Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

SINTESIS TEMBAGA SULFAT


CuSO4.5H2O

Nama

: Vindy Ayu Saputri

NIM

: 90515002

Tanggal percobaan

: 29 September 2015

Tanggal Penyerahan Laporan : 6 Oktober 2015


Nama Asisten

: Rahmi

Laboratorium Kimia Gedung Basic Science


Institut Teknologi Bandung

I.

Tujuan Praktikum
a. Mempelajari teknik sintesis garam tembaga sulfat pentahidrat CuSO4.5H2O .
b. Mempelajari reaksi reaksi ang terjadi selama proses sintesis.

II.

Teori Dasar
Tembaga (Cu) adalah logam merah muda yang lunak dapat ditempa dan liat.
Tembaga melebur pada 10380C. Karena elektroda standarnya positif, tembaga tidak
larut dalam asam klorida dan asam sulfat encer, meskipun dengan adanya oksigen,
tembaga bisa larut sedikit. Ada dua deret senyawa tembaga (I) diturunkan dari
tembaga (I) oksida Cu2O yang merah dan mengandung ion tembaga (I), Cu +.
Senyawa-senyawa ini tak berwarna, kebanyakan garaqm tembaga (I) tak larut dalam
air, perilakunya mirip senyawa perak (I) sehingga mudah dioksidasikan menjadi
senyawa tembaga (II) yang dapat diturunkan dari tembaga (II) oksida, CuO, hitam.
Garam-garam tembaga (II) umumnya berwarna biru, baik dalam bentuk hidrat, padat,
maupun dalam larutan air.
Tembaga sering disebut logam mata uang karena menurut sejarahnya, logam
ini merupakan bahan utama untuk membuat mata uang logam. Tembaga terdapat
terutama bagi sulfida, oksida, atau karbonat.Tembaga membentuk senyawa
dengan tingkat oksidasi +1 dan +2 namun hanya tembaga (II) yang stabil dan

mendominasi dalam larutannya. Dalam air, hamper semua garam tembaga (II)
berwarna biru oleh karena ion kompleks koordinasi enam.
Senyawa kimia yang banyak di kenal, ada beberapa dalam suhu kamar
mengikat air membentuk hidrat. Air bergabung secara kimiawi dengan senyawa ini,
walaupun hamper semua hidrat akan melepaskan molekul airnya apabila dipanaskan.
Suatu zat dapat membentuk lebih dari satu macam hidrat, yang masing-masing
mempunyai kestabilan dalam suasana tertentu. Garam tembaga sulfat dapat
membentuk tiga macam hidrat, yaitu tembaga sulfat pentahidrat (CuSO4.5H2O),
tembaga sulfat trihidrat (CuSO4.3H2O), tembaga sulfat monohidrat (CuSO4.H2O).
Tembaga (II) sulfat mempunyai banyak kegunaan di bidang industri
diantaranya untuk membuat campuran Bordeaux (sejenis fungisida) dan senyawa
tembaga lainnya. Senyawa ini juga digunakan dalam penyepuhan dan pewarnaan
tekstil serta sebagai bahan pengawet kayu. Bentuk anhidratnya digunakan untuk
mendeteksi air dalam jumlah kelumit. Tembaga sulfat juga dikenal sebagai vitriol
biru.
III.

Alat dan Bahan Percobaan

Alat yang digunakan :


Gelas Kimia 400 ml
Gelas ukur 100 ml dan 50 ml
Neraca
Batang pengaduk

Bahan yang di pakai :


Keping tembaga
HNO3
H2SO4 pekat
Kertas saring

IV.

Cara Kerja
A. Melakukan cara kerja di lemari asam
Menyiapkan gelas kimia 400 ml
yang terisi air 100 ml

Menambahkan 17 ml H2SO4
sedikit demi sedikit ke dalam
gelas kimia tsb sambil diaduk

Memasukkan 10 gram kawat


tembaga dalam larutan tsb

Menambahkan 25 ml larutan
HNO3 pekat ke dalam campuran
tembaga tersebut , mengaduk
sampai tembaga larut

Setelah gas berwarna coklat


hilang, memanaskan larutan
hingga uap yang keluar tidak lagi
coklat

B. Melakukan cara kerja di meja kerja

Menyaring endapan ketika masih


panas dan ambil filtratnya

Mengumpulkan kristal yang


dihasilkan dengan penyaringan ,
mencuci kristal dengan sedikit air

Menjenuhkan campuran reaksi


tsb dengan pemanasan filtrat
diatas penangas air
Mendinginkan larutan pada suhu
ruang dan mendiamkan sampai
ada kristal

Mengeringkan dengan kertas


saring dan menimbang massa
kristal

Menyimpan produk dalam


kantong berlabel untuk dianalisis
di praktikum analitik

Mengukur kerentanan magnet


produk

Mendokumentasikan kristal yang


dihasilkan

Menghitung rendemen ang


dihasilkan

Mengambil beberapa produk lalu


dipanaskan kurang dari 100C .
Mengamati perubahan yang
terjadi

Meneteskan 2 tetes air pada


padatan yang telah dipanaskan,
mengamati perubahan yang
terjadi

V.

