Anda di halaman 1dari 12

NAMA KELOMPOK 2:

JUANDA SURYA
DWI ANDIKA PUTRA
MUFTIANDA KARDAWI
FIQI CAESAR

1301103010077
1301103010006
1301103010130
1301103010010

1. Apa yang dimaksud dengan audit kepastian kualitas?


Audit system kepastian kualitas adalah proses sistematis, mandiri dan terdokumentasi
untuk memperoleh bukti objektif dan menilainya secara objektif untuk menentukan sejauh
mana criteria audit telah terpenuhi audit ini dirancang untuk menilai aktivitas, praktik, atau
kebijakan perusahaan untuk menentukan apakah perusahaan memiliki kemampuan untuk
memnuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dalam operasinya.
2. Apa maksud dan tujuannya? Sebutkan dan jelaskan!
Audit ini dirancang untuk menilai aktivitas, praktik, atau kebijakan perusahaan untuk
menentukan apakah perusahaan memiliki kemampuan untuk memnuhi standar kualitas
yang telah ditetapkan dalam operasinya.
Audit atas sistem kepastian kualias mungkin dirasakan perlu ketika kinerja kualitas
actual berbeda dengan standar yang telah ditetapkan. Program audit mungkin juga
merupakan bagian dari persyaratan kontrak dengan pelanggan atau mungkin juga
merupakan persyaratan yang ditetapkan pemerintah dalam memberikan kepastian
terpenuhinya standar kualitas yang ditetapkan pemerintah. Audit memberikan informasi
kepada perusahaan tentang kinerja produk yng dihasilkan, kinerja-kinerja departemen
bagian, kinerja perusahaan secara keseluruhan, dan area peningkatan yang harus dilakukan
untuk mencapai kinerja yang lebih baik.
3. Apa yang mendorong
kualitasnya?

perusahaan

melakukan

audit

terhadap

kepastian

Audit system kepastian kualitas, memiliki peranan penting dalam memberikan


kepastian kualitas kepada pelanggan dan proses yang berlangsung di dalam perusahaan.
Audit menyediakan perusahaan informasi untuk menjawab beberapa pertanyaan yang
berkaitan dengan kinerja kualitasnya seperti :
-Apakah perusahaan mampu mencapai tujuan kualitasnya?
- Apakah prosedur-prosedur yang berlaku telah diikuti dan ditaati?
-Apakah metode efisien baru telah didokumentasikan dan diterapkan?
-Apakah catatan kualitas dipelihara secara memadai dan digunakan untuk menyelesaikan
masalah-masalah produksi?
-Apakah jadwal pemeliharaan untuk pencegahan telah diikuti dengan baik?

Audit terhadap system seperti penanganan bahan baku dapat mengungkapkan tentang
lemahnya praktik yang berjalan dan memerlukan peningkatan. Demikian juga system
kepastian kualitas pemasok dapat diaudit melalui system pengendalian kualitas ini.
Berdasarkan hasil identifikasi tentang beberapa hal yang masih perlu diperbaiki, peusahaan
mungkin perlu melaksanakan audit terhadap produk secara terintegrasi untuk memverifikasi
bahwa proses dilakukan secara optimal. Audi juga digunakan untuk mengidentifikasi
permasalahan proses untuk mengurangi ketidakesuaian.
4. Bagaimana
audit
sistem
kepastian
kualitas
dalam meningkatkan kualitas proses dan produknya?

