Anda di halaman 1dari 9

MATEMATIKA ASURANSI JIWA

ASURANSI JIWA DITUNDA


BERJANGKA

1.
2.
3.

Disusun oleh Kelompok 11:


Nanda Riansyah (1406633891)
Adinda Amalia M (1406633922)
Kamilia Rahma R (1406634225)

Administrasi Asuransi dan


Aktuaria
Program Vokasi
Universitas Indonesia

2016

ASURANSI JIWA
Pada hakekatnya, asuransi jiwa merupakan suantu bentuk kerjasama antara orang-orang yang
ingin menghindarkan atau minimal mengurangi risiko yang diakibatkan oleh:
a. Risiko kematian, kematian menyebabkan penghasilan lenyap dan mengakibatkan
kesulitan ekonomi bagi keluarga/tanggungan yang di tinggalkan.
b. Risiko hari tua, hari tua menyebabkan kurangnya kemampuan untuk memperoleh
penghasilan dan mengakibatkan kesulitan ekonomi bagi diri sendiri dan
keluarga/tanggungan.
c. Risiko kecelakaan, kecelakaan menyebabkan kematian atau ketidakmampuan
seseorang.

Kerjasama antar orang-orang yang ingin menghindarkan atau minimal mengurangi risiko
dikoordinir oleh perusahaan asuransi jiwa yang bekerja atas dasar hokum bilangan besar (
the law of large number ). Prinsip kerjasama ini yang menjadi dasar bagi perusahaan
asuransi jiwa untuk menyebarkan risiko kepada orang-orang yang mau bekerjasama.
Penyebaran risiko dilakukan dengan memungut iuran (premi) dari orang banyak dalam
jumlah yang kecil sehingga dalam jangka waktu yang relative panjang terhimpun dana
besar. Dari dana itulah diambil sejumlah uang untuk diberikan sebagai santunan (benefit)
kepada orang yang terkena risiko kematian, hari tua dan kecelakaan.

Besarnya santunan asuransi (claim) tergantung atas premi, sedangkan besarnya tergantung
atas tiga hal : peluang meninggal, tingkat bunga, dan biaya. Peluang meninggal tergantung
atas umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Dana yang terkumpul pada perusahaan asuransi
akan diinvestasikan dengan tingkat bunga tertentu dan sebagian dari tersebut harus menjadi
milik pemegang polis. Perusahaan asuransi tidak dapat bekerja tanpa biaya, biaya
pegawainya untuk mengeluarkan polis, mengadministrasikan polis dan membayar santunan,
pajak, komisi dan sebagainya.

Tabel Mortalita

Perusahaan asuransi jiwa mendasarkan semua perhitungan preminya, jumlah asuransinya,


dan sebagainya atas table mortalitas. Tabel ini berisi peluang seorang meninggal menurut
umurnya dari kelompok kelompok orang yang diasuansikan. Tabel tersebut menggambarkan
peluang meninggal sesungguhnya dari kelompok orang yang diasuransikan. Banyak orang
yang tepat berusia x dinyatakan dalam sibol lx. Sedangan jumlah orang yang meninggal dari
lx.orang sebelum mencapai usia x+1 dinyatakan dengan simbol dx ,

dx=l x l x+1
Untuk peluang seseorang yang berusia x akan meninggal sebelum mencapai usia x+1 , atau
peluang seseorang yang berusai x meninggal anatara usia x dan x+1 tahun dinyatakan dengan
sibol q x ,
qx=

l x l x+1 d x
=
lx
lx

Tabel mortalitas yang digunakan untuk mengetahui besarnya santunan kemungkinan tibulnya
kerugian yang dikarenakan kematian, serta meramalkan beberapa lama batas waktu (umur)
rata-rata seseorang dapat hidup. Sehingga perhitungan yang menggunakan hubungan antara
umur dan waktu berguna dalam menentukan peluang hidup-mati.
1. Peluang Hidup
n P X
n PX=

merupakan peluang seseorang berusia x akan hidup (paling sedikit) n tahun.


l x+1
lx

2. Peluang mati
n q X merupakan peluang seseorang berusia x akan meninggal dalam n tahun, atau
sebelum mencapai usia x+n tahun.

n q X =1 N P X
1

l x+1
lx

l x l x+ n
lx

Tabel kematian yang akan digunakan dalam perhitungan, yaitu table 1980 US CSO
( Comisioners Standard Ordinary) Female Age Nearest dan 1980 US CSO Male Age Nearest.
Tabel ini dibuat dengan tingkat bunga 7% setahun.
Simbol komutasi.

Simbol komutasi dibuat untuk menyederhanakan perhitungan. Symbol komutasi yang


digunakan antara antara lain :
D X =V X l X
1
1
dimana v = (1+i) =(1+i) , dengan I adalah tingkat bunga dalam setahun.

Sistem Pembayaran Santunan Asuransi Jiwa

Sebuah asuransi jiwa menyediakan suatu pembayaran santunan asuransi (claim) dari jumlah
yang ditetapkan atas suatu kematian, yang dikenal sebagai tertanggung (insured). Dalam
pembayaran ini terdapat dua asumsi, yaitu pembayaran santunan asuransi pada saat
kematian terjadi (asuransi kontinu) dan pembayaran santunan asuransi pada akhir tahun
kematian polis (asuransi diskret).

Pembayaran Santunan Asuransi pada Akhir Tahun Kematian Polis


1. Asuransi Jiwa Seumur Hidup

2. Asuransi Jiwa Berjangka/sementara

3. Asuransi Jiwa Dwiguna/Endowment

Asuransi Jiwa Berjangka


Asuransi jiwa berjangka adalah asuransi yang membayar kepada ahli waris apabila
orang yang diasuransikan meninggal dalam jangka waktu yang ditentukan yang disebut
jangka waktu polis. Jika orang yang diasuransikan masih hidup setelah jangka waktu yang

Ax' :t

ditentukan selesai maka orang tersebut tidak akan mendapatkan apa-apa. Misalkan

adalah premi tunggal bersih dari asuransi jiwa berjangka sebesar Rp. 1 bagi seseorang yang
berusia x selama jangka waktu t tahun, yang berarti bila (x) meninggal sebelum usia x+t maka
ahli warisnya akan menerima santunan sebesar Rp. 1 pada akhir tahun (x) meninggal, tapi
bila (x) hidup mencapai usia x+t maka tidak akan ada pembayaran, dan jika diilustrasikan
seperti terlihat pada Gambar 2,

Ax' :t

Pembayaran Rp.1 bila (x) meninggal antara usia x dan x+t,

x+t
bila (x) mencapai x+t tidak mendapat santunan
Gambar 2. Asuransi Jiwa Berjangka

Sehingga diperoleh,

Ax' :t v.1 q x v 2 . 1 1 q x v 3 . 2 1 q x ... v t . t 1 1 q x

vd x v 2 d x 1
v t d x t 1

...
lx
lx
lx

v x 1 d x v x 2 d x 1 ... v x t d x t 1

v xlx

C x C x 1 ... C x t 1
Dx

M x M x t
Dx

Asuransi Jiwa Ditunda


Asuransi jiwa ditunda hampir sama dengan asuransi jiwa berjangka yaitu asuransi
yang membayar kepada ahli waris apabila orang yang diasuransikan meninggal dalam jangka
waktu yang ditentukan yang disebut jangka waktu polis. Jika orang yang diasuransikan masih
hidup setelah jangka waktu yang ditentukan selesai maka orang tersebut tidak akan

Ax' :t

mendapatkan apa-apa. Misalkan m


adalah premi tunggal bersih dari asuransi jiwa
ditunda m tahun sebesar Rp. 1 bagi seseorang yang berusia x selama jangka waktu t tahun,
yang berarti bila (x) meninggal antara usia x+m dan x+m+t tahun maka ahli warisnya akan
menerima santunan sebesar Rp. 1 pada akhir tahun (x) meninggal, tapi bila (x) meninggal
sebelum mencapai usia x+m tahun atau hidup mencapai usia x+m+t tahun maka tidak akan
ada pembayaran, dan jika diilustrasikan seperti terlihat pada Gambar 4,

Ax' :t

Pembayaran Rp.1 bila (x) meninggal antara usia x+m dan x+m+t,

x+m

x+m+t

bila (x) meninggal sebelum x+m

bila (x) mencapai x+m+t

tidak mendapat santunan

tidak mendapat santunan


Gambar 4. Asuransi Jiwa Ditunda Berjangka

Sehingga diperoleh,

Ax' :t

v m1 d x m v m 2 d x m 1
v m t d x m t 1

...
lx
lx
lx

v x m 1 d x m v x m 2 d x m1 ... v x m t d x m t 1
v xlx

C x m C x m 1 ... C x m t 1
Dx

M x m - M x mt
Dx

Contoh Soal
Bapak joko berusia 41 tahun ingin membeli produk asuransi jiwa pada perusahaan
asuransi jika santunan yang diinginkan sebesar Rp 15.000.000,-.Produk yang
ditawarkan oleh perusahaan asuransi kepada pria tersebut adalah asuransi jiwa
berjangka/sementara.Tentukan premi tunggal bersih untuk pembayaran santunan
dilakukan pada akhir tahun kematian polis jika produk yang dipilih pria tersebut
adalah Asuransi jiwa berjangka/sementara dengan masa asuransinya 20 tahun ditunda
5 tahun.
5| A ' 41 :20=15,000,000

M 46 M 66
D 41
15,000,000

7,6393, 598
58,348

1,038,853.088
Jadi bapak joko harus membayar premi tunggal bersih sebesar 1,038,853.088 dengan maksud
jika dia meninggal antara usia 46 tahun dan 66 tahun maka ahli warisnya memperoleh
santunan 15 juta. Tetapi jika di usia 66 tahun di masih hidup atau sebelum usia 41 tahun dia
meninggal, maka tidak ada pembayaran santunan.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/146997964/ASURANSI-JIWA
http://ejournal.undip.ac.id/index.php/matematika/article/download/616/486

Catarya, I. (1988), Materi pokok Asuransi II, Cetakan pertama, Karunika,


Universitas Terbuka, Jakarta.
Jones, H. E., dan Long D. L. (1999),Prinsip-Prinsip Asuransi : Jiwa, Kesehatan, dan
Anuitas, Edisi Kedua, FLMI Insurance Education Program Life Management
Institute Loma Atlanta, Georgia.
Jordan, C. W. (1991), Life Contingencies, The Society of Actuaries.
Purba, R. (1995), Memahami Asuransi Di Indonesia, Seri Umum Nomor 10. PT
Pustaka Binaman Pressindo.
Sembiring, R. K. (1986), Buku Materi Pokok Asuransi I, Penerbit Karunika, Jakarta.