Anda di halaman 1dari 25

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem periodik kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia yang tertera
dalam tabel. Jumlah unsur yang terdapat pada tabel sistem periodik adalah
sebanyak 118 unsur. Jumlah unsur yang terdapat di alam lebih dari 118 unsur. Hal
ini disebabkan karena atom-atom dapat bereaksi antara satu atom dengan atom
yang lain membentuk substansi baru yang disebut dengan senyawa. Bila dua atau
lebih atom-atom berikatan dan membentuk ikatan kimia menghasilkan senyawa
yang unik yaitu memiliki sifat kimia dan sifat fisika yang berbeda dari sifat
asalnya (sifat dari unsur-unsur sebelum bereaksi).
Ada beberapa hal yang kita dapat perhatikan, yaitu terdapat banyak contoh
penerapan unsur-unsur kimia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya
contohnya adalah air. Air merupakan materi yang penting bagi kehidupan.
Sebagian besar kebutuhan pokok kita menggunakan air. Bahkan dalam tubuh, air
penting untuk menjaga DNA dari kerusakan, mengantarkan nutrisi ke seluruh
bagian tunuh, dan menjaga keseimbangan suhu tubuh. Kita mengetahui air
memiliki rumus senyawa H2O. Air tersusun dari unsur-unsur hidrogen dan
oksigen. Tanpa kita sadari bahwa kita sedang berhadapan dengan contoh aplikasi
dari unsur-unsur yang berikatan, yang kemudian membentuk senyawa. Mungkin
hal-hal yang sepatutnya kita kritisi adalah bagaimana unsur-unsur tersebut dapat
berikatan dan kemudian membentuk senyawa. Sebelum itu, kita harus mengetahui
terlebih dahulu apa pengertian dari senyawa kimia. Dan istilah organk seolah-olah
berhubungan dengan kata organisme atau jasad hidup. Organik merupakan zat
yang berasal dari makluk hidup (hewan/tumbuhan-tumbuhan) seperti minyak dan
batu bara. Pada dasarnya kimia organik melibatkan zat-zat yang diperoleh dari
jasad hidup.

1
Universitas Banten Jaya

Pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18, para ahli kimia melakukan ekstraksi,
pemurnian dan analisis zat-zat dari hewan dan tumbuhan. Motivasi dari para ahli
ialah karena keingintahuan tentang jazat hidup dan disamping itu juga untuk
memeroleh bahan-bahan untuk obat-obatan, pewarna dan maksud-maksud lain
dengan melakukan ekstraksi dan pemurnian-pemurnian lain. Lama-kelamaan
menjadi jelas bahwa kebanyakan senyawa yang ada pada hewan dan tumbuhan
terdapat banyak segi yang berbeda dengan benda mati, seperti mineral. Pada
umumnya, senyawa dalam jasad hidup terdiri dari beberapa unsur yaitu: karbon,
hidrogen, oksigen nitrogen dan disamping itu belerang dan fosfor. Kenyataan ini
membawa kita pada defenisi. Jadi kimia organik ialah cabang ilmu kimia yang
khusus mempelajari senyawa karbon.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk dapat mengetahui dan
mempelajari tentang ikatan kimia dan senyawa organik. Karena dalam kehidupan
sehari-hari, kita tidak akan pernah lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan
ikatan kimia dan senyawa organik.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan pengertian ikatan kimia dan senyawa
organik?
2. Apa sajakah jenis-jenis ikatan kimia?
3. Bagaimanakah proses terbentuknya ikatan kimia?
1.3 Tujuan Dan Manfaat
Bertolak dari latar belakang yang dikemukakan di atas, maka perlu penulis
mengangkat Ikatan Kimia Dan Senyawa Organik sebagai pokok bahasan yang
selanjutnya akan diuraikan dalam makalah yang sederhana ini dengan tujuan:
1.
2.
3.
4.

Untuk mengetahui dan memahami pengertian dari ikatan kimia.


Untuk mengetahui seluruh jenis-jenis ikatan kimia.
Untuk mengetahui dan memahami proses terbentuknya ikatan kimia.
Untuk mengetahui apa itu kimia organik dan bagaimana peranannya dalam

kehidupan sehari-hari.
5. Melatih dan mendorong mahasiswa agar lebih kreativitas dalam mengolah
dan menuangkan ide yang dimiliki.
BAB II
PEMBAHASAN
2
Universitas Banten Jaya

2.1 Pengertian Ikatan Kimia


Ikatan kimia adalah gaya tarik menarik yang kuat antara atom-atom
tertentu bergabung membentuk molekul atau gabungan ion-ion sehingga
keadaannya menjadi lebih stabil. Dua atom atau lebih dapat membentuk suatu
molekul melalui ikatan kimia. Ikatan kimia terjadi karena penggabungan atomatom, yang membentuk molekul senyawa yang sesuai dengan aturan oktet. Ikatan
kimia merupakan sebuah proses fisika yang bertanggungjawab dalam gaya
interaksi tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu
senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Secara umum, ikatan kimia
dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu ikatan primer dan ikatan sekunder.
2.2 Jenis-Jenis Ikatan Kimia
2.2.1 Ikatan Primer
Ikatan primer adalah ikatan kimia dimana ikatan gata antar atomnya relatif
besar. Ikatan primer ini terdiri atas ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam.
1. Ikatan ion , Ada beberapa definisi tentang ikatan ion, yaitu:
a. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat gaya tarik-menarik lantara
ion positif dan ion negatif.
b. Ikatan ion terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam.
c. Ikatan ion terjadi karena adanya serah terima elektron dari satu atom
ke atom yang lain.
d. Ikatan ion ini sangat stabil, khususnya bila menyangkut ion bervalensi
ganda.
Ciri-ciri senyawa ionik:
a. Mempunyai titik didih dan titik leleh tinggi.
b. Gaya tarik menarik antarpartikel sangat kuat.
c. Tidak dapat menghantarkan listrik karena ion-ion yang berada dalam
kristal sulit bergerak.
Contoh Pembentukan Ikatan Ion :
Natrium tergolong unsur logam dengan energi ionisasi yang relatif rendah.
Artinya mudah melepas elektron. Di lain pihak, klorin adalah unsur nonlogam
dengan daya tarik elektron yang relatif besar. Artinya klorin mempunyai
kecenderungan besar untuk menarik elektron. Ketika natrium direaksikan dengan
3
Universitas Banten Jaya

klorin, klorin akan menarik elektron dan natrium. Natrium berubah menjadi ion
positif (Na+), sedangkan klorin berubah menjadi ion negatif (Cl-). Ion ion tersebut
kemudian mengalami tarik-menarik karena gaya Coulomb sehingga membentuk
NaCl.

Gambar 1.1

Dari kasus tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa ikatan ion terjadi
karena adanya suatu gaya elektrostatis dan ion yang berbeda muatan (positif dan
negatif). Hal itu dapat terjadi jika antara unsur yang direaksikan terdapat
perbedaan daya tarik elektron yang cukup besar. Satu unsur mempunyai gaya tarik
elektron yang lemah sehingga elektronnya mudah lepas dan kedua unsur tersebut
membentuk ion unsurnya. Golongan unsur yang gaya tarik elektronnya relatif
besar adalah unsur nonlogam, sedangkan golongan unsur yang mempunyai gaya
tarik elektron relatif lemah adalah unsur logam. Oleh karena itu, unsur logam
dengan unsur nonlogam umumnya berikatan ion dalam senyawanya.

Rumus Kimia Senyawa Ion


Sesuai dengan aturan oktet, atom natrium akan melepas 1 elektron,
sedangkan atom klorin akan menyerap 1 elektron. Jadi, setiap 1 atom klorin
membutuhkan 1 atom natrium. Akan tetapi, tidak bisa diartikan bahwa satu ion
Na+ hanya terikat pada satu ion Cl-. Dalam kristal NaCl, setiap atom Na+
dikelilingi oleh 6 ion Cl- dan setiap ion Cl- dikelilingi oleh 6 ion Na+ dalam suatu
struktur tiga dimensi berbentuk kubus. Rumus kimia NaCl adalah rumus empiris,
menyatakan bahwa perbandingan ion Na+ dan Cl- adalah 1:1.

2. Ikatan kovalen
Ada beberapa definisi tentang ikatan kovalen, yaitu:
a. Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang sangat kuat dimana gaya antar
atomnya ditimbulkan dari penggunaan bersama elektron.
4
Universitas Banten Jaya

b. Ikatan kovalen terjadi antara unsur nonlogam dengan unsur non logam,
serta mempunyai perbedaan elektronegatifitas yang kecil.
c. Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian bersama elektron-elektron
oleh dua atom.
d. Ikatan kovalen terjadi antara unsur nonlogam dengan unsur nonlogam.
Contoh Pembentukan Ikatan Kovalen
Pembentukan ikatan dalam molekul H2 tidak melalui pelepasan dan
penyerapan elektron. Sebagai unsur nonlogam, atom-atom hidrogen mempunyai
daya tarik elektron yang cukup besar. Oleh karena peasangan elektron yang
terbentuk ditarik oleh kedua inti atom hidrogen yang berikatan, kedua atom
tersebut menjadi saling terikat. Ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan
bersama pasangan elektron ini yang dimaksud dengan ikatan kovalen.

Gambar 1.2

Rumus Kimia Senyawa Kovalen


Dengan mengacu pada aturan oktet, kita dapat memprediksikan rumus
molekul dari senyawa yang berikatan kovalen. Dalam hal ini, jumlah elektron
5
Universitas Banten Jaya

yang dipasangkan harus disamakan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa aturan oktet
tidak selalui dipatuhi, terdapat beberapa senyawa kovalen yang melanggar aturan
oktet. Contohnya adalah ikatan antara H dan O dalam H 2O. Konfigurasi elektron
H dan O adalah H memerlukan 1 elektron dan O memerlukan 2 elektron. Agar
atom O dan H mengikuti kaidah oktet, jumlah atom H yang diberikan harus
menjadi dua, sedangkan atom O satu, sehingga rumus molekul senyawa adalah
H2O.

