Anda di halaman 1dari 16

Clobetasol Propionate 0,05% vs Hydrocortisone 1% for

Alopecia Areata in Children A Randomized Clinical


Trial
Winda Diah Nugraheni
1102011293
Pembimbing:
dr. Hapsari Triandriyani, M.Kes, SpKK
dr. Gayanti Germania, SpKK
dr. Christilla Citra Aryani, SpKK

Pendahuluan

Suatu penyakit autoimun idiopatik menyebabkan kehilangan rambut dan tidak menimbulka

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dan
membandingkan
efektivitas
dan
keamanan
kortikosteroid topikal kelas I (clobetasol propionate
0,05%) vs steroid topikal kelas VII (hydrocortisone 1%)
sebagai pengobatan alopesia areata pada anak-anak.

Metode Penelitian
1. Kriteria Inklusi

Metode Penelitian
Randomized clinical trial: Pasien dipilih secara acak dan dibagi
menjadi dua grup, yaitu kelompok yang mendapat terapi
clobetasol propionat 0,05% dan kelompok yang mendapat
hidrokortison 1%
Pasien, orang tua pasien, ahli dermatologi, dan bagian farmasi
dibutakan atau blinded, yaitu tidak mengetahui kelompok
mana yang diberikan clobetasol atau hidrokortison.
Pasien diinstruksikan untuk menggunakan krim dua kali sehari
pada area kulit kepala yang mengalami kerontokan selama 2
siklus dalam waktu 24 minggu (6 minggu diberi krim, 6
minggu diistirahatkan).

Outcome yang dinilai


1.

Asesmen Klinis
42 anak memenuhi persyaratan penelitian ini, namun hanya 41 anak yang
mengikuti hingga akhir (1 orang menghilang saat kunjungan minggu ke-6).
21 pasien memiliki riwayat alopesia areata sebelumnya, 2 pasien memiliki
riwayat penyakit autoimun (hipotiroid), 10 pasien memiliki riwayat keluarga
dengan penyakit tiroid, 7 pasien memiliki riwayat keluarga diabetes mellitus,
dan 4 pasien memiliki riwayat keluarga dengan penyakit autoimun (2 vitiligo,
1 reumatoid arthritis, dan 1 idiopatik trombositopenia purpura).
20 anak masuk dalam kelompok intervensi clobetasol dan 21 dalam
kelompok hidrokortison. Semua pasien akan di follow up secara berkelanjutan
pada minggu ke-6, 12, 18, dan 24.

Hasil (Primary Outcome)


Kelompok clobetasol memiliki penurunan yang
signifikan pada area permukaan kulit kepala yang
mengalami kerontokan rambut dibandingkan dengan
kelompok hidrokortison (P < 0,001) (Tabel 2.)

Secondary Outcome
1. Presentasi penurunan area kerontokan rambut pada
permukaan kulit kepala dalam waktu 24 minggu
dibandingkan dengan baseline, jauh lebih baik pada
kelompok clobetasol (96,5%) dibandingkan dengan
kelompok hidrokortison (4,6%) (P=0,002) (Tabel 3).
2. Tujuh belas dari 20 anak pada kelompok clobetasol
menghasilkan penurunan > 50% pada daerah permukaan
kulit kepala yang mengalami kebotakan dibandingkan
dengan 7 dari 21 anak pada kelompok hidrokortidon dalam
waktu 24 minggu.

3. Efek samping
Tidak ada pasien yang mengeluh adanya sensasi seperti
tersengat atau terbakar saat penggunaan krim
Kadar kortisol dalam urin yang abnormal ditemukan pada 2 dari
17 pasien dalam kelompok hidrokortison vs 7 dari 16 pasien
dalam kelompok clobetasol (P=0,04), yang diduga merupakan
akibat dari pengobatan steroid sebelumnya (sebelum dilakukan
intervensi).
Pada akhir penelitian, tidak ada perbedaan jumlah pasien yang
kadar kortisolnya abnormal, 2 dari 2 pasien dalam kelompok
hidrokortison dan 6 dari 7 pasien dalam kelompok clobetasol yang
memiliki kadar kortisol abnormal pada saat baseline, kembali
normal saat akhir penelitian

Diskusi

Diskusi

Kesimpulan
Meskipun terdapat beberapa keterbatasan, penelitian
ini menunjukan bukti yang kuat bahwa penggunaan
steroid topikal dengan potensi kuat atau super poten
efektif dan aman sebagai terapi lini pertama pada
anak dengan alopesia areata fokal.