Anda di halaman 1dari 151

USTEK

SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI


DI KABUPATEN TABANAN

A.
DATA ORGANISASI
PERUSAHAAN

A.1.

DATA ORGANISASI PERUSAHAAN

A.1.1. Latar Berlakang Perusahaan


Sejak didirikan pada tahun 1994, PT. Grand Cipta Consulting telah mampu berpartisipasi dan
berprestasi dalam pembangunan nasional, sehingga menjadi sebuah perusahaan konsultan yang bergerak
dalam bidang kontruksi dan non-konstruksi dengan sederet macam layanan jasa konsultansi yang sarat
pengalaman dengan mengerahkan segala kemampuan dan keahlian secara profesional dalam menangani
setiap pekerjaan di bidangnya, untuk mencari solusi teknik terbaik dengan pendekatan faktor ekonomis
dan efisiensi guna mendukung kelancaran dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan. Pada saat
ini PT. Grand Cipta Consulting mempunyai 45 (empat puluh lima) tenaga organik dari berbagai
disiplin ilmu, dengan pengalaman profesional di bidangnya rata-rata lebih dari 10 (sepuluh) tahun.
Dengan ditunjang oleh peralatan kerja yang memadai, seperti studio, perangkat keras dan perangkat lunak
sesuai dengan kebutuhan, maka peningkatan profesionalitas tenaga ahli diharapkan semakin meningkat.

A.1.2. Data Administrasi Perusahaan


Data data administrasi yang akan kami presentasikan adalah bertujuan untuk memudah
bagi owner yang akan mempercayakan kepada kami untuk melaksanakan pekerjaan.
NAMA PERUSAHAAN

: PT. Grand Cipta Consulting

ALAMAT KANTOR/STUDIO

: JL. Taman Sulfat XV No.02 Malang.

AKTE NOTARIS

: Notaris Darma Sanjata Sudagung, SH


No. 95 Tanggal 17 Maret 1994

AKTE PERUBAHAN

: Notaris Dr. Benediktus Bosu, SH


No. 62 Tanggal 10 Februari 2007

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

: Notaris R.A. Sri Wahjoeti Andajani, SH


No. 16 Tanggal 13 September 2008
: Notaris R.A Sri Wahjoeti Andajani, SH
No. 33 Tanggal 25 September 2008
NPWP PERUSAHAAN

: 01.605.165.8-000

SIUJK

: 602.01/93/35.73.121/2006

INKINDO

: Anggota Penuh No. 8238/P/0411.JTM

A.2.

STRUKTUR ORGANISASI
Struktur Organisasi Perusahaan PT. Grand Cipta Consultingseperti tergambar pada

diagram berikut.
KOMISARIS

DIREKTUR
SPI

MANAJER TEKNIK

BIRO SDM

MANAJER ADM/KEU

PROYEK-PROYEK

Bidang Sipil
Bidang Pengairan
Mekanikal dan Elektrikal
Bidang Survey-Investigasi
Bidang Lingkungan
Pengembangan Masyarakat
Bidang Ekonomi dan Manajemen
Bidang Layanan Arsitektur dan Tata Lingkungan
Bidang Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan

Dukungan Teknis
Dukungan Manajemen
Dukungan Finansial
Personalia
Administrasi Umum
Administrasi Proyek
Administrasi Kontrak
Invoice/Penagihan
Pengendalian
Kerjasama
Akuntansi
Keuangan
Perpajakan
Proposal
Pemasaran
Rumah Tangga

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

B.
DAFTAR
PENGALAMAN KERJA

B.1.

LINGKUP LAYANAN
Bidang layanan yang mampu diberikan PT. Grand Cipta Consultingdalam eksistensinya

di bidang jasa konsultansi meliputi:

BIDANG CIPTA KARYA & TATA LINGKUNGAN


Tata Ruang Wilayah
Master Plan Drainase
Sarana dan Prasarana Permukiman
Bangunan Gedung
Arsitektural Gedung
Jaringan Perpipaan
Drainase, Sanitasi Lingkungan & IPAL
Persampahan dan Pengelolaannya
Analisis dan Teknik Lingkungan

BIDANG BINA MARGA & TRANSPORTASI


Jalan
Jembatan
Fasilitas Penyeberangan
Jalan Layang

PT.

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Rambu Lalulintas & Marka Jalan


Terminal & Pelabuhan
Rest Area

BIDANG KEAIRAN
Bendungan Serba Guna
Embung
Bendung
Saluran Irigasi dan Pelengkapnya
Saluran Drainase dan Pelengkapnya
Pengendalian Banjir
Perbaikan dan Normalisasi Sungai
Bangunan Pengelak
Bangunan Penahan Gelombang Pantai
Konservasi Lahan dan Air
Master Plan Tata Irigasi
Pengembangan Air Tanah
Sistem Suplesi
Sistem Keamanan Bendungan

BIDANG KETENAGA LISTRIKAN


PLTA
PLTU
Geothermal
Jaringan Transmisi

BIDANG INDUSTRI
Pengembangan Industrial Estate
Bangunan Pabrik/Pergudangan
Instalasi Mekanikal/Elektrikal

PT.

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Sarana Prasarana Pabrik

BIDANG PARIWISATA
Sarana Prasarana Wisata
Perhotelan
Taman

BIDANG PRASARANA KOMUNIKASI


Menara Relay dan Gardu Komunikasi
Jaringan Transmisi
Telematika

BIDANG PENGEMBANGAN MASYARAKAT


Sistem Kelembagaan Swadaya
Pemberdayaan Masyarakat
Kesehatan
Pendidikan
Pembiayaan Skala Kecil
Manajemen Pengelolaan Usaha Kecil
Prasarana Desa Tertinggal

B.2.

DAFTAR PENGALAMAN PERUSAHAAN


Dalam perkembangan dunia usaha khususnya dalam bidang jasa konsultan perencana dan

pengawasan bersama ini pula kami prsentasikan jenis pekerjaan sejenis yang pernah ditangani.

PT.

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN
Tabel 1.1 Daftar Pengalaman Perusahaan selama 10 tahun terakhir
No.

Nama Paket Pekerjaan

Pemberi Tugas / Pengguna Jasa

Bidang/Sub
Bidang Pekerjaan

Lokasi

Nama Proyek

Alamat / Telepon

Tanggal Selesai Menurut


Nilai

Kontrak

BA. Serah Terima

10

576,518,000

7-Sep-13

7-Sep-13

566,658,000

9-Sep-13

9-Sep-13

288,849,000

17-Jul-13

17-Jul-13

HK0203/26/BWS.KAL-II/PP-KT
SID Pengendalian Banjir di Kabupaten
Kotawaringin Timur

Sipil / Prasarana
Keairan

Supervisi Lanjutan Pembangunan Jaringan Irigasi


DI. Amandit Wilayah Kiri

Sipil / Prasarana
Keairan

SI DD Pengamanan dan Penataan Mata Air


Menyebar di Propinsi Bali

Sipil / Prasarana
Keairan

Kuala Kapuas

PPK Perencanaan dan


Program BWS Kalimantan II

Jl. Tambun Bungai 26, Kuala Kapuas


731514, Kalsel

SNVT PJPA Kalimantan II,


Propinsi Kalimantan Selatan

Jl. Yos Sudarso 10 Banjarmasin

BWS Bali-Penida, Ditjen SDA


Kemen PU

Jl. Tjok Agung Tresna, Denpasar

2
Banjarmasin

Monday, March 11, 2013

HK.0203/SNVT.PJPA.KS/IRWA-II/23

Wednesday, March 13, 2013


HK.02.03/BWS-BP/PPK/12

Bali

Kontrak
No / Tanggal

Reinventarisasi Jaringan Irigasi Wilayah UPTD


Cukir

Sipil / Prasarana
Keairan

Jombang
Jawa Timur

Studi Analisa, Geologi dan Topografi Wilayah II


Kab. Balangan

Sipil / Prasarana
Keairan

kabupaten
Balangan/Kalsel

Sipil / Prasarana
Keairan

Banjarmasin

Reinventarisasi Jaringan Irigasi Wilayah UPTD


Peterongan

Sipil / Prasarana
Keairan

Jombang

Supervisi Rehab Saluran Sekunder Se Kab. Gresik

Sipil / Prasarana
Keairan

Gersik

Sipil / Prasarana
Keairan

Banyuwangi

Sipil / Prasarana
Keairan / Tata
Lingkungan

Bali

Sipil / Prasarana
Keairan / Tata
Lingkungan

Bali

Tuesday, March 19, 2013


602/1440.1/APBD/415.23/2013

Dinas Binamarga dan


Pengairan Kabupaten
Jombang

Jl. KH. Wahid Hasyim 79, Jombang

Monday, July 29, 2013

48,620,000

12-Sep-13

12-Sep-13

PPK kegiatan Perencanaan


Pembangunan Irigasi Kab
Balangan

Jl. A Yani Km. 4 Harapan Baru


Paringing Selatan Kab. Balangan

601/PPK.Konsul.02/DPUAIR.24.01/BLG/2013

98,945,000

26-Dec-12

26-Dec-12

SNVT PJPA Kalimantan II,


Dirjen SDA Kemen PU

Jl. Yos Sudarso, 10 Banjarmasin

HK.02.03/SNVT.PJPA-KS/IRWA.II/084

314,909,000

21-Aug-12

21-Aug-12

Dinas PU Binamarga dan


Pengairan Kabupaten
Jombang

Jl. KH. Wahid Hasyim, No. 79,


Jombang

602/424.01/APBD/415.23/2012

48,818,000

30-Mar-12

30-Mar-12

Dinas Pekerjaan Umum


Pengairan Prov. Jatim

Jl. Gayung Kebonsari 169, Surabaya

602.1/1940/111.03/2012

47,740,000

23-Apr-12

23-Apr-12

Dinas Pekerjaan Umum


Pengairan Prov. Jatim

Jl. Gayung Kebonsari 169, Surabaya

48,053,500

3-Jun-12

3-Jun-12

333,575,000

17-Dec-11

17-Dec-11

162,000,000

19-Sep-11

19-Sep-11

334,320,000

12-Sep-11

12-Sep-11

273,000,000

11-Oct-11

11-Oct-11

379,000,000

22-Aug-11

22-Aug-11

180,468,000

15-Aug-11

15-Aug-11

28-Sep-12
6

Supervisi Jaringan Irigasi DI. Amandit

Supervisi Rehab Saluran Sekunder Se Kab.


Banyuwangi

10 Supervisi Revitalisasi TPA Temesi

23-Apr-12

1-Mar-12

9-Mar-12
602.1/3307/111.03/2012
19-Apr-12

Satker Pengembangan
Penyehatan Lingkungan
Permukiman Bali

Komplek Dep. PU Werdhapura

KU.08.08/PIPLP-GCC/11.18

Jl. Danau Tamblingan 49 Denpasar

23-Jul-11

Tlp (0361) 283626, Fax (0361) 288763


11 Premliminari Studi PS Air Limbah Kawasan Kuta
Selatan

Satker Pengembangan
Penyehatan Lingkungan
Permukiman Bali

Komplek Dep. PU Werdhapura

KU.08.08/PIPLPM-GCC/11.24

Jl. Danau Tamblingan 49 Denpasar

21-Jul-11

Tlp (0361) 283626, Fax (0361) 288763


12 Detai Desai Pengendalian Banjir Tukad Ayung di
Kota Denpasar

Sipil / Prasarana
Keairan / Tata
Lingkungan

Bali

13 Detai Desan Penanganan Longsoran Tanggul


Sungai Bodri

Sipil / Prasarana
Keairan / Tata
Lingkungan

Jawa Tengah

14 Penyusunan SOP Untuk Penyusunan RTD


Bendungan Bili - Bili

Sipil / Prasarana
Keairan / Tata
Lingkungan

Makasar

15 DED Optimalisasi IPLT Buleleng

Sipil / Prasarana
Keairan / Tata
Lingkungan

Bali

PPK Perencanaan dan


Program Satuan Kerja Balai
Wilayah Sungai Bali-Penida,
Denpasar

Jl. Tjok Agung Tresna, No. 9


Denpasar Bali, Telp. 0361-234953

HK.02.03/BWS-BP/PPK/11

Dinas Pengelolaan SDA Prop.

Jl. Madukoro Blok AA - BB

602.1/549/2011

Jateng

Semarang

9-May-11

PPK Perencanaan dan


Program SATKER BBWS
Pompengan Jeneberang
Satker Pengembangan
Penyehatan Lingkungan
Permukiman Bali

Jl. Sekolah Guru Perawat no. 3

12-May-11

KU.08.08/PPK/16/IV/2011

TLP (0411) 868792 Fax (0411) 869781

25-Apr-11

Komplek Dep. PU Werdhapura

KU.08.08/PIPLP-GCC/11.03

Jl. Danau Tamblingan 49 Denpasar

7-Apr-11

Tlp (0361) 283626, Fax (0361) 288763

PT.

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN
16 Study Larap Bendungan Surga di Kabupaten
Buleleng

Sipil / Prasarana
Keairan / Jasa
Inspeksi Teknis

Kabupaten Buleleng,
Bali

Balai Wilayah Sungai BaliPenida, Denpasar

Jl. Tjok Agung Tresna, No. 9


Denpasar Bali, Telp. 0361-234953

17 Perencanaan Teknis Konservasi Sub DAS Galeh


Paket P-6

Sipil / Prasarana
Keairan / Jasa
Inspeksi Teknis

Semarang

Dinas Pengelolaan SDA


Propinsi Jateng

Semarang, Telp. 024-7608201

18 Supervisi Pekerjaan TPA Bengkala, Bali

Sipil / Prasarana
Keairan / Jasa
Inspeksi Teknis

Bengkala, Bali

Satker PPLP Bali, Ditjen Cipta


Karya Kementerian PU

Komplek Dept. PU Werdhapura


Sanur, Jl. Danau Tamblingan 49
Denpasar, Telp. 0361-283626

19 Perencanaan Desa Rawan Air Wilayah Lekok dan


Nguling Kabupaten Pasuruan

20 Pemetaan Batas Kabupaten Banyuwangi Bondowoso


21 Supervisi Revitalisasi TPA Regional Sarbagita

22 Konservasi DAS Cokroyasan Paket P.10

Sipil / Prasarana
Keairan / Jasa
Inspeksi Teknis
Sipil / Survey
Tata Lingkungan

Tata Lingkungan /

Kecamatan Lekok Dinas Cipta Karya, Kabupaten Jl. Raya Raci Bangil Pasuruan, Telp.
dan Nguling,
Pasuruan
0343-748368
Kabupaten Pasuruan
Banyuwangi
Denpasar

Jawa Tengah

Sipil / Keairan
23 Paket VI Perencanaan Teknis Drainasi Primer /
Sekunder Kab. Tojo Una-una TA. 2009

Sipil / Keairan

24 Pengawasan Pembangunan Jaringan Irigasi


Kegiatan DAK

Sipil / Keairan

25 Penyusunan SOP Penanggulangan Bencana Banjir

Sipil / Keairan

Kab. Tojo Una-Una


Kota Batu

HK.02.03/BWS-BP/PPR/02

317,235,000

25-Nov-10

25-Nov-10

183,927,500

27-Apr-10

4-Oct-10

287,259,000

12-Sep-10

12-Sep-10

198,000,000

5-Jul-10

5-Jul-10

46,400,000

19-Aug-09

19-Aug-09

334,730,000

7-Dec-09

7-Dec-09

191,195,000

23-Oct-09

23-Oct-09

294,613,000

9-Oct-09

9-Oct-09

251,890,000

9-Dec-08

9-Dec-08

389,500,000

9-Nov-08

9-Nov-08

261,710,000

2-Aug-08

2-Aug-08

264,500,000

9-Oct-08

9-Oct-08

397,900,000

2-Dec-07

2-Dec-07

229,050,000

16-Oct-07

16-Oct-07

265,000,000

7-Nov-07

7-Nov-07

14-Jun-10
602.1/312/2010

KU.08.08/PLP-GCC/03.10
15-Apr-10
690/3.04.2/424.059/2010
7-Apr-10

Kepala Dinas Pemerintah


Sekertaris Daerah
Banyuwangi

Jk. A Yani No. 100

Satker Pengembangan
Penyehatan Lingkungan

Komplek Dep. PU Werdhapura,


Sanur, Jl. Danau Tamblingan No. 49,
Sanur-Denpasar

KU.08.08/PPLP.M-GCK/09/09

Dinas Pengelolaan SDA Prop.

Jl. Madukoro Blok AA - BB

602.1/347/2009

Jateng

Semarang

16-Jun-09

Pemkab Tonjo Una-Una

Jl. Yos Sudarso 29

01/KONT/CK-01/DPU/2009

Ampana

9-Jun-09

027/1440/429,012/2009
16-Apr-09

Jl. Diran 13 Batu

Dinas Sumberdaya Air dan

7-Jul-09

602.1/30/PPP/422.205/ 2008

Energi Pemkot Batu


22-Aug-08
Tenggarong

Sungai Mahakam
26 Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi
Kegiatan DAK

27

Penyusunan Studi UKL dan UPL Pengerukan alun


sungai mahakam

28 SOP Pengeboran Air Tanah

Sipil / Keairan

Kota Batu

Dinas Perhubungan Kabupaten

Jl. Jendral Sudirman NO. 27

550.26/21/SOP/VI/2008

Kutai Kertanegara

Tenggarong

9 Juni 2008

Dinas Sumberdaya Air dan

Jl. Diran 13 Batu

602.1/17/PPP/422.205/ 2008
2-Jun-08

Energi Pemkot Batu


Sipil / Keairan/ Tata
Lingkungan

Sipil / Keairan

29 Pengawasan Pembangunan Jaringan Irigasi Kota


Batu

Sipil / Keairan

30 Pengawasan Teknis Kegiatan Pembangunan


Jaringan Irigasi Saluran Sungai

Sipil / Keairan

Tenggarong Kutai
Kertanegara
Sumenep

Kota Batu

Dinas Perhubungan
Kabupaten Kutai Kartanegara

Jl. Jend Sudirman No.76 Tenggarong

Dinas Pekerjaan Umum

Jl. Urip Sumoharjo No.2

602.1/012/SPKS-PWS/435.103/2007

Pengairan Sumeneb

Sumenep

2-Aug-07

Dinas Sumberdaya Air dan

Jl. Diran 13 Batu

602.1/06/Konst/SPK-PWSIRG/422,205/ 2007

Dinas PU Pengairan

Jl. Raya PB Sudirman no . 45

602.1/1201/PPBJ/426.503/2007

Pemerintah Kab Probolinggo

Probolinggo

7 Juni 07

550,22/UKL/UPL/Keruk/VI/2008
6-Jun-08

Energi Pemkot Batu

16-Jul-07
Probolinggo

PT.

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN
31 Pemetaan Batas Banyuwangi - Jember
32 Supervisi Konstruksi Pelaksanaan Embung

Sipil / Survey
Sipil / Keairan

Banyuwangi
Tulungagung

Kepala Dinas Pemerintah


Kabupaten Banyuwangi

Jk. A Yani No. 100

Balai Besar WS Brantas

Jl. Sekartaji 5 Kediri

027/932/429,011/SPK/2007

45,900,000

23-Aug-07

23-Aug-07

248,000,000

29-Sep-07

29-Sep-07

212,000,000

20-Jun-07

20-Jun-07

247,690,000

10-Jul-07

10-Jul-07

286,850,000

15-Nov-06

15-Nov-06

329,500,000

25-Aug-06

25-Aug-06

277,900,000

30-Dec-05

30-Dec-05

28-May-07

Kabupaten Tulungagung

PKSAD.22/SPMK/2007
29-Mar-07

33 Perencanaan Teknis Pengembangan Irigasi


Pedesaan

Sipil / Keairan

34 Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi Kota


Batu

Sipil / Keairan

35 Survey dan Ivestigasi Kondisi Sungai di Kabupaten


Blitar

Jasa Survey /

36 SOP Operasional dan Pemeliharaan Jaringan


Irigasi

Sipil / Keairan

37 Pengembangan Air Tanah

Sipil / Keairan

Probolinggo

Kota Batu

Dinas PU Pengairan

Jl. Raya PB Sudirman no . 45

602.1/129/PPBJ/426.503/2007

Pemerintah Kab Probolinggo

Probolinggo
Pasuruan

22 Maret 07

Dinas Sumberdaya Air dan

Jl. Diran 13 Batu

602.1/06/Konst/SPK-IRG/422,205/
2007

Jl. S. Parman 9 Blitar

050/04/SDA/16-JK1.1/409.109/2006

Energi Pemkot Batu

10-Apr-07
Kabupaten Blitar

Telematika

Dinas Prasarana Wilayah

19 Juli 2006

Pemkab Blitar
Kabupaten Pasuruan

Kab Sumeneb

Dinas Pengairan Pasuruan

Kepala Dinas Pengairan Kab


Sumeneb

Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.1

602/SU-031/424.063/2006

Pasuruan

28-Apr-06

Jl. Urib Sumoharjo No. 2 Sumeneb

602,1/002/SPKA,PWS/435.103
/2005, 1 September 2005

PT.

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

C.
URAIAN
PENGALAMAN KERJA

C.1.

URAIAN PENGALAMAN KERJA


Tabel-tabel berikut ini merupakan uraian pengalaman kerja dariPT. Grand Cipta

Consultinguntuk pekerjaan sejenis selama periode 10 (sepuluh) tahun terakhir.

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: PPK kegiatan Perencanaan Pembangunan Irigasi Kab Balangan


: Studi Analisa, Geologi dan Topografi Wilayah II Kab. Balangan
: Survei Pendahuluan, Survey Topografi, Investivigasi mekenikal Tanah,
Uji Laboratorium, Analisa Geologi, Analisa hidrologi
4 . Lokasi Proyek
: Kabupaten Balangan
98,945,000
5 . Nilai Kontrak
: Rp
6 . No. Kontrak
: 601/PPK.Konsul.02/DPU-AIR.24.01/BLG/2013
7 . Waktu Pelaksanaan
: 28 Sep 2012 - 26 Desember 2012
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
17
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.

Team Leader
TA. Geologi
TA. Hidrologi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Mekanika Tanah/Geologi
Sipil/Pengairan

1
1
1

10

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas PU Binamarga dan Pengairan Kabupaten Jombang


: Reinventarisasi Jaringan Irigasi Wilayah UPTD Peterongan
: Survey Pengumpulan data dan penyiapan peta daerah irigasi,
Cakupan pengelola aset irigasi, Jaringan Primer dan Sekunder,
4 . Lokasi Proyek
: Jombang
47,740,000
5 . Nilai Kontrak
: Rp
6 . No. Kontrak
: 602.1/1940/111.03/2012
7 . Waktu Pelaksanaan
: 1 Maret 2012 - 30 Maret 2012
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
15
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.

Team Leader
Ahli Irigasi
Ahli Cost Estimator
Surveyor

Keahlian

Jumlah orang

Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan

1
1
1
1

11

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Prov. Jatim


: Supervisi Rehab Saluran Sekunder Se Kab. Gresik
: Survey Pengumpulan data dan penyiapan peta daerah irigasi,
Cakupan pengelola aset irigasi, Jaringan Primer dan Sekunder,
4 . Lokasi Proyek
: Gersik
47,740,000
5 . Nilai Kontrak
: Rp
6 . No. Kontrak
: 602.1/1940/111.03/2012
7 . Waktu Pelaksanaan
: 9 Maret 2012 - 23 April 2012
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
15
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.

Team Leader
Ahli Irigasi
Ahli Cost Estimator
Surveyor

Keahlian

Jumlah orang

Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan

1
1
1
1

12

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Prov. Jatim


: Supervisi Rehab Saluran Sekunder Se Kab. Banyuwangi
: Survey Pengumpulan data dan penyiapan peta daerah irigasi,
Cakupan pengelola aset irigasi, Jaringan Primer dan Sekunder,
4 . Lokasi Proyek
: Gersik
48,053,500
5 . Nilai Kontrak
: Rp
6 . No. Kontrak
: 602.1/3307/111.03/2012
7 . Waktu Pelaksanaan
: 19 April 2012 - 3 Juni 2012
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
15
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.

Team Leader
Ahli Irigasi
Ahli Cost Estimator
Surveyor

Keahlian

Jumlah orang

Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan

1
1
1
1

13

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING

URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS


SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: SNVT PJPA Kalimantan II, Dirjen SDA Kemen PU


: Supervisi Jaringan Irigasi DI. Amandit
: Survey volume dan desain, Kordinasi dengan kontraktor, mengkaji jadwal dan
pelaksanaan pekerjaan, inspeksi selama fabrikasi dan instalasi dan
pengawasan kontruksi
4 . Lokasi Proyek
: Banjarmasin
314,909,000
5 . Nilai Kontrak
: Rp
6 . No. Kontrak
: HK.02.03/SNVT.PJPA-KS/IRWA.II/084
7 . Waktu Pelaksanaan
: 23 April 2012 - 23 Agustus 2012
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
OB
Tenaga Ahli Indonesia
26
OB
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Team Leader
Contruction Engineering
Inspector
Quantity Surveyor
Surveyor
Chief Soil Technicial

Keahlian

Jumlah orang

Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan
Sipil Pengairan

1
1
1
1
1
1

14

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
1
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Bali


: Supervisi Revitalisasi TPA Temesi
: Survey volume dan desain, Kordinasi dengan kontraktor, mengkaji jadwal dan
pelaksanaan pekerjaan, inspeksi selama fabrikasi dan instalasi dan
pengawasan kontruksi
4 . Lokasi Proyek
: Bali
333,575,000
5 . Nilai Kontrak
: Rp
6 . No. Kontrak
: KU.08.08/PIPLP-GCC/11.18
7 . Waktu Pelaksanaan
: 23 Juli 2011 - 17 Desember 2011
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
OB
Tenaga Ahli Indonesia
15
OB
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Team Leader
TA. Persampahan dan sanitasi
TA. Geodesi
TA. Kontruksi
TA. Quality Control
TA. Mekanika Tanah

Keahlian

Jumlah orang

Lingkungan
Penyehatan
Geodesi
Sipil
Sipil
Sipil

1
1
1
1
1
1

15

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
2
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Bali


: Premliminari Studi PS Air Limbah Kawasan Kuta Selatan
: Survey dan pengukuran prasarana air limbah antara lain jaringan pipa induk,
Jaringan pipa sekunder, bak pengumpul dan ps penunjang air limbah

4.
5.
6.
7.
8

Lokasi Proyek
: Bali
162,000,000
Nilai Kontrak
: Rp
No. Kontrak
: KU.08.08/PIPLPM-GCC/11.24
Waktu Pelaksanaan
: 21 Juli 2011 - 19 September 2011
Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
15
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Team Leader
TA. Lingkungan
TA. Pengolahan Limbah
TA. Planologi
TA. Geodesi
TA. Struktur
TA. Mekanika Tanah
TA. Estimasi Biaya
TA. Sosial Kemasyarakatan

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Penyehatan
Lingkungan
Planologi
Geodesi
Sipil
Teknik Mineral
Ekonomi
Sosial

1
1
1
1
1
1
1
1
1

16

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
3
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: PPK Perencanaan dan Program Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Bali-Penida
: Detai Desai Pengendalian Banjir Tukad Ayung di Kota Denpasar
: Orientasi Lapangan, Iventarisasi Data, Survey Topografi, Analisa uji Tanah,
Pengukuran Hidrometri dan Pengamatan Sendimen, Perhitungan Biaya dan
Analisa Ekonomi
4 . Lokasi Proyek
: Bali
5 . Nilai Kontrak
: Rp
334,320,000
6 . No. Kontrak
: HK.02.03/BWS-BP/PPK/11
7 . Waktu Pelaksanaan
: 12 Mei 2011 - 12 September 2011
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
OB
Tenaga Ahli Indonesia
20
OB
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Team Leader
TA. Pengairan
TA. Hidrologi
TA. Geoteknik
TA. Geodesi
TA. Sosek

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Pengairan
Pengairan
geolagi
Geodesi
Sosial / Ekonomi

1
1
1
1
1
1

17

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
4
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: PPK Dinas Pengelolaan SDA Prop.Jateng


: Detai Desan Penanganan Longsoran Tanggul Sungai Bodri
: Mengiventarisasi titik-titik kerusakan, menganalisa penyebab kerusakan,
menganalisa desain bangunan pengaman, menyiapkan dokumen desain dalam
rangka menunjang kegiatan konstruksi untuk menjaga kelestarian sungai
4 . Lokasi Proyek
: Semarang, Jawa Tengah
5 . Nilai Kontrak
: Rp
273,000,000
6 . No. Kontrak
: 602.1/549/2011
7 . Waktu Pelaksanaan
: 9 Mei 2011 - 11 Oktober 2011
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
OB
Tenaga Ahli Indonesia
18
OB
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Team Leader
TA. Bangunan Air
TA. Hidrologi
TA. OP
TA. Geodesi
TA. Geologi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Sipil
Pengairan
Teknik Sipil
Geodesi
Geologi

1
1
1
1
1
1

18

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
5
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: PPK Perencanaan dan Program SATKER BBWS Pompengan Jeneberang


: Penyusunan SOP Untuk Penyusunan RTD Bendungan Bili - Bili
: Mengidentifikasi terkait penanganan bencana, menyusun rencana sistim
pengamanan, menyusun pengorganisasian, menyusun alat
penaganan bencana, Membuat Panduan SOP Penanganan Bencana Banjir
4 . Lokasi Proyek
: Makasar, Sulawesi Selatan
5 . Nilai Kontrak
: Rp
379,000,000
6 . No. Kontrak
: KU.08.08/PPK/16/IV/2011
7 . Waktu Pelaksanaan
: 25 April 2011 - 22 Agustus 2011
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
OB
Tenaga Ahli Indonesia
15
OB
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.

Team Leader
TA. Sosek
TA. K3
TA. Hidrostructure

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Sosial Ekonomi
Sipil
Sipil/Pengairan

1
1
1
1

19

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
6
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Bali


: DED Optimalisasi IPLT Buleleng
: Untuk peningkatan dan pemulihan kondisi IPLT Kab. Buleleng sehingga
keberadaan IPLT dapat berfungsi optimal, menyusun DED Optimalisasi,
Perencanaan usulan pembenahan, membuat rencana pengembangan IPLT
4 . Lokasi Proyek
: Kabupaten Buleleng, Bali
5 . Nilai Kontrak
: Rp
180,468,000
KU.08.08/PIPLP-GCC/11.03
6 . No. Kontrak
:
7 . Waktu Pelaksanaan
: 7 April 2011 - 15 Agustus 2011
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
OB
Tenaga Ahli Indonesia
15
OB
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.

Team Leader
TA. Kontruksi
TA. Estimasi Biaya
Ass Lingkungan
Ass Keuangan

Keahlian

Jumlah orang

Teknik Lingkungan
Sipil
Sipil
Teknik Lingkungan
Ekonomi

1
1
1
1
1

20

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
7
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Denpasar


: Study Larap Bendungan Surga di Kabupaten Buleleng
: Survey Sosial Ekonomi, Pengukuran, Mengumpulkan data bagi
penduduk terkena dampak langsung menyerap. Menampung aspirasi,
keinginan opsi penduduk
4 . Lokasi Proyek
: Kabupaten Buleleng, Bali
5 . Nilai Kontrak
: Rp
317,235,000
6 . No. Kontrak
: HK.02.03/BWS-BP/PPR/02
7 . Waktu Pelaksanaan
: 14 juni 2010 - 25 November 2010
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
42
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Team Leader
TA. Bendungan
TA. Hirologi
TA. Hirolika
TA. Geodesi
TA. Sosial Ekonomi
Assisten Sosial ekonomi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Pengairan
Pengairan
Sipil Pengairan
Geodesi
Sosial Ekonomi
Sosial Ekonomi

1
1
1
1
1
1
2

21

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
8
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas Pengelolaan SDA Propinsi Jateng


: Perencanaan Teknis Konservasi Sub DAS Galeh Paket P-6
: Pengumpulan data sosialisasi masyarakat, Survey topografi, morfologi
: sungai, sistem drainase, geologi permukaan dan karakteristik lingkungan
4 . Lokasi Proyek
: Semarang
183,927,500
5 . Nilai Kontrak
: Rp
602.1/312/2010
6 . No. Kontrak
:
7 . Waktu Pelaksanaan
: 27 April 2010 Sampai 4 Oktober 2010
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
26
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Team Leader
TA. Bangunan Air
TA. Geodesi
TA. Hidrologi
TA. Geologi
TA.Sosial ekonomi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Teknik Pengairan
Geodesi
Pengairan
Geologi
Sosial Ekonomi

1
1
1
1
1
1

22

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
9
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Satker PPLP Bali, Ditjen Cipta Karya Kementerian PU


Supervisi Pekerjaan TPA Bengkala, Bali
Mengawasi dan mengontrol kemajuan pekerjaan, kuantitas, kualitas
biaya konstruksi dan keamanan konstruksi
memeriksa dan mengevaluasi material dan peralatan yang diusulkan
4 . Lokasi Proyek
: Bengkala, Bali
5 . Nilai Kontrak
: Rp
287,259,000
6 . No. Kontrak
: KU.08.08/PLP-GCC/03.10
7 . Waktu Pelaksanaan
: 15 April 2010 - 12 September 2010
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
32
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Posisi

Keahlian

Jumlah orang

Team Leader
TA. Geodesi
TA. Sipil
TA. Sosek
TA. Hukum
Ass Geodesi

Sipil
Geodesi
Sipil
Sosek
Hukum
Geodesi

1
1
1
1
1
1

23

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
10
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan

: Dinas Cipta Karya, Kabupaten Pasuruan


: Perencanaan Desa Rawan Air Wilayah Lekok dan Nguling Kabupaten
Pasuruan
3 Lingkup Produk
: Pengumpulan data klimatologi, mateorologi, meteorologi, geologi, hidrologi
: Survey sosial ekonomi, pengumpulan data peta cekungan
4 . Lokasi Proyek
: Kecamatan Lekok dan Nguling, Kabupaten Pasuruan
5 . Nilai Kontrak
: Rp
198,000,000
6 . No. Kontrak
: 690/3.04.2/424.059/2010
7 . Waktu Pelaksanaan
: 7 April 2010 - 6 Juli 2010
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
28
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.

Team Leader
TA. Hirologi
TA. Hirolika
TA. Geodesi
TA. Sosial Ekonomi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Pengairan
Sipil/Pengairan
Geodesi
Sosial Ekonomi

1
1
1
1
1

24

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
11
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan


Supervisi Revitalisasi TPA Regional Sarbagita
Pengumpulan peta dan data prasarana air baku, hidroklimatologi,
Rekomendasi tindak lanjut pengembangan SDA, Desain Bangunan
4 . Lokasi Proyek
: Denpasar
5 . Nilai Kontrak
: Rp
334,730,000
6 . No. Kontrak
: KU.08.08/PPLP.M-GCK/09/09
7 . Waktu Pelaksanaan
: 7 Juli 2009 - 7 Desember 2009
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
34
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Team Leader
TA. Geodesi
TA. Hidrologi
TA. Geologi
TA.Sosial ekonomi
TA. Lingkungan

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Geodesi
Pengairan
Geologi
Sosial Ekonomi
Lingkungan

1
1
1
1
1
1

25

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
12
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas Pengelolaan SDA Prop.Jawa Tenggah


: Konservasi DAS Cokroyasan Paket P.10
: Pengumpulan data sosialisasi masyarakat, Survey topografi, morfologi
: sungai, sistem drainase, geologi permukaan dan karakteristik lingkungan
4 . Lokasi Proyek
: Jawa Tengah
5 . Nilai Kontrak
: Rp
191,195,000
6 . No. Kontrak
: 602.1/347/2009
7 . Waktu Pelaksanaan
: 16 Juni 2009 - 23 September 2009
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
26
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Team Leader
TA. Bangunan Air
TA. Geodesi
TA. Hidrologi
TA. Geologi
TA.Sosial ekonomi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Teknik Pengairan
Geodesi
Pengairan
Geologi
Sosial Ekonomi

1
1
1
1
1
1

26

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
13
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan

: Pemkab Tonjo Una-Una


: Paket VI Perencanaan Teknis Drainasi Primer / Sekunder
Kab. Tojo Una-una TA. 2009
3 Lingkup Produk
: Survey lapangan, analisa data peta, pengukuran topografi, penyelidikan
: hidrologi dan perencanaan teknis jaringan irigasi
4 . Lokasi Proyek
: Kabupaten Tojo una - una
5 . Nilai Kontrak
: Rp
294,613,000.00
6 . No. Kontrak
: 01/KONT/CK-01/DPU/2009
7 . Waktu Pelaksanaan
: 9 Juni 2009 - 9 Oktober 2009
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
26
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.

Team Leader
TA. Pengairan
TA.Hidrolika
TA.Geodesi
TA. Sosek

Keahlian

Jumlah orang

Sipil/Pengairan
Sipil/Pengairan
Pengairan
Geodesi
Sosek

1
1
1
1
1

27

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
14
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas Sumberdaya Air dan Energi Pemkot Batu


: Pengawasan Pembangunan Jaringan Irigasi Kegiatan DAK
: Pengumpulan data dengan melaksanakan pengawasan pekerjaaan fisik,
monitoring dan Evaluasi secara administratif kejadian yang berlangsung
4 . Lokasi Proyek
: Kota batu
5 . Nilai Kontrak
: Rp
251,890,000.00
6 . No. Kontrak
: 602.1/30/PPP/422.205/ 2008
7 . Waktu Pelaksanaan
: 29 April 2009 - 28 Oktober 2009
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
26
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
e.
f.

Team Leader
TA. Irigasi
TA. Struktur
TA. Sosek
TA. Lingkungan

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Teknik Pengairan
Sipil
Sosial Ekonomi
Lingkungan

1
1
1
1
1

28

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
15
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Kertanegara


: Penyusunan SOP Penanggulangan Bencana Banjir Sungai Mahakam
: Menyusun sistem pengerahan dan pengorganisasian penanganan bencana,
menyusun alur penanganan bencana yang kordinatif agar dihasilkan
penanganan yang optimal
4 . Lokasi Proyek
: Kab. Kutai Kertanegara
5 . Nilai Kontrak
: Rp
389,500,000
6 . No. Kontrak
: 550.26/21/SOP/VI/2008
7 . Waktu Pelaksanaan
: 9 Juni 2009 - 9 November 2009
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
OB
Tenaga Ahli Indonesia
20
OB
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Team Leader
TA.Ekonomi Wilayah
TA.Transportasi
TA.Teknik Lingkungan
TA.Geologi
TA.Hidrologi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Tata ruang
Sipil
Teknik Lingkungan
Geologi
Pengairan

1
1
1
1
1
1

29

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
16
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas Sumberdaya Air dan Energi Pemkot Batu


: Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi Kegiatan DAK
: Merencanakan desain renovasi bangunan air, membuat perhitungan teknis
: kontruksi, mengadakan survey penyelidikan tanah
4 . Lokasi Proyek
: Batu
5 . Nilai Kontrak
: Rp
261,710,000
6 . No. Kontrak
: 602.1/17/PPP/422.205/ 2008
7 . Waktu Pelaksanaan
: 2 Juni 2008 - 2 Agustus 2008
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
20
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
e.
f.

Team Leader
TA. Irigasi
TA. Struktur
TA. Sosek
TA. Lingkungan

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Teknik Pengairan
Sipil
Sosial Ekonomi
Lingkungan

1
1
1
1
1

30

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
17
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Sumeneb


: SOP Pengeboran Air Tanah
: Pengumpulan data klimatologi, mateorologi, meteorologi, geologi, hidrologi
Survey penyelidikan tanah, pengumpulan data peta cekungan
4 . Lokasi Proyek
: Sumeneb
5 . Nilai Kontrak
: Rp
397,900,000
6 . No. Kontrak
: 602.1/012/SPKS-PWS/435.103/2007
7 . Waktu Pelaksanaan
: 2 Agustus 2007 - 2 September 2007
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
24
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.

Team Leader
TA. Hirologi
TA. Hirolika
TA. Geodesi
TA. Sosial Ekonomi

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Pengairan
Sipil/Pengairan
Geodesi
Sosial Ekonomi

1
1
1
1
1

31

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
18
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk

: Dinas Sumberdaya Air dan Energi Pemkot Batu


: Pengawasan Pembangunan Jaringan Irigasi Kota Batu
: Pengumpulan data dengan melaksanakan pengawasan pekerjaaan fisik,
monitoring dan Evaluasi secara administratif kejadian yang berlangsung
4 . Lokasi Proyek
: Kota Batu
5 . Nilai Kontrak
: Rp
229,050,000
6 . No. Kontrak
: 602.1/06/Konst/SPK-PWS-IRG/422,205/ 2007
7 . Waktu Pelaksanaan
: 16 Juli 2007 - 15 Oktober 2007
8 Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
9 . Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
45
10 . Perusahaan Mitra Kerja
Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)
Asing
Indonesia
a.
..OB
.OB
b.
..OB
.OB
c.
..OB
.OB
d.
..OB
.OB
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
e.
f.

Team Leader
TA. Irigasi
TA. Struktur
TA. Sosek
TA. Lingkungan

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Teknik Pengairan
Sipil
Sosial Ekonomi
Lingkungan

1
1
1
1
1

32

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
19
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3
4.
5.
6.
7.
8

9.

: Dinas PU Pengairan Pemerintah Kab Probolinggo


Pengawasan Teknis Kegiatan Pembangunan Jaringan Irigasi
Saluran Sungai
Lingkup Produk
Pengumpulan data dengan melaksanakan pengawasan pekerjaaan fisik,
monitoring dan Evaluasi secara administratif kejadian yang berlangsung
Lokasi Proyek
: Kota probolinggo
Nilai Kontrak
: Rp
265,000,000.00
No. Kontrak
: 602.1/1201/PPBJ/426.503/2007
Waktu Pelaksanaan
: 7 Juni 2007 - 7 November 2007
Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
24

10 . Perusahaan Mitra Kerja

Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)


Asing
Indonesia
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB

a.
b.
c.
d.
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
e.
f.

Team Leader
TA. Irigasi
TA. Struktur
TA. Sosek
TA. Lingkungan

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Teknik Pengairan
Sipil
Sosial Ekonomi
Lingkungan

1
1
1
1
1

33

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
20
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk
4.
5.
6.
7.
8

9.

: Balai Besar WS Brantas


: Supervisi Konstruksi Pelaksanaan Embung Kabupaten Tulungagung
: Meneliti Construction Drawing dan perhitungan, meneliti dan mengevaluasi
semua usulan rencana kerja, menetapkan cara kerja test bahan konstruksi
Lokasi Proyek
: Kab. Tulungagung
Nilai Kontrak
: Rp
248,000,000
No. Kontrak
: PKSAD.22/SPMK/2007
Waktu Pelaksanaan
: 29 Maret 2007 - 29 September 2007
Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
OB
Tenaga Ahli Indonesia
24
OB

10 . Perusahaan Mitra Kerja

Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)


Asing
Indonesia
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB

a.
b.
c.
d.
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d..
e.

Team Leader
TA.Pengairan
TA. Struktur
TA. Geodesi
TA. Sosek

Keahlian

Jumlah orang

Sipil/Pengairan
Pengairan
Sipil
Geodesi
Sosial Ekonomi

1
1
1
1
1

34

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
21
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk
4.
5.
6.
7.
8

9.

: Dinas PU Pengairan Pemerintah Kab Probolinggo


: Perencanaan Teknis Pengembangan Irigasi Pedesaan
: Merencanakan desain renovasi bangunan air, membuat perhitungan teknis
kontruksi, mengadakan survey penyelidikan tanah
Lokasi Proyek
: Probolinggo
Nilai Kontrak
: Rp
212,000,000
No. Kontrak
: 602.1/129/PPBJ/426.503/2007
Waktu Pelaksanaan
: 22 Maret 2007 - 20 Juni 2007
Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
50

10 . Perusahaan Mitra Kerja

Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)


Asing
Indonesia
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB

a.
b.
c.
d.
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
e.
f.

Team Leader
TA. Irigasi
TA. Struktur
TA. Sosek
TA. Lingkungan

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Teknik Pengairan
Sipil
Sosial Ekonomi
Lingkungan

1
1
1
1
1

35

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
22
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk
4.
5.
6.
7.
8

9.

: Dinas Sumberdaya Air dan Energi Pemkot Batu


: Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi Kota Batu
: Pengumpulan data dengan melaksanakan pengawasan pekerjaaan fisik,
monitoring dan Evaluasi secara administratif kejadian yang berlangsung
Lokasi Proyek
: Kota Batu
Nilai Kontrak
: Rp
247,690,000
No. Kontrak
: 602.1/06/Konst/SPK-IRG/422,205/ 2007
Waktu Pelaksanaan
: 10 April 2007 - 10 Juli 2007
Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
24

10 . Perusahaan Mitra Kerja

Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)


Asing
Indonesia
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB

a.
b.
c.
d.
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
e.
f.

Team Leader
TA. Irigasi
TA. Struktur
TA. Sosek
TA. Lingkungan

Keahlian

Jumlah orang

Sipil
Teknik Pengairan
Sipil
Sosial Ekonomi
Lingkungan

1
1
1
1
1

36

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
23
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3 Lingkup Produk
4.
5.
6.
7.
8

9.

: Dinas Prasarana Wilayah Pemkab Blitar


: Survey dan Ivestigasi Kondisi Sungai di Kabupaten Blitar
: Melakukan Pekerjaan Survey dan Investigasi kondisi sungai dikabupaten
Blitar, Studi Hidrologi, Survey Topografi
Lokasi Proyek
: Kabupaten Blitar
Nilai Kontrak
: Rp
286,850,000
No. Kontrak
: 050/04/SDA/16-JK1.1/409.109/2006
Waktu Pelaksanaan
: 19 Juli 2006 - 15 Nopember 2006
Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
23

10 . Perusahaan Mitra Kerja

Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)


Asing
Indonesia
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB

a.
b.
c.
d.
Tenaga ahli tetap yang terlibat
Posisi
a.
b.
c.
d.
e.

Team Leader
TA. Hidrologi
TA.Geodesi
TA. Lingkungan
TA.Sos.Ekonomi Pertanian

Keahlian

Jumlah orang

Pengairan
Pengairan
Geodesi
Teknik Lingkungan
Pertanian

1
1
1
1
1

37

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

URAIAN PEKERJAAN
PT. GRAND CIPTA CONSULTING
24
URAIAN PENGALAMAN KERJA SEJENIS
SEPULUH TAHUN TERAKHIR
1 . Pengguna Jasa
2 Nama Paket Pekerjaan
3

4.
5.
6.
7.
8

9.

: Dinas Pengairan Kabupaten Pasuruan


: SOP Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
( Dam dan Jaringan Irigasi APBD TA. 2006 )
Lingkup Produk
: Perencanaan Desain Untuk Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sungai
yang Mengalami Kerusakan ringan, sedang sampai berat yang akhirnya
untuk meningkatkan kelancaran aliran air
Lokasi Proyek
: Kabupaten Pasuruan
Nilai Kontrak
: Rp
329,500,000.00
No. Kontrak
: 602/SU-031/424.063/2006
Waktu Pelaksanaan
: 26 April 2006 - 25 Agustus 2006
Nama Pemimpin Kemitraan (jika ada)
Alamat
Negara Asal
Jumlah Tenaga Ahli
: Tenaga Ahli Asing
Tenaga Ahli Indonesia
24

10 . Perusahaan Mitra Kerja

Jumlah Tenaga Ahli (salah satu)


Asing
Indonesia
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB
..OB
.OB

a.
b.
c.
d.
Tenaga ahli tetap yang terlibat

a.
b.
d.
e.
f.

Posisi

Keahlian

Jumlah orang

Team Leader
TA. Sungai
TA. Bangunan Air
TA. Irigasi
TA. Hidrolika

Sipil
Pengairan
Pengairan
Pengairan
Sipil

1
1
1
1
1

38

OB
OB

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

D.
TANGGAPAN DAN SARAN
TERHADAP KAK

D.1.

UMUM
Setelah melalui proses pemahaman dan penelaahan terhadap Kerangka Acuan Kerja

(KAK) Supervisi Peningkatan Jaringan Irigasi di Kabupaten Tabanan yang dikeluarkan


maka berikut ini akan disampaikan beberapa hal mengenai tanggapan terhadap Kerangka Acuan
Kerja oleh Konsultan dengan maksud untuk menyamakan persepsi untuk kesempurnaan dan
menjadikan preseden baik atau nilai tambah bagi konsultan.

D.2.

TANGGAPAN TERHADAP KAK

D.2.1. TANGGAPAN DAN SARAN SECARA UMUM TERHADAP KAK


Dalam rangka untuk menjamin mutu dan kualitas bangunan maka diperlukan
pengawasan, pemantauan dan pengendalian yang ketat, terukur dan pengujian bahan di
laboratorium serta penggunaan alat yang memadai sehingga diperlukan kerjasama dengan pihak
ketiga atau penyedia jasa konsultansi. Hal tersebut perlu dilakukan guna menjamin kualitas,
mutu bangunan yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) di dalam pelaksanaan
pekerjaan konstruksi. Diperlukan kerjasama dengan pihak ketiga dalam rangka membantu
pengawasan teknis dan supervisi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Diharapkan dengan
kerjasama dari semua pihak, maka mutu, kualitas dan fungsi bangunan bisa optimal sesuai
perencanaan.
Hal-hal yang melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan supervisi secara umum yaitu
agar tersusunnya suatu organisasi pengawasan konstruksi dengan beban tugas pengawasan
pelaksanaan pekerjaan dan secara periodik memberikan masukan kepada pemimpin kegiatan,

39

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

baik yang bersifat rutin dan teknis maupun usulan-usulan lainnya yang sifatnya menunjang
pelaksanaan fisik.
Sedangkan tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan
sehingga dicapai hasil kerja yang sesuai dengan dokumen kontrak baik dari segi kualitas,
kuantitas serta dapat diselesaikan dengan waktu dan biaya yang telah ditentukan, sehingga
sasarannya adalah agar prasarana dan sarana irigasi nantinya dapat berfungsi secara optimal
untuk mengatasi permasalahan penyediaan air bersih di Kabupaten Tabanan.
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, konsultan akan tetap berpedoman pada lingkup
pekerjaan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja/Term Of Reference (KAK) pekerjaan tersebut.
Secara umum lingkup kegiatan yang diuraikan dalam KAK telah diuraikan dan sesuai dengan
tahapan kegiatan.
Namun ada beberapa hal yang menurut pihak konsultan yang belum tertuang dalam KAK
yaitu informasi hasil studi terkait dan hal ini akan menjadi kewajiban pihak konsultan untuk
mendapatkan informasi lebih lanjut termasuk juga dalam hal mengenai data-data penunjang yang
diperlukan. Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan dalam pelaksanaannya akan ada beberapa
aspek serta permasalahan yang harus disesuaikan dengan kondisi lokasi dan keinginan dari
masyarakat setempat serta kajian dari aspek lingkungan perlu dijadikan bahan pertimbangan.
Oleh karena setiap pembangunan sekarang ini harus mengedepankan aspek lingkungan terutama
aspek sosial masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Sehingga
keberhasilan pelaksanaan pekerjaan ini akan dapat tercapai jika konsultan memahami dengan
seksama terhadap apa yang dimaksud di dalam Kerangka Acuan Kerja (Term of
Reference/TOR).

D.2.2. TANGGAPAN TERHADAP LATAR BELAKANG PEKERJAAN


Keberhasilan pengembangan potensi wilayah dalam kenyataannya akan diikuti oleh
peningkatan kebutuhan penyediaan baku (air bersih, air irigasi, industri dll). Sementara itu
perubahan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pengembangan sumber-sumber air
menyebabkan perubahan pada karakter hidrologi yang pada akhirnya akan mengakibatkan
penurunan kapasitas persediaan air di daerah yang bersangkutan. Oleh karena itu perlu dijaga
suatu kondisi dimana minimal terjadi kesetimbangan air antara kebutuhan dan ketersediaan air.

40

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Untuk menghadapi permasalahan tersebut, Pemerintah dan DPR-RI telah menerbitkan UndangUndang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Pada Pasal 14 UU Nomor 7 tahun 2004
tersebut mengamanatkan Pemerintah berwenang menetapkan Kebijakan Nasional Sumber Daya
Air. Dengan tersusunnya Kebijakan Nasional Sumber Daya Air diharapkan pengembangan dan
pengelolaan sumber daya air tetap mengarah kepada keterpaduan yang harmonis, dan kelestarian
kemanfaatannya. Kebijakan Nasioanl ini berisi garis besar prioritas-prioritas pengembangan
sumber daya air di masing-masing wilayah di Indonesia, dan maka menjadi dasar untuk
penyusunan kebijakan dan program di daerah dalam pengelolaan sumber daya airnya secara
lebih terinci.
Pengembangan dan pengelolaan sumber air di wilayah Propinsi Bali masih kurang
optimal sehingga masih banyak lahan pertanian yang kekurangan air yang berdampak pada
penurunan produksi pertanian, kesulitan air bersih, semakin luasnya lahan kritis. Disatu sisi
masih banyak potensi sumber air (air permukaan, mata air dan air tanah) yang belum
dimanfaatkan secara optimal untuk penyediaan (air irigasi). Upaya pemenuhan kebutuhan telah
memunculkan persoalan dalam kaitannya

dengan penyediaan prasarana dan sarana

pengembangan dan pengelolaan sumber air yang memadai. Namun karena ketersediaan air
lambat laun tidak seimbang lagi dengan tingkat kebutuhannya, maka permasalahan ini harus
diupayakan jalan keluarnya. Agar pengelolaan air irigasi bisa menjadi efektif, maka debit harus
diukur dan diatur sedemikian rupa agar sumber air yang ada bisa terjaga kuantitas dan
kontinuitasnya. Untuk itu diperlukan suatu bangunan utama (headworks) seperti bendung,
embung, waduk/bendungan, jaringan irigasi beserta bangunan-bangunan perlengkapannya.
Terkait dengan penyediaan prasarana pengelolaan sumber air yang memadai maka oleh
Balai Wilayah Sungai Bali-Penida akan melaksanakan kegiatan peningkatan jaringan Irigasi
secara berkelajutan yang tersebar di wilayah Provinsi Bali. Untuk menjamin pelaksanaan
kegiatan konstruksi agar sesuai dengan waktu, mutu dan biaya yang ditetapkan serta dapat
memberikan manfaat yang optimal bagi para petani, maka diperlukan adanya kegiatan
pengawasan terhadap kegiatan konstruksi tersebut.

41

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

D.2.3. TANGGAPAN TERHADAP MAKSUD DAN TUJUAN PEKERJAAN


Maksud dari pekerjaan ini adalah tersusunnya suatu organisasi pengawasan proyek
dengan beban tugas pengawasan pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi secara
periodik memberikan masukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen Irigasi dan Rawa, baik yang
bersifat rutin dan teknis maupun usulan-usulan yang sifatnya menunjang pelaksanaan fisik.
Menurut pemahaman, konsultan menanggapi bahwakegiatan supervisi/pengawasan
dilakukan dengan suatu organisasi pengawasan dengan beban tugas pengawasan konstruksi dan
memberikan masukan secara periodik kepada Pemilik Proyek, baik yang bersifat rutin dan teknis
maupun usulan-usulan yang sifatnya menunjang pelaksanaan konstruksi. Sedangkan tujuan dari
pelaksanaan kegiatan pengawasan adalah untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sehingga
dicapai hasil kerja yang sesuai dengan Dokumen Kontrak baik dari segi kualitas, kuantitas serta
dapat diselesaikan sesuai dengan waktu dan dengan biaya yang telah ditentukan.
Konsultan pengawas akan melaksanakan tugas-tugas pengawasan konstruksi secara
keseluruhan dan memberikan bantuan teknis maupun non teknis dalam pelaksanaannya, yaitu :
a. Sebelum Pelaksanaan Proyek (Pre-Construction) dengan kegiatan meliputi mobilisasi tim
konsultan, evaluasi organisasi pelaksanaan di lapangan dan koordinasi dengan pihak
Pengguna Jasa.
b. Saat Awal Proyek (At-Project Starting) meliputi koordinasi awal dengan pihak Pengguna
Jasa dan kontraktor, pengecekan bersama terkait dengan item-item pekerjaan dan jadwal
pelaksanaan konstruksi, sistem kerja dll.
c. Pelaksanaan

Proyek

(Project

Construction)

dengan

kegiatan

meliputi

(1)

Pengendalian/kontrol pemakaian mutu bahan/material dan pengujian bahan/material yang


digunakan, (2) Pengawasan/pengendalian teknis pelaksanaan pekerjaan, (3) Pengendalian
dan pengecekan volume pekerjaan dan pembayarannya, (4) Melakukan kontrol terhadap
kualitas hasil pekerjaan, (5) Monitoring dan pelaporan pelaksanaan pekerjaan, (6)
Pelaksanaan test akhir pada pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan dan dokumentasi.
d. Saat Proyek Selesai (Project Completion) dengan kegiatan meliputi masa pemeliharaan,

pemeriksaan bersama, serah terima pekerjaan, pembayaran akhir dan evaluasi dan penilaian
pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan.

42

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Hal ini sesuai dengan tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengendalikan pelaksanaan
pekerjaan sehingga dicapai hasil kerja yang sesuai dengan dokumen kontrak baik dari segi
kualitas, kuantitas serta dapat diselesaikan dengan waktu dan biaya yang telah ditentukan.

D.2.4. TANGGAPAN TERHADAP SASARAN PEKERJAAN


Sasaran pekerjaan ini meliputi :

Upaya pengendalian pelaksanaan konstruksi pembangunan jaringan irigasi agar tepat


waktu, mutu, dan biaya yang sesuai dengan Dokumen Kontrak.

Agar prasarana dan sarana irigasi nantinya dapat berfungsi secara optimal untuk
mengatasi permassalahan penyediaan air bersih di Kabupaten Badung.

Konsultan menanggapi bahwa untuk menjamin agar pelaksanaan konstruksi tersebut


dapat terlaksana dengan baik maka harus melibatkan organisasi pengawasan untuk
mengendalikan pelaksanaan konstruksinya. Konsultan pengawas akan melaksanakan tugas-tugas
pengawasan konstruksi secara keseluruhan dan memberikan bantuan teknis maupun non teknis
yang sifatnya menunjang pelaksanaan konstruksi. Pemahaman konsultan terhadap sasaran yang
ingin dicapai dari kegiatan pengawasan adalah (1) Upaya pengendalian pelaksanaan
pembangunan agar tepat waktu, mutu, dan biaya yang sesuai dengan Dokumen Kontrak, (2)
Agar sarana dan prasarana yang terbangun nantinya dapat berfungsi secara optimal dan
memberikan manfaat bagi masyarakat.

D.2.5. TANGGAPAN TERHADAP LINGKUP PEKERJAAN


Konsultan menyadari bahwa keberhasilan pelaksanaan pekerjaan Supervisi dan
Peningkatan Jaringan Irigasi di Kabupaten Tabananini akan tercapai jika memahami dengan
seksama terhadap apa yang dimaksud di dalam Kerangka Acuan Kerja. Dengan demikian
keseluruhan lingkup pekerjaan yang masuk didalamnya bisa terlaksana sepenuhnya dengan baik,
dan sasaran dari pekerjaan yang diharapkan bisa tercapai dengan tepat waktu. Konsultan cukup
memahami apa yang disajikan dalam KAK, maupun penjelasan-penjelasan yang disampaikan
dalam rapat penjelasan yang telah dilakukan.
Jenis-jenis kegiatan yang harus dilaksanakan dalam studi ini telah dijabarkan secara rinci
dalam KAK. Setelah mempelajari, maka Konsultan menanggapi bahwa sebenarnya item

43

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

pekerjaan yang tercantum dalam KAK cukup banyak dan cukup luas, sehingga dalam
pelaksanaan pekerjaan nantinya konsultan akan lebih cermat dalam menentukan metode
pelaksanaan agar semua item kegiatan yang harus terlaksana tidak ada yang terlewatkan atau
item pekerjaan yang tumpang tindih.

Dengan demikian keluaran yang diharapkan dari

pelaksanaan studi ini dapat tercapai sesuai dengan alokasi waktu, biaya dan mutu pekerjaan.

D.2.6. TANGGAPAN TERHADAP WAKTU


Dalam Kerangka Acuan Kerja telah ditetapkan bahwa jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan Supervisi Peningkatan Jaringan Irigasi di Kabupaten Tabanan ini adalah 7 (tujuh)
bulan atau 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender memang terlihat cukup pendek apalagi melihat
volume pekerjaan yang meliputi kajian semua aspek baik teknis, lingkungan dan ekonomi. Akan
tetapi dengan pengalaman konsultan dengan dalam penanganan dan dukungan Tenaga Ahli yang
cukup berpengalaman dalam bidangnya, maka konsultan dalam hal ini akan menerapkan strategi
penanganan pekerjaan secara terperogram dan terkoordinasi.
Untuk mengantisipasi padatnya kegiatan yang harus dilakukan oleh konsultan, maka
dalam penyusunan Bagan Alir dan Jadwal Pelaksanaan, Jadwal Personil dan Jadwal Penggunaan
Alat harus sangat hati-hati dan harus konsekuen dengan Jadwal masing-masing, agar tidak
terdapat kegiatan yang mundur. Apabila ada kegiatan yang mundur maka semua kegiatan yang
telah disusun tidak akan berjalan sesuai dengan kehendak.
Agar pelaksanaankonstruksi dapat terlaksana dengan tepat waktu, tepat biaya dan tepat
mutu sehingga hasil pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang optimal,
maka harus dilakukan melalui pengendalian/pengawasan secara bersama-sama antara Pengguna
Jasa, Konsultan dan Masyarakat. Konsultan pengawas akan melaksanakan tugas-tugas
pengawasan konstruksi secara keseluruhan dan memberikan bantuan teknis maupun non teknis
dalam pelaksanaannya, yaitu Sebelum Pelaksanaan Proyek (Pre-Construction), Saat Awal
Proyek (At-Project Starting), Pelaksanaan Proyek (Project Construction)danSaat Proyek Selesai
(Project Completion).
Konsultan akan berusaha memanfaatkan sebaik mungkin waktu yang disediakan untuk
menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas seperti yang diharapkan, dengan dukungan dari
berbagai pihak yang terkait dengan pekerjaan ini.

44

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2.2.7 TANGGAPAN

DAN

SARAN

TERHADAP

PERSONIL

FASILITAS

PENDUKUNG DARI PPK


Uraian mengenai Tenaga Ahli seperti yang disyaratkan dalam KAK, baik mengenai jenis
keahlian, maupun kualifikasi pendidikan, serta pengalaman personil, menurut Konsultan telah
sesuai dengan lingkup kegiatan yang dituntut dalam studi ini. Dalam hal ini konsultan akan
mengusulkan Tenaga Ahli dengan pendidikan (S1) sesuai bidang keahliannya, bersetifikat
sebagai Tenaga Ahli yang dikeluarkan Asosiasi Keahlian atau Badan/Lembaga yang berwenang
serta memiliki pengalaman sesuai bidang keahlian untuk menangani pekerjaan sejenis.
Pengendalian mutu memegang peranan yang sangat penting karena berkaitan dengan
personil dan cara kerja kontraktor dan konsultan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari
pelaksanaan di lapangan diterapkan sistem kendali mutu yang diterapkan dari awal dengan
penjelasan yang detil mengenai sistem ini pada saat pre-construction meeting. Sistem kendali
mutu ini akan disiapkan oleh konsultan secara sistematis dengan form-form yang telah dibuat
sebelumnya. Form tersebut akan dibahas pada saat awal konstruksi sehingga dapat dievaluasi
dengan baik dan dilakukan perubahan-perubahan seperlunya oleh konsultan apabila ada hal-hal
yang perlu disesuaikan dengan keadaan masing-masing proyek.
Dengan diterapkannya secara khusus sistem ini maka akan semakin mudah untuk
melakukan kontroling dalam bidang mutu dan diharapkan pelaksanaan pekerjaan juga dapat
dilaksanakan dengan lebih cepat dan bermutu.
Melalui Field Team dilakukan standarisasi prosedur, tata cara kerja, pelaporan, dan hal
lainnya yang terlibat dengan pengawasan di lapangan. Standarisasi kami anggap sangat penting
dalam menyamakan presepsi dalam pelaksanaan di lapangan, menghindari perbedaanperbedaan antara konsultan dan kontraktor dalam pemahaman Management proyek secara
umum dan secara khusus. Penerapan ini secara langsung dapat mendukung tertib administrasi
dari sejak awal hingga akhir proyek sehingga pada saat PHO segala hal yang menyangkut
administrasi dapat dipenuhi dengan baik dan benar. Standarisasi ini saling mendukung antara
sistem kendali mutu yang diterapkan sehingga dapat menciptakan iklim pelaksanaan yang
kondusif dan persoalan-persoalan rutin yang sering dijumpai dapat diselesaikan dengan cepat.

45

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan ini, pihak proyek telah menyediakan


fasilitas meliputi:
Pemberian surat pengantar untuk operasional maupun koordinasi dan dukungan dengan
instansi terkait.
Peminjaman referensi yang ada pada proyek.
Pemberian informasi mengenai ketentuan yang berkaitan dengan pekerjaan Kewajiban
Consultan.
Menyediakan tenaga ahli sesuai dengan keperluan studi/pekerjaan
Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan KAK, serta peraturan lain yang akan disepakati
bersama
Menyediakan fasilitas transportasi sesuai keperluan
Menyediakan biaya mobilisasi dan demobilisasi tenaga dari dan ke lokasi pekerjaan.
Konsultan menanggapi bahwa kebutuhan akan fasilitas dan peralatan yang disediakan
oleh pihak pemrakarsa pekerjaan sangat erat hubungannya dengan kelancaran pekerjaan,
sehingga tidak ada kendala peralatan dan fasilitas yang dihadapi oleh pelaksana pekerjaan pada
saat pelaksanaan nantinya.

2.2.8 SARAN TAMBAHAN DARI KONSULTAN


Setelah mempelajari dokumen pelelangan dan mengikuti rapat penjelasan untuk
pekerjaan ini, maka konsultan berkesimpulan bahwa seluruh isi materi yang terkandung di dalam
kerangka acuan kerja secara jelas telah mencakup semua aspek kegiatan untuk mencapai sasaran
proyek dan sepenuhnya dapat dipahami. Dalam hal ini konsultan dengan jelas memahami
sepenuhnya segala ketentuan, persyaratan dan tugas yang dimaksud, sehingga Konsultan
berkesimpulan dapat melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan persyaratan yang dimaksud
dalam kerangka acuan kerja.
Namun demikian, unutuk lebih memperjelas pandangan Konsultan terhadap kerangka
acuan kerja tersebut, maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan sebagai tanggapan untuk
memperkaya dan menyempurnakan tata cara pengawasan teknis jalan yaitu :
1. Pada Standar Teknis, menurut konsultan perlu dipertegas lagi mengenai standarisasi teknis
yang dipergunakan sebagai pedoman tata cara prosedur kegiatan.

46

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2. Seluruh tim pengawas lapangan harus mengikuti rapat koordinasi sejak awal hingga akhir
masa pengawasan dengan jadwal yang teratur. Dengan demikian tercipta homogenitas
pengetahuan dan kemampuan tenaga pengawas di seluruh tim, sehingga masing-masing field
team dapat bekerja secara harmonis.

47

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

E.
PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM KERJA

E. 1

UMUM

E.1. 1 Abstraksi
Perkembangan pembangunan di Kabupaten Tabanan, telah memberikan konsekuensi
tersendiri bagi perkembangan sektor-sektor lain di daerah tersebut, dan juga penyediaan
sarana dan prasaran penunjangnya.
Keberhasilan pengembangan potensi wilayah dalam kenyataannya akan diikuti oleh
peningkatan kebutuhan penyediaan baku (air bersih, air irigasi, industri dll). Sementara itu
perubahan lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pengembangan sumber-sumber air
menyebabkan perubahan pada karakter hidrologi yang pada akhirnya akan mengakibatkan
penurunan kapasitas persediaan air di daerah yang bersangkutan. Oleh karena itu perlu dijaga
suatu kondisi dimana minimal terjadi kesetimbangan air antara kebutuhan dan ketersediaan
air. Untuk menghadapi permasalahan tersebut, Pemerintah dan DPR-RI telah menerbitkan
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Pada Pasal 14 UU Nomor
7 tahun 2004 tersebut mengamanatkan Pemerintah berwenang menetapkan Kebijakan
Nasional Sumber Daya Air. Dengan tersusunnya Kebijakan Nasional Sumber Daya Air
diharapkan pengembangan dan pengelolaan sumber daya air tetap mengarah kepada
keterpaduan yang harmonis, dan kelestarian kemanfaatannya. Kebijakan Nasioanl ini berisi
garis besar prioritas-prioritas pengembangan sumber daya air di masing-masing wilayah di
Indonesia, dan maka menjadi dasar untuk penyusunan kebijakan dan program di daerah
dalam pengelolaan sumber daya airnya secara lebih terinci.
Pengembangan dan pengelolaan sumber air di wilayah Propinsi Bali masih kurang
optimal sehingga masih banyak lahan pertanian yang kekurangan air yang berdampak pada
penurunan produksi pertanian, kesulitan air bersih, semakin luasnya lahan kritis. Disatu sisi

48

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

masih banyak potensi sumber air (air permukaan, mata air dan air tanah) yang belum
dimanfaatkan secara optimal untuk penyediaan (air irigasi). Upaya pemenuhan kebutuhan
telah memunculkan persoalan dalam kaitannya dengan penyediaan prasarana dan sarana
pengembangan dan pengelolaan sumber air yang memadai. Namun karena ketersediaan air
lambat laun tidak seimbang lagi dengan tingkat kebutuhannya, maka permasalahan ini harus
diupayakan jalan keluarnya. Agar pengelolaan air irigasi bisa menjadi efektif, maka debit
harus diukur dan diatur sedemikian rupa agar sumber air yang ada bisa terjaga kuantitas dan
kontinuitasnya. Untuk itu diperlukan suatu bangunan perlengkapannya. Upaya peningkatan
jaringan irigasi dan pemeliharaannya terus dilakukan untuk tetap menjamin kuantitas dan
kontinuitas penyediaan air irigasi.
Terkait dengan penyediaan prasarana irigasi yang memadai maka oleh Balai Wilayah
Sungai Bali-Penida akan melaksanakan kegiatan Perbaikan dan Peningkatan Jaringan Irigasi
secara berkelajutan yang tersebar di wilayah Provinsi Bali. Untuk menjamin pelaksanaan
kegiatan konstruksi agar sesuai dengan waktu, mutu dan biaya yang ditetapkan serta dapat
memberikan manfaat yang optimal bagi para petani, maka diperlukan adanya kegiatan
pengawasan terhadap kegiatan konstruksi tersebut.

E.1. 2 Nama Pekerjaan


Nama pekerjaan ini adalah Supervisi Peningkatan Jaringan Irigasi di Kabupaten
Tabanan

E.1. 3 Lokasi Pekerjaan


Lokasi dari kegiatan Supervisi Peningkatan Jaringan Irigasi di Kabupaten Tabanan ini
berada di Kabupaten Tabanan.

49

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

E.1. 4 Apresiasi Dan Inovasi


1) APRESIASI KUALITAS POTENSI SUMBER DAYA AIR (SDA) PROVINSI
BALI
Dari sisi kualitas, potensi SDA di Bali mempunyai beban untuk mendukung
penyediaan air pada kualitas yang setara dengan persyaratan masing-masing sektor, dimana
secara umum kelompok domestik mempunyai kriteria kualitas yang paling peka (kualifikasi
A dan B) selanjutnya sektor pertanian (kualifikasi C) dan industri (kualifikasi C dan D,
kecuali industri makanan dan minuman).
Kondisi kualitas sumber-sumber air yang ada di Bali memang telah banyak mendapat
penyelidikan laboratorium melalui berbagai studi yang dilaksanakan baik oleh Dinas
Pekerjaan Umum maupun instansi lainnya. Beberapa yang dapat dikutip sebagai gambaran
umum atas kualitas air baku tersebut ditampilkan pada Tabel berikut.
Tabel E.1 Kualitas Air pada Sub-Sub SWS di Provinsi Bali
No Sub SWS

Sumber Air

Parameter di

Keterangan

Atas Ambang
1

03.01.01

- Tukad Badung

- COD

pencemaran ini diduga akibat

- BOD

buangan limbah rumahtangga

- PO4

industri garmen, pasar,

- Coliform

industri rumah makan,


bengkel / pencucian mobil

03.01.02

- Mata air Mumbul

- kualitas A

- Mata air Pacung (Sgh)

- kualitas A

- Air Sumur di Sanur, Kuta,

- kualitas A

Suwung, Nusa Dua, Jimbaran

- kualitas A

Sesetan,Renon, Panjer,

- kualitas A

Lukluk, Mambal

- kualitas A

- Mata air Pacung, Gunung

- kualitas A

- kualitas A

- kualitas A

- kualitas A

Sari, Beten Aee, Tegaljaya


Pura Taman
3

03.01.03

- Mata Air Pempatan 1, 2,


Besi Pujungan

03.01.04

- Mata Air Tibutanggang


Manggis Sari

03.01.06

- Mata Air Yeh mekecir,


Munduk Kemoning

50

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN
No Sub SWS

Sumber Air

Parameter di

Keterangan

Atas Ambang
7

03.01.07

11 03.01.11

- Mata Air Manistutu I, II, III

- kualitas A

- Tukad Buleleng

- COD

pencemaran ini diduga akibat

- BOD

buangan limbah rumahtangga

- PO4

industri garmen, pasar,

- Coliform

industri rumah makan,


bengkel / pencucian mobil

15 03.01.15

- Mata Air Ababi

- kualitas A

- Mata Air Yang Soka

- kualitas A

16 03.01.16

- Mata Air Petung

- kualitas A

17 03.01.17

- Mata Air Pura Tirta, Dedari

- kualitas A

Manuk, Anakan Paras

- kualitas A

18 03.01.18

- Mata Air Menggening

- kualitas A

20 03.01.20

- Mata Air Guyangan

- kualitas A

Sumber : Proyek Pengembangan dan Konservasi Sumberdaya Air Provinsi Bali, 2004
Dari Tabel di atas dapat diketahui bahwa kualitas air dari sumber-sumber air yang ada
di Provinsi Bali pada umumnya masih termasuk kategori baik. Hampir keseluruhan sumbersumber mata air yang ada menunjukkan kualifikasi A sehingga dapat dikonsumsi untuk
kebutuhan rumah tangga (domestik). Setelah menjadi aliran permukaan, sebagian besar air
sungai mulai mengalami pencemaran, terutama yang disebabkan oleh faktor-faktor erosi
kawasan, pestisida pertanian, maupun drainase rumahtangga. Pada jenis kualitas air seperti
ini, dalam batas-batas tertentu masih dapat dimanfaatkan kembali oleh sektor pertanian tanpa
memerlukan teknologi perlakuan khusus. Namun beberapa air permukaan yang terdapat di
bagian hilir kota, terutama kota Denpasar dan Singaraja, telah menunjukkan kondisi yang
buruk sebagai akibat fungsi sungai sebagai saluran drainase utama yang menggelontor
berbagai limbah industri yang mengandung bahan-bahan logam berat (BOD, COD).
2) APRESIASI LOKASI PEKERJAAN
1. Wilayah Administrasi
Kabupaten Tabanan terletak di bagian selatan pulau Bali yang secara geografis
berada pada posisi 8 14 30- 8 30 07 Lintang Selatan, 114 54 52 - 115 12
57 Bujur Timur. Wilayah ini cukup strategis karena berdekatan dengan ibukota

51

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Propinsi Bali yang berjarak 25 Km dengan waktu tempuh 45 menit dan dilalui oleh
jalur arteri yaitu jalur antar propinsi.
Batas-batas wilayah Kabupaten Tabanan secara lengkap adalah :

Utara

: Kabupaten Buleleng

Timur

: Kabupaten Badung

Barat

: Kabupaten Jembrana

Selatan

: Samudera Indonesia

Luas Kabupaten Tabanan sebesar 839.33 Km2 atau 14,90 persen dari luas Propinsi
Bali. Berdasarkan besarnya wilayah, maka Kabupaten Tabanan termasuk Kabupaten
terbesar kedua di Propinsi Bali setelah Kabupaten Buleleng.
Tabel E.2 Luas Wilayah Kabupaten Tabanan Per Kecamatan
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Luas Wilayah (Km2)

Kecamatan

52,05
42,39
51,4
53,6
44,79
99,17
141,98
179,02
120,15
54,78

Selemadeg
Kerambitan
Tabanan
Kediri
Marga
Baturiti
Penebel
Pupuan
Selemd. Barat
Selemd. Timur

Sumber: Kabupaten Tabanan dalam Angka, 2010

52

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Gambar E.1 Peta Kabupaten Tabanan


2. Kondisi Fisik Daerah
a. Topografi dan Morfologi
Kabupaten Tabanan terletak pada ketinggian 0 - 2.276 m di atas permukaan
laut (dpl), di mana lahan tertinggi di puncak Gunung Batukaru. Topografi wilayah
Kabupaten Tabanan memiliki tiga karakteristik yang berbeda. Bagian selatan
berbatasan dengan Samudera Indonesia merupakan dataran rendah dengan topografi
yang relatif datar, di bagian tengah bergelombang, dan di bagian utara merupakan
daerah perbukitan dan pegunungan di mana terdapat beberapa gunung yaitu Gunung
Batukaru (2.276 m), Gunung Sangiyang (2.097 m), Gunung Pohen (2.055 m) dan
Gunung Adeng (1.811 m).

53

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Tabel E.3 Luas Wilayah dan Ketinggian Tiap Kecamatan di Kabupaten Tabanan
Tahun 2007
No.

Kecamatan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Selemadeg
Kerambitan
Tabanan
Kediri
Marga
Baturiti
Penebel
Pupuan
Selemadeg
Barat
10. Selemadeg
Timur
Kabupaten
Tabanan

Luas
Wilayah
(km2)
52,05
42,39
51,40
53,60
44,79
99,17
141,98
179,02
120,15

Persentase Luas
Wilayah (%)
6,20
5,05
6,12
6,39
5,34
11,82
16,92
21,33
14,31

Persentase
dibanding Luas
Bali (%)
0,92
0,75
0,91
0,95
0,80
1,76
2,52
3,18
2,13

Keringgian dari
Permukaan Laut
(dpl)
0-1879
0-196
0-275
0-123
174-446
465-2082
159-2276
597-1807
1-716

54,78

6,53

0,97

0-526

839,33

100,00

14,90

0-2276

Sumber: Tabanan dalam Angka, 2008


11500 '

11510 '

D . Be r ata n

$
G. Pohen
(2055 m)

> 1000 m
Luas : 76,17 km sq (9,08%)

G. Sangiyang
(2097 m)

G. Adeng
(1811 m)

8 20'

8 20'

11520 '

KEC . B AT U R I T I

G. Bat ukaru
(2276 m)

500 - 1000 m
Luas : 265,29 km sq (31,61%)

KEC . P U PU A N

KEC . P EN E BE L

AN

AN

IT

25 - 100 m
Luas : 107,90 km sq (12,86%)

KE

KE

C.

C.

TA

KE

RA

BAN

MB

AD
M
LE
SE
C.
KE
N

100 - 500 m
Luas : 373,58 km sq (44,81%)

8 30'

K EC . M
AR G

R
MU
TI
EG

K EC

8 30'

. SE
L

EM A

D EG

KEC . S ELE M AD E G B AR A T

EC

E
. K

IR

0 - 25 m
Luas : 16,39 km sq (1,95%)

Kilometer
11500 '

11510 '

11520 '

Gambar E.2 Peta Topografi Kabupaten Tabanan


Ditinjau dari kemiringan lahan, sebagian besar lahan Kabupaten Tabanan
berada pada kemiringan lereng 15 - 40% yaitu luasnya 365,67 km2 (43,57%), tersebar
luas terutama di wilayah bagian barat. Lahan dengan kemiringan lereng 2 - 15%

54

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

dengan luas 249,61 km2 (29,74%) tersebar luas terutama di wilayah bagian timur.
Lahan dengan kemiringan di atas 40% seluas 136,53 km2 (16,27%) terdapat di daerah
pegunungan bagian utara dan sebagian di sisi barat perbatasan dengan Kabupaten
Jembrana. Sedangkan lahan dengan kemiringan 0 - 2% seluas 10,43 km2 (10,43%)
mendominasi daerah pantai.
Sebagai salah satu syarat untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan, maka
lahan dengan kemiringan di bawah 40% pada umumnya dapat diusahakan asalkan
persyaratan lain untuk penentuan kesesuaian lahan terpenuhi. Sedangkan lahan
dengan kemiringan di atas 40% perlu mendapatkan perhatian bila akan difungsikan
sebagai usaha budidaya.
b. Geologi dan Jenis Tanah
Wilayah permukaan Kabupaten Tabanan tersusun oleh formasi geologi
yangberagam. Batuan tua yang ditemukan adalah batuan hasil muntahan Gunung Api
Membrana seperti Gunung Klatakan, Gunung Merbuk dan Gunung Patas yang terdiri
dari lava, breksi dan tufa. Batuan ini menyelimuti daerah sekitar Kaliukir, Munduk
Tiinggading hingga Suraberata. Juga ditemui di dekat Desa Kerambitan. Batuan ini
terbentuk pada era kuarter bawah sekitar 6 juta tahun lalu. Batuan yang lebih muda
adalah tufa dan endapan lahar Buyan-Bratan dan Batur yang terbentuk pada era
kuarter. Batuan ini menutupi sekitar setengah Kabupaten Tabanan, terutama daerah
bagian selatan. Sementara pada daerah pegunungan terdapat dua formasi batuan yaitu
batuan hasil ekstrusi Gunung Batukaru dan batuan gunung api dari kerucut-kerucut
sebresen Gunung Pohen, Gunung Sangiyang dan Gunung Lesong.
Jenis-jenis batuan menurut luasnya di wilayah Kabupaten Tabanan adalah
sebagai berikut :
a. Batuan Gunung Berapi Batukaru, luasnya 120,79 km2 / (14,39%).
b. Tufa endapan lahar Buyan, Beratan dan Batur, luasnya 453,57 km2 / (54,04%).
c. Batuan Gunung Pohen dan Gunung Sangiyang, luasnya 136,50 km2 / (16,26%).
d. Batuan Gunung Api Jembrana, Breksi, Tufa dari Gunung Klatakan dan Batuan
tergabung, luasnya 118,42 km2 / (14,11%).
e. Endapan Alluvial pada Danau Beratan, luasnya 0,38 km2 / (0,05%). Formasi
Palasari, luasnya 9,67 km2 / (1,15%).

55

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN
11500 '

11510 '

D . Be r ata n

$
G. Pohen
(2055 m)

G. Sangiyang
(2097 m)

Batuan G. Pohen,
G. Sangiyang, & G. Lesung
Luas : 136,50 km sq (16,26%)
8 20'

G. Adeng
(1811 m)

8 20'

11520 '

KEC . B AT U R IT I

G. Bat ukaru
(2276 m)
KEC . P U PU A N

Batuan gunungapi G. Batukaru


Luas : 120,79 km sq (14,39%)

KEC . P EN E BE L

N AN

I TA
MB

AD

KE

.T
ABA

RA

LEM
SE

KE

Tufa Endapan Lahar Buyan,


Beratan & Batur
Luas : 453,57 km sq (54,04%)

K EC

C.

C.
KE

Formasi Palasari
Luas : 9,67 km sq (1,15%)

8 30'

K EC . M
AR G

R
MU
TI
EG

K EC

8 30'

. SE L
E

M AD

EG

KEC . S ELE M AD E G B AR A T

Batuan g.a Jembrana, Breksi,


Tufa dari G. Klatakan &
Batuan Tergabung
Luas : 118,42 km sq (14,11%)

EC

E
. K

IR

Kilometer
11500 '

11510 '

11520 '

Gambar E.3 Peta Geologi Kabupaten Tabanan


(Sumber: Purbo-Hadiwidjojo, 1971)
11500 '

11510 '

11520 '

D . Be r ata n

$
$

G. Sangiyang
(2097 m)

8 20'

G. Adeng
(1811 m)

8 20'

Regosol

G. Pohen
(2055 m)

KEC . B AT U R I T I

G. Bat ukaru
(2276 m)

Andosol

KEC . P U PU A N

KEC . P EN E BE L

Latosol

AN
B AN

RA

TA

KE

C.

C.

KE

KE

8 30'

AN
IT
MB

AD
M
LE
SE
C.
KE

Alluvial

K EC . M
AR G

R
MU
TI
EG

K EC

8 30'

. SE
L

EM A

D EG

KEC . S ELE M AD E G B AR A T

EC

E
. K

IR

Kilometer
11500 '

11510 '

11520 '

Gambar E.4. Peta Jenis Tanah di Wilayah Kabupaten Tabanan


(Sumber : Bappeda Provinsi Bali, 2004)
Jenis tanah secara umum yang terdapat di Kabupaten Tabanan berdasarkan
Uraian Tanah Tinjau (Bappeda Provinsi Bali, 2007) terdiri dari tanah alluvial, regosol,

56

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

andosol dan latosol. Tanah alluvial berasal dari bahan induk endapan laut dan
endapan sungai dengan fisiografi daratan pantai dan bentuk wilayah datar terdapat di
daerah pantai Kecamatan Selemadeg Barat dan Selemadeg. Tanah jenis regosol
berasal dari bahan induk abu vulkan dengan fisiografi vulkan, lembah dan kerucut
vulkan dan bentuk wilayah melandai sampai bergunung, terdapat di Kecamatan
Selemadeg, Pupuan, Penebel dan Baturiti. Tanah jenis andosol berasal dari bahan
induk abu dan tufa vulkan dengan fisiografi lungur vulkan kerucut dan lungur dan
bentuk wilayah berbukit sampai bergunung, terdapat di Kecamatan Pupuan, Penebel
dan Baturiti. Sedangkan jenis tanah latosol yang merupakan sebagian besar dari jenis
tanah di Kabupaten Tabanan tersebar di seluruh kecamatan.
c. Hidrogeologi
Kabupaten Tabanan mempunyai karakteristik hidrologi yang beragam
sehingga secara relatif memiliki sumber daya air yang kaya dibandingkan wilayah
lainnya di Bali. Karakteristik hidrologi tersebut meliputi sungai, danau, mata air dan
air tanah. Secara umum jenis sumber mata air dapat dikatagorikan sebagai air
permukaan dan air tanah.
Air permukaan dapat berasal dari : (1) air hujan yang mengalir di permukaan
bumi dan berkumpul pada suatu tempat yang relatif rendah, seperti sungai, danau, laut
dan sebagainya; (2) air tanah yang mengalir keluar permukaan bumi, misalnya air dari
mata air yang mengalir ke permukaan bumi; dan (3) air buangan bekas aktivitas
manusia. Sedangkan air tanah adalah air permukaan yang meresap ke dalam tanah dan
bergabung membentuk lapisan air tanah yang disebut aquifer. Jenis-jenis air tanah
adalah (1) air tanah dangkal, yaitu bila air hujan/air permukaan hanya meresap sampai
muka air tanah yang berada di atas lapisan rapat air, umumnya mempunyai kedalaman
kurang dari 50 m; (2) air tanah dalam, yaitu air tanah yang terletak di antara dua
lapisan kedap air, letaknya biasanya cukup jauh dari permukaan tanah; dan (3) mata
air, yaitu air di dalam tanah mengalir pada lapisan tanah berpasir atau berkerikil, atau
mengalir melalui celah pada lapisan kedap air. Tempat keluarnya air di permukaan
tanah ini disebut mata air.

57

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

1) Sungai
Di wilayah Kabupaten Tabanan terdapat beberapa sungai yang memiliki aliran
sepanjang tahun. Beberapa sungai tersebut memiliki daerah pengaliran sungai yang
cukup luas dan membentuk suatu daerah aliran sungai (DAS), yaitu:

Daerah aliran sungai Tukad Yeh Empas luasnya 100,82 km2. Daerah aliran sungai
ini sepenuhnya berada di Kabupaten Tabanan dan bermuara di perbatasan Desa
Sudimara dan Pangkung Tibah.

Daerah Aliran Tukad Yeh Ho luasnya 135,76 km2. Semua daerah aliran sungai ini
terletak di Kabupaten Tabanan. Muara sungai ini berada di perbatasan Kecamatan
Selemadeg Timur dan Kerambitan.

Daerah aliran sungai Tukad Balian luasnya 152,9 km2. Semua daerah aliran
sungai terletak di Kabupaten Tabanan. Muara sungai ini berada di Suraberata,
Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.
Sungai-sungai besar lainnya yang bermuara di wilayah Kabupaten Tabanan

yaitu Tukad Yeh Sungi (panjang 40,5 km) bermuara di Desa Beraban (Kecamatan
Kediri), Tukad Yeh Abe (panjang 9,3 km) bermuara di perbatasan Kabupaten
Tabanan dan Tabanan.Tukad Yeh Matan (panjang 13,5 km) bermuara di perbatasan
Desa Berembeng dan Tegalmengkeb, dan Tukad Yeh Otan (panjang 24,0 km)
bermuara di Desa Antap.
Dari sekian sungai yang ada di Kabupaten Tabanan baru tiga sungai yang telah
diinventarisasi memiliki potensi untuk dikembangkan melalui program penyadapan
sungai yaitu Tukad Balian, Tukad Yeh Empas dan Tukad Sungi. Tukad Balian
mempunyai debit aliran andal sebesar 380 lt/detik, Tukad Yeh Empas 200 lt/detik dan
Tukad Sungi 430 lt/detik sehingga total hasil penyadapan air sungai dari tiga sungai
tersebut adalah 1.010 lt/detik atau 31,85 juta m3/tahun (Rencana Induk Penyediaan
Air Bersih Bali, 2000).
Berdasarkan data curah hujan bulanan yang tercatat melalui alat pengukur
curah hujan yaitu penakar hujan dan pencatat hujan di seluruh stasiun yang ada di
Kabupaten Tabanan (Balai Meteorologi dan Geofisika Wilayah III) dilakukan
simulasi dan diperoleh curah hujan dalam bentuk Isohyet bulanan selama tahun 2004.
Berdasarkan catchment area (CA) masing-masing sub SWS, maka dapat dihitung
potensi air permukaan di Kabupaten Tabanan sebagaimana disajikan pada Tabel 3.4.

58

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Total ketersediaan air permukaan yang masuk ke dalam sistem sungai di


Kabupaten Tabanan mencapai 2.400.501 juta m3/tahun.

Gambar E.5 Kondisi Sungai di Kabupaten Tabanan


Tabel E.4 Ketersediaan Air Permukaan Per sub Satuan Wilayah Sungai
Kabupaten Tabanan Tahun 2005

Bulan

Januari
Pebruari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
Jumlah

SWS
03.01.01
(5,26km2)
740
818
738
574
561
537
512
441
464
505
749
949
7.588

Ketersediaan Air Permukaan (juta m3)


SWS
SWS
SWS
03.01.02
03.01.03
03.01.04
(510,83km2)
(272,80km2)
(50,44km2)
298.272
273
6.981
268.478
119.159
9.079
213.421
92.316
8.474
159.186
95.153
9.241
51.619
74.856
3.390
57.152
38.192
5.811
25.258
33.172
2.542
15.732
14.186
525
21.540
16.804
9.200
88.016
16.150
8.474
220.117
62.198
11.057
242.088
87.296
7.057
1.660.878
649.755
82.280

59

Jumlah
(839,33 km2)
306.266
397.535
314.949
264.153
130.425
101.691
61.484
30.883
48.008
113.145
294.121
337.839
2.400.501

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2) Danau
Kabupaten Tabanan memiliki sebuah danau dari empat buah danau yang ada
di Provinsi Bali, yaitu Danau Beratan. Danau Beratan terletak di kawasan Bedugul
pada ketinggian sekitar 200 m dpl, memiliki luas permukaan air 3,85 km2 dan luas
daerah tangkapan air 13,4 km2. Danau ini memiliki kedalaman rata-rata 12,8 m dan
kedalaman maksimum 20 m, dengan volume airnya 49,22 juta m3.

Gambar E.6 Kondisi Danau Beratan di kawasan Bedugul di Kabupaten Tabanan


3) Waduk
Kabupaten Tabanan memiliki sebuah waduk yang baru saja dibangun pada
tahun 2008 yaitu Waduk Telaga Tunjung. Waduk Telaga Tunjung terletak di
Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan dengan luas daerah tangkapan waduk
81,50 km2, volume tampungan efektif 1.159.640 m3, dan luas genangan waduk 16,50
km2. Waduk ini dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di Kecamatan
Kerambitan dan sekitarnya serta sebagai sumber air bersih.
4) Mata Air dan Sumur Gali
Berdasarkan data dari laporan Rencana Induk Penyediaan Air Bersih Bali
(2000), sumber mata air yang terdapat di Kabupaten Tabanan adalah 118 buah dan
yang telah dimanfaatkan airnya oleh masyarakat berjumlah 82 titik mata air, dengan
debit 3,26 m3/dt atau 102,81 juta m3/tahun. Sedangkan jumlah sumur gali sebanyak 22
buah dengan debit 14,3 lt/detik atau 450.965 m3/tahun.
5) Potensi Air Tanah
Potensi air tanah sangat tergantung dari formasi batuan dan struktur geologi
yang ada di bawah permukaan tanah. Formasi batuan dan struktur geologi akan
mempengaruhi aquifer yang ada di bawah permukaan tanah. Sebagian besar wilayah

60

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Kabupaten Tabanan struktur hidrologinya tergolong memiliki aquifer tidak produktif,


yaitu debit kurang dari 2 lt/detik sehingga tidak memungkinkan dikembangkan
sebagai sumber air bersih. Daerah yang hidrologinya sebagai aquifer produktif tinggi
dengan debit lebih dari 10 lt/detik, penyebarannya di Kecamatan Selemadeg Timur,
Kerambitan, Tabanan dan Kediri. Di wilayah pesisir potensi air tanah secara kualitas
tidak sesuai untuk kebutuhan air bersih.

E.1. 5 Maksud , Tujuan dan Sasaran


a. Maksud Pekerjaan :
Maksud dari pekerjaan ini adalah tersusunnya suatu organisasi pengawasan proyek
dengan beban tugas pengawasan pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi
secara periodik memberikan masukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen Irigasi dan
Rawa, baik yang bersifat rutin dan teknis maupun usulan-usulan yang sifatnya
menunjang pelaksanaan fisik.
b. Tujuan Pekerjaan :
Tujuan pelaksanaan pekerjaan adalah untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan
sehingga dicapai hasil kerja yang sesuai dengan Dokumen Kontrak baik dari segi
kualitas, kuantitas serta dapat diselesaikan dalam waktu dan dengan biaya yang telah
ditentukan.
c. Sasaran :
Sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan supervisi ini adalah :

Upaya pengendalian pelaksanaan konstruksi pembangunan jaringan irigasi agar


tepat waktu, mutu, dan biaya yang sesuai dengan Dokumen Kontrak.

Agar prasarana dan sarana irigasi nantinya dapat berfungsi secara optimal untuk
mengatasi permasalahan penyediaan air bersih di Kabupaten Badung.

E.1. 6 Waktu Pelaksanaan Pekerjaan


Untuk pelaksanaan pekerjaan Supervisi Peningkatan Jaringan Irigasi di Kabupaten
Tabanan disediakan waktu tidak lebih dari 7 (tujuh) bulan atau 210 (dua ratus sepuluh) hari
termasuk mobilisasi terhitung setelah ditetapkan Surat Perintah Mulai Kerja oleh Kepala
Satuan Kerja.

61

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

E.1. 7 Nama Dan Organisasi Pengguna Jasa


Pemrakarsa dari pekerjaan ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum Balai Wilayah
Sungai Bali-Penida.
E.1. 8 Keluaran
Tersedianya dokumen Laporan Hasil Pengawasan Pelaksanaan pekerjaan fisik
Perbaikan dan Peningkatan Jaringan Irigasi di Kabupaten Tabanan, mulai dari Laporan
Pendahuluan sampai Laporan Akhir lengkap dengan laporan kemajuan pekerjaan/bulanan,
laporan pengawasan mutu dan laporan pengawasan konstruksi.

E. 2

PENDEKATAN UMUM PEKERJAAN

E.2. 1 Pendekatan Perundangan


Referensi hukum yang mendasari penyusunan perencanaan detail ini adalah :
a. Undang-Undang No.7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air
b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 tentang
Pengelolaan Sumber daya Air
c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesi Nomor : 20 Tahun 2006 tentang Irigasi
d. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 12 Tahun 2008 tentang Dewan
sumber Daya Air.
e. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2008 tentang Pedoman
Pelaksanaan

Kegiatan

Departemen

Pekerjaan

Umum

Yang

Merupakan

Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Sendiri


f. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 2/PRT/M/2010 tantang Rencana
Strategis Nasional Kementrian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014
g. keputusan Mentri Pekerjaan Umum Nomor : 390/KPTS/M/2007 tentang
Penetapan Status Daerah Irigasi Yang Pengelolaannya Menjadi Wewenang dan
Tanggung

Jawab

Pemerintah,

Pemerintah

Provinsi,

dan

Pemerintah

Kabupaten/Kota
h. Peraturan Mentri Pekerjaan Umum Nomor : 1/PRT/M/2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum

62

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

i. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 11/PRT/M/2008 tentang Organisasi


dan Tata Kerja Sekretariat Dewan Sumber Daya Air
j. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 12/PRT/M/2006 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Balai Wilayah Sungai
k. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 13/PRT/M/2006 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Balai Wilayah Sungai
l. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 26/PRT/M/2006 tentang Perubahan
atas Permen Nomor : 12/PRT/M/2006 dan Nomor : 13/PRT/M 2006
m. Peraturan Menteri Keungan Nomor : 94/PMK.02/2013 tentang Petunjuk
Penyusuanan dan Penelahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara /
Lembaga
n. Instruksi Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 03/IN/M/2013 tentang Penyusuanan
dan Penelitian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara / Lembaga
(RKA-KL) di Kementerian Pekerjaan Umum
E.2. 2 Pendekatan Operasional
Konsultan diharapkan mampu memberikan jasa-jasa teknis secara efesien dan efektif
dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini, dan beberapa langkah yang dilakukan
meliputi :
Organisasi dan Staffing yaitu konsultan wajib mengajukan tim yang merupakan
tenaga ahli yang berkualitas sesuai spesialisasi yang diperlukan.
Modulus Kerja yaitu semua pekerjaan pengawasan akan ditangani oleh konsultan
dan secara proaktif melakukan konsultasi dan koordinasi dengan direksi pekerjaan
dan instansi terkait untuk memberikan hasil yang maksimal.
Sistem Komunikasi yaitu Team Leader bertanggung jawab terhadap aktivitas
pengawasan dan hasil pekerjaan secara keseluruhan serta dalam melaksanakan
tugas tetap mengacu pada standar kerja jasa konsultasi.

E.2. 3 Pendekatan Teknis


Dalam pendekatan teknis ini beberapa langkah yang harus dilakukan oleh
konsultan supervisi yaitu :
1.

Standar yang Digunakan

63

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Dalam pengawasan pekerjaan dan pengujian material yang digunakan untuk semua jenis
pekerjaan mengacu pada standar antara lain Standar ASTM, Peraturan Beton Bertulang
Indonesia (PBBI 1971).
2.

Sistem Manajemen Proyek


Konsultan harus melaksanakan suatu sistem manajemen proyek yang diperlukan dalam
rangka pelaksanaan proyek yang meliputi pengendalian jadwal, kualitas dan biaya
pelaksanaan konstruksi.

3.

Engineering Desain Selama Masa Konstruksi


Dalam pelaksanaan kegiatannya konsultan konsultan melakukan perubahan atau
pembuatan desain apabila terjadi perubahan desain sesuai dengan kondisi lapangan
setelah melalui suatu kajian teknis, memberikan persetujuan terhadap gambar konstruksi
(Shop Drawing) yang diajukan kontraktor.

4.

Inspeksi dan Pengujian Selama Pabrikasi dan Instalasi


Konsultan melakukan monitoring pelaksanaan pabrikasi, pengujian dan pengiriman
barang untuk menjamin tepat waktu melalui inspeksi secara periodic, melakukan kajian
dan persetujuan atas prosudur pengujian yang dibuat kontraktor.

5.

Supervisi Konstruksi
Konsultan dalam melaksanakan pengawasan konstruksi dilakukan melalui kegiatan
sebagai berikut :
Pengawasan pengujian material yang akan digunakan di lokasi pekerjaan
Pengawasan terhadap mutu pekerjaan
Melakukan kontrol terhadap kemajuan pelaksanaan pekerjaan.
Melakukan kontrol terhadap kualitas pekerjaan
Pengawasan keamanan dan keselamatan kerja
Melakukan pengecekan dan memberikan persetujuan terhadap Gambar Kerja (Shop
Drawing), Sertifikat dan As-Built Drawing.
Inspeksi dan pekerjaan commissioning.

64

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

E. 3

METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

E.3.1 Umum
Dengan didasari atas konsistensi pemahaman dan penyampaian tanggapan Kerangka
Acuan Kerja, selanjutnya konsultan membuat usulan inovasi terhadap penyempurnaan dari
KAK serta menyusun pendekatan dan metode pelaksanaan yang sesuai. Untuk mendapatkan
hasil pekerjaan yang sesuai dengan harapan dan untuk kelancaran serta terkoordinasinya
pelaksanaan pekerjaan, maka kegiatan yang paling pokok adalah dengan pendekatan
operasional, pendekatan teknis dan penyusunan metodologi pelaksanaan pekerjaan. Uraian
teknis pelaksanaan pekerjaan ini menyangkut urutan dan jenis kegiatan yang akan
dilaksanakan.
Pendekatan teknis merupakan merupakan pendekatan yang berkaitan dengan
pelaksanaan pekerjaan. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan, maka harus
disusun Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan. Dimana bagan ini berisikan tahapan-tahapan
pekerjaan yang akan dikerjakan, sehingga dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan
harus perpatokan pada Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan tersebut.
Untuk pelaksanaan Pekerjaan akan melibatkan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu
yang berkaitan dengan proyek dan sesuai dengan ketetapan personil pada Kerangka Acuan
Kerja. Untuk memperlancar tugas, pelaksanaan pekerjaan akan didukung oleh fasilitas
penunjang berupa peralatan yang memadai dan sistem kerja yang seefisien mungkin.

E.3.2 Lingkup Pekerjaan Secara Umum


Lingkup pekerjaan yang harus dilakukan oleh Konsultan secara umum diuraikan sebagai
berikut:
A. Pemeriksaan dan pengawasan terhadap aspek lokasi dan kedudukan bangunan/
saluran sesuai dengan rencana.
Melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap kebenaran kontraktor dalam
menempatkan lokasi bangunan dan saluran.
Melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap kebenaran kontraktor dalam
menempatkan kedudukan / skop pekerjaan sesuai rencana.

65

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Menginventarisasi persoalan-persoalan lokasi dan kedudukan bangunan/ saluran


yang terjadi, serta mencarikan solusi pemecahan.

B. Pemeriksaan dan pengawasan disain dan volume


Melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap ketepatan dimensi-dimensi
disain pembangunan yang dilakukan kontraktor.
Melakukan

pemeriksaan

dan

pengawasan

terhadap

ketepatan

volume

pembangunan yang dilakukan kontraktor.


Menginventarisasi persoalan-persoalan disain dan volume bangunan dan saluran
yang terjadi serta mengkaji dan mencarikan solusi pemecahannya .
C. Pemeriksaan dan pengawasan kualitas dan spesifikasi material
Melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap jenis dan spesifikasi material.
Melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap kualitas material yang
datang/dipakai kontraktor serta monolak material yang tidak sesuai spesifikasi
D. Membuat berita acara dan pelaporan atas seluruh kegiatan pemeriksaan dan

pengawasan yang dilakukan


E. 4

TAHAPAN DAN METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

E.4.1 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Secara Umum


Pelaksanaan proyek dapat dibagi dalam beberapa tahapan :
1. Tahap I : Sebelum Pelaksanaan Proyek (Pre-Construction)
Penentuan dan penetapan anggota tim konsultan di lapangan
Mempelajari dokumen kontrak
Penetapan organisasi proyek
Pengadaan material pendahuluan/peralatan pendukung
Koordinasi dengan pihak-pihak berwenang (direksi pekerjaan dan instansi terkait)
Sosialisasi kepada instansi

terkait

dan Dinas Pekerjaan Umum

mengenai

pelaksanaan pekerjaan yang akan dilakukan. Sosialisasi ini meliputi lingkup, metode
dan dampak yang akan timbul dilapangan akibat pelaksanaan pekerjaan
2. Tahap II : Saat Awal Proyek (At Project Starting)

66

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Rapat dengan pihak kontraktor mengenai organisasi proyek, dokumen kontrak,


program kerja, sub kontraktor (apabila ada), material dan pengaturan lain yang
diperlukan.
Pengecekan bersama sebelum pekerjaan dimulai.
Penetapan item-item pekerjaan.
Rapat periodik yang terdiri dari rapat mingguan (weekly meeting) dan atau rapat
koordinasi bulanan (monthly meting) sesuai kesepakatan dalam pre bid meeting.
Pengecekan peralatan keselamatan kerja (safety life) di lapangan.
Pengaturan khusus antara lain alur koordinasi lapangan dan pengamanan terhadap
sistem kerja.
3. Tahap III : Pelaksanaan Proyek (Project Construction)
Pengaturan

pengecekan

yang

dibuat

kontraktor

untuk

tahap

sebelumnya

didalamnya terdapat revisi schedule.


Pengujian material dan spesifikasi bahan yang digunakan di lapangan.
Pengendalian kualitas untuk pelaksanaan pekerjaan utama
Pekerjaan teknis untuk pelaksanaan pekerjaan
Kemungkinan perubahan desain selama masa pelaksanaan
Kaji ulang desain rinci (review of detailed design) dan persetujuan gambar kerja
(shop drawing)
Pengukuran tahap pelaksanaan pekerjaan dan pembayarannyMonitoring dan pelaporan
pelaksanaan pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan yang sistematis dan praktis sehingga mudah diterima
Pelaksanaan test akhir pada pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan
Dokumentasi dan lain-lain
4. Tahap IV : Saat Project Selesai (Project Completion)

Masa pemeliharaan (Maintenance Period)


Melakukan pengecekan bersama volume pekerjaan total (final quatity) yang menjadi
dasar kontraktor melakukan klaim akhir pembayaran
Pemeriksaan bersama setelah pekerjaan selesai (final request for joint inspection)
dengan kontraktor, direksi dan konsultan
Serah terima pekerjaan yang telah selesai
Commisioning pekerjaan yang telah selesai

67

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Pembayaran akhir dan pengembalian uang jaminan


Evaluasi dan cara penilaian pekerjaan yang telah dilaksanakan
Penyusunan laporan penyelesain akhir proyek (Project Completion Report)

E.4.2 Metodologi Pelaksanaan Pekerjaan


Metode pelaksanaan diuraikan sebagai dasar dan tata cara pelaksanaan pekerjaan,
sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi kesalahan dan seluruh kegiatan dapat
dikoordinir dan dipantau dengan mudah. Dalam metode pelaksanaan ini seluruh kegiatan
dapat diringkas sebagai berikut :
Berdasarkan rencana Aktifitas seperti pada Gambar E.7, maka konsultan akan
merinci pelaksanaan pengawasan berdasarkan tahapan pekerjaan karena suatu kegiatan
mempunyai ketergantungan kepada kegiatan lainnya.

68

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

`
Koordinasi proyek

Survey, verifikasi data,


pengendalian kerja

Kelengakapan kontraktor

Inspeksi lapangan

Memeriksa dan menyetujui metode


dan jadwal pelaksanaan konstruksi
kontraktor

Memeriksa staking out/


pengukuran

Tinjauan dokumen lelang dan


collecting data
Rekomendasi usulan pelaksanaan

Pengujian laboratorium

Pemeriksaan penyerahan
pekerjaan

Record kondisi cuaca


Memeriksa dan menyetujui daftar
peralatan, fasilitas camp, lokasi
AMP, stokyard

Memeriksa dan menyetujui


metode konstruksi

Laporan
Memeriksa dan menyetujui As builit
drawing yang dibuat kontraktor
pengukuran kuantitas

Proses perubahan rencana jika


diperlukan penyesuaian dan revisi
rencana

Persiapan keseluruhan yang


diperlukan, gambar tambahan untuk
kerja kontraktor yang disetujui oleh
employer

Membantu employer untuk


memeriksa dan menyelesaikan
problem utama untuk mencegah
yang tidak perlu dari kontraktor

Memeriksa dan rekomendasi


personil utama kontraktor

Memeriksa dan menyetujui


quarry/ material yang
disiapkan kontraktor

Contact change order bila


ada

Addendum kontraktor bila


ada

Memeriksa dan menata metodologi


kualitas dan kuantitas

Rekomendasi lain
ada

Responding

Mendapatkan dan memelihara segala jaminan yang diperlukan : material, peralatan.

Pembayaran Sertifikat Bualanan (Monthly Certificate)


Catatan kondisi yang tidak pasti di lapangan dan mencegah kelambatan
Pengawasan kemajuan

Mengarahkan kepada kontraktor

Menghindari / memeriksa claim kontraktor

Gambar E.7 Rencana Aktifitas

69

jika

Pekerjaan masa pemeliharaan

Akhir

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

MASA PRA PELAKSANAAN


1. Persiapan dan Mobilisasi Konsultan
Dalam hal ini Konsultan akan Menyiapkan :
1. Personil/tenaga ahli dan tenaga pendukung. Apabila ada penggantian personil terlebih
dahulu mendapat persetujuan dari Satuan Kerja sebagai Pengguna Jasa.
2. Kantor berikut perlengakapannya, kendaraan dan fasilitas penunjang lainnya.
3. Peralatan/alat-alat ukut dan laboratorium dalam hal ini bukan alat laboratorium yang
lengkap tetapi hanya peralatan pendukung pelaksanaan kerja karena yang menyiapkan
lebih lengkap Kontraktor.
4. Peta, data dan peralatan penunjang.
5. Fasilitas akomodasi dan transportasi untuk kebutuhan Proyek.
6. Mobilisasi tim supervisi dan penyusunan rencana kerja.
7. Melakukan koordinasi dengan komponen terkait (pengguna jasa dan pelaksana
konstruksi)
Keluaran :
Tersusunnya rencana kerja (jadwal pelaksanaan, jadwal penugasan, rencana mutu
kontrak dan metode pelaksanaan pengawasan)
Terlaksana koordinasi kerja
2. Orientasi Lapangan Awal dan Sosialisasi
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi :
1. Melaksanakan orientasi terhadap kondisi lokasi kegiatan.
2. Mengumpulkan data-data dan informasi sebagai bahan evaluasi dan kajian terhadap
penerapan rencana kegiatan.
3. Memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan rencana kegiatan konstruksi
Keluaran :

70

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Teridentifikasinya kondisi awal lokasi kegiatan


Teridentifikasinya permasalahan-permasalahan sebagai bahan untuk kajian dan
evaluasi dari perencanaan awal
Terinformasinya jenis kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat di lokasi kegiatan
Terinformasinya persepsi masyarakat terhadap kegiatan yang akan dilakukan.
Adanya dukungan dari masyarakat selama baik pada tahap pra konstruksi, tahap
konstruksi dan pasca konstruksi.
Sebagai bahan dalam penyusunan program kerja dan metode pelaksanaan
3. Rapat Pra Konstruksi

Secara umum walaupun hanya berbentuk suatu rapat, Rapat Pra Konstruksi adalah
tahapan penting untuk melaksanakan pekerjaan supaya sesuai dokumen kontrak karena
merupakan koordinasi awal yang dihadiri oleh semua pihak pelaksana pekerjaan meliputi
Satker/SNVT Perencanaan dan Pengawasan, Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Proyek
Fisik, Dinas-Dinas Terkait, Kontraktor dan konsultan. Dengan demikian semua pihak akan
memberikan tanggapan tata cara melaksanakan dan apresiasi terhadap dokumen kontrak.
Didalam acara ini dijelaskan materi-materi berikut :
1) Materi

Organisasi Kerja.

Tata cara pengaturan pelaksanaan.

Review dan penyempurnaan terhadap schedule dikaitkan dengan target volume,


mutu dan waktu.

Jadwal pengadaan bahan, alat dan mobilitas personil.

Menyusun rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lapangan (mutual check),


koordinasi dengan tim perencana.

Menentukan lokasi bahan material (quarry), estimate quantity dan rencana quality
control bahan yang akan digunakan.

Pendekatan terhadap masyarakat dan Pemda setempat.

71

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Penyusunan rencana kendali mutu proyek.

Penentuan titik Sta. 0+00 bersama tim perencana.

Menyusun acara Rekayasa Lapangan/Field Engineering guna penyesuaian


gambar rencana terhadap kebutuhan lapangan.

Pemahaman mengenai keselamatan kerja, keselamatan bangunan, keselamatan


pengguna jalan beserta penanganannya berupa asuaransi-asuransi, peralatanperalatan keselamatan kerja dan pengaturan lalu lintasnya.

Penjelasan dan pembahasan mengenai rencana Base camp, lokasi AMP,


penentuan instansi penguji independent.

Pembahasan mengenai kebutuhan uang muka untuk kebutuhan pelaksanaan fisik.

Pembahasan mengenai prosedur pelaporan, jenis-jenis laporan yang harus dibuat


oleh masing-masing pihak.

Penjelasan mengenai prosedur penilaian pekerjaan terlaksana dan prosedur


pembayaran.

2) Kesamaan pengertian terhadap pasal-pasal dokumen kontrak

Pekerjaan tambah/kurang

Termination atau force majeure.

Maintenance & protection of traffic.

Sub letting.

Asuransi.

Lainnya yang dianggap perlu.

3) Kesepakatan tentang tata cara dan prosedur

Request, approval & examination of works.

Shop Drawing, As Buil Drawing.

72

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Monthly Certificate (MC).

PHO & FHO.

Change Order, Addendum.

4) Kesepakatan tentang tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan utama (major
items).

Rigid pavement.

Flexible pavement.

Struktur

Berdasarkan rapat ini semua pihak terutama instansi-instansi pelaksana pekerjaan akan
mempunyai pandangan yang sama terhadap sasaran, tata cara dan detail-detail pelaksanaan
sehingga semua pihak bisa mendukung kelancaran pekerjaan.
MASA PELAKSANAAN
1. Mobilisasi Kontraktor
Pada tahap ini Konsultan Pengawasan Teknik akan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan
antara lain :
Menyiapkan formulir-formulir yang diperlukan dalam pengawasan pekerjaan.
Memeriksa dan melengkapi data survai yang akan digunakan, serta menentukan titiktitik lokasi survai di lapangan sesuai dengan data tersebut.
Memberikan rekomendasi bagi Pemberi Tugas didalam tahapan kegiatan
pelaksanaan.
Memeriksa dan merekomendasikan bagi Pemberi Tugas, polis dan batas lingkup
asuransi dan Kontraktor.
Memeriksa dan menyetujui daftar material, peralatan dan personil yang akan
didatangakan, fasilitas Base Camp dan lokasi penempatan peralatan.

73

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Memeriksa dan

mempersiapkan

cara perhitungan kuantitas dan

prosedur

pemeriksaan mutu (quality control).


Memeriksa dan menyetujui segi keamanan dari pengaturan lalu lintas didalam
proyek.
Memeriksa dan menyetujui jumlah kuantitas dan mutu material yang disediakan oleh
kontraktor.
Memeriksa pemasangan patok garis tengah jalan dan damija (ROW).
Membantu Pemberi Tugas untuk memeriksa dan memecahkan masalah yang
mungkin akan muncul, serta bertindak untuk menghindari timbulnya klaim dari
kontraktor.
2. Review Design

Metodologi pelaksanaan Review Design, akan dibagi dalam beberapa tahapan proses.
Untuk lingkup kegiatan ini, konsultan juga ditugaskan untuk mengadakan review desain
dengan lingkup sebagai berikut :

Melakukan pembuatan/perbaikan desain terhadap penambahan ataupun perubahan


konstruksi yang signifikan dari rencana yang ada dalam Dokumen Kontrak
pelaksanaan konstruksi tahun 2012.

Melakukan evaluasi dan review terhadap jaringan yang sudah ada.

Kegiatan yang dilaksanakan untuk menunjang pelaksanaan review desain ini adalah sebagai
berikut :
1) Evaluasi dan Survei Pengukuran.
Survei topografi dilakukan untuk mendapatkan gambaran situasi terhadap perubahan rencana
bangunan penunjang dan utama.

Pelaksanaan pembuatan peta situasi saluran irigasi skala 1: 1.000, peta situasi bangunan
utama dan penunjang skala 1 : 500.

74

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Pengukuran cross section dan long section dengan jarak interval 50 m dan 25 m untuk
belokan/tikungan.

Penggambaran cross section bangunan dan profil memanjang, lokasi bangunan penunjang
yang diukur.

Memasang patok BM dan CP.

Metode Pelaksanaan :
1) Persiapan, meliputi
a) Koordinasi dengan direksi pekerjaan.
b) Pengumpulan

data

awal

berupa:

data

sekunder,

buku-buku

referensi,

peraturan/ketentuan/standard teknis yang berhubungan dengan pekerjaan ini.


c) Pembuatan

dan

penyusunan

program

kerja,

jadwal

penugasan

dan

persiapan/penyusunan instrumen survey.


2) Survey meliputi

Survey Lapangan untuk mengetahui kondisi eksisting, melakukan identifikasi dan


inventory data untuk rencana pengembangan meliputi kegiatan pengukuran dan pemetaan
untuk bangunan utama dan bangunan penunjang lainnya.
1) Kegiatan Pengukuran
A.Pemasangan Patok
Pemasangan patok meliputi patok Bench Mark (BM), Kontrol Point (CP) dan patok
kayu sebagai patok bantu dengan rincian sebagai berikut:
a. Bench Mark ( BM )
Bench Mark yang terbuat dari beton menggunakan tulangan dengan ukuran 20 cm
x 20 x cm x 100 cm untuk BM. BM dilengkapi dengan baud yang diberi tanda
silang pada bagian atasnya sebagai titik centering, serta diberi penamaan pada
bagian samping menggunakan tegel. BM ini dipasang sedemikian rupa sehingga
bagian yang muncul di atas tanah lebih kurang 20 cm.
b. Kontrol Point ( CP )

75

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Kontrol Point dengan ukuran 10 cm x 10 cm x 80 cm terbuat dari cor semen,


dipasang dengan tujuan untuk memberikan acuan arah azimuth dari BM terpasang.
Kontrol point ini dipasang dengan posisi saling terlihat dengan BM terpasang.
Pemasangan Bench Mark ini diikuti dengan pemasangan Kontrol Point (CP )
sebagai arahan untuk menentukan azimuth titik tersebut. BM dan CP dipasang
pada tempat yang stabil, aman dan mudah dalam pencariannya.
c. Patok Bantu
Patok bantu dipasang pada setiap tempat berdiri alat pengukuran poligon, situasi,
cross section dan diantara tempat berdiri alat waterpas. Patok ini dibuat dari kayu
dengan ukuran 3 cm x 5 cm x 40 cm. Patok kayu ini pada bagian atasnya dipasang
paku payung sebagai penanda centeringtitik tempat berdiri alat atau titik berdiri
rambu pada pengukuran waterpass. Untuk memudahkan penentuan patok, perlu
juga diberikan peng-kodean atau penamaan masing-masing patok kayu tersebut
dengan nama, huruf atau nomer.
B. Pengukuran Poligon Utama

Dalam pengukuran dan pemetaan suatu areal digunakan kerangka dasar pengukuran
yang disebut poligon. Poligon merupakan rangkaian segi banyak yang digunakan
untuk menentukan posisi horisontal dengan melakukan pengukuran sudut, asimuth
dan jarak (sisi) yang dilakukan dari titik awal sampai titik akhir pada rangkaian yang
dikehendaki.
Tahapan pengukuran poligon yang dilakukan adalah :
a. Poligon diukur dengan cara poligon tertutup (closed traverse).
b. Setiap BM eksisting maupun BM dan CP baru, dilalui pengukuran poligon.
c. Poligon diukur menggunakan Theodolite T2 untuk poligon utama.
d. Sudut diukur minimal dalam 2 seri, yaitu bacaan Biasa dan bacaan Luar Biasa,
dengan ketelitian bacaan sudut terkecil 5.
e. Pengukuran sudut dilakukan dengan cara mengeset sudut pada Awal Pengukuran,
contoh 0o, 45o, 90o dan seterusnya, untuk mempermudah Perhitungan.

76

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

f. Untuk Pengukuran Jarak pada Poligon Utama menggunakan alat digital untuk
mengurangi paktor kesalahan Bacaan seperti DT 1000.
g. Jarak mendatar diukur minimal 3 (tiga) kali ke muka dan 3 (tiga) kali ke
belakang.
h. Kesalahan penutup sudut harus lebih Besar dari 10 n, dimana n adalah jumlah
setasiun berdiri alat.
i. Pengamatan Matahari dilakukan dengan cara ditadah, pada pagi hari Jam 07 s/d
Jam 08 dan Sore hari pada Jam 15 s/d 16, dimana pengamatan dilakukan dipatok
BM dengan memakai Acuan dipatok Cp atau dipatok Poligon yang lain.
j. Kesalahan linier untuk Poligon Utama yang dicapai harus lebih besar dari 1 :
10.000.
k. Semua data lapangan dan hitungan harus dicatat secara jelas dan sistematis, jika
ada kesalahan cukup dicoret dan ditulis kembali didekatnya, serta tidak
diperbolehkan melakukan koreksi menggunakan tinta koreksi.
l. Pekerjaan hitungan Poligon Utama harus diselesaikan di lapangan, agar bila
terjadi kesalahan dapat segera diketahui dan dilakukan pengukuran kembali
hingga benar.
m. Perataan hitungan poligon dilakukan dengan perataan metode Bouwditch.
C. Pengukuran Poligon Cabang

Pengukuran Poligon Cabang dilakukan karena terlalu luasnya areal pengukuran atau
banyaknya pepohonan yang menghalangi sehingga tidak dapat terkaper situasi dari
poligon utama, kalau dilakukan terlalu banyak titik-titik bantu yang menimbulkan
kesalahan data-data pengukuran yang akhirnya menimbulkan kesalahan patal. Maka
dilakukan pengukuran poligon cabang supaya hasil pengukuran lebih akurat, dan
mempunyai satu sistem dengan poligon utama. Pengukuran poligon cabang dilakukan
sebagai berikut :
a. Poligon harus diukur dengan awalan pada titik poligon utama dan diakhiri pada
titik poligon utama pula.
b. Setiap BM eksisting maupun BM dan CP baru dilalui pengukuran poligon.
c. Poligon harus diukur menggunakan alat Theodolite T2.

77

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

d. Sudut diukur minimal dalam 1 seri, yaitu bacaan Biasa dan bacaan Luar Biasa,
dengan ketelitian bacaan sudut 20.
e. Untuk Pengukuran Jarak pada Poligon Cabang menggunakan alat digital untuk
mengurangi faktor kesalahan menggunakan peta ukur dan dicek dengan jarak
optis.
f. Jarak mendatar diukur minimal 2 (dua) kali ke muka dan ke belakang.
g. Kesalahan penutup sudut harus lebih Besar dari 20 n, dimana n adalah jumlah
setasiun berdiri alat.
h. Kesalahan linier yang dicapai harus lebih Besarl dari 1 : 7.000.
i. Semua data lapangan dan hitungan harus dicatat secara jelas dan sistematis, jika
ada kesalahan cukup dicoret dan ditulis kembali didekatnya, serta tidak
diperbolehkan melakukan koreksi menggunakan tinta koreksi.
j. Pekerjaan hitungan poligon cabang harus diselesaikan di lapangan, agar bila
terjadi kesalahan dapat segera diketahui dan dilakukan pengukuran kembali
hingga benar.
k. Perataan hitungan poligon dilakukan dengan perataan metode Bouwditch.
D. Pengukuran Sipat Datar

Rute pengukuran waterpass mengikuti rute pengukuran poligon utama dengan


pembagian loop seperti pengukuran poligon. Pengukuran Kerangka Kontrol Vertikal
atau waterpass ini, harus diukur dengan spesifikasi sebagai berikut :
a. Kerangka Kontrol Vertikal harus diukur dengan cara loop, dengan menggunakan
alat waterpass Wild Nak-2.
b. Jarak antara tempat berdiri alat dengan rambu tidak boleh lebih besar dari 50
meter.
c. Baud-baud tripod (statip) tidak boleh longgar, sambungan rambu harus lurus betul
serta perpindahan skala rambu pada sambungan harus tepat, serta rambu harus
menggunakan nivo rambu.
d. Sepatu rambu digunakan untuk peletakan rambu ukur pada saat pengukuran.
e. Jangkauan bacaan rambu berkisar antara minimal 0500 sampai dengan maksimal
2750.

78

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

f. Data yang dicatat adalah bacaan ketiga benang yaitu benang atas, benang tengah
dan benang bawah.
g. Pengukuran sipat datar dilakukan setelah BM dipasang, serta semua BM
eksisiting dan BM baru terpasang harus dilalui pengukuran waterpass.
h. Slaag per seksi diusahakan genap dan jumlah jarak muka diusahakan sama
dengan jarak belakang.
i. Pada jalur terikat, pengukuran dilakukan pergi-pulang dan pada jalur terbuka
pengukuran dilakukan pergi-pulang dan double stand.
j. Kesalahan beda tinggi yang dicapai harus lebih kecil dari 7 mmD, dimana D
adalah jumlah panjang jalur pengukuran dalam kilometer.
k. Semua data lapangan dan hitungan harus dicatat secara jelas dan sistematis, jika
ada kesalahan cukup dicoret dan ditulis kembali didekatnya, serta tidak
diperbolehkan melakukan koreksi menggunakan tinta koreksi.
l.

Pekerjaan hitungan waterpass harus diselesaikan di lapangan, agar bila terjadi


kesalahan dapat segera diketahui dan dilakukan pengukuran kembali hingga
benar.

E. Pengukuran Sipat Datar Memanjang

Tujuan dari pengukuran ini adalah mengetahui Tinggi ( Elevasi ) titik-titik potok dari
permukaan tanah yang dilewati poligon utama. dan berguna untuk penggambaran
garis kontur. hasil dari pengukuran ini adalah berupa data Elevasi dari titik-titik
(patok) atau Ketinggian dari permukaan tanah.
Ketentuan atau kaidah yang harus dipenuhi dalam melaksanakan pengukuran sipat
datar profil memanjang sama dengan kaidah dalam pengukuran sipat datar melintang.
Alat ukur yang akan digunakan dalam pekerjaaan ini adalah alat ukur waterpass tipe
WILD NAK. Detail yang diukur adalah ketinggian patok-patok kayu yang telah
dipasang sebelumnya dan ketinggian permukaan tanah pada patok tersebut.
F. Pengukuran Sipat Datar Profil Melintang

Pengukuran sifat datar profil melintang dilakukan untuk mengetahui bentuk irisan
melintang dari alur sungai Palaran. Pengambilan titik-titik detail penampang harus

79

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

serapat mungkin dan diikatkan pada titik poligon. Jarak pengukuran profil melintang
dari as embung Kurang lebih 50 meter kanan dan kiri atau sampai mencapai elevasi
10 meter dari as rencana. Jarak selang maksimum 50 meter sedangkan kalau ada
belokan jarak harus disesuaikan sehingga belokan yang ada dapat tergambarkan.
Tujuan pengukuran sifat datar profil adalah mengetahui profil atau tampang tubuh
tanah dari suatu trace, sungai, jalan, Sistem pipa,alur bangunan dan lain-lain. Sifat
datar profil dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1. Sifat datar profil memanjang
Sifat datar profil memanjang adalah pekerjaan sifat datar sepanjang sumbu yang
ditentukan untuk memperoleh gambaran tinggi titik-titik pada sumbu tersebut.
2. Sipat datar profil melintang
Sipat datar profil melintang adalah pengukuran sipat datar yang tegak lurus pada
sipat datar profil memanjang.
G. Pengukuran Detil Situasi

Pengukuran detail situasi dilakukan dari patok poligon utama, poligon cabang dan
titik bantu, guna mendapatkan titik-titik koordinat, ketentuan yang harus disituasi
diantaranya,rumah, jalan, alur,goronggorong, jembatan, tiang listrik, tiang telpon
jalan setapak dan sebagainya.
Pengukuran situasi harus serapat mungkin guna mendapatkan garis kontur yang sesuai
dengan geometrik areal pengukuran, untuk mendapatkan gambaran secara detail
kondisi tampungan, sehingga nantinya diperoleh informasi besarnya tampungan dari
peta yang dibuat, cocok dengan kondisi lapangan. Alat yang digunakan untuk
pengukuran situasi umumnya yang biasa dipakai adalah Theodolit dan satu set bak
ukur.untuk ketentuan yang harus disituasi sampai mencapai elevasi 10 meter dari as
saluran sehingga hasilnya situasinya tidak terbuang. detail situasi dapat dihitung
dengan Metode Sudut Kutub.
dimana :
P1,P2,P3

= titik poligon, P2 sebagai titik berdiri alat

80

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

A,B,C

= titik detil

1,2,3

= sudut ikatan detil A,B dan C terhadap sisi P2- P1

Sedangkan untuk beda tinggi titik detil didapat dengan menggunakan persamaan
Metode Tachymetri seperti gambar berikut :

Slope Distance (Ds)

Bt

Dtg.h

h
B

Horizontal Distance (Dh)


h
Hi
D

Gambar 3.8Pengukuran