Anda di halaman 1dari 8

PHC ( Primary Health Care) Dr. Suparyanto, M.

Kes
Dr. Suparyanto, M.Kes
PHC (Primary Health Care)
Pada tahun 1978, dalam konferensi Alma Alta ditetapkan prinsip-prinsip Primary Health Care sebagai
pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua. Lima prinsip dasar Primary
Health Care meliputi tiga unsure utama yaitu: upaya dasar kesehatan, peran serta masyarakat dan
kerjasama lintas sektoral, sebagai berikut:
1.
Pemerataan upaya kesehatan;

2.

Penekanan pada upaya preventif;

3.

Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan;

4.

Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian;

5.

Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan

Pengertian Primary Health Care, menurut deklarasi Alma Alta 1978, adalah sebagai berikut:
Primary Health Care is essential health care, based on practical, scientifically sound socially
acceptable methods and technology made universally accessible to individuals and families in the
community, through their full participation and at a cost that the community and the country can afford to
maintain at every stage of their development, in the spirit of self reliance and self determination
It forms and integral part both of the countrys health system, of which it is the central function
and its main focus, and of the overall social and economic development of the community. It is the first
level of contact of individuals, the family and community with the national health system bringing health
care as close as possible to where people live and work, and constitutes the first element of a continuing
health care process.
Primary Health Care:
1.
Menggambarkan keadaan social ekonomi, budaya dan politik masyarakat dan berdasarkan
penerapan hasil penelitian kesehatan-sosial-biomedis dan pelayanan kesehatan masyarakat.
2.
Ditujukan untuk mengatasi masalah utama kesehatan masyarakat dengan upaya preventif,
promotif, kuratif dan rehabilitatif.
3.
Minimal mencakup: penyuluhan tentang masalah kesehatan utama dan cara pencegahan dan
pengendaliannya, penyediaan makanan dan peningkatan gizi, penyediaan sanitasi dasar dan air bersih,
pembinaan kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana, imunisasi terhadap penyakit menular
utama dan penyegahan penyakit endemic, pengobatan penyakit umum dan cedera serta penediaan obat
esensial.
4.
Melibatkan dan meningkatkan kerjasama lintas sector dan aspek-aspek pembangunan nasional
dan masyarakat di samping sector kesehatan, terutama pertanian, peternakan, industri makanan,
pendidikan, penerangan, agama, perumahan, pekerjaan umum, perhubungan dan sebagainya.
5.
Membutuhkan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri serta masyarakat dalam perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian PHC serta penggunaan sumberdaya yang ada.
6.
Ditunjang oleh system rujukan upaya kesehatan secara terpadu fungsional dan timbal balik guna
memberikan pelayanan secara menyeluruh, dengan memprioritaskan golongan masyarakat yang paling
membutuhkan.

7.
Didukung oleh tenaga kesehatan professional dan masyarakat, termasuk tenaga kesehatan
tradisonal yang terlatih di bidang teknis dan social untuk bekerja sebagai tim kesehatan yang mampu
bekerja bersama masyarakat dan membangunkan peran serta masyarakat.
Hal-hal yang mendorong pengembangan konsep Primary Health Care adalah:
1.
Kegagalan penerangan teknologi pelayanan medis tanpa disertai orientasi aspek social-ekonomipolitik.
2.
Penyebaran konsep pembangunan yang mengaitkan kesehatan dengan sektor pembangunan
lainnya serta menekankan pentingnya keterpaduan, kerjasama lintas sektor dan pemerataan/perluasan
daya jangkau upaya kesehatan.
3.
Keberhasilan pembangunan kesehatan dengan pendekatan peran serta masyarakat di beberapa
negara.

Dengan demikian PHC sesungguhnya terjadi perubahan sosial dalam pembangunan kesehatan,
diperlukan perubahan mental, perubahan struktur sistem kesehatan dan reorientasi pendayagunaan
sumberdaya dan cara kerja petugas kesehatan. Pemerataan kesehatan menjadi esensi pendekatan ini,
sehingga semakin disadari kaitan luas antara kesehatan dengan sektor lain, termasuk kesempatan kerja,
lingkungan dan kedamaian hidup manusia.
PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA (PKMD)

PKMD adalah bentuk operasional dari PHC di Indonesia. PKMD mencakup serangkaian kegiatan
swadaya masyarakat berazaskan gotong royong, yang didukung oleh pemerintah melalui koordinasi
lintas sektoral dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan atau yang terkait dengan kesehatan,
agarmasyarakat dapat hidup sehat guna mencapai kualitas hidup dan kesejahteraan yang lebih baik.
Upaya Kesehatan Dasar PKMD mempunyai 8 upaya kesehatan dasar yang mencakup:
1.
Pendidikan masyarakat tentang masalah kesehatan dan upaya penanggulangannya.
2.

Pemberantasan dan pencegahan penyakit endemik setempat.

3.

Program Imunisasi

4.

Kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana

5.

Pengadaan obat esential

6.

Pengadaan pangan dan gizi

7.

Pengobatan penyakit umum dan cedera

8.

Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan

Program PKMD mencakup kegiatan seperti:


1.
Asuransi kesehatan
2.

Pos obat desa (POD)

3.

Tanaman obat keluarga (TOGA)

4.

Pos kesehatan

5.

Pondok bersalin Desa (Polindes)

6.

Tenaga kesehatan sukarela

7.

Kader kesehatan

8.

Kegiatan peningkatan pendapatan (perkreditan, perikanan, industri rumah tangga)

Program PKMD merupakan bagian integral dari pembangunan pedesaan yang menyeluruh,
dibawah naungan LKMD, sekarang namanya BPD (Badan Perwakilan Desa). BPD bertanggung jawab
terhadap sepuluh sisi pembangunan, termasuk kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupan
ekonomi dan sosial masyarakat.
Hubungan PHC, PKMD dan Posyandu
Pendekatan PHC dimantapkan oleh adanya prioritas untuk menurunkan tngkat kematian bayi, ibu
dan tingkat kelahiran. Strategi ini ditandai dengan pembangunan jaringan pelayanan ke tingkat
masyarakat melalui Posyandu. Posyandu mencakup tiga unsur utama PHC, yang meliputi peran serta
masyarakat, kerjasama lintas sektoral dan perluasan jangkauan upaya kesehatan dasar. Posyandu
dengan lima kridanya merupakan bentuk PHC atau PKMD yang berprioritas. Apabila selanjutnya
memungkinkan untuk melengkapi krida (kegiatan) Posyandu dengan kebutuhan dasar yang lain yaitu
sanitasi dasar dan penyediaan obat esensial sehingga menjadi sapta krida Posyandu, lengkaplah upaya
kesehatan dasar yang dilaksanakan melalui Posyandu untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat
penduduk guna mencapai kesehatan bagi semua tahun 2000
REFERENSI:
1.
Vaughan, Morrow, 1993, Panduan Epidemiologi Bagi Pengelolaan Kesehatan Kabupaten,
Bandung, ITB
2.

Entjang, Indan, 2000, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bandung, Citra Aditya Bakti

3.

M. N. Buston, 1977, Pengantar Epidemiologi, Rineka Cipta, Jakarta

4.

M. N. Buston, 1977, Epidemiologi penyakit Tidak Menular, Rineka Cipta, Jakarta

5.

Azrul Azwar, 1989, Penanggulangan Wabah oleh Puskesmas, Binarupa, Jakarta

6.

Noor Nasri N, 1997, Dasar Epidemiologi, Rineka Cipta, Jakarta

7.

Sukidjo Notoatmodjo, 2001, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta

8.

Azrul Azwar, 2001, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Binarupa, Jakarta

9.

