Anda di halaman 1dari 10
‘Volume $,No 2, Oktaber 2005 $54 ISSN: 1412-184 Algoritma Untuk Menentukan Waktu Penggantian Optimal dengan Distribusi Kegagalan Weibull Rio Wicaksono, Asep K. Supriatna & Riaman Jurusan Matematika FMIPA Universitas Pedjadjaran Km 21 JI. Raye Jetinangor Sumedang E-mail :ryo_w1979@yahoo.com ABSTRAK ‘Waktu penggantian alatalat produksi yang mengslami Kerusakan adalah salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh sunt peruschaan. Hal ini diangeap penting arena berhubungan dengan biaya yang harus dikeluarkan. Sesuai dengan tujuan perusahaan, yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan pengeluaran ‘yang kecil, maka dari itu perlu dilakukan wakta penggantian alat-alat produksi yang rusak tetapi hanya dengan cara optimal. Makalah ini membahas sebuah metoda yang dapat menghasilkan waktu penggantian optimal terscbut Kata kunei : Waktu penggantian, Distribusi Weibull ABSTRACT Replacement time of production devices is one of the problem which is faced often by a ‘company. This problem & important because related to the cost that must be spent. Jn line with the company needs to get a mezximal profit with small cost, replacement time of ‘production devices are required to be done but in optimal manner. This paper considers ‘a method that can yield this optimal replacement time. Keyword : Replacement time, Weibull Distribution 1. PENDAHULUAN Dalam bidang industri masalah penggantian (replacement) alat produksi adalah salah satu masalah yang sangat peating karena permasalahan ini berhubungan dengan biaya (cost) yang harus dikeluarkan, baik it akibat dari penggantian alat, perbaikan atau yang paling fatal ‘adalah produksi yang hilang akibat kerusakan tersebut. “Timbal permasalahan yaitu kapan waktu yang terbaik unfuk melakukan penggantian, secara intusi tentu saja dapst diketahui bahwa waktu yang paling balk untuk melakukan penggantian adalah ketka alat industri tersebut sebelum mengalami kerusakan yang berakibet fatal, Tetapi tentu saja penggantian tidak dapat dilakukan terlalu din} karena masih memiliki nila ekonomis yang tersisa ‘io Wieasooo, Asep K.Supria & Rlamen : “Ags Unt Menenkan Waktu Pengo Opimal Dengan Distasi Keegan Weibul™ ‘Untuk itu ada beberapa hal yang perludiketahui dalam melakukan penggentian 1. -Kapan waktu kerusakan ala erjadi? 2. Berapa biaya yang dikeluarkan apabila melakukan penggartian alt ? 3. Berapa biaya yang dikeluarkan akibat kerusakan alat? Dalam permasalahan ini akan dibahes penggantian alat yang mengalami Kerusakan dengan asumsi: 1. Waku kegagalan yang terjadi diasumsikan berdistribusi Weibull 2. Kegagalansetiapalat adalah kejadian yang saling bebas 2. DISTRIBUSI WEIBULL Distribusi ini merupekan distribusi keggalan yang paling banyak digunakan, Fungsi 72,4.) maka hipotesis awa (24) ditolak dan depat disimpulkan dengan metods perhitungan 2 parameter data tidak ‘mengikuti dstribusi Weibull 3.2 Distribusi Weibull 3 Parameter ‘Adapun cara peshitungannya sama dengan distas hanya saja terdapat perbedaan yaitu nila estimasi parameter dan dorajat kebebasan yang. digunakan yaitu 8-3-1 — 4 ‘Tabel 3, Uji Kecocokan Distribusi Weibull 2 Parameter Frekuensi Data |Probabiitas Weibull| Frekuensi | perk (cove x Ax), |Observasi (0) (e = Yo x fix) 14 041674768 4 4,1874798 | 0,024025669 15 0,136383254 2 4,36389254 | 0,206743963 16 0134282701, 2 1,34282701 | 0,321617256 7 0,121916073 1 4,21916073 | 0,039397123 19 (0,08707816. 1 0,e707616 | 0,019175181 20 0,069977285 1 '0.60977285 | 0.128608 23 0,031456912 4 0,31456912 | 7493520697 24 0,02317089 1 0,2317089 | 2,54746869 total 40 '6,03002875 6 ‘Ro Wiceksono, Asep KSupriama & Riaman: “Algorima Unt Meneaikan Waktu Pengzatan Optimal Dengan DiaribsiKepaglan Weal” Diperoleh Nilai uji statistik (77) ~ 6,03002675 dan nilai kritis (7/, 4..)) dengan derajat kebebasan 4 adalah 9.488, Sehingge diketahui (7) < 7, ., maka hipotesis awal (H.) iterima dan dapat disimpulkan dengan metoda perhitungan 3 parameter data memgikuti istribusi Weibull ‘Tabel 4 memperlihatkan bahwa apabila data kegagalan sebenamya mengikutidistribusi Weibull 2 parameter sedangkan metoda perhitungan waktu penggantian dilakukan dengan ‘metoda perhitungan untuk 3 parameter maka waktu penggantian yang dihasilkan tidak ‘menunjukkan hasil yang sesua sebliknya, aabila data kegagslan mengikut distribusi Weiball dengan 3 parameter sedangkan perhitungan waktu penggantan dlakukan dengan metoda 2 Parameter maka akan diperoleh waktu penggantian yang lebih lama dan biaya yang lebih besar andingkan dengan metoda yang dibasilkan pada metoda 3 parameter. ‘Tabel . Perbandingan 2 Metode Perhitungan Waktu Penggantian Terhadap 2 Tipe Data ‘Kegagalan ‘Metoda Perhitungan cee Waktu Penggantian | Waktu Penggantian 2 Parameter 2 Parameter | _ 38 $2047 3 Parameter ° ° 3 Parameter 2 Paremeler: 487 $4.94 3 Parameter 43.4 $23 Keterangan: Perhitungan untuk 2 parameter menggunakan metods pada (Dharma,1997) Perhitungan untuk 3 parameter menggunakan metoda pada makalah ini 4, SOLUSI ANALITIK Secara analitik waktu penggantian optimal dapat diperoleh 62 Volume 5, No.2, Oktober 2006: 35-64 ISSN 1412-6186 wns rth ~ 7 i eg gi ep a ecient an Set tn tities deh at wk 7=7 soar ee 7) > tts ig fg Untuk 7< y diperoteh (7) GF ° 8 dam unk T= ydiperoleh OY = “E> 0 Y Mengingat 7’< y maka diperoleh C(7)> C(?), yang berarifungsi C(7) monoton turun, Dengan demikian waktu optimal yang diperoleh untuk melakukan penggantian pads Contoh sebelumnya adalah 13,1 minggu dengan biaya $2,3. Hal ini sesuai dengan nilai yang dliperoleh secara numerik (gambar 2), 5. KESIMPULAN Dari bahasan diatas dapat disimpulkan bahwa jika waktu kerusakan mengikuti distribusi ‘weibull dengan 3 parameter, make waktu penggantian yang optimal sama dengan parameter ambang (7) pada distribusi Kerusakan Wetbulltersebut. Lebihjauh tagi, contoh numerik memperibatkan bahwa apabila data sebenamya ‘engi distrbusi Weibull 3 parameter dan kita Keli menghitung waktu penggantian dengan ‘menggunakan metods untuk 2 parameter, maka akan tinbulKerugian finansial yang diakibatkan Aekeliran cersebut. Unuk ins sebelum melakukan perhitungan wakw penggsntan terlbih dahul dilakukan peogujan statistik untuk memastikan bahwa data Kegagalan akan mengikut distrbusi Weibull 2 parameter ata 3 parameter. 6 io Wicaksono, Asp K Supima & Riaman :“Algoritma Untuk Menetukar Wakta enggartan Optimal Dengan Disa Kergaan Weibull” == ES ee eee DAFTAR PUSTAKA Dufly, SF. (1997). Weibull Parameter Estimation, Theory and Background information. Dharma, L. (1997). Implikasi Perubahan Parameter pada Distribusi Welbull 1erhadap Kebijaksanaan Perawatan pada Kelompok Mesin N Elemen. Tesis S-2 Institut Teknologi Bandung, Bandung, Miller, Irwin and J. E. Freund (1987), Probabilay and statistics for Engineers. Prentice-Hall of ‘India, New Delhi, Romeou, JL. The Chi-Square: A Large Sample Goodness of Fit Test. RAC START, Volume 10, No4, htp://rac.alionscience.com/pdfchi-square pdf Osaki, Shunji (1997). Applied Sthocastic System Modelling, Springer - Verlag, Betlin Heidelberg, Jerman. Wicaksono, Rio (2005). Perawatan Prevent Optimal dengan Distritusi Kegagalan Weibull 3 ‘Parameter. Skripsi S-1 Universitas Padjadjaran, Bandung. Yadi, Abdul (2002). Aplitasi Visual Basic Dalam Industri Manufaktur, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 64