Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Organisasi adalah kumpulan unit-unit pengambilan keputusan untuk
mewujudkan tujuan -tujuan. Sebagai sistem, setiap organisasi menerima
masukan-masukan dan mengubah menjadi keluaran-keluaran dalam bentuk
produk atau jasa. Dengan berkembangnya organisasi dan perusahaan pada
era reformasi ini baik dari sektor industri, perdagangan maupun jasa
mengalami berbagai masalah yang kompleks. Oleh karena itu, organisasi
menggantungkan diri pada sistem informasi untuk mempertahankan
kemampuan berkompetensi.
Sistem informasi akuntansi dapat diproses secara manual atau menggunakan
mesin pembukuan sederhana sampai dengan komputer. Tujuan umum dari
pengembangan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan
informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha, untuk memperbaiki informasi
yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, untuk memperbaiki tingkat
keandalan informasi akuntansi dan menyediakan catatan lengkap mengenai
pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan. Perusahaan
industri membutuhkan suatu sistem informasi akuntansi yang terkoordinasi
dengan baik.
Siklus produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan
data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.
Kekurangan sistem informasi yang digunakan untuk mendukung aktivitas
siklus produksi dapat menimbulkan masalah bagi sebuah organisasi. Maka
perlu adanya, sistem pengawasan produksi yang ditujukan untuk mengawasi
pelaksanaan order produksi yang dikeluarkan oleh fungsi produksi.
Pengendalian intern atas persediaan dan produksi didasarkan pada fungsi1

fungsi terpisah dan catatan-catatan dasar dan dokumentasi. Perlindungan


terhadap persediaan dari pencurian fisik meliputi pengamanan terhadap
persediaan seperti juga dilakukannya perhitungan fisik periodik dan
pengujian terhadap catatan secara independen.
Sistem informasi akuntansi sebuah perusahaan memainkan peranan penting
dalam siklus produksi. Informasi akuntansi biaya yang akurat dan tepat
waktu merupakan input penting dalam keputusan mengenai hal-hal berikut
ini :
Bauran produk (apa yang akan diproduksi)
Penetapan harga produk
Alokasi dan perencanaan sumber daya
Manajemen biaya (merencanakan dan mengendalikan biaya produksi,
mengevaluasi kinerja).
Keputusan-keputusan ini membutuhkan lebih banyak informasi terinci
mengenai biaya daripada data yang dibutuhkan untuk mempersiapkan
laporan keuangan. Oleh karena itu, desain sistem informasi akuntansi siklus
produksi perusahaan sebaiknya mencakup informasi yang lebih banyak
dengan memenuhi persyaratan pelaporan keuangan untuk kepentingan pihak
luar.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer dan
pengendalian internal atas siklus produksi pada PT Yazaki Technology
Indonesia ?
2. Apakah sistem informasi akuntansi tersebut sudah memadai dalam
meningkatkan

kinerja

bagian

produksi

dan

membantu

dalam

pengambilan keputusan ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi
berbasis komputer dan pengendalian internal atas siklus produksi pada
PT Yazaki Technology Indonesia.

2. Untuk mengetahui apakah sistem informasi akuntansi tersebut sudah


memadai dalam meningkatkan kinerja bagian produksi dan membantu
dalam pengambilan keputusan.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1

Ikhtisar Konsep Pengendalian


Pengendalian internal (internal control) adalah proses yang dijalankan untuk
menyediakan jaminan memadai bahwa tujuan-tujuan pengendalian telah
dicapai . Tujuan pengendalian sebagai berikut :
1. Mengamankan aset mencegah atau mendeteksi perolehan,penggunaan,
atau penempatan yang tidak sah.
2. Mengelola catatan dengan detail yang baik untuk melaporkan aset
perusahaan secara akurat dan wajar.
3. Memberikan informasi yang akurat dan reliable.
4. Menyiapkan laporan keuangan yang sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan.
5. Mendorong dan memperbaiki efisiensi operasional.
6. Mendorong ketaatan terhadap kebijakan manajerial yang telah
ditentukan.
7. Mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
Fungsi penting dalam pengendalian internal :
1. Pengendalian preventif (preventive control) merupakan pengendalian
dengan mencegah masalah yang belum terjadi.
2. Pengendalian detektif (detective control) merupakan pengendalian untuk
pemeriksaan, dibutuhkan untuk mengungkap masalah setelah terjadinya
masalah.
3. Pengendalian korektif (corrective control) merupakan memecahkan
masalah yang ditemukan oleh pengendalian untuk pemeriksaan serta
memperbaiki masalah tersebut.

Pengendalian internal dibagi menjadi dua kategori yaitu :

1. Pengendalian umum (general control) merupakan pengendalian yang


memastikan lingkungan pengendalian sebuah organisasi stabil dan
dikelola dengan baik.
2. Pengendalian aplikasi (application control) merupakan pengendalian
dalam mencegah, mendeteksi, dan mengoreksi kesalahan transaksi serta
penipuan di dalam program aplikasi.
2.2

Kerangka Pengendalian
Kerangka Pengendalian dalam mengembangkan sistem pengendalian
internal terdapat tiga kerangka yaitu :
1. Kerangka COBIT
COBIT (control objectives for information and related technology)
merupakan sebuah kerangka keamanan dan pengendalian yang
memungkinkan :

Manajemen untuk membuat tolak ukur praktik-praktik keamanan

dan pengendalian lingkungan TI.


Para pengguna layanan TI dijamin dengan adanyan keamanan dan

pengendalian yang memadai.


Memperkuat
opini
pengendalian

internal

auditor

dan

mempertimbangkan masalah keamnan TI dan pengendalian yang


dilakukan.
Kerangka COBIT menjelaskan tata kelola manajemen TI yang efektif.
Berikut merupakan 5 prinsip utama dalam COBIT :
1) Memenuhi keperluan pemangku kepentingan
Dalam hal ini COBIT membantu para pengguna mengatur proses
dan prosedur bisnis untuk menciptakan sebuah sistem informasi
yang menambah nilai untuk pemangku kepentingan.
2) Mencakup perusahaan secara keseluruhan
Kerangka COBIT tidak hanya berfokus pada operasi TI. Namun,
mengintegrasikan semua fungsi dan proses TI ke dalam fungsi serta
proses keseluruhan perusahaan.
3) Mengajukan sebuah kerangka terintegrasi dan tunggal
Kerangka COBIT dapat disejajarkan pada tingkatan yang tinggi
dengan standard dan kerangka lainnya.
4) Memungkinkan pendekatan holistik

Kerangka COBIT memberikan sebuah pendekatan holistik yang


menghasilakan tata kelola dan manjemen yang efektif dari semua
fungsi TI di perusahaan.
5) Memisahkan tata kelola dari manajemen
Dalam hal ini kerangka COBIT memisahkan tanggung jawab tata
kelola dan tanggung jawab manajemen.
2. Kerangka pengendalian internal COSO
Kerangka pengendalian internal COSO merupakan sebuah kelompok
sector swasta yang terdiri atas :
American Accounting Association
American Institute of Certified Public
Accountants
Institute of Internal Auditors
Institute of Management Accountants
Financial Executives Institute
Lima komponen Model Pengendalian Internal COSO yang saling
berhubungan :

Control environment (lingkungan pengendalian)


Control activities (aktivitas pengendalian)
Risk assessment (penilaian risiko)
Information and communication (informasi dan komunikasi)
Monitoring (pengawasan)

3. Kerangka manajemen resiko perusahaan COSO


Manajemen resiko perusahaan kerangka terintegrasi adalah sebuah
kerangka

COSO

yang

memperbaiki

proses

manajemen

resiko

denganmenekankan pada kerangka ERM yang digunakan oleh dewan


direksi dan manajemen untuk mengatur strategi, mengidentifikasi
kejadian yang mungkin mempengaruhi entitas, menilai dan mengelola
resiko, serta menyediakan jaminan memadai bahwa perusahaan
mencapai tujuan dan sasarannya.
4. Kerangka Manajemen Risiko Perusahaan dan Kerangka Pengendalian
Internal
Kerangka ERM yang lebih komprehensif menggunakan pendekatan
berbasis risiko daripada berbasis pengendalian. ERM menambahkan tiga

elemen tambahan ke kerangka IC COSO yaitu penetapan tujuan,


pengidentifikasian kejadian yang mungkin mempengaruhi perusahaan,
dan pengembangan sebuah respons untuk risiko yang dinilai.
2.3

Lingkungan Internal
Lingkungan internal atau budaya perusahaan merupakan fondasi dari
seluruh elemen lainnya karena mempengaruhi cara organisasi menetapkan
strategi

dan

tujuannya

membuat

struktur

aktivitas

bisnis

dan

mengidentifikasi, menilai, serta merespons risiko.


Lingkungan internal mencakup hal-hal sebagai berikut :
Filosofi Pihak Manajemen, Gaya Beroperasi, dan Selera Risiko
Dalam hal ini dijelaskan bahwa semakin bertanggung jawab filosofi dan
gaya pengoperasian manajemen , serta semakin jelas dalam hal komunikasi,
maka semakin besar kemungkinan para pegawai akan bertindak dengan
tanggung jawab. Dan jika manajemen memiliki perhatian yang minim pada
pengendalianinternal dan manajemen risiko, maka kinerja pegawai akan
menurun untuk mencapai tujuan pengendalian.
Komitmen atas Integritas, Nilai-nilai Etika dan Kompetisi
Organisasi membutuhkan sebuah budaya yang menekankan integritas dan
komitmen pada nilai-nilai etis serta kompetisi. Perusahaan mendukung
integritas dengan cara :
1. Mengajarkan dan mensyaratkannya secara aktif.
2. Menghindari pengharapan atau insentif yang tidak realistis, sehingga
memotivasi tindakan yang illegal.
3. Memberikan penghargaan atas kejujuran serta memberikan label verbal
pada perilaku jujur dan tidak jujur secara konsisten.
4. Mengembangkan sebuah kode etik tertulis yang menjelaskan secara
eksplisit perilaku-perilaku jujur dan tidak jujur.
5. Mewajibkan pegawai untuk melaporkan tindakan tidak jujur atau illegal
dan mendisiplinkan pegawai yang diketahui tidak melaporkannya.
6. Membuat sebuah komitmen untuk kompetisi.
Pengawasan Pengendalian Internal oleh Dewan Direksi

Dalam hal ini dewan direksi yang terlibat mewakili pemangku kepentingan
untuk memberikan tinjauan independen manajemen yang bertindak dalam
pengecekan dan penyeimbangan atas tindakan tersebut.
Struktur Organisasi
Struktur organisasi perusahaan memberikan sebuah kerangka untuk operasi
perencanaan, pelaksanaa, pengendalian, dan pengawasan. Aspek-aspek
struktur organisasi menyertakan hal-hal sebagai berikut :
Sentralisasi atau desentralisasi wewenang.
Hubungan pengarahan atau matriks pelaporan.
Organisasi berdasarkan industri, lini produk, lokasi, atau jaringan

pemasaran.
Bagaimana alokasi tanggung jawab mempengaruhi ketentuan informasi.
Organisasi dan garis wewenang untuk akuntansi, pengauditan, dan fungsi

sistem informasi.
Ukuran dan jenis aktivitas perusahaan.

Metode untuk Memberikan Otoritas dan Tanggung Jawab


Manajemen sebaiknya memastikan para pegawai memahami dan tujuan
entitas, menetapkan wewenang, tanggung jawab untuk sasaran tujuan yang
baik untuk departemen maupun individu, memilih individu untuk
bertanggung jawab dalam mencapai tujuan, serta mendorong penggunaan
inisiatif untuk menyelesaikan masalah.
Standar Sumber Daya Manusia yang Menarik, Mengembangkan, dan
Mempertahankan Individu yang Kompeten
Kebijakan sumber daya manusia (SDM) dan praktik-praktik yang mengatur
kondisi kerja, insentif pekerjaan, dan kemajuan karier dapat menjadi
kekuatan dalam mendorong kejujuran, efisiensi, dan layanan yang loyal.
Kebijakan SDM harus berisi tingkatan keahlian yang diperlukan, perilaku
etis, dan integritas yang diperlukan.
Pengaruh Eksternal
Pengaruh eksternal meliputi persyaratan-persyaratan yang diajukan oleh
bursa efek, Financial Accounting Standards Board (FASB), PCAOB, dan

SEC. Dalam hal ini juga menyertakan persyaratan yang dipaksakan oleh
badan-badan regulasi, seperti bank, utilitas, dan perusahaan asuransi.
2.4

Penetapan Tujuan
Manajemen mentapkan tujuan pada tingkatan perusahaan dan kemudian
membaginya ke dalam tujuan yang lebih spesifik untuk subunit perusahaan.
Tujuan-tujuan tersebut :
Tujuan strategis (strategic objective) merupakan sasaran tingkat tinggi
yang disejajarkan dengan misi perusahaan, mendukungnya, serta

menciptakan nilai pemegang saham.


Tujuan operasi (operation objective) yaitu berhubungan dengan
efektivitas

dan

efisiensi

operasi

perusahaan,

menentukan

cara

mengalokasikan sumber daya. Tujuan ini merefleksikan preferensi,


pertimbangan, dan gaya manajemen serta merupakan faktor penting

dalam keberhasilan perusahaan.


Tujuan pelaporan (reporting objective) membantu memastikan ketelitian,
kelengkapan, dan keandalan laporan perusahaan dalam meningkatkan

pembuatan keputusan dan mengawasi aktivitas serta kinerja perusahaan.


Tujuan kepatuhan (compliance objective) membantu perusahaan dalam
mematuhi seluruh hukum dan peraturan yang berlaku.

2.5 Identifikasi Kejadian


Kejadian merupakan sebuah insiden atau peristiwa positif atau negative dari
sumber-sumber internal dan eksternal yang mempengaruhi implementasi
strategi atau pencapaian tujuan.
Perusahaan menggunakan beberapa teknik untuk mengidentifikasi kejadian
termasuk penggunaan sebuah daftar komprehensif dari kejadian potensial,
pelaksanaan sebuah analisis internal, pengawasan kejadian-kejadian yang
menjadi penyebab dan titik-titik pemicu, pengadaan seminar dan
wawancara, penggunaan data mining, dan penganalisisan proses-proses
bisnis.
2.6

Penilaian Risiko dan Respons Risiko

Manajemen

harus

mengidentifikasi dan menganalisis

risiko untuk

menentukan cara risiko-risiko seharusnya dikelola. Manajemen juga harus


mengidentifikasi dan menilai perubahan-perubahan yang dapat secara
signifikan berdampak pada sistem pengendalian internal.
Risiko-risiko yang teridentifikasi dinilai dalam beberapa cara yang berbeda
yaitu berdasarkan kemungkinan, dampak positif dan negatif, secara individu
dan berdasarkan kategori, dampak pada unit organisasi yang lain, serta
berdasarkan pada sifat bawaan dan residual.
Manajemen dapat merespons risiko dengan salah satu dari empat cara
berikut :

Mengurangi yaitu mengurangi kemungkinan dan dampak risiko dengan

mengimplementasikan sistem pengendalian internal yang efektif.


Menerima yaitu menerima kemungkanan dan dampak risiko.
Membagikan yaitu membagikan risiko atau mentransfernya kepada
orang lain dengan asuransi pembelian, mengalihdayakan sebuahaktivitas,

atau masuk kedalam transaksi lindung nilai (hedging).


Menghindari yaitu menghindari risiko dengan tidak melakukan aktivitas
yang menciptakan risiko. Hal ini bisa jadi mensyaratkan perusahaan
untuk menjual sebuah divisi, keluar dari lini produk, atau tidak
memperluas perusahaan seperti yang diharapkan.

Memperkirakan Kemungkinan dan Dampak


Beberapa kejadian memiliki risiko yang lebih besar karena lebih cenderung
untuk terjadi. Para pegawai cenderung membuat sebuah kesalahan daripada
melakukan penipuan. Dampak dari penipuan biasanya tidak terlalu besar,
karena

kebanyakan

kasus

penipuan

tidak

menngancam

eksistensi

perusahaan. Kemungkinan dan dampak harus dipertimbangan bersamaan


oleh karena itu, keduanya meningkat, baik materialitas dari kejadian
maupun kebutuhan untuk melindunginya akan muncul.
Mengidentifikasi Pengendalian
Manajemen

harus

mengidentifikasi

pengendalian

yang

melindungi

perusahaan dari setiap kejadian. Pengendalian preventif biasanya superior

10

dibandingkan pengendalian detektif. Ketika pengendalian preventif gagal,


pengendalian detektif menjadi sangat diperlukan untuk menemukan
masalah. Pengendalian korektif membantu memulihkan dari segala masalah.
Sebuah sistem pengendalian internal yang baik harus menggunakan
ketiganya.
Memperkirakan Biaya dan Manfaat
Tidak ada sistem pengendalian internal yang memberikan perlindungan
sangat mudah terhadap seluruh kejadian, karena memiliki banyak sekali
pengendalian membutuhkan biaya sangat besar dan secara negatif
mempengaruhi efisiensi operasional.
Manfaat dari prosedur pengendalian internal harus melebihi biayanya.
Manfaat-manfaat tersebut sulit dihitung secara akurat, termasuk penjualan
dan produktivitas yang meningkat, kerugian yang dikurangi, integrasi yang
lebih baik dengan pelanggan dan pemasok, loyalitas pelanggan yang
meningkat, keunggulan kompetitif, dan premi asuransi yang lebih rendah.
Biaya biasanya lebih mudah diukur dibandingkan manfaat. Elemen biaya
yang umum, yaitu personel, termasuk waktu untuk menjalankan prosedur
pengendalian, biaya perekrutan pegawai tambahan untuk mencapai
pemisahan tugas yang efektif, dan biaya pemrograman pengendalian ke
dalam sebuah sistem komputer.
Salah satu cara untuk memperkirakan nilai pengendalian internal melibatkan
kerugian yang diperkirakan (expected loss) dengan rumus :
Kerugian yang diperkirakan = Dampak x Kemungkinan
Nilai dari prosedur pengendalian adalah selisih antara kerugian yang
diperkirakan dengan prosedur-prosedur pengendalian dan kerugian yang
diperkirakan tanpa prosedur tersebut.
Mengimplementasikan Pengendalian atau Menerima, Membagi, atau
Menghindari Risiko

11

Pengendalian biaya efektif harus diimplementasikan untuk mengurangi


risiko. Risiko yang tidak dikurangi harus diterima, dibagi, atau dihindari.
Risiko dapat diterima jika ia berada dalam jangkauan toleransi risiko
perusahaan.
2.7

Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian (control activities) adalah kebijakan, prosedur, dan
aturan yang memberikan jaminan memadai bahwa tujuan pengendalian
telah dicapai dan respons risiko dilakuan. Hal tersebut merupakan tanggung
jawab manajemen untuk mengembangkan sebuah sistem yang aman dan
dikendalikan dengan tepat. Manajemen harus memastikan bahwa :
1. Pengendalian dipilih dan dikembangkan untuk membantu mengurangi
risiko hingga level yang dapat diterima.
2. Pengendalian umum yang sesuai dipilih dan dikembangkan melalui
teknologi.
3. Aktivitas pengendalian diimplementasikan dan dijalankan sesuai
dengan kebijakan dan prosedur perusahaan yang telah ditentukan.
Pengendalian akan jauh lebih efektif ketika dijalankan sejak sistem
dibangun, daripada sesudah dibangun. Hal yang penting bahwa aktivitas
pengendalian tetap berjalan selama musim liburan akhir tahun, karena
jumlah penipuan komputer yang tidak proporsional dan perampokan
keamanan yang dilakukan pada waktu tersebut. Beberapa alasannya yaitu :
1. Liburan pegawai yang diperpanjang berarti bahwa orang yang
mengurusi toko lebih sedikit.
2. Para pelajar libur sekolah dan mempunyai waktu lebih.
3. Para hacker yang budayanya berbeda meningkatkan serangan mereka.
Prosedur pengendalian dilakukan dalam kategori-kategori berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Otorisasi transaksi dan aktivitas yang layak.


Pemisahan tugas.
Pengembangan proyek dan pengendalian akuisisi (perolehan).
Mengubah pengendalian manajemen.
Mendesain dan menggunakan dokumen serta catatan.
Pengamanan aset, catatan, dan data.
Pengecekan kinerja yang independen.

Otorisasi Transaksi dan Aktivitas yang Tepat


12

Otorisasi adalah penetapan kebijakan bagi para pegawai untuk diikuti dan
kemudian memberdayakan mereka guna melakukan fungsi organisasi
tertentu. Otorisasi sering didokumentasikan dengan penandatanganan,
penginisialisasian, atau pemasukan kode pengotorisasian pada sebuah
dokumen atau catatan.
Aktivitas atau transaksi tertentu bisa jadi merupakan konsekuensi bahwa
manajemen memberikan otorisasi khusus (specific authorization) agar
aktivitas atau transaksi tersebut terjadi.
Pemisahan Tugas
Pengendalian internal yang baik mensyaratkan tidak ada satu pegawai pun
yang diberi terlalu banyak tanggung jawab atas transaksi atau proses bisnis.
Seorang pegawai tidak boleh berada di sebuah posisi untuk melakukan dan
menyamarkan penipuan. Pemisahan tugas dibagi menjdai dua, yaitu :
1. Pemisahan Tugas Akuntansi
Pemisahan tugas akuntansi yang efektif tercapai ketika fungsi-fungsi
berikut dipisahkan :
1) Otorisasi menyetujui transaksi dan keputusan.
2) Pencatatan mempersiapkan dokumen sumber; memasukkan data
ke dalam sistem komputer, memelihara jurnal, buku besar, file, atau
database; dan menyiapkan rekonsiliasi dan laporan kinerja.
3) Penyimpanan menangani kas, peralatan, persediaan, atau aktiva
tetap; menerima cek pelanggan yang datang; menulis cek.
2. Pemisahan Tugas Sistem
Pemisahan tugas sistem

adalah

penerapan

prosedur-prosedur

pengendalian untuk membagi wewenang dan tanggung jawab secara


jelas di dalam fungsi sistem informasi. Fungsi-fungsi tersebut yaitu :
1) Administrator sistem memastikan seluruh komponen sistem
informasi berjalan dengan lancar dan efisien.
2) Manajemen jaringan memastikan bahwa perangkat ditautkan ke
jaringan internal dan eksternal organisasi dan memastikan pula
bahwa jaringan tersebut beroperasi dengan baik.
3) Manajemen keamanan memastikan bahwa sistem yang ada
13

aman dan terlindungi dari ancaman internal dan eksternal.


4) Manajemen perubahan proses untuk memastikan perubahan
dibuat dengan lancar dan efisien tidak memengaruhi keterandalan,
keamanan, kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan sistem secara
negative.
5) Pengguna mencatat transaksi, melakukan otorisasi data untuk
diproses, dan menggunakan output sistem.
6) Analisis sistem membantu pengguna menentukan kebutuhan
informasi mereka dan mendesain sistem agar sesuai dengan
kebutuhan-kebutuhan tersebut.
7) Pemrograman membuat dan mengembangkan desain analis,
mengodekan, dan menguji program komputer.
8) Operasi komputer menjalankan perangkat lunak pada komputer
perusahaan. Mereka memastikan bahwa data dimasukkan dengan
tepat, diproses dengan benar, dan output yang diperlukan akan
dihasilkan.
9) Perpustakaan sistem informasi pustakawan sistem informasi
memelihara penyimpanan database, file, dan program perusahaan
dalam area penyimpanan terpisah.
10) Pengendalian data memastikan bahwa data sumber telah
disetujui dengan semestinya, mengawasi alur kerja melalui
komputer, merekonsiliasi input dan output, memelihara catatan
kesalahan input untuk memastikan kebenaran dan kepatuhannya
kembali, serta mendistribusikan output sistem.
Pengembangan Proyek dan Pengendalian Akuisis (Perolehan)
Memiliki metodologi menjadi hal penting untuk mengatur pengembangan,
akuisisi, implementasi, dan memelihara sistem informasi. Pengendalian
pengembangan sistem yang penting meliputi :
1. Sebuah komite pengarah memandu dan mengawasi pengembangan
dan akuisisi (perolehan) sistem informasi.
2. Sebuah rencana induk strategis dikembangkan dan diperbarui setiap
tahun untuk menyelaraskan sistem informasi organisasi dengan strategistrategi bisnisnya.
3. Sebuah rencana pengembangan proyek menunjukkan tugas-tugas
yang dijalankan, orang yang akan menjalankannya, biaya proyek,

14

tanggal penyelesaian, dan tonggak proyek.


4. Sebuah jadwal pengolahan data menunjukkan kapan setiap tugas
seharusnya dijalankan.
5. Pengukuran kinerja sistem ditetapkan untuk mengevaluasi sistem.
6. Sebuah tinjauan pasca implementasi dijalankan setelah sebuah
proyek pengembangan diselesaikan untuk menentukan apakah manfaat
antisipasian tercapai.
Mendesain dan Menggunakan Dokumen dan Catatan
Desain dan penggunaan dokumen elektronik dan kertas yang sesuai dapat
membantu memastikan pencatatan yang akurat serta lengkap dari seluruh
data transaksi yang relevan. Bentuk dan isinya harus sesederhana mungkin,
meminimalkan kesalahan, dan memfasilitasi tinjauan serta verifikasi.
Pengamanan Aset, Catatan, dan Data
Sebuah perusahaan harus melindungi kas dan aset fisik beserta
informasinya. Para pegawai merupakan risiko keamanan yang lebih besar
dibandingkan orang luar. Mereka mampu menyembunyikan tindakan illegal
mereka dengan lebih baik karena mereka mengetahui kelemahan sistem
dengan lebih baik. Berikut merupakan hal-hal yang penting untuk
dilakukan :

Menciptakan dan menegakkan kebijakan dan prosedur yang tepat.


Memelihara catatan akurat dari seluruh aset.
Membatasi akses terhadap aset.
Melindungi catatan dan dokumen.

Pengecekan Kinerja yang Independen


Pengecekan kinerja yang independen ini meliputi :
1. Tinjauan Tingkat Atas
Manajemen harus mengawasi hasil perusahaan dan membandingkan
kinerja perusahaan secara periodik terhadap (1) kinerja yang
direncanakan; (2) kinerja periode sebelumnya; dan (3) kinerja pesaing.
2. Tinjauan Analitis
Sebuah pemeriksaan hubunga di antara set-set data yang berbeda.
3. Rekonsiliasi Catatan-catatan yang Dikelola secara Independen
Catatan-catatan harus direkonsiliasi terhadap dokumen atau catatan

15

dengan saldo yang sama.


4. Perbandingan terhadap Kuantitas Aktual dengan Jumlah Dicatat
Aset yang signifikan secara periodik dihitung dan direkonsiliasi
terhadap catatan perusahaan. Pada akhir shift setiap kasir, kas di dalam
mesin kasir harus sesuai dengan jumlah pita mesin kasir.
5. Akuntansi Double-entry
Debit yang seimbang dengan kredit menyediakan berbagai peluang
untuk pengecekan independen.
6. Tinjauan Independen
Setelah sebuah transaksi diproses, orang kedua meninjau pekerjaan
orang pertama, mengecek otorisasi yang semestinya, meninjau
dokumen pendukung, dan mengecek ketepatan harga, kuantitas, serta
ekstensi.
2.8 Informasi dan Komunikasi
Sistem

informasi

dan

komunikasi

haruslah

memperoleh

dan

mempertukarkan informasi yang dibutuhkan untuk mengatur, mengelola,


dan mengendalikan operasi perusahaan. Tujuan utama dari SIA adalah
untuk mengumpulkan, mencatat, memproses, menyimpan, meringkas, dan
mengomunikasikan informasi mengenai sebuah organisasi.
Kerangka IC yang diperbaraui memerinci bahwa tiga prinsip berikut
berlaku di dalam proses informasi dan komunikasi.
1. Mendapatkan

atau

menghasilkan

informasi

yang

relevan

dan

berkualitas tinggi untuk mendukung pengendalian internal.


2. Mengomunikasikan informasi secara internal, termasuk tujuan dan
tanggung jawab yang diperlukan untuk mendukung komponenkomponen lain dari pengendalian internal.
3. Mengomunikasikan hal-hal pengendalian internal yang relevan kepada
pihak-pihak eksternal.
2.9 Pengawasan
Sistem pengendalian internal yang dipilih atau dikembangkan harus
diawasi secara berkelanjutan, dievaluasi, dan dimodifikasi sesuai

16

kebutuhan.
Menjalankan Evaluasi Pengendalian Internal
Efektivitas pengendalian internal diukur dengan menggunakan evaluasi
formal atau evaluasi penilaian diri.
Implementasi Pengawasan yang Efektif
Pengawasan yang efektif melibatkan melatih dan mendampingi pegawai,
mengawasi kinerja, mengoreksi kealahan, dan mengawasi pegawai yang
memiliki akses terhadap aset.
Menggunakan Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban
Sistem akuntansi pertanggungjawaban meliputi anggaran, kuota, jadwal,
biaya standar, dan standar kualitas; perbandingan laporan kinerja actual dan
yang direncanakan; dan prosedur untuk menyelidiki serta mengoreksi
varians yang signifikan.
Mengawasi Aktivitas Sistem
Seluruh transaksi dan aktivitas sistem harus direkam di dalam sebuah log
yang mengindikasikan siapa mengakses data apa, kapan, dan dari perangkat
online yang mana.
Melacak Perangkat Lunak dan Perangkat Bergerak yang Dibeli
Untuk mematuhi hak cipta dan melindungi dirinya dari gugatan
pembajakan perangkat lunak, perusahaan harus melakukan audit perangkat
lunak secara periodik. Harus ada lisensi yang cukup untuk seluruh
pengguna dan perusahaan tidak wajib membayar untuk lisensi yang lebih
dari yang dibutuhkan.
Menjalankan Audit Berkala
Audit keamanan eksternal, internal, dan jaringan dapat menilai dan
mengawasi

risiko

maupun

mendeteksi

penipuan

dan

kesalahan.

Menginformasikan para pegawai audit membantu menyelesaikan masalahmasalah privasi, menghalangi penipuan, dan mengurangi kesalahan. Para
auditor harus menguji pengendalian sistem secara regular dan menelusuri

17

file penggunaan sistem untuk mencari aktivitas mencurigakan secara


periodik.
Mempekerjakan Petugas Keamanan Komputer dan Chief Compliance
Officer
Seorang computer security officer (CSO) bertugas atas keamanan sistem,
independen dari fungsi sistem informasi, dan melapor kepada chief
operating officer (COO).
Menyewa Spesialis Forensik
Penyelidik forensik yang memiliki spesialisasi dalam kasus penipuan
adalah kelompok yang tumbuh dengan cepat pada profesi akuntansi. Para
spesialis forensik komputer menemukan, mengekstraksi, mengamankan,
dan mendokumentasi bukti komputer.
Memasang Perangkat Lunak Deteksi Penipuan
Para penipu mengikuti pola-pola yang berbeda dan meninggalkan petunjuk
yang dapat dilacak dengan perangkat lunak deteksi penipuan. Jaringan saraf
merupakan

program

dengan

kemampuan

pembelajaran

dapat

mengidentifikasi penipuan secara akurat.


Mengimplementasikan Hotline Penipuan
Hotline penipuan adalah nomor telepon yang dapat dihubungi oleh para
pegawai untuk melaporkan penipuan dan penyalahgunaan secara anonym
(tanpa nama).

18

BAB III
PEMBAHASAN
3.1

Profil Perusahaan
PT Yazaki Technology Indonesia merupakan perusahaan suku cadang
automotif yang termasuk dalam Yazaki Corporation, asal Jepang. Saat ini,
perusahaan tersebut telah memiliki tujuh pabrik di Indonesia yang berlokasi
di Tangerang, Subang, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Jepara,
Mojokerto, dan Pasuruan. Saat ini, perusahaan berencana untuk membangun
tiga pabrik komponen automotif lagi di Indonesia.

3.2

Sistem Informasi Akuntansi PT Yazaki Technology Indonesia


PT Yazaki Technology Indonesia telah menggunakan sistem informasi
akuntansi berbasis komputer untuk mendukung proses produksinya. Sistem
tersebut telah terintegrasi ke semua bagian produksi dan gudang distribusi.
Secara keseluruhan, sistem informasi akuntansi yang dimiliki PT Yazaky
technology Indonesia sudah memadai dalam meningkatkan kinerja bagian
produksi dan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan. Sistem
informasi siklus produksi pada PT Yazaki Technology Indonesia
menggunakan transfer slip sebagai dokumen utama. Transfer slip adalah
kartu proses dari setiap produksi barang yang memuat kode dan data-data

19

kunci terkait dari seluruh proses produksi. Kode dan data tersebut akan
dimasukan kedalam sistem informasi. Transfer slip dapat merekam
pergerakan dan riwayat persediaan, mulai dari persediaan bahan bakusampai
menjadi produk akhir.
Selain dokumen yang menunjukan pergerakan dan riwayat persediaan,
dokumen transfer slip yang diinput kedalam sistem juga memudahkan
direktur dan manager produksi untuk menganalisis kinerja proses produksi
termasuk personel yang bekerja didalamnya. Transfer slip membantu
manager produksi untuk mengetahui kinerja masing-masing pengawas dan
operator selama proses produksi, pengaruh jam kerja dan hari libur manager
terhadap produktivitas produksi dan lain-lain. Bagi PPIC (Production
Planning & Inventory Control), transfer slip membantu tugas dalam
efisiensi penggunaan dan pengendalian kehilangan persediaan dan
mengetahui ketepatan waktu pengiriman.
Siklus Produksi PT Yazaki Technology Indonesia:

20

3.3

Analisis Pengendalian Internal dan Tujuan Siklus Produksi di PT


Yazaki Technology Indonesia
Dalam bagian ini dilakukan analisis terhadap pengendalian internal dalam
siklus produksi PT Yazaki Technology Indonesia terkait aktivitas dan
prosedur pengendalian internal berdasarkan COSO Framework. Analisis
juga dilakukan terhadap pencapaian PT Yazaki Technology Indonesia dalam
memenuhi tujuan pengendalian internal pada siklus produksi.
Aktivitas Pengendalian

21

1. Peninjauan kembali oleh Manajemen Puncak


Pihak manajemen tingkat atas PT Yazaki Technology Indonesia selalu
melakukan peninjauan kembali (review) terhadap kinerja aktual dan
membandingkannya dengan anggaran, perkiraan (forecast), kinerja
sebelumnya dan kompetitor.
2. Aktivitas Manajemen
Manajemen perusahaan menjalankan fungsinya untuk melakukan
pemeriksaan terhadap laporan kinerja atau laporan produksi.
3. Proses Informasi
Perusahaan telah melakukan beberapa fungsi pengendalian untuk
memeriksa keakuratan, kelengkapan, dan keabsahan setiap transaksi
yang terjadi. Proses informasi tersebut tertuang dalam dokumen SPO,
Prosedur Proses (PP), Prosedur Tetap, dan standar form untuk transaksi.
4. Pengendalian Aset
Perusahaan telah melakukan aktivitas pengendalian untuk perlindungan
aset perusahaan, yaitu dengan penjagaan satpam dan pembatasan untuk
menakses aset. Secara periodik, perusahaan juga melakukan perhitungan
aset dan membandingkannya dengan hasil pencatatan. Namun, penulis
menemukan adanya Gudang Bahan Baku yang penjagaannya kurang
memadai karena dapat diakses secara bebas dan tidak terdapat petugas
gudang.
5. Pemisah Tugas dan Tanggung Jawab
Peraturan dan kebijakan yang dibuat perusahaan telah mengatur adanya
pemisah tugas dan tanggung jawab. Namun, penulis menemukan adanya
penggabungan tugas dalam fungsi pengawasan gudang dan pihak yang
mengotorisasi transaksi gudang.
Prosedur Pengendalian Menurut COSO Framework
Prosedur Pengendalian Menurut COSO Framework
Otorisasi yang tepat terhadap setiap transaksi dan

aktivitas oleh pihak yang berwenang


Pemisah tugas antar fungsi yang saling berkaitan
Perubahan pengendalian manajemen

22

Mendesain dan menggunakan dokumen-dokumen atau

record yang bernomor acak


Penjagaan dan pengamanan terhadap aset, record, dan

data entitas
Pemeriksaan dan pengecekan secara independen terhadap

kinerja

23

BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Organisasi adalah kumpulan unit-unit pengambilan keputusan untuk
mewujudkan tujuan - tujuan. Organisasi menggantungkan diri pada sistem
informasi untuk mempertahankan kemampuan berkompetensi.

Dari

pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi PT


Yazaki Technology Indonesia yang telah berbasis komputer telah
terintegrasi ke semua bagian produksi dan gudang distribusi. Sehingga
secara keseluruhan, sistem informasi akuntansi yang dimiliki sudah
memadai dalam meningkatkan kinerja bagian produksi dan membantu
manajemen dalam pengambilan keputusan.
Selain itu, secara umum perusahaan telah melaksanakan pengendalian
internal dengan baik dan sesuai dengan COSO Internal Control Framework,
namun masih terdapat kelemahan pada pemisah tugas antar fungsi yang
saling berkaitan belum sepenuhnya dijalankan seperti manajer produksi
yang juga menerima pemesanan barang dan penjagaan pengamanan
terhadap aset, record dan data entitas yang kurang memadai penjagaannya
sehingga gudang dan data mudah di akses oleh orang lain.
4.2 Saran
1. Perusahaan perlu membentuk tim independen yang sewaktu waktu
melakukan pemeriksaan atau perhitungan fisik persediaan. Anggota tim
dipilih dari departemen yang tidak terlibat dalam proses produksi. Hal
tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk pengendalian internal
terhadap perlindungan aset perusahaan.
2. Perlu adanya komunikasi dua arah terkait serah terima barang-barang
baik dalam proses maupun barang jadi. Pihak penerima harus

24

memeriksa

kembali

kesesuaian

atas

barang

yang

diterima,

memverifikasi dan menandatangani dokumen transfer. Hal tersebut


dilakukan agar tidak terjadi kehilangan persediaan.
3. Perlu adanya pemisah tugas dan tanggung jawab antara pihak yang
mengotorisasi pengeluaran barang dengan pihak yang bertanggung
jawab atas gudang. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, PPIC selain
mengotorisasi pengeluaran barang juga bertanggung jawab atas
penjagaan gudang dan pengeluaran barang.
4. Perlu adanya pemisah tugas antara pihak yang membuat permintaan
pembelian dengan pihak yang menerima persediaan dari pemasok. Hal
tersebut untuk mencegah terjadinya permintaan pembelian fiktif.
Perusahaan selain membuat permintaan pembelian PPIC juga dapat
menerima persediaan tersebut dari pemasok.

25

DAFTAR PUSTAKA
Romney, Marshall B. and Steinbart, Paul John. 2014. Accounting Information
Systems (Sistem Informasi Akuntansi) Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat.
http://autotekno.sindonews.com/read/1030580/184/yazaki-siap-bangun-tigapabrik-lagi-di-indonesia-1438941874
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/category/sistem-informasiakuntansi/page/11/
http://www.yazaki-group.com/

26