Anda di halaman 1dari 16

MODUL 6

A. Latihan dan diskusi

1. Pada tanaman menyerbuk sendiri, keturunannya tidak pernah berubah secara genetic.
Sebaliknya pada tanaman menyerbuk silang keturunannya selalu beragam secara genetik.
Dengan menggunakan diagram persilangan, tunjukkan perbedaan genetic tanaman menyerbuk
sendiri dan menyerbuk silang?
P
:
S1
:
25% AA

Aa >< Aa

25% aa
50% Aa
S2
:
25% AA 12,5% AA
25% Aa
12,5% aa 25% aa
S3
:
37,5% AA 6,25% AA
12,5% Aa 6,25% aa 37,5% aa
S4
:
43,7% AA 3,125% AA 6,25% Aa 3,125% aa 43,7% aa
S5
: 46,875% AA 1,562% AA 3,125% Aa 1,562% aa 46,875% aa
Pasangan gen homosigot akan tetap homosigot dan apabila terjadi penyerbukan sendiri secara
terus menerus maka genotipe yang terbentuk adalah cenderung homosigot atau genotip
homosigot makin lama makin besar proporsinya.
Tanaman menyerbuk silang :
GW

Gw

gW

gw

GGWW

GGWw

GgWW

GgWw

Gamet
Gamet
GW

(kuning,halus) (kuning,halus) (kuning,halus) (kuning,halus)


Gw

GGWw

GGww

(kuning,halus) (kuning,

GgWw

Ggww

(kuning,halus) (kuning,keriput)

keriput)
gW

Gw

GgWW

GgWw

ggWW

ggWw

(kuning,halus) (kuning,halus) (hijau,halus)

(hijau,halus)

GgWw

Ggww

Ggww

ggWw

(kuning,halus) (kuning,keriput) (hijau,halus)

(hijau,keriput)

Dari diagram persilangan dihibrid tersebut di atas merupakan contoh tanaman yang meyerbuk
silang dimana dapat dilihat bahwa fenotipe F2 memiliki nisbah 9 : 3 : 3 : 1 sebagai akibat
terjadinya segregasi gen G dan W secara independen. Dengan demikian, gamet-gamet yang
terbentuk dapat mengandung kombinasi gen dominan dengan gen dominan (GW), gen dominan
dengan gen resesif (Gw dan gW), serta gen resesif dengan gen resesif (gw).
2. Pada suatu populasi jagung diketahui ada 40 tanaman yang terserang penyakit bulai dari
total 1000 tanaman. Penyakit bulai dikendalikan oleh gen resesif b, tentukan frekuensi fenotip
tanaman tahan dan peka, frekuensi genotip tanaman tahan dan peka serta frekuensi gen B dan b
dari populasi jagung tersebut?
Frekuensi fenotip tanaman tahan dan peka
Frekuensi fenotip tanaman tahan = 960/1000 = 0,96
Frekuensi fenotip tanaman peka = 40/1000 = 0,04
frekuensi fenotip tanaman tahan 0,96 dan tanaman peka 0
Frekuensi genotip tanaman tahan dan peka
BB = tahan

Bb = tahan

bb = peka

Frekuensi genotip BB = p2 = (0,8)2 = 0,64


Frekuensi genotip Bb = 2pq = 2(0,8)(0,2) = 0,32
Frekuensi genotip bb = q2 = (0,2)2 = 0,04
Jadi frekuensi genotip tanaman tahan yaitu BB + Bb = 0,64 + 0,32 = 0,96 dan frekuensi genotip
tanaman peka yaitu 0,04
Frekuensi gen B dan b

