Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH TUGAS REMIDI UTS

UTILITAS II

MEKANISME PEMBUATAN STEAM

Disusun Oleh :
Josita Kusumadewi

I0510022

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peningkatan populasi penduduk dan makin meningkatnya kegiatan industri
menyebabkan kebutuhanakan energi makin meningkat. Baik itu adalah pemakaian
energi listrik maupun energi fosil. Oleh karena itu kebutuhan akan alat
pengkonversi energi semakin meningkat. Salah satu alat yang banyak digunakan
adalah ketel uap (boiler) yang digunakan untuk mengubah energy potensial pada
bahan bakar fosil menjadi energi potensial uap. Uap merupakan salah salah satu
bagian yang tak terpisahkan dari sebuah industri. Setiap industri pasti akan
membutuhkan uap untuk melangsungkan proses produksinya. Ketel uap (boiler)
adalah suatu bejana tertutup dimana uap diproduksi secara langsung dengan
menyerap kalor yang diberikan oleh bahan bakar yang kemudian digunakan untuk
menghasilkan uap air.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada makalah ini adalah :
1. Apa itu steam ?
2. Apa saja jenis steam dan bagimana steam tersebut dibuat?
3. Apa saja jenis alat-alat menghasilkan steam dan bagian-bagiannya?
4. Apa bahaya yang ditimbulkan oleh steam dan cara pencegahannya?
1.3 Tujuan
Dalam penyusunan makalah ini, tujuan yang hendak dicapai adalah :
1.
2.
3.
4.

Mengetahui penjelasan steam secara umum


Mengetahui jenis-jenis steam dan cara pembuatannya
Mengetahui alat-alat menghasilkan steam dan bagian-bagiannya
Mengetahui bahaya yang ditimbulkan oleh steam dan carapencegahannya

BAB II
PEMBAHASAN
A. STEAM
A.1 Pengertian Steam dan Kegunaan Dalam Industri
Uap atau steam merupakan gas yang dihasilkan dari proses yang
disebut penguapan. Bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan steam
adalah air bersih. Air dari water treatment yang telah diproses dialirkan
menggunakan pompa ke deaerator tank hingga pada level yang telah
ditentukan. Pemanasan dalam deaerator adalah dengan menggunakan steam
sisa yang berasal dari hasil pemutar turbin.
Dengan meningkatnya suhu dan air telah mendekati kondisi
didihnya, beberapa molekul mendapatkan energi kinetik yang cukup untuk
mencapai kecepatan yang membuat sewaktu-waktu lepas dari cairan ke
ruang diatas permukaan, sebelum jatuh kembali ke cairan. Pemanasan lebih
lanjut menyebabkan eksitasi lebih besar dan sejumlah molekul dengan
energi cukup untuk meninggalkan cairan jadi meningkat. Dengan
mempertimbangkan struktur molekul cairan dan uap, dapat diambil
kesimpulan bahwa densitas steam lebih kecil dari air, sebab molekul steam
terpisah jauh satu dangan yang lain. Ruang yang secara tiba-tiba terjadi
diatas permukaan air menjadi terisi dengan molekul steam yang padat.
Dalam hal ini pebakaran air dalam boiler adalah air yang melalui
deaerator yang telah melalui pemanasan didalamnya yang dialirkan ke drum
boiler (penampung steam) dan kemudian disuplai kedalam boiler untuk
dipanaskan lebih lanjut sehingga menjadi steam basah. Suhu didalam boiler
ini adalah sekitar 400 oC - 459 oC. Setelah proses yang tejadi di dalam boiler
ini, aliran steam dilanjutkan ke superheater untuk menjadikan uap kering,
suhu steam saat itu sekitar 520 oC 600 oC dan siap disalurkan untuk
memutar turbin.
Jika jumlah molekul yang meninggalkan permukaan cairan lebih
besar dari yang masuk kembali, maka air akan menguap dengan bebas. Pada

keadaan ini air telah mencapai titik didihnya atau suhu jenuhnya, yang
dijenuhkan oleh energi panas. Jika tekananya tetap penambahan lebih
banyak panas tidak mengakibatkan kenaikan suhu lebih lanjut namun
menyebabkan air akan membentuk steam jenuh. Pada tekanan atmosfir suhu
jenuh air adalah 100 oC, tetapi jika tekananya bertambah maka akan ada
penambahan lebih banyak panas dan peningkatan suhu tanpa perubahan
fase. Oleh karena itu, kenaikan tekanan secara efektif akan meningkatkan
entalpi air dan suhu jenuhnya. Hubungan antara suhu jenuh dan tekanan
dikenal sebagai kurva steam jenuh.

Gambar 2.1. Kurva Steam Jenuh


Air dan steam dapat berada secara bersamaan pada berbagai tekanan
dalam kurva ini, keduanya akan berada pada suhu jenuh. Steam pada
kondisi diatas kurva jenuh dikenal dengan superheated steam (steam lewat
jenuh), sedangkan air yang berada pada kondisi dibawah kurva disebut air
sub-jenuh.
Jika steam mengalir dari boiler pada kecepatan yang sama dengan
yang dihasilkanya, penambahan panas lebih lanjut akan meningkatkan laju
produksinya. Jika steam yang sama tertahan tidak meningalkan boiler, dan
jumlah panas yang masuk dijaga tetap, energi yang mengalir ke boiler akan
lebih besar daripada energi yang mengalir keluar. Energi yang berlebih ini
akan menaikan tekanan, yang pada giliranya akan menyebabkan suhu jenuh
meningkat, karena suhu steam jenuh berhubungan dengan tekanannya.
A.2 Jenis-jenis Steam
Steam dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Saturated steam, yaitu uap air yang terbentuk pada suhu didih dan tidak
mengandung titik-titik air maupun gas asing.
2. Wet steam, yaitu campuran dari saturated steam dan titik-titik air yang
terdistribusi merata. Steam ini terbentuk misalnya pada waktu air

mendidih dengan sangat kuat atau karena kondensasi sebagian dari uap
jenuh.
3. Superheated steam, yaitu uap yang dipanaskan melebihi temperatur
didihnya. Pada tekanan yang sama steam ini memiliki kerapatan lebih
rendah daripada saturated steam.
A.3 Mekanisme Pembuatan Steam
Tekanan dan temperatur steam harus diketahui agar keadaan steam ini
dapat diidentifikasi dengan baik. Untuk mengolah 1 kg air pada temperatur
0 oC menjadi steam diperlukan panas sebagai berikut:
Panas sensibel cairan, yaitu jumlah panas yang diperlukan untuk
memanaskan iar tersebut dari 0 oC ke temperatur didih.
Panas penguapan, yaitu jumlah panas yang diperlukan untuk menguapkan
air tersebut pada temperatur didih tanpa terjadi keaikan temperatur.
Panas steam lanjut, yaitu panas yang diperlukan untuk pemanasan
saturated steam sehingga terjadi superheated steam.
Jumlah panas keseluruhan yang dibutuhkan untuk mengubah air
bertemperatur 0 oC menjadi steam disebut kandungan panas dari uap/steam
(kkal/kg). Pada pemanfaatan steam sebagai media pemanas akan terjadi halhal sebagai berikut:
Pada waktu pendinginan, superheated steam akan melepaskan panasnya
sampai menjadi saturated steam.
Jumlah panas yang dibebaskan ini relatif kecil (misalnya hanya 10 %) bila
dibandingkan dengan jumlah panas kondensasi.
Pada waktu pedinginan, saturated steam akan segera terkondensasi.
Seluruh panas kondensasi akan dibebaskan, yang besarnya sama dengan
panas penguapan.
Pada waktu pendinginan kondensat, sebagian energi panas dibebaskan lagi
(panas sensibel air). Penggunaan energi panas ini hampir selalu
berlangsung dengan tidak sempurna dalam sistem pemanasan yang
pertama. Panas yang tersisa sering dimanfaatkan lagi dalam alat penukar

panas selanjutnya, misalnya untuk pemanasan awal bahan-bahan proses


yang akan diumpankan.
Sebagian besar kandungan panas steam merupakan panas kondensasi,
karena itu panas tersebut mutlak harus dimanfaatkan. Agar steam yang
belum termanfaatkan tidak ada yang keluar dari sistem pemanas dan agar
tidak terjadi pemampatan kondensat di dalam ruang pemanas, maka pada
saluran keluar harus dipasang alat penyalur kondensat. Penyalur kondensat
ini juga dapat mempertahankan tekanan uap dalam ruang pemanas agar
tetap tinggi.
Pada pemanasan tidak langsung, panas yang dimanfaatkan hanya
panas superheated steam dan panas kondensasi. Temperatur yang diinginkan
dalam ruang pemanas dapat diatur dengan regulator tekanan. Melalui pentil,
pemasukan steam-pun bisa diatur. Dengan mengumpulkan steam secara
langsung ke dalam bahan yang akan dipanaskan, panas sensibel cairan akan
termanfaatkan dengan lebih baik.
Air sangat menguntungkan jika digunakan sebagai media pemanas
karena memiliki panas kondensasi yang besar sekali, tidak mudah terbakar,
dan tidak beracun. Steam dapat mengakibatkan luka bakar yang parah
terutama bila seluruh panas kondensasi dibebaskan di atas kulit. Oleh karena
itu, saluran-saluran yang dialiri steam tidak boleh dimanipulasi sebelum
saluran dibebaskan dari tekanan dan didinginkan.
Steam dibuat di pusat pembangkitan steam di dalam ketel uap/steam
(ketel radiasi, ketel bakar, ketel listrik) dengan mengunakan bahan bakar
batu bara, minyak pemanas, atau listrik. Steam ini dibuat dari air yang telah
dihilangkan seluruh garam-garam dan gasnya (air umpan ketel). Di sini
terbentuk steam pada temperatur yang sesuai dengan tekaan di dalam ketel.
Steam yang terbentuk dipanaskan lebih lanjut oleh gas buang sehingga
kehilangan panas pada saat transportasi ke tempat pemakaian tidak segera
menyebabkan terjadinya kondensasi.
Setelah tekanan tinggi direduksi, misalnya di dalam turbin uap, dan air
diinjeksikan ke dalam steam berkalor lebih, steam tersebut kemudian

dialirkan ke konsumen melalui saluran-saluran yang terisolasi dengan baik.


Di tempat pemakaian, yang dibutuhkan terutama ialah panas kondensasinya.
Karena steam tidak dapat disimpan, maka kelebihan steam akan diubah
menjadi air panas atau air hangat.
Alat pemanas yang mengunakan steam sebagai media pemanas mudah
untuk diatur dengan baik. Pemanasan dapat dilakukan dengan mengalirkan
steam langsung ke bahan proses yang akan dipanaskan. Temperatur
pemanasan maksimal yang dapat dicapai pada peralatan yang menggunakan
ventilasi adalah 100 oC. Cara ini hanya dapat digunakan bila air maupun
penambahan volume tidak mengganggu sistem. Panggunaan steam dapat
dilakukan secara tidak langsung, misalnya dalam alat penukar panas.
Temperatur yang dapat dicapai secara teoritis sama dengan temperatur
kondensasi steam.
B. BOILER
B.1 Pengertian Boiler dan Jenis-jenisnya
Menurut Djokosetyardji M.J (1990), boiler merupakan alat yang
digunakan untuk menghasilkan uap/steam untuk berbagai keperluan. Jenis
air dan uap air sangat dipengaruhi oleh tingkat efisiensi boiler itu sendiri.
Pada mesin boiler, jenis air yang digunakan harus dilakukan demineralisasi
terlebih dahulu untuk mensterilkan air yang digunakan, sehingga
pengaplikasian untuk dijadikan uap air dapat dimaksimalkan dengan baik.
Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan komponen
economizer untuk meningkatkan efisiensi dari uap air yang dihasilkan.
Air di dalam boiler dipanaskan oleh panas dari hasil pembakaran
bahan bakar (sumber panas lainnya) sehingga terjadi perpindahan panas dari
sumber panas tersebut ke air yang mengakibatkan air tersebut menjadi panas
atau berubah wujud menjadi uap. Air yang lebih panas memiliki berat jenis
yang lebih rendah dibanding dengan air yang lebih dingin, sehingga terjadi
perubahan berat jenis air di dalam boiler. Air yang memiliki berat jenis yang
lebih kecil akan naik, dan sebaliknya air yang memiliki berat jenis yang
lebih tinggi akan turun ke dasar.

Uap air panas yang dihasilkan dari boiler sangat penting karena
memiliki kemampuan seperti menyimpan dan membebaskan energi panas
yang besar, pindah panas yang cepat, bersih, mudah disalurkan kemana saja,
suhunya stabil sesuai tekanan, dan mudah diatur sehingga tidak over
heating. Selanjutnya uap air yang dihasilkan boiler ini dapat digunakan
untuk berbagai keperluan dalam bidang industri seperti untuk pembangkit
tenaga dengan cara mengalirkan uap panas sehingga mengerakkan turbin
atau dapat juga digunakan untuk sterilisasi karena uap panas yang
dihasilkan juga memiliki tekanan yang tinggi.
Boiler memiliki 3 sistem pengolahan yaitu terdiri dari: sistem air
umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan
menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan
steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan.
Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler.
Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada
keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau
dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan
yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas
yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar
tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem (Anonim,
2006).
Boiler dapat dibagai menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan bakar
yang digunakan, berdasarkan mekanisme fluida, berdasarkan tekanan, dan
berdasarkan sirkulasi. Berdasarkan bahan bakar yang digunakan boiler
dibagi menjadi 3 jenis yaitu boiler bahan bakar padat, misalnya boiler yang
digunakan pada industri penghasil gula dari tebu. Bahan bakar yang
digunakan berupa bahan tebu. Bahan tebu merupakan bahan sampingan dari
proses pengolahan tebu menjadi gula pasir. Kedua yaitu boiler bahan bakar
cair, misalnya boiler yang digunakan pada industri penghasil gula semut
yang ada di lapangan praktikum Leuwikopo_IPB Dramaga. Bahan bakar
yang digunakan berupa bahan bakar solar. Ketiga boiler berbahan bakar gas.

Gas yang digunakan dapat berupa LPG. Keempat, yaitu boiler listrik dimana
boiler jenis ini menggunakan listrik sebagai sumbernya.
Menurut Febriantara (2008), berdasarkan mekanisme fluida yang
digunakan, jenis mesin boiler ada dua, yaitu mesin boiler pipa api (Water
Tube Boiler) dan mesin boiler pipa air (Fire Tube Boiler).
1. Fire Tube Boiler
Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan
boiler ada didalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers
biasanya digunakan untuk kapasitas steam yang relative kecil dengan
tekanan steam rendah sampai sedang. Sebagai pedoman, fire tube boilers
kompetitif untuk kecepatan steam sampai 12.000 kg/jam dengan tekanan
sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat menggunakan bahan bakar
minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam operasinya. Untuk
alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi sebagai
paket boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.
2. Water Tube Boiler
Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipapipa masuk ke dalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas
pembakar membentuk steam pada daerah uap dalam drum. Boiler ini
dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada
kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat
modern dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 12.000 kg/jam,
dengan tekanan sangat tinggi. Banyak watertube boilers yang
dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan
gas. Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak
umum dirancang secara paket. Karakteristik water tube boiler sebagai
berikut:
- Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan
efisiensi pembakaran.
- Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant
pengolahan air.
- Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.
Prinsip kerja dari boiler pipa api ini adalah gas panas dari hasil
pembakaran dialirkan melalui sebuah pipa dimana disekeliling pipa terdapat

air sehingga gas panas tersebut memanaskan air yang terdapat di dalam
boiler secara konduksi panas sehingga terbentuk uap panas. Uap (steam)
yang dihasilkan oleh boiler pipa air ini memiliki tekanan dan kapasitas yang
rendah. Prinsip kerja dari boiler pipa air ini adalah air dilewatkan melalui
pipa kemudian pipa tersebut dipanaskan dengan cara dibakar dengan api
sehingga air berubah menjadi uap air. Uap yang dihasilkan boiler pipa air ini
memiliki tekanan dan kapasitas yang lebih tinggi.
Boiler pipa api dan boiler pipa air masing-masing memiliki kelebihan
dan kekurangan. Keuntungan boiler pipa api adalah proses pemanasan yang
mudah dan cepat dan tidak membutuhkan setting khusus, investasi awal
yang lebih murah karena harga boiler jenis ini lebih murahj daripada boiler
pipa air, bentuknya lebih compact dan portable, dan tidak membutuhkan
area yang besar untuk 1 HP boiler. Namun demikian boiler pipa api
memiliki beberapa kekurangan seperti tekanan operasi steam terbatas untuk
tekanan rendah 18 bar, kapasitas steam relative kecil (13.5 TPH) jika
dibandingkan dengan boiler pipa air, tempat pembakarannya sulit dijangkau
untuk dibersihkan, diperbaiki, dan diperiksa kondisinya, serta nilai
effisiensinya rendah karena banyak energi kalor yang terbuang langsung
menuju stack.
Adapun kelebihan penggunaan boiler pipa air yakni kapasitas steam
yang besar sampai 450 THP, tekanan operasi mencapai 100 bar, nilai
effisiensi yang relatif besar, dan perawatan yang lebih mudah karena tungku
mudah dijangkau untuk melakukan pemeriksaan, pembersihan, dan
perbaikan.. Sedangkan kekurangannya yakni proses konstruksi yang lebih
detail, investasi awal relativemahal karena harga boiler pipa air lebih mahal
daripada boliler pipa api, lebih sulit dalam penangann air yang masuk
karena komponen pendukungnya yang sensitif, dan membutuhkan tempat
yang lebuh luas karena kemampuannya dalam menghasilkan kapasitas
steam yang lebih besar (Djokosetyardjo, 1990).
Berdasarkan tekanan yang dihasilkan boiler dibagi menjkadi 2 jenis
yakni boiler tekanan rendah (Low Preassure) dan boiler tekanan tinggi
(High Preassure). Boiler tekanan rendah memiliki tekanan steam operasi

kurang dari 15 psig atau menghasilkan panas dengan tekanan dibawah 160
psig atau temperature dibawah 2500F. Boiler tekanan tinggi memiliki tekan
steam operasi diatas 15 psig atau menghasilkan air panas dengan tekanan di
atas 160 psig atau temperature di atas 250 0F. Berdasarkan sirkulasi air boiler
dibagi menjadi 2 yaitu boiler sirkulasi alami dan boiler sirkulasi paksa.
Berikut tabel perbedaan jenis-jenis boiler.
B.2 Bagian-bagian Ruang Boiler

Keterangan :
1. Lubang api
2. Bata api bagian depan
3. Pluit bahaya

12. Bata api bagian belakang


13. Tahap belakang bagian depan
14. Saluran air masuk

4. Elektrode pengaman

15. Batas level air tertinggi

5. Elektrode pengaman

16. Saluran buang

6. Safety value

17. Cerobong (stack)

7. Saluran uap keluar


8. Superheater
9. Pipa api
10. Ruang pembakaran
11. Pintu muka

18. Penyangga
19. Tutup pintu luar
20. Lubang melihat api
21. Saluran uap superheated

Boiler tersusun dari berbagai macam bagian-bagian dengan fungsinya


masing-masing, berikut penjelasannya:
1. Tungku Pengapian (Furnace)
Bagian ini merupakan tempat terjadinya pembakaran bahan bakar yang akan
menjadi sumber panas, proses penerimaan panas oleh media air dilakukan
melalui pipa yang telah dialiri air, pipa tersebut menempel pada dinding tungku
pembakaran. Proses perpindahan panas pada furnace terjadi dengan tiga cara:

Radiasi, dimana akan terjadi pancaran panas dari api atau gas yang akan
menempel pada dinding tube.

Konduksi, Panas mengalir melalui hantaran dari sisi pipa yang menerima
panas kedalam sisi pipa yang memberi panas pada air.

Konveksi. panas yang terjadi dengan singgungan molekul-molekul air


sehingga panas akan menyebar kesetiap aliran air.

Didalam furnace, ruang bakar terbagi atas dua bagian yaitu ruang pertama dan
ruang kedua. Pada ruang pertama akan tejadi pemanasan langsung dari sumber
panas yang diterima langsung oleh tube (pipa), sedangkan pada ruang kedua
yang terdapat pada bagian atas, panas yang diterima berasal dari udara panas
hasil pembakaran dari ruang pertama.
2. Steam Drum
Steam drum berfungsi sebagai tempat penampungan air panas serta tempat
terbentuknya uap, drum ini menampung uap jenuh (saturated steam) beserta air
dengan perbandingan antara 50% air dan 50% uap. untuk menghindari agar air
tidak terbawa oleh uap, maka dipasangi sekat-sekat, air yang memiliki suhu
rendah akan turun ke bawah dan air yang bersuhu tinggi akan naik ke atas dan
menguap.
3. Superheater
Merupakan tempat pengeringan steam, dikarenakan uap yang berasal dari
steam drum masih dalam keadaan basah sehingga belum dapat digunakan.
Proses pemanasan lanjutan menggunakan superheater pipe dan dipanaskan
dengan suhu 260C sampai 350C hingga uap benar-benar menjadi kering dan

dapat digunakan untuk menggerakkan turbin maupun untuk keperluan industri


lain.
4. Air Heater
Komponen ini merupakan alat yang berfungsi untuk memanaskan udara yang
digunakan untuk menghembus/meniup bahan bakar agar dapat terbakar
sempurna. Udara yang akan dihembuskan sebelum melewati air heater
memiliki suhu yang sama dengan suhu normal (suhu luar) yaitu 38C namun
setelah melalui air heater suhunya akan meningkat menjadi 230C sehingga
dapat menghilangkan kandungan air dalam udara yang dapat menganggu
proses pembakaran.
5. Dust Collector (pengumpul abu)
Bagian ini berfungsi untuk menangkap atau mengumpulkan abu yang berada
pada aliran pembakran sampai dengan gas buang, keuntungan dalam
penggunaan alat ini yaitu gas hasil pembakaran yang dibuang bebas dari debu
yang dapat mencemari lingkungan dan mengurangi kemungkinan kerusakan
pada alat akibat adanya gesekan abu maupun pasir.
6. Pengatur pembuangan gas bekas (asap)
Asap dari ruang pembakaran dihisap oleh blower IDF ( induced draft fan)
melalui dust collector selanjutnya akan dibuang melalui cerobong asap. damper
pengatur gas asap diatur terlebih dahulu sesuai kebutuhan sebelum IDF
dinyalakan, karena semakin besar damper dibuka maka akan semakin besar
isapan yang akan terjadi dari dalam dapur.
7. Safety Valve (Katup pengaman)
Alat ini berfungsi untuk membuang uap apabila tekanan uap telah melebihi
standar yang telah ditentukan. katup ini terdiri dari dua buah yaitu katup
pengaman uap basah dan katup pengaman uap kering. safety valve ini dapat
diatur sesuai dengan aspek maksimum yang telah ditentukan, pada uap basah
biasanya diatur pada tekanan 21 kg/cm2, sedangkan untuk katup pengaman uap
kering diatur pada tekanan 20,5 kg/cm2.
8. Gelas Penduga (Sight Glass)

Gelas penduga dipasang pada drum bagian atas yang berfungsi untuk
mengetahui ketinggian air di dalam drum agar memudahkan pengontrolan
jumlah air dalam ketel selama proses operasi berlangsung. Gelas penduga ini
harus dicuci secara berkala untuk menghindari terjadinya penyumbatan yang
membuat level air tidak dapat dibaca.
9. Pembuangan Air Ketel
Pada komponen ini berfungsi untuk membuang air dalam drum bagian atas,
pembuangan air dilakukan bila terdapat zat-zat yang tidak dapat terlarut,
contoh sederhananya ialah munculnya busa yang dapat menganggu
pengamatan terhadap gelas penduga. Untuk mengeluarkan air dari dalam drum,
digunakan blowdown valve yang terpasang pada drum atas, katup ini bekerja
bila jumlah busa sudah melewati batas yang ditentukan.
C. Bahaya Yang Ditimbulkan Oleh Steam dan Cara Pencegahannya
Sebagai proteksi awal terhadap keselamatan pekerja ( operator ) dan
lingkungan, maka ketel uap ( Boiler ) haruslah memenuhi persyaratan-persyaratan
minimum sesuai dengan undang-undang uap tahun 1930 pasal 12, yang
menyebutkan antara lain :
Tiap-tiap ketel uap harus diberi perlengkapan sebagai berikut :
a. Sekurang-kurangnya dipasang 2 buah PSV ( Presure Safety Valve ) sesuai
dengan besar kecilnya ketel uap tersebut, dan dipasang pada ketel uap nya
sendiri ( di steam drum ).
b. Sekurang-kurangnya dipasang 1 buah manometer ( Press Indikator ).
c. Sekurang-kurangnya dipasang 2 buah gelas penduga ( Level Glass ).
d. Dipasang alat yang dapat bekerja sendiri, atau system control automatic, atau
system alarm, yang menunjukkan atau memberi tahu kepada operator,
terhadap penyimpangan operasi ( Low Level, High Level dan lain-lain ) dan
dipasang system tripnya.
e. Dipasang kerangan buang ( IBD ).
f. Dipasang name plate, yang menyebutkan berapa tekanan kerja tertinggi yang
diperbolehkan, tahun pembuatan serta pembuatnya.
Dengan dilengkapinya persyaratan-persyaratan keselamatan tersebut diatas
kemungkinan bahaya-bahaya yang timbul seperti peledakan, maupun kebakaran
dapat dihindari.

Sedangkan sebagai proteksi dari segi operasi diperlukan prosedur yang benar,
baik strat up maupun shut down, dan dipahami serta dilaksanakan dengan benar
pula sesuai step stepnya.
Sedangkan proteksi diri

dalam

penanganan

operasi,

perlu

adanya

perlengkapan peralatan safety yang cukup memadai, sesuai dengan tingkat


pekerjaan yang dilakukan, serta pengetahuan dan pengalaman.

BAB III
KESIMPULAN
Setelah kita mengetahui sekelumit pengetahuan, tentang steam dan
kegunaan dan bahaya-bahaya yang ditimbulkan, serta mengingat peran pentingnya
itu, kita sebagai operator di utilities khususnya. Untuk lebih meningkatkan
kewaspadaan dan ketelitian sesuai tugas kita masing-masing dengan penuh rasa
tanggung jawab, baik terhadap segi operasi dan peralatannya serta kita yang
mengoperasikan bias selamat, sehingga kelangsungan operasi kilang kita ini bisa
dicapai dengan aman, handal dan effisien.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.prosesindustri.com/2015/01/pengertian-boiler-serta-komponen.html
http://agroindustrialis.blogspot.co.id/2014/06/boiler-ketel-uap.html
https://rkpsb.files.wordpress.com/2010/09/steam-boiler.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27517/4/Chapter%20II.pdf
https://muhammadyusuffirdaus.wordpress.com/2012/01/22/steam/
https://lngbontang.wordpress.com/2009/02/12/kegunaan-steam-dan-bahayanya/

Anda mungkin juga menyukai