Bambang, 1990, Dasar dasar Epidemiolog

makalah Pelayanan Kesehatan Primer BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang


Sidang kesehatan dunia (World Health Assembly) tahun 1977 melahirkan
kesepakatan global unutk mencapai Kesehatan Bagi Semua (KBS) pada tahun

2000 yakni tercapainya suatu derajat kesehatan yang optimal yang


memungkinkan setiap orang hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomi.
Selanjutnya pada tahun 1978, dalam konferansi di Alma Ata ditetapkan prinsipprinsip Primary Health Care (PHC) sebagai pendekatan atau strategi global guna
mencapai kesehatan bagi semua (KBS) dan Indonesia ikut menandatangani,
menyatakan bahwa untuk mencapai kesehatan bagi semua pada tahun 2000, PHC
adalah kuncinya. Sedangkan pembangunan kesehatan masayarakat di desa adalah
salah satu bentuk operasional dari PHC. Hal terebut didasari benar bahwa
kesehatan adalah kebutuhan dasar dan modal utama untuk hidup, karena setiap
manusia berhak untuk hidup dan memiliki kesehatan.
Kenyataannya tidak
semua orang memperoleh atau mampu memiliki kesehatan yang optimal karena
berbagai masalah bersama secara global. Diantaranya adalah kesehatan
lingkungan yang buruk, sosial ekonomi yang rendah, yang menyebabkan tidak
terpenuhi kebutuhan gizi, pemeliharaan kesehatan, pendidikan dan kebutuhan
lainnya.Oleh karena itu PHC merupakan salah satu pendekatan dan alat untuk
mencapai kesehatan bagi seluruh tahun 2000 sebagai tujuan pembangunan
kesehatan semesta dlam mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Di
Indonesia bentuk operasional PHC adalah PKMD dengan berlandaskan kepada garisgaris besar haluan Negara (GBHN) yang merupakan ketetapan MPR untuk
dilaksanakan dengan melibatkan kerjasama lintas sektoral dan instansi-instasi
berwenang dalam mencapai derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. B.
Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah
sebagai berikut: 1.
Apakah pengertian dari PHC? 2.
Apakah unsur utama dan
prinsip PHC? 3.
Apa sajakah Program-program, elemen dan tujuan PHC? 4.
Bagaimanakah Ruang lingkup, Ciri-ciri dan Fungsi PHC? 5.
Bagaimanakah Peran,
Tugas dan Tanggung jawab bidan dalam PHC? C. Tujuan 1.
Untuk mengetahui
pengertian dari PHC? 2.
Untuk mengetahui unsur utama dan prinsip PHC? 3.
Untuk mengetahui Program-program, elemen dan tujuan PHC? 4.
Untuk
mengetahui Ruang lingkup, Ciri-ciri dan Fungsi PHC? 5.
Untuk mengetahui Peran,
Tugas dan Tanggung jawab bidan dalam PHC?
BAB II PEMBAHASAN A.
PENGERTIAN
Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok
yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang
dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat
melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau
oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan
mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib
sendiri (self determination).
Pelayanan Kesehatan Primer / PHC merupakan
strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan
kesehatan untuk semua penduduk. PHC menekankan pada perkembangan yang
bisa diterima, terjangkau, pelayanan kesehatan yang diberikan adalah essensial
bisa diraih, dan mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian yang disertai
percaya pada diri sendiri disertai partisipasi masyakarat dalam menentukan sesuatu
tentang kesehatan.
Pelayanan kesehatan primer (PHC) adalah strategi yang
dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan untuk

