Anda di halaman 1dari 5

EVOLUSI GAJAH DARI ZAMAN PRASEJARAH HINGGA SEKARANG

Sumaher Ompusunggu
21100114140099
Teknik Geologi , Universtias Diponegoro

ABSTRAK
Evolusi merupakan teori dalam biologi yang memostulasikan bahwa berbagai tipe binatang dan tumbuhan berasal dari tipetipe yang sebelumnya telah ada. Evolusi merupakan teori dalam biologi yang memostulasikan bahwa berbagai tipe binatang dan
tumbuhan berasal dari tipe-tipe yang sebelumnya telah ada bahwa perbedaannya karena modifikasi dari generasi ke generasi. Gajah
adalah mamalia terbesar yang hidup di muka bumi. Jurnal ini ditulis untuk mengetahui bagaimana perkembangan dan persebaran
gajah dari zaman prasejarah hingga sekarang serta faktor faktor yang mempengaruhi persebaran dan perkembangan gajah tersebut.
Selain itu untuk mengetahui permasalahan permasalahan yang berdampak pada gajah dan cara mengatasinya.Metode penelitan
yang digunakan pada jurnal ini menggunakan metode kajian pustaka dari data sekunder yang diambil dari beberapa sumber di
internet.Hasil data yang diperoleh adalah gajah pertama diketahui pada zaman Eosen dan berevolusi hingga sekarang.
Keyword : Gajah, persebaran, evolusi.

PENDAHULUAN
Semua makhluk hidup memiliki hubungan
kekerabatan berdasarkan
moyang yang sama.
Charles Darwin menulis buku Origin of Spesies,
mendukung adanya teori evolusi. Gajah adalah
mamalia darat terbesar yang masih hidup, serta famili
dari ordo Pachyderm, dan satu-satunya famili yang
tersisa dari ordo Proboscidea. Gajah saat ini memiliki
dua spesies di dunia yaitu, gajah asia dan gajah
afrika.Pada dasarnya gajah di bumi dahalu kala gajah
belum diklasifikasikan menjadi dua spesies. Gajah
adalah hewan herbivora yang dapat ditemukan di
daerah savana, hutan, dan gurun. Mereka akan
tinggal di daerah dekat air.
Gajah di bumi ini perkembang dan menyebar
sesuai dengan perkembangan zaman. Sebelumnya
ada lebih dari 161 keluarga dari proboscidea.Pertama
kali ordo ini di ketahui selama masa oligosen sampai
awal eosen.Maka dari jurnal ini di tulis untuk
mengetahui bagaima evolusi dan persebaran gajah di
bumi ini.
Evolusi merupakan teori dalam biologi yang
memostulasikan bahwa berbagai tipe binatang dan
tumbuhan berasal dari tipe-tipe yang sebelumnya
telah ada bahwa perbedaannya karena modifikasi dari
generasi ke generasi. Dapat dikatakan bahwa variasi
yang tidak terbatas pada makhluk hidup merupakan
buah proses evolusi.
METODOLOGI
Paper ini disusun berdasarkan data-data yang
penulis dapatkan dari berbagai referensi dalam

bentuk lisan maupun tulisan. Referensi tulisan


didapatkan dari artikel-artikel di website. Data yang
didapatkan disatukan demi mendukung interpretasi
penulis. Sehigga jadilah paper ini.
EVOLUSI GAJAH
a. Pada zaman Eosen
Paleomastodon
Palaeomastodon adalah genus Proboscidea
yang telah punah. Fosil Palaeomastodon telah
ditemukan di Afrika, Hidup sekitar 36-35 juta
tahun lalu. Mereka dipercaya sebagai nenek
moyang dari gajah ataupun mastodon. Genus ini
berkerabat dengan Moeritherium.
Palaeomastodon memiliki gading, baik atas
maupun bawah. Mereka memiliki belalai.
Tingginya mencapai 1 sampai 2 meter dan
beratnya mencapai 2 ton. Gading bawahnya
berbentuk pipih ketimbang berujung kerucut, dan
kemungkinan digunakan untuk menyekop
tumbuhan dari perairan berawa.
Moeritherium
Moeritherium ('hewan dari Danau Moeris')
adalah genus yang terdiri dari beberapa spesies.
Mamalia prasejarah ini berkerabat dengan gajah
dan, lebih jauh lagi, sapi laut. Mereka hidup pada
masa Eocene.
Spesies Moeritherium adalah hewan
mirip babi yang hidup sekitar 37-35 juta tahun
lalu. Bentuk Moeritherium menyerupai tapir
modern atau kuda nil pigmi.

