Anda di halaman 1dari 10

PENGANTAR HUKUM BISNIS

Hukum Perseroan dan bentuk-bentuk


kegiatan Usaha

Perusahaan
Menurut

H.M.N
Purwosutjipto,
Perusahaan dagang adalah salah satu
bentuk
perusahaan
perseorangan,
sedangkan
perusahaan
perseorangan
adalah perusahaan yang dilakukan oleh 1
orang pengusaha, hal ini berbeda dengan
persekutuan yang terletak pada jumlah
pengusaha yang terdiri dari 2 orang atau
lebih.

Perusahaan
Menurut Undang-undang no. 3 tahun

1982 tentang wajib daftar perusahaan


pasal 1b, yaitu:
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha
yang menjalankan setiap jenis usaha yang
bersifat tetap dan terus menerus dan yang
didirikan,
bekerja
serta
berkedudukan.dalam
wilayah
Negara
Republik
Indonesia,
untuk
tujuan
memperoleh keuntungan dan atau laba.

Perusahaan
Menurut Prof. Mr. W.L.P.A. Molengraf,

pengertian perusahaan dari sudut pandang


ekonomi adalah keseluruhan perbuatan
yang dilakukan secara terus-menerus,
bertindak keluar untuk mendapatkan
penghasilan dengan cara memperniagakan
barang-barang,
menyerahkan
barangbarang, atau mengadakan perjanjianperjanjian persediaan.

Bentuk-bentuk Perusahaan
Perusahaan Perseorangan
Menurut H.M.N Purwosutjipto, perusahaan perseorangan

adalah perusahaan yang didirikan oleh satu (1) orang


pengusaha, dimana tidak ada peserta lain disampingnya.
Dimana apabila banyak orang yang bekerja pada
perusahaan tersebut adalah pembantu dari pengusaha
dalam menjalankan usahanya yang bersifat perburuhan
dan pemberi kuasa. Selain itu dalam pendiriannya,
modal juga hanya berasal dari satu orang.
Menurut H.M.N. Purwosutjipto, bentuk perusahaan
perseorangan secara resmi tidak ada. Namun
masyarakat telah mengenal dan menerima bentuk
perusahaan perseorangan ini. Pada umumnya
masyarakat yang ingin menjalankan usahanya dalam
bentuk perusahaan perseorangan ini menggunakan
bentuk Perusahaan Dagang (PD) atau Usaha Dagang
(UD).

Perusahaan Perseorangan
Ada beberapa nilai positif yang dapat diambil dengan

menjalankan perusahaan perseorangan, diantaranya:


Pemilik dapat mengambil keputusan dengan bebas.
Perusahaan mudah didirikan dan mudah dibubarkan.
Keuntungan yang diterima perusahaan menjadi hak dari pemilik

perusahaan secara keseluruhan.


Rahasia perusahaan dapat lebih terjaga.
Pemilik akan berusaha sebaik mungkin mempertahankan
perusahaannya.


Namun selain beberapa nilai positif, tentunya ada juga nilai

negatif yang ditimbulkan oleh perusahaan perseorangan, yaitu:


Tanggungjawab yang dimiliki pemilik tidak terbatas.
Kelangsungan hidup perusahaan kurang terjamin.
Sumber keuangan perusahaan sangat terbatas.
Pengelolaan manajemen yang kompleks.
Apabila pemilik meninggal, maka kelangsungan bisnis terancam.

Perusahaan Tidak Berbadan


Hukum
Perusahaan

tidak
berbadan
hukum
merupakan
perusahaan yang kekayaannya tidak terpisahkan dari
pemilik
perusahaan,
dimana
pada
prinsipnya
perusahaan ini tidak memiliki kekayaan sendiri, dalam
pendiriannya menurut H.M.N Purwosutjipto, perusahaan
tidak berbadan hukum tidak memerlukan syarat
pengesahan akta pendirian oleh pemerintah yang
dimana hal ini merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh
perusahaan berbadan hukum.
Beberapa jenis perusahaan yang tidak berbadan hukum
adalah:
Persekutuan Perdata.
Persekutuan Firma.
Persekutuan Komanditer.

Perusahaan Badan Hukum


Perusahaan berbadan hukum merupakan

perusahaan yang memiliki harta kekayaan sendiri


dimana, harta perusahaan dan harta pemilik
dipisahkan secara jelas, perusahaan jenis ini juga
memiliki hak dan kewajiban, dapat melakukan
perbuatan hukum dalam hubungan hubungan
hukum dan dapat digugat dan menggugat di
depan pengadilan
Contoh perusahaan yang badan hukum adalah
Perseroan Terbatas (PT)
Perusahaan Umum (PU)
Perusahaan Perseroan (Persero)

Perusahaan Badan Hukum


Perusahaan Negara (BUMN)
Menurut UU No. 19 Tahun 2003, BUMN adalah badan usaha yang

seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara


melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan
negara yang dipisahkan.

Maksud dan tujuan pendirian BUMN adalah :


a) memberikan

b)
c)

d)
e)

sumbangan bagi perkembangan perekonomian


nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada
khususnya;
mengejar keuntungan;
menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan
barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi
pemenuhan hajat hidup orang banyak;
menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat
dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi;
turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada
pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.

Perusahaan Swasta
Perusahaan swasta adalah perusahaan yang modalnya

dimiliki seluruhnya oleh pihak swasta tanpa ada campur


tangan dari pemerintah,

Perusahaan swasta ini ada tiga macam, yaitu :


Perusahaan swasta nasional

Perusahaan swasta milik warga Negara Indonesia ;


Perusahaan swasta-asing

Perusahaan swasta milik warga Negara asing ;


Perusahaan swasta campuran (joint-venture)

Perusahaan swasta milik warga negara Indonesia dan

warga negara asing ;