Anda di halaman 1dari 7

Keragaman Sosial Budaya sebagai

Modal Dasar Pembangunan Nasional


1)

Interaksi terjadi antar individu, individu dengan kelompok,


dan kelompok dengan kelompok.
2) Contoh interaksi antar individu adalah kegiatan permainan
catur dan ayah yang sedang menasehati anaknya.
3) Contoh interaksi individu dengan kelompok adalah guru
sedang mengajar murid-muridnya.
4) Contoh interaksi antar kelompok adalah permainan antar
tim sepakbola dan diskusi antar kelompok di dalam kelas.
5) Interaksi yang mengarah pada persatuan disebut interaksi
asosiatif.
6) Hubungan antar pemain dalam suatu kesebelasan
merupkan bentuk interaksi kerja sama, sedangkan
hubungan antara dua kesebelasan yang saling ingin
memenangkan pertandingan merupakan bentuk interkasi
persaingan.
7) Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan sosial ada
yang berbentuk asosiatif dan disosiatif.
8) Bentuk interaksi asosiatif adalah interaksi sosial yang
mengarah dalam bentuk kerja sama sebagai sebuah proses
yang terjadi dengan saling pengertian dan timbal balik
antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai
tujuan bersama.
9) Bentuk-bentuk interaksi asosiatif:
a) Kerja sama (Cooperation).
b)Akomodasi (Accomodation).
c) Asimilasi (Assimilation).
d)Akulturasi (Acculturation).
10) Kerja sama adalah bentuk utama dari proses interaksi sosial
karena dilakukan untuk memenuhi kepentingan atau
kebutuhan bersama.
11) Contoh kerja sama dalam interaksi asosiatif adalah
koperasi, PT, dan CV.
1

12) Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial dalam


interaksi antar individu dan antar kelompok untuk
meredakan pertenatangan.
13) Sebagai bentuk akomodasi, pemaksaan kehendak oleh
individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok
lain disebut akomodasi pemaksaan.
14) Contoh akomodasi pemaksaan adalah perbudakan.
15) Asimilasi adalah proses kea rah peleburan kebudayaan
sehingga masing-masing pihak merasakan adanya
kebudayaan tunggal sebagai milik bersama.
16) Asimilasi merupakan proses sosial yang ditandai dengan
adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat
di antara beberapa orang atau kelompok. Misalnya
perkawinan antara orang yang berbeda budaya.
17) Akulturasi yaitu proses sosial yang timbul akibat dari suatu
kebudayaan yang menerima unsur-unsur dari suatu
kebudayaan asing tanpa menyebabkan hilangnya
kepribadian kebudayaan tersebut.
18) Penerimaan unsur kebudayaan baru dalam akulturasi dapat
terjadi dengan mudah jika bentuk peralatan yang mudah
digunakan dan manfaatnya dapat dirasakan secara
langsung. Misalnya penggunaan traktor (tenaga mesin)
untuk membajak sawah menggantikan penggunaan tanaga
binatang, penggilingan padi, komputer, dan bentuk
bangunan.
19) Contoh akulturasi seni bangunan adalah bangunan Masjid
Kudus di Jawa Tengah mirip dengan bangunan candi atau
bangunan Bale Kul Kul di Pura Taman Ayun Bali.
20) Bangunan Menara Masjid Kudus membuktikan bahwa nenek
moyang Indonesia menyukai toleransi yaitu Sunan Kudus
yang mengajarkan agama Islam tetap menghargai budaya
Hindu Budha yang berkembang saat itu.
21) Beberapa bentuk interkasi disosiatif yaitu persaingan,
kontravensi, dan pertentangan.
22) Persaingan merupakan perjuangan yang dilakukan
perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperoleh
2

23)
24)

25)
26)

27)
28)
29)

30)

31)

32)

33)
34)

kemenangan atau hasil secara kompetitif tanpa


menimbulkan ancaman atau benturan fisik.
Persaingan yang baik adalah persaingan yang sehat dan
saling membantu.
Kontravensi adalah proses persaingan yang ditandai dengan
gejala ketidakpastian mengenai pribadi seseorang dan
perasaan tidak suka yang disembunyikan terhadap
kepribadian seseorang.
Kontravensi merupkan bentuk interaksi sosial yang berada
di antara persaingan dan pertentangan atau konflik.
Konflik merupkan interaksi sosial yang terjadi akibat adanya
perbedaan paham dan kepentingan yang mendasar
sehingga menimbulkan jarak yang terbatas di antara
mereka yang berkonflik.
Konflik terjadi disebabkan oleh sesuatu yang tidak wajar
bahkan saling menjatuhkan.
Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan budaya dapat
dilihat dari pola interaksinya yaitu intern dan ekstern.
Bentuk interaksi intern merupakan bentuk interaksi yang
terjadi karena adanya proses belajar kebudayaan oleh
warga masyarakat yang bersangkutan.
Interaksi intern meliputi beberapa proses yaitu internalisasi
(internalization), sosialisasi (sosialization), dan enkulturasi
(enculturation).
Bentuk interaksi ekstern adalah interaksi budaya antara
suatu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat
lain yang memiliki nilai-nilai kebudayaan yang berbeda.
Interaksi ekstern meliputi akulturasi (acculturation) dan
asimilasi (assimilation) yang timbul dari adanya proses
penyebaran kebudayaan secara geografi yang terbawa oleh
perpindahan masyarakat dari suatu wilayah ke wilayah
lainnya.
Proses penyebaran budaya secara geografi disebut sebagai
difusi (diffusion).
Mata pencaharian dapat dibedakan menjadi dua golongan
yaitu berdasarkan tempat (di desa dan di kota) dan
3

35)
36)

37)

38)

39)

40)

41)

42)

berdasarkan jenis pekerjaan (pertanian dan bukan


pertanian).
Keragaman suku bangsa menyebabkan keragaman budaya,
teknologi, budaya, dan lain-lain.
Peranan dan fungsi bahasa dalam kehidupan manusia:
a) Bahasa sebagai alat komunikasi.
b)Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri.
c) Bahasa sebagai alat kontrol sosial.
Komunikasi adalah suatu proses pada saat seseorang atau
beberapa orang menciptakan dan menggunakan informasi
agar terhubung dengan orang lain.
Bahasa adalah alat komunikasi yang paling efektif karena
melalui bahasa manusia daapt menyampaikan pesan yang
ada di dalam pikiran.
Bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala
sesuatu yang ada di dalam diri seseorang seperti perasaan,
pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki fungsi:
a) Lambang identitas nasional.
b)Lambang kebanggaan nasional.
c) Alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai
latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda.
d)Alat penghubung antar budaya dan antar daerah.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara berfungsi:
a) Bahasa resmi Negara.
b)Bahasa pengantar resmi di lembaga pendidikan.
c) Bahasa resmi dalam hubungan tingkat nasional untuk
kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan serta pemerintahan.
d)Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan
pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Keragaman bahasa di Indonesia memiliki fungsi dan peran
penting bagi pembangunan nasional yaitu:
a) Sebagai wujud kekayaan budaya bangsa Indonesia.
b)Mengandung nilai penting budaya bangsa.
c) Media kontrol sosial.

