Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Karena banya di antara masyarakat indonesia yang mengabaikan arti
dari pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi,
bahkan bukan hanya mengabaikan namun banyak juga yang tidak
mengetahui makn dari dasar negara.
Golongan masyarakat tersebut sepertinya kurang paham pendidikan
tentang dasar negara sesungguhnya jika seluruh warga mengerti
tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsanya
secara berkesinambungan mereka pasti dapat menghayati filsafat dan
ideologi pancasila.
Dengan pendidikan tentang dasar negara di harapkan masyaraka
indonesia mampu menguasi segala kegiatan kenegaraan, berikut ini
kami akan membahas tentang negara sebagai pengenalan awal untuk
memulai pendidikan kewarganegaraan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian negara sesungguhnya?
2. Apa saja unsur-unsur sebuah negara?
3. Apa fungsi sebuah negara?
4. Apa tujuan sebuah negara?
5. Apa saja bentuk-bentuk negara?
6. Apa hubungan islam dan negara indonesia?
A.

BAB II
PEMBAHASAN
B. PENGERTIAN NEGARA
Secara literal istilah negara merupakan terjemahan dari kata-kata
asing, yakni state (bahasa inggris), staat (bahasa belanda dan jerman)
dan etat (bahasa prancis) kata state,staat,etat di ambil dari bahasa
latin status atau statum yang berarti tegak dan tetap atau sesuatu
yang memiliki sifat tegak dan tetap.1
Secara historis pengertian negara senantiasa berkembang sesuai
dengan kondisi masyarakat pada zaman itu. Dan berikut adalah
pendapat para ahli tentang negara:
1. Menurut ARISTOTELES negara di sebut sebagai negara hukum yang
di dalamnya terdappat sejumlah warga yang ikut dalam
permusyawaratan.
2. Menurut AGUSTINUS ia membagi negara dalam dua pengertian
yaitu civitas dei (negara tuhan) dan civitas terrena atau civitas
diaboli (negara diniawi).
3. Menurut NICOLLO MACHIAVELLI yang merumuskan bahwa negara
sebagai negara kekuasaan bahwa dalam suatu negara harus ada
suatu kekuasaan yang di miliki oleh pemimpin atau raja.2
Secara terminologi negara adalah suatu organisasi dari kelompok atau
beberapa kelompok manusia yang mempunyai cita-cita untuk bersatu,
hidup dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintah yang
berdaulat.3
C. UNSUR-UNSUR NEGARA
Unsur-unsur dlam sebuah negara terdapat beberapa aspek yaitu
Wilayah, Rakyat, Pemerintah dan Kedaulatan, adapun pengertian dari
aspek-aspek tersebut yaitu:
1 Prof.Dr.Azyumardi Azra,MA. Demokrasi &Hak Asasi Manusia Masyarakat
Madani(Jakarta,Prenada Media,2003) 41
2 PROF.DR.H.KAELAN,M.S. DKK, Pendidikan
Kewarganegaraan(Yogyakarta,Paradigma Yogyakarta,2010) 76
3 Prof.Dr.Azyumardi Azra,MA. Demokrasi &Hak Asasi Manusia Masyarakat
Madani(Jakarta,Prenada Media,2003) 42
2

1. Wilayah adalah suatu daerah yang menjadi kekuasaan sebuah


negara serta menjadi tempat tinggal bagi rakyat. Wilayah dalam
sebuah negara merupakan unsur yang harus ada, karna tidak
mungkin ada negara tanpa ada batas-batas teritorial yang jelas,
wilayah dalam sebuah negara mencangkup Daratan, Perairan dan
Udara.
2. Rakyat adalah penduduk yang bertempat tinggal di sebuah negara
yang ikut serta pada pemerintahan. Rakyat sangat penting dalam
sebuah negara, karna secara kongkret rakyatlah yang memiliki
kepentingan agar negara itu dapat berjalan dengan baik.
3. Pemerintah adalah sutu organisasi yang bertidak menjalankan
kepentingan-kepentingan bersama atas nama negara dan
melaksanankan tujuan-tujuan negara, menjalankan fungsi-fungsi
kesejahteraan bersama bagi seluruh penduduk di dalam wilahnya.
4. Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi untuk membuat undangundang dan melaksanakannya dengan cara yang tersedia. Negara
memiliki kekuasaan atas penduduknya, oleh karena itu negara
menuntut loyalitas mutlak ari negaranya.4
D. FUNGSI NEGARA
1. Fungsi Pertahanan dan Keamanan
Negara wajib melindungi unsur negara (rakyat,wilayah dan pemerintahan) dari
segala ancaman, hambatan, dan gangguan, serta tantangan lain yang berasal dari
internal atau eksternal. Contoh: TNI menjaga perbatasan negara
2. Fungsi Keadilan
Negara wajib berlaku adil dimuka hukum tanpa ada diskriminasi atau kepentingan
tertentu. Contoh: Setiap orang yang melakukan tinfakan kriminal dihukum tanpa
melihat kedudukan dan jabatan.
3. Fungsi Pengaturan dan Keadilan
Negara membuat peraturan-perundang-undangan untuk melaksanakan kebijakan
dengan ada landasan yang kuat untuk membentuk tatanan kehidupan bermasyarakat,
berbangsan dan juga bernegara.
4. Fungsi Kesejahteraan dan Kemakmuran
Negara bisa mengeksplorasi sumber daya alam yang dimiliki untuk meningkatkan
kehidupan masyarakat agar lebih makmur dan sejahtera.5
E. TUJUAN NEGARA
Dalam sebuah negara terdapat beberapa tujuan yang sudah di
sepakati secara bersama yaitu:
1. Bertujuan untuk memperluas kekuasaan semata-mata.
4 Supriatnoko, Pendidikan Kewarganegaraan(...................) 56
5 Noor Ms Bakry,Pendidikan kewarganegaraan(Yogyakarta,pustaka
pelajar,2010)129
3

2. Bertuan menyelenggarakan ketertiban hukum.


3. Bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umum.
Selain itu terdapat tujuan negara menurut konsep dan ajaran plato,
yaitu memejukan kesusilaan manusia, sebagai perseorangan dan
sebagai mahluk sosial.
Selain itu terdapat pula pendapat para ahli tentang tujuan negara:
1. Menurut ROGER H. SOLTAU tujuan negara adalah memungkinkan
rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya
sebebas mungkin.
2. Menurut THOMASAQUINAS dan AQUSTINUS tujuan negara adalah
untuk mencapai penghidupan dan kehidupan aman dan tentram
dengan taat kepada tuhan.
3. Menurut IBNU ARABI tujuan negara adalah agar manusia bisa
menjalankan kehidupannya dengan baik jauh dari sengketa dan
menjaga intervensi pihak-pihak asing.
Sedangkan dalam konteks negara indonesia tujuan negara (sesuai dengan
pembukaan UUD 1945) adalah untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Jadi dapat di simpulkan tujuan negara adalah menyelenggarakan
ketertiban hukum, dengan berdasarkan dan berpedoman pada hukum.
F. BENTUK-BENTUK NEGARA
1. Negara kesatuan merupakan negara yang merdeka dan berdaulat
dengan satu pemerintah yang berkuasa dan mengatur seluruh
daerah. Negara kesatuan terbagi dalam 2 macam:
a) Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi.
b) Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi.
2. Negara serikat (federasi) merupakan negara gabungan dari
beberapa negara bagian dari negara serikat. Dalam kekuasaan
negara federasi. Negara tersebut berhubungan langsung dengan
rakyatnya. Sementara federasi bertugas untuk menjalankan
hubungan Luar Negeri, Pertahanan Negara, Keuangan, Dan Urusan
Pos. Selain kedua bentuk negara tersebut negara terbagi dalam tiga
kelompok, yakni Monarki, Oligarki, dan Demokrasi.
G. HUBUNGAN ISLAM DAN NEGARA INDONESIA
Masalah hubungan islam dan negara di indonesia merupakan
persoalan yang menarik untuk di bahas, karena tidak saja indonesia
merupakan negara yang mayoritas warganegaranya beragama islam,
tetapi karna kompleksnya persoalan yang muncul. Mengkaji hubungan
agama dan negara di indonesia, secara umum dapat di golongkan ke
4

dalam 2 bagian, yakni hubungan yang bersifat antagonistik dan


akomodatif. Hubungan antagonistik merupakan sifat hubungan yang
mencirikan antara adanya ketegangan antara negara dengan islam
sebagai sebuah agama, sedangkan paham akimodatif lebih di pahami
sebagai sifat hubungan dimana negara dan agama satu sama lain
saling mengisi bahkan ada kecendrungan memiliki kesamaan untuk
mengurangi konflik.6

6 Prof.Dr.Azyumardi Azra,MA. Demokrasi &Hak Asasi Manusia Masyarakat


Madani(Jakarta,Prenada Media,2003) 64
5

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari penjelasan yang sudah ada dapat di sinpulkan bahwa negara
adalah suatu organisasi dari kelompok atau beberapa kelompok
manusia yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup dalam daerah
tertentu dan mempunyai pemerintah yang berdaulat. Adapun
beberapa unsur sebuah negara ialah Wilayah, Rakyat, Pemerintah,
Kedaulatan. Dan fungsi sebuah negara secara menggelobal ialah
untuk mensejahterakan negara itu sendiri dan komponen-komponen
yang ada dalam sebuah negara. Sedangkan tujuan sebuah nagara
ialah memakmurkan warga negara tersebut dengan peraturan yang
telah tertera dalam UUD1945. Selain itu terdapat bentuk-bentuk dalam
negara yaitu, negara kesatuan dan negara serikat. Dan hubungan
agama dengan negara indinesia terdapat 2 versi yaitu, antagonistik
dan akomodatif.

Anda mungkin juga menyukai