Anda di halaman 1dari 3

CV adalah badan usaha tidak berbadan hukum,

sedangkan PT adalah badan usaha berbadan hukum.


CV merupakan persekutuan dari dua jenis pesero,
yaitu pesero aktif dan pesero pasif. Pesero Aktif
disebut juga pesero pengurus, biasa diberi jabatan
Direktur dan yang lain merupakan pesero pasif.
Pesero Aktif adalah pesero yang mempunyai tugas
melakukan segala tindakan pengurusan atas CV
tersebut, dan bertanggung jawab penuh atas segala
tindakan pengurusan yang dilakukannya bahkan
sampai dengan harta pribadinya apabila dituntut oleh
pihak ketiga yang merasa dirugikan, sedangkan
Pesero Pasif hanya menyetorkan modal. Biaya yang
dikeluarkan untuk mendirikan sebuah CV relatif
lebih murah dibandingkan dengan membuat suatu
PT, karena CV tidak memerlukan proses pengesahan
sebagai badan hukum sampai ke Menteri
Kehakiman. CV hanya perlu didaftarkan pada
pengadilan negeri setempat tempat domisili dari CV
dan mengurus beberapa surat sesuai bidang usaha
CV tersebut. Dalam pendirian CV tidak ada proses
pengecekan nama, jadi ada kemungkinan antara CV
yang satu dengan yang lainnya terdapat kesamaan
nama. PT harus mendapatkan Pengesahan sebagai
badan hukum dari Menteri Hukum dan HAM.

Sebelum itu nama PT yang akan didirikan wajib


dicek terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya
kesamaan nama. Perbedaan lainnya PT merupakan
kumpulan modal dalam bentuk saham dan dengan
telah disahkannya PT tersebut oleh Menteri, maka
telah ada status badan hukumnya. Apabila terjadi
tuntutan maka tanggung jawab para pemegang
saham hanya sebesar saham yang dimilikinya saja.
Tanggung jawab dalam PT terbatas, sedangkan
dalam CV tidak terbatas bahkan bisa sampai dengan
harta pribadinya. Dalam CV perbandingan modal
antar pesero tidak terlihat karena dalam Anggaran
Dasar CV hanya menyebutkan jumlah modal dasar,
tidak ada pengaturan mengenai komposisi modal
antar pesero, berbeda dengan PT yang merupakan
kumpulan modal dimana ada pembagian komposisi
antar pemegang saham. Perlu diingat karena CV
tidak memiliki status badan hukum, maka tidak
dapat memiliki asset berupa tanah, sedangkan PT
berstatus badan hukum jadi bisa memiliki asset
berupa tanah. Anda perlu menimbang-nimbang
beberapa hal dalam memilih jenis badan usaha selain
dari biaya yang harus dikeluarkan untuk
pendiriannya, antara lain segi keamanan dan resiko.
Hal ini penting untuk dipertimbangkan karena

menjalankan usaha tidak hanya dalam 1-2 hari tapi


tentunya jangka panjang.
Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang
dimiliki oleh dua orang atau lebih yang secara
bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan
bisnis. Yang termasuk dalam badan usaha
persekutuan adalah firma dan persekutuan
komanditer alias cv. Untuk mendirikan badan usaha
persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi
pemerintah yang terkait.