Anda di halaman 1dari 29

N

A NA
Y A
A
I S
B E
P
N
A N
G A
N K
U R
KELOMPOK 4 :
IT SA
NURHASANAH (2013.62.000471)
H A
EKA NOR SYAFAAT
R
E RD
(2013.62.000441)
P E
ERKLINA WATI (2013.62.000433)
B
ELISA YULIANINGSIH
(2013.62.000479)

SISTEM PERHITUNGAN BIAYA


Perhitungan biaya merupakan proses pengumpulan, dan pembebanan
biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik
pada produk, jasa, atau proyek.
Dalam mengembangkan sistem perhitungan biaya tertentu agar sesuai
dengan perusahaan tertentu, akuntan managemen harus membuat tiga
pilihan, salah satu dari masing-masing ketiga piluhan mengikuti
karasteristik metode perhitungan biaya sebagai berikut :
Metode akumulasi biaya (cost accumulation method) perhitungan
biaya berdasarkan pesanan (job costing), perhitungan biaya berdasarkan
proses (process costing), atau perhitungan biaya berdasarkan gabungan
(joint costing);
Metode pengukuran biaya (cost measurement method) perhitungan
biaya aktual, normal,atau standar (actual, normal, or standard costing
system); serta
Metode pembebanan overhead overhead assignment method)
berdasarkan volume (volume based costing) atau berdasarkan aktifitas
(activity-based costing).

PERAN STRATEGIS PERHITUNGAN BIAYA


Banyak lingkungan kompetisi perusahaan berubah secara tepat,
terutama pada resesi ekonomi saat ini. Agar dapat memberikan
informasi yang bermanfaat, sistem perhitungan biaya harus selaras
dengan perubahan lingkungan secara konstan. Agar dapat menjadi
kompetitif, perusahaan membutuhkan informasi biaya yang akurat
untuk penetapan harga produk, analisis profitabilitas terhadap satu
produk, analisis profitabilitas terhadap pelanggan individu, evaluasi
terhadap kinerja pihak manajemen, dan pemurnian tujuan strategis.

PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN


PESANAN :
ARUS BIAYA
Perhitungan
biaya
berdasarkan
pesanan
merupakan sistem
perhitungan biaya yang mengakumulasikan biaya dan membebankannya
pada pesanan, pelanggan, proyek, atau kontrak tertentu. Dokumen
pendukung dasar (biasanya berbentuk formulir elektronik) dalam sistem
perhitungan biaya berdasarkan pesanan adalah kartu biaya pesanan (job
cost sheet). Kartu ini mencatat dan meringkas biaya bahan baku langsung,
tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik untuk pekerjaan tertentu.
Kartu biaya mencakup tiga elemen biaya sebagaimana pengelolaan data
terperinci lainnya yang dibutuhkan. Kartu biaya pesanan mengikuti produk,
sejalan dengan proses produksi; seluruh biaya dicatat pada kartu ketika
bahan baku dan tenaga kerja ditambahkan. Pada saat penyelesaian
produksi, biaya overhead biasanya ditambahkan berdasarkan jumlah dollar
tertentu per jam tenaga kerja.

CONTOH KARTU BIAYA PESANAN

Menunjukkan biaya bahan baku langsung,


biaya tenaga kerja langsung dan overhea
pabrik.

BIAYA BAHAN
BAKU

LANGSUNG &
TIDAK
LANGSUNG

Formulir permintaan bahan baku (materials requisition) adalah


dokumen sumber atau pencatatan data secara online yang digunakan
departemen produksi untuk meminta bahan baku produksi. Formulir
permintaan bahan baku mengindikasikan pesanan khusus yang dibebankan
sesuai bahan baku yang digunakan.
Sebagai bagian dari persiapan pesanan, TFI dalam membeli bahan baku
yang dibutuhkan sesuai pesanan. Pembelian sebesar $2.200 diilustrasikan
dengan ayat jurnal berikut ini.
(1)

Persediaan bahan baku


Hutang dagang

2.200
2.200

CONTOH FORMULIR PERMINTAAN BAHAN BAKU

CONTOH NOTA BAHAN BAKU

Daftar terperinci dari seluruh bahan baku


yang dibutuhkan pada pesanan tertentu,
dikembangkan pada apa yang disebut
nota bahan baku (bill of materials).

