Anda di halaman 1dari 9

STACKING

Stacking
[Land Clearing]
PT. Kiara Sawit Abadi 2
Edho Parido

[Makalah ini dibuat guna syarat melakukan Praktek Kerja


Lapangan (PKL) / MAGANG di PT. Kiara Sawit Abadi (KSA)
2 sebagai bekal yang didapat dikebun untuk di bawa ke ranah
kampus yang akhirnya dilakukan pembuatan laporan magang]

STACKING
1.

Pengertian STACKING
Stacking adalah membuka areal hutan dengan mengunakan alat berat dan
menyusun potongan-potongan kayu sesuai pancang rumpukan yang telah ditentukan.
Pembukaan lahan di sini mengunakan zero burning, kegiatan pembukaan lahan disini
mengunakan system buka lahan dengan mengunakan alat berat (stacking). Namun bila
terdapat pohon yang besar dan susah di tumbang maka pohon tersebut dapat disusul
dengan tumbang manual (sinso) sehingga areal dapat benar-benar terbuka. Team senso
kayu biasanya ada dari kontraktor alat berat tersebut.
2. Manfaat/tujuan Stacking
Manfaat dan tujuan mengapa stacking :
Menghemat Biaya
Mempercepat pekerjaan buka lahan
1. Karakter Stacking dan Alat berat

Gambar : Alat berat Doser


Stacking di sini menggunakan bulldozer type D85 SS (Super Skidder) secara langsung
setelah blocking selesai. Bulldozer yang diturunkan ada 2 unit dan 1 unit excavator 08,
chinsau merk still 2-4 unit. Basis Bulldozer 1,2 ha per hari, tetapi juga bisa mencapai 3-4
ha lebih, tergantung vegetasi dan keadaan topografi. Bahan bakar bulldozer
menggunakan solar dengan kapasitas tangki 410-440 liter, HM selama 8-10 jam bisa
menghabiskan solar 280-350 liter. Jarak stacking yang satu dengan berikutnya 31,2 m
untuk 4 titik tanam, Jarak stacking 15,6 m untuk 2 titik tanam.
Untuk pancang stacking agar rapi digunakan kompas type suunto. Dengan
kompas diharapkan hasil stacking atau rumpukan menjadi rapi dan tepat untuk titik
tanam bibit kelapa sawit.
Mekanis (Stacking)

Gambar : Proses Stacking Oleh dozer


Pembersihan jalur tanam mekanis (stacking) dilakukan dengan menggunakan alat berat
(Buldozer atau Excavator).
Ketentuan dalam perun mekanis (stacking) sebagai berikut :

1.

Kayu-kayu yang sudah digusur lalu dikumpulkan pada tempat yang sudah
ditentukan (jalur rumpukan).

2.

Untuk area yang vegetasi kayu rapat dimana berkemungkinan adanya hasil
tumbangan/gusuran yang panjang > 6 m, maka kayu harus dicincang untuk
menjaga kualitas perun.

3.

Jalur rumpukan pertama terletak pada gawangan kedua atau setelah dua baris
tanaman dari sisi transport road. Jalur rumpukan harus berada di jalur gawangan
mati, lebar rumpukan kayu maksimum dibuat 4,0 m dan tinggi rumpukan yang
diperbolehkan maks.3,0 m.

4.

Arah rumpukan membujur dari Utara-Selatan. Rumpukan pertama dimulai dari


sebelah utara atau selatan (pada jarak 6 mtr dari tepi Collection road) atau
sesuai pancang rumpukan yang telah dibuat.

Gambar : hasil stacking dozer

Untuk areal rendahan (rawa atau gambut) maka pelaksanaan land clearing dikerjakan
menggunakan excavator dengan jarak antara rumpukan yang satu dengan rumpukan
yang lain adalah 2 (dua) baris tanaman.
Jalur rumpukan kayu yang panjangnya 300 m harus diputus selebar 4 m pada
setiap jarak 150 m, sehingga ada jalan untuk orang melintas antar jalur tanaman / pasar
kontrol.
Cara mencari berapa jumlah rumpukan dalam 1 bloknya adalah :
Dik ;
Luas blok = 30 ha
lebar blok 1000 m ke timur barat dan Jarak rumpukan adalah 31,2 m
Dit ;
berapa jumlah rumpukan dalam 1 blok?
Jadi, jumlah rumpukan = 1000 m
31,2 m

= 32 rumpukan dalam 1 blok

Diposkan oleh edho.parido di 11.34 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

MEMBUAT JALAN CR & MR

Membuat Jalan
Collection & Main
Road
Land clearing
PT. Kiara Sawit Abadi 2
Edho parido

[Makalah ini dibuat guna syarat melakukan Praktek Kerja


Lapangan (PKL) / MAGANG di PT. Kiara Sawit Abadi (KSA) 2
sebagai bekal yang didapat dikebun untuk di bawa ke ranah
kampus yang akhirnya dilakukan pembuatan laporan magang]

MEMBUAT JALAN
COLLECTION ROAD DAN MAIN ROAD (mineral)
Setelah rintis blok selesai dilakukan kemudian barulah alat berat masuk untuk
membuat jalan sesuai rintisan yang telah di buat tersebut. Jalan ini dibuta oleh alat berat
jenis dozer (bulldozer) dengan ketentuan jalan yang dibuat pada areal / tanah kering
yang dapat dikerjakan dengan alat bulldozer ( dozer ). Jenisnya bisa jalan poros, jalan
transport, maupun jalan collection. Ketentuan spesifikasi jalan dozer adalah sebagai
berikut :
a. Badan jalan harus dibersihkan dari : Tunggul, Kayu, Akar-akaran dan tanah humus
disingkirkan diluar badan jalan.
b. Badan jalan yang telah bersih kemudian dibuat cembung ( tinggi ditengah ) untuk
mencegah genangan air ditengah badan jalan.
c. Sisi kanan kiri badan jalan dibuat saluran / parit air menggunakan pisau / blade dozer
yang dimiringkan, sehingga memungkinkan air mengalir dengan lancar disepanjang
saluran / parit badan jalan.

Bentuk memanjang dari badan jalan harus rata, artinya bila terdapat bukit bukit
kecil dengan jarak cukup pendek ( 30 meter ) dengan ketinggian tidak lebih dari 1 meter,
maka bukit bukit kecil tersebut harus diratakan. Kelandaian tanjakan pada bukit atau
gunung harus tidak lebih dari 15 %, artinya nilai beda tinggi puncak bukit dengan lembah
bukit dibagi dengan jarak horizontal ( jarak datar ) adalah : maksimum 15 %. Bila
pembuatan jalan di daerah bergelombang/bukit, maka untuk menjaga kelandaian jalan,
jalan dibuat mengikuti countur. Spesifikasi ukuran lebar badan jalan dozer untuk
pekerjaan ini adalah sebagai berikut
a. Lebar jalan Poros
: 12 meter
b. Lebar jalan transport
: 8 meter
c. Lebar jalan Collection
: 7 meter

MEMBUAT JALAN
CR DAN MR DI AREAL RAWA / GAMBUT
Tidak sedikit areal rawa dan gambut di Kalimantan, dalam kondisi areal jalan
yang terhalang oleh rawa dapat dilakukan penimbunan areal tersebut sehingga menjadi
jalan timbunan. Jalan Timbun adalah jalan yang dibangun diatas lokasi tanah lembek,
tanah rawa atau tanah gambut yang hanya mampu dikerjakan dengan alat excavator
(back hoe) dan sejenisnya. Material tanah timbun untuk badan jalan dipergunakan
material hasil galian kanan kiri (pinggir) badan jalan. Penggalian tanah timbun dengan
alat excavator (sejenisnya) dilakukan sedemikian rupa sehingga didapatkan kadar tanah
asli (tanah clay) untuk dasar badan jalan. Bila lokai pekerjaan adalah rawa dalam/gambut
yang tidak ada clay, maka material timbunan tidak boleh ada potongan kayu yang
dalam posisi tegak. Tanah timbun badan jalan dipadatkan secara merata dengan roda
dan bucket excavator permukaan badan jalan bebas dari kayu yang bermunculan.
Penimbunan badan jalan dilakukan sedemikian rupa sehingga badan jalan
berbentuk cembung dan rata (tinggi ditengah) dengan kemiringan 2% padat yang
memungkinkan air mengalir kesamping (kesaluran), pada kondisi kering maka badan
jalan dapat dilewati dengan kendaraan roda empat. Untuk jalan batas HGU posisi parit
galian sebaiknya dibuat sebelah yaitu sebelah luar (berbatas dengan HGU). Bila lokasi
masih memungkinkan maka parit galian tanah boleh dibuat pada kedua sisi badan jalan.

