Anda di halaman 1dari 9

SIKAP ILMIAH

2 SIKAP MANUSIA DALAM KEHIDUPAN :


1. Sikap menundukkan alam melalui
kemajuan IPTEK
2. Sikap mendewakan Alam.

SIKAP ILMIAH
1. Sikap menundukkan alam dengan
IPTEK:
Cenderung menjadi arogan dan
superior.
Ingin menguasai alam tanpa
memperhatikan kapasitas & daya
tampung.

SIKAP ILMIAH:
2. Sikap mendewakan alam.
Tunduk dan menyerah pada
struktur dan
norma-norma alam.
Manusia terbelenggu
tradisionalisme. Tak
mampu mengembangkan alam
untuk
kesejahteraan manusia.

MORAL SEBAGAI BASIS SIKAP


ILMIAH:
Manusia sebagai makhluk hidup
bersama dgn dan berada dalam
alam.
Manusia terintegrasi dengan alam.
Hubungan manusia dan alam mutlak.
O.k.i. manusia wajib melestarikan
alam dalam keseimbangannya---
kewajiban moral.
Melahirkan norma2 moral yg lahir
dari nurani.

MANUSIA & ALAM


SUMBER DAYA ALAM SEBAGAI
SUMBER KEHIDUPAN MANUSIA:
MANUSIA
ALAM
( SDM )
(SDA)

Teknologi
Organisasi
Sistem/metode

MORAL ILMIAH = SIKAP


ILMIAH
Moral ilmiah = Sikap ilmiah harus
dimiliki setiap ilmuwan.
Sikap ilmiah menuju pengetahuan
ilmiah yang bersifat obyektif.
Moral ilmiah mempunyai sifat2
Universalisme, komunalisme,
disinterestedness, dan skeptisisme
yg terorganisasi.

Sikap ilmiah yg perlu dimiliki oleh


ilmuwan:
1. Tidak ada rasa pamrih (disinterestedness).
Suatu sikap yg diarahkan utk mencapai
pengetahun ilmiah yg obyektif dengan
mengabaikan pamrih atau kesenangan pribadi.
2. Bersikap selektif: Sikap yg bertujuan agar
ilmuwan mampu melakukan pilihan terhadap
berbagai hal yang dihadapi. Misalnya hipotesa
yg beragam, metodologi yang masing2 punyai
kelemahan & kekuatan, dll.
3. Rasa percaya yang layak, baik thd kenyataan,
maupun thd alat-alat indera serta budi (mind.

Sikap Ilmiah (lanjt.)


4. Adanya suatu sikap yg berdasarkan pd suatu
kepercayaan (belief), dan dengan merasa pasti
(conviction) bahwa setiap pendapat atau teori yg
terdahulu telah mencapai kepastian.
5. Adanya suatu kegiatan rutin bahwa seorang
ilmuwan harus selalu tdk puas dengan penelitian
yg telah dilakukan, dan selalu terdorong untuk
melakukan riset sebagai aktifitas utamanya.
6. Memiliki sikap etis (akhlak), yg selalu ingin
mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan
kesejahteraan manusia, dan untuk pembangunan
bangsa dan negara.