Anda di halaman 1dari 15

MATEMATIKA EKONOMI &

BISNIS
KULIAH 1
Himpunan & Sistem
Bilangan

Budi Zulfachri, M.Si

3/28/16

Himpunan

Penyajian
Himpunan

Pengertian
Himpunan

Budi Zulfachri, M.Si

Himpunan
Universal
dan
Himpunan
Kosong

HIMPUNA
N

Operasional
Himpunan :
Gabungan,
Irisan,
Selisih dan
Pelengkap
Kaidah
Kaidah
Matematika
Dalam
Pengoperasi
an
Himpunan
3/28/16

3/28/16

Budi Zulfachri, M.Si

Dalam penyajian secara umum himpunan


dilambangkan dengan huruf-huruf besar
Penyaji
seperti, A, B, C, P, Q, R, X, Y, atau Z
an
Sedangkan yang menjadi anggota suatu
himpunan dilambangkan dengan huruf kecil
seperti :a, b, c, p, q, r, x, y, atau z
Objek-objek yang mengisi atau membentuk
sebuah himpunan disebut : anggota, atau
elemen-elemen atau unsur.
Objek
Objek-objek suatu himpunan sangat
bervariasi; bisa orang-orang tertentu, hewanhewan tertentu, tanaman-tanaman tertentu,
benda-benda tertentu, buku-buku tertentu,
angka-angka tertentu dan sebagainya.

Adalah suatu kumpulan atau gugusan


dari sejumlah objek

Himpu
nan

Pengertian Himpunan

Budi Zulfachri, M.Si

3/28/16

Dua buah himpunan dikatakan


sama atau sederajat apabila
semua anggota dari himpunan
yang satu juga merupakan
anggota-anggota bagi
himpunan yang lain, dengan
perkataan lain jumlah dan jenis
anggota-anggota kedua
Jika
himpunan
tersebut dari
sama
setiap anggota
himpunan A juga merupakan
anggota dari himpunan lain B,
dengan perkataan lain p A
juga p B, maka A disebut
himpunan bagian (subset) dari
B A berarti bahwa objek p
p
adalah merupakan anggota
(unsur, atau elemen) dari
himpunan A

A = B berarti
bahwa himpunan
A sama dengan
himpunan B,
yakni jika dan
hanya jika A B
serta B A
A B berarti
bahwa A
merupakan
himpunan bagian
dari B
Penulisan
matematis :

Pengertian Himpunan

Penyajian Himpunan
Penyajian sebuah himpunan dapat dituliskan dengan

dua macam cara, cara daftar dan cara kaidah.


Cara daftar ialah dengan mencantumkan seluruh
objek yang menjadi anggota suatu himpunan. Sebagai
contoh:
A = {1, 2, 3, 4, 5}
berarti himpunan A beranggotakan bilangan-bilangan
bulat positif 1,2,3,4,dan 5.
Adapun cara kaidah ialah dengan menyebutkan
karakteristik tertentu dari objek-objek yang menjadi
himpunan tersebut. Sebagai contoh:
A = {x; 0< x<6}
berarti himpunan A beranggotakan objek x, dimana x
adalah bilangan-bilangan bulat positif yang lebih
besar dari nol tetapi lebih kecil dari enam.
Budi Zulfachri,
M.Si
himpunan
A diatas, penyajiannya secara kaidah
3/28/16
5 Untuk
dapat dituliskan sebagai berikut : A = {x; 1 x 5}

Himpunan Universal dan Himpunan Kosong


Himpuan Universal adalah himpuana yang berisikan

semua elemen-elemen yang sesuai untuk suatu


masalah tertentu. Biasanya dilambangka dengan U.
Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak
berisikan elemen satu pun. Himpunan kosong
dilambangkan dengan atau [ ]
Misalkan kita memiliki data beberapa himpunan
sebagai berikut:
U = {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9}
A = {0,1,2,3,4}
A U, B U, dan C U,
A = C, A B, dan B C,
B = {5,6,7,8,9}
y A dan juga y C, maka A C
C = {0,1,2,3,4}
dan C A
Kesimpulan yang bisa ditariky berkenaan
datazdiatas:
B, dan dilain pihak
A serta z
x U dimana 0 x 9 C
A, B, C dan 3/28/16
U
Budi
Zulfachri,
M.Si
6
y
A dimana
0 y 4
A U,
B C dan

Operasi Himpunan ; Gabungan, Irisan, Selisih dan Komplemen

Gabungan

(union) dari himpunan A dan


himpunan B, dituliskan dengan notasi A U B,
adalah himpunan yang beranggotakan objekU
objek milik A atau objek-objek milikAB. B
A U B = { x; x A atau x B}

Irisan

(intersection) dari himpunan A dan


himpunan B, dituliskan dengan notasi A B,
adalah himpunan yang beranggotakan baik
objek milik A maupun objek milik B; dengan
U
perkataan lain, beranggotakan objek-objek yang
dimiliki
oleh
bersama.A
B
Dalam hal
AA
dan
B=B
,secara
yakni jika
AA dan
B = { x;B x tidak
A danmempunyai
x B}

satupun anggota yang dimiliki


Budi Zulfachri, M.Si
bersama, maka A dan B

3/28/16

Operasi Himpunan ; Gabungan, Irisan, Selisih dan Komplemen

Selisih

dari himpunan A dan himpunan B,


dituliskan dengan notasi A B atau AB, adalah
himpunan yang beranggotakan objek-objek milik
U
A yang bukan objek milik B.
A
B
A B AB = { x; x A tetapi x B}