semua penduduk (Lancaster.J dan Stanhope.M, 1997). Pelayanan primer berfokus


pada pelayanan kesehatan individual, sedangkan pelayanan kesehatan primer
berfokus pada perbaikan kesehatan dari seluruh populasi (Perry, Potter. 2009).
PHC menekankan pada perkembangan yang bisa diterima, terjangkau pelayanan
kesehatan yang diberikan adalah esensial bisa diraih, yang esensial dan
mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian yang disertai percaya kepada
diri sendiri disertai partisipasi masyarakat dalam menentukan sesuatu tentang
kesehatan. Amerika tidak mengadopsi PHC sebagai strategi nasional atau sebagai
strategi alternatif yang minimal dari tingkat kesehatan masyarakat. Perawat
kesehatan masyarakat mempunyai peranan penting dalam menolong orang untuk
mempelajari cara merawat diri sendiri dan mau bekerja dengan masyarakat yang
lain dalam mengembangkan kapasitas atau infrastruktur yang diperluas untuk
menjamin pelayanan kesehatan yang esensial bagi setiap orang (McMahon
Rosemary. 2002). B.
UNSUR UTAMA DAN PRINSIP PHC 1.
Unsur Utama PHC
Tiga unsur utama yang terkandung dalam PHC adalah sebagai berikut : a.
Mencakup upaya-upaya dasar kesehatan b.
Melibatkan peran serta masyarakat
c.
Melibatkan kerjasama lintas sektoral 2.
PRINSIP PHC Pada tahun 1978,
dalam konferensi Alma Ata ditetapkan prinsip-prinsip PHC sebagai pendekatan atau
strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua. Lima prinsip PHC sebagai
berikut : a.
Pemerataan upaya kesehatan Distribusi perawatan kesehatan
menurut prinsip ini yaitu perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi
masalah kesehatan utama dalam masyarakat harus diberikan sama bagi semua
individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, kasta, warna, lokasi perkotaan atau
pedesaan dan kelas sosial. b.
Penekanan pada upaya preventif Upaya preventif
adalah upaya kesehatan yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan peran serta individu agar
berprilaku sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit. c.
Penggunaan
teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan Teknologi medis harus disediakan
yang dapat diakses, terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya
penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage). d.
Peran serta masyarakat dalam
semangat kemandirian Peran serta atau partisipasi masyarakat untuk membuat
penggunaan maksimal dari lokal, nasional dan sumber daya yang tersedia lainnya.
Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan keluarga bertanggung
jawab atas kesehatan mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dan
mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.
Partisipasi bisa dalam bidang identifikasi kebutuhan atau selama pelaksanaan.
Masyarakat perlu berpartisipasi di desa, lingkungan, kabupaten atau tingkat
pemerintah daerah. Partisipasi lebih mudah di tingkat lingkungan atau desa karena
masalah heterogenitas yang minim. e.
Kerjasama lintas sektoral dalam
membangun kesehatan Pengakuan bahwa kesehatan tidak dapat diperbaiki oleh
intervensi hanya dalam sektor kesehatan formal; sektor lain yang sama pentingnya
dalam mempromosikan kesehatan dan kemandirian masyarakat. Sektor-sektor ini
mencakup, sekurang-kurangnya: pertanian (misalnya keamanan makanan),
pendidikan, komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang berlaku

dan metode pencegahan dan pengontrolan mereka); perumahan; pekerjaan umum


(misalnya menjamin pasokan yang cukup dari air bersih dan sanitasi dasar) ;
pembangunan perdesaan; industri; organisasi masyarakat (termasuk Panchayats
atau pemerintah daerah , organisasi-organisasi sukarela , dll). C. PROGRAMPROGRAM, ELEMEN DAN TUJUAN PHC 1. PROGRAM-PROGRAM PHC a.
Asuransi
kesehatan b.
Pos obat desa (POD) c.
Tanaman obat keluarga (TOGA) d.
Pos kesehatan e.
Kemitraan dengan sector diluar kesehatan f.
Peningkatan
pemberdayaan masyarakat g.
Upaya promotif dan preventif h.
Pelayanan
kesehatan dasar i.
Tenaga kesehatan sukarela j.
Kader kesehatan k.
Kegiatan peningkatan pendapatan (perkreditan, perikanan, industri rumah tangga)
2.
ELEMEN PHC Dalam pelaksanaan PHC harus memiliki 8 elemen essensial yaitu
: a.
Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit
serta pengendaliannya b.
Peningkatan penyedediaan makanan dan perbaikan
gizi c.
Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar d.
Kesehatan Ibu dan Anak
termasuk KB e.
Imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama f.
Pencegahan dan pengendalian penyakit endemic setempat g.
Pengobatan
penyakit umum dan ruda paksa h.
Penyediaan obat-obat essensial 3.
TUJUAN
PHC a.
TUJUAN UMUM Mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap
pelayanan yang diselenggarakan sehingga akan dicapai tingkat kepuasaan pada
masyarakat yang menerima pelayanan. b.
TUJUAN KHUSUS 1)
pelayanan
harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani 2)
pelayanan harus dapat
diterima oleh penduduk yang dialami 3)
pelayanan harus berdasarkan
kebutuhan medis dari populasi yang dilayani 4)
pelayanan harus secara
maksimum menggunakan tenaga dan sumber-sumber daya lain dalam memenuhi
kebutuhan masyarakat. D. RUANG LINGKUP, CIRI-CIRI DAN FUNGSI PHC 1. Ruang
Lingkup a.
Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara b.
pencegahan
penyakit serta pengendaliannya. c.
Peningkatan penyediaan makanan dan
perbaikan gizi d.
Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar. e.
Kesehatan ibu
dan anak termasuk keluarga berencana f.
Immuniasi terhadap penyakit-penyakit
infeksi utama g.
Pencegahan dan pengendalian penyakit endemik setempat h.
Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa. i.
Penyediaan obat-obat essensial.
2. CIRI-CIRI PHC a.
Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat b.
Pelayanan yang menyeluruh c.
Pelayanan yang terorganisasi d.
Pelayanan
yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat e.
Pelayanan yang
berkesinambungan f.
Pelayanan yang progresif g.
Pelayanan yang
berorientasi kepada keluarga h.
Pelayanan yang tidak berpandangan kepada
salah satu aspek saja 3.FUNGSI PHC PHC hendaknya memenuhi fungsi-fungsi
sebagai berikut: a.
Pemeliharaan kesehatan b.
Pencegahan penyakit c.
Diagnosis dan pengobatan d.
Pelayanan tindak lanjut e.
Pemberian sertifikat
D. PERAN, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM PHC 1.
Peran dan
Tugas Peran dan tugas bidan dalam masyarakat sebagai tenaga terlatih dalam PHC :
a.
Sebagai pelaksana, memberi pelayanan kesehatan (provider care) Bidan
memegang peranan penting untuk meningkatkan pelayanan yang menyeluruh dan
bermutu ditengah masyarakat dengan memberika pelayanan kebidanan secaran

