Anda di halaman 1dari 5

Chapter I

Introduction to Behaviour Accounting

The traditional role of accounting


Akuntansi adalah suatu layanan yang memiliki kedisiplinan untuk memberi informasi
yang relevan dan tepat waktu tentang gambaran keuangan suatu bisnis sebagai acuan
pengguna internal (manager) maupun eksternal (investor) dalam menggambil sebuah
keputusan.
Ada perbedaan antara akuntansi managemen dan akuntansi keuangan. Akuntansi
keuangan membuat laporan untuk pemakai esternal dan berpedoman pada standar yang
berlaku umum. Sedangkan akuntansi management membuat laporan untuk kepentingan
manajerial.
Sedangkan akuntansi keprilakuan adalah cabang ketiga dari ilmu akuntansi. Hal
tersebut berkaitan dengan hubungan antara perilaku manusia dan sistem, dan hal tersebut
termasuk ke dalam akuntansi keuangan dan manajerial.
The accounting Information System
Akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis, karena dapat mengomunikasikan
informasi kepada seseorang, oganisasi, pemerintah, masyarakat, serta investor dalam
mengambil keputusan. Akuntansi juga dapat menjadi sistem informasi pada perusahaan.
Sistem Informasi Akuntansi telah membangun struktur dan aktifitas bisnis pada organisasi.
Sistem tersebut mencakup mengukur, merekam, dan meringkas kejadian ekonomi.
Where Accountants Work
Akuntan bekerja pada perusahaan bisnis, perusahaan non profit, serta kantor akuntan
publik. Akuntan yang bekerja pada perusahaan bisnis dan perusahaan non profit memiliki
peran sebagai perencanaan bisnis, memperbaiki sektor keuangan serta mengontrol. Pada
kantor akuntan publik para akuntan memiliki fungsi sebagai auditor, pekerjaannya mengaudit
perusahaan profit mauoun non profit. Tetapi akuntan pada kantor akuntan publik tidak hanya
berperan sebagai auditor, tetapi juga sebagai konsultan laporan akuntansi (dengan catatan
tidak boleh mengaudit perusahaan yang diberi jasa konsultasi laoran keuangan.
The behavioural Dimension of Accounting
Akuntansi tradisional hanya berfokus pada pelaporan dari informasi keuangan saja.
Tetapi sekarang tidak hanya informasi keuangan saja yang dibutuhkan tetapi lebih banyak
informasi pendukung laporan keuangan tersebut. Sehingga akuntan sekarang membutuhkan
data-data dari aktifitas perusahaan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan pemakai
laporan keuangan. Aktifitas-aktifitas tersebut termasuk lingkungan perusahaan, pemerintah,
CSR, dsb.

Definition and Scope


Akuntansi perilaku melalui peran akuntansi tradisional meliputi mengumpulkan,
mengukur, mencatat, dan melaoprkan informasi keuangan. Hal ini mencerminkan bahwa
dimensi akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia.
Lingkup akuntansi keprilakuan sangat luas, meliputi: perilaku manusia dalam
mendesain, membangun dan menggunakan sistem akuntansi, pembelajaran dari reaksi
manusia terhadap format dan isi dari laporan keuangan, cara informasi informasi untuk
pengambilan keputusan, teknik pengembangan pelaporan sebagai alat komunikasi pengguna,
serta pengembangan strategi untuk memotifasi dan menularkan perilaku, aspirasi, Dn tujuan
kepada penggerak organisasi.
Application of Behavioral accounting
Pada dasarnya tujuan dari akuntansi perilaku adalah untu mengukur dan mengefaluasi
pengukuran faktor perilaku yang relevan dan mengomunikasikan hasil pada pihak eksternal
maupun internal sebagai alat pengambil keputusan. Tanpa informasi yang lengkap laporan
akuntasi tidaklah komplit, dan pembuat keputusan tidak dapat menyajikan data yang relevan.
Behavioral Accounting : A Logical Extension Of Accountings Traditional Role
Pengambil keputusan memakai laporan akuntan yang memiliki informasi yang
didalamnya mengandung informasi yang relevan. Pemberian penjelasan pada laporan
keuangan tidak hanya menambah, tetapi dapat lebih menjelaskan lebih tentang data pada
laporan keuangan.
Akuntan telah dan masih sebagai sumber informasi sistem bagi perusahaan. Untuk itu
akuntansi keprilakuan tetap menjadi komponen penting bagi akuntansi keuangan maupun
akuntasi managemen.
Historical Development Of Behaviour accounting
Kepedulian terhadap akuntansi keprilakuan bisa dikatakan berawal pada tahun 1952
ketika Chris Argyis dibiayai oleh Fondation, beliau meneliti tentang The impact of Budget
on People, kemudian berlanjut pada penelitian yang dimuat dalam jurnal Harvard Business
Review dengan judul Human Problem with Budged. Argyris menjadi pioner dalam
penelitian di bidang keprilakuan dalam bisnis.

Chapter 2
Survey of Behavioral Science Concepts and Perspektiv.
Tujuan Ilmu Keprilakuan adalah memahami, menjelaskan dan memprediksi tingkah
laku manusia. Dan dalam membentuk secara umum mengenai prilaku manusia harus
dikumpulkan memalui bukti empiris yang dikumpulkan secara impersonal dengan prosedur
yang terbuka.
Menurut Bernard Berelson dan GA Steiner mengenai Ilmu Keperilakuan adalah penelitian
ilmiah sangat berkaitan langsung dengan tingkah laku manusia. Hal ini mencerminkan dua
hal yang menonjol dari ilmu keperilakuan yaitu penelitian ilmiah dan perilaku manusia,
Ilmu Keperilakuan adalah sisi kemanusiaan dari ilmu social. Dikarenakan ilmu
social termasuk disiplin antropologi, ekonomi, sejarah, ilmu politik, psikologi dan sosiolog.
Perilaku akuntan focus pada hubungannya perilaku manusia dan system akuntansi.
Proses akuntansi dipengaruhi oleh peristiwa ekonomi yang merupakan hasil dari perilaku
yang dilakukan oleh manusia. Perilaku akuntansi juga dapat merancang system informasi
yang dapat mempengaruhi motivasi karyawan, moral maupun produktivitas. Perilaku akuntan
juga paham bahwa laporan akuntansi memiliki tujuan utama, yaitu untuk mempengaruhi
perilaku untuk memotivasi suatu tindakan yang akan diinginkan.
Ilmu perilaku adalah bagian dari ilmu social, dan akuntansi perilakua merupakan
bagian dari akuntansi dan ilmu perilaku. Artinya bahwa semuanya mungkin terlibat dalam
penelitian mengenai teori motivasi, stratifikasi social maupun pembentukan sikap.
Ada beberapa hal yang berpengaruh terhadap perilaku organisasi, yaitu:

Teori Peran
Peran adalah perilaku nyata yang disebut norma. Norma adalah harapan dan
kebutuhan perilaku yang sesuai untuk suatu peranan tertentu. Setiap peran
berhubungan dengan suatu identitas yang menggambarkan individu bagaimana
mereka memecahkan suatu masalah dalam situasi tertentu. Salah satu aspek penting
dari teori peran adalah identitas dan perilaku yang diberikan secara sosial dan
berkelanjutan secara sosial.

Struktur Sosial

Studi keperilakuan manusia memiliki ketergantungandalam dua fakta. Pertama, orangorang bertindak secara teratur dengan pola yang sama. Kedua, orang-orang tidak
memikirkan bentuk, tetapi mereka saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Masyarakat dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari sejumlah manusia. Konsep
masyarakat yang terjadi bersifat kontinuitas dan kompleks antara hubungan
interpersonal dan kelembagaan. Masyarakat saling berinteraksi dalam kelompok,
peran, dan menjalin hubungan yang menjadi ciri kehidupan manusia.
Kultur/Budaya
Budaya merupakan salah satu titik pandang yang dijadikan jalan hidup oleh
masyarakat. Tidak terdapat masyarakat tanpa suatu budaya, dan budaya tidak ada
diluar suatu masyarakat. Aspek penting kultur/budaya adalah menjamin kelangsungan
hidup manusia, baik secara fisik maupun sosial.

Perbandingan antara Kerangka Idealis dan Materialistis


Kerangka idealis merupakan ide dan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat
merupakan penyebab munculnya norma budaya atau perilaku. Contohnya, masyarakat
teologis akan memiliki pandangan dengan masyarakat sekuler. Perbedaan-perbedaan pada
nilai-nilai dalam masyarakat akan membuat perbedaan dalam motivasi masyarakat dan dalam
perilaku utama mereka. Kerangka materialistik yang dicetus oleh Karl Marx menyatakan ide
bukanlah penyebab utama dari suatu perilaku. Akan tetapi ide tergantung pada basis ekonomi
dan hubungan masyarakat. Menurut mereka ide tidak menyebabkan pengembangan suatu
norma budaya, sistem ekonomi, atau sistem politik. Sebaliknya, mereka percaya bahwa jenis
tertentu dari sistem ekonomi akan menciptakan sebuah ideologi untuk membenarkan
kapitalisme.
Isi dari kerangka interaksionis adalah makna dan realitas yang ditentukan secara
sosial melalui proses interaksi antar manusia, mencapai definisi saling bersosial, dan secara
kolektif menyetujui "apa adanya". Interaksi dapat dilihat sebagai suatu alternatif dari teori
peran. Yang terjadi, teori interaksionis melihat beberapa kelemahan dalam teori peran dan
mengoreksi kelemahan tersebut. Teori interaksionis berpegang pada "model interior
manusia", yang mengasumsikan bahwa manusia termotivasi oleh kebutuhan, sikap, dan
harapan orang lain. Dalam interaksi simbolik, manusia terlibat dalam perilaku untuk saling
berpikir. Dalam pendekatan ini, perilaku adalah hasil dari negosiasi melalui interaksi.

Interaksi adalah suatu proses, dan melalui itu, identitas dinegosiasikan antara pihak
berinteraksi, dan kewajiban and kebenaran yang didefinisikan.