Resesif = b = q

q2 = jumlah populasi peka/populasi total = 40/1000 = 0,04


q = 0,2
p+q=1

p = 1 q = 1 0,2 = 0,8
Jadi frekuensi alel B = 0,8 dan frekuensi alel b = 0,2

B. Pertanyaan

1. What do you know about inbreeding?


Inbreeding merupakan perkawinan antara individu-individu berkerabat dekat.Akibat dari
inbreeding adalah dihasilkannya individu-individu yang mengalami penurunan ketegaran dan
vigor sebagai akibat menurunnya heterozigositas.penurunan inilah yang dikenal dengan tekanan
silang dalam sebagai akibat dari terkumpulnya gen-gen resesif yang tidak diinginkan pada F2.
Kebalikan dari semua itu, heterosis merupakan hasil dari perkawinan dua tetua yang tidak
berkerabat dekat.Heterosis mengacu pada peningkatan dalam hal ketegaran dan vigor
dibandingkan dengan nilai kedua tetuanya sebagai akibat dari meningkatnya heterozigositas.
Adapun kehadiran gen-gen resesif yang tidak diinginkan pada satu tetua tertutupi oleh gen-gen
dominan.
2. Please explain the advantages of inbreeding in cross pollination plant
Adanya keragaman sangat berguna untuk memilih tanaman yang dikehendaki.
Silang dalam beberapa generasi akan mengakibatkan adanya perbedaan antara galur, dan

antara tanaman dalam galur makin seragam.


Adanya perbaikan dalam populasi dan perbaikan galur (recycle breeding) penampilan
galur semakin baik, dapat diperoleh galur yang hasilnya dapat mencapai 2 - 4 t ha-1.
Tanaman tegap, daun hijau, toleran rebah, tahan hama dan penyakit.

3. Mention the advantages of heterosis in cross pollination plant breeding?


Heterosis adalah gejala genetis yang luas dimanfaatkan dalam pembentukan kultivar unggul
tanaman. heterosis telah dimanfaatkan dalam perakitan varietas hibrida. penggunaan varietas
hibrida meluas pada tanaman ekonomis lainnya, seperti bit gula, bunga matahari, sorgum, kapas,
milet mutiara, kelapa, kakao, kanola, padi, serta berbagai tanaman hortikultura (terutama sayuran
dan tanaman hias, serta beberapa tanaman buah-buahan)

4. Apa hubungan antara hukum Hardy-Weinberg dengan pemuliaan tanaman menyerbuk


silang?
Asas Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi alel dan frekuensi genotipe dalam suatu
populasi akan tetap konstan, yakni berada dalam kesetimbangan dari satu generasi ke generasi
lainnya kecuali apabila terdapat pengaruh-pengaruh tertentu yang mengganggu kesetimbangan
tersebut. Pengaruh-pengaruh tersebut meliputi perkawinan tak acak, mutasi, seleksi, ukuran
populasi terbatas, hanyutan genetik, dan aliran gen. Adalah penting untuk dimengerti bahwa di
luar laboratorium, satu atau lebih pengaruh ini akan selalu ada. Oleh karena itu, kesetimbangan
Hardy-Weinberg sangatlah tidak mungkin terjadi di alam. Kesetimbangan genetik adalah suatu
keadaan ideal yang dapat dijadikan sebagai garis dasar untuk mengukur perubahan genetik.
Syarat berlakunya asas Hardy-Weinberg

Setiap gen mempunyai viabilitas dan fertilitas yang sama


Perkawinan terjadi secara acak
Tidak terjadi mutasi gen atau frekuensi terjadinya mutasi, sama besar.
Tidak terjadi migrasi
Jumlah individu dari suatu populasi selalu besar
Tidak terjadi seleksi alam

Jika syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka frekuensi alel dan frekuensi genotipe dalam suatu
populasi akan konstan dan evolusi pun tidak akan terjadi. Tetapi dalam kehidupan, syarat-syarat
tersebut tidak mungkin terpenuhi sehingga evolusi dapat terjadi. Dqapat disimpulkan bahwa
perkawinan silang sangat berpengaruh pada berlakunya hukum hardy-weinberg

MODUL 7
A. Latihan dan Diskusi
1. Gambar dan jelaskan bagan seleksi masa dan seleksi tongkol-baris!

Bagan Seleksi Tongkol Baris


x x x x x x

- dipilih individu individu superior (x)

x x x x x x

200 300 individu

x x x x x x

- tanpa / sebagian persilangannya

x x x x x x

- dikontrol

- tongkol dari individu terpilih dipanen


x x x x x x x x
x x x x x x x x

- sebagian benih dari tongkol terpilih ditanam,

x x x x x x x x

- sisanya disimpan dan tidak dicampur

x x x x x x x x

- ditentukan baris-baris terbaik

- sisa benih dari baris-baris terbaik


xxxxxxxx

- dicampur untuk ditanam pada

xxxxxxxx

- siklus berikutnya

xxxxxxxx

- sampai disini telah selesai satu siklus

Seleksi

2.

Gambar dan jelaskan bagan seleksi berulang fenotip dan seleksi berulang daya gabung
umum!
x x x x x x x x

- Populasi dasar

x x x x x x x x

- individu superior dipilih (x),

x x x x x x x x

- yang inferior dihilangkan

x x x x x x x x

- Dibuat persilangan antar individu superior yang terpilih


Biji / Benih

x x x x x x x x

Hasil silangan dipanen (biji dicampur)

- individu superior dipilih (x),

x x x x x x x x

- yang inferior dihilangkan

x x x x x x x x

- Dibuat persilangan antar individu superior yang terpilih

x x x x x x x x

- Hasil silangan dipanen (biji dicampur) Biji / Benih

Demikian seterusnya
Bagan Seleksi Daya Gabung Umum
Bagan Seleksi Berulang Untuk DGU adalah sbb :
x x x x x x x x
G1 x x x x x x x x

Generasi 1
- Menanam populasi dasar

x x x x x x x x

- Penyerbukan sendiri pada

x x x x x x x x

- pada sejumlah individu (x)

sehingga dihasilkan sejumlah populasi S1

Sejumlah S1

Generasi 2

x x x x x x

x x

x x x x x x

x x

- Sebagian dari biji galur-galur


- S1 ditanam, kemudian disilangkan dengan tetua
penguji(tetua jantan).

G2

x x x x x x X

x x

x x x x x x

x x

x x x x x x

Generasi 3

x x x x x x

- Biji hasil persilangan ditanamdengan ulangan secukupnyauntuk

- Sisa biji disimpan.

uji keturunan

G3 x x x x x x
x x x x x x

- Ditentukan galur S1 terpilih berdasarkan uji keturunan (S1


terpilihpenampilan keturunannya baik).

Sisa biji S1 terpilih dicampur

Generasi 4

x x x x x x x x

- Sisa biji galur S1 terpilih

x x x x x x x x

- ditanam dan dibiarkan kawin acak, sehingga terjadirekombinasi.

G4 x x x x x x x x
x x x x x x x x

- Biji hasil panen dicampuruntuk digunakan pada siklus

berikutnya (G 1 )

Biji dicampur
Siklus pertama selesai.
G 1
B. essay
1. What is the meaning of progenys test?
Uji keturunan (Progeny Test) adalah cara untuk menduga susunan genetic suatu
individu dengan meneliti sifat sifat keturunannya. Uji ini biasanya digunakan dalam

program seleksi dan pemuliaan dan sangat berguna untuk sifat sifat mempunyai
heritabilitas rendah. Oleh sebab itu, uji ini dapat pula dianggap sebagai salah satu cara
seleksi famili, bahkan suatu cara seleksi yang palin tepat. Dalam uji keturunan ini kita
memilih (menseleksi) induk yang memiliki nilai genetic atau nilai pemuliaan (breeding
value) yang tertinggi dengan menghitung daya gabung (combining ability).
2. Bagaimana cara meningkatkan efektifitas seleksi masa?
Efektifitas seleksi masa tergantung pada ketelitian dimana

penampakan fenotip

mencerminkan genotip. Seleksi masa efektif untuk membuang dan mengumpulkan gen-gen
karakter kuantitatif khususnya yang dapat dilihat atau mudah diukur dan yang dapat
digunakan sebagai dasar seleksi. Pada jagung berserbuk bebas adalah mungkin untuk
mengembangkan perubahan varietas pada umur lebih genjah, tinggi tanaman, ukuran
tongkol, persentase minyak melalui seleksi masa yang berkelanjutan. Seleksi masa akan
efektif kalau gen-gen yang berbeda ada dalam populasi campuran.
Tingkat kemajuan yang dicapai tergantung kemampuan pemulia mengambil tanaman
yang berbeda secara genotip sama seperti perbedaan fenotip. Seleksi masa tidak efektif
khususnya dalam perbaikan karakter seperti hasil, yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan
dan identifikasi secara fenotip tidak akurat.
3. Bagaimana cara melakukan control persilangan?
Dengan cara control pada saat proses polinasi agar tetua yang diinginkan dapat
terbuahi. Atau dengan cara emaskulasi
4. What the differences between mass selection and ear to row selection?
Perbedaan antara seleksi massa dengan seleksi tongkol baris adanya uji keturunan
pada tongkol baris yang digunakan untuk menandai keturunan yang akan diuji
5. Apa perbedaan antara seleksi berulang daya gabung umum dengan khusus?
Seleksi Berulang untuk Daya Gabung Umum
Seleksi ditujukan berdasarkan daa gabung umum yang dinilai dari populasi dasar, penilaian
dtujukan pada genoteyp yang terpilih da nada juga uji progeny

a. Berdasarkan keturunan dari tanaman


b. Kontrol penuh terhadap persilangan
c. Terutama aditif
d. Uji daya gabung umum
e. Varietas sintetik, dsb
Seleksi Berulang untuk Daya Gabung Khusus
Selekswi hamper sama dengan daya gabung umum akan tetqapi yang membedakan adanya
tester menggunakan tetua halur murni atau tetua dari hibrida
a. Berdasarkan keturunan dari tanaman
b. Kontrol penuh terhadap persilangannya
c. Dominan dan aditif
d. Uji daya gabung khusus
e. Hibrida tunggal/ganda

MODUL 8

A. Latihan dan Diskusi


1. Gambar dan jelaskan bagan seleksi pada tanaman ubijalar!
Pemilihan tetua dengan kriteria sifat unggul yang diinginkan (potensi hasil tinggi,

kandungan protein, antosianin, tahan serangan penyakit atau hama)


Persilangan (terkontrol atau terbuka)
Persemaian biji hasil persilangan, dipisahkan berdasarkan set persilangannya.
Seleksi individu tanaman hasil persilangan berdasarkan kriteria yang dikehendaki
Perbanyak individu terpilih secara klonal
Uji baris tunggal klon-klon terpilih
Pilih klon-klon dari baris tunggal yang unggul dan seragam (keragaman rendah)
Perbanyak secara klonal untuk bahan seleksi lebih lanjut
Uji secara petak tunggal klon terpilih dari uji baris tunggal
Pilih klon-klon dari petak tunggal yang unggul dan seragam (keragaman rendah)
Perbanyak secara klonal untuk bahan seleksi lebih lanjut

Uji pendahuluan dalam satu lokasi secara berulangan


Pilih klon-klon dari uji pendahuluan yang unggul dan seragam (keragaman rendah)
Perbanyak secara klonal untuk bahan uji lebih lanjut
Uji multilokasi untuk memilih klon harapan

Prosedur Seleksi Ubi Jalar

Tahun pertama: seleksi berdasarkan tanaman tunggal (intensitas 5 10%)

Tahun kedua: seleksi berdasarkan petak tunggal (intensitas 2 4 %)

Tahun ketiga: Pengujian berdasarkan petak berulangan di satu lokasi

Tahun keempat sampai keenam: pengujian di multilokasi Individu-individu terpilih


dalam seleksi harus memenuhi kriteria: hasil ubi yang dipasarkan > 800 g/tan, bentuk ubi
baik (tidak bergelombang), indek panen >0,5, kadar bahan kering tinggi, dan kualitas
baik

2. Gambar dan jelaskan bagan seleksi pada tanaman tebu!


Prinsip pemuliaan tebu:
Penggunaan jumlah semai yang besar dengan keragaman genetik yang luas
Pengujian varietas di berbagai tempat yang berbeda keadaan ekologisnya
Pemanfaatan data keprasan untuk seleksi varietas

Prosedur:

TETUA A X
TETUA B
PERSEMAIAN

SELEKSI
INDIVIDU

SELEKSI KLON
TAHAP 1

UMUR 6
BULAN

SELEKSI KLON
TAHAP 2

UMUR 9
BULAN

SELEKSI KLON
TAHAP 3

UJI PENDAHULUAN
HASIL

SELEKSI PARENT
CLON (PC)
SELEKSI RATOON 1
(R1)
SELEKSI RATOON 2

Bagan Pemuliaan Tebu


B. Pertanyaan
1. What is the meaning of clone?
Klon adalah sekelompok tanaman hasil perbanyakan vegetatif dari keturunan satu
tanaman tunggal. Karakteristik klon :
Klon memiliki susunan genetik yang identik. Klon berasal dari perbanyakan vegetatif
yang tumbuh dan berkembang melalui pembelahan mitosis. Pada proses pembelahan
mitosis, sel-sel anak yang dihasilkan adalah identik. Oleh karena itu umumnya pada klon
tidak dijumpai variasi. Perbedaan yang muncul diantara klon dapat disebabkan karena
variasi lingkungan dan tidak diwariskan pada keturunannya atau generasi berikutnya.
Keragaman mungkin diperoleh karena adanya mutasi, keadaan ini sering dijumpai pada

tanaman hias tetapi sangat jarang pada tanaman tahunan.


Susunan genetik klon umumnya mengikuti genetik induknya. Kebanyakan susunan
genetik klon adalah heterosigot mengikuti induknya yang heterosigot, khususnya pada

tanaman yang membiak secara vegetatif dan generatif.


Klon memiliki karakteristik yang stabil, dari generasi ke generasi perbanyakan vegetatif
tidak mengakibatkan perubahan dalam susunan genetik. Ketahanan terhadap penyakit,
heterosis, atau karakter lain yang diinginkan tetap terpelihara pada generasi berikutnya.
2. Bagaimana klon dapat dikatakan memiliki karakter stabil?
Klon memiliki karakteristik yang stabil, dari generasi ke generasi perbanyakan vegetatif

tidak mengakibatkan perubahan dalam susunan genetik. Ketahanan terhadap penyakit, heterosis,
atau karakter lain yang diinginkan tetap terpelihara pada generasi berikutnya.
3. Mengapa sterilitas menjadi satu alasan tanaman membiak secara vegetatif?

Beberapa permasalahan dalam pembentukan biji yang menyebabkan suatu tanaman


diperbanyak secara vegetative, Adanya sterilitas pada organ kelamin, umumnya polen atau gamet
jantan sehingga tidak terbentuk biji atau biji terbentuk sedikit
4. Mengapa seleksi clonal dapat menghemat waktu dalam mengembangkan varietas
baru?
Seleksi klonal dapat langsung menghasilkan klon dan dapat langsung diperbanyak/ dilepas,
dalam seleksi klon tidak perlu menunggu adanya persilanangan karena selesi klon merupaka
perkembangabiakana tanaman dewasa melalui oragan vegetatif

MODUL 9
B. Pertanyaan
1.
Apa yang dimaksud dengan bioteknologi?
Bioteknologi didefinisikan sebagai penerapan prinsip prinsip biologi, biokimia dan
rekayasa organisme hidup seprti mikroba atau jasad hidup untuk menghasilkan barang atau jasa.
Ilmu yang mendasari bioteknologi adalah mikrobiologi, biokimia, biologi molekuler,
genetika, ilmu pangan, bioinformatika / elektronik dan komputer.
Bioteknologi ini berkaitan dengan reaksi biologis yang dilakukan oleh jasad hidup
sebagai organisme yang memiliki organel sel, jaringan dan bahan molekul, seperti DNA, RNA,
protein dan enzim.

Ada dua bioteknologi, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Dalam
bioteknologi konvensional penerapan teknik biologi molekulernya masih terbatas sedangkan
pada bioteknologi modern ini penerapan biologi molekulernya sudah maju, seperti penggunaan
alat yang sudah cangih sampai manipulasi dan rekayasa genetika dalam bidang pertanian.
Pemuliaan tanaman konvensional : pemuliaan tanaman yang melibatkan aktivitas
persilangan dan seleksi pada tingkat individu tanaman. Pemuliaan bioteknologi (rekayasa
genetika): pemuliaan pada tataran sel/molekuler. Keduanya saling melengkapi kekurangan
masing-masing.
Bioteknologi merupakaan alat bantu yang merupakan alternatif baru sebuah teknologi
(sebagaimana teknologi-teknologi lain) untuk mencapai tujuan pemuliaan. Penggunaannya
bukan keharusan tetapi sebuah pilihan.
3. How to increase the genetic variability using biotechnology method ?
Keragaman genetik sangat diperlukan untuk merakit suatu varietas. Pada pemuliaan
konvensional salah satu cara untuk menciptakan keragaman ialah dengan cara persilangan.
Persilangan dilakukan dengan cara menyilangkan 2 atau lebih genotip yang berbeda.
Kendala pada persilangan secara konvensional yaitu jika tidak ada sumber keragaman
genetik dari tanaman sejenis atau persilangan dilakukan apabila bahan merupakan kerabat jauh
maka persilangan tidak dapat dilakukan.
Kendala tersebut dapat diatasi dengan metode pemuliaan secara bioteknologi. Metodemetode yang dapat digunakan yaitu:
1.
Transformasi Genetik
2.
Variasi Somaklonal
3.
Fusi Sel
1. Transformasi Genetik
Transformasi genetic ialah penyisipan satu atau lebih gen secara langsung ke dalam
genom suatu tanaman.Kelebihan dari transformasi genetik dapat menyisipkan gen yang berasal
dari tanaman yang spesiesnya berbeda bahkan dari organisme yang berbeda (bakteri, virus,
binatang). Hasil tanaman transgenic memiliki sifat baru seperti tahan terhadap hama, penyakit,
dan atau herbisida, mempunyai kandungan gizi lebih baik, mutu lebih baik dll. Tanaman
transgenik dapat dilepas sebagai varietas unggul baru dan dapat dimanfaatkan untuk
memperkaya keragaman genetik yang sudah ada.
2. Variasi somaklonal
Variasi Somaklonal ialah variasi genetik yang timbul karena perlakuan kultur in vitro.
Variasi somaklonal merupakan bagian dari fenomena mutasi. Hampir selalu terjadi pada kegiatan

kultur in vitro dengan persentase yang berbeda-beda.Fenomena ini dapat dipacu dengan
penambahan zat kimia tertentu. Keragaman baru yang muncul memperkaya keragaman yang
sudah ada untuk secar langsung dilepas sebagai varietas atau direkombinasikan dan diseleksi
terlebih dahulu.
3. Fusi sel
Fusi sel yaitu Hibridisasi antara dua genotip tanaman pada tingkat sel .Fusi sel dilakukan dengan
mencampurkan dua sel utuh yang berbeda sehingga didapatkan kombinasi genetik baru yang
sebelumnya belum ada. Fusi sel diawali oleh peleburan membran sel, diikuti oleh peleburan
sitoplasma(plasmogami) dan selanjutnya peleburan inti (kariogami). Waktu inti melebur, terjadi
penyususnan kembali kromosom secara acak. Hasil fusi mempunyai susunan genetik gabungan
dari 2 tetua. Keuntungan dari fusi sel yaitu rekombinasi sifat yang selama ini tidak dapat
dilakukan dengan persilangan biasa menjadi memungkinkan untuk dilakukan. Kelemahan
metode fusi sel yaitu tingkat keberhasilannya masih rendah dan terbatas untuk tanaman yang
hubungannya masih dekat dan penggabungan sifat secara menyeluruh sehingga semua sifat
(termasuk yang jelek) ikut tergabung. Zat-zat yang mempercepat terjadinya fusi sel disebut
fusigen. Zat yang tergolong fusigen misalnya NaNO3, CsCl, pH tinggi, PEG dan medan listrik.
3.
Bagaimana bioteknologi membantu proses seleksi dalam pemuliaan tanaman?
Pada pemuliaan konvensional, seleksi dilakukan berdasarkan karakter yang tampak
Karakter yang tampak ini dapat langsung pada karakter yang dituju maupun karakter yang
merupakan marka seleksi Bioteknologi memungkinkan seleksi dengan teknik baru yang lebih
baik.
MARKER AIDED SELECTION
Seleksi dengan bantuan marka molekuler. Sifat-sifat tertentu dicari marka molekulernya
sehingga seleksi dapat dilakukan lebih akurat dan efisien (waktu, tempat dan tenaga)
dibandingkan jika menggunakan marka seleksi fenotipik. Seperti halnya marka fenotipik, marka
molekuler juga dapat merupakan penyandi sifat yang bersangkutan maupun sifat yang terpaut
dengan sifat yang bersangkutan. Kelemahan : proses untuk pencarian marka molekuler relatif
panjang sehingga biaya cukup mahal.
SELEKSI DENGAN PENANDA BUATAN
Teknologi transformasi dan isolasi gen telah semakin maju dan memungkinkan introduksi
berbagai sifat baru pada tanaman . Salah satu sifat baru yang dapat diintroduksikan adalah sifat
berpendar (spt pada kunang-kunang) ke dalam tanaman. Jika sifat ini dapat dipautkan dengan

sifat lain yang dikehendaki dan diintroduksikan ke dalam tanaman maka seleksi akan dapat
dilakukan lebih mudah.