membantu

perusahaan

Bagaimana audit berguna bagi organisasi dalam memelihara dan meningkatkan system
manajemen kualitasnya? Audit memberikan manfaat kepada pihak ketiga pihak yang
berkepentingan terhadap system managemen kualitas, yaitu :
1. Sertifikasi organisasi, melalui :
Dengan menyediakan informasi kepada top managemen berkaitan dengan
kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan strategisnya.
Dengan mengidentifikasi permasalahan yang mana jika dapat dipecahkan akan
meningkatkan kinerja organisasinya.
Dengan mengidentifikasi kesempatan untuk peningkatan resiko yang mungkin
terjadi.
2. Pelanggan, dengan meningkatkan kemampuan organisasi menyediakan produk yang
sesuai dengan spesifikasi pelanggan.
3. Lembaga sertifikasi, dengan meningkatkan kredibilitas ketiga pihak dalam proses
sertifikasi.
Bagaimana auditor meningkatkan nilai tambah? Berikut ini adalah beberapa
tips yang dapat dijadikan panduan oleh auditor dalam melaksanakan tugas
profesionalitasnya :
1. Perencanaan Audit
a. Memahami harapan auditee/ budaya organisasi
b. Perhatian khusus pada beberapa permasalahan (hasil dari audit sebelumnya).
c. Analisis resiko berdasarkan sector industry / khusus terhadap organisasi auditee.
d. Praevaluasi terhadap peraturan yang berhubungan
e. Membentuk tim audit yang kompeten untuk mencapai tujuan audit
f. Mengalokasikan waktu yang cukup

2. Teknik Audit
a.

Fokus pada beberapa proses dengan prosedur yang terbatas.


Mendokumentasikan prosedur, instruksi kerja, daftar pertanyaan, dan
sebagainya sangatlah penting untuk rencana organisasi dan proses
pengendalian.

b. Ingat dan pahami dengan baik prinsip-prinsip managemen kualitas.


c. Gunakan pendekatan
efektivitas organisasi.

plan-do-check-act

(PDAC)

untuk

mengevaluasi

1) Apakah proses telah dilaksanakan?


2) Apakah proses berjalan telah sesuai dengan rencana?
3) Apakah rencana tercapai?
4) Apakah peluang untuk peningkatan telah teridentifikasi dan diimplementasikan
Dengan memperbaiki ketidaksesuaian?
Dengan mengidentifikasi akar masalah dan mengimplementasikan
langkah- langkah perbaikan.
Dengan mengidentifikasi trend an kebutuhan langkah pencegahan?
Dengan berinovasi?
d. Adopsi pendekatan holistic untuk mengumpulkan temuan audit dari pada hanya
berfokus pada individual klausul dari ISO 9001:2000
3. Keputusan dan Analisis
a. Masukkan temuan ke dalam perspektif.
b.

Hubungkan temuan dan pengaruhnya terhadap kemampuan organisasi


menyediakan produk sesuai dengan spesifikasinya (lihat ISO 9001:2001
klausul 1.1)

4. Laporan dan Tindak Lanjut


a. Melaporkan secara pantas temuan-temuan audit
a) Pendekatan yang berbeda mungkin diperlukan tergantung pada :
b) Pastikan bahwa beberapa aspek budaya ikut menjadi bahan pertimbangan
c) Memberi tekanan terhadap temuan positif sebagai sesuatu yang tepat.

d) Apakah solusi yang diusulkan oleh organisasi sebagai respon terhadap temuan
negative berguna?
b. Laporan harus objektif dan berfokus pada audiens yang tepat

5. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah audit sistem kepastian kualitas?


Mengadopsi model PDSA (Plan Do Study Act) yang dipopulerkan oleh Deming,
audit sistem manajemen kualitas dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Perencanaan audit
2. Pelaksanaan audit
3. Mempelajari hasil audit
4. Tindakan perbaikan
Perencanaan
Pada tahap ini auditor melakukan identifikasi terhadap tujuan atau sasaran organisasi.
Perencanaan audit dapat mengidentifikasi 5W+1H: siapa (who), apa )what), di mana
(where), mengapa (why), dan bagaimana (how) berkaitan dengan objek audit.
Pelaksanaan
Pelaksanaan audit diawali dengan suatu pertemuan pendahuluan auditor dengan
berbagai pihak yang berwenag untuk membahas tentang ruang lungkup audit, tujuan,
jadwal pelaksanaan, dan rancangan kertas kerja audit (KKA). Proses audit diawali dengan
mereview/memriksa proses, produk, atau sistem. Setelah mereview proses, auditor
mendokumentasikan berbagai temuan auditnya dalam KKA, yang nantinya akan disajikan
dalam ringkasan umum yang akan dibahas pada pertemuan akhir dengan berbagai pihak
terkait. Dalam waktu yang singkat kemudian auditor menyajikan laporan tertulis, yang
mencatat temuan-temuan audit, kesimpulan audit, dan rekomendasi yang diberikan.
Memahami hasil audit
Hasil audit menyajikan informasi tentang kekuatan, kelemahan dan beerapa bagian
yang membutuhkan peningkatan dalam organisasi auditee. Sebagai respon terhadap laporan
audit, pihak-pihak yang terkait kemudian mengembangkan rencana tindakan perbaikan
berdasarkan rekomendasi yang diberikan auditor. Hasil pengembangan tersebut dirumuskan
dan didokumentasikan dalam suatu rencana tindakan korektif yang akan diambil.

Tindakan Perbaikan
Pada tahap ini, organisasi didampingi oleh auditor, mengimplementasikan rencana
tindakan perbaikan yang telah ditetapkan.

6. Jelaskan bagaimana proses audit dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan?


Proses audit dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan dengan melakukan
tindakan berikut:

Memahami hasil audit


Hasil audit menyajikan informasi tentang kekuatan, kelemahan dan beerapa bagian
yang membutuhkan peningkatan dalam organisasi auditee. Sebagai respon terhadap laporan
audit, pihak-pihak yang terkait kemudian mengembangkan rencana tindakan perbaikan
berdasarkan rekomendasi yang diberikan auditor. Hasil pengembangan tersebut dirumuskan
dan didokumentasikan dalam suatu rencana tindakan korektif yang akan diambil.
Tindakan Perbaikan
Pada tahap ini, organisasi didampingi oleh auditor, mengimplementasikan rencana
tindakan perbaikan yang telah ditetapkan.
7. Sebutkan dan jelaskan prinsip-prinsip manajemen kualitas?
ISO 9001:2001 mendasarkan Manajemen kualitas pada 8 prinsip manajemen kualitas
yang terdiri dari :
1. Fokus pada pelanggan
Dalam persaingan bisnis yang sangat ketat ini, konsumen memiliki berbagai
alternative dalam memenuhi kebutuhannya. Produk (barang atau jasa) tersedia begitu
beraneka ragam dengan berbagai keunggulan yang dijanjikan. Secara rasional konsumen
akan menggunakan (mengkonsumsi) produk yang dapat memaksimalkan manfaat yang
didapatkan dari pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh produk tersebut. Dalam
kondisi sepert ini perusahaan menjadi tergantung pada pelanggannya sehingga perusahaan
harus berusaha untuk memahami harapan pelanggannya, merealisasi harapan tersebut
(bahkan melebihinya) dalam produk yang dihasilkannya sehingga konsumen mendapatkan
produk yang sesuai dengan kebutuhannya dengan harga yang wajar.

Dengan demikian, tujuan perencanaan, strategi dan operasional perusahaan harus


berfokuskan kepada pelanggan. Semakin tinggi kemampuan untuk memenuhi harapan/
kegiatan pelanggan, semakin tinggi pula potensi perusahaan untuk mendapatkan laba yang
lebih besar, pasar yang lebih luas, pertumbuhan dan perkembangan usaha yang signifikan.
Beberapa focus pelanggan ini akan mengarahkan perusahaan untuk :
Menyelidiki dan memahami kebutuhan pelanggan
Memastikan bahwa tujuan dan sasaran perusahaan berhubungan dengan
kebutuhan harapan pelanggan.
Mengkomunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan dengan organisasi
secara keseluruhan.
Menyelarasakan pendekatan dalam memuaskan pelanggan dan pihak yang
berkepentingan serta mengambil tindakan atas hasil yang diperoleh.
Memastikan bahwa keseimbangan antara kepuasan pelanggan dengan pihak
lain yang berkepentingan, seperti pemilik, karyawan, pemasok, investor,
massyarakat, pemilik serta pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya.
Sedangkan manfaat dari penerapan prinsip focus pada pelanggan ini bagi perusahaan
dapat berupa :
Meningkatkan pendapatan dan penguasaan pangsa pasar yang diperoleh melalui
tanggapan yang cepat dan fleksibel terhadap kesempatan pasar.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya perusahaan
dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.
Meningkatkan loyalitas pelanggan melalui transaksi yang berkelanjutan.
2. Kepemimpinan
Kepemimpinan dalam perusahaan harus mampu merumuskan visi dan misi
perusahaan sebagai sesuatu yang khas tentang apa, bagaimana, kemana, peusahaan akan
diarahkan dalam memenuhi kebutuhan pelanggannya. Di samping itu, pemimpin juga
harus mampu merumuskan tujuan perusahaan dengan menciptakan dan memelihara
lingkungan internal yang kondusif yang membuat semua personalia di dalam perusahaan
terlibat secara optimal dalam pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan. Penerapan
prinsip-prinsip kepemimpinan di dalam perusahaan akan membantu perusahaan untuk :
1. Memandang semua kebutuhan pihak terkait sebagai satu kesatuan
2. Menciptakan visi dan misi yang jelas untuk masa depan perusahaan
3. Menetapkan tujuan, sasaran, serta target yang menantang dan realistis

