Anda di halaman 1dari 14

Sampling Audit untuk

Pengujian
Pengendalian dan
Pengujian Substantif
Transaksi
Oleh :
Hyulda Omega C W Manafe
(14120008)

A. SAMPEL YANG
REPRESENTATIVE
Merupakan salah satu karakteristik dalam pemilihan sampel audit
yang memiliki kesamaan dengan populasi

Resiko NonSampel resiko dimana tes audit tidak


menemukan adanya sampel yang diabaikan
Resiko Sampling resiko dimana auditor menarik
kesimpulan yang salah karena sampel tidak
representatif
Dua cara untuk pengendalian resiko sampel :
- Dengan menyesuaikan ukuran sampel
- Dengan menggunakan metode pemilihan sesuai
dengan materi populasi

B. SAMPLING STATISTIK & SAMPLING


NONSTATISTIK SERTA PEMILIHAN SAMPEL
PROBABILISTIK DAN NONPROBABILISTIK
Persamaan Sampel Statistik dan Nonstatistik :
1. Perencanaan sampel tes audit telah dilakukan dengan
cara yang benar dengan resiko sampel yang diinginkan dan
memperkecil kesalahan nonsampel
2. Pemilihan sampel dan pelaksanaan tes pemilihan materi
sampel dari populasi dan melakukan pengujian dokumen
serta membuat prosedur audit
3. Evaluasi hasil pemilihan kesimpulan berdasarkan tes audit
Perbedaan Sampel Statistik dan Nonstatistik :
. Aplikasikan aturan matematis dalam pengukuran sampel dan
resiko untuk perencanaan sampel dan evaluasi hasil
Sampel Nonstatistik auditor tidak mengukur resiko sampel

B. SAMPLING STATISTIK & SAMPLING


NONSTATISTIK SERTA PEMILIHAN SAMPEL
PROBABILISTIK DAN NONPROBABILISTIK
Pemilihan Sampel Probabilistik metode pemilihan
sampel dimana jumlah populasi setiap item diketahui
probabilitas yangdisertakan dalam sampelnya dan
sampel dipilih secara acak
Pemilihan Sampel Nonprobabilistik metode
pemilihan sampel dimana auditor lebih
menggunakan pertimbangan profesional

C. METODE PEMILIHAN
SAMPEL
NONPROBABILISTIK

Tiga jenis metode pemilihan sampel


Nonprobabilistik (sampel audit nonstatistik) :
1. Pemilihan sampel langsung berdasarkan pada
Pertimbangan ukuran yang dibuat oleh auditor
- Materi yang paling mungkin berisi kesalahan
- Materi yang berisi karakteristik populasi terpilih
Materi yang berkaitan dengan jumlah uang yang besar
2. Pemilihan sampel blok pemilihan beberapa materi secara
berurutan
3. Pemilhan sampel sembarang Auditor memilih materi
populasi tanpa melihat ukuran, sumber atau karakteristik

Sampel Nonstatistik auditor tidak mengukur resiko sampel

D. METODE
PEMILIHAN SAMPEL
PROBABILISTIK

Empat jenis metode pemilihan sampel


probabilistik (sampel audit statistik) :
1. Pemilihan sampel acak sederhana pemilihan sampel
dimana setiap kombinasi unsur populasi mempunyai
kesempatan yang sama untuk dijasikan sampel
Tabel Nomor Random
Komputer Pengacak Angka
2 Pemilihan sampel sistematis Auditor mengkalkulasi
interval dan kemudian dengan metode tertentu
melakukan pemilihan materi untuk sampel
berdasarkan pada ukuran interval
3. Pemilihan sampel probabilistik proporsional Untuk
yang jumlah catatannya sangat banyak, pemilihan
sampel untuk setiap anggota populasi proporsional
atau PPS (Probabilistik Proporsional Sampel)
4. Pemilihan sampel stratifikasi menekankan besarnya
materi populasi dengan membagi populasi kedalam
subpopulasi melalui ukuran dan mengambil sampel
yang lebih besar dari subpopulasi yang lebih besar

E. PEMILIHAN SAMPEL UNTUK TINGKAT


PENYIMPANGAN

Tingkat Kejadian atau Tingkat


Penyimpangan
Proporsi materi dalam populasi yang berisi
karakteristik atau atribut dari kepentingan
Berupa rasio dari materi berisi atribut spesifik
terhadap total jumlah materi populasi

Jenis penyimpangan :
1. Penyimpangan dari pengawasan yangdibentuk klien
2. Kesalahan keuangan dalam populasi data transaksi
3. Kesalahan keuangan dalam populasi rincian rekening
saldo

F. PENERAPAN PEMILIHAN SAMPEL AUDIT


NONSTATISTIK

14 langkah pengambilan sampel audit yang


diaplikasikan untuk menguji pengendalian dan
substantif transaksi :
Merencanakan sampel
1. Menyatakan tujuan pengujian audit
2. Memutuskan apakah sampling audit dapat
diterapkan
3. Mendifinisikan atribut dan kondisi
pengecualian
4. Mendefinisikan populasi
5. Mendefinisikan unit sampling
6. Menetapkan tingkat pengecualian yang
dapat ditoleransi
7. Menetapkan risiko yang dapat diterima atas
penentuan risiko penilaian yang terlalu rendah

F. PENERAPAN PEMILIHAN SAMPEL


AUDIT NONSTATISTIK
Memilih sampel dan melaksanakan prosedur
audit
10. Memilih sampel
11. Melaksanakan proseur audit
Mengevaluasi hasil
12. Menggenaralisasi dari sampel ke
populasi
13. Menganalisis pengecualian
14. Memutuskan aksebtabilitas populasi

G. SAMPLING AUDIT STATISTIK


Metode sampling
statistik yang
paling sering
digunakan untuk
pengujian
pengendalian dan
engujian substantif
atas transaksi
adalah sampling
atribut (atribute
sampling).

H. DISTRIBUSI SAMPLING

Disribusi sampling adalah distribusi frekuensi


hasil semua sampel berukuran khusus yang
dapat diperoleh dari populasi yang memiliki
beberapa karakteristik tertentu.
Distribusi sampling memungkinkan auditor
untuk membuat laporan probabilitas
mengenai kemungkinan terwakilnya stiap
sampel dalam distribusi.sampling atribut
didasarkan pada distribusi binominal, imana
setipsampel dalam populasi memiliki satu dari
dua nilai yang mungkin atau deviasi
pengendalian.

I. PENERAPAN SAMPLING ATRIBUT


14 langkah untuk sampel nonstatistik dapat digunakan
untuk atribut sampel dalam tes atribut sampel
Merencanakan Sampel
1. Menentukan tujuan audit
2. Menentukan sampel audit apakah yang dapat
diaplikasikan
3. Menentukan atribut dan kondisi pengecualian
4. Menentukan populasi
5. Menentukan unit sampel
6. Menentukan toleransi tingkat pengecualian
7. Menentukan resiko yang dapat diterima dalam
menilai resiko pengawasan terlalu rendah
8. Menentukan tingkat pengecualian populasi
9. Menentukan ukuran sampel awal

I. PENERAPAN SAMPLING ATRIBUT

Pemilihan Sampel dan Melakukan


Prosedur Audit
10. Pemilihan sampel
11.Melaksanakan prosedur audit

Mengevaluasi Hasil
12.Menggeneralisasikan sampel pada
populasI
13.Menganalisis pengecualian
14.Memutuskan diterimanya populasi