Anda di halaman 1dari 3

PARALAKS

Paralaks adalah perubahan posisi suatu obyek terhadap suatu kerangka rujukan
yang disebabkan oleh perpindahan posisi pengamatan. Melalui perbedaan paralaks
dapat dilakukan perhitungan tinggi suatu titik (obyek) di foto udara berdasarkan
titik referensi/acuan. Paralaks stereoskopis merupakan perubahan gambaran
perubahan kedudukan titik foto udara yang bertampalan yang disebabkan oleh
perubahan kedudukan kamera (Litgerink, 1972). Paralaks ini disebut paralaks
absolut atau paralaks total. Lebih jauh dikemukakan bahwa paralaks absolut suatu
titik adalah perbedaan aljabar yang diukur sepanjang sumbu x, berpangkal dari
sumbu y ke arah titik bersangkutan yang tergambar pada tampalan foto udara. Hal
ini dilandasi oleh asumsi bahwa masing-masing foto udara itu benar-benar vertikal
dan dengan tinggi terbang yang sama.

Gambar ilustrasi paralaks : bayangan obyek, sudut dating sinar dan bidang letak
obyek (Bobby,2004)
Pengukuran Paralaks
1. Menggunakan Mistar ( Manual/monoskopis )
Yaitu pengukuran paralaks dengan menggunakan mistar atau penggaris.
Pengukuran dengan menggunakan alat ini, berartiparalaks absolutnya adalah
banyaknya sumbu X pada foto pertama dan kedua. Sumbu X merupakan
garis horizontal dan sejajar dengan basis foto.

Gambar pengukuran monoskopis


(http://ayobelajargeologi.blogspot.com/2013/04/fotogrametri.html)
Rumus

PA = XA1 (-XA2) = XA1 + XA2


PB = XB1 XB2
2. Menggunakan Paralaks Meter / Pengukuran Paralaks secara Stereoskopis
Pengukuran ini dilakukan dengan menggunkan batang paralaks atau meter
paralaks (parallax bar) terdiri dari dua keping kaca yang diberi tanda padanya.
Tanda ini disebut tanda apung (floating mark). Masing-masing keping kaca dipasang
pada batang yang dapat diatur panjangnya yang diatur dengan memutar sekrup
mikrometer. Pengukuran dilakukan setelah foto disetel di bawah pengamatan
stereoskopik. Tanda apung kiri diletakkan pada titik yang akan diukur paralaksnya di
foto kiri, dan tanda apung kanan diletakkan pada titik yang akan diukur paralaksnya
pada foto kanan, dimana peletakan dilakukan dengan melihat dari stereoskop.
Kemudian dilakukan pembacaan pada sekrup mikrometer yang dibaca dalam
milimeter (mm).
Formula perhitungan paralaks dan beda paralaks :
a. Mencari konstanta ( C )
C1 = (P1 s.d. P2) r1
C2 = (P2 s.d. p1) r2
C = (C1+C2)/2
Keterangan :
r1 = jarak titik referensi pada foto udara sebelah kiri terhadap sumbu Y
(ordinat) foto udara kiri
r2 = jarak titik referensi pada foto udara sebelah kanan terhadap sumbu y
(ordinat) foto udara kanan
(P1 s.d. P2) = jarak antara prinsipal point foto udara sebelah kiri (o) dengan
principal point foto udara sebelah kanan ( o) yang berada pada foto udara
sebelah kiri

(P2 s.d. P1) = jarak antara principal point foto udara sebelah kanan (o)
dengan principal point foto udara sebelah kiri (o) yang berada pada foto
udara sebelah kanan
C = konstanta rata-rata atau sebenarnya
b. Mencari paralaks dan beda paralaks
Pref = C + r referensi
Pa = C + ra
Pa = Pa ( C + r ref)
Keterangan :
r referensi = jarak antara titik referensi yang berada pada foto kiri dan kanan
diukur menggunakan paralaks meter
Pa = paralaks obyek a
P ref = paralaks titik referensi
ra = jarak antara obyek a yang berada pada foto kiri dan kanan diukur
menggunakan paralaks meter
Pa = beda paralaks obyek a
c. Mencari mean square error
m.sq.e. = V2 / (n-1)
V = r a r referensi

Gambar pembacaan alat palaks meter (muhammadkholifa.blogspot.com)

Sumber :
Litgerink, G.H. 1972. Elementary Photogrammetry. Internasional Courses in
Hydraulic and Sanitary Engineering. Delft
Wolf, Paul.R. 1993. Elements of Photogrammetry (2nd ed.). Boston, Amerika Serikat:
McGraw-Hill.