Anda di halaman 1dari 28

Dr.

Marselus Merung, SpB (K) Onk


Bagian Bedah Onkologi FK UNSRAT Manado
RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Malalayang

Mengabsorbsi air dan elektrolit

Definisi
Tumor adalah massa yang tidak normal
akibat proliferasi sel-sel yang beradaptasi
tanpa memiliki keuntungan dan tujuan

Insidens karsinoma kolon di Indonesia cukup


tinggi, demikian pula angka kematiannya.
Sekitar 75% ditemukan di rektosigmoid.
Di negara Barat, perbandingan insidens
lelaki dan wanita 3:1.
Kurang dari 50% karsinoma kolon dan
rektum ditemukan di rektosigmoid, dan
merupakan penyakit usia lanjut.
Pemeriksaan colok dubur merupakan
penentu karsinoma rektum.(5)

Dukes

Dalamnya Infiltrasi

Prognosis Hidup
Setelah 5 Tahun

Terbatas di dinding usus

97%

Menembus lapisan muskularis mukosa

80%

Metastasis ke kelenjar limfe


C1

Beberapa

kelenjar

65%

limfe dekat tumor


primer
C2
D

Metastasis jauh

Kelenjar limfe jauh

35%
<5%

Stadium

Kedalaman

Status Kelenjar

Metastasis Jauh

Getah Bening
I

T1, T2

N0

M0

II

T3,sT4

N0

M0

III

Setiap T

IV

Setiap T

Setiap N (kecuali
N0)
Setiap N

M0
M1

Keterangan TNM:

Tumor Primer (T)


Tis : Karsinoma In situ : intra epitel atau invasi dari lamina propia (intra mucosal)
T1 : Tumor yang menyerang sub mukosa
T2 : Tumor yang menyerang lapisan otot
T3 : Tumor yang menyerang mulai lapisan otot sampai sub serosa atau sampai sekitar kolon non
peritoneum
T4 : Tumor secara langsung menyerang organ-organ lain/jaringan-jaringan lain dan perforasi sampai
peritoneum visceral
N (node), kelenjar getah bening regional
N0 : Tidak ada metastasis kelenjar limfonodi regional
N1 : Metastasis 1-3 kelenjar limfonodi regional
N2 : Metastasis 4 atau lebih kelenjar limfonodi regional
Metastasis Jauh (M)
M0 : Tidak ada metastasis jauh
M1 : Metastasis jauh

Faktor yang menentukan gejala


Kolon kanan
Tipe tumor

Polipoid

Diameter

Lebar

Isi viskus

Setengah cair

Fungsi utama Absorpsi

Kolon kiri
Skirus,
ulceratif
Sempit
Setengah
padat
Penyimpanan

Rektum
Ulseratif
Lebar
Padat
Defekasi

Kolon kanan

Kolon kiri

Rektum

Obstruksi

Jarang

Hampir selalu

Tidak jarang

Feses

Normal atau diare

Normal

Perubahan bentuk

Defekasi

Diare

Darah pada feses


Nyeri
Anemia

atau

diare Konstipasi

berkala

progresif

Occult blood

Occult

Ulu

hati

dan

di

makroskopik

atas umbilicus

Perut bawah

Hampir selalu

Lambat

Tenesmus
Makroskopik
atau

Perut

bawah,

Panggul

dalam,

dasar

panggul,

daerah anus
Lambat

1.
2.

Biopsi
Barium enema
Kelebihan:
sensitifitasnya mencapai 90% dalam mendeteksi polip yang
berukuran >1 cm.
Risiko perforasi dengan menggunakan barium enema sangat
rendah, yaitu sebesar 0,02 %.
tidak membutuhkan sedasi
Kekurangan:
Lesi direktosigmoid dengan divertikulosis dan sekum, akurasi
rendah
Akurasinya rendah untuk lesi dengan tipe datar
Untuk Poiip dengan ukuran < 1 cm.
Sensitivitasnya hanya 70-95

Indikasi: Colitis, Diverticulum, Neoplasma,


Polip,
Volvulus, Invaginasi, Atresia,
stenosis
Kontraindikasi: Perforasi, Obstruksi, diare
3. Kolonoskopi
Kolonoskopi merupakan cara yang paling akurat untuk
dapat menunjukkan polip dengan ukuran kurang dari 1 cm
dan keakuratan dari pemeriksaan kolonoskopi sebesar 94%,
lebih baik daripada barium enema yang keakuratannya
hanya sebesar 67%.
Kolonoskopi juga dapat digunakan untuk biopsi, polipektomi
Kolonoskopi merupakan prosedur yang sangat aman dimana
komplikasi utama (perdarahan, komplikasi anestesi dan
perforasi) hanya muncul kurang dari 0,2%
4. CT scan dan MRI
Untuk mengetahui metastase
5. Chest X ray
Untuk mengetahui metastase
6. Laboraturium
Hb, Leukosit, LED

Barium Enema / Colon in loop

Prognosis tergantung dari ada tidaknya


metastasis jauh, yaitu k1asifikasi tumor dan
tingkat keganasan sel tumor.
Tumor yang terbatas pada dinding usus
tanpa penyebaran, angka kelangsungan
hidup lima tahun adalah 80%
menembus dinding tanpa penyebaran 75%
dengan penyebaran kelenjar 32% dengan
metastasis jauh 1%
Bila disertai diferensiasi sel tumor buruk,
prognosisnya sangat buruk.