Ukuran parit galian untuk material timbun tergantung kebutuhan material untuk
timbunan badan jalan, yang penting parit dibuat rapi dan memungkinkan air mengalir
dengan baik pada parit tersebut.
sebelum dilakukan penimbunan badan jalan maka bila ada kayu
yang malangmelintang dijalur jalan, harus terlebih dahulu dirapikan dengan posisi
melintang pada rencana jalur jalan sebagai pondasinya.
Diposkan oleh edho.parido di 11.17 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

BLOCK DESIGEN
BLOCKING
A. UKURAN BLOCK DESIGN
Pengertian Block design disini adalah pekerjaan penentuan ukuran block
standard / normal yang dipakai sebagai dasar dalam pembangunan kebun. Block
Standard / normal yang dimaksud adalah block yang berbentuk kotak persegi. Semua
block harus diupayakan berbentuk persegi. Pengecualian hanya diijinkan bila lokasi
bergelombang / berbukit. Luas Block Normal yang dipakai adalah 30 Ha namun luas dari
HGU yang ada biasanya 30,97 ha karena 0,97 ha digunakan sebagai jalan blok tersebut.
1. Ukuran Block standard / normal yang dipakai adalah ;
Lebar
:
300 M
Panjang
: 1.000 M
2. Mencari Ha Jalan BLOK
Panjang jalan CR = 1000 m
Lebar jalan
CR = 7 m
Ha Jalan CR = 1000 x 7 m
10.000 m
= 0,7 Ha
Panjang Jalan MR = 300
Lebar jalan MR
= 9m
Ha jalan MR
= 300 x 9 m
10.000 m
= 0.27 Ha
B. RINTIS BLOCK
Pengertian Rintis Block adalah pekerjaan penentuan lokasi jalur lebar dan panjang
block dilapangan.
Posisi ukuran Block adalah sbb :
Lebar
---- > arah utara -- selatan
Panjang ---- > arah timur - barat
Penentuan jalur block di lapangan dimulai dengan mengambil titik koordinat
sesuai ijin lokasi yang dimiliki. Titik koordinat ini tentunya sudah dimasukkan dalam peta
rencana block design sebagai titik awal bagi Team Rintis. Dari titik awal ini Team mulai
membuat jalur rintisan. Jalur rintisan ini juga berfungsi sebagai batas block, sebagai
dasar semua pekerjaan pembangunan kebun (land clearing, tanam dll). Jalur Rintisan
dibuat lebar 1,5 s.d 2 meter. Jalur rintisan harus bebas semak dan anak kayu. Semua
pohon diameter < 7,5 cm yang berada garis koordinat di jalur rintisan harus ditebang.
Apabila garis koordinat di jalur rintisan tepat mengenai pohon > 7,5 cm yang sulit

ditebang, maka pohon tetap dibiarkan tegak, garis koordinat harus dibuat patok bantu
agar jalur tidak bergeser.
Pada setiap persimpangan block (titik pertemuan 4 blok) dipasang patok
kayu 7,5 cm dan diberi warna merah. Tinggi patok 1,8 meter dimana tertanam 30
cm dan sisanya (1,5 m) tegak diatas tanah. Sebelum diberit cat merah, kulit kayu harus
dikupas dan dibiarkan mongering getahnya, baru dioles cat. Kayu patok mengunakan
kayu yang ada di sekitar lokasi. Bagian yang dicat adalah keliling kayu setinggi 20 cm
dari sisi atas. Untuk jaur rintisan , setiap jarak 40 60 meter juga diberi patok yang
diberi cat. Patok terbuat dari kayu di sekitar lokasi ukuran 2-5 cm. Tinggi patok 1,8
meter dimana tertanam 30 cm dan sisanya (1,5 m) tegak diatas tanah Kulit kayu pada
posisi cat harus dikupas terlebih dahulu dan ditunggu hingga getahnya mengering baru
dioles cat. Jarak patok bantu bisa diperpendek sesuai/menyesuaikan lokasi kerja. Bagian
yang dicat adalah keliling kayu setinggi 20 cm dari sisi atas.
Diposkan oleh edho.parido di 10.57 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Land Clearing PT. KIARA SAWIT ABADI 2


PENDAHULUAN

Pembukaan lahan di PT. Kiara sawit abadi 2 ini mengunakan


system buka dengan alat berat yang biasa di sebut steacking. Pembukaan
lahan dilakukan tanpa pembakaran, pada areal PT. Kiara Sawit abadi 2 ini
cenderung vegetasi hutanya jarang karena bekas peladangan
masyarakat. Kegiatan pembukaan lahan di PT. KSA 2 ini dimulai dengan
tahap Rintis Lahan Masyarakat bila memiliki tanah di kawasan HGU (Hak
Guna Usaha) PT. Kiara Sawit Abadi 2. Setelah Rintis lahan masyarakat
selesai maka kemudian dilakukan tahap ganti rugi tanah yang biasa
disebut GR. Setelah GR selesai maka Pihak PT. akan melakukan rintis blok
dan melakukan rintis jalan Collection Road dan Main Road. Setelah rintis
dilakukan kemudian barulah alat berat masuk untuk membuat jalan yang
telah dilakukan rintis oleh tim rintis. Areal pembibitan harus dipersiapkan

terlebih dahulu. Persiapkan berapa ha lahan yang harus digunakan untuk


kebutuhan bibit yang akan datang (Prenursery dan Mainursery).
Setelah pembibitan dan jalan telah dibuat kemudian barulah
dilakukan stacking lahan dengan mengunakan alat berat Bulldozer
(mineral) dan Exavator (gambut/rawa). Setelah selesai melakukan
stacking dan areal terbuka maka kegiatan selanjutnya adalah memasukan
bibit (langsir) dari pembibitan ke kawasan yang telah dilakukan stacking
atau dapat di terminalkan di dekat areal tersebut. Kemudian melakukan
kegiatan pancang pada areal yang telah di stacking agar bibit cepat untuk
ditanam. Setelah pancang selesai kemudian dilanjutkan dengan
penanaman bibit kelapa sawit. Kemudian tanam penutup tanah (legume
cover crop) jangan sampai terlupakan karena dampaknya akan sangat
besar bila LCC lambat di tanam pada areal yang baru terbuka. Setelah
semua kegiatan tanam selesai kemudian dilakukan konsolidasi bila
terdapat bibit yang tumbang atau rebah. Untuk lebih jelasnya maka
dibuat kegiatan-kegiatan pembukaan lahan di PT. Kiara sawit Abadi 2 ini
dengan item-item kegiatan yang diterangkan. Diantaranya ;
1. Land Clearing
2. Pembibitan
- Seleksi di pembibitan
- Putar pangkas
3. Bloking
4. Membuat Jalan CR & MR
5. Stacking
6. Pancang
7. Langsir bibit
8. Tanam bibik kelapa sawit
9. Tanam Kacang-kacangan
10. Konsolidasi
- Tapak timbun
- Konsolidasi pokok
11. Sensus Pokok
12. Gudang
13. Administrasi
14. Rawat TBM