b. Pada Zaman Oligosen


Mastadon atau mastodont (bahasa Yunani:
, "puting" dan , "gigi") adalah
spesies mamalia bergading besar dari genus
Mammut yang ditemukan di Asia, Afrika, Eropa,
Amerika Utara dan Amerika Tengah.[1]
Mastodon Amerika adalah spesies yang terkini
dan paling terkenal dari kelompok ini. Yang
membingungkan, beberapa genera proboscid dari
famili gomphothere memiliki nama yang agak
mirip (contohnya Stegomastodon) namun
mereka sebenarnya lebih berkerabat dekat
dengan gajah dibanding para mastodon.
Genus ini diangkat sebagai nama dari famili
Mammutidae, termasuk dalam ordo Proboscidea.
Fisik mereka tidak jauh berbeda dengan famili
Elephantidae, termasuk mamut; tetapi, mastodon
memakan dedaunan dan dahan pohon sedangkan
mamut adalah perumput.
c. Pada zaman miosen
Deinotherium
Deinotherium
("Hewan
buas
Mengerikan"), atau disebut Gading Pencangkul
adalah kerabat raksasa dari gajah modern yang
muncul di Pertengahan Miosen dan berlanjut
hingga Awal Pleistocene. Saat itu ia hanya
berubah
sedikit.
Dalam
kehidupannya
Deinotherium sama seperti gajah modern,
kecuali belalainya yang lebih pendek, dan ia
memiliki gading melengkung yang melekat di
rahang bawahnya.
Deinotherium adalah mamalia darat terbesar
ketiga didunia, hanya Indricotherium dan
Mammoth Sungai Songhua (Mamuthus Sungari)
yang menandinginya (walaupun Mammuthus
imperator bisa hamppir sebesar Mammuthus
Sungari). Deinotherium jantan dapat tumbuh
setinggi 3,5 hingga 4,2 meter pada pundaknya,
walaupun beberapa spesimen besar bisa
mencapai 5 meter. Beratnya diperkirakan
mencapai 5 sampai 10 ton, dengan jantan
besarnya yang dapat mencapai 14 ton.
Platybelodon
Platybelodon ("taring senjata datar") adalah
genus mamalia herbivora besar yang berkerabat
dengan gajah (ordo Proboscidea). Mereka hidup
di masa Miosen, sekitar 15-4 juta tahun lalu, dan
hidup di Afrika, Eropa, Asia dan Amerika Utara.
Walaupun mereka bertahan hidup pada masanya,

mereka tidak bertahan hidup setelah masa


Miosen.
Platybelodon sempat dipercaya bahwa
mereka mencari makan dalam daerah berrawa di
padang sabana yang berumput, menggunakan
giginya untuk mencabut tumbuh-tumbuhan air
dan tumbuhan semi akuatik. Namun, bentuk
giginya justru membuktikan bahwa mereka
menggunakan gading bawahnya untuk merobek
kulit pohon, dan mungkin menggunakan ujung
rahang bawahnya yang berbentuk sekop seperti
sabit zaman sekarang, menggenggam dahan
pohon dengan belalainya dan menggosoknya
dengan gigi bawahnya untuk memotongnya dari
pohon. Mereka biasa disebut sebagai "taring
sekop."
Gompotherium
Gomphotherium("Welded Beast") adalah
genus prosboscidea yang berevolusi di Amerika
Utara pada awal Miosen dari 13.650-3.6 juta
tahun lalu, dan bertahan hidup selama 10 juta
tahun.
Mereka kemudian menyebar ke benua Asia,
Eropa dan Afrika setelah menurunnya ketinggian
air laut yang memungkinkan mereka untuk
menyeberang.Mereka bertahan di masa Pliosen,
dan sisa-sisanya telah ditemukan di Perancis,
Jerman, Austria, Kansas, Pakistan dan Kenya
kerangka Gomphotherium angustidens.
Gomphotherium, juga dikenal dengan nama
Trilophodon, Tetrabelodon, atau Serridentinus,
berdiri setinggi 3 m (9,8 kaki), dan memiliki
banyak kemiripan dengan gajah modern. Namun,
mereka punya empat taring; dua di rahang atas
dan dua lagi terdapat di rahang bawahnya yang
panjang. Gading bawahnya paralel dan
berbentuk seperti sekop dan digunakan dengan
cara yang sama. Tidak seperti gajah modern,
taring atasnya ditutupi lapisan enamel. Jika
dibandingkan dengan gajah, tengkoraknya lebih
memanjang dan rendah. Hewan ini kemungkinan
hidup di rawa atau tepi danau, menggunakan
gading mereka untuk menggali atau mencabut
tumbuhan air. Jika dibandingkan dengan
proboscidea
sebelumnya,
Gomphotherium
memiliki gigi geraham yang jumlahnya jauh
lebih sedikit; salah satunya memiliki tepian yang
tinggi untuk memperluas bidang gilas makanan.
Kerangka sempurna dari Gomphotherium
telah ditemukan di Mhldorf, Jerman, tahun
1971.

