Anda di halaman 1dari 17

BIOKIMIA

KOLESTEROL

Di Susun Oleh :

Nama

: Maulina Eka Wardini

Nim

: 14.1371.603.03

DIII ANALIS KESEHATAN


STIKES WIYATA HUSADA
SAMARINDA
2015
Kolesterol

Kolesterol adalah komponen lemak yang terdapat pada pembuluh darah semua bintang
dan juga manusia. Kolestrol sebenarnya berguna sebagai sumber energi, membentuk
dinding sel-sel dalam tubuh, dan sebagai bahan dasar pembentukkan hormon-hormon
steroid.
Kolesterol memang dibutuhkan tubuh, namun dapat membentuk endapan pada dinding
pembuluh darah. Sebagai kolesterol baik, HDL berfungsi mengambil kolesterol jahat
serta fosolipida dari darah dan menyerahkan pada lipoprotein lain untuk diangkut kembali
ke hati. Kemudian lemak akan diedarkan kembali atau dikeluarkan dari tubuh. Inilah
mengapa, kadar HDL tinggi justru dianggap baik.
Di hati, reseptor LDL mengatur kolestrol darah. Jika LDL meningkat, sel-sel perusak
menumpuk di dinding sel pembuluh darah dan membentuk plak, yang memperkecil
diameter pembuluh darah. Plak yang bercampur dengan protein akan ditutupi oleh sel-sel
otot dan kalsium dan dalam jangka waktu bertahun-tahun bisa terjadi artherosclerosis
(pengerasan dan penyempitan pembuluh darah). Akibatnya suplai oksigen dan nutrisi ke
seluruh tubuh terhambat. Jika dibiarkan dapat mengakibatkan gangguan jantung, stroke,
dan gangguan lain.
Kolestrol dalam darah manusia terbagi menjadi dua jenis yakni kolestrol LDL (kolestrol
jahat) dan HDL (kolestrol baik). LDL apabila terlalu tinggi dan tidak seimbang dengan
kolestrol baik HDL dapat menyebabkan penempelan di dinding pembuluh darah.
Kolestrol yang berlebihan bisa menempel di dinding pembuluh darah sehingga pembuluh
darah menyempit dan aliran darah tidak lancar. Inilah mengapa, kolestrol menjadi salah
satu faktor resiko penyakit jantung.
Dulu kolestrol tinggi atau hiperkolesterolemia bisa terjadi pada usia 50 tahun ke atas.
Namun sekarang, penelitian tahun 2004 di Indonesia menunjukkan bahwa 9,3%
hiperkolesterolmia terjadi di usia muda yakni 25-34 tahun. Tidak mengherankan, National
Heart, Lung and Blood Institute di Amarika Serikat menganjurkan untuk rutin memeriksa
resiko terhadap penyakit jantung.
Seberapa sering kita perlu memeriksa kadar kolesterol? Berbeda untuk tiap orang.
Sesuai dengan kondisinya. Di usia dewasa (20 tahun), disarankan untuk melakukan
pemeriksaan kolesterol LDL, HDL, dan total kolestrol, serta dikombinasi dengan tes
trigliserida. Ini sering disebut tes profil lipid (lemak).
Jumlah

kolesterol

yang

berlebihan

dalam

tubuh

juga

akan

mengkibatakan

hiperkolesterolmia. Biasanya disebabkan oleh obesitas, alkoholisme, gangguan ginjal,

gangguan hati, diabetes, diuretik, kortikosteroid, dan penyakit tiroid. Disamping itu,
kolestrol tinggi pun mengandung dislipidemia, yaitu lemak dalam darah.
Fungsi Kolesterol
Banyak orang yang meyamaratakan semua kolesterol sebagai jahat. Padahal, ada juga
kolesterol baik. Selain itu didalam jumlah tertentu kolesterol dibutuhkan oleh tubuh,
antara lain untuk mensintesis protein dan lemak. Dengan demikian, kolesterol tetap
dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan metabolisme dan keberadaan organ-organ
tubuh.
Kolesterol adalah lemak yang berguna sebagai bahan penyusun hormon dan bahan
membran atau dinding sel dalam tubuh. Dengan kata lain kolesterol merupakan salah
satu komponen lemak yang terdapat dalam makanan dan tubuh. Sebagian kolesterol
80% dibentuk di organ hati dan sisanya didapat dari berbagai jenis makanan dan
minuman.
Menurut penuturan Dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, SpGK, salah satu dokter dari Rs.
Gading Pluit, beliau menuturkan bahwa kolesterol merupakan substansi seperti lilin yang
berwarna putih. Secara alami kolesterol sudah ada di dalam tubuh kita. Kolesterol dalam
tubuh kita diproduksi di hati atau di usus (2/3nya), sedangkan (1/3) didapat dari makanan.
Kolesterol untuk membangun kompoenen penting dalam pembentukkan asam empedu,
hormon steroid dan vitamin D.
Penyakit Kolestrol
Kadar kolesterol yang tinggi akan menyebabkan penebalan plak di lumen pembuluh
darah, tapi juga mudah memicu kerusakan dinding pembuluh darah. Plak yang
menempel pada dinding pembuluh darah itu berisi lemak dan komponen peradan.
Plak yang semakin menebal pada dinding pembuluh darah akan semakin mempersempit
lumen pembuluh darah. Plak yang berisi kolestrol ini bisa muncul di pembuluh darah
mana saja. Namun yang paling berbahaya ialah jika plat tersebut berada di pembuluh
darah jantung koroner dan pembuluh darah di otak. Sewaktu-waktu, plak ini bisa
menutupi seluruh lumen pembuluh darah. Atau bisa juga plak tersebut pecah (ruptur) dan
pecahnya terbawa oleh aliran darah ke organ lain, misalnya jantung.
Jika ia terbawa hingga ke pembuluh darah jantung, maka dapat dibayangkan apa yang
terjadi pada jantung tersebut. Pecahan plak akan langsung menyumbat aliran darah dan

akhirnya jantung tidak tidak dapat menerima darah. Kemudian tidak lama otot jantung
akan mati. Kejadian inilah yang disebut sebagai heart attack.
Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah. Di
banyak apotek maupun klinik, sekarang sudah tersedia alat pemeriksaan kolesterol yang
sederhana, cepat dan mudah. Pemeriksaan kolesterol ini menggunakan metode dipstick
yang mengambil sampel darahnya dari pembuluh darah kapiler yang terletak di ujung jari
tanagan. Hanya dengan meletakkan beberapa tetes darah saja, kita segera bisa tahu
berapa kadar kolesterol dalam darah.
Setelah melakukan pemeriksaan awal, ada baiknya jika anda juga melakukan
pemeriksaan kolesterol yang di ambil dari darah vena. Cara ini tentu saja jauh lebih
akurat karena selain kadar kolesterol total, kita juga bisa mengetahui beberapa kadar
HDL (kolesterol baik) dan LDL (kolesterol jahat). Kadar kolesterol total yang diharapkan
adalah tidak lebih dari 200 mg/dl. dengan komposisi LDL < 150 mg dan HDL >50 mg/dl.
Jika ternyata kada kolesterol anda melebihi normal, maka segera konsultasikan ke
dokter. Hal penting yang bisa anda lakukan adalah mengubah pola makan sehari-hari.
Pernakah kita berfikir bahwa kolestrol tinggi hanya menghinggapi mereka yang gemuk
saja? Ternyata tidak anggapan ini salah. Sebab kolesterol bukan hanya berasal dari
makanan yang kita konsumsi sehari-hari, namun sebgaian besar kolesterol dihasilkan
dalam tubuh kita sendiri. Bahwa 80% kolesterol dihasilkan oleh hati. Jadi jangan lagi
beranggapan bahwa orang yang kurus tidak bisa terkena penyakit kolestrol. Apalagi jika
pola makan kita sehari-hari cenderung tidak baik, misalnya kurang makan serat yang
berasal dari sayuran dan buah-buahan.
Sama halnya anggapan bahwa penyakit jantung hanya terjadi pada mereka yang
memiliki berat badan yang berlebihan alias gemuk ini adalah anggapan yang keliru.
Penyakit jantung bisa saja terjadi dengan banyaknya faktor penyebab penyakit jantung,
antara lain adanya kolesterol yang tinggi dalam darah. Dengan menjaga makanan yang
kita konsumsi sehari-hari, kita bisa menjaga kesehatan makanan yang kita konsumsi
sehari-hari, kita bisa menjaga kesehatan tubuh serta membuat jantung kita bisa hidup
lebih lama.

Lipoprotein Kolesterol

Lemak dalam darah berasal dari kolesterol di dalam aliran darah, tubuh membentuk
lipoprotein, lipoprotein yang terkenal adalah kolesterol LDL yang lebih dikenal dengan
kolesterol jahat karena kolesterol LDL tersebut dapat menempel pada dinding pembuluh
darah dan menimbulkan sumbatan yang dikenal dengan proses atherosklerotik.
Lipoprotein adalah partikel bulat yang terdiri dari bagian lemak non-polar terdiri dari
trigliserida dan ester kolesterol terletak di dalam inti dan bagian yang lebih polar seperti
fosfolipid dan kolesterol bebas terletak pada permukaan dari molekul. Selain itu, partikel
lipoprotein juga mengandung satu atau lebih protein spesifik yang terletak pada
permukaan partikel lipoprotein yang disebut apilopoprotein.
Lipoprotein (a) atau Lipoprotein (b) merupakan faktor resiko utama yang tidak tergantung
pada faktor gentik atherosklerosis dan penyakit pembuluh darah jantung. Lp (a) adalah
suatu glikoprotein yang secara struktural sama dengan plasminogen dan merupakan
molekul dasar plasmin, yang tergolong dalam enzim fibronolitik. Lp (a) mempunyai
kemampuan untuk mengikat fibrin dan protein membran dari endotel dan monosit yang
akan menghentikan pengikatan plasminogen dan menghambat pembentukkan plasmin.
Hambatan pembentukkan plasmin ini akan menyebabkan bertumpuknya Lp (a) pada
permukaan fibrin dan membran endotel serta pengendapan kolesterol pada dinding
pembuluh darah yang mengakibatkan terbentuknya plaque ateroma pada pembuluh
darah.
Lp (a) mempunyai kandungan kolesterol yang tinggi sehingga peniongkatan kadar Lp (a)
akan meningkatkan kadar kolesterol pada dinding pembuluh darah dengan akibat plaque
ateroma yang terbentuk semakin besar dan semakin mempersempit lumen pembuluh
darah. Plaque ateroma ini bersifat rapuh menimbulkan perdarahan dalam lumen
pembuluh darah dan mudah lepas mengikuti aliran darah khususnya pada darah dengan
tetesan tekanan darah yang meningkat atau pada saat pembuluh darah mengkerut
karena stres. Plaque ateroma yang rapuh ini terbawa aliran darah dan akan terhenti pada
pembuluh darah yang sempit sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darahyang
disebut trombus yang dikenal dengan penyakit trombosis.
Sehingga jelas makin tinggi kadar Lp (a), makin tinggi kadar kolesterol yang
mengakibatkan makin besar resiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan
menimbulkan banyak gejala seperti stroke bila pembuluh darah otak tersumbat, serangan
jantung bila terjadi sumbatan pembuluh darah pada arteri koronaria yang disebut sebagai
penyakit jantung koroner (PJK).

Secara laboratik dalam keadaan normal, kadar Lp (a) kurang dari 30 mg/dL. Tetapi untuk
mengurangi resiko terjadinya stroke dan PJK sebaiknya Lp (a) dipertahankan kurang dari
20 mg/dL.
Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah pemriksaan kadar
kolesterol total, trigliserida, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan Lp (a).
Cara Kerja Kolesterol
Kolesterol membantu mengangkut lemak yang sudah di olah dari hati ke seluruh tubuh.
Pembuluh darah bertindak sebagai jalan rayanya. Setelah menjalankan fungsi ini,
kolesterol kembali ke hati dan mengulang lagi proses tadi.
Setelah ditelan, lemak atau makanan masuk ke lambung dan kemudian ke usus halus
untuk dicerna dan diserap. Setelah itu, sari-sari makanan dikirim ke hati untuk diproses
dan dikirimkan ke seluruh tubuh. Hati membuat lemak pada VLDL. VLDL ini kemudian
berjalan melalui pembuluh-pembuluh dara, membongkar muatannya (lemak) di seleuruh
tubuh. VLDL yang kosong kemudian menjadi LDL.
Beberapa potongan LDL dapat tersangkut sepanjang dinding pembuluh darah dan
dengan demikian mempersempit pembuluh darah. Peran HDL adalah melepaskan LDL
yang yang tersangkut di dinding-dinding pembuluh darah dan mengirimkannya kembali
ke hati. Potongan LDL itu kemudian di daur ulang menjadi VLDL baru atau dihancurkan
dan dibuang VLDL yang baru akan memulai kembali proses pengiriman.
Ketika seseorang mengonsumsi lemak secara berlebihan, lebih banyak potongan LDL
yang tersangkut di sepanjang dinding pembuluh darah, jika tidak ada cakupan HDL untuk
melepaskannya. Pembuluh darah kemudian akan tersumba, menyebabkan jantung
memiliki lebih banyak kolesterol LDL dan lebih sedikit HDL di dalam tubuh.
Tanda Kolesterol Tinggi
Penyebab utama kolesterol tinggi adalah makanan, obesitas dan kurang olahraga.
Penyebab lainnya adalah diet tinggi lemak jenuh. Kolesterol dan kalori berlebihan, sirosis,
diabetes, penurunan fungsi kelenjar tiroid hiperaktivitas kelenjar pituitari, gagal ginjal,
penyalahgunaan alkohol secara akut, pemakaian obat-obatan tertentu, dan faktor
keturunan. Tanda kolesterol tinggi adalah timbul nodul lemak pada kulit (xanthoma) yang
merupakan deposit dari penumpukkan kolesterol. Atau muncul xanthelasma, yaitu
adanya penumpukkan kolesterol pada kelopak mata.

Tanda kolesterol tinggi yang dapat mengakibatkan radang pankreas dan pembesaran hati
atau limpa sehingga menimbulkan nyeri perut, hiperkolesterolemia yang di sebabkan oleh
faktor keturunan, terdapat riwayat penyempit darah dalam keluarga atau adanya nyeri
pada dada (angina) yang kemungkinan merupakan gejala dari penyakit jantung koroner.
Penyebab utama dari tanda kolesterol tinggi adalah kebiasaan makan yang kurang baik.
Misalnya, bila makanan mengandung terlalu banyak lemak (jenuh) serta protein dan
terlalu sedikit serat gizi. Makanan orang jepang misalnya, mengandung lebih banyak
minyak tak jenuh (dalam ikan) dan jauh lebih sedikit lemak jenuh serta protein.
Kenyataannya adalah bahwa kadar kreolesterolnya rata-rata lebih rendah dari pada
orang Eropa Barat sedangkan PJP jarang terjadi.
Kolsterol dalam makanan semula di anggap sangat penting, tetapi sejak beberapa tahun
ternyata bahwa efek terhadap peningkataan kolesterol darah hanya dibandingkan
dengan efek lemak jenuh, hanya +/- 20%. Pengaruh ringan dari pantang makan
kolesterol disebabkan bagian terbesar dari kolesterol darah (+/-) berasal dari sintesis di
hati. Bagaimana cara lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol secara ilmiah belum
dapat dijelaskan, kemungkinan lemak jenuh memperbesar penyerapan kembali kolesterol
yang dikeluarkan dengan empedu. Berdasarkan pengetahuan ini ahli-ahli gizi kini telah
melunakkan nasihatnya mengenai pembatasan makan telur dan makanan lain yang
mengandung kolesterol.
Penyakit Kolesterol Dalam darah
Kata kolesterol mungkin tidak asing lagi di telinga anda. Bahkan, kata ini menajadi
momok kebanyakan orang karena terbayang penyakit seram yang mengikutinya.
Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang ada di tubuh. Senyawa ini sering
dikaitkan dengan pola makan tinggi lemak. Sebenarnya jika di telaah lebih lanjut,
kolesterol merupakan zat gizi yang diperlukan

tubuh. Berikut ini sejumlah manfaat

kolesterol.
-Penyumbatan energi yang lebih tinggi dari pada protein
-Pembungkusan jaringan saraf
-Pelapis selaput sel
-Bahan dasar pembentukkan hormon-hormon streoid
-Pembuat garam empedu yang tinggi untuk mencerna lemak
-Pelarut vitamin A, D, E dan K
-Berperan dalam membantu perkembangan jaringan otak anak
Namun, kolesterol berubah menjadi jahat jika kadar dalam tubuh melebihi batas normal.
Kelebihan kolesterol akan disimpan dan menempel di dinding pembuluh darah hingga

menimbulkan pengapuran (arteriosklerosis). Ia bagaikan karat yang kian menebal dalam


alur pipa.
Kolesterol melekat lapis demi lapis, perlahan-lahantanpa disadari penderitanya.
Akibatnya, aliran yang melewati pemuluh darah menjadi tidak lancar. Oksigen yang
dibawa darah untuk mensuplai jantung dan otak otomatis menjadi lebih sedikit. Ada
ketidakseimbangan antara oksigen supply dan oksigen demand. Inilah cikal-bakal
terjadinya penyakit jantung koroner.
Penyakit Kolesterol dan Pencegahannya
Penyakit kolesterol merupakan penyakit yang harus diwaspadai, penyakit kolesterol
membawa dampak negatif bagi tubuh dan merupakan salah satu penyakit yang
membawa penyakit lainnya mudah timbul, seperti penyakit komplikasi seperti jantung
koroner, penyakit hipertensi, gangguan fungsi hati, obesitas, diabetes, dan penyakit
lainnya yang berpeluang pada tubuh karena kolesterol tinggi.
Namun pada penyakit kolesterol dapat dicegah sendini mungkin, dengan cara mengatur
pola hidup, mengurangi sumber makanan yang mengandung lemak jenuh.
Berikut ini ada bebeini mungkin, dengan cara mengatur pola hidup, mengurangi sumber
makanan yang mengandung lemak jenuh.
Berikut ini ada beberapa tips menarik untuk mencegah peningkatan kadar kolesterol
dalam tubuh, diantareanya adalah :
1. Pilih makanan mengandung lemak yang sehat. Jangan mengonsumsi lebih dari 10%
dari kadar lemak harian dari lemak yang mengalami saturasi. Hindari jenis lemak
trans. Jenis lemak yang sehat di dapat dari minyak zaitun, kacang, dan minyak
kanola. Almon dan walnut juga merupakan sumber lemak sehat.
2. Batasi kadar kolesterol. Maksimal asupan kolesterol adalah 300 mg sehari. Pada
penderita jantung, jumlahnya tidak lebih dari 200 mg. Sumber kolesterol adalah
daging, kuning telur, dan produk susu. Hindari makan otak, hati, usus, ginjal dan
babat. Hindari juga makan kue-kue yang dibuat dari susu, kuning telur, dan mentega.
3. Pilih makanan yang mengandung serat misalnya buah dan sayuran. Serat dapat
membantu menurunkan kadar kolesterol.
4. Konsumsi ikan. Beberapa jenis ikan baik untuk kesehatan. Ikan tuna, ikan kod atau
halibut merupakan pilihan sehat untuk menghindari kolesterol. Jenis ikan salmon,
makarel, dan herring memiliki kadar asam lemak omega 3 yang dapat membantu
mempertahankan kesehatan jantung.

5. Hindari alkohol dan rokok. Alkohol dapat meningkatkan kadar kolesterol, sedangkan
merokok dapat mengakibatkan aterosklerosis yang berujung pada serangan jantung
dan stroke
6. Lakukan olahraga atau kegiatan untuk tubuh karena dapat memperbaiki kadar
kolesterol. Lakukan setidaknya 30 menit atau jika mungkin 1 jam dalam sehari,
misalnya menggunakan sepeda statis, berjalan cepat, atau gerakan lainnya.
Dislipidemis Kelainan Kolesterol
Dislipidemis kelainan kolesterol adalah kelaianan metabolisme lipid yang ditandai dengan
peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama
adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) dan
trigliserida serta penurunan kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Peningkatan
kada kolesterol, terutama LDL atau trigliserida darah perlu mendapatkan perhatian
karena merupakan predisposisi terhadap terjadinya aterosklerosis atau penyakit jantung
koroner. HDL mempunyai pengaruh sebaliknya, peningkatan kadar HDL plasma
menurunkan resiko terhadap penyakit jantung koroner. Rendahnya HDL dihubungkan
dengan hipertrigliseridemia.
Pengobatan dislipidemia kelianan kolesterol berdasarkan asumsinya bahwa normalisasi
nilai lipid darah mengurangi resiko terhadap aterogenesis dan penyakit kardiovaskular.
Kolesterol terutama disintetis di dalam hati dari hasil metabolisme karbohidrat, lemak,
dan protein. Penyebab utama peningkatan kolesterol dalam darah adalah faktor
keturunan dan asupan lemak tinggi. Asupan lemak total berhubungan dengan
kegemukan, yang merupakan faktor resiko utama untuk terserang aterosklerosis.
Pengaruh lemak makanan pada penyakit jantung koroner berhubungan dengan pengaruh
komponen asam lemak dan kolesterol terhadap kolesterol darah, terutama kolesterol
LDL. Asam lemak tidak jenuh ganda dan asam lemak tidak jenuh tunggal, serat larut air,
karbohidrat kompleks, dan diet vagitarian mempunyai pengaruh baik terhadap kadar lipid
darah, sedangkan asam lemak jenuh, kolesterol dan kegemukan mempunyai pengaruh
kurang baik terhadap kadar lipid darah yang berkaitan dengan resiko penyakit jantung
koroner. Pilar utama pengeliatan dislipidemia adalah upaya nonfarmakologis yang
meliputi modifikasi diet, latihan jasmani dan pengelolaan berat badan.
Trigliserida pada dislipidemia kelainan kolesterol dalam tubuh berasal dari melak
makanan atau dari hasil perubahan unsur-unsur energy yang berlebihan di dalam bentuk
tubuh. Trigliserida diangkut oleh Vert Low Density Lipoprotein (VLDL) atau kilomikron ke
jaringan tubuh sebagai sumber energy atau ke jaringan lemak untuk disimpan. Penyebab
utama peningkatan trigliserida darah adalah faktor genetic, kegemukan, alkohol, hormone

estrogen, obat-obatan, diabetes melitus tidak terkontrol, penyakit ginjal kronik, penyakit
hati serta asupan karbohidrat sederhana berlebihan.
Sebenarnya kolesterol adalah bagian dari lemak yang disebut lipid plasma. Bersamasama dengan trigliserida, fosfolipid dan asam lemak bebas, kolesterol merupakan unsur
utama dari lipid plasma. Fungsi kolesterol adalah untuk mengsintesis (membuat)
membrane sel, mengubah fluiditas sel dan mengsintesis

(membuat) membrane sel,

mengubah fluiditas sel dan mengsintesis hormonsteroid dan asam empedu. Sedangkan
trigliserida adalah sumber energy utama dalam tubuh manusia.
Zat-zat diatas (lipid plasma) tidak bisa larut dalam cairan plasma darah, yang artinya jika
ada zat lain zat-zat tersebut tidak bisa sampai pada tempat kerjanya sel-sel tumbuh. Agar
bisa larut, zat-zat ini dimodifkasi menjadi lipoprotein (bergabung dengan protein) yang
bersifat larut dalam air. Lipoprotein mempunyai pekerjaan mengangkut lipid (dari tempat
sintesisnya) menuju tempat penggunaanya.
Penyakit Kolesterol tinggi
Kolesterol yang merupakan metabolisme yang mengandung lemak steroid atau yang
dalam bahasa inggrisnya disebut dengan waxy steroid yang umumnya ditemukan pada
suatu membran sel dan di edarkan dalam plasma darah. Kolesterol merupakan sejenis
atau spesies dengan lipid yang merupakan bagian dari molekul lemak atau yang hampir
menyerupainya.
Kolesterol yang merupakan sejenis lipid yang disebut dengan steroid. Steroid adalah lipid
yang mempunyai struktur atau susunan kimia khusus yang terdiri dari 4 cincin atom
karbon. Adapula susunan steroid lainnya seperti kortisol, estrogen dan terstosteron.
Hampir semua hormon steroid ini terbuat dari perubahan suusnan dasar kimia kolesterol.
Seseorang

yang

menderita

kolesterol

tinggi

dalam

darah

disebut

dengan

hiperkolesterolemia. Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah ini yang kemudian
dijadikan sebagai acuan atau pemicu utama dari datangnya penyakit lain yang
berkontribusi dengan kolesterol. Penyebab timbulnya penyakit kolesterol disebabkan oleh
makan yang tidak sehat dan seimbang lebih banyak mengonsumsi makanan yang
mengandung lemak jenuh.
Namun tak selamanya kolesterol itu tidak bermanfaat bagi tubuh manusia, karena
kolesterol sebenarnya memiliki fungsi sebagai sumber energi, membentuk dinding selsel dalam tubuh, sebagai bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid.

Kolesterol yang membawa dampak buruk bagi tubuh adalah kolesterol jahat atau LDL
yang apabila kadarnya tinggi dibanding kolesterol baik (HDL). Peran dari kolesterol HDL
(kolesterol baik) untuk membantu melarutkan kolesterol jahat dalam tubuh. Kadar
kolesterol terlalu tinggi dapat diturunkan dengan simvastatin.
Berikut ini urutan kadar kolesterol dalam darah manusia, yaitu :
1. Kurang dari 200 mg/dl = tingkat kolesterol yang sangat baik. Apabila kadar LDL, HDL,
dan trigliserida kurang dari 200 mg/dl, maka kita tidak beresiko terkena penyakit
jantung. Walaupun demikian, sebaiknya kita tetap makan yang tidak terlalu berlemak,
rajin berolahraga dan menghindari rokok. Pastikan kita memeriksa kadar kolesterol
kita paling tidak setiap 5 tahun sekali atau menurut rekomendasi dokter.
2. 200-239 mg/dl = tingkat kolesterol yang cukup. Jika kolesterol adalah sekitar 200-239
mg/dl, maka biasanya dokter akan memeriksa kadar LDL, HDL, dan triglyceride.
3. Lebih dari 240 mg/dl = tingkat kolesterol yang beresiko tinggi. Orang yang mempunyai
total kolesterol diatas 240 mg/dl beresiko 2 kali lebih besar terkena serangan jantung.
4. Kadar HDL. Makin besar tinggi HDL, semakin kecil resiko terkena penyakit jantung.
Kadar HDL yang normal untuk pria berkisar antara 40-50 gr/dl, wanita antara 20-60
mg/dl.
5. Kadar LDL. Sebaiknya, semakin sedikit kadar LDL dalam darah, maka semakin kecil
resiko terkena penyakit jantung. Pada umumnya, kadar LDL dalam katagori sebagai
berikut :
a. < 100 mg/dL = sangat baik
b. 100-129 mg/dl = diatas rata-rata
c. 130-159 mg/dl = cukup
d. 160-189 mg/dl = buruk (resiko tinggi)
e. >190 mg/dL = sangat buruk (resiko sangat tinggi)
6. Kadar Trigliserida. Ini adalah sejenis lemak yang terdapat dalam darah dan berbagai
organ tubuh. Meningkatnya kadar trigliserida dalam darah juga dapat meningkatkan
kadar kolesterol. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam darah,
misalnya kegemukan, konsumsi alkohol, gula dan makanan berlemak.
a. < 150 mg/dL = baik
b. 150-199 mg/dL= cukup
c. 200-499 mg/dL = buruk
d. 500 mg/dL = sangat baik
Bagaimana Pemeriksaan Kolesterol itu ?
Pemeriksaan kolesterol dapat dilakukan dengan 2 cara yakni melalui pemeriksaan darah
di laboratorium oleh tenaga medis atau pemeriksaan sendiri dengan alat pemeriksa
kolesterol yang mudah didapatkan di apotek atau toko perlengkapan alat kesehatan.

Meskipun pemeriksaan sendiri dengan alat yang dijual bebas di apotek lebih praktis,
namun, tidak sedikit terjadi ketidakcocokan hasil dengan pemeriksaan yang dilakukan di
laboratorium kesehatan.
Hal ini sering membingungkan pasien. Biasanya, hal tersebut terjadi karena bisa saja
pasien tidak melakukan puasa terlebih dahulu sebelumnya. Pemeriksaan kolesterol di
laboratorium menghasilkan hasil pemeriksaan yang lebih spesifik dan akurat karena
pemeriksaan yang dilakukan terhadap kadar trigliserida, LDL, dan HDL dilakukan secara
terpisah dan juga bersamaan dalam bentuk total kolesterol.
Sedangkan pada alat periksa praktis, hanya menyajikan hasil akhir berupa total
kolesterol. Padahal total kolesterol biasanya terdiri atas 2 faktor penting yaitu LDL dan
HDL yang memiliki fungsi serta pengaruh yang berbeda pada tubuh. Oleh karena itu,
banyak dokter menyarankan pasien untuk memeriksakan kolesterolnya di laboratorium
kesehatan.
Bagaimana Proses Pemeriksaan Kolesterol?
Sebelum melakukan pemeriksaan kolesterol, pasien biasanya dianjurkan untuk puasa
sepanjang malam, kurang lebih 9-12 jam. Tujuannya, agar tidak terjadi kesalahan
pengukuran akibat adanya pengaruh dari lemak yang baru dikonsumsi.
Selain itu, 24 jam sebelum melalukan pemeriksaan kolesterol sebaiknya pasien juga tidak
melakukan aktivitas berat karena kelelahan yang amat sangat dapat berpengaruh pada
hasil pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan, darah akan diambil untuk kemudian diukur
kadar kolesterolnya.
Hasil pemeriksaan akan menyajikan informasi akurat mengenai kadar kolesterol dalam
tubuh seseorang. Hasil pemeriksaan tersebut akan dibandingkan dengan tabel klasifikasi
kadar kolesterol standar dalam dunia kedokteran sehingga kadar kolesterol seseorang
dapat dianalisis berdasarkan tabel tersebut.
Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu dasar diagnosis bagi dokter selain
wawancara yang dilakukan terhadap pasien mengenai riwayat kolesterol tinggi pada
keluarga atau mengenai penyakit-penyakit lain yang pernah diderita pasien.
Bagaimana Mengetahui Hasil Pemeriksaan Kolesterol?

Kolesterol diukur dalam satuan miligram per desiliter darah yang biasa disingkat mg/dL
atau milimol per liter darah yang disingkat mmol/L. Di dalam hasil pemeriksaan yang
diberikan laboratorium atau rumah sakit, biasanya akan disajikan informasi mengenai 4
komponen lemak utama dalam darah yakni total kolesterol, HDL kolesterol, LDL
kolesterol, dan trigliserida. Mari kita lihat masing-masing.
Total Kolesterol
Total kolesterol menunjukkan jumlah antara HDL kolesterol, LDL kolesterol, dan
trigliserida. Jika kadar total kolesterol melebihi 240 mg/dL (6,21 mmol/L), pasien harus
waspada terhadap resiko penyakit jantung.
Dalam melihat hasil pemeriksaan kolesterol, nilai dari masing-masing jenis kolesterol
perlu diperhatikan karena kadar kolesterol yang tinggi tidak otomatis menandakan
adanya bahaya kolesterol karena bisa saja yang tinggi adalah HDL kolesterol (kolesterol
baik) yang justru bermanfaat bagi kesehatan.
HDL Kolesterol
Kadar HDL menunjukkan seberapa besar kolesterol baik yang terdapat dalam darah
karena HDL berperan dalam tubuh untuk membawa kolesterol dalam darah menuju hati
untuk diproses lebih lanjut guna menghindari terjadinya penumpukan kolesterol pada
saluran darah.
Kolesterol HDL
.< 40 mg/dL (1,04 mmol/L)
>60 mg/dL (1,56 mmol/L)

Rendah
Tinggi

Semakin tinggi kadar HDL dalam darah maka akan semakin baik. Jika sebaliknya, maka
patut diwaspadai adanya resiko penyakit jantung.
LDL Kolesterol
Kadar LDL menunjukkan berapa banyak kolesterol yang kurang baik yang terdapat
dalam darah. Bila jumlahnya ditemukan berlebih dalam darah, maka akan menumpuk
pada saluran pembuluh darah dan dapat membahayakan tubuh.

Kolesterol LDL
<100 mg/dL (2,6 mmol/L)
100-129 mg/dL (2,6-3,34 mmol/L)

Optimal
Mendekati optimal

130-159 mg/dL (3,34-4,13 mmol/L)

Batas normal tertinggi

160-189 mg/dL (4,14-4,90 mmol/L)

Tinggi

> 190 mg/dL (4,91 mmol/L)

Sangat tinggi

Semakin tinggi kadar kolesterol LDL dalam tubuh seseorang maka akan semakin tinggi
pula resiko yang dimiliki seseorang terkena penyakit jantung. Bila seseorang memiliki
penyakit jantung dan kolesterol, sebaiknya kolesterol LDL selalu dijaga dalam batas 100
mg/dL.
Trigliserida
Kadar trigliserida dalam darah juga dapat menggambarkan resiko seseorang terhadap
penyakit jantung.
Trigliserida
< 150 mg/dL (1,69 mmol/L)
150-199 mg/dL (1,69-2,25 mmol/L)
200-499 mg/dL (2,26-2,65 mmol/L)
>500 mg/dL (5,64 mmol/L)

Normal
Batas normal tertinggi
Tinggi
Sangat tinggi

Kadar kolesterol berlebih tidak baik bagi kesehatan, kadar kolesterol yang rendah
ternyata tidak selalu berarti baik bagi tubuh. Kadar kolesterol yang rendah dapat menjadi
salah satu petunjuk adanya kelainan dalam tubuh seperti adanya gangguan kekurangan
energi yang berat, radang hati, infeksi hati, gangguan fungsi ginjal.
Karena itu, jika laporan hasil pemeriksaan telah diterima, sebaiknya pasien segera
mendiskusikan

hasil

pemeriksaan

tersebut

dengan

dokter

agar

dokter

dapat

mengevaluasi dan juga memberikan terapi serta pengobatan yang tepat dalam
menangani masalah kolesterol tersebut.
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium pada umumnya melewati tiga tahap pra-analitik, analitik, dan
post analitik. Tahap pra-analitik meliputi perisapan pasien, pengambilan, penampungan,
penyimpanan, dan pengiriman bahan. Hasil pemeriksaan laboratorium khususnya
hematologi banyak diminta para dokter untuk membantu menegakkan diagnois, membuat

diagnosis banding, memantau perjalanan penyakit, menilai beratnya sakit dan


menentukan prognosis.
Penentuan kadar kolesterol dalam pangan sangat dipengaruhi oleh metode yang
digunakan dalam menganalisisnya, baik pada saat ekstraksi maupun saat penentuan
kuantitatifnya. Untuk menghidari ketidaksesuaian data hasil pengukuran yang dapat
menyebabkan adanya keleliruan, maka laboratorium harus memvalidasi metode tidak
baku, metode yang didesain atau dikembangkan di laboratorium, metode baku yang
digunakan di luar lingkup yang dimaksudkan, dan penegasan serta modifikasi dari
metode baku. Validasi metode adalah suatu proses untuk mengkonfirmasi bahwa
prosedur analisis yang dilakukan untuk pengujian tertentu sesuai dengan tujuan yang
diharapkan.

Enzimatik Kolesterol
Penentuan kolesterol dianggap penting karena kolerasi yang erat terhadap terjadinya
koroner penyakit jantung. Metode analisis kolesterol sebelumnya sangat bergantung
pada metode spektroskopi dan gravimetri. Metode yang didasarkan pada enzimatik,
ditambah dengan spektrofometri untuk analisis kolesterol dari darah yang tidak cocok
untuk diaplikasikan pada makanan.
Metode enzimatis kolorimetri, sebelum dilakukan pemeriksaan biasanya penderita
disuruh berpuasa 10 sampai 12 jam sebelumnya. Dengan metode ini trigliserida akan
dihidrolisa secara enzimatis menjadi gliserol dan asam bebas. Dengan lipase khusus
akan membentuk kompleks warna yang dapat diukur kadarnya menggunakan
spektrofotometer.
Kolesterol serum darah secara normal berkisar dari 100-250 mg/100 ml. Rata-rata jumlah
kolesterol dalam serum darah 200 mg/100 ml, pada usia 25 tahun yang lebih lanjut
meningkat secara perlahan dengan meningkatnya usia sampai 40-50 tahun. Wanita pada
umumnya menunjukkan kadar kolesterol yang lebih rendah dari pada pria sampai dicapai
saat

menopause.

Penentuan

kolesterol

total

dapat

dilakukan

dengan

spektrofometer .
Alat Dan Bahan

Alat

Alat-alat yang digunakan dalam pemeriksaan kolesterol adalah sebagai berikut:

alat

1. Lancet steril
2. Kapas
3. Alkohol
4. Holder
5. Torniquet
6. Rak tabung
7. Tabung serum
8. Tabung vacumtainer
9. Sentrifuge
10. Mikropipet
11. Tabung reaksi
12. Spektrofotometer
13. Prestige 1024i (Tokyo Boeki Medical System Ltd, Tachikawa-Shi Tokyo)
Bahan

Bahan yang diguanakan dalam analisis ini adalah ini adalah darah kapiler (whole blood)
dan dara vena serum (serum), dan reagen yang digunakan untuk pemeriksaan kolesterol.
Reagen pereaksi yang digunakan adalah Buffer fosfat (pH 6,5) 100 mmol/L, 4aminophenazone 0,25 mmol/L, peroksidase 5KU/L, kolesterol esterase 150 U/L,
kolesterol oksidase 100 U/L.
Cara Kerja :
1) Persiapan Alat
Reagen dicek dan dicek multi cleaner (NaOH) 1N pada cup didalam pipettor sample,
sampel probe dan reagen dibersihkan dengan alkohol 98%, air kran dihidupkan, alat TMS
1024i di-ON-kan, alat akan siap pakai dalam waktu 15 menit.
2) Pengambilan darah vena
Pengambilan darah vena dilakukan dengan metode tabung vakum, langkah-langkahnya
sebagai berikut :
1.

Pasang tourniquet pada lengan 7,5-10 cm di atas lipat siku atau bagian yang
akan dilakukan tusukan vena (venipuncture), palpasi vena atau pilih vena yang besar
dan tidak mudah bergerak (utamakan bagian tengah) & tidak boleh pada proksimal
tempat infuse, jaringan parut, hematoma atau limfostasis)

2.

Lepaskan tourniquet untuk sementara & bersihkan area vena yang akan ditusuk
dengan kapas alkohol 70% dengan gerakan memutar dari tengah ke tepi, biarkan
selama 30 detik untuk pengeringan alkohol

3.

Pasang kembali tourniquet

4.

Tusukkan jarum ke vena yang telah didesinfeksi dengan posisi lubang jarum
menghadap ke atas dengan sudut 12-30o

5.

Segera lepaskan tourniquet setelah darah mengalir, biarkan pasien membuka


genggaman tangannya

6.

Isi tabung hingga batas yang ditetapkan

7.

Lepaskan tabung dari jarum

8.

Lepaskan jarum dari tepat tusukan vena, segera tekan dengan kapas selama 3-5
menit

9.

Plester bagian venipuncture & lepas setelah 15 menit

10. Lepaskan jarum dari holdernya & buang ke dalam wadah limbah jarum setelah itu,
dilakukan pemeriksaan di laboratorium
3) Pembuatan Serum
Darah vena didiamkan tanpa antikoagulan selama 10 menit

dicentrifuge dengan

kecepatan 3000 rpm selama 5 menit. Serum yang terletak di bagian atas dipisahkan
untuk diperiksa.
4) Analisis Kadar Kolesterol
Sampel serum darah dimasukkan kedalam sampel cup. Kemudian sampel cup tersebut
dimasukkan ke dalam pipettor sampel pada alat Hitachi 902. Program disesuaikan
dengan nomor sampel dan parameter yang akan dikehendaki, Accept. Alat akan
mengontrol sendiri sampel dan reagen pada tumpalnya. Ditunggu beberapa saat, alat
akan bekerja sendiri. Setelah selesai hasil akan tercatat melalui printer.