Anda di halaman 1dari 8

AKTIVITAS PENAMBANGAN BATUBARA DI

PT. BUKIT ASAM (Persero) Tbk.


TANJUNG ENIM

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Permohonan Kerja Praktek

Oleh
Aris Pratama
Denny Ramadi Halim
Horasman Parsaulian

(03121402010)
(03121402064)
(03121402068)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2015

IDENTITAS DAN PENGESAHAN USULAN


KERJA PRAKTEK

Judul
1.

2.
3.

: Aktivitas Penambangan Batubara di PT. Bukit


Asam (Persero) Tbk, Tanjung Enim
a. Pengusul
:
Nama / NIM
: Aris Pratama
(03121402010)
Denny Ramadi Halim
(03121402064)
Horasman Parsaulian
(03121402068)
b. Institusi
: Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya
Tempat
: PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, Tanjung Enim
Waktu: 27 Juli 2015 27 Agustus 2015
Palembang,

Mei 2015

Pemohon 1,

Pemohon 2,

Aris Pratama
NIM. 03121402010

Denny Ramadi Halim


NIM. 03121402064

Pembimbing Proposal,

Pemohon 3,

Ir. H. Maulana Yusuf, MS, MT


NIP. 195909251988111001

Horasman Parsaulian
NIM. 03121402068

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Sriwijaya,

Hj. RR. Harminuke Eko Handayani, ST, MT


NIP. 196902091997032001

A. JUDUL :
Aktivitas Penambangan Batubara di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, Tanjung
Enim.
B. BIDANG ILMU :
Teknik Pertambangan
C. LATAR BELAKANG
Potensi batubara di Indonesia yang begitu besar menjanjikan untuk terus
dikembangkan. Tingginya cadangan batubara memungkinkan pemanfaatannya
untuk dijadikan energi listrik menggantikan minyak bumi. Berdasarkan data
Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
dengan New Energy and Industrial Technology Development (NEDO),
cadangan batubara yang terdapat di Indonesia dan bisa ditambang mencapai 9
miliar ton atau 1,2 persen dari keseluruhan total cadangan batubara di dunia.
Selain batubara, potensi sumber daya mineral di Indonesia sangat besar dan
belum banyak digarap investor. Kendala yang muncul adalah ketidakpastian
perundang-undangan, ketidaksepahaman

antara

pemerintah

pusat

dan

pemerintah daerah, dan tumpang tindih pemanfaatan lahan dengan kehutanan.


Di Indonesia banyak tersebar endapan batubara yang memiliki kualitas
tinggi, salah satunya di Provinsi Sumatera Selatan tepatnya di wilayah
Tanjung Enim, yang memiliki cadangan batubara yang cukup besar, ekonomis
dan siap untuk ditambang yang dikelola oleh PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.
Sistem penambangan yang digunakan adalah tambang terbuka dengan
metode kombinasi dan continuous mining. Metode kombinasi antara alat gali
muat backhoe dan alat angkut dump truck, sedangkan metode continous
mining menggunakan Bucket Wheel Excavator (BWE) dan conveyor yang
merupakan suatu sistem penambangan yang terus-menerus
Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor
penambangan, aktivitas penambangan merupakan hal yang sangat penting
untuk menentukan tercapainya target produksi perusahaan tersebut. Di sisi
yang lain, ketatnya peraturan pemerintah tentang aktivitas penambangan yang