Data Percobaan
1. Cara kerja yang dilakukan di dalam lemari asam
No. Perlakuan
1 400 ml gelas kimia yang diisi 100
ml air
2 Ditambahkan 17 ml H2SO4 pekat
dan diaduk
3 Ditambahkan 10 gram Cu
4 Ditambahkan 25 ml HNO3 pekat
dan diaduk sampai Cu larut

Hasil Pengamatan

Campuran menjadi homogen,


timbul panas
Warna larutan : bening
Campuran tidak bereaksi
Campuran bereaksi
Muncul gas kuning dan
gelembung-gelembung gas

5 Dipanaskan sampai uap tidak


berwarna coklat

Warna larutan : biru


Warna larutan : biru
Waktu hingga gas coklat hilang =
15 menit

2. Cara kerja di meja kerja


No. Perlakuan
6 Larutan no. 5 disaring dan diambil
filtratnya

sehingga tidak disaring.

7 Dipanaskan di penangas air

Warna larutan : biru


Volume berkurang 5 ml

8 Didinginkan hingga terbentuk

Volume menjadi = 145 ml


Terbentuk kristal berwarna biru

kristal, lalu disaring


9 Cuci kristal dengan sedikit air
10 Kristal dikeringkan dan ditimbang
0

11 Kristal dipanaskan 100 C


12 Ditambahkan 2 tetes air

VI.

Pengolahan Data
Kadar Teoritis CuSO4.5H2O :
Mol Cu =
=

Massa Cu
Ar Cu
10
65

= 0,154

Mol Cu = Mol CuSO4.5H2O


Mol CuSO4.5H2O =

0,154 =

Massa CuSO 4 .5 H 2 O
Mr CuSO 4 .5 H 2 O
Massa CuSO 4 .5 H 2 O
251

Massa Garam Mohr = 251 x 0,154


= 38,654 gram
VII.

Hasil Pengamatan
Tidak ada endapan yang terbentuk

Pembahasan

Kristal yang diperoleh sebesar


13,4 gram
-

Percobaan ini bertujuan untuk mensintesis garam tembaga sulfat pentahidrat


CuSO4.5H2O , dimana bahan yang digunakan yaitu aquadest (HO), asam nitrat pekat
(HNO), asam sulfat pekat (HSO), dan serbuk tembaga (Cu), hal yang pertama
dilakukan yaitu mencampurkan larutan HSO pekat

sebanyak 17 ml dan air

sebanyak 100 ml, dimana air terlebih dahulu dimasukkan ke dalam gelas kimia
kemudian asam sulfat. Hal ini bertujuan

agar tidak terjadi ledakan karena

pengenceran asam sulfat pekat dengan air menghasilkan panas yang bersifaf
eksotermis karena daya tarik asam sulfat terhadap air sangat kuat, dimana reaksi yang
terjadi:
HSO(aq)+ HO(l) HO (aq) + HSO(aq).
Kemudian menambahkan sebanyak 10 gram serbuk tembaga pada larutan
tersebut , asam sulfat tidak akan membuat serbuk tembaga tersebut menjadi larut
akan tetapi larutan asam sulfat tersebut berfungsi untuk membuat suasana asam dan
membentuk gugus sulfat pada tembaga hingga terbentuk tembaga sulfat sehingga
untuk melarutkan serbuk tembaga tersebut ditambahkan 25 ml asam nitrat pekat,
karena tembaga dapat teroksidasi dan larut dalam asam nitrat pekat sehingga akan
terjadi reaksi :
3Cu(s) + 8H+(aq) + 2NO (aq) 3Cu(s)+ 2NO(g) + 4HO(l)
Apabila ketiga larutan tersebut tercampur maka akan mengeluarkan gas NO
yang tidak berwarna, namun pada percobaan ini gas yang dihasilkan berwarna coklat,
hal ini disebabkan karena karena gas NO sangat reaktif terhadap oksigen membentuk
gas NO2 yang berwarna cokelat, terdapat endapan dan berasap. Gas ini beracun
sehingga kegiatan ini harus dilakukan di lemari asam. Reaksi adalah :
2NO(g) + O(g) 2NO(g)
Setelah itu dilakukan pemanasan sampai gas berwarna cokelat tersebut tidak
keluar lagi, dimana pemanasan tersebut

berfungsi untuk mempercepat reaksi,

kemudian mendidihkan larutan sampai volumenya berkurang. Setelah itu didinginkan,


sampai terbentuk kristal. Kristal terbentuk setelah 2 jam pendinginan tetapi bentuknya
masih berupa jarum jarum kecil. Sehingga kristal di larutkan kembali dengan aquades
dan H2SO4 10%. Kemudian didiamkan kembali pada suhu kamar sampai terbentuk
kristal.
Kristal yang terbentuk tidak seperti yang diharapkan, sehingga setelah kristal
disaring, filtrat kemudian di panaskan kembali hingga volume berkurang 10ml,
namun hingga laporan ini dibuat, kristal baru belum juga terbentuk. Sehingga
digunakan data kristal yang diperoleh adalah 13,4 gram atau 34,71% dari yang
seharusnya (Gambar 1).

Gambar 1 : kristal CuSO4.5H2O


VIII. Kesimpulan
Pembuatan kristal CuSO4.5H2O dapat dilakukan dengan mereaksikan logam
tembaga dengan asam sulfat pekat dan asam nitrat pekat serta dengan air.
IX.

Daftar Pustaka
Sugiyarto, Kristian H. 2010 Kimia Anorganik Logam. Graha Ilmu. Yogyakarta
Svehla, G. 1990. Vogel: Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimikro Bagian I. PT Kalman Media Pusaka. Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai