem AEROPONIC. Sistem AEROPONIC adalah system hydroponic yang paling hebat dan
mungkin juga memberbagi hasil paling baik dan tercepat dalam pertumbuhan dalam berkebun
Hydroponic. Faktor ini dimungkinkan sebab larutan nutrisi ini diberbagi alias disemprotkan berbentuk
kabut langsung ke akar, jadi akar tanaman lebih mudah menyerap larutan nutrisi yang tak sedikit
mengandung oksigen.Sementara tanaman sangat membutuhkan nutrisi dan oksigen dalam
pertumbuhannya.
Sistem Tetes (DRIP SYSTEM). Sistem Tetes adalah system hidroponik yang tak jarang dipakai untuk
saat ini. Sistem operasinya sederhana yaitu dengan memakai timer mengontrol pompa. Pada saat

pompa dinasibkan, pompa meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman.Agar berdiri tegak,


Tanaman ditopang memakai media tanam lain semacam cocopit, sekam bakar, ziolit, pasir, dll tidak
hanya tanah.
Sistem NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE). Sistem NFT ini adalah tutorial yang paling terkenal
dalam istilah hidroponik. Sistem NFT ini dengan cara semakin menerus mengalirkan nutrisi yang
terlarut dalam air tanpa memakai timer untuk pompanya. Nutrisi ini mengalir kedalam gully melalui
akar-akar flora dan kemudian kembali lagi ke penampungan air, begitu sesemakinnya.
Sistem EBB & FLOW SYSTEM. Sistem Ebb & Flow bekerja dengan tutorial membanjiri sementara
wadah pertumbuhan dengan nutrisi hingga air pada batas tertentu, kemudian mengembalikan nutrisi
itu ke dalam penampungan, begitu sesemakinnya. Sistem ini memerlukan pompa yang dikoneksikan
ke timer.
Sistem WATER CULTURE. Walter Culture adalah system hidroponik yang sederhana. Wadah yang
menyangga flora biasanya terbuat darai Styrofoam dan mengapung langsung dengan nutrisi. Pompa
udara memompa udara ke dalam air stone yang membikin gelembung-gelembung sebagai suply
oksigen ke akar-akar tanaman.
Sistem WICK SYSTEM. Wick system ini salah satu system hidroponik yang paling sederhana sekali
dan biasanya dipakai oleh kalangan pemula. Sistem ini tergolong pasif, sebab tak ada part-part yang
bergerak. Nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah memakai sejenis sumbu.
Menaman dengan sistem Hidroponik memang mempunyai berbagai kelebihan dibanding sistem
konvesional berkebun dengan tanah. Pada sistem Hidroponik, tingkat pertumbuhan tanaman
hidroponik adalah 30-50 persen lebih cepat dari tanaman memakai media tanah, tumbuh di bawah
kondisi yang sama. Hasil tanaman juga lebih besar. Para ilmuwan percaya bahwa ada berbagai
argumen mengapa menanam dengan sistem hidroponik itu sangat menguntungkan. Tidak hanya itu,
pasokan oksigen ekstra dalam media tumbuh hidroponik, sangat menolong untuk merangsang
pertumbuhan akar-akar tanaman. Tanaman yang tak sedikit mengandung oksigen dalam akar juga
sanggup menyerap nutrisi lebih cepat. Nutrisi dalam sistem hidroponik yang dicampur dengan air dan
dikirim dengan cara langsung ke sistem akar. Flora tak wajib mencari di tanah untuk nutrisi yang
diperlukan. Nutrisi tanaman bakal rutin terpenuhi dari waktu ke waktu. Tanaman hidroponik sendiri
memerlukan sangat sedikit energi untuk menemukan dan memecah makanan. Tanaman kemudian
memakai energi yang disimpan ini untuk tumbuh lebih cepat dan menghasilkan lebih tak sedikit buah.
Tanaman hidroponik juga mempunyai lebih sedikit persoalan dengan infestasi bug, fungi dan
penyakit. Dengan cara umum, tanaman yang tumbuh dengan sistem hidroponik adalah tanaman
sehat dan tumbuh besar. Berkebun dengan cara hidroponik juga memberi kegunaaan bagi
lingkungan. Berkebun hidroponik memakai air membutuhkan lahan lebih sedikit dari pada memakai
media tanah. Pemakaian pestisida lebih sedikit dipakai pada tanaman hidroponik. [tk]

Tips Berkebun Hidroponik


Bagaimana Cara Kerja Hidroponik?
Amazine.co - Online Popular Knowledge

Baca juga

Tips Berkebun Hidroponik: Kelebihan dan Kelemahan Hidroponik

Tips Hidroponik - Kelebihan Lampu Tumbuh LED untuk Hidroponik

Tips Hidroponik: Kelebihan Sistem Rumah Kaca untuk Hidroponik

Gagasan berkebun hidroponik (hydroponic gardening) atau berkebun tanpa


tanah, telah ada sejak zaman Raja Sulaiman.
Laju pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding
tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama.

Alasan untuk ini adalah karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan


makanan dari air yang kaya nutrisi.
Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi.
Dan karena energi yang diperlukan untuk pertumbuhan akar lebih sedikit, sisa
energi bisa disalurkan ke bagian lain dari tanaman.
Tanaman hidroponik tumbuh sehat, kuat, dan bersih. Hidroponik juga ramah
lingkungan karena tidak membutuhkan air sebanyak berkebun secara
konvensional. Ini karena hidroponik tidak memerlukan penyiraman sama sekali.
Tanaman hidroponik membutuhkan pestisida lebih sedikit. Erosi tanah juga tidak
menjadi masalah karena hidroponik hanya menggunakan media air.
Lantas bagaimana tanaman hidroponik mendapatkan nutrisi yang biasanya
didapatkan dari tanah? Semua nutrisi tersedia dalam cairan atau bubuk yang
dicampur dalam air.
Sistem hidroponik bisa dikategorikan menjadi dua yaitu sistem aktif dan pasif.
Sistem hidroponik aktif mensirkulasi larutan nutrisi dengan pompa. Sedang
sistem hidroponik pasif bergantung pada gaya kapiler dari media tumbuh.
Dalam sistem pasif, larutan kaya nutrisi diserap oleh medium dan diteruskan ke
akar tanaman.
Sisi negatif dari metode ini adalah ketidakmampuan untuk memberikan cukup
oksigen melalui akar untuk mendukung pertumbuhan terbaik tanaman.
Sistem hidroponik juga dapat dibedakan menjadi dapat di-recovery dan tidak
dapat di-recovery (non-recovery).
Dalam sistem recovery, larutan nutrisi disirkulasikan untuk digunakan kembali.
Dalam sistem non-recovery, larutan nutrisi tidak digunakan kembali.
Jika tidak yakin hendak membeli atau membangun sistem hidroponik jenis apa,
Anda bisa membeli yang menurut Anda paling cocok untuk membiasakan terlebih
dahulu dengan cara bertanam ini.

Berkebun hidroponik adalah hobi yang populer, menyenangkan, serta mudah


dipelajari.