harus menerapkan sistem penambangan yang tepat (Good Mining Practice),


menyebabkan setiap perusahaan kontraktor dalam menjalankan aktivitas
penambangannya harus mempertimbangkan aspek-aspek yang ada, seperti
lingkungan, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, kami memilih Aktivitas
Penambangan Batubara di PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, Tanjung Enim
sebagai judul dari laporan kerja praktek kami.
D. DASAR PEMIKIRAN
Kegiatan Kerja Praktek ini diselenggarakan berdasarkan :
1. Adanya kesenjangan antara pengetahuan teori yang dipelajari saat kuliah
dengan prakteknya di lapangan, baik itu merupakan persoalan-persoalan
industri, masyarakat, maupun keahlian yang terus berkembang.
2. Program link and match antara dunia industri dengan perguruan tinggi.
3. Kurikulum tahun 2014 yang berlaku di Jurusan Teknik Pertambangan
Universitas Sriwijaya yang menjadikan Kerja Praktek sebagai syarat untuk
pengerjaan Tugas Akhir dan kelulusan sarjana.
E. TUJUAN
Adapun tujuan dari Kerja Praktek ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui aktivitas penambangan batubara yang dilakukan oleh PT. Bukit
Asam (Persero) Tbk.
2. Mengetahui sistem kerja alat gali, muat, dan angkut yang digunakan dalam
produksi batubara pada PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.
3. Mengetahui perhitungan produktivitas dan kesesuaian kerja alat gali, muat,
dan angkut pada PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.
F. PERMASALAHAN
Adapun permasalahan yang akan dibahas pada Kerja Praktek ini adalah :
1.

Bagaimana aktivitas penambangan batubara yang dilakukan oleh PT. Bukit


Asam (Persero) Tbk?

2.

Bagaimana sistem kerja alat gali, muat, dan angkut yang digunakan dalam
produksi batubara pada PT. Bukit Asam (Persero) Tbk?

3.

Bagaimana perhitungan produktivitas dan kesesuaian kerja (match factor)


dari alat gali, muat, dan angkut pada PT. Bukit Asam (Persero) Tbk?

G. PEMBATASAN MASALAH
Pembatasan masalah pada Kerja Praktek ini hanya dibatasi pada kegiatan
aktivitas penambangan, baik itu gali, muat ataupun angkut PT. Bukit Asam
(Persero) Tbk. termasuk sistem kerja, perhitungan produktivitas dan kesesuaian
kerja (match factor) alat gali, muat, dan angkut.
H. TINJAUAN PUSTAKA
Untuk memanfaatkan sumberdaya mineral yang ada di bumi dan demi
kesejahteraan manusia, kegiatan pertambangan diyakini sebagai salah satu
kegiatan yang dilakukan manusia setelah kegiatan agrikultur. Setiap material
pada dasarnya memiliki sifat fisik berbeda - beda. Oleh karena itu jenis material
yang terdapat di suatu daerah tertentu dengan sifat fisik tertentu harus
diperhatikan agar tidak terjadi ketidaksesuaian dalam penggunaan alat mekanis.
Satuan operasi penambangan adalah langkah dasar yang digunakan untuk
memproduksi mineral dan endapan bersama dengan langkah tambahan yang
terlibat. Langkah - langkah ini disebut Operasi Produksi, termasuk siklus
produksi dari operasi. Siklus produksi disini bertujuan untuk memperoleh
produksi (output) tertentu dari suatu kegiatan penambangan.
Di dalam dunia pertambangan ada dua metode penambangan yang
digunakan, yaitu tambang permukaan (surface mining) dan tambang dalam atau
tambang bawah tanah (underground mining) (Adisoma,Gatut S. 1998). Tambang
terbuka dilakukan dengan cara pengupasan lapisan tanah penutup untuk
mendapatkan material yang menjadi target produksi. Pada tambang terbuka, para
pekerja berhubungan langsung dengan udara luar, sedangkan tambang dalam
dilakukan dengan membuat jalan masuk menuju material target produksi
sehingga para pekerja tidak berhubungan langsung dengan udara luar.
Adapun siklus produksi tambang terdiri dari Pemuatan (loading),
Pengangkutan (hauling), dan Penimbunan (dumping) (Rochmanhadi, 1988).

Pentingnya proses pemuatan (loading) dapat dilihat dalam siklus produksi


tambang. Pemuatan (loading) merupakan proses pemuatan hasil galian oleh alat
muat (loading equipment) backhoe yang dimuatkan pada alat angkut (hauling
equipment). Ukuran dan tipe dari alat muat yang dipakai harus sesuai dengan
kondisi lapangan dan keadaan alat angkutnya.
Pemilihan metode penambangan didasarkan pada tingkat keekonomisan
tambang tersebut jika berproduksi salah satu metode yang digunakan adalah
Metode kombinasi antara alat gali muat backhoe dan alat angkut dump truck
guna menunjang produksi. Produksi adalah banyaknya material yang dapat
dipindahkan atau digali per satuan waktu. Produktivitas adalah jumlah produksi
per jam. Umumnya pemindahan material dihitung berdasarkan volume (m 3 atau
cuyd), sedangkan pada batubara biasanya produksi dinyatakan dalam ton (Arif,
Irwandy. 1998).
Selain produksi yang harus diperhatikan dalam penambangan yaitu kapasitas
alat. Kapasitas alat merupakan jumlah material yang dapat diisi, dimuat atau
diangkut oleh suatu alat. Pabrik pembuatan alat akan memberikan spesifikasi
unit alat termasuk kapasitas teoritisnya. Kapasitas aktual alat berkaitan erat
dengan faktor pengembangan material atau sering disebut swell factor. Hal ini
disebabkan adanya penambahan volume akibat pemberaian material insitu atau
pengurangan volume akibat pemadatan material loose.
Ada tiga bentuk volume material yang mempengaruhi perhitungan
pemindahannya, yaitu dinyatakan dalam Bank Cubic Meter (BCM), Loose
Cubic Meter (LCM) dan Compacted Cubic Meter (CCM) (Darmansyah. 1998).
Hal ini terjadi karena adanya perbedaan densitas akibat penggalian atau
pemadatan dari material. Faktor penting yang menentukan berat bahan yang
digali dari alat angkut dengan kapasitas angkut dan kapasitas gali per Bank
Cubic Meter (BCM) harus diperhatikan agar mengetahui kesesuaian alat gali dan
angkut (match factor) serta produktivitas alat angkut dan alat muat guna
mendapatkan hasil yang efisien dan efektif.
I. METODOLOGI
Berikut ini adalah metodologi yang akan dilakukan :

1. Pengumpulan data, yang mencakup :


a. Data primer, mencakup pengamatan langsung aktivitas penambangan di
front kerja.
b. Data sekunder, mencakup studi literatur, laporan, dan penelitian
sebelumnya.
2. Penyusunan laporan, melakukan bimbingan secara berkala dan pembuatan
laporan secara sistematis.
J. HASIL YANG DIHARAPKAN
Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan Kerja Praktek ini adalah
diperoleh pengalaman praktek pada operasional dan produksi tambang
batubara di lapangan, khususnya pada PT. Bukit Asam (Persero) Tbk.
K. WAKTU PELAKSANAAN
Sesuai dengan surat permohanan yang kami ajukan, kami bermaksud
melaksanakan Kerja Praktek pada tanggal 27 Juli 2015 27 Agustus 2015
dengan perincian kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
No
1
2
3
4

Kegiatan

Minggu ke2
3

Orientasi Lapangan
Pengamatan Lapangan
Pengumpulan Data Lapangan
Penyusunan Laporan

L. PENUTUP
Demikianlah proposal ini kami buat sebagai bahan pertimbangan bagi
Bapak agar dapat menerima kami untuk melaksanakan Kerja Praktek di PT.
Bukit Asam (Persero) Tbk. Dan untuk selanjutnya kami mohon bimbingan dan
arahan dari Bapak dalam pelaksanaannya nanti.

M. DAFTAR PUSTAKA
Darmansyah, N. (1998). Pemindahan Tanah Mekanis dan Alat Berat.
Cetakan I, Universitas Sriwijaya, Palembang.
Hartono, Widi. (2005). Pemindahan Tanah
Pengembangan Pendidikan, Surakarta.

Mekanis.

Lembaga

Rochmanhadi. (1990). AlatAlat Berat dan Penggunaannya. Cetakan III,


Badan Penerbitan Pekerjaan Umum.
Pusdatin ESDM. (2007). Key Indication of Indonesian Energy and Mineral
Resources. (diambil dari situs www.esdm.go.id yang diakses pada 25
09 mei 2015 pukul 13.50 WIB).