Anda di halaman 1dari 8

Kelompok 2:

Juanda surya
Dwi andika Putra
Muftianda Kardawi
Fiqi Caesar

1301103010077
1301103010006
1301103010130
1301103010010

BAB 10 AUDIT LINGKUNGAN


1.apakah setiap perusahaan
terdokumentasi ?

harus

memiliki

sistem

manajemen

lingkungan

secara

Dalam rangka mencapai sertifikasi organisasi harus memiliki sistem manajemen mutu yang
terdokumentasi dan bukan sistem dokumen. Tiga tujuan utama dari dokumentasi seharusnya untuk
komunikasi informasi bukti kesesuaian dan berbagi pengetahuan. Dokumentasi sistem manajemen
mutu dapat dalam bentuk atau jenis media seperti kertas elektronik atau gambar. Sebuah sistem mutu
sesuai manajemen perlu untuk mengatasi elemen kunci dari standar. Ada lima bagian yang
menguraikan persyaratan sistem compliant bagian Sistem Manajemen Mutu bagian Tanggung Jawab
Manajemen Manajemen Sumber Daya pasal pasal Produk Realisasi dan bagian Analisis Pengukuran.
ISO bagian mensyaratkan bahwa suatu organisasi memiliki sistem terdokumentasi dengan
prosedur di tempat untuk mengontrol dokumen dan catatan. Bagian membutuhkan sistem manajemen
mutu untuk menyertakan kebijakan mutu dan manajemen senior untuk menunjukkan komitmen
manajemen mengalokasikan tanggung jawab dan wewenang dan melakukan tinjauan manajemen
Bagian dari standar membutuhkan sistem anda untuk mengatasi dan meninjau persyaratan untuk
sumber daya sumber daya manusia dan lingkungan pelatihan infrastruktur dan pekerjaan. Bagian dari
standar mendefinisikan persyaratan untuk perencanaan desain dan pengembangan produksi
pengendalian pembelian properti pelanggan dan pemantauan dan pengukuran.
2. siapa saja pihak- pihak yang berkepentingan ( stakeholder ) dari pengelolaan tanggung
jawab lingkungan perusahaan ?
Teori tentang tanggung jawab social perusahaan yang mengatakan bahwa tanggung jawab
manajemen yang terpenting, kelangsungan hidup jangka panjang (bukan hanya memaksimalkan laba),
dicapai dengan memuaskan keinginan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan
(bukan hanya pemegang saham)
3. dokumentasi apa saja yang harus yang harus dipenuhi dalam sistem manajemen suatu
lingkungan?

Dokumentasi sistem manajemen lingkungan harus mencakup:


kebijakan, tujuan dan sasaran lingkungan;
penjelasan lingkup sistem manajemen lingkungan;
penjelasan unsur-unsur utama sistem manajemen lingkungan dan keterkaitannya
serta rujukan kepada dokumen terkait;
dokumen, termasuk rekaman, yang disyaratkan oleh standar ini;
dokumen, termasuk rekaman, yang ditentukan oleh organisasi sebagai dokumen
penting untuk memastikan perencanaan, operasi dan pengendalian proses secara
efektif, yang terkait dengan aspek lingkungan penting.

4. apa yang dimaksud dengan audit lingkungan, apa sebab audit ini diperlukan ?
Audit lingkungan merupakan alat manajemen yang secara periodik, sistematis, objektif, dan
terdokumentasi melakukan evaluasiterhadap kinerja sistem lingkungan dan pengelolaan peralatan dan
fasilitas. Adapun diperlukanya audit ini adalah untuk memfasilitasi manajemen dalam mengendalikan
lingkungan, penilaian kepatuhan terhadapa kebijakan pengelolaan lingkungan, termasuk kepatuhan
terhadap peraturan lingkungan yang berlaku dan juga dapat berguna untuk menyediakan informasi
yang bermanfaat untuk membantu perusahaan menemukan standar kinerja lingkungan dan menjadi
terdepan dalam memenuhi persyaratan hukum dalam bidang lingkungan.
5. apakah perusahaan perlu melakukan audit internal tehadap pelaksanaan tanggung jawab
lingkunganya ?
iya perlu karena seperti yang kita ketahui , Adapun diperlukanya audit ini adalah untuk
memfasilitasi manajemen dalam mengendalikan lingkungan, penilaian kepatuhan terhadapa kebijakan
pengelolaan lingkungan, termasuk kepatuhan terhadap peraturan lingkungan yang berlaku dan juga
dapat berguna untuk menyediakan informasi yang bermanfaat untuk membantu perusahaan
menemukan standar kinerja lingkungan dan menjadi terdepan dalam memenuhi persyaratan hukum
dalam bidang lingkungan
6. apa tujuan dan manfaat audit lingkungan bagi perusahaan ?
Tujuan audit lingkungan bagi perusahaan:
Perusahaan menaati hukum dan pertauran lingkungan
Kebijakan dan prosedur secara jelas didefinisikan dan diumumkan ke seluruh organisasi
Risiko korporat yang berasal dari risiko lingkungan dinyatakan dan berada di bawah
pengendalian
Perusahaan mempunyai sumber daya dan staf yang tepat untuk pekerjaan lingkungan,
menggunakan sumber daya tersebut dan dapat mengendalikan masa depan sumber daya
tersebut.
Manfaat audit lingkungan bagi perusahan:
Mengidentifikasikan risiko lingkungan
Menjadi dasar pelaksanaan kebijakan pengelolaan lingkungan
Menghindari kerugian finansial ( penutupan usaha , pembatasan usaha, publikasi pencemaran
nama )
Mencegah tekanan sanksi hukum
Membuktikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dalam proses peradilan
Menyediakan informasi
Meningkatkan efektivitas manajemen
7. sebutkan dan jelaskan jenis- jenis audit lingkungan
Jenis jenis Audit Lingkungan
Audit lingkungan ada beberapa jenis, yang pelaksanaannya sangat tergantung pada kebutuhan
manajemen/ perusahaan. (Tardan dkk, 1997) :

1. Audit Pentaatan
Audit Pentaatan memiliki sifat :
Menilai ketaatan terhadap peraturan, standar dan pedoman yang ada.
Meninjau persyaratan perizinan dan pelaporan.
Melihat pembatasan pada pembuangan limbah udara, air dan padatan.
Menilai keterbatasan peraturan dalam pengoperasian, pemantauan dan pelaporan sendiri atas
pelanggaran yang dilakukan perusahaan.
Sangat mengarah pada semua hal yang berkaitan dengan pentaatan.
Dapat dilakukan oleh petugas (kelompok/perusahaan) setempat.

2.Audit Manajemen
Audit jenis ini mempunyai sifat :
Menilai kefektifan sistem manajemen internal, kebijakan perusahaan dan resiko yang
berkaitan dengan manajemen bahan.
Menilai keadaan umum dari peralatan, bahan bangunan dan tempat penyimpangan.
Mencari bukti/ kenyataan tentang kebenaran dan kinerja proses produksi.
Menilai kualitas pengoperasian dan tata laksana operasi.
Menilai keadaan catatan/ laporan tentang emisi, tumpahan, keluaran, dan penanganan limbah.
Menilai tempat pembuangan secara rinci.
Meninjau pelanggaran atau pertentangan dengan petugas setempat atau dengan masyarakat.
3. Audit Produksi Bersih dan Minimisasi Limbah
Jenis audit ini mempunyai sifat :
Mengurangi jumlah timbunan dan produksi buangan limbah.
Menggunakan analisis kualitas daan kuantitatif yang rinci terhadap praktek pembelian, proses
produksi dan timbunan limbah.
Mencari tindakan alternatif pengurangan produksi, dan pendaur ulangan limbah.
4. Audit Konservasi Air
Sifat audit ini adalah :
Mengidentifikasi sumber air penggunaan air dan mencari upaya untuk mengurangi
penggunaan air total melalui usaha pengurangan, penggunaan ulang dan pendaur-ulangan

5. Audit Konservasi Energi


Sifat audit ini adalah :
Melacak pola pemakaian tenaga listrik, gas dan bahan bakar minyak dan mencoba untuk
mengkuantifikasikan serta meminimalkan penggunaannya.

6. Audit Pengotoran/ Kontaminasi Lokasi Usaha


Sifat audit ini adalah :
Menilai kedaan pengotoran lokasi perusahaan akibat pengoperasian yang dilakukan oleh
perusahaan yang bersangkutan.
Melakukan pengambilan contoh dari lokasi dan melakukan penganalisaan contoh sampel
tersebut untuk jangka waktu yang cukup panjang dan merupakan hal yang khusus pada audit
jenis ini (audit lain tidak melakukan pengambilan sampel).
Melakukan pengelolaan secara statistik terhadap hasil audit, jika diperlukan.
7. Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Jenis audit ini memiliki sifat :
Menilai tatalaksana operasional pekerjaan, pengelolaan bahan dan limbah berbahaya,
pembuangan bahan pencemar dan sejenisnya, yang berhubungan erat dengan keselamatan dan
kesehatan kerja.
Audit ini memungkinkan pimpinan perusahaan untuk menetapkan apakah perusahaan tersebut
sudah mentaati peraturan tentanf keselamatan dan kesehatan kerja.
8. Audit Perolehan (Procurement Audit)
Sifat audit ini adalah :
Meninjau praktek pembelian
Mengidentifikasi hasil produksi daan peralatan alternatif.
Dapat dilakukan terpisah atau sebagai bagian audit minimisasi limbah atau audit produksi
bersih.
Biasanya melibatkan pegawai bagian pembelian.
Melihat alternatif dari yang sederhana sampai genting (cradle to grave)
8. setiap sistem manajemen lingkungan harus memuat kebijakan lingkungan . bagaimana
seharusnya kebijakan manajemen lingkungan yang dibuat perusahaan?
Kebijakan manajemen lingkungan yang harus dibuat perusahaan adalah Kebijakan
lingkungan harus terdokumentasi dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan tersedia bagi
masyarakat, dan mencakup komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan, pencegahan pencemaran, dan
patuh pada peraturan serta menjadi kerangka kerja bagi penetapan tujuan dan sasaran.

SO 14001 merupakan standar lingkungan yang bersifat sukarela (voluntary). Standar ini dapat
dipergunakan oleh oleh organisasi/perusahaan yang ingin:
menerapkan, mempertahankan, dan menyempurnakan sistem manajemen lingkungannya
membuktikan kepada pihak lain atas kesesuaian sistem manajemen lingkungannya
dengan standar
memperoleh sertifikat
Beberapa manfaat penerapan ISO adalah:

menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan


meningkatkan kinerja lingkungan
memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan
menurunkan resiko pertanggungjawaban lingkungan
sebagai alat promosi untuk menaikkan citra perusahaan

Selain manfaat di atas, perusahaan yang berupaya untuk menerapkan ISO 14001 juga perlu
mempersiapkan biaya-biaya yang akan timbul, diantaranya:
waktu staf atau karyawan
penggunaan konsultan
pelatihan
9. apa yang menjadi pusat perhatian auditor pada audit atas perencanaan lingkungan
perusahaan ?
Adapun yang menjadi pusat perhatian auditor pada audit atas perencanaan lingkungan
perusahaan adalah :
Tujuan dari program audit lingkungan sangat bervariasi dengan falsafah dengan secara keseluruhan
atau tujuan atau arah dari manajemen lingkungan dalam suatu perusahaan.
Tahap 1 : Pemecahan Masalah
Dalam tahap 1, usaha lingkungan suatu perusahaan dapat dikarakteristikkan oleh keinginan untuk
menghindari gangguan.Fokus utama adalah pada pemecahan masalah lingkungan yang segera dan
paling dikenal dan menghindari biaya yang tidak perlu yang diakibatkan oleh staf yang meningkat
atau pengeluaran modal.
Tahap 2 : Mengelola ketaatan
Suatu perusahaan membangun suatu sistem yang lebih formal untuk mengelola tingkat yang
diinginkan atau tingkat ketaatan.
Tahap 3 : Mengelola Kepastian Lingkungan
Falsafah manajemen dasar adalah bahwa jajaran penuh dan resiko lingkungan yang potensial terhadap
perusahaan dan terhadap lingkungan.

10. pada audit atas penerapan dan operasi manajemen lingkungan , auditor menilai
keberadaan sumber daya, peran tanggung jawab, serta kewenangan yang ada didalamnya .
informasi apa yang ingin diperoleh auditor dari penilaian ini ?

Tujuan tahap perencanaan atau rencana tindakan (action plan) adalah menciptakan kondisi
sedemikian sehingga perusahaan dapat melaksanakan kegiatannya sesuai dengan kebijakan
lingkungan, yang didasarkan pada informasi yang benar dan usulan internal ataupun harapan
perusahaan tentang kinerja lingkungan.
Perencanaan dalam ISO 14001 mensyaratkan agar perusahaan:
membuat dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi aspek lingkungan dari kegiatan,
produk atau jasa
membuat dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi peraturan perundang-undangan
dan persyaratan lainnya yang dilaksanakan oleh perusahaan
membuat dan memelihara tujuan dan sasaran lingkungan yang terdokumentasi. pada setiap
bagian dan tingkat yang relevan dalam
perusahaan
membuat dan memelihara program lingkungan untuk memenuhi tujuan dan sasaran
lingkungan
Unsur SML yang berkaitan dengan perencanaan mencakup :
Identifikasi aspek lingkungan dan evaluasi dampak lingkungan yang
terkait
persyaratan perundang-undangan dan persyaratan lainnya
kebijakan lingkungan
kriteria kinerja internal
tujuan dan sasaran lingkungan
perencanaan lingkungan dan program manajemen

11. setiap perusahaan bertangggung jawab mengembangkan prosedur kesiagaan dan tanggap
darurat sesuai dengan keperluanya. Apa yang harus diperhatikan auditor dalam menilai
kecukupan prosedur kesiagaan tanggap darurat dari sistem manajemen lingkungan
perusahaan ?

Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk


mengidentifikasi potensi situasi darurat dan kecelakaan, yang dapat menimbulkan
dampak lingkungan serta bagaimana organisasi akan menanggapinya.
Organisasi harus melakukan tindakan terhadap situasi darurat dan kecelakaan yang
terjadi serta mencegah atau mengatasi dampak lingkungan negatif yang ditimbulkan.
Organisasi harus meninjau prosedur kesiagaan dan tanggap darurat secara berkala dan
apabila diperlukan organisasi menyempurnakan prosedur tersebut, khususnya setelah
terjadinya kecelakaan atau situasi darurat.
Organisasi juga harus menguji prosedur tersebut secara berkala apabila dapat
dilaksanakan.

12. apa tujuan dan mafaat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja bagi
perusahaan ?

Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) memiliki beberapa tujuan dalam


pelaksanaannya berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Di
dalamnya terdapat 3 (tiga) tujuan utama dalam Penerapan K3 berdasarkan Undang-Undang No 1
Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja yaitu antara lain :
Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.
Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional.
Dari penjabaran tujuan penerapan K3 di tempat kerja berdasarkan Undang-Undang nomor 1 Tahun
1970 tentang Keselamatan Kerja di atas terdapat harmoni mengenai penerapan K3 di tempat kerja
antara Pengusaha, Tenaga Kerja dan Pemerintah/Negara. Sehingga di masa yang akan datang, baik
dalam waktu dekat ataupun nanti, penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di Indonesia
dapat dilaksanakan secara nasional menyeluruh dari Sabang sampai Meraoke. Seluruh masyarakat
Indonesia sadar dan paham betul mengenai pentingnya K3 sehingga dapat melaksanakannya dalam
kegiatan sehari-hari baik di tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggal.
Manfaat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja bagi perusahaan :
a. Melindungi Pekerja
Tujuan utama penerapan SMK3 adalah untuk melindungi pekerja dari segala bentuk kecelakaan dan
penyakit akibat kerja. Bagaimanapun pekerja adalah asset perusahaan yang paling penting.

b. Patuh Terhadap Peraturan dan Undang-Undang


Perusahaan-perusahaan yang mematuhi peraturan atau perundang-undangan yang berlaku pada
umumnya terlihat lebih sehat dan exist. Karena bagaimanapun peraturan atau perundang-undangan
yang dibuat bertujuan untuk kebaikan semua pihak.
c. Meningkatkan Kepercayaan dan Kepuasan Pelanggan
Penerapan SMK3 secara baik akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Betapa banyak
pelanggan yang mensyaratkan para pemasok atau supplier mereka untuk menerapkan SMK3 atau
OHSAS 18001. Karena penerapan SMK3 akan dapat menjamin proses yang aman, tertib dan bersih
sehingga bisa meningkatkan kualitas dan mengurangi produk cacat.
d. Membuat Sistem Manajemen Yang Efektif
Dengan menerapkan SMK3 atau OHSAS 18001 maka sistem manajemen keselamatan akan
tertata dengan baik dan efektif. Karena didalam SMK3 ataupun OHSAS 18001 dipersyaratkan adanya
prosedur yang terdokumentasi, sehingga segala aktifitas dan kegiatan yang dilakukan akan
terorganisir, terarah, berada dalam koridor yang teratur dan dilakukan secara konsisten
13. bagaimana auditor menilai efisiensi dan efektivitas pengelolaan keselamatan dan kesehatan
kerja karyawan?

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau biasa disebut SMK3 adalah bagian
dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung
jawab, pelaksanaan, prosedur proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan
pencapaian , pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka
pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman
(Permenaker No : PER. 05/MEN/1996). Jadi, sistem manajemen K3 merupakan rangkaian kegiatan
yang teratur dan saling berhubungan secara keseluruhan yang berguna dalam pengendalian resiko
yang berkaitan dengan kegiatan kerja agar dapat menciptakan suasana tempat kerja yang aman
Dengan demikian sektor industri dapat memiliki dua dimensi yang sesuai dengan kemampuan
dan Policy Managementnya dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3) yaitu :
a.Innovative Management
dengan melakukan inovasi manajemen melalui
Unsafe Condition Minimalizers yang artinya adalah bagaimana kita dituntut untuk memperkecil
atau mengurangi insiden yang diakibatkan oleh kondisi tempat kerja seperti, organisasi, peralatan
kerja (mesin-mesin), lingkungan kerja dan sistem kerja.
b.Raditional Sistem
dalam penyelamatan pekerjaan melalui Unsafe Act Minimalizers yang artinya adalah bagaimana
kita dituntut untuk memperkecil atau mengurangi tingkah laku orang yang tidak nyaman.