43) Bahasa memiliki peranan penting dalam bidang pendidikan


yaitu untuk melakukan transfer pengetahuan , sikap, dan
keterampilan.
44) Tarian daerah di Indonesia merupakan ekspresi jiwa
seniman Indonesia.
45) Seni tari Indonesia memiliki pesan moral dan keagamaan.
46) Keragaman budaya daerah dapat dikenali melalui bentuk
pakaian adat, lagu daerah, tarian daerah, rumah adat, alat
musik, seni pertunjukkan, upacara adat, dan lain-lain.
47) Tari Saman membawa pesan pendidikan, keagamaan, sopan
santun, kepahlawanan, kekompakkan, dam kebersamaan.
48) Tari Kecak bermakna kejahatan akan kalah oleh kebenaran.
49) Fungsi dan peran keragaman budaya dalam pembangunan
nasional:
a) Sebagai daya tarik bangsa asing.
b)Mengembangkan kebudayaan nasional.
c) Tertanamnya sikap toleransi.
d)Saling melengkapi hasil budaya.
e) Mendorong inovasi kebudayaan.
50) Salah satu daya tarik Indonesia bagi wisatawan
mancanegara adalah kekayaan budaya bangsa Indonesia.
51) Kebudayaan nasional adalah puncak dari kebudayaankebudayaan daerah.
52) Kebudayaan nasional merupakan suatu kebudayaan yang
didukung oleh sebagian besar warga Negara, bersifat khas
dan dibanggakan, serta memberikan identitas.
53) Budaya nasional adalah budaya yang dihasilkan oleh
masyarakat suatu bangsa sejak zaman dahulu hingga kini
sebagai suatu karya yang dibanggakan dengan kekhasan
bangsa dan memberi identitas serta menciptakan suatu jati
diri bangsa yang kuat.
54) Budaya nasional Indonesia adalah budaya yang dihasilkan
oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu hingga kini
sebagai suatu karya yang dibanggakan yang memiliki
kekhasan bangsa Indonesia dan mencipatakan jati diri dan
identitas bangsa Indonesia yang kuat.
5

55) Menurut Soejono Soekanto, terdapat 7 unsur kebudayaan


yang dianggap sebagai cultural universal, yaitu:
a) Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian,
perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat
produksi dan sebagainya).
b)Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
(pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi
dan sebagainya).
c) sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, sistem
hukum, organisasi politik, sistem perkawinan).
d)bahasa (lisan maupun tertulis).
e) kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan lain
sebagainya).
f) sistem pengetahuan.
g)Religi (sistem kepercayaan).
56) Inovasi kebudayaan adalah pembaharuan kebudayaan
untuk menjadi lebih baik.
57) Fungsi dan peran keragaman agama dalam pembangunan
nasional:
a) Pendidikan.
b)Penyelamat.
c) Kontrol sosial.
58) Cara mengoptimalkan fungsi dan peran keragaman agama
dalam pembangunan:
a) Agama sebagai jiwa pembangunan.
b)Agama sebagai kontrol masyarakat dalam berperilaku.
59) Fungsi dan peran agama dalam pendidikan berkaitan
dengan pengajaran pengetahuan, sikap, dan keterampilan
yang harus dimiliki manusia.
6

60) Sebagai alat pendidikan, agama dapat mewujudkan


perannya sebagai motivasi dan inspirasi masyarakat untuk
brekreasi.
61) Agama disebut sebagai penyelamat karena agama sebagai
petunjuk manusia untuk mencapai keselamatan dunia dan
akhirat.
62) Agama sebagai kontrol sosial mengatur pranata hubungan
sosial yang behubungan dengan masalah sosial ekonomi.
63) Setiap agama memiliki norma yang harus dipatuhi oleh para
penganutnya seperti cara menghormati orang tua, bersikap
dengan orang lain, dan berhubungan di dalam masyarakat.
64) Setiap agama mengajarkan kebaikan dan cita-cita mulia
yang menekankan bagaimana manusia menyembah Tuhan
dan memperjuangkan kehidupan manusia.
65) Semua usaha yang dilakukan manusia untuk memperoleh
pahala atau kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa.
66) Setiap agama yang dianut bangsa Indonesia selalu
mengajarkan cara berhubungan dengan Tuhan dan sesama.
67) Keragaman agama di Indonesia memiliki persamaan dalam
memandang perbuatan baik dan buruk seperti:
a) Setiap agama melarang manusia mencuri, berbohong,
membunuh, membuat kerusakan, dan lain-lain.
b)Setiap agama mengajarkan untuk menghormati pemeluk
agama lain, mengajak manusia berbuat baik, tanggung
jawab, bersikap adil, dan saling tolong-menolong.
68) Keberagaman sosial budaya pada masyarakat Indonesia
merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa.
69)
Bangsa Indonesia harus bersyukur dan mengelola
perbedaan tersebut sebagai modal pembangunan nasional.

Anda mungkin juga menyukai