Anda di halaman 1dari 2

Zona Australis[sunting | sunting sumber]

Kanguru Abu-abu Timur di Queensland, Australia

Wilayah ini mencakup kawasan Australia, Selandia baru, Papua, Maluku, dan pulau-pulau
sekitarnya. Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kanguru, kiwi, koala, platipus, terdapat juga
beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti burung cendrawasih, kasuari,kakatua, dan
kelompok reptil antara lain buaya, kura-kura, ular piton.[1]

Zona Ethiopian[sunting | sunting sumber]

Jerapah di Angola, Afrika

Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika dari sebelah selatan Gurun Sahara, Madagaskar,
dan Asia Barat. Hewan yang khas daerah ini adalah gajah afrika, badak
afrika, gorila, babon, simpanse, jerapah, mamalia padang
rumput seperti zebra, antilope, kijang,singa, dan mamalia pemakan serangga yaitu trenggiling.
Mamalia endemik di wilayah ini adalah kuda nil yang hanya terdapat di sungai Nil, Mesir. Namun
di Madagaskar juga terdapat kuda nil namun lebih kecil. Wilayah Ethiopian juga memiliki hewan
yang hampir sama dengan di wilayah Oriental seperti golongan kucing, bajing, tikus, babi
hutan, kelelawar, dan anjing.[2]

Zona Neartik[sunting | sunting sumber]

Bison Amerika diPennsylvania

Wilayah persebarannya meliputi kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara,
dan Greenland. Hewan khas daerah ini adalah kalkun liar, tikus
berkantung, bison, muskox, caribou, domba gunung. Di daerah ini juga terdapat beberapa jenis
hewan yang ada di wilayah Paleartik seperti kelinci, kelelawar, anjing, kucing, dan bajing.[3]

Zona Neotropik[sunting | sunting sumber]


Wilayah persebarannya meliputi kawasan Amerika Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Iklim
di wilayah ini sebagian besar beriklim tropis dan bagian selatan beriklim sedang. Hewan
endemiknya ikan piranha dan belut listrik di sungai Amazon, ilama (sejenis unta) di padang
pasir Atacama (Peru), tapir, dan kera hidung merah. Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah
fauna vertebrata karena jenisnya yang sangat beragam dan spesifik seperti beberapa
jenis monyet, trenggiling, beberapa jenis reptil seperti buaya, ular, kadal, beberapa spesies
burung dan ada sejenis kelelawar penghisap darah.[4]

Zona Asiatis[sunting | sunting sumber]


Tersebar di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. Fauna Indonesia yang masuk di wilayah
ini hanya di Indonesia bagian barat. Hewan yang khas ini adalah harimau, orang utan, gibon,
rusa, banteng, dan badak bercula satu. Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah,
beruang, antilope, berbagai jenis reptil, dan ikan. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan
wilayah Ethiopian antara lain kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau. [5]

Zona Paleartik[sunting | sunting sumber]


Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, Rusia, daerah
sekitar kutub utara sampai pegununganHimalaya, kepulauan Inggris di Eropa
Barat sampai Jepang, Selat Bering di pantai Pasifik dan benua Afrika paling utara. Beberapa
jenis fauna paleartik yang tetap bertahan di lingkungan aslinya yaitu, panda di cina, unta di afrika
utara, binatang kutub seperti rusa, kucing kutub, beruang kutub. Binatang yang berasal dari
wilayah ini antara lain, kelinci, berbagai spesies anjing, kelelawar, bajing dan kijang telah
menyebar ke wilayah lain.[6]