d. Pliosen
Stegodon
Stegodon adalah genus dari subfamili
Stegodontinae yang telah punah dari ordo
Proboscidea. Stegodon hidup di benua Asia
selama era Pliosen dan Pleistosen. Beberapa
spesies Stegodon merupakan yang terbesar dari
antara semua Proboscidea, dengan Stegodon
dewasa memiliki tinggi 13 kaki.
Primelephas
Primelephas adalah genus dari Elephantidae
yang ada selama zaman Miosen dan Pliosen.
'Gajah pertama' Nama genus menunjukkan.
Elephantids primitif ini dihipotesiskan menjadi
nenek moyang Mammuthus, para mammoth, dan
yang serumpun genus Elephas dan Loxodonta,
gajah Afrika dan Eurasia, divergen sebanyak
empat hingga enam juta tahun yang lalu, yang
tidak biasa untuk seekor gajah., Itu empat taring.
Tipe spesies, Primelephas gomphotheroides,
digambarkan oleh Vincent Maglio pada tahun
1970, julukan spesifik menunjukkan spesimen
fosil itu gomphothere-suka. korotorensis
Primelephas adalah spesies lain hanya untuk
ditugaskan ke genus.
1. Pleistosen
Mamut adalah genus gajah purba yang
telah punah. Gadingnya melingkar membentuk
kurva ke arah dalam dan, dalam spesies utara,
dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam
masa Pleistosen sejak 1,6 juta tahun lalu sampai
sekitar 10.000 tahun lalu. Kata mamut berasal
dari bahasa Rusia ().
Ada kesalahpahaman bahwa mamut lebih
besar dari gajah. Spesies terbesar mamut yang
diketahui, Mammoth Sungai Songhua, memiliki
tinggi sekurangnya 5 meter pada pundaknya.
Mamut umumnya memiliki berat 6-8 ton, namun
mamut jantan yang besar beratnya dapat
mencapai 12 ton. Gading mamut sepanjang 3,3
meter ditemukan di utara Lincoln, Illinois tahun
2005. Sebagian besar spesies mamut memiliki
ukuran sebesar Gajah Asia modern.
2. Holocen sampai Sekarang
1. Loxodonta ( Gajah Afrika)
Gajah Afrika (Loxodonta africana) yang
dikenal pula sebagai gajah semak Afrika atau