langsung maupun tidak langsung. Pelayanan kesehatan yang patut dilaksanakan


bidan antara lain : 1)
Meningkatkan upaya pengawaasn ibu hamil 2)
Meningkatkan gizi ibu hamil dan ibu menyusui 3)
Meningkatkan penerimaan
gerakan KB 4)
Meningkatkan kesehatan lingkungan 5)
Meningkatkan sistem
rujukan 6)
Meningkatkan penerimaan imunisasi ibu hamil dan bayi. b.
Sebagai pengelola Sebagai pengelolah bidan berperan dalam pengembangan
pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu,
keluarga, kelompok khusus dan masyarakat diwilayah kerja dengan melibatkan
keluarga/klien. Pengembangan pelayanan dasar kesehatan yang dapat dilakukan
bidan antara lain : 1)
Bersama tim kesehatan dan pemuka masyarakat mengkaji
kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk
meningkatkan dan mengembangan kesehatan di wilayah kerjanya. 2)
Mengelolah pelayanan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak
serta KB sesuai rencana 3)
Mengkoordinasi, mangewasi dan membimbing kader,
dukun atau petugas kesehatan lain dalam melaksanakan program/kegiatan
pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB 4)
Mengembangkan strategi untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat, khusunya kesehatan ibu dan anak serta KB
termasuk pemanfaatan sumber yag ada pada program dan sector terkait. 5)
Menggerakkan dan mengembangkan kemampuan masyarakat serta memelihara
kesehatannya dengan memanfaatkan potensi yang ada. c.
Sebagai pendidik
(Health Education) Pendidikann masyarakat memegang peranan penting yang
meliputi : 1)
Pentingnya arti pengawasan hamil 2)
Pentingnya arti imunisasi
TT pada ibu hamil pentingnya arti pelaksanaan KB 3)
Mengarahkan kemana
persalinan dilakukan untuk mendapatkan well born baby 4)
Pengawasan post
partum danpersiapan untuk merawat bayi dan menyususi d.
Sebagai pangamat
kesehatan (Health Monitor) Melakukan monitoring terhadap perubahan-perubahan
yang terjadipada individu, keluarga dan masyarakat yang menyangkutkan masalahmasalah kesehatan yang tibul serat berdampak terhadap setatus kesehatan mereka
melalui kunjungan rumah, pertemuan-pertemuan dengan cara observasi dan
pengumpulan data. e.
Sebagai koordinator pelayanan kesehatan (coordinator of
service) Mengkoordinasi seluruh kegiatan upaya peeayanan kesehatan puskesmas
dan masyarakat dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim
kesehatan lainnya sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem pelayanan
kesehatan. f.
Sebagai penggorganisasian pelayanan kesehataan (organisator)
Berperan serta memberikanmotivasi untuk meningkatkan partisipasi individu,
keluarga dan masyarakat dalam setiap upaya pelayanan kesehatan yang
dilaksanakan oleh masyarakat misalnya posyandu, dana sehat, mulai dari
perencanaan, pelaksanaan dan penilaian dan berpartisipasi aktif dalamkegiatan
pengembangan kegiatan masyarakat dalam bidang kesehatan. 2.
Tanggung
Jawab Bidan Tanggung jawab tenaga kesehatan dalam PHC lebih dititik beratkan
kepada hal-hal sebagai berikut : a.
Mendorong partisipasi aktif masyarakat
dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program
pendidikan kesehatan b.
Kerjasama dengan masyarakat, keluarga, dan individu
dalam meningkatkan derajat kesehatan c.
Mengajarkan konsep kesehatan dasar

dan teknik asuhan diri sendiri pada masyarakat d.


Memberikan bimbingan dan
dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat e.
Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat. BAB III PENUTUP A.
Kesimpulan 1.
PHC merupakan startegi untuk menyajikan pelayanan kesehatan
essensial kepada masyarakat 2.
Para petugas pada sistem PHC merupakan mitra
dalam berbagai kegiatan bersama-sama dengan anggota masyarakat 3.
PHC
menandaskan pelayanan kesehatan yang terbayar, bisa dijangkau, tersedia dan
bisa diterima 4.
Pengkajian masyarakat, menentukan prioritas kesehatan.
Implementasi aktifitas melaksanakan evaluasi merupakan aspek-aspek perawatan
kesehatan masyarakat yang dipakai PHC 5.
Menghimbau masyarakat agar dapat
menolong dirinya sendiri, menyiapkan diri untuk mendapatkan kesempatan
mekasanakan perawatan sendiri dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan dan
sosial. 6.
Memberikan penyuluhan kepada penduduk mengenai perkembangan
kesehatan dan sosial untuk membantu diri mereka meraih perawatan mandiri,
mengambil keputusan sewndiri dan mempercayai diri sendiri. 7.
Target dari PHC
adalah seluruh masyarakat dan bukan individu. 8.
PHC Berbeda dengan
pelayanan primer. Pelayanan primer merupakan komponen dari PHC 9.
Para
petugas kesehatan masyarakat berpartisipasi dalam implementasi PHC 10. TIM PHC
terdiri dari perawat, dokter, gigi, apoteker, penyuluhan kesehatan, ahli sanitasi dan
ahli diet. 11. Perawat yang efektif dari sistem PHC bekerja dekat dengan penduduk,
masyarakat dengan sumber-sumebr dan dengan profesional-profesinal lain di
masyarakat yang bersangkutan. 12. Perawat di tim PHC membutuhkan
kepemimpinan yang disertai ketrampilan manajemen. B.
Saran Semoga makalah
ini dapat bermanfaat dan dapat bersifat membangun bagi pembaca pada
umumnya. Dan penulis juga menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan untuk
menyempurnakan makalah ini. DAFTAR PUSTAKA http://yefiyefi.blogspot.com/2010/07/pelayanan-kesehatan-primer-primary.html
http://assova.blogspot.com/2012/10/primary-health-care_480.html
http://mayuputri.blogspot.com/2012/06/primary-health-care.html
http://tugaskuliah001.blogspot.com/2013/02/menerepkan-peran-dan-tugas-bidandalam.html http://6tyawibowo.blogspot.com/2010/08/peran-dan-fungsi-bidan.html
http://ainul-mushlihatul-muslimah.blogspot.com/2012/10/primary-health-carephc.html http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1558implementasi-primary-health-care-di-indonesia.html
https://ompuheso.wordpress.com/2012/11/05/primary-health-care-phc/ Copy the
BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu Copy the BEST Traders and Make
Money : http://bit.ly/fxzulu Copy the BEST Traders and Make Money :
http://bit.ly/fxzulu

Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu