Anda di halaman 1dari 16

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH GORONTALO
RESOR BONE BOLANGO

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


(S O P)
PENGAMANAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH

Gorontalo,

Juli 2015

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.

Umum

a.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan suatu proses konsolidasi


demokrasi untuk memunculkan kepala daerah yang berkualitas, melahirkan
stabilitas politik, pemerintahan yang efektif, dan bisa diterima oleh rakyat
dimana dalam pelaksanaannya sering terjadi kompetisi / persaingan antara
bakal calon kepala daerah baik yang berasal dari independen ataupun yang
diusung oleh partai politik dan atau gabungan partai politik.

b.

Kuatnya persaingan antar bakal calon Kepala Daerah, tentunya menjadi


potensi konflik yang mesti menjadi perhatian tersendiri bagi Polri yang
memiliki tugas pokok dan

peranan

dalam

memelihara

kamtibmas,

memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat


serta menegakkan hukum.
c.

Polres Gorontalo dalam rangka menghadapi agenda demokrasi pemilihan


kepala daerah, telah mempersiapkan diri baik sarana prasarana maupun
personel, guna mendukung pelaksanaan tugas pengamanan Pilkada
dimaksud, dan untuk mempermudah serta memberikan pedoman bagi
anggota dalam pelaksanaan tugas di lapangan selama pengamanan
Pilkada, maka telah dibuat suatu produk berupa SOP (Standar Operasional
Prosedur) Pengamanan Pemilihan Kepala

2.

Dasar
a.

Undang Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik


Indonesia

b.

Undang Undang Nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan peraturan


pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang
pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi undang-undang.

c.

Peraturan KPU Nomor 1 sd 12 Tahun 2015

d.

Program Prioritas Kapolri yang ke-9 yaitu mempersiapkan rencana


pengamanan dan rencana kontingensi pengamanan pemilukada serentak
yang akan jatuh di akhir 2015.

3.

e.

Renops Mantap Praja No : R / Ren Ops / 05 / V / 2015

f.

Perintah Pelaksanaan Operasi

Maksud dan Tujuan


a.

Maksud
Sebagai pedoman tindak bagi anggota Polri jajaran Polres Gorontalo dalam
melaksanakan tugas pengamanan kegiatan Pemilihan Kepala Daerah.

b.

Tujuan
Mengoptimalkan fungsi dan peran anggota Polri Polres Gorontalo yang
terlibat pengamanan Pilkada sehingga dapat berjalan efektif dan tepat
sasaran dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, dan kondusif
selama pelaksanaan kegiatan Pilkada mulai dari pendaftaran bakal calon
sampai dengan pelantikan bupati yang terpilih.

4.

Ruang Lingkup
Standar Operasional Prosedur (SOP) ini meliputi seluruh rangkaian kegiatan
tahapan Pilkada, prediksi kerawanan di masing-masing tahapan, serta cara
bertindak yang harus dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh anggota Polres
Gorontalo yang terlibat dalam pengamanan Pilkada.

5.

Tata Urut
a.

BAB I

PENDAHULUAN

b.

BAB II

PELAKSANAAN

c.

BAB III PENUTUP

BAB II
PELAKSANAAN
6.

Jadwal Tahapan Pilkada dan Kuat Personel yang Terlibat

7.

Prediksi Kerawanan dalam Tahapan Pilkada Kabupaten Bone Bolango

a.

Tahapan Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati


1)

2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)

b.

Tahapan Kampanye
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)
14)
15)
16)

c.

Tidak puasnya paslon atas putusan KPU yang menolak berkas


persyaratan paslon. (baik pendaftaran paket independen maupun
yang diusung parpol atau gabungan parpol).
Munculnya dualisme pencalonan dalam tubuh partai politik
Perseteruan antar kubu calon yang berasal dari partai yang sama
KPU tidak netral dalam penetapan pasangan calon
Tidak adanya ruang bagi bakal calon untuk menguji kebenaran hasil
penelitian administrasi persyaratan calon
Terhambatnya proses penetapan pasangan calon
Keberpihakan panwaslu menjadi pembelah / promotor bagi pasangan
calon yang kalah
Pengrusakan, pembakaran pasilitas publik
Bentrok massa pendukung
Terror / ancaman
Kemacetan arus lalu lintas

Diskreditkan calon lain / Black Campaign (kampanye hitam)


Pelibatan anak-anak dibawah umur
Pelanggaran ijin, waktu ,tempat dan aturan kampanye (pKPU No 7
tahun 2015)
Merobek / merusak tanda gambar calon bupati dan wakil bupati
Kampanye tidak sesuai jadwal
Menggangu kampanye calon lain
Kampanye diluar wilayah
Jurkam tidak sesuai dengan ijin
Provokasi oleh jurkam
Aniaya / perkelahian massa
Pengrusakan, pembakaran fasilitas publik
Bentrok massa pendukung
Terror / ancaman
Kemacetan dan kecelakaan lalu lintas
Penggunaan fasiltas Negara oleh paslon.
Pelibatan PNS dan perangkat pemerintah dalam menggalang massa
kepada salah satu paslon dengan menggunakan kewenangan
jabatannya.

Tahapan Masa Tenang


1)
2)
3)

Ancaman / terror
Kampanye terselubung
Kampanye rumah ke rumah

4)
5)
6)
7)

d.

Intimidasi kepada orang / kelompok


Money politic
Diskriminasi dalam pembersihan atribut kampanye.
Segala kegiatan yang dilakukan oleh tim sukses dan paslon dengan
dalih pemberian bantuan sosial ke masyarakat.

Tahapan Distribusi Logistik Pilkada


1).

e.

Jarak tempuh, medan serta cuaca yang berdampak terhadap giat


pendistribusian logistik pilkada.
2).
Upaya sabotase yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin
gagalkan pilkada.
3).
Kerusakan dan kekurangan logistik pilkada yang disebabkan oleh
factor cuaca, alam, maupun kelalaian dari petugas distribusi.
4).
Distribusi logistik tidak sesuai dengan alamat tujuan.
Tahapan Pemungutan Suara
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)
14)

f.

Terlambatnya distribusi logistik pilkada


Alat / sarana prasarana pencoblosan tidak lengkap
Mencoblos lebih dari satu kali dalam satu kertas suara
Menggunakan surat panggilan orang lain/ joki.
Intimidasi untuk memilih pasangan calon yang lain
Surat panggilan palsu
Pemilih cacat dan sakit tidak didampingi saksi
Terror / ancaman
Penghadangan pemilih yang akan menuju ke TPS
Penganiayaan / pengrusakan
Pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya
Adanya pemilih ganda.
Adanya pemilih yang berasal dari daerah lain diluar kabupaten yang
tidak sesuai dengan DPT.
Pemilih yang memaksakan diri mencoblos melewati batas waktu
yang telah ditentukan.

Tahapan Rekapitulasi dan Perhitungan Suara baik ditingkat TPS, PPK dan
tingkat KPU Kabupaten
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Surat suara tidak dihitung di TPS


Saksi tidak diberikan akses secara jelas untuk melihat keabsahan
dari surat suara hasil pencoblosan.
Kehadiran saksi yang tidak lengkap dari masing-masing paslon.
Manipulasi / penggelebungan suara
Sengaja merusak surat suara
Intimidasi/ terror terhadap penyelenggara pilkada.
hitung ulang
hilangkan surat suara / sabotase.

9)
10)
11)
12)
13)

g.

Tahapan Penetapan Paslon Terpilih oleh KPU Kabupaten


1)
2)
3)
4)
5)
6)

h.

unras oleh pendukung calon yang kalah


pengancaman, terror, intimidasi kepada anggota KPU
pengrusakan lokasi pelaksanaan rapat
potensial terjadi tudingan kerurangan terhadap KPU
calon kalah / tidak terpilih tidak menerima hasil penetapan
potensial terjadi gugatan ke PTUN maupun ke MK atas putusan KPU.

Tahapan Pengucapan Sumpah dan Janji Pasangan Calon Bupati dan Wakil
Bupati Terpilih.
1)
2)
3)
4)

5)

8.

calon kalah / tidak terpilih tidak menerima hasil rekapitulasi


perhitungan surat suara
Keberpihakan KPPS, PPK dan komisioner KPU terhadap salah satu
paslon.
Penolakan dari saksi paslon untuk tanda tangani berita acara.
Pengerahan massa oleh masing-masing paslon yang berdampak
terhadap timbulnya bentrok antar massa pendukung.
Kerusakan dan kekurangan logistik surat suara hasil rekapitulasi
perhitungan yang disebabkan oleh faktor cuaca, alam, maupun
kelalaian dari petugas penyelenggara Pilkada.

Potensial terjadi penolakan para pendukung yang kalah terhadap


penetapan calon bupati dan wakil bupati yang ditetapkan oleh KPU
Potensial terjadi penundaan pelantikan serta pengucapan sumpah
janji
Potensial terjadi aksi massa dari calon yang kalah unutk menunda
proses pelantikan
Potensi terjadi pemblokiran jalan oleh massa terhadap pejabat yang
akan melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah janji bupati
dan wakil bupati terpilih
Pengerahan massa secara besar besaran oleh calon yang kalah.

Cara bertindak
a.

Persiapan
Prinsip yang harus dipegang oleh seluruh anggota Polri Polres Bone
Bolango dalam menjalankan tugas adalah Tri Siap yaitu, Siap Diri artinya
Siap baik fisik maupun psikis (sehat jasmani dan rohani) termasuk
memahami tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya,
selanjutnya Siap Administrasi artinya dalam menjalankan tugas harus tertib
administrasi mulai dari surat perintah tugas s/d akhir penugasan membuat
laporan hasil penugasan dan terakhir adalah Siap Bertugas, artinya siap

menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan dan petunjuk-petunjuk yang


telah diberikan serta memahami SOP dan cara bertindak apabila
menghadapi permasalahan.
Adapun penjabaran dari Tri Siap sebagaimana tersebut di atas
adalah sebagai berikut :
1).

Perlengkapan:
Kelengkapan perorangan yang harus dibawa oleh anggota Polri yang
ditugaskan dalam pengamanan kegiatan Pilkada Kabupaten Bone
Bolango antara lain :

2).

a).

Identitas perorangn (KTP,KTA,SIM)

b).

Surat Perintah Tugas

c).

Buku/ kertas catatan/ alat tulis dan Format laporan yang harus
diisi.

d).

Menggunakan pakaian PDL A1/ PDL Sus dengan tutup kepala


baret/ fil cap

e).

Sarana Komunikasi (HP, HT,)

f).

Sarana Dokumentasi (HP, kamera)

Acara Pimpinan Pasukan (APP)


a).

b).

Ka Ops Res / Waka Ops Res / Karendal Ops Res Bone


Bolango wajib memberikan APP kepada seluruh anggota yang
akan bertugas dalam pengamanan Pilkada Kabupaten Bone
Bolango Tahun 2015 meliputi :
(1)

tugas dan tanggung jawab anggota Polres dalam


mengamankan Pilkada

(2)

netralitas anggota untuk tidak bertindak diskrimintatif


ataupun berpihak kepada salah satu calon kandidat,

(3)

Cara Bertindak anggota


permasalahan dilapangan
dilarang dan yang boleh
petugas dalam menjalankan
setiap tahapan Pilkada.

Polri jika menghadapi


termasuk hal-hal yang
dilakukan oleh seorang
tugas pengamanan pada

Ka Ops Res / Waka Ops Res / Karendal Ops wajib


melaksanakan pengecekan terhadap kelengkapan anggota
yang akan melaksanakan tugas yang meliputi kelengkapan

perorangan, kesiapan kendaraan yang akan digunakan /


sarana prasarana maupun kelengkapan pendukung lainnya
termasuk dukungan anggaran bagi anggota yang akan
bertugas serta pengecekan terhadap pemahaman anggota
terhadap tugas tugas yang akan dilaksanakannya.

b.

PELAKSANAAN
1).

Cara Bertindak pada Tahapan Pendaftaran Bakal Calon Bupati


a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

i)

Anggota yang melaksanakan tugas pengamanan menempati


pos/ titik sesuai ploting personel / rencana pengamanan yang
telah dibuat.
Monitoring situasi sesuai obyek/ sasaran pengamanan (orang,
barang, tempat dan kegiatan) pada lokasi yang menjadi tugas
dan tanggung jawabnya.
Untuk anggota yang diploting di pintu masuk kantor KPU,
melaksanakan pembatasan terhadap orang-orang yang boleh
masuk (memiliki ID Card) dan yang tidak boleh sesuai
kesepakatan hasil rapat.
Untuk anggota yang diploting di halaman kantor KPU,
melaksanakan pengawasan terhadap gerak-gerik massa
pendukung yang ikut serta dalam giat pendaftaran paslon
bupati dan wakil bupati.
Untuk anggota lalu lintas melaksanakan pengawalan dan pam
jalur dari titik kumpul masing-masing paslon bupati/wabup
menuju kantor KPU Kabupaten Bone Bolango dan kembalinya.
Untuk anggota yang bertugas di Pam Tertutup, melaksanakan
monitoring mulai dari posko/ titik kumpul paslon , kegiatan
paslon dan pendukung selama di Kantor KPU hingga
kembalinya Paslon dan massa pendukung ke posko sampai
dengan bubarnya massa pendukung.
Dalam melaksanakan tugas, wajib memberikan informasi
perkembangan situasi kepada perwira pengendali secara
berjenjang.
Apabila terjadi menemukan persoalan/permasalahan, sedapat
mungkin mengambil langkah-langkah dengan mengedepankan
diskresi, apabila permasalahan tersebut tidak dapat diatasi,
agar segera melapor kepada perwira pengendali secara
berjenjang.
Anggota yang bertugas dapat mengambil tindakan hukum
sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku apabila
menemukan kejadian yang perlu dilakukan tindakan hukum
dengan segera dan tetap dilaporkan kepada Perwira
Pengendali.

j)

2).

Dalam pelaksanaan tugas tetap dibawah kendali perwira


pengendali terkecuali apabila menemukan suatu kejadian yang
perlu diambil langkah diskresi namun tetap dilaporkan kepada
Perwira Pengendali.

Cara Bertindak pada Tahapan Kampanye


a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)
i)

j)

Anggota pengamanan menempati pos/ titik sesuai dengan


ploting dalam rencana pengamanan kampanye yang telah
dibuat.
Anggota pengamanan wajib menguasai lokasi dimana
ditempatkan meliputi jalur-jalur menuju lokasi giat, kerawanan
lokasi giat, rencana escape apabila terjadi sesuatu hal yang
tidak diinginkan., tidak dibenarkan anggota bergerombol di
satu tempat dan meninggalkan tempat yang menjadi tanggung
jawabnya.
Selama
kegiatan
kampanye,
anggota
pengamanan
melaksanakan monitoring situasi baik di lokasi kampanye
maupun lokasi di lingkungan luar seputar lokasi kampanye.
Anggota pengamanan wajib memberikan himbauan/ teguran
terhadap massa kampanye yang melakukan pelanggaran lalu
lintas dengan tegas namun tetap humanis.
Apabila pada saat pengamanan melihat/menemukan dugaan
pelanggaran terhadap kegiatan kampanye, agar berkoordinasi
dengan pihak panwas, tidak dibenarkan anggota
pengamanan mengambil tindakan di luar kewenangan Polri.
Anggota pengamanan dapat melakukan tindakan hukum
apabila menemukan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh
massa kampanye seperti mabuk, bawa sajam, buat keributan,
dan sebagainya, tindakan yang diambil dibawah perintah
Perwira Pengendali maupun berdasarkan diskresi namun tetap
dilaporkan kepada Perwira Pengendali.
Anggota yang melaksanakan tugas pengamanan Jalur, harus
dapat menyiapkan/ mengatur jalur yang dapat mencegah
bertemunya massa pendukung dari paslon yang berbeda guna
mencegah terjadinya konflik antar massa pendukung termasuk
jalur escape bagi jurkam, tokoh parpol termasuk paslon.
Anggota pengamanan wajib melaporkan setiap perkembangan
situasi kepada Perwira Pengendali.
Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, anggota
pengamanan sedapat mungkin mengamankan juru kampanye
maupun tokoh politik termasuk paslon ketempat yang aman
melalui jalur escape yang telah disiapkan.
Anggota yang bertugas sebagai pam tertutup, melaksanakan
monitoring terhadap giat kampanye yang berlangsung dan

10

mencatat/serta mendokumentasikan apabila ditemukan


pelanggaran kampanye, sebagai data kepolisian untuk proses
lebih lanjut apabila diperlukan.

3).

Cara bertindak pada tahapan Massa Tenang


a)

b)

c)

d)

4).

Anggota intelkam melakukan penggalangan terhadap tokoh


tokoh politik, kader dan tim sukses untuk tidak melakukan
aktivitas politik dan melaksanakan penyelidikan kemungkinan
adanya gangguan keamanan pada saat masa tenang dari
pihak pihak yang tidak menginginkan terselenggaranya
pemilu berjalan dengan aman, tertib dan lancar
Anggota sabhara melaksanakan patroli untuk menjaga
wilayahnya dari berbagai pelanggaran pemilu, mengamankan
proses pembersihan tanda gambar parpol serta mencegah
munculnya gangguan keamanan.
Intensifkan pelaksanaan patroli baik terbuka maupun tertutup
guna mencegah terjadinya money politik/serangan fajar yang
dilakukan oleh masing-masing paslon jelang pemungutan
suara.
Apabila pada saat masa tenang anggota yang melaksanakan
patroli melihat/menemukan dugaan pelanggaran Pilkada, agar
berkoordinasi dengan pihak Panwas, tidak dibenarkan
anggota mengambil tindakan di luar kewenangan Polri.

Cara bertindak pada saat Distribusi Logistik Pilkada


a)

b)

c)

Distribusi logistik pemilu wajib dikawal ketat oleh anggota Polri


yang telah ditunjuk bersama dengan petugas KPU, sebelum
dilaksanakan distribusi agar berkoordinasi
dengan
Penyelenggara Pilkada untuk memastikan logistik yang akan
didistribusikan meliputi jumlah, kondisi logistik maupun alamat
distribusi guna menghindari salah alamat maupun jumlah surat
suara yang tidak sesuai dengan kebutuhan di TPS yang akan
dituju,
Anggota
yang melaksanakan Pam TPS bersama-sama
dengan KPPS wajib mengawal dan mengamankan logistik
pilkada dari PPK ke TPS atau tempat yang telah ditentukan
oleh KPPS (aman dan netral)
Dilarang keras anggota meninggalkan tempat dimana
logistik
pilkada
disimpan
sementara
sebelum
didistribusikan ke TPS.

11

5).

