Anda di halaman 1dari 4

BED SITE TEACHING

LOW BACK PAIN


oleh:
DESAK GEDE ARIE Y
NUR AFIQAH BINTI ABDULLAH

Preceptor
Vitriana ,dr., SpRM

Bagian Kedokteran Fisik Dan Rehabilitas


Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
RS. Hasan Sadikin Bandung
2011

IDENTITAS PASIEN

Nama
Umur
Alamat
Pekerjaan
Tanggal Pemeriksaan

: Tn. S
: 73 tahun
: Taman Sari Atas
: Pensiunan
: 10 Oktober 2011

ANAMNESIS
Keluhan Utama

: Nyeri pada bokong kiri masih terasa (VAS 6)

Anamnesis Khusus

Pasien mengeluhkan nyeri pada bokong kiri (VAS 6) disertai dengan nyeri pada bokong
kanan (VAS 4). Keluhan disertai juga dengan kesemutan pada kedua kaki (+). Nyeri dirasakan
berkurang apabila duduk bersila dan terasa kembali jika berdiri. Baal dirasakan sudah berkurang.
Pasien melakukan kontrol dan latihan secara teratur.
Sejak 1 bulan yang lalu (13-09-2011), pasien mengeluh nyeri di daerah tulang pinggang
terutama pada bagian kiri yang menjalar hingga kaki kiri (VAS 8). Pasien sering naik angkutan
umum bolak-balik pergi dan pulang, masing-masing satu jam perjalanan. Saat beraktivitas terasa
semakin nyeri. Sejak itu, keluhan dirasakan semakin memberat. Keluhan dirasakan semakin
parah pada saat bangun tidur, sehingga pasien harus menunggu sekitar 3 jam untuk duduk.
Namun keluhan berkurang pada saat berjalan. Keluhan juga disertai baal dan kesemutan (+) dari
pinggang hingga ke kaki kiri.
Riwayat jantung koroner (+), pasien telah berobat dan kontrol dengan teratur. Riwayat
pengobatan (+). Sebelumnya pasien sudah berobat ke bagian saraf sebanyak 2 kali dan sudah
mendapat obat-obatan berupa ibuprofen, sorobion, fores dan ranitidine. Keluhan dirasakan
menurun tetapi menetap.
Saat dikontrol 2minggu yang lalu (26-09-2011), nyeri tulang punggung sudah berkurang
(VAS 6) tetapi nyeri menjalar pada kedua kaki dan baal masih terasa. Nyeri semakin parah saat
batuk dan bersin. Pasien melaksanakan latihan yang diberikan 2x sehari secara rutin. Hasil
roentgen Lumbosacral didapatkan OA lumbalis disertai penyempitan foramen intervertebralis
L5-S1. Hasil EMG didapatkan lesi aksonal subakut pada daerah L5=S1 kiri disertai denervasi
aktif pada radiks yang bersangkutan.

Riwayat trauma, asam urat, dan hipertensi (-). Riwayat alergi dan asma (-). Riwayat
alergi dan asma pada keluarga (-). Riwayat operasi pada tulang punggung (-). Riwayat alergi
obat-obatan (-).
PEMERIKSAAN FISIK

Kesadaran
Tanda vital
Mobilisasi
Gait
Standing balance

: kompos mentis, kontak adekuat


: Tensi: 120/70, Nadi: 72x/min, Respi:18x/min Suhu: afebris
: ambulasi (+) walking independent
: atalgic gait terutama kiri
: baik

A/R Kepala, leher, toraks, abdomen, ekstrimitas atas-bawah: dalam batas normal
A/R Trunk

Alignment
shoulder heigh
arm distance
plum line
pelvic obiquity
hump

: slight kyfosis
: ki<ka
: ki ~ ka
: kiri dari gluteal fold 1 jari
: ki>ka
: -/-

A/R Lower extrimities

deformitas
tanda radang
ROM
MMT
Varises
RF
RP
Sensibilitas

: -/: -/: FFFF/FFFF


: 5555/5555
:+
: ++/++
: -/: menurun a/r L5 30%, S1 30%

LBM (low back manuever)

Straight Leg Raise


Bragard
Thomas
Patrick dan contrapatrick
Piriformis

: -/: -/: -/: -/- ; -/: -/-

Spasme
Gluteal
Iliotibial band
Hamstring

: +/+, NT (+)
: -/+; NT -/+
: +/+; NT +/+

A/R Lutut

Krepitasi
GFT
Drawer sign
Ligament laxity

DIAGNOSIS
Medik
Rehabilitasi
Impairement
Disability
Handicap

: +/+
: -/+
: -/:-/: LBP + suspek radiculopathy L5-S1
: nyeri pada tulang punggung dan sensibilitas menurun
: Pergerakan terbatas karena nyeri
Sukar untuk berubah posisi dari baring ke duduk (transfer)
: (-)

PENATALAKSANAAN
Edukasi
Home therapy
Phyisiotherapy

: Proper Body Mechanic


: Pelvic Tilt Exercise
: terapi listrik a/r PVL (TENS: Transcutaneous Electrical
Nerve Stimulation)

PROGNOSIS

Quo ad vitam
Quo ad functionam
Quo ad sanationam

: ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam