Anda di halaman 1dari 3

Jurnal Literasi Sains

Resume
[Pick the date]
Universitas Pendidikan Indonesia
Nisa S Istiqamah

Judul

A Method to Quantify Major Thees of Scientific Literasy in Scence


Textbooks
Metode untuk mengukur Literasi sains dalam buku pelajaran sains
Karya

Eugene L. Chiappetta; David A. Fillmann; Godrej H. Shethna


Abstrak:
Buku sains adalah alat yang paling sering digunakan siswa untuk mendapatkan
informasi mengenai pembelajaran sains. Buku juga dapat memengaruhi guru
dalam mengatur pembelajaran serta siswa untuk merasa berusaha dalam sains.
Secara umum, kebutuhan yang besar akan buku pelajaran mengharuskan buku
memuat konsepsi yang valid untuk membangun pendekatan ilmiah. Buku
pelajaran sains dapat menariki bagi siswa sekaligus memberikan ilustrasi
bagaimana sains, teknologi, dan kehidupan sosial saling terhubung.
Tujuan:
Membangun nilai validitas dan reliabilitas metode untuk enganalisis kuantitatif
konten dari buku text sains. Dengan membangun pendekatan dari empat aspek
literasi sains untuk menentukan kesetimbangan kurikulum dalam buku bacaan.
Review Literatur
Perkembangan studi sekarang membawa Garia (1985) menganalis textbook
sains kebumian dari berbagai aspek literasi sains. Garia memilih literasi sans
sebagai tema utama dari konten analisisnya karena ini merupakan kerangka
konseptual untuk hasil pendidikan sains. Dia menguji hasil keja dari banyak
peneliti dan organisasi dan menyusunya serta memisahkanya dalam 4 kategori
literasi sains.
Dari Hasil prosedur penelitianya, Garcia menghasilkan empat kategori iterasi
sains yakni a) sains sebagai ilmu pengetahuan b) Sains sebagai investigasi c)
Sains sebagai proses berfikir d) interaksi antara sains teknologi dan kehidupan
sosial. Dari hasil ituah, dengan sedikit modifikasi untuk menjelaskan setiap
kategori Garcia yang akan diguakan untuk menganalisis textbook sains sebagai
berikut:
1. Pengetahuan : menyajikan fakta, konsep, hukum, prinsip, hipotesis, teori,
bertanya pada siswa untuk menungkapkan kembali pengetahuanya.
2. Investgasi : Biasanya menstimulasi siswa untuk berfikir dan melakukan
percobaan sains. Mendorong siswa untuk menjawab pertanyaan
menggunakan benda tertentu, data dari grafik, data dari table,
mengkalkulasikan, mengungkapkan alasan atas jawaban siswa.
3. Proses berfikir : Pada aspek ini, merepresentasikan proses berfikir,
beralasan, dan merefleksikan pengetahuan. Ditunjukkan pada bagian

mendeskripsikan bagaimana ilmuan bereksperimen, menunjukkan sejarah


pengembangan ide, menggunakan metode sains dan problem solving.
4. Interaksi antara Sains, Teknologi, dan kehidupan sosial : Mendeskripsikan
manfaat mempelajari suatu materi, menunjukkan efek negative dari sains,
teknologi dan kehidupan sosial, mendiskusikan issu sosial, menyebutkan
karir di masa depan yang berhubungan dengan materi yang dipelajari.
Prosedur
5 textbook sains yang dianalisis yakni Life Science, Earth Science, Focus on
Physical Sccience, Modern Biology, Chemistry. 3 orang diminta menganalisis
kelima buku text tersebut dengan kerangka literasi sains, yang terdiri dari 2
orang yang memiliki pengalaman dengan metode ini, dan seorang guru sains
yang sudah mengajar lebih dari 10 tahun.
Result & discussion
ketiga penganalisis setuju bahwa sains sebagai pengetahuan mendominasi
buku teks dengan rata-rata 65.7. Sedangkan kedua terbanyak adalah sains
sebagai investigated sebanyak 24.2 kemudian interaksi antara sains, teknologi
dan society sebanyak 9 dan terakhir sains sebagai proses berfikir sebanyak 1.1
persen.
Judul

Do middle School Life Science Textbook Provide a Balance of


Scientific Literacy Themes?
Apakah buku Life Science pada sekolah menengah menyajikan
Karya

Eugene L. Chiappetta; David A. Fillmann; Godrej H. Shethna


Tujuan:
Menganalisis 5 buku Science Life yang secara luas digunakan untuk dianalisis
pada empat kategori literasi sains.
Dengan prosedur seperti penelitian sebelumnya, penulis menemukan temuannya
sebagai berikut:
Result & discussion
Kelima buku menunjukkan pendahuluan chapters dengan menunjukkan metode
saintifik sebagai pendekatan untuk mempelajari sains tentang kehidupan dan
sebagai cara memecakan masalah dan sangat sedikit bagian untuk interaksi
antara sains, teknologi, dan kehidupan sosial. Chapter lainya menekankan pada
dua kategori lainya yakni sains sebagai pengetahuan dan sains sebagai
investigasi.