Komplemen (complement) dari himpunan A,

dituliskan dengan notasi atau AC atau A, adalah


himpunan yang beranggotakan objek-objek tidak
dimilik oleh A; dengan perkataan lain, AC adalah
U
sama dengan selisih antara himpunan universal
A
U dan himpunan A.
AC = { x; x U tetapi x A} = U A
8

Budi Zulfachri, M.Si

3/28/16

Operasi Himpunan ; Gabungan, Irisan, Selisih dan Komplemen

Misalkan kita memiliki data beberapa

himpunan sebagai berikut:


U = {1,2,3,4,5,6,7,8,9}
P = {1,2,3,4,5}
Q = {4,5,6,7,8}
R = {6,7,8,9}
Pc = { 6,7,8,9}
=
P U :Q =
Maka
UP
{1,2,3,4,5,6,7,8,}
Qc = {1,2,3,9}
=
PUR=
UQ
{1,2,3,4,5,6,7,8,9} = U
Rc = {1,2,3,4,5} =
Q U R = {4,5,6,7,8,9}
UR
P Budi
QZulfachri,
= {4,5}
M.Si
3/28/16
9
P Q = {1,2,3}
PR={}=

Kaidah-kaidah Matematika dalam Pengoperasian


Himpunan
1a. A U A = A

Kaidah
Idempot
en

1b. A A = A

2a. (A U B) U C = A U (B U C)

Kaidah
Asosiatif

2b. (A B) C = A (B C)

3a. A U B = B U A

Kaidah
Komutat
if

3b. A B = B A

4a. A U (B C) = (A U B) (B
U C)

Kaidah
Distribu
tif

4b. A (B U C) = (A B) U
(B C)

5a. A U = A
6a. A U U = U

Kaidah
Identita
s

5b. A =
6b. A U = A

7a. A U Ac = U
8a. (AC)C = A

Kaidah
Kelengk
apan

7b. A Ac =
8b. UC = , C = U

9a. (A U B)C = AC BC

Kaidah
De
Morgan

9b. (A B)C = AC U BC

10

Budi Zulfachri, M.Si

3/28/16

Lambang-lambang dalam Teori Himpunan dan


Artinya
No
.

Lamba
ng

1.

Angoota (elemen)

X A : obek x adalah anggota


dari himpunan A

2.

Himpunan bagian
(subset)

A B : A adalah himpunan
bagian dari B

3.

Guabungan (union)

A U B : gabungan antara A dan B

4.

Irisan (Intersection) A B : irisan antara A dan B

5.

Selisih

6.

AC *)

7.
8.
11

Arti

Komplemen

Contoh Penggunaan

A B : Selisih antara A dikurangi


B
A = bilangan positif
dituliskan
dengan
notasi
AC = bilangan
negatif

*)
Sering juga
AU **) Himpunan
Universal
**)
ada
pula yang melambangkan dengan
***) Himpunan Kosong
S Budi Zulfachri, M.Si
3/28/16
***) sering juga dituliskan dengan {}

Latihan
1. Gambarkan sebuah diagram venn untuk menunjukkan himpunan

universal U dan himpunan-himpunan bagian A serta B jika :


U = {1,2,3,4,5,6,7,8}
A = {2,3,5,7}
B = {1,3,4,7,8}
Kemudian selesaikan :
(a) A B
(c) A B
(e) A BC
(b) B A
(d) A U B
(f) B AC
2. Gambarkan sebuah diagram venn yang menunjukkan himpunan

universal U serta himpunan-himpunan bagaian A dan B untuk :


U = {x;3<x<14}
A = {6,7,9,10,13}
B = {4,5,11}
Kemudian selesaikan :
(a) A B
(c) A B
(e) A U B
(b) B A
(d) A BC (f) A U BC

12

Budi Zulfachri, M.Si

3/28/16

3. Andaikan U = {1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14}

A = {1,2,3,5,6}
B = {3,4,6,7,13}
C = {5,6,7,8,9,10,13}
Gambarkan diagram venn-nya kemudian
selesaikan :
(a) A B
(b) B C
(c) C A

(d) A U B
(g) (A U B) C
(e) A U B U C (h) AC BC C
(f) A B C (i) A B CC

Untuk soal nomor 4 sampai dengan nomor 8 berikut,


andaikan himpunan universal U =
{0,1,2,3,4,5,6,7,8,9} sedangkan
P = {2,4,6,8} dan Q = {0,5,9} serta R = {3,7,9}.
Tanpa menggunakan diagram venn, tentukan :
13

Budi Zulfachri, M.Si

3/28/16

4.

(a) PC

(c) QC (e) RC

5. (a) P Q(d) P R(g) Q R


(b) P U Q
(e) P U R
6. (a) P Q
(b)Q P

(h) Q U R

(d) P QC (g) P (Q R)
(e) PC Q (h) (P Q) R

7. (a) P U (Q R)
(b) P (Q U R)

(c) (P U Q) (P U R)
(d) (P Q) U (P R)

8. (a) PC U QC (c) PC QC
(b) (P U Q)C (d) (P Q)C
14

Budi Zulfachri, M.Si

3/28/16

9. Berdasarkan hukum-hukum matematika dalam

pengoperasian himpunan, sebagaimana


tercantum pada daftar di muka, sederhanakanlah
pernyataan-pernyataan berikut :
(a) B U (B U A) (b) A U (AC B )
10. Apabila U adalah sebuah himpunan universal,

tentukan mana yang benar dan yang salah di antara


pernyataan- pernyataan di bawah ini :
(a) A U AC = U (e) C U = C (i) (BC ) C = U
(b) A AC = A (f) C C = (j) (A C) U U = A C
(c) B A
= B (g) D = (k) B (B D ) = B U
U
(d) B U U = U (h) D D = D (l) (A U D) D = A D
15

Budi Zulfachri, M.Si

3/28/16