Departemen A dari Thomasville Furniture Industries mengeluarkan biaya


bahan langsung sebesar $450 pada pesanan 351 dan berikut jurnalnya.
(2)

Persediaan barang dalam proses

450

Persediaan bahan baku

450

Bahan baku tidak langsung diperlakukan sebagai bagian dari total biaya
overhead pabrik. Ayat jurnal untuk mencatat penggunaan bahan baku
tidak langsung sebesar $50 adalah.
(3)

Overhead Pabrik
Persediaan bahan baku

50
50

ARUS BIAYA BAHAN BAKU

BIAYA TENAGA
KERJA

LANGSUNG &
TIDAK
LANGSUNG

Biaya tenaga kerja langsung dicatat pada kartu biaya pesanan berdasarkan
katu jam kerja yang disiapkansetiap hari untuk setiap karyawan. Kartu jam
kerja (time ticket), biasanya merupakan bagian dari sistem peranti lunak
perhitungan biaya, menunjukkan lama pekerjaan yang dilakukan seseorang
karyawan pada setiap pesanan, tarif gaji, dan total biaya tenaga kerja yang
dapat dibebankan pada setiap pesanan. Analisis kartu jam kerja
menyediakan informasi untuk membebankan baya tenaga kerja langsung ke
masing-masing pesanan.
Total biaya tenaga kerja langsung sebesar $1.000 yang terjadi pada
Departemen A dari TFI untuk pesanan 351 dicatat dengan ayat jurnal
(4) Persediaan
1.000
sebagai
berikut : barang dalam proses
Hutang gaji

1.000

CONTOH KARTU JAM KERJA

Biaya tenaga kerja tidak langsung diperlakukan sebagai bagian dari total
biaya overhead pabrik. Biaya tenaga kerja tidak langsung biasanya
memasukkan hal-hal seperti gaji atau upah bagi penyelia, pemeriksa,
pekerja yang melakukan pengerjaan ulang, dan petugas gudang.
Berikut ini ayat jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tidak langsung
yang terjadi sebesar $100 :
(5)

Overhead pabrik
Hutang gaji

100
100

ARUS BIAYA TENAGA KERJA

BIAYA OVERHEAD PABRIK


Pembebanan biaya overhead (overhead application) merupakan proses
pengalokasian biaya overhead pada pesanan. Alokasi dibutuhkan karena biaya
overhead tidak dapat ditelusuri pada masing-masing pesanan. Dua pendekatan
untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik yaitu :
Perhitungan Biaya Aktual
System perthitungan baiya akual (actul costing) menggunakan biaya actual
yang terjadi untuk bahan baku langsung dan ega kerja langsung serta
membebankan biaya overhead pabrik akual ke berbagai pesanan.
Perhitungan Biaya Normal
Dalam praktiknya, sebagian besar perusahaan mengadopsi system perhitungan
biaya normal (normal costing) yang menggunakan biaya aktual untuk bahan
baku langsung dan tenaga kerja langsung serta membebankan biaya overhead
pabrik dengan menambahkan pada pesanan sejumlah biaya overhead untuk
setiap unit produk dalam pesanan.

ILUSTRASI PERHITUNGAN BIAYA AKTUAL


Steece Machine Tools, Inc. memiliki total biaya overhead pabrik tetap
bulanan sebesar $60.000 dan biaya produksi variable per unit sebesar $10
untuk satu-satunya produk perusahaan. Perusahaan memproduksi 50.000
unit pada bulan januari tetapi hanya memproduksi 10.000 unit pada bulan
febuari karena memiliki banyak pesediaan produk yang belum terjual pada
akhir januari. Biaya per unit akan menjadi sebagai berikut jika perhitungan
biaya actual digunakan untuk menentukan biaya produksi per unit :
Biaya
Bulan

Unit produksi

variable per

Biaya tetap per unit

unit

Total biaya
per unit

Januari

50.000

$ 10

$60.000/50.000 = $1,20

$11,20

Febuari

10.000

$10

$60.000/10/000 = $6,00

$16,00

Fluktuasi dalam biaya per unit muncul karena total biaya tetap tidak
berubah, sehingga biaya per unit berubah ketika volume berubah,
yang tidak diharapkan untuk estimasi biaya, penganggaran,
penentuan harga, atau analisis profibalitas produk.Tariff biaya
overhead pabrik yang telah ditentukan sebelumnya, digunakan
untuk satu tahun atau bahkan lebih lama, mudah diaplikasikan dan
mengurangi fluktuasi bulanan dalam biaya pesanan yang
disebabkan oleh perubahan volume produksi dan/atau biaya
overheadpabrik di sepanjang tahun.

PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DALAM


PERHITUNGAN BIAYA NORMAL
Tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan sebelumnya merupakan
estimasi tarif biaya overhead pabrik yang digunakan untuk membebankan biaya
overhead pabrik kepesanan tertentu.Jumlah overhead pabrik yang dibebankan ke
pesanan dengan menggunakan tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan
sebelumnya disebut juga biaya overhead pabrik yang dibebankan.
Untuk dapat memperoleh tarif biaya overhead yang telah ditentukan sebelumnya,
digunakan empat tahap berikut ini:
1. Mengestimasi biaya overhead pabrik ubtuk periode operasi, biasanya satu tahun.
2. Memilih penggerak biaya yang paling tepat
overhead pabrik.

untuk membebankan biaya

3. Mengestimasi total jumlah penggerak biaya terpilih untuk periode operasi.


4. Membagi estimasi biaya overhead pabrik dengan mengestimasi jumlah
penggerak biaya terpilih untuk memperoleh tarif biaya overhead pabrik yang
telah ditentukan sebelumnya.

PENGGERAK BIAYA UNTUK PEMBEBANAN


BIAYA OVERHEAD PABRIK
Jam tenaga kerja langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan jam mesin
merupakan penggerak biaya berdaasarkan volume yang sering digunakan
untuk membebankan biaya overhead pabrik. Dasar atau penggerak biaya
yang tepat untuk perusahaan padat karya mungkin adalah jam tenaga
kerja langsung, biaya tenaga kerja langsung, atau beberapa ukuran yang
berkaitan dengan tenaga kerja. Sebaliknya, jika biaya overhead pabrik pada
pokoknya berkaitan dengan operasi peralatan, penggerak biaya yang tepat
mungkin adalah jam mesin atau ukuran yang berkaitan dengannya.

MEMBEBANKAN BIAYA OVERHEAD PABRIK


Tarif biaya overhead pabrik yang telah dtentukan sebelumnya biasanya
dikalkulasikan pada awal tahun berdasarkan empat tahap berikut ini:

Ini disebut juga metode perhitungan biaya normal pabrik secara


keseluruhan, ketika biaya overhead untuk seluruh departemen digunakan
untuk menentukan tarif biaya overhead pabrik. Pendekatan alternatif, dan
salah satu pendekatan yang digunakan adalah menentukan tarif biaya
overhead pabrik untuk setiap departemen produksi.
Contohnya, anggap TFI memiliki total estimasi biaya overhead pabrik
sebesar $200.070 untuk tahun mendatang. System biaya TFI menggunakan
jam tenaga kerja sebagai penggerak biaya untuk pembebanan biaya
overhead pabrik. TFI memiliki data anggaranyaitu estimasi dan actual
Estimasi biaya overhead pabrik tahunan untuk seluruh departemen
sebagai berikut:
$200.070
Estimasi jam tenaga kerja tahunan untuk seluruh departemen 43.200
Jam tenaga kerja actual untuk pesanan 351 300

Dengan demikian, tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan


sebelumnya adalah :

Biaya overhead pabrik yang dibeban pada pesanan 351 adalah sebesar
$1.755 (= 300 jam x $5,85 per jam tenaga kerja) : jumlah ini akan
dicatat menggunakan ayat jumlah sebagai berikut :
(6) Persediaan barang dalam proses

1.755

Persediaan bahan baku

1.755

TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK DEPARTEMEN


Ketika jumlah overhead pabrik departemen produksi pada pabrik sangat
serupa dengan jumlah biaya overhead pabrik pada setiap departemen dan
penggunaan penggerak biaya pada departemen, kemudian penggunaan
tarif pabrik secara keseluruhan adalah tepat.Akan tetapi, dalam banyak
kasus berbagai departemen produksi dapat berbeda secara signifikan pada
jumlah biaya dan penggerak biaya.

DISPOSISI BIAYA OVERHEAD PABRIK YANG


DIBEBANKAN TERLALU RENDAH DAN TERLALU
TINGGI

Biaya overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi merupakan


jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan melebihi biaya overhead
pabrik aktual yang terjadi.
Biaya overhead pabrik yang dibebabankan terlalu rendah
merupakan jumlah dimana biaya overhead pabrik aktual melebihi biaya
overhead pabrik yang dibebankan. Jika tarif biaya overhead pabrik yang
telah ditentukan sebelumnya ditentukan secara seksama, dan jika produksi
aktual sama dengan produksi yang diharapkan, perbedaan karena
pembebanan terlalu tinggi atau terlalu rendah seharusnya kecil.
Selisih akibat pembebanan biaya overhead pabrik yang dibebankan terlalu
rendah atau terlalu tinggi dapat didisposisikan dengan dua cara :
1. Menyesuaikan akun Harga Pokok Penjualan.
2. Menyesuaikan biaya produksi pada periode bersangkutan; yaitu,
membagi rata saldo biaya overhead pabrik dibebankan yang tersisa
pada periode bersangkutan ke saldo akhir akun Persediaan Barang
dalam Proses, Persediaan Barang Jadi, dan Harga Pokok Penjualan.

Contohnya TFI membebankan biaya overhead pabrik sebesar $200.000,


tetapi pada akhir tahun ditemukan bahwa total jumlah biaya overhead
pabrik aktual yang terjadi sebesar $205.000. selisih sebesar $5000
menunjukkan pembebanan biaya overhead pabrik yang terlalu rendah.
Jurnal penyesuaian yang tepat untuk akun Harga Pokok Penjualan adalah:

(7)

Harga Pokok Penjualan


Biaya Overhead Pabrik

$5000
$5000

Untuk mencatat disposisi pembebanan biaya overhead pabrik yang terlalu


rendah

Jurnal ini menghapuskan saldo debit dan dipindahkan keakun Harga Pokok
Penjualan.

PERHITUNGAN BIAYA PADA INDUSTRI JASA;


PERHITUNGAN BIAYA PROYEK
Perhitungan biaya berdasarkan pesanan pada industri jasa menggunakan
prodesur pencatatan dan akun-akun yang sama dengan yang diilustrasikan
sebelumnya, kecuali untuk bahan baku langsung yang digunakan. Focus
utamanya adalah pada tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik
biasanya dibebankan ke pesanan berdasarkan biaya tenaga kerja langsung.
Anggaplah bahwa Freed dan Swenson, kantor pengacara di Los Angeles,
memiliki anggaran estimasi biaya untuk tahun 2010 sebagai berikut :
Kompensasi staf professional
Biaya lainnya
Total biaya yang dianggarkan untuk tahun 2010

$500.000
500.000
$1.000.000

Dengan menggunakan data ini, perusahaan mengganggarkan (yaitu,


mengestimasikan) biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik
sebagai berikut:
1. Biaya tenaga kerja langsung yang dianggarkan:
$500.000 X 80% = $400.000
2. Biaya overhead pabrik yang dianggarkan:
Biaya lain-lain

$500.000

Biaya gaji untuk jam kerja yang tidak dapat dibebankan:


$500.000 - $400.000 =

$100.000
$600.000

PERHITUNGAN BIAYA OPERASI


Perhitungan biaya operasi merupakan sistem perhitungan biaya gabungan
yang menggunakan perhitungan biaya berdasarkan pesanan untuk
membebankan biaya bahan baku langsung ke pesanan dan pendekatan
perhitungan biaya berdasarkan proses untuk membebankan biaya konversi
ke produk atau jasa.
Contoh; Irvine Glass Company menyelesaikan dua pesanan: pesana A
memproduksi 10.000 lembar kaca bening dan pesanan B memproduksi
5.000 lembar kaca berwarna. Operasi produksi dan biaya yang dibebankan
pada produk ini adalah sebagai berikut:

Bahan baku langsung


Pesanan A (10.000 lembaran kaca bening)

$400.000

Pesanan B (5.000 lembaran kaca berwarna)


Bahan baku untuk lembar kaca bening di departemen 1 $200.000
Bahan baku yang ditambahkan pada lembaran kaca
bening di Departemen 2
total bahan baku langsung

100.000

300.000
$700.000

biaya konversi
departemen 1

$180.000

departemen 2

50.000

total biaya konversi


total biaya

$230.000
$930.000

Biaya produk untuk setiap jenis lembaran kaca dihitung sebagai berikut:
Kaca

Kaca

Pesanan A

bening

berwarna

Pesanan B

$40

$60

Konversi: departemen 1

12

12

Konversi: departemen 2

10

$52

$82

Bahan baku langsung

Total biaya produk per lembar


Total biaya produk dikalkulasikan sebagai berikut:
Lemabaran kaca bening ($52 x 10.000) $520.000
Lembaran kaca berwarna ($82 x 5.000)
Total

410.000
$930.000

Ayat-ayat jurnal berikut ini mencatat arus biaya Irvine Glass Company:
(1)

Persediaan barang dalam proses (departemen 1)


Persediaan bahan baku

(2)

Persediaan barang dalam proses


Persediaan bahan baku

(3)

Persediaan barang dalam proses


Biaya konversi dibebankan

(4)

Persediaan barang jadi


Persediaan barang dalam proses (departemen 1)

400.000
400.000
200.000
200.000
180.000
180.000
520.000
520.000

Bahan baku langsung sebesar $400.000 + konversi sebesar ($12 x 10.000) = $520.000
(5)

Persediaan barang dalam proses (departemen 2)


Persediaan barang dalam proses (departemen 1)

260.000
260.000

Bahan baku langsung sebesar $200.000 + konversi sebesar ($12 x 5.000) = $260.000
(6)

Persediaan barang dalam proses (departemen 2)


Persediaan bahan baku

(7)

Persediaan barang dalam proses (departemen 2)


Biaya konversi yang dibebankan

(8)

Persediaan barang jadi


Persediaan barang dalam proses (departemen 2)

100.000
100.000
50.000
50.000
410.000
410.000

Barang dalam proses pada departemen 2 sebesar $260.000 + bahan baku


untuk kaca berwarna sebesar $100.000 + konversi sebesar ($10 x 5.000) =
$410.000
Perhitungan biaya operasi digunakan ketika sebagian besar dari produk
pabrik memiliki siklus konversi yang serupa, tetapi biaya bahan baku
berbeda secara signifikan diantara berbagai pesanan. Dalam hal ini, biaya
bahan baku ditelusuri ke pesanan, sedangkan biaya konversi ditelusuri ke
departemen lalu kemudian ke pesanan.