Anda di halaman 1dari 21

DOKUMEN 1

FORMULASI DAN
PENGEMBANGAN PRODUK

PEMBUATAN TABLET : VITAMIN C 60mg

TANGGAL MULAI : 30 SEPTEMBER 2015


TANGGAL SELESAI : 30 SEPTEMBER 2015

BAGIAN FORMULASI DAN PENGEMBANGAN PRODUK


N

NAMA

NIM

o
1.
2.

Nurul Wataniah
Intan Gusnois

051311133060
051311133204

Tanda Tangan

I.

TINJAUAN TENTANG BAHAN OBAT.


1. LATAR BELAKANG BAHAN OBAT.
Nama bahan obat

: Asam askorbat, Vitamin C

Nama kimia

: 1-Deoxy-L-gulofuranose-2-ene-1-one
(USP 32th edition, page 274)

Struktur kimia

B. M.

: 176,13 (FI V hal 142)

Kemurnian

: Asam askorbat mengandung tidak kurang


dari 99,0%

dan tidak lebih dari 100,5%

C6H8O6 (Farmakope Indonesia V hal 142)


Efek terapeutik

: Anti skorbut (Farkol UI edisi 5 hal 777)

Dosis pemakaian

: AKG Vitamin C adalah 35 mg untuk bayi


dan meningkat sampai kira kira 60 mg
pada dewasa (Farkol UI edisi 5 hal 778)
Dosis Lazim untuk dewasa = 75 mg 1 g
per

hari

pemeliharaan

(biasanya
sehari

500mg).
60mg

Dosis

(Farmakope

Indonesia III hal 959)

2. TINJAUAN FARMAKOLOGI BAHAN OBAT.


Vitamin C sebagai suatu co-enzim dan pada keadaan tertentu
merupakan reduktor dan aktioksidan. Vitamin ini secara langsung
atau tidak langsung memberikan elektron ke enzim yang

membutuhkan ion ion logam tereduksi dan bekerja sebagai cofaktor untuk prolil dan lisis hidroksilasi dalam biosintesis kolagen.
(fFarmakologi dan Terapan UI edisi 5 hal 777)

3. ORGANOLEPTIS.
Warna

: Hablur atau serbuk putih atau agak kuning. Oleh


pengaruh cahaya lambat laun menjadi berwarna
gelap (Farmakope Indonesia V hal 142)

Bau

: Tidak berbau (Farmakope Indonesia III hal 47)

Rasa

: Asam (Farmakope Indonesia III hal 47)

4. MIKROSKOPIS.
Bentuk kristal : Plates, kadang kadang bentuk jarum, sistem
monoklinik. (Merck Index 13rd edition, page 837)

5. KARAKTERISTIK FISIK/FISIKOMEKANIK.
1. Titik lebur

2. Bobot jenis

:1,65 g/cm3
(www.inchem.org/documents/icsc/eics037.ht
m)

3. Ukuran/distribusi ukuran partikel

a. Ascorbic acid fine granular


minimal 95% tidak lebih dari 600 m (30 mesh usp)
minimal 90% lebih besar dari 150

m (100 mesh usp)

b. Ascorbicacid 80 mesh
minimal 90% lebih kecil dari 180

m (80 mesh usp)

c. Ascorbic acid regular powder


minimal 90% lebih kecil dari 150 m (100 mesh usp)
d. Ascorbic acid micro powder
minimal 85% lebih kecil dari 45 m (325 mesh usp)
(Ascorbic Acid BASF The Chemical Company pdf)
4. Sifat alir

: Jelek (buruk)
(Jurnal development of directly compressible
ascorbic acid tablet using novel excipient
pdf)

5. Kompaktibilitas :

6. Higroskopisitas : Tidak higroskopi


7. Polimorfisme

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA
1. Kelarutan

: Kelarutan dalam air 1:3, alcohol 1:30,


alcohol absolut 1:50, gliserol 1:100,
propilenglikol 1:20; tidak larut dalam
eter, CHCl3, benzene, petroleum eter,
dan minyak.
Sumber: Merck Index 13rd ed, page:
837.

2. pKa

: pK1= 4,17
pK2= 11,57

3. Profil kelarutan terhadap pH

: pH= 3 (5 mg/ ml); 2 (50

mg/ml).
4. Laju disolusi

: Tidak kurang dari 75% C6H8O6 larut


dalam waktu 45 menit. Media= 900 ml

air, apparatus 2 (50 rpm), waktu= 45


menit.
Sumber: USP 24th ed, page: 161.
5. Koefisien partisi

: Octanol/ water partision

coefficient log POW= -2,15.


6. Kelas BCS
7.

:-

STABILITAS
1. Stabilitas bahan padat.
- terhadap suhu

: Degradasi meningkat dengan


peningkatan suhu.

Sumber: www.inchem.org/documents/pims/pharm/ascorbic.htm
- tarhadap cahaya

: Lambat laun menjadi berwarna

gelap.
Sumber: Farmakope Indonesia V halaman 142.
- terhadap kelembaban

: Dalam keadaan kering stabil di


udara.

Sumber: Farmakope Indonesia V halaman 142.


2. Stabilitas larutan.
- terhadap pelarut

: Mudah teroksidasi pada larutan


alkalis.

- terhadap pH

: Mudah teroksidasi pada suasana


basa.

Sumber: AHFS Drug Information 2002 page 3548.


- terhadap cahaya

: Mudah teroksidasi.

Sumber: AHFS Drug Information 2002 page 3548.


- terhadap oksigen

8.

: Mudah teroksidasi.

INKOMPATIBILITAS DENGAN EKSIPIEN


Inkompatibel

dengan

oksidator,

alkali,

dyes,

besi,

dan

tembaga. Tidakkompatibel dengan garam besi dan garam dengan


logam berat, biasanya tembaga, zink, dan mangan.
(www.chemicalbook.com/chemicalproductproperty_EN_CB7853704.
htm)
9.

PROSEDUR PENETAPAN KADAR


-

10.

RANCANGAN KEMASAN PRIMER DAN SEKUNDER

Kemasan primer : menggunakan botol yang kedap udara .

11. RANCANGAN BROSUR DAN ETIKET

12.

PENENTUAN WAKTU KADALUARSA

Dengan cara uji stabilitas dipercepat:


a.
b.
c.
d.

Di cari orde reaksi bahan aktif


Dihitung konstanta bahan aktif
Dicari data t1/2 terbesar pada suhu tertentu
Menentukan shelf time (t90)
log 0,92,303
T90 =
k 25

II. ALTERNATIF METODE PEMBUATAN


(jelaskan permasalahan bahan obat, cara mengatasi permasalahan
tersebut, metode metode pembuatan yang mungkin dilakukan, formulaformula

yang

ada

serta

prosedur

pembuatannya,

tuliskan

pula

kepustakaannya)
-

Permasalahan bahan obat:


a. Sifat alir jelek
b. Reduktor kuat, bisa terdekomposisi bila ada air atau kelembapan.
Proses oksidasi dikatalis oleh cahaya dan logam, misalnya besi

atau tembaga.
c. Bila teroksidasi akan berubah warna menjadi gelap atau coklat.
Cara mnegatasi masalah:
a. Di tambahkan eksipien yang cukup untuk menutupi sifat alir
vitamin C yang jelek.
b. Tidak menambahkan

air

saat

formulasi

dan

mengatur

kelembapan ruang.
c. Di tutup dengan wadah tidak tembus cahaya dan kedap udara
-

dan di tambahkan silika gel pada kemasan.


Metode yang mungkin dilakukan:
Cetak langsung atau granulasi kering.
Yang dipilih adalah cetak langsung karena prosedurnya lebih mudah
dan dosis bahan obat tidak terlalu kecil.
Formula yang ada
a. Vitamin C tablet (Handbook of Pharmaceutical Manufacturing
Formulation p.522)

Bahan

mg/tab

1000 tablet
(gram)

Ascorbic acid

100

100

(powder)
Ludipress
232
232
Mg stearat
1
1
Prosedur : campur semua bahan, ayak dan press menjadi tablet
335mg. Gaya saat mengkompres mempengaruhi waktu
disintegrasi
b. Vitamin c tablet (Handbook of Pharmaceutical Manufacturing
Formulation p.522)
Bahan
mg/tab
1000 tablet (gram)
Ascorbic acid (powder)
200
200
Ludipress
231-256
231-256
Kolidon VA 64
25
25
Kolidon CL
15
15
Aerosil 200
1,2
1,2
Mg stearat
2,5
2,5
Prosedur: campur semua bahan, lewatkan ayakan 0,8mm dan
press dengan gaya 18kN. Compress menjadi tablet 499mg
dengan punch 12mm biplanar.
III. Formula Yang di buat
N

Bahan

Fungsi

%rentan

%yang

dibuat

mg/tab

500 tablet
(gram)

pemakai
an
1

Asam

Bahan

15

60

30

2
3.

askorbat
SDL
Avicel PH

obat
Pengisi
Pengisi

q.s.
q.s.

q.s.
q.s

304
24

152
12

102
primogel

disintegr

2-8

5
6

Talk
Mg stearat

an
Lubrikan
Lubrikan

0,5-2
0,5-2

0,5
0,5

2
2

1
1

Surabaya, 30 September 2015


Bagian Formulasi dan Pengambangan
Produk
N

Nama

o
1.

Nurul Wathaniah

2.

Intan Gusnois

Tanda Tangan

DOKUMEN 2
PRODUKSI

PEMBUATAN TABLET : Vitamin C 60 mg

TANGGAL MULAI: 7 OKTOBER 2015


TANGGAL SELSAI :7 OKTOBER 2015

BAGIAN PRODUKSI
N

NAMA

NIM

o
1.
2.

Anita Wijaya Djatmiko,T.


Yusnita Septiani

051311133003
051311133027

Tanda Tangan

I.

II.

KOMPOSISI

No

NAMA BAHAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Vitamin C
Avicel 102
SDL
SSG
Talc
Mg Stearat
JUMLAH

JUMLAH
(mg / tablet)
60 mg
24 mg
304 mg
8 mg
2 mg
2 mg
400 mg

JUMLAH
500 TABLET
30 g
12 g
152 g
4g
1g
1g
200 g

DIAGRAM ALIR PROSES PRODUKSI

Vitamin C +Avicel 102 +


SDL + SSG
Campur ad
homogen
(+) Talk dan Mg Stearat
Campur selama 5
mnt
Evaluasi In Process
Control
(setelah (+) glidan +
Kompresi menjadi
tablet

III.

PELAKSANAAN
1. PENIMBANGAN

Tablet Vit. C 400

No

NAMA BAHAN

JUMLAH

1.

Vitamin C

30 g

Punch 11 mm, 400


mg

Evaluasi End Process


Control

Td Tangan

Td Tangan

2.

Avicel 102

12 g

SDL

152 g

SSG

4g

Talk

1g

Mg Stearat

1g

2. PENCAMPURAN KERING
Alat
: Toples
Prosedur
:
1. Timbang Vit. C, Avicel 102, SDL, SSG sesuai dengan berat
yang diinginkan
2. Masukkan keempatnya ke dalam toples lalu tutup
3. Campur keempatnya dengan cara tumbling mixer ( 10
menit)
4. Timbang Mg Stearat + Talk sesuai dengan berat yang
diinginkan
5. Masukkan Mg Stearat dan Talk yang telah ditimbang tadi ke
toples yang telah digunakan untuk tumbling mixer (4)
6. Campur (5) + (3) dengan cara tumbling mixer ( 5 menit)

3.
4.
5.
6.

GRANULASI
PENGERINGAN UKURAN GRANUL
PENGECILAN UKURAN GRANUL
EVALUASI GRANUL
KECEPATAN ALIR
Prosedur :
1. Pasang corong pada statif dengan jarak ujung pipa bagian
2.
3.
4.
5.
6.

bawah ke bidang datar = 10,0 0,2 cm


Timbang 50 gram granul
Tutup dasar lubang corong
Tuangkan granul ke dalam corong
Buka tutup dasar corong sambil jalankan stopwatch
Catat waktu yang diperlukan sampai granul dalam corong
habis (t detik)

7. Hitung kecepatan alir dengan rumus :


W
Kecepatan alir = t
g/detik
Hasil pengamatan :
W

Kec. alir

(g)

(detik)

(g/detik)

1.

50

1,98

25,25

2.

50

1,08

46,29

3.

50
1,70
Rata rata

29,41
33,65

No.

7. PENCAMPURAN FASE EKSTERNAL

Alat

Lama pencampuran

Prosedur

: toples
: 5 menit

1) Timbang 2 mg Talc
2) Timbang 2 mg Mg-stearat
3) Campurkan talc dan Mg-stearat selama 5 menit di toples

8. PENCETAKAN TABLET

Alat

Kecepatan tabletasi

Diameter tablet

Bobot tablet

: 400 mg

Rentang bobot ( 10 %)

: (360 440) mg

Kekerasan (> 4 kg)

: 4 8 kg

: HANSEATEN tipe e 1 no.397


: 65 tablet / menit
: 11 mm

Surabaya, 7 Oktober 2015


Bagian Produksi ,
N

Nama

Tanda Tangan

o
1.

Anita Wijaya

2.

Yusnita Septiani

DOKUMEN 3
PENGAWASAN MUTU

PEMBUATAN TABLET : Vitamin C 60 mg

TANGGAL MULAI: 7 OKTOBER 2015


TANGGAL SELSAI : 7 OKTOBER 2015

BAGIAN PENGAWASAN MUTU


N

NAMA

NIM

o
1.
2.

Rina Puspitasari
Darmawan Nugraha

051311133015
051311133048

I.

Tanda Tangan

PENGUJIAN MUTU PRODUK JADI


1.

KESERAGAMAN BOBOT TABLET (FI III p. 7)


ALAT

: Timbangan Analitik

PROSEDUR : Timbang 20 tablet, hitung bobot rata-rata tiap tablet.


Jika ditimbang satu persatu tidak boleh lebih dari 2
tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang
dari bobot rata-ratanya lebih besar dari 10% dan tidak
satu tabletpun yang bobotnya menyimpang dari bobot
rata-rata lebih dari 20%. Jika tidak mencukupi 20
tablet, dapat digunakan 10 tablet. Tidak satu tabletpun
yang bobotnya menyimpang dari 10% dan tidak satu
tabletpun yang bobotnya menyimpang lebih dari 20%.
Bobot tablet yang direncanakan

: 400 mg

Rentang bobot

: 10% ( 0,360 g 0,440 g )

NO
1.

BOBOT TABLET (g)


0,4335

NO
6.

BOBOT TABLET(g)
0,4335

2.

0,4319

7.

0,4319

3.

0,4326

8.

0,4326

4.

0,4296

9.

0,4296

5.

0,4338

10.

0,4338

Bobot tablet rata-rata

: 0,4316 g

Kesimpulan

Memenuhi

persyaratan

keseragaman

bobot

2.

KESERAGAMAN UKURAN TABLET (FI III p.6)


ALAT

: Jangka sorong

PROSEDUR :
-

Mengukur diameter tablet masing-masing (D)

Mengukur tebal tablet masing-masing (T)

Menghitung D/T
NO.

DIAMETER (mm )

TEBAL ( mm )

D/T

1.

10,375

3,15

3,29

2.

10,400

3,15

3,30

3.

10,400

3,125

3,33

4.

10,375

3,15

3,29

5.

10,400

3,00

3,47

Rata-rata

: D = 10,39 mm ; T = 3,115 mm ; D/T =

3,336
Persyaratan

: Diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan


tidak kurang dari satu sepertiga tebal tablet

Kesimpulan

Tablet

yang

dihasilkan

tidak

memenuhi

persyaratan yang disebutkan dalam FI III. Namun


hal ini tidak menjadi masalah besar karena

bentuk luar tablet hanya akan mempengaruhi


akseptabilitas dari pasien, tanpa mempengaruhi
efek terapinya selama uji yang lain memenuhi
persyaratan.
3. WAKTU HANCUR TABLET (FI III p. 7)
ALAT

: ERWEKA Disintegration

PROSEDUR : Masukkan lima tablet ke dalam tiap keranjang, turun


naikkan keranjang secara teratur tiga puluh kali tiap
menit. Tablet dinyatakan hancur jika tidak ada bagian
tablet yangtertinggal di atas kasa kecuali fragmen
yang berasal dari zat penyalut.
Media

: Aquadest
: 36 - 38

Suhu

NO.

Waktu Hancur

1.

37

Hasil

( detik )

: 37 detik = 0,6167 menit

Persyaratan

: Tidak lebih dari 15 menit untuk tablet tidak

bersalut
Kesimpulan : Memenuhi persyaratan waktu hancur tablet
4. KEKERASAN TABLET.
ALAT

: ERWEKA TBH 220 Hardness Tester

PROSEDUR :

NO
1.

Diambil 10 tablet asetosal

Diletakkan pada tempat tablet

Dilakukan pengukuran kekerasan tablet

Dicatat kekerasan masing-masing tablet


KEKERASAN (kP) NO
5,91
6.

KEKERASAN (kP)
5,91

2.

5,16

7.

5,16

3.

5,35

8.

5,35

4.

4,98

9.

4,98

5.

5,60

10.

5,60

Rata-rata

: 5,03 kp

Persyaratan

: kekerasan antara 4 8 kp

Kesimpulan

: Memenuhi prsyaratan kekerasan tablet

2. KERAPUHAN TABLET
ALAT

: ERWEKA Friabilator Type TAP

PROSEDUR :
- Ditimbang berat awal 20 tablet asetosal
- Masukkan tablet tersebut ke dalam alat, kemudian setting waktu
4 menit (25 rpm)
- Keluarkan tablet, bersihkan serta timbang berat akhir tablet.

NO.

Bobot awal ( g )

Bobot akhir ( g

Kerapuhan

(%)

7,30

7,17

1,78

7,15

7,00

2,10

7,32

7,17

2,05

Rata-rata

: 1,98 %

Persyaratan

: kurang dari 1 %

Kesimpulan

: Tidak memenuhi persyaratan kerapuhan tablet.

6.

KESERAGAMAN KANDUNGAN

7.

UJI DISOLUSI

Surabaya, 7 Oktober 2015


Bagian Pengawasan Mutu,
N

Nama

o
1.

Rina Puspitasari

2.

Darmawan Nugraha

Tanda Tangan