Cara bertindak pada saat tahapan Pemungutan suara


a)

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)
i)

j)

k)

Anggota
sat
intelkam
melaksanakan
penyelidikan
kemungkinan adanya gangguan keamanan pada saat
pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dari pihak
pihak yang tidak menginginkan terselenggaranya pemilu
dengan aman, tertib dan lancar
Anggota yang bertugas di TPS segera menempati TPS
masing-masing pada saat H 2 selanjutnya kenali semua
petugas KPPS , linmas termasuk kepala desa di lokasi TPS
dimana ditempatkan.
Khusus untuk anggota yang bertugas di wilayah
Kecamatan Pinogu H - 3 sudah menempati tempat
tugasnya dan kenali semua petugas KPPS , linmas termasuk
kepala desa.
Anggota yang bertugas di TPS wajib melaksanakan survey
lokasi TPS yang akan diamankan termasuk pelajari kerawanan
lokasi TPS serta melakukan antisipasi terhadap segala
kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Selama pelaksanaan pemungutan suara, anggota Pam TPS
melaksanakan pengawasan terhadap gerak-gerik masyarakat
yang akan melakukan pencoblosan termasuk lingkungan
sekitar TPS guna antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,
dilarang keras anggota pam TPS meninggalkan TPS yang
menjadi tanggung jawabnya sampai dengan logistik hasil
rekapitulasi hitung suara tiba di PPK.
Anggota yang melaksanakan Pam di TPS dilarang masuk ke
area dalam TPS terkecuali atas permintaan dari ketua KPPS
dalam hal terjadi keributan/ adanya pihak-pihak yang akan
mengganggu jalannya rekapitulasi hitung suara.
Anggota Pam TPS dapat memberikan himbauan, teguran
bahkan tindakan hukum kepada masyarakat yang akan
mengganggu jalannya pemungutan suara.
Anggota Pam TPS wajib melaporkan perkembangan situasi ke
Posko khususnya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pamatwil yang telah ditunjuk , wajib melaksanakan
pengecekan terhadap pelaksanaan tugas anggota di TPS baik
sebelum, selama dan setelah pelaksanaan pemungutan
suara, dan wajib melakukan teguran terhadap anggota yang
tidak melaksanakan tugas dengan baik.
Pamatwil segera berkoordinasi dengan Karendal Ops Res
apabila ditemukan TPS yang kosong karena anggota sakit/
berhalangan, guna segera dicarikan penggantinya.
Bagi anggota yang stand by di mako Polres dan Polsek,
melaksanakan kegiatan patroli di TPS-TPS yang dianggap
rawan.

12

6).

Cara bertindak pada tahapan Rekapitulasi dan perhitungan suara


mulai dari TPS, PPK, sampai dengan KPUD.
a)

b)
c)

d)

e)

f)

g)

h)

i)

Anggota
sat
intelkam
melaksanakan
penyelidikan
kemungkinan adanya gangguan keamanan pada saat
rekapitulasi dan penghitungan suara dari pihak pihak yang
tidak puas dengan hasil sementara yang diperoleh
Anggota Pam TPS dilarang meninggalkan TPS selama
pelaksanaan rekapitulasi dan perhitungan suara.
Hasil rekapitulasi suara mulai dari tingkat TPS s/d KPU,
agar dicatat pada formulir yang telah disiapkan dan wajib
mendokumentasikan ulangi wajib mendokumentasikan
Tabulasi rekapitulasi perolehan suara
dengan
menggunakan kamera / HP sebagai bukti guna antisipasi
terjadinya penggelembungan surat suara dan atau munculnya
gugatan dari paslon/ Tim sukses/ saksi paslon.
Anggota yang melaksanakan Pam TPS wajib meminta salinan
/ foto copy formulir C1 hasil rekapitulasi hitung suara dan atau
mendokumentasikannya dengan menggunakan HP/ kamera.
Agar anggota pam TPS melaporkan hasil rekapitulasi
hitung suara sesegera mungkin menggunakan alkom / HP
yang dimiliki ke Posko Operasi.
Padal / Pamatwil bertanggung jawab mengkompulir
formulir rekapitulasi hasil hitung suara yang telah diisi
oleh anggota Pam TPS dan sesegara mungkin diserahkan
ke Posko Operasi.
Selesai rekapitulasi dan penghitungan suara di TPS, anggota
pam TPS wajib terus melaksanakan pengawalan terhadap
logistik suara hasil pemungutan suara hingga ke PPK, dan
kemudian dilaksanakan penjagaan di PPK sesuai dengan
jadwal
yang
telah
dibuat/
diatur
oleh
perwira
pengendali/Pamatwil (dilarang meninggalkan logistik suara
hasil pemungutan suara tanpa penjagaan dari petugas polri).
Setelah logisitik suara hasil pemungutan suara tiba di KPUD,
maka pengamanannya dilaksanakan oleh personel yang telah
ditunjuk sesuai dengan surat perintah berdasarkan rencana
pengamanan yang telah dibuat, dan dilarang keras
meninggalkan kantor KPUD hingga pelaksanaan penetapan
pasangan calon terpilih.
Anggota Polri wajib hukumnya menjaga hasil pemungutan
suara dari berbagai upaya yang dapat berakibat terjadinya
perubahan terhadap hasil rekapitulasi surat suara.

13

j)

7).

Cara bertindak pada tahapan Penetapan Pasangan Calon terpilih


a)

b)

c)

d)

8).

Anggota sat sabhara yang bertugas patroli agar melaksanakan


patroli untuk back up tempat tempat rekapitulasi dan
penghitungan suara mulai dari TPS hingga ke KPUD.

Anggota sat intelkam melaksanakan deteksi dini kemungkinan


adanya ancaman dari pihak pihak tertentu yang tidak puas
dengan hasil penetapan pasangan calon
Anggota Polres Gorontalo yang telah di sprinkan
melaksanakan penjagaan, pengawalan terhadap komisioner
KPU dan patroli pada kantor KPUD, kediaman / rumah tinggal
komisioner KPU maupun terhadap kediaman pasangan calon
terpilih.
Melaksanakan tindakan hukum sesuai dengan prosedur
hukum yang berlaku apabila ditemukan pelanggaran hukum
khususnya terhadap upaya-upaya yang mengganggu
kamtibmas sebagai efek ketidakpuasan terhadap keputusan
KPU.
Anggota Bimmas agar senantiasa memberikan himbauan
kepada seluruh masyarakat baik melalui radio maupun
penerangan keliling untuk tetap menjaga situasi kamtibmas
dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak
bertanggung jawab dan ingin memperkeruh situasi.

Cara bertindak pada tahapan


Sumpah Janji
a)

b)

c)

Pelantikan dan Pengambilan

Anggota satuan intelkam Melaksanakan penyelidikan dan


penggalangan terhadap kelompok / pendukung yang kalah
agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum
sehingga kemungkinan adanya gangguan keamanan pada
saat pelantikan dan sumpah janji dari pihak pihak yang tidak
puas dapat di cegah dan diminimalisir
Anggota yang telah ditunjuk agar hadir mendahului di lokasi
kegiatan guna melakukan pengecekan terhadap lokasi
kegiatan maupun lingkungan sekitar lokasi kegiatan guna
mencegah terjadinya sabotase atau hal-hal yang tidak
diinginkan .
Anggota yang ditugaskan dilokasi wajib mempelajari situasi
dan kondisi lokasi meliputi pintu masuk, pintu keluar serta

14

d)

e)

f)

9)

mempersiapkan jalur escape apabila terjadi sesuatu yang tidak


diinginkan.
Anggota yang bertugas dilokasi yang ditunjuk pada lokasi
parker, agar melaksanakan pengaturan parkir tamu undangan,
termasuk menyiapkan jalur escape apabila terjadi sesuatu hal
yang tidak diinginkan.
Pada saat tamu undangan memasuki gedung pelantikan,
anggota yang bertugas di lokasi wajib mengawasi gerak-gerik
maupun barang bawaan yang dibawa oleh tamu undangan
guna antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Anggota pam tup lainnya agar tetap memonitor situasi, guna
mencegah pihak-pihak yang akan menggagaalkan jalannya
pelantikan.

Cara bertindak anggota yang terlibat dalam Penegakkan hukum


terpadu (Gakkumdu) :
a)

b)

c)
d)

Setelah Panwas menerima dan atau menemukan laporan dari


masyarakat/ tim sukses / Petugas Pam tentang adanya
pelanggaran Pilkada, maka anggota Gakkumdu segera
melakukan pengkajian laporan guna menentukan jenis
pelanggaran, apakah termasuk pelanggaran administrasi ,
pelanggaran / Pidana Pilkada.
Penyidik Gakkumdu segera menindaklanjuti laporan yang
diterima dari Panwas dan dalam kurun waktu 14 hari berkas
perkara harus sudah diserahkan ke JPU.
Penyidik Gakkumdu wajib menguasai segala peraturan
perundang-udangan Pilkada.
Penyidik Gakkumdu harus bersifat netral , dilarang
melakukan tindakan diskriminasi, tidak berpihak kepada salah
satu paslon dan tidak boleh menerima sesuatu dalam bentuk
apapun dari terlapor/ pelapor atau dari pihak-pihak yang
bersengketa.

15

9..

FORMULIR DATA TPS DAN CARA PENGISIAN


Contoh Blangko Pengamana TPS

DAPIL
KECAMATAN
DESA
TPS
JML SURAT SUARA DITERIMA
PETUGAS POLRI :

NO

1
1
2
3
4
5
6

PASLON

:
:
:
:
:
/ HP :

JML
JML
PEROLEHAN DPT
SUARA

2
A
B
C
D
E
F

JML
SURAT SUARA

JML
PEMILIH

KET
SAH

TIDAK
RUSAK
SAH
7
8

SISA
9

10

..Desember 2015
Petugas Pam TPS

BrigNRP..

KETERANGAN :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Kolom 1 diisi nomor urut.


Kolom 2 diisi nama pasangan calon sesuai nomor urut
Kolom 3 diisi Jumlah Perolehan suara yaitu jumlah suara yang diperoleh masingmasing pasangan calon
Kolom 4 diisi Jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yaitu Data Pemilih yang sudah
didatakan oleh KPU dan memiliki/ mempunyai Hak Pilih..
Kolom 5 diisi Jumlah Pemilih yaitu Jumlah keseluruhan masyarakat/ pemilih yang
telah menggunakan hak pilihnya
Kolom 6 diisi Jumlah surat suara sah yaitu surat suara yang dinyatakan sah oleh
ketua KPPS dan diakui oleh masing-masing saksi paslon.
Kolom 7 diisi Jumlah surat suara tidak sah yaitu surat suara yang dinyatakan tidak
sah oleh ketua KPPS dan diketahui oleh masing-masing saksi dari paslon.
Kolom 8 diisi jumlah surat suara rusak yaitu surat suara yang dinyatakan rusak
sebelum pelaksanaan pencoblosan dimulai .
Kolom 9 diisi sisa surat suara yaitu sisa surat suara yang tidak digunakan di TPS
Kolom 10 diisi Keterangan misal: ketidakhadiran salah satu saksi dari paslon.

16

Catatan : Jumlah surat suara yang diberikan sesuai dengan ketentuan KPU ke
masing-masing TPS sesuai jumlah DPT + 2 % Jumlah DPT,
contoh : apabila jumlah DPT 300 orang, maka surat suara yang harus ada di TPS
sebanyak 300 + 2% dari 300 = 300 + (2% X 300) = 300+6= 306.

BAB III
PENUTUP
Demikian Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan pemilihan kepala
daerah ini disusun sebagai pedoman bagi anggota Polri Polres gorontalo dalam
pelaksanaan tugas Pam Pilkada Kabupaten Gorontalo dan GORUT.

Gorontalo,
Maret 2016
KEPALA BAGIAN OPERASIONAL

TTD
I PUTU SATMANADIKA, SIP
AJUN KOMISARIS POLISI NRP 64070543