Gambar 1.3

Struktur Lewis atau Rumus

Struktur

Senyawa

Kovalen
Struktur Lewis adalah diagram yang menunjukkan ikatan-ikatan antar
atom dalam suatu molekul. Struktur Lewis digunakan untuk menggambarkan
ikatan kovalen dan ikatan kovalen koordinat. Cara atom-atom saling mengikat
dalam suatu molekul dinyatakan dengan rumus bangun atau rumus struktur.
Rumus struktur diperoleh dari rumus Lewis, setiap pasangan elektron ikatan pada
rumus lewis digambarkan dengan sepotong garis.
Rumus Molekul

Rumus Lewis

Rumus Bangun (Rumus


Struktur)

H2
HCl
H2O

H:H
H Cl
HO

H-H
H - Cl
HO

Tabel 1.1

Ikatan kovalen terdiri atas ikatan kovalen polar, kovalen non polar, dan
kovalen koordinasi.
a.

Kovalen polar

6
Universitas Banten Jaya

Senyawa kovalen dikatakan polar jika senyawa tersebut memiliki


perbedaan keelektronegatifan. Dengan demikian, pada senyawa yang
berikatan kovalen terjadi pengutuban muatan. Ikatan kovalen polar adalah
ikatan kovalen yang Pasangan Elektron Ikatannya (PEI) cenderung tertarik
ke salah satu atom yang berikatan. Senyawa kovalen polar biasanya terjadi
antara

atom-atom

unsur

yang

beda

keelektronegatifannya

besar,

mempunyai bentuk molekul asimetris, mempunyai momen dipol.


b. Kovalen non polar
Senyawa kovalen dikatakan non polar jika senyawa tersebut tidak
memiliki perbedaan keelektronegatifan. Dengan demikian, pada senyawa
yang berikatan kovalen tidak terjadi pengutuban muatan. Ikatan kovalen
nonpolar adalah ikatan kovalen yang Pasangan Elektron Ikatannya (PEI)
tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Senyawa kovalen
nonpolar terbentuk antara atom-atom unsur yang mempunyai beda
keelektronegatifan nol atau mempunyai momen dipol = 0 (nol) atau
mempunyai bentuk molekul simetri.

Kovalen Polar
Larut dalam air
Memiliki pasangan elektron bebas
Berakhir ganjil, kecuali BX3 dan PX5
Contoh: NH3, PCl3, H2O, HCl, HBr,

Kovalen Non Polar


Tidak dapat larut dalam air
Tidak memiliki pasangan elektron bebas
Berakhiran genap
Contoh: F2, Cl2, Br2, I2, O2, H2, N2, CH4,

SO3, N2O5, Cl2O5

SF6, PCl5, BCl3


Tabel 1.2

c. Kovalen koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang terbentuk
dari pemakaian bersama elektron yang hanya disumbangkan oleh satu
atom, sedangkan atom yang lainnya tidak menyumbangkan elektron.
Ikatan ini dapat terjadi jika atom penyumbang memiliki Pasangan Elektron
Bebas (PEB).
7
Universitas Banten Jaya

Contoh ikatan kovalen koordinasi adalah ammonia (NH3) yang


bereaksi dengan boron triklorida (BCl3) membentuk senyawa NH3BCl3.
Atom N dalam NH3sudah memenuhi kaidah oktet dan mempunyai
sepasang elektron bebas. Di lain pihak, atom B dalam BCl 3 sudah
memasangkan semua elektron valensinya, namun belum memenuhi kaidah
oktet. Dalam hal ini, atom N (dari NH3) dan atom B (dari BCl3) dapat
berikatan dengan menggunakan bersama pasangan elektron bebas dari
atom N.
3. Ikatan Logam
Ada beberapa definisi tentang ikatan logam, yaitu:
a. Ikatan logam adalah suatu kekuatan utama yang menyatukan atomatom logam.
b. Ikatan logam adalah ikatan kimia dimana gaya antar atomnya
terbentuk karena penggunaan elektron bersama-sama tetapi tanpa
memiliki arah yang tertentu.
c. Ikatan logam merupakan akibat dari adanya tarik menarik muatan
positif dari logam dan muatan negatif dari elektron yang bergerak
bebas.
Ikatan logam terjadi karena adanya delokalisasi elektron. Sebagaimana
telah diketahui bahwa unsur logam mempunyai sedikit elektron valensi
sehingga kulit terluar atom logam relatif longgar. Kejadian seperti itu
memungkinkan elektron valensi dapat berpindah-pindah. Mobilitas
elektron dalam logam sangat bebas, menyebabkan elektron dapat
berpindah dari satu atom ke atom lain, atau disebut juga delokalisasi.
Elektron-elektron

valensi

yang

mengalami

delokalisasi

tersebut

membentuk satu awan yang membungkus ion-ion positif logam di


dalamnya.
Perbedaan mendasar dan hal-hal lainnya mengenaik ikatan ionik, kovalen, dan
kovalen koordinasi dapat diperhatikan dari tabel berikut ini:
Perbedaan
Proses

Ion
Serah

Kovalen
terima Penggunaan

Kovalen
Koordinasi
Penggunaan
8

Universitas Banten Jaya

Pembentukan

elektron

antar bersama pasangan bersama pasangan

atom

elektron

dimana elektron

tiap

atom hanya berasal dari

menyumbang

salah satu atom.

elektron.
Atom yang terlibat
Titik

leleh

X+Ya X:Y

X+Ya X:Y
+ Nonlogam
+ Nonlogam

Logam

Nonlogam
dan Tinggi

pada

padatan

kovalen
Larut

dalam

Daya
Listrik

seperti

intan)
air Sukar larut dalam Sukar larut dalam

namun sukar larut air

namun

dalam

pelarut dalam

organik

seperti organik.

aseton,

larut air

namun

pelarut dalam

larut
pelarut

organik.

alkhohol,

eter dan Benzena.


Hantar Lelehan
dan Tidak

dapat Tidak

dapat

larutannya

menghantarkan

mengantarkan

listrik (namun ada listrik (namun ada

listrik

beberapa
larutannya

listrik)
NaCl, LiF, CaO, HF, H2O,
CaBr2, AlCl3

BCl3, CO2

menghantarkan
beberapa

yang larutannya

menghantarkan
Contoh

Nonlogam
Nonlogam
Rendah (kecuali Rendah

titik didih

Kelarutan

yang

yang

menghantarkan

listrik)
PCl3, NH4+,

SO4-2,

POCl3,

H3NBF3,

SO3
Tabel 1.3

2.2.2 Ikatan Sekunder (Gaya Tarik Antarmolekul)


Ikatan sekunder adalah ikatan antar molekul. Gaya ikatan sekunder timbul dari
dipol atom atau molekul. Pada dasarnya dipol listrik timbul jika ada jarak pisah
9
Universitas Banten Jaya

antara bagian positif dan negatif dari sebuah atom dan molekul. Perlu diingat
bahwa gaya tarik antarmolekul berikatan dengan sifat-sifat fisis zat, seperti titik
leleh dan titik didih. Semakin kuat gaya tarik antarmolekul, semakin sulit untuk
memutuskannya, sehingga mengakibatkan semakin tinggi titik leleh maupun titik
didih suatu senyawa.
1. Gaya London / Gaya Dispersi
Gaya London atau gayadispersi adalah gaya tarik menarik antara
molekul-molekul dalam zat yang nonpolar. Fritz London, seorang ilmuwan
Jerman mengungkapkan teori tentang gaya ini, sehingga gaya ini bisa
disebut gaya London. Gaya London adalah gaya dimana elektron
senantiasa bergerak dalam orbital. Perpindahan elektron dari suatu daerah
ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat
nonpolar menjadi polar sesaat, membentuk dipol sesaat. Dipol yang
terbentuk dengan cara ini disebut dipol sesaat karena dipol ini dapat
berubah secara banyak dalam satu detik. Dipol sesaat pada suatu molekul
dapat mengimbas molekul di sekitarnya sehingga membentuk suatu dipol
terimbas.
Gaya London merupakan gaya yang relatif lemah. Zat yng
molekulnya bertarikan hanya berdasarkan gaya London mempunyai titik
leleh dan titik didih yang rendah dibandingkan dengan zat lain yang massa
molekulnya relatif kira-kira sama. Jika molekul-molekulnya kecil, zat-zat
itu biasanya berbentuk gas pada suhu kamar. Contohnya adalah hidrogen
(H2), nitrogen (N2), metana (CH4), gas-gas mulia seperti helium (He), dan
sebagainya.
Kekuatan gaya London bergantung pada beberapa faktor, antara
lain kerumitan molekul dan ukuran molekul.
a.

Kerumitan Molekul
1) Lebih banyak terdapat interaksipada molekul kompleks dari
molekul

sederhana,

sehingga

Gaya

London

lebih

besar

dibandingkan molekul sederhana.


2) Makin besar Mr makin kuat Gaya London.
b.

Ukuran Molekul

10
Universitas Banten Jaya

1) Molekul yang lebih besar mempunyai tarikan lebih besar dari pada
molekul berukuran kecil. Sehingga mudah terjadi kutub listrik
sesaat yang menimbulkan Gaya London besar.
2) Dalam satu golongan dari atas ke bawah, ukurannya bertambah
besar, sehingga gaya londonnya juga semakin besar.
2. Ikatan Hidrogen
Suatu gaya antarmolekul yang relatif kuat terdapat dalam senyawa
hidrogen yang mempunyai keelektronegatifan besar, yaitu fluorin (F),
oksigen (O), dan nitrogen (N). Misalnya dalam HF, H20, dan NH3. Hal ini
tercermin dari titik didih yang menyolok tinggi dari senyawa-senyawa
tersebut dibandingkan dengan senyawa lain yang sejenis.
Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan
elektronegativitas antara atom-atom dalam molekul tersebut. Semakin
besar perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk.
Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin
besar ikatan hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus
pada air (H2O), terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya.
Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam
florida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena
paling tinggi perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air
lebih tinggi daripada asam florida.

Gambar 1.4

Ikatan hidrogen yang terjadi antar molekul air, dimana muatan


parsial positif berasal dari atom H yang berasal dari salah satu molekul air.
Ikatan hidrogen dapat terjadi inter molekul dan intra molekul. Jika ikatan
terjadi antara atom-atom dalam molekul yang sama maka disebut ikatan
hidrogen intramolekul atau didalam molekul, seperti molekul H2O dengan
11
Universitas Banten Jaya

molekul H2O. Ikatan hidrogen, juga terbentuk pada pada antar molekul
seperti molekul NH3, CH3CH2OH dengan molekul H2O, ikatan yang
semacam ini disebut dengan ikatan hidrogen intermolekul.
3. Ikatan / Gaya Van Der Waals
Gaya-gaya antarmolekul secara kolektif disebut juga gaya van der
Waals. Jadi, bisa dikatakan bahwa gaya London, gaya dipol-dipol, dan
gaya dipol-dipol terimbas, semuanya tergolong gaya van der Waals.
Namun demikian, ada kebiasaan untuk melakukan pembedaan yang
bertujuan untuk memperjelas gaya antarmolekul dalam suatu zat berikut.
- Istilah gaya London atau gaya dispersi digunakan, jika gaya
antarmolekul itulah satu-satunya, yaitu untuk zat-zat yang nonpolar.
-

Misalnya untuk gas mulia, hidrogen, dan nitrogen.


Istilah gaya van der Waals digunakan untuk zat yang mempunyai
dipol-dipol selain gaya dipersi, misalnya hidrogen klorida dan aseton.

2.3 Geometri Molekul


Geometri molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam
molekul. Molekul diatomik memiliki geometri linear; Molekul triatomik dapat
bergeometri linear atau bengkok; Molekul tetraatomik bergeometri planar (datar
sebidang) atau piramida. Semakin banyak atom penyusun molekul, semakin
banyak pula geometrinya.
Geometri molekul dapat ditentukan melalui percobaan. Namun demikian,
molekul-molekul

sederhana

dapat

diramalkan

geometrinya

berdasarkan

pemahaman tentang struktur elektron dalam molekul.

2.3.1 Teori Domain Elektron


Teori domain elektron adalah suatu cara meramaikan geometri molekul
berdasarkan tolak-menolak elektron-elektron pada kulit luar atom pusat. Domain
elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron, dalam hal
ini pada atom pusat. Jumlah domain elektron ditentukan sebagai berikut.
12
Universitas Banten Jaya

a. Satu pasangan elektron ikatan (PEI), baik ikatan tunggal, rangkap, atau
rangkap tiga, merupakan satu domain.
b. Satu pasangan elektron bebas (PEB) merupakan satu domain.
No.

Senyawa

1.
2.
3

H2O
CO2
SO2

Rumus Lewis

HOH
OCO
OSO

Atom Pusat
PEI
PEB
2
2
2

2
0
1

Jumlah
Domain
Elektron
4
2
3

Tabel 1.4

2.3.1 Prinsip Dasar Teori Domain Elektron


1. Antara domain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolak,
sehingga

domain elektron akan mengatur diri (mengambil formasi) sedemikian

rupa sehingga tolak-menolak di antaranya menjadi minimum.


2. Pasangan elektron bebas mempunyai gaya tolak yang sedikit lebih kuat
daripada pasangan elektron ikatan. Hal itu terjadi karena pasangan elektron bebas
hanya terikat pada satu atom sehingga gerakannya lebih leluasa.

3.1 Pengertian Senyawa Organik


Sebelum membahas lebih rinci dan jelas mengenai kimia organik, maka
yang sangat perlu diketahui adalah pengertian kimia Senyawa organik. Senyawa
organik adalah senyawa yang banyak mengandung unsur karbon dan unsur
lainnya seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang, dan fosfor dalam jumlah
sedikit.
Berikut ini beberapa contoh senyawa organik yang banyak terdapat dalam
kehidupan sehari-sehari, yaitu :
CH4= Metana (gas alam/ biogas) , C2H2= Etuna (gas karbit) , C2H5OH= Etanol
(alkohol) , C6H12O6= Glukosa , CH3COOH= Asam asetat (cuka) , C8H18= Oktana
(bensin) , C2H6= Etana , C3H8= Propana , C3H6O= Propana (aseton) .
Dari pengertian yang ada kimia organic memiliki ruang lingkup yag
meluas, tidak hanya meliputi senyawa-senyawa dari alam melainkan jua termasuk
13
Universitas Banten Jaya

senyawa sintesis yakni senyawa yang dibuat di laboratorium. Senyawa-senyawa


karbon, memiliki peranan penting dalam seluruh organism hidup dalam kehidupan
sehari-hari.Kini telah dikenal lebih dari dua juta senyawa karbon atau senyawa
organic dibandingkan dengan 100.000 senyawa organik. Sifat khas dari senyawa
organik adalah memiliki kemampuan berikatan dengan atom-atom umum
lainnya.Atom karbon dalam senyawa karbon dapat membentuk rantai panjang,
cincin, dan susunan lain yang lebih rumit. Senyawa karbon dapat terbentuk dari
molekul-molekul besar seperti polistirena.Berawal dari penjelasan pada
pendahuluan terutama latar belakang

telah digambarkan mengenai senyawa

organik dan senyawa an-organik maka di sini dapat ditunjukkan perbedaanperbedaannya.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Senyawa Organik
Tidak tahan panas
Semuanya berkatan kovalen
Sebagian besar tidak dalam air
Reaksinya lambat
Memiliki rantai yang panjang
Mempunyai isomer
Jika dibakar menghasilkan arang

Senyawa An-organik
1. Tidak panas ( terurai pada suhu
2.
3.
4.
5.
6.
7.

tinggi )
Dapat diberikan ion ( kovalen )
Sebagian besar larut dalam air
Reaksinya relative cepat
Tidak memiliki rantai yang panjang
Tidak memiliki isomer
Jika dibakar tidak menghasilkan arang

Senyawa-senyawa organik sintesis biasanya terdiri dari penggabungan kepingan


kecil dan sederhana menjadi molekul besar yang kompleks. Ikatan kimia
dipecahkan melalui reaksi-reaksi kimia.
3.2 Ikatan dan Isomer
Atom mengandung inti ( nucleus ) yang kecil dan padat dikelilingi oleh
electron-elektron inti bermuatan positif, dan terdiri dari proton (+) dan neutron
( -). Nomor atom suatu unsur: jumlah proton dalam inti / jumlah neutron bobot
atom jumlah proton dan neutron.

14
Universitas Banten Jaya

Orbital adalah electron-elektron terpusat pada daerah tertentu yang dikelilingi inti.
Pada dasarnya bahwa sebelum mengetahui tentang ikatan asam unsur-unsur yang
bergabung untuk membentuk ikatan kimia maka yang perlu diketahui adalah
mengenai unsur-unsur kulit elektron.

Susunan Elektron Dalam Kulit Atom


Nomor

Jumlah Orbital Setiap Kulit

kulit
1
2
3

1
1
1

0
3
3

0
0
5

Jumlah Elektron Jika Kulit Terisi


Penuh
2
8
18

Susunan elektron dari 18 unsur pertama adalah:


Unsur- unsur : Hidrogen,Herlium, Litium, Berilium, Boron, Karbon, Nitrogen,
Oksigen, Fluor, Neon, Natrium, Magnesium, Aluminium, Silikon, Fosfor,
Belerang, Klor, dan Argon.
Elektron valensi dari 18 unsur pertama
Golongan

H
Li.
Na.

8
He :

Be.
Mg.

.B.
.Al.

.C.
.Si.

.N:
.P:

.O:
.S:

.F:
:Cl:

:Ne
:Ar:

3.2.1 Ikatan Ionik dan Kovalen


Ikatan ionik terbentuk melalui pemindahan satu atau lebih electron valensi
dari satu atom ke atom lain. Atom yang menyerahkan electron menjadi bermuatan
positif yaitu kation,sedangkan atom yang menerima electron menjadi bermuatan
15
Universitas Banten Jaya

negative adalah anion.Contoh : Reaksi antara atom natrium dan klor membentuk
natrium klorida (garam dapur). Dengan reaksinya :

Na+

:Cl:-

Na +

.C:

Atom

Atom

Kation

Anion

Natrium

Klor

Natrium

Klor

Atom-atom seperti natrium yang cenderung menyerakan elektronnya dinamakan


elektropositif, sedangkan atom-atom seperti klor yang cenderug menerima
electron dinamakan elektronegatif.
Reaksinya:
H.

H: + Klor

Atom

Molekul

Hidrogen

Hidrogen

3.2.2

Karbon dan Ikatan Kovalen


Atom karbon tidak mempunyai kecenderungan kuat untuk melepaskan

semua elektronnya atau kecenderungan kuat untuk menerima 4 elektron. Karbon


tidak bersifat elektropositif kuat dan elektronegatif kuat melainkan membentuk
ikata kovalen dengan atom lain melalui penggunaan electron bersama.
Misalnya:
Metana yakni karbon bergabung denga empat atom hidogen (masing-masing
memperjuangkan satu empat electron valensi)

16
Universitas Banten Jaya

Karbon tetraklorida

3.2.3

Ikatan tunggal Karbon-karbon


Sifat khas atom karbon yitu memiliki kemampuan yang terbatas untuk
menggunakan bersama elektronnya tidak saja dengan unsur lain tetapi juga
dengan atom karbon lain. Misalnya etana dan heksakloroetana: setiap karbon
terikat dengan tiga atom hitrogen atau tiga atom klor.

Etana:

Heksakloroetana

Kendatipun mereka tidak memiliki satu melainkan dua atom kabon, senyawasenyawa ini mempunyai sifat kimia yang serupa dengan (brturut-turut) metana
dan karbonnetraklorida. Ikatan karbon-karbon (molekulnya: karbon dengan
karbon) Pada etana, seperti halnya dengan ikatan hitrogen pada molekul hitrogen
adalah ikatan kovalen murni yang electron-elektron digunakan bersama dianatara
dua atom karbon yang identik. Sebagaimana halnya dengan molekul hidrogen,
kalor digunakan untuk memecah-mecahkan ikatan karbon menjadi dua bagian
CH3 (dinamakan radikal metal). Radikal aialah bagian dengan elektron bebas
yang jumlahnya ganjil.
klo
2CH3
r
Etana

Radikal
Metil

Jumlah atom karbon yang dapat berikatan hamper tak terbatas dan beberapa
molekul dapat mengandung sederet 100 atau lebih ikatan karbon-karbon.
Kemampuan unsur untuk membentuk rantai sebagai hasil ikatan atom sejenis
dinamakan katensi (catention). Atom karbon tidak hanya berikatan dalam rantai

17
Universitas Banten Jaya

yang lurus melainkan juga membentuk cabang dan melingkar sebagaimana kita
lihat sangat seragam.

3.2.4 Ikatan Kovalen Polar


Sebagaimana telah kita ketahui, ikatan kovalen dapat dibentuk antara atom
sejenis (H-H, C-C) dan atom yang berbeda (C-H, C-CH). Asalkanperbedaan
elektronegativitas atom-atom tidak belaku jauh. Pada kasus terakhir, penggunaan
pasangan elektron tidak akan merata pada kedua atom. Ikatan semacam ini
kadang-kadang dikatakan ikatan kovalen polar, karena atom-atom yang terikat
membawa sedikit muatan negatif dan sedikit muatan positif. (muatan-muatan
pansial).

3.2.5

Ikatan Kovalen Ganda


Untuk memenuhi kulit valensinya dapat menggunakan bersama lebih dari

sepasang elektron. Contohnya karbon dioksida (CO2). Atom karbon mempunyai 4


elektron valensi dan setiap elektron mempunyai enam elektron valensi dengan
strukturnya O=C=O
Dua pasang elektron digunakan bersama antara karbon dan oksida. Setiap atom
oksigen merata mempunyai dua pasang elekron yang tidak melakukan ikatan
bebas atau pasangan-pasangan elektron yang tidak melakukan ikatan bersama.
Selain ikatan tunggal, atom karbon dapat dihubungkan satu sama lain melalui
ikatan ganda dua atau ganda tiga. Jadi ada tiga hydrogen yang mempunyai dua
atom karbon dalam satu molekul etana dan asetilena.

18
Universitas Banten Jaya

H-C=C-H
Asetilena

Etana

Diantara contoh-contoh mempunyai ikatan karbon-karbon tunggal ganda dua dan


ganda tiga.

3.2.6

Valensi
Valensi berarti kekuatan atau kapasitas dan sangat berkaitan dengan

gabungan kekuatan dari satu unsur. Valensi unsur-unsur adalah jumlah ikatan yang
dapat dibuat oleh unsur-unsur yang bersangkutan.
3.2.7

Isometri
Rumus molekul adalah suatu zat yang hanya menyatakan jumlah dan

macam tom yang ada sedangkan rumus struktur menjelaskan bagaimana atom
atom tersusun. misalnya : H2O adalah rumus molekul untuk air. setiap molekul air
tersusun dari dua atom hidogen dan satu atom oksigen.
Rumus sturkturnya H O H
Istilah isomer berasal dari bahasa latin yaitu Isos artinya sama dan metos
artinya bagian. jadi isomer sturktur adalah senyawa senyawa yang mempunyai
rumus molekul sama tetapi berbeda rumus strukturnya.

contoh: untuk rumus C2H6O


rumus strukturnya :

Etil alkohol

dan

Dimetil eter
19

Universitas Banten Jaya

Pada rumus pertama, kedua karbon dihubungkan melalui ikatan kovalen tunggal,
sedangkan pada rumus kedua karbon dihubungkan dengan oksigen. Untuk
mengetahui susunan mana yang merupakan cairan dan mana yang merupakan gas,
yaitu dengan melakukan pengujian kimia sederhana. cairan C2H6O (etil alcohol
atau etanol) bereaksi denagn logam natrium menghasilkan gas hydrogen dan
senyawa baru C2H5O na. sedangkan gas C2H6O (dimetil eter) tidak bereaksi
dengan logam natrium. keduannya merupakan isomer isomer struktur dimana
mempunyai rumus struktur yang sesame tetapi berbeda strukturnya.
3.3.2 Penulisan rumus struktur
Dalam penulisan rumus struktur , untuk mempelajari kimia organik maka
dapat dilakukan dengan beberapa cara misalnya untuk rumus molekul C5H12
a. Rantai lurus (C-C-C-C-C)
Rantai tersebut menggunakan satu valensi bagi setiap karbon yang berada
diujung ke karbon nerikutnya ditengah rantai. karena itu setiap setiap karbon
yang memiliki sisa tiga valensi untuk mengikat hydrogen.
b. Rantai bercabang
Misalkan untuk mengurangi trpanjang dari empat karbon dan dihubungkan.
karbon kelima pada salah satu karbon dibagin tengah seperti:

C-C-C-C
C

Jika ditambahkan ikatan-ikatan lain pada setiap karbon agar memenuhi valensi
empat akan terlihat ada tiga karbon yang mempunyai tiga hidrogen sedangkan
adapula yang mempunyai satu atau dua hidrogen.

20
Universitas Banten Jaya

isopentana atau 2-metil butana

3.3.3

Singkatan rumus struktur


Untuk memudahkan penulisan rumus struktur maka dapat dilakukan
dengan cara disingkat tampa mengurangi arti dari rumus tersebut. misalnya rumus
struktur etil alkohol

menjadi CH3-CH2-OH atau CH3CH2OH


Setiap rumus dengan jelas membedakan etil alkohol dengan dimetil eter yang
dapat ditampilkan dengan salah satu dari dtruktur berikut:
CH3-CH2-CH2-CH2-CH3

Dapat juga disingkat dengan menuliskan dalam satu baris seperti:


CH3-CH2-CH2-CH2-CH3
(CH3)2CHCH2CH3 (CH3)4C
n-pentana
isopentana
neopentana

3.3 Peranan Kimia Organik Dalam Kehidupan Sehari-hari

21
Universitas Banten Jaya

Kimia organik dalam peranannya dalam kehidupan sehari-hari sangatlah


banyak melalui cabang-cabang ilmu yang lain. Hampir sama reaksi dalam jasad
hidup melibatkan zat zat orgsnik dan bahian utama dari jasad hidup yakni
protein, karbohidrat, lipid, (lemak) asam nukleat (DNA, RNA)membrane sel,
enzim, hormone adalah senyawa organik.
Senyawa senyawa organik kita lihat sehari hari adalah bensin, pakaian , mebel
dari kayu. kertas untuk buku buku, obat obatan , bungkusan bungkasan
palastik, film untuk potret, minyak wangi, karpet, dan lain lain. sering juga kita
mendengar berbagai berita seperti polietilen, epoksi, stirofoam. nikosi, lemak
tak jenuh, kolestrol dan bilangan oktan.
Demikian contoh- contoh senyawa organik yang berperan dalam kehidupan sehari
hari bahwa dari senyawa senyawa tersebut sangat memiliki arti dalam
memenuhi kebutuhan manusia dan sebagai bukti nyata bentukan senyawa
senyawa yang ada yang berhasil di produk dari kebudayaan teknologi, sebab
cabang ilmu senyawa organik bukan sekedar cabang ilmu bagi ahli kimia
professional atau dokter, ahli fisika, daokter hewan, apoteker, perawat atau ahli
tanaman salah satunya adalah alkohol dalam kehidupan sehari hari yakni :
- Metanol
Methanol dapat diubah menjadi methanol yang dugunakan untuk membuat
polimer (plastik) sebagai pelarut untuk membuat senyawa organik.
- Etanol
Etanol adalah alkohol biasa yang merupakan alkohol terpenting, pada suhu
kamar etanol berupa zat cair bening, mudah menguap dan berbau khas.
selain itu banyak senyawa organik yakni:
-polialkohol yang terdiri dari 2 seperti:
a. Etil glikol berupa zat cair tak berwarna , kental dan berasa manis,
sebagai gahan antgi beku, pada radiator mobil, sebagai bahan industry
erat sintesis seperti Dacron sebagai pelarut dan bahan pelunak.
b. Gliserol: sebagai pelembab dan pelembut pada lotion dan bahan-bahan
hosmetik juga sebagai pelarut jenis obat obatan.
22
Universitas Banten Jaya

-Eter : kegunaannya sebagai pelarut dan obat bis (anestesi) pada operasi terutama
etil eter
-Aldehid: formaldehid merupakan aldehid yang paling banyak diproduksi dengan
kegunaannya sebagai berikut :
a. untuk membuat formalin yang dugunakan untuk mengawetkan (jangan
pada makanan)
b. untuk membuat berbagai jenis plastik termoset (tidak mudah meleleh
-

pada pemanasan)
Keton

banyak digunakan adalah propanon sebagai pelarut untuk lilin, palstik, sirlak,
juga dapat memproduksi rayon pembersih pewarna kuku.
-

Ester
a. Ester buah buahan
Ester yang berbau sedap digunakan sebagai penyedap atau esen
b. Lilin dari asam karboksilat berantai panjang dengan alkohol berantai
panjang untuk membatik
c. Lemak dan minyak
untuk membuat mentega dan sabun

BAB III
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Mengenai kembali dari latar belakang penulisan sampai pada pembahasan
mengenai Ikatan Kimia Dan Senyawa Organik dalam kehidupan seharihari telah

23
Universitas Banten Jaya

ditunjukkan penulis tentang berbagai kimia organik yang berasal dari senyawa
senyawa yang terdapat di dalam dan juga sintesi dari penelitian laboratorium.
Berasal dari sekian banyak senyawa dan gugusgugus karbon yang ada memiliki
peranan penting dalam kehidupan seharihari tertutama dalam bidang trasportasi,
kesehatan juga dalam bidangbidang lain yang bersangkutan dengan kebutuhan
hidup manusia.
4.2. Saran
Dalam penulisan makalah ini masih sangat membutuhkan banyak
penyempurnaan namun juga sangat bermanfaat dalam mendalami pengetahuan
tentang Ikatan Kimia Dan Senyawa Organik. Dengan demikian penulis dapat
member saran saran sebagai berikut :
-

Bagi pembaca yang menemukan kekurangan kekurangn dalam tulisan ini,

perlu pembenahan denagn mengoleksi banyak sumber demi penyempurnaan


Tidak hanya sekedar pembaca tulisan terapai bila perlu sangat diharapkan
untuk bisa mempelajari dan mendalaminya sebagai pengetahuan yang
penting.

DAFTAR PUSTAKA
Rufaida, Anis Dyah., Wulandari, Erna Tri, dan Waldjinah. 2013. Detik-detik Ujian
Nasional Kimia Tahun Pelajaran 2013/2014. Klaten: Intan Pariwara.
Saidah, Aas, dan Purba, Michael. 2013. Kimia Bidang Keahlian Teknologi dan
Rekayasa. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Syarifudin. 2008. Inti Sari Kimia untuk SMA. Tangerang: Scientific Press.
24
Universitas Banten Jaya

Hark Suminar, 1983. Kimia Organik, Edisi Ke Enam. Penerbit: Erlangga, Jakarta
Kolo, Sefrinus,. 2009. Bahan Ajar Kimia Organik. Universitas Timor.
Kefamenanu.
Lianawati Lucia, 1999. Bimbingan Pemantapan Kimia. Penerbit: CV Yrama
Widya, Bandung

25
Universitas Banten Jaya