Anda di halaman 1dari 29

REFERAT

ASPEK MEDIKOLEGAL
KEKERASAN DALAM RUMAH
TANGGA

Penguji : dr. Santosa, Sp.F


Pembimbing : dr. Ricka Brillianty
1

Disusun oleh :
Sonia Nazara

1120221142
FKUPN
Andhyta Ratih W
1120221143
FKUPN
Firman Gustina
1120221146
FKUPN
Retno Ayu W
1120221157
FKUPN
Silmi Noor Rachni
1120221158
FKUPN
Nurul Ardianti 1120221163
FKUPN
Ni Made Febri
1120221167
FKUPN

Latar belakang

Data kasus KDRT dari Komnas


Perempuan :
Tahun 2004 :14.040 kasus
Tahun 2005 : 20.391 kasus
Tahun 2006 : 22.517 kasus
Tahun 2007 : 25.522 kasus
3

tahun 2011

PERUMUSAN MASALAH
Apa definisi dari keluarga?
Apa definisi dari kekerasan?
Apa yang dimaksud dengan KDRT?
Bagaimana epidemiologi KDRT?
Apa saja bentuk KDRT?
Apa saja penyebab terjadinya tindakan

KDRT?
Bagaimanakah dampak dari tindakan KDRT?
Bagaimanakah tindakan KDRT dipandang
dari aspek Hukum ?
6

TUJUAN

Keluarga

Menurut UU
No. 23 Tahun
2002 :

Rumah tangga
Menurut UU PKDRT No. 23 Tahun 2004 Pasal 2
Lingkup rumah tangga meliputi :
Suami, istri, dan anak
Orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga
dengan orang suami, istri, dan anak karena
hubungan
darah,
perkawinan,
persusuan,
pengasuhan, dan perwalian, yang menetap dalam
rumah tangga; dan/atau
Orang yang bekerja membantu rumah tangga dan
menetap dalam rumah tangga tersebut.
9

Kekerasan
Kekerasan adalah perbuatan yang dapat
berupa fisik maupun non fisik, dilakukan
secara aktif maupun dengan cara pasif
(tidak berbuat), dikehendaki oleh pelaku,
dan ada akibat yang merugikan pada korban
(fisik atau psikis) yang tidak dikendaki oleh
korban

10

Kekerasan Dalam Rumah Tangga


UU PKDRT No. 23 Tahun 2004 Pasal 1 ayat
1:
KDRT adalah setiap perbuatan terhadap
seseorang
terutama
perempuan,
yang
berakibat
timbulnya
kesengsaraan
atau
penderitaan secara fisik, seksual, psikologis,
dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk
ancaman
untuk
melakukan
perbuatan,
pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan
secara melawan hukum dalam lingkup rumah
tangga.
11

Bentuk KDRT
UU PKDRT No. 23 Tahun 2004 Pasal 5, KDRT
dapat berwujud :
1.Kekerasan Fisik
2.Kekerasan Psikis
3.Kekerasan Seksual
4.Penelantaran rumah tangga.

12

Etiologi
1. Adanya hubungan kekuasaan yang tidak
2.
3.
4.
5.
6.

13

seimbang antara suami dan istri


Ketergantungan ekonomi
Kekerasan sebagai alat untuk
menyelesaikan konflik
Persaingan
Frustasi
Kesempatan yang kurang bagi
perempuan dalam proses hukum

Dampak KDRT

Kekera
san
fisik

14

Kekera
san
seksual

Kekera
san
psikolo
gis

Kekera
san
ekono
mi

ASPEK HUKUM
&
KETENTUAN PIDANA

15

KDRT terhadap perempuan

16

KDRT terhadap Anak

17

KDRT terhadap PrT

18

Pemulihan Korban KDRT


Pemulihan korban adalah segala upaya untuk penguatan
korban KDRT agar lebih berdaya, baik secara fisik maupun
psikis. Penyelenggaraan pemulihan korban, meliputi :

19

ALUR PENANGANAN KDRT


Permohonan
Perlindungan
Ke Pengadilan
Negeri utk
mendapat
surat
penetapan

Korban
KDRT

Tenaga
Kesehatan

M
e
l
a
p
o
r

Pekerja
Sosial

Unit
Pelayanan
Perempuan &
Anak (PPA)
Polres/Polda

Relawan
Pendampin
g

Pengadilan
negeri/vo
nis

Kejaksaan
Kejaksaan
Negeri
Negeri

Kegiatan
Pendampingan dpt
berdasarkan
permintaa PPA
maupun inisiatif
pendamping

Pendampin
g Rohani

Advokat

Aspek Medis
yang berhubungan dengan KDRT
Bekas
Gigitan
Memar

Kekeras
an
tumpul
21

LUK
A

Bekas
Kuku

Strang
ulasi

Karakteristik Luka
Luka bilateral, terutama pada ekstremitas.
Luka pada banyak tempat.
Kuku yang tergores, luka bekas sundutan

rokok yang terbakar, atau bekas tali yang


terbakar.
Luka lecet, luka gores minimal.
Perdarahan subkonjungtiva yang diduga
karena adanya perlawanan yang kuat
antara korban dengan pelaku.
22

Distribusi Luka
Tempat luka yang umum adalah daerah

yang biasanya tertutup oleh pakaian


(misalnya dada, payudara dan perut).
Luka karena perlawanan, misalnya patah
tulang, dislokasi sendi, keseleo, dan atau
luka memar dari pergelangan tangan atau
lengan bawah dapat mendukung adanya
tanda dari korban untuk menangkis pukulan
pada wajah atau dada.
23

Perlindungan bagi
korban atau saksi dalam perkara KDRT

Undang-Undang No. 13 Tahun 2006


tentang Perlindungan Saksi dan
Korban
Undang-Undang No.23 Tahun 2004 tentang
PKDRT Pasal 15
setiap orang yang mendengar, melihat,
atau mengetahui terjadinya KDRT wajib
melakukan upaya-upaya sesuai dengan
batas kemampuannya
24

TUJUAN :
Mendorong korban atau saksi KDRT untuk

berperan serta dalam proses investigasi dan


penuntutan hukum melalui adanya peraturan
atau prosedur yang menciptakan rasa aman
secara fisik dan psikologis.
Mengurangi trauma yang dialami korban atau
saksi.
Melindungi korban atau saksi dari kekerasan,
serangan pembalasan ataupun stigmatisasi.
Menghasilkan penghukuman bagi yang
bersalah melakukan kejahatan.
25

Daftar Pustaka
Anonim. Available from http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/

23613/4/Chapter%20I.pdf [Accessed 28 July 2012]


Anonoim. 2012. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Available from

http://posyandu.org/kekerasan-dalam-rumah-tangga-kdrt.html [Accessed 27 July


2012]
Anonim. Available from http://etd.eprints.ums.ac.id/14577/2/3.BAB_I.pdf

[Accessed 28

July 2012]

Juwriah. 2010. Refleksi dan Catatan Kerja LBH APIK. Available from

http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/7470-kasus-kdrt-masih-tinggi-di-2011
[Accessed 27July 2012]
UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Available from
http://www.sumbarprov.go.id/images/ media/UU%20No.23%20Tahun%202004.pdf
[Accessed 27 july 2012]
Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan

Anak.
POLRI, Buku Pegangan Pusat Pelayanan Terpadu POLRI, Jakarta, 2005.
Deklarasi PP tentang Penghapusan Kekerasan terhadap perempuan.
http://www.who.int/violenceprevention/approach/definition/en/index.html ,

[Accessed 29 july 2012]

26

www.komnasperempuan.com [Accessed 29 july 2012]


http://www.zamrudtv.com/nasional-4016-tahun-lalu-terjadi-

110468-kasus-kdrt-di-indonesia [Accessed 29 july 2012]


Pangemaran Diana Ribka, Tindakan Kekerasan Terhadap
Perempuan Dalam Keluarga,Hasil Penelitian di Jakarta, Jakarta:
Program Studi Kajian Wanita Program Pasca SarjanaUniversitas
Indonesia, 1998.
Istiadah, Pembagian Kerja Rumah Tangga Dalam Islam, Jakarta:
Lembaga Kajian Agama Dan Jender dengan PSP.
Ratna Batara Munti (ed.), Advokasi Legislatif Untuk Perempuan:
Sosialisasi Masalah dan Draft Rancangan Undang-Undang
Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Jakarta: LBH APIK, 2000.
Tim Kalyanamitra, Menghadapi Kekerasan Dalam Rumah
Tangga, Jakarta: Kalyanamitra, Pusat Komunikasi dan Informasi
Perempuan, 1999.

27

Farha Ciciek, Ikhtiar Mengatasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga,

Belajar Dari Kehidupan Rasulullah SAW., Jakarta: Lembaga Kajian


Agama Dan Jender dengan Perserikatan Solidaritas Perempuan,
1999.
Konsiderans Perpres No. 65 Tahun 2005 tentang Komnas

Perempuan
ILO Indonesia
(http://www.ilo.org/jakarta/whatwedo/publications/WCMS

_166645/lang--en/index.htm) [Accessed 29 july 2012]


http://aeaila.blogspot.com/2010/04/macam-macam-delik.html

[Accessed 29 july 2012]


http://id.answers.yahoo.com/question/index?

qid=20080513052045AA54tXL [Accessed 29 july 2012]


http://www.scribd.com/doc/69553375/KDRT-BARU [Accessed 28 july

2012]
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2006

Tentang Penyelenggaraan dan Kerjasama Pemulihan Korban


Kekerasan Dalam Rumah Tangga
28

Terima Kasih

29