Anda di halaman 1dari 3

Jembatan Kota Intan direnovasi (lagi)

Tercatat terakhir direnovasi dan diresmikan oleh Gubernur Sutiyoso pada Oktober 1997
yang lalu.Konon, menghabiskan dana sekitar Rp. 700 juta, namun hanya sebentar
jembatan itu tampak menarik, karena kedua sisinya dilengkapi lelampuan. Anehnya, tiga
hari kemudian jembatan ditutup kembali dan hingga kini tidak ada kejelasan.

1972 (Sep)_Jembatan Kota Intan saat masih berfungsi (Foto oleh T.C.L Groll, Atlas
Mutual Heritage)

Semakin tahun keadaan jembatan makin menyedihkan, terutama pada balok-balok kayu
yang menjadi bantalan jembatan mulai lapuk, dan material besi baja yang berkarat.
Hingga orang tak berani lagi melintas di atasnya.

Meski demikian, keadaan jembatan yang dibangun tahun 1628 tersebut tetap
menyimpan nilai sejarah yang panjang. Awalnya jembatan yang dibangun Pemerintah
Hindia Belanda tersebut bernama Engelse Brug atau Jembatan Inggris, karena dahulu
di dekat lokasi terdapat benteng pertahanan milik Inggris. Pada 1655 jembatan
diperbaiki lalu diberi nama baru oleh menjadi Het Middelpunt Brug atau Jembatan Pusat.
Pada 1900-an, nama jembatan berubah lagi karena di sekitar jembatan tersebut
terdapat pasar ayam. Masyarakat lalu menyebut jembatan tersebut dengan nama
Jembatan Pasar Ayam. Pada 1938, di masa pemerintahannya, Ratu Belanda Juliana
merenovasi jembatan itu sehingga nama jembatan pun berubah menjadi Ophaalsburg
Juliana atau Jembatan Juliana. Pada jaman kemerdekaan, nama jembatan berubah
menjadi Kota Intan, karena di kawasan sekitar jembatan itu terdapat kastil Batavia yang
bernama Diamond, yang berarti intan.
Hingga kemudian setelah renovasi terakhir 10 tahun lalu, pada awal Nopember 2007
terlihat kesibukan di jembatan dengan panjang 33,95 meter, dan lebar lima meter
tersebut. Tampak para pekerja sedang mengganti balok-balok bantalan jembatan yang
lapuk. Menurut data yang terpampang pada papan pelaksana, terlihat biaya perbaikan
kali ini mencapai Rp. 860-an juta. Proyek ini termasuk dalam Program Revitalisasi Kota
Tua Tahap II.

Semoga dengan biaya sebesar itu, kita dapat menyaksikan kembali kecantikan
Jembatan Kota Intan, bukan perbaikan asal tambal sulam.

Masoye'

Tags: batavia, jembatan angkat