Anda di halaman 1dari 10

STUDI KELAYAKAN

PROYEK
NAMA KELOMPOK :
1)
2)
3)
4)

ALFHARABI SAKTIAMANTA
ROSIANA S
KHAIRUL FAJRI
ADITYA SAPUTRA

STUDI KELAYAKAN PROYEK


Studi kelayakan proyek adalah kegiatan penelitian tentang dapat
tidaknya suatu proyek ( biasanya proyek investasi ) dilaksanakan dengan
berhasil. Keberhasilan itu sendiri mempunyai beberapa penafsiran yaitu
lebiih terbatas dan lebih luas. Contoh arti yang lebih terbatas, biasanya
dipergunakan oleh pihak swasta yang lebih berminat dalam manfaat
ekonomis suatu investasi, sedangkan dalam arti lebih luas biasanya dari
pihak pemerintah atau lembaga non profit, karena banyak pertimbangan
misal mementingkan manfaat bagi masyarakat luas yang bisa menyerep
tenaga kerja, pemanfaatan SDA yang melimpah dan sebagainya.
Sifat studi kelayakan proyek adalah pengkajian yang bersifat
menyeluruh dan mencoba menyoroti segala aspek kelayakan proyek atau
investasi (Soeharto, 1999). Umunya studi kelayakan investasi
menyangkut tiga aspek, yatu :
a. Manfaat ekonomis/finansial bagi proyek itu sendiri, berarti proyek itu
cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan resiko proyek
tersebut;
b. Manfaat proyek/nasional bagi negara tempat proyek itu
dilaksanakan;
c. Manfaat sosial proyek bagi masyarakat sekitar proyek tersebut
Faktor yang mempengaruhi intensitas studi kelayakan, yaitu :
a. Besarnya dana yang ditanamkan : umumnya semakin besar jumlah
dana yang ditanamkan, semakin mendalam studi yang perlu
dilakukan, misalkan perbandingan antar proyek kilang minyak
dengan usaha dealer mobil pasti penelitian yang mendalam akan
lebih difokuskan pada proyek kilang minyak
b. Tingkat ketidakpastian proyek : semakin sulit kita memperkirakan
penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dan lain nya, semakin
mendalam studi kelayakan yang dilakukan.
c. Komplesitas elemen yang memengaruhi proyek : setiap proyek
dipengaruhi dan memengaruhi faktor-faktor lainnya. Misal, proyek
membuat mobil tenaga listrik akan dipengaruhi oleh faktor, tinggi
rendahhnya hara bahan bakar minyak. Sebaliknya, proyek itu akan
memengaruhi pula usaha untuk menemukan material yang bisa
dipakai untuk menyimpan tenaga listrik yang lebih tahan lama.
Lembaga-lembaga yang memerlukan studi kelayakan :
1. investor : pihak yang akan menanamkan dana mereka dalam suatu
proyek lebih memerhatikan prospek usaha itu. Prospek dalam arti

adalah tingkat keuntungan yang diharapakan akan diperoleh dari


investasi tersebut beserta risiko investasi itu. Semakin tinggi resiko
investasi, semakin tinggi pula tingkat keuntungan yang diminta oleh
para investor.
2. Kreditur/Bank : lebih memerhatikan segi keamanan dana yang
dipinjamkan mereka. Dengan demikian, mereka mengharapkan agar
bungan plus angsuran pokok pinjaman dapat dilakukan telat pada
waktunya. Mereka sangat memerhatikan pola aliran kas selama
jangka waktu pinjaman.
3. Pemerintah : lebih berkepentingan dengan manfaat bagi
perekonimian nasional. Apakah proyek itu akan membantu,
menghemat devisa, menambah devisa, atau memperluas
kesempatan kerja.
Desain studi kelayakan proyek :
Dalam hal ini ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dan sejarah
proyek tersebut beserta sponsornya. Ketika melakukan studi kelayakan,
sponsor proyek mungkin melakukan studi sendiri atau menggunakan jasa
konsultan. Umumnya konsultan terdiri atas para ahli ilmu : teknik,
ekonomi dan manajemen.
1. Identifikasi kesempatan usaha : merupakan fase pertaman dalam
melakukan studi kelayakan. Umumnya tahap-tahap untuk
melakukan proyek investasi adalah sebagi berikut.
a. Identifikasi: pada tahap ini, sponsor proyek melihat adanya
kesempatan, investasi yang mungkin menguntungkan.
b. Perumusan: tahap menerjemahkan kesempatakan investasi
dalam suatu rencana proyek yang konkret dengan faktorfaktor penting dijelaskan secara garis besar.
c. Penilaian: melakukan analisis dan menilai aspek pasr, teknik
keuangan dan perekonomian.
d. Pemilihan: melakukan pemilihan dengan mengingat segala
keretbatasan dan tujuan yang akan dicapai.
2. Implementasi, menyelesaikan proyek dengan tetap berpegang pada
anggaran tahap pertama.
a. Mempelajari impor, menunjukan bahwa masih ada pasar yang
belum bisa dipenuhi dengan produk dalam negeri. Apalagi
impor ini memliki kecenderungan yang meningkat, bisa
diperkirakan masih ada permintaan dari dalam negeri untuk
produk/jasa tersebut.
b. Menyelidiki material lokal, jumlah material yang melimpah.
Harga yang murah dan kualitas yang baik dari material yang
melimpah tersebut semuanya menunjukan kemungkinan
untuk dieksploitasi lebih lanjut.

c. Mempelajari keterampilan tenaga kerja, untuk beberapa jeni


industri, faktor keterampilan tenaga kerja mungkin sangat
menentukan. Tersedianya tenaga seperti ini mungkin dapat
dipakai untuk membuat produk yang sejenis, tetapi tidak
sama.
d. Melakukan studi industri, berbagai kesempatan dapat
ditemukan untuk industri yang sedang berkembang, misalnya
perkembangan industri kayu lapis merupakan indikator bahwa
sektor tersebut masih menguntungkan. Meningkatnya ekspor
udang, bukan hanya kuantitas , melainkan juga harganya
menunjukan bahwa kesempatan berusaha pada bidang
pembudidayaan udang masih terbuka.
e. Menerapkan kemajuan teknologi. Perubahan teknologi dari
waktu ke waktu memungkinkan investor memanfaatkan
teknologi tersebut sebelum pihak lain menggunakannya.
f. Mempelajari hubungan antar industri. Pertumbuhan suatu
industri hampir bisa dipastikan akan menciptakan kesempatan
bagi industri lainnya.
g. Menilai rencana pembangunan. Rencana pembangunan yang
dilakukan oleh pemerintah atau proyek-proyek besar akan
menciptakan kebutuhan produk/jasa yang sebelumya belum
dibuat.
h. Melakukan pengamatan di tempat lain. Pembangunan di
negara atau wilayah lain mungkin bisa diterapkan untuk
daerah kita.
3. Tujuan keputusan investasi
Dalam teori , tujuan yang paling tepat dari pengambilan putusan
melakukan investasi adalah memaksimumkan nilai pasar modal
sendiri.alasan yang mendukung tujuan ini adalah sebagai berikut.
Pemilik modal adalah perusahaan dan perusahaan seharusnya
berusaha meningkatkan kemakmuran mereka. Tujuan ini
mempunyai justifikasi teoritis, walaupun mungkin menghadapi
masalah-masalah operasional, yaitu :
a. Tujuan ini tidak dapat diterapkan pada sektor publik karena
tidak ada pemilikan lain selain negara untuk sektor ini.
b. Sejumlah besar perusahaan pada sektor swasta tidak menjual
sahamnya ke pasar modal sehingga tidak ada perdagangan
untuk saham perusahaan semacam ini.
c. Pengetahuan kita tentang pengaruh keputusan investasi
terhadap nilai pasar modal sendiri masih kurang.
Aspek-aspek studi kelayakan
a. Aspek pasar dan pemasaran :

1) Permintaan, baik secara total maupun perincian menurut


daerah, jenis konsumen perubahann besar pemakai.
2) Penawaran, baik yang berasal dari dalam negeri maupun
impor. Bagimana perkembangannya pada masa lalu dan
bagaimana perkiraan pada masa yang akan datang. Faktorfaktor yang memengaruhi penawaran ini seperti jenis barang
yang bisa menyaingi, perlindungan dari pemerintah, dan
sebagainya perlu pula diperhatikan.
3) Harga dilakukan perbandingan dengan barang-barang impor,
produksi dalam negeri lainnya.
4) Program pemasran mencakup strategi pemasaran yang akan
dipergunakan.
5) Perkiraan penjualan yang dapat dicapai perusahaan, market
share yang dapat dikuasai perusahaan.
b. Aspek teknis dan produksi
1) Apakah studi dan pengujian pendahuluan pernah dilakukan ?
2) Apakah skala produksi yang dipilih sudah optima ?
3) apakah luas produksi ini akan meminimumkan biaya produksi
rata-rata, ataukan akan memaksimumkan laba ?jadi,
memepertimbangkkan secara simultan faktor permintaan.
4) Bagaimana fasilitas untuk ekspansi nantinya? Tentang lokasi,
luas tanah, pengaturan fasilitas produksi, dan sebagainya.
5) Apakah proses produksi yang dipilih sudah tepat? Umumnya
terdapat beberapa alternatif proses produksi untuk
menghasilkan produk yang sama.
6) Apakah mesin-mesin dan perlengkapan yang dipilih sudah
tepat ? faktor yang diperhatikan adalah umur ekonomis dan
fasilitas pelayanan jika terjadi kerusakan pada mesin-mesin
tersebut.
7) Apakah perlengkapan tambahan dan pekerjaan-pekerjaan
teknis tambahan telah dilakukan ? faktor-faktor seperti
material handling, suppy bahan pembantu, kontrol kualitas,
dan sebagainya, perlu diperhatikan pula.
8) Apakah telat disiapkan kemungkinan penanganan terhadap
limbah produksi?
9) Apakah tata letak yang diusulkan dari fasilitas produksi cukup
baik?
10)
Bagaimana dengan pemilihan lokasi dan site produksi?
11)
Apakah jadwal kerja telat dibuat dengan cukup
realistis ?
12)
Apakah teknologi yang akan dipergunakan bisa diterima
dari pandangan sosial ?
c. Aspek keuangan

1) Dana yang diperlukan untuk investasi, baik untuk aktiva tetap


maupun modal kerja.
2) Sumber-sumber pembelanjaan yang akan diperguankan.
Seberapa banyak dana yang berupa modal sendiri dan berapa
banyak yang berupa pinjaman jangka pendek dan berapa
yang jangka panjang.
3) Taksiran penghasilan, biaya dan rugi/laba pada berbagai
tingkat operasi. Termasuk disini estimasi tentang break event
proyek tersebut.
4) Manfaat dan biaya dalam artian financial, seperti rate of
return on investment, netpresent value, internal rate of
return profitability index dan payback period estimasi
terhadap risiko proyek, risiko data artian total, atau kalau
mungkin yang hanya sistematis. Disini disamping perlu
ditaksir rugi/laba proyek tersebut, juga taksiran aliran kas,
diperlukan untuk menghitung profitabilitas financial proyek
tersebut.
5) Proyeksi keuangan. Pembuatan neraca yang diproyeksikan
dan proyeksi sumber dan penggunaan dana.
d. aspek ekonomis
1) Pengaruh proyek tersebut terhadap peningkatan pengasilan
Negara.
2) Pengaruh proyek tersebut terhadap devisa yang bisa dihemat
dan bisa diperoleh.
3) Penambahan kesempatan kerja.
4) Pemerataan kesempatan kerja.
5) Bagaimana pengaruh proyek tersebut terhadap industry lain?
Sebagai supply bahan bagi industri lain, dan pasar bagi hasil
industry lain.
6) Aspek yang bersifat sosial seperti : Menjadi semakin ramainya
daerah tersebut, lalu lintas yang semakin lancar, adanya
penerangan listrik dan lain sebagainya. Aspek sosial ini
merupakan manfaat dan pengorbanan sosial yang mungkin
dialami oleh masyarakat, tetapi sulit dikuantifikasikan yang
bisa disepakati secara bersama. Tetapi manfaat dan
pengorbanan tersebut dirasakan ada.
e. Aspek Manajemen
1) Manajemen dalam masa pembangunan proyek, siapa
pelaksana proyek tersebut? Bagaiaman jadwal penyelesaian
proyek tersebut? Siapa yang melakukans tudi masing-masing
aspek : pemasaran, teknis dan lain sebagainya?
2) Manajemen dalam operasi. Bentuk organisasi/badan usaha
yang dipilih. Struktur organisasi. Deskripsi jabatan dan

spesifikasi jabatan. Anggota direksi dan tenaga- tenaga kunci.


Jumlah tenaga kerja yang akan digunakan.
f. Aspek Hukum
1) Bentuk badan usaha yang akan dipergunakan
2) Jaminan-jaminan yang bisa disediakan kalau akan
menggunakan sumber dana yang berupa pinjaman.
3) Berbagai akta, sertifikat, izin yang diperlukan dan sebagainya.
Hal-hal yang perlu diketahui dalam studi kelayakan proyek adalah
:
a. Ruang Lingkup Kegiatan proyek, Disini perlu dijelasklan/ditentukan
bidang-bidang apa proyek akan beroperasi. Kalau misalnya proyek
adalah pendirian usaha/pabrik tekstil, maka apakah pabrik tekstil ini
merupakan tektil yang terpadu, atau hanya tahapan tertentu saja.
b. cara kegiatan proyek dilakukan, Disini ditentukan apakah proyek
akan ditangai sendiri atau akan diserahkan pada (beberapa) pihak
lain. Siapa yang akan menangani proyek itu?
c. Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan berhasilnya
seluruh proyek. Disini perlu diidentifikasi faktor-faktor kunci
keberhasilan usaha semacam ini. Teknik yang bisa dipergunakan
adalah dengan mengidentifikasikan Undeplanning untuk usaha
semacam ini.
d. Sarana yang diperlukan oleh proyek, Menyangkut bukan hanya
kebutuhan seperti : material, tenaga kerja dan sebagainya, tetapi
termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung seperti : jalan raya,
transportasi dan sebagainya.
e. Hasil kegiatan proyek itu serta biaya-biaya yang harus ditanggung
untuk memperoleh hasil tersebut.
f. Akibat-akibat yang bermanfaat maupun yang tidak dari adanya
proyek itu. Hal ini sering disebut juga sebagai manfaat dan
pengorbanan ekonomi dan social
g. Langkah-langkah rencana untuk mendirikan proyek beserta
jadwal dari masing- masing kegiatan itu sampai dengan proyek
investasi siap berjalan.
beberapa factor yang mempengaruhi intensitas studi kelayakan.
Diantara yang utama adalah :
1. Besarnya dana yang ditanamkan.
Umumnya semakin besar jumlah dana yang ditanamkan, semakin
mendalam studi yang perlu dilakukan, sebagai missal, proyek kilang
minyak dilacap akan diteliti dalam aspek yang lebih luas, termasuk
dampak social ekonomi, dibandingkan dengan proyek membuka
usaha dealer mobil.

2. Tingkat ketidakpastian proyek


Semakin sulit kita memperkirakan penghasilan penjualan, biaya,
aliran kas dan lain- lain semakin mendalam studi kelayakan yang
dilakukan. Untuk proyek-proyek yang menghasilkan proyek baru,
umumnya cukup sulit dalam memperkirakan proyek penjualan.
Berbagai cara ditempuh untuk mengatasi ketidakpastian ini, dengan
analisa sensivitas dengan taksiran konservatif dan sebagainya.
3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi proyek
Setiap proyek dipengaruhi dan juga mempengaruhi faktor-faktor
lainnya. Sebagai misalnya, proyek untuk membuat mobil dengan
tenaga listrik akan dipengaruhi oleh faktor, misalnya tinggi
rendahnya harga bahan bakar dipengaruhi oleh faktor, misalnya
tinggi rendahnya harga bahan bakar minyak. Sebaliknya proyek itu
akan mempengaruhi pula usaha untuk menemukan material yang
bisa dipakai untuk menyimpan tenaga listrik yang lebih tahan lama.
Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu proyek mungkin menjadi
sangat kompleks, sehingga pihak yang melakukan studi kelayakan
terhadap proyek tersebut akan semakin berhati-hati.

Laporan studi kelayakan proyek


1. Hakikat laporan studi kelayakan
Laporan studi kelayakan proyek harus tertulis. Laporan
tersbeut hendaknya mampu melakukan ajakan kepada pihak lain
untuk bersimpati dan kemungkinan melakukan kerja sama untuk
pelaksanaan proyek tersebut. Karena itu laporan studi kelayakan
haruslah menyakinkan, dengan disertai tentang harapan
keberhasilan proyek yang didukung oleh bukti-bukti realistis dan
tidak lupa menunjukkan berbagai resiko yang mungkin dihadapi.
Perlu diingat bahwa laporan studi kelayakan hendaknya
menggunakan bahasa Indonesia yang baik, khususnya untuk tidak
menggunakan kata atau kalimat yang memungkinkan adanya
pengertian ganda, atau bahkan salah tafsir.
Laporan studi kelayakan juga perlu secara tegas
mencantumkan bagian yang menunjukkan kepentingan-kepentingan
dari pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam pelaksanaan proyek
tersebut. Pihak-pihak yang mungkin terlihat adalah investor kreditor
dan pemerintah. Bagi investor perlu diketahui secara jelas berapa
keuntungan yang dapat diperoleh dari proyek ini. Bagi kreditor,
hendaknya laporan menunjukan secara jelas tingkat keamanan dari

pinjaman yang diberikan oleh kreditor tersebut. Baik pemerintah,


hendaknya dalam laporan dapat diketahui keuntungan ekonomi
social yang dapat diraih dari proyek terebut dan jika perlu juga
ditunjukkan langkah-langkah preventif maupun pengamanan lain
perlu dilakukan oleh pemerintah untuk mencapai target-target dari
masing-masing pihak yang terlibat dari proyek yang bersangkutan.
2. Model laporan studi kelayakan
Pada dasarnya setiap laporan studi kelayakan mencakup
keseluruhan aspek-aspek dari suatu proyek, disertai dengan
lampiran-lampiran yang berupa keterangan tambahan yang
memperjelas dan ringkasan dari keseluruhan isi laporan.
Item yang setidaknya terkandung dalam laporan studi kelayakan
adalah sebagai berikut :
a. Ringkasan dari kesimpulan (ikhtisar)
b. Latar belakang proyek dan pemrakarsa
c. Aspek pasar
Pasar potensial
Pertumbuhan permintaan proyeksi Persaingan
Market share
Kebijaksanaan pemasaran, khususnya
kebijaksanaan saluran distribusi
d. Aspek teknik
Lokasi dan lahan pabrik
Luas produksi
Lay out
Teknologi, mesin dan equipment
Schedule kerja
e. Aspek manajemen
Kebutuhan tenaga kerja
Sumber tenaga kerja
Balas jasa tenaga kerja
f. Aspek financial
Biaya investasi (Aktiva tetap dan modal kerja)
Struktur Finansial
Estimasi Penjualan
Estimasi Biaya Produksi
Cash Flow
Proyeksi neraca dan laporan rugi / laba
Kriteria investasi, termasuk analisa break event
point Debt service coverage
g. Aspek Ekonomi
National income benefit
Penyerapan tenaga kerja

Penambahan devisa
Keuntungan transfer pengetahuan / tekhnologi
h. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan (Pemrakarsa dan Aspek Proyek)
Saran (Feasible, Tidak Feasible, Feasible dengan
catatan)