gajah savana Afrika, adalah mamalia daratan


terbesar.
Dua gigi seri depan gajah Afrika
tumbuh menjadi gading besar yang
melengkung ke depan.
Gajah jantan dan betina sama-sama
memiliki gading. Belalai hewan ini memiliki
ujung membelah seperti jari, satu diatas dan
satu lagi di bawah.
Dua ujung pada belalai tersebut disebut
proboscides yang memungkinkan gajah
mengambil benda kecil dan melakukan tugas
renik lainnya.
Gajah Afrika, seperti gajah kebanyakan,
memerlukan
banyak
makanan
untuk
memenuhi kebutuhan tubuh yang besar.
Mamalia ini bisa makan hingga 170 kg
makanan setiap harinya. Predator gajah Afrika
termasuk singa, hyena, dan manusia.
Unit sosial dasar dalam gajah Afrika
bersifat matrilineal. Jantan dewasa juga
membentuk kelompok sendiri, sedangkan
jantan tua kadang hidup soliter.
Kawanan besar dapat pula terbentuk
yang merupakan gabungan dari beberapa
kawanan yang lebih kecil.
Gajah Afrika diklasifikasikan sebagai
rawan punah oleh IUCN. Ancaman utama
yang dihadapi gajah Afrika terutama
perburuan liar dan perusakan habitat.
2. Elepas ( Gajah Asia)
Gajah asia (Elephas maximus), kadang
dikenal
dengan
nama
salah
satu
subspesiesnya, gajah india, adalah satu dari
tiga spesies gajah yang masih hidup, dan
merupakan satu-satunya spesies gajah dari
genus Elephas yang masih hidup. Hewan ini
adalah hewan darat terbesat di Asia.Gajah
Asia adalah spesies terancam karena habitat
yang terus berkurang dan perburuan liar,
populasi gajah di alam liar tersisa antara
41,410 sampai 52,345. Gajah asia cenderung
berumur panjang, dengan usia tertua yang
diketahui mencapai 86 tahun.
Hewan ini banyak didomestikasi. dan telah
digunakan dalam kehutanan di Asia Selatan dan
Tenggara selama berabad-abad dan digunakan
juga untuk tujuan seremonial. Sumber-sumber
sejarah mengindikasikan bahwa hewan ini

kadang digunakan selama musim panen dalam


kegiatan penggilingan. Gajah liar dapat
dimanfaakatn untuk menarik wisatawan, namun
hewan ini juga merusak panen, dan dapat
memasuki perkampungan untuk merusak
perkebunan.
Gajah asia menghuni kawasan padang
rumput, hutan hijau tropis, hutan semi-hijau,
hutan gugur lembab, hutan gugur kering dan
hutan berduri kering. Selain itu mereka juga
biasa hidup di hutan tanaman, hutan sekunder
dan semak belukar. Beberapa dari tipe habitat
gajah ini bisa mencapai ketinggian 3.000 m
(9,800 kaki) di atas permukaan laut.
Ada tiga subspesies gajah asia yang
dikenal:
-

Gajah sri lanka yang terdapat di Sri Lanka;


Gajah india yang terdapat di daratan Asia:
India, Nepal, Bangladesh, Bhutan,
Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya,
Vietnam, Kamboja, Laos, dan China;
- Gajah sumatera yang terdapat di Sumatera
dan Kalimantan.
Di China, gajah asia hanya terdapat di
prefektur Xishuangbanna, Simao, dan
Lincang di selatan Yunnan. Di Bangladesh,
hanya terdapat sebagian populasi gajah yang
terpencil di Bukit Chittagong.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian gajah diketahui
muncul dari zaman Eosen. Persebaran gajah di bumi
ini merata, hanya di bedakan dengan bentuk fisik
mereka saja yang berbeda.Permasalahan yang sering
terjadi adalah perburuan liar.
Adanya perburuan liar ini seharusnya menjadi
permasalahan bersama dan perlu ditangani secara
matang karena hal ini akan perdampak pada populasi
gajah yang semakin berkurang. Penindakan secara
tegas, seperti hukuman penjara atau denda bagi
pemburu liar sangat penting.
Selain penindakan tegas, harus ada lembaga
konservasi yang benar benar melindungi secara
intensif gajah gajah itu dan perlindungan harus
berdasarkan hukum yang berlaku
KESIMPULAN
Evolusi merupakan teori dalam biologi yang
memostulasikan bahwa berbagai tipe binatang dan
tumbuhan berasal dari tipe-tipe yang sebelumnya

telah ada bahwa perbedaannya karena modifikasi dari


generasi ke generasi. Dampak manusia pada
lingkungan melalui pemburuan, pengumpulan dan
perusakan habitat merupakan faktor yang signifikan
pada kepunahan binatang dan tumbuhan.
REFERENSI
http://en.wikipedia.org/wiki/gajah-modern
www.nurahmansaleh.blogspot.com/evolusigajah/html?

Anda mungkin juga menyukai