4. Bertindak bebas disertai dengan tanggung jawab dan akuntabilitas


5. Menyediakan sumber daya dan pelatihan
6. Menjadi teladan dalam kejujuran, moral dan penciptaan budaya perusahaan yang kuat.
7. Membangun kepercayaan dan menghilangkan berbagai kekhawatiran karyawan
Sedangkan manfaat yang dipeoleh dari penerapan prinsip-prinsip ini antara lain:
1. Membuat karyawan mengerti dan termotivasi untuk mencapai tujuan dan sasaran
perusahaan.
2. Menyatukan evaluasi, perbaikan, dan penerapan aktivitas dalam satu kesatuan
3. Meminimlkan miskomunikasi di antara berbagai tingkatan dalam organisasi
4. Menimbulkan keinginan untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam perbaikan
berkelanjutan sebagai wujud peningkatan kinerja karyawan.

3. Keterlibatan Sumber Daya Manusia


Menjadikan SDM sebagai kekuatan bersaing, berarti memberikan ruang dan waktu
yang memadai kepada seluuh individu dan kelompok di dalam perusahaan untuk terlibat
dalam pencapaian keberhasilan perusahaan. Karyawan harus diberdayakan. Ini merupakan
salah satu pola piker (mindset) yang harus dipegang dalam implementasi managemen
kualitas total (TQM) untuk mencapai keunggulan bersaing, perusahaan harus menjadikan
keterlibatan karyawan sebagai bagian penting dalam pengelolaan SDMnya. Penerapan
prinsip-prinsip keterlibatab SDM akan membantu setiap individu dan kelompok untuk :
1. Memahami tentang pentingnya kontribusi dan peranan mereka dalam perusahaan.
2. Mengidentifikasi kendala-kendala yang dapat menghambat kinerja mereka.
3. Bertanggung jawab terhadap masalah yang dihadapi dan mencari solusi bagaimana
menyelesaikan permasalahan tersebut.
4. Mampu menilai kinerjanya sendiri dihubungkan dengan tujuan perusahaan dan tujuan
pribadinya.
5. Berusaha meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan pengalaman mereka guna
memberikan kontibusi yang lebih tinggi lagi kepada perusahaan.
6. Menyumbangkan pengetahuan dan pengalamannya dengan bebas serta mendiskusikan
masalah-masalah yang sedang berkembang.
Sedangkan manfaat dari penetapan prinsip ini antara lain:

Setiap orang dalam perusahaan menjadi termotivasi memberikan komitmen dan


keterlibatannya dalam pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan.
Menumbuh kembangkan inovasi dan kreativitas serta perbaikan terus-menerus dalam
mencapai tujuan perusahaan.
Setiap orang menjadi bertanggung jawab terhadap kinerjanya
4. Pendekatan proses
ISO 9001:2001 mendefinisikan proses sebagai kumpulan aktivitas yang saling
berhubungan/ mempengaruhi dimana berubahnya input (material, persyaratan, peralatan,
instruksi, dan lain-lain) menjadi output (barang/ jasa). Perubahan yang dimaksud dalam
definisi ini adalah terjadinya proses penciptaan nilai tambah pada input yang diolah
sehingga output yang dihasilkan mampu memenuhi persyaratan pelanggan. Tiga hal
penting yang harus diperhatikan berkaitan dengan definisi ini adalah (i). apakah input
memadai untuk diolah(dilanjutkan). (ii) apakah proses berjalan secara efektif dan efisien
dan adakah penciptaan nilai tambah input, dan (iii) siapakah pelanggan atas output yang
dihasilkan sehingga dapat dipastikan bahwa output tersebut sesuai dengan keinginan
pelanggan.
Pendekatan proses mensyaratkan perusahaan untuk melakukan identifikasi,
penerapan, pengelolaan, dan peningkatan berkelanjutan proses yang dibutuhkan dalam
system managemen kualitas dan mengelola interaksi masing-masing proses yang
bertujuan untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Beberapa manfaat dari
pendekatan proses adalah :
Beberapa manfaat penting dari pendekatan proses adalah:
Penurunan biaya dan waktu siklus menjadi lebih pendek melalui efektivitas
penggunaan sumber daya.
Hasil yang diperoleh meningkat, konsisten, dan dapat diperkirakan.
Peningkatan kesempatan menjadi prioritas dan terfokus.
Manfaat-manfaat ini dapat dicapai melalui serangkaian tahapan-tahapan
penerapan pendekatan proses sebagai berikut:
1. Mendefinisikan aktivitas yang diperlukan oleh sistem manajemen kualitas dan
penerapannya dalam organisasi secara sistematis.
2. Mendefiniskan urutan dan interaksi proses.
3. Menentukan kriteria dan metode yang disyaratkan untuk memastikan bahwa operasi
pengendaliannya berjal;an secara efektif.
4. Memastikan tersedianya sumber daya dan informasi yang memadai sesuai dengan
kebutuhan untuk pengoperasian dan pemantauan proses.

5. Memantau, mengukur, dan menganalisi proses.


6. Menerapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil sesuai dengan yang
direncanakan dan meningkatkan proses secara berkelanjutan.

5. Pendekatan system dan pengelolaan


Penerapan pendekatan ini akan membantu perusahaan untuk:
Menstukturkan sistem menuju pencapaian tujuandan sasaran dengan lebih efektif dan
efisien.
Memahami keterikatan proses dengan sistem.
Menggunakan pendekatan terstruktur guna mengharmoniskan dan mengintergrasikan
proses-proses.
Memahami dengan lebih baik tentang peranan dan tanggung jawab yang diperlukan
untuk mencapai tujuan bersama dan oleh karena itu akan mengurangi terjadinya
hambatan-hambatan antarfungsi dalam organisasi.
Memahami kemampuan organisasi dan penetapan kendala-kendala dari sumber daya
sebelum bertindak.
Menentukan target dan mendefinisikan bagaimana aktivitas-aktivitas spesifik dalam
sistem harus beroperasi.
Melakukan perbaikan terus-menerus dalam organisasi melalui pengukuran dan
evaluasi.
Sedangkan manfaat yang diperoleh dari pendekatan sistem ini adalah:
1. Integrasi dan kesesuaian dari proses-proses terbaik dalam mencapai hasil-hasil yang
diinginkan.
2. Kemampuan memfokuskan usaha-usaha pada prose-proses kunci.
3. Memberiakn kepercayan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap konsistensi
dan efisiensi organisasi.

6. Perbaikan yang terus-menerus(berkelanjutan)


Penerapan prinsip ini akan mebantu perusahaan untuk:

Menggunakan pendekatan organisasi secara konsisten guna menerapkan


perbaikan yang berkesinambungan (continual improvement) pada kinerja
organisasi.
Memberikan pelatihan yang memadai kepada setiap orang dalam organisasi
tentang metode dan alat-alat peningkatan berkesinambungan.
Menjadikan peningkatan berkesinambungan dari produk, proses, dan sistem
sebagai tujuan utama individu dan kelompok dalam organisasi.
Menetapkan sasaran-sasaran dan ukuran-ukuran yang terkait dengan
peningkatan berkesinambungan.
Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap peningkatan-peningkatan yang
telah tercapai.
Sedangkan manfaat yang diperoleh dari penerapan prinsip antara lain:
1. Meningkatkan kinerja melalui peningkatan keunggulan bersaing perusahaan.
2. Menciptakan kesesuaian dari aktivitas-aktivitas peningkatan pada semua tingkat
terhadap tujuan strategis organisasi.
3. Memberikan fleksibilitas dalam bereaksi secara cepat terhadap berbagai kesempatan
yang ada.
4. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya perusahaan.

7. Pembuatan keputusan berdasarkan fakta


Berkaitan dengan sistem manajemen kualitas, keputusan dan kebijakan yang dibuat
berdasarkan fakta memberikan manfaat kepada organisasi berupa:
Mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat.
Meningkatkan kemampuan untuk menunjukkan efektivitas dari keputusan
terdahulu melalui referensi terhadap fakta-fakta yang terdokumentasi.
Meningkatkan kemampuan untuk meninjau ulang serta mengubah opini dan
keputusan-keputusan.
Langkah-langkah dalam menerapkan prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan data dan informasi serta pengujian yang berkaitan dengan tujuan dan
sasaran perusahaan.

2. Memastikan bahwa data dan informasi akurat, dapat dipercaya, dan mudah diakses.
3. Menganalisis data dan informasi dengan menggunakan metode yang tepat.
4. Memahami penggunaan teknik-teknik statistik.
5. Membuat keputusan dan menindaklanjutinya berdasarkan hasil dan analisis dan
pengalaman.

8. Hubungan yang saling menguntungkan dengan pemasok


Manfaat bagi organisasi dalam menerapkan prinsip ini antara lain:
1. Meningkatkan kemampuan untuk menciptakan nilai tambah bagi kedua pihak.
2. Meningkatkan fleksibilitas dan kecepatan bersama untuk menanggapi perubahan pasar
atau kebutuhan dan harapan pelanggan.
3. Mengoptimalkan biaya dan penggunaan sumber-sumber daya.
Langkah-langkah yang harus diikuti dalam mengimplementasikan prinsip ini antara lain:
1. Mengidentifikasi dan menyeleksi pemasok utama.
2. Melibatkan pemasok dalam mengidentifikasi kebutuhan perusahaan.
3. Melibatkan pemasok dalampengembanagn strategi perusahaan.
4. Membina hubungan dengan pemasok dan memperlakukannya sebagai mitra bisnis.
5. Menetapkan hubungan jangka pendek dan jangka panjang yang seimbang.
6. Berkomunikasi dan berbagi informasi dengan pemasok sesuai dengan persyaratan
perusahaan.
7. Memastikan bahwa output dari pemasok sesuai dengan persyaratan perusahaan.
8. Membuat aktivitas bersama dalam pengembangan dan peningkatan.
9. Mengilhami, menganjurkan, dan menghargai peningkatan prestasi yang dicapai
pemasok

8. Ada berapa klausul ISO 90001:2001 yang memberikan rujukan


pengembangan sistem kepastian kualitas? Sebutkan dan jelaskan!

terhadap

Lima klausul dari ISO 9001:2001 memberikan rujukan (retensi) tentang sistem
kepastian kualitas, yang meliputi:
A. .Klausul 4 tentang Sistem Manajemen Kualitas. Beberapa kriteria kualitas yang
termuat dalam klausul ini yaitu persyaratan umum, persyaratan dokumen, dan
pengendalian dokumen.
B. .Klausul 5 tentang Tanggung Jawab Manajemen. Meliputi komitmen manajemen,
fokus pada pelanggan, kebijakan kualitas, perencanaan, tanggung jawab, wewenang,
dan komunikasi, serta tujuan manajemen.
C. Klausul 6 tentang Manajemen Sumber Daya. Meliputi ketersediaan sumber daya,
SDM, Infrastruktur, dan lingkungan kerja.
D. Klausul 7 tentang Realisasi Produk. Meliputi perencanaan realisasi produk, proses
yang berhubungan dengan pelanggan, desain dan pengembangan, pembelian, produksi
dan penyediaan jasa, serta pengendalian, pengukuran, dan pemantauan alat.
E. Klausul 8 tentang Pengukuran, Analisis, dan Peningkatan. Meliputi umum,
pemantauan dan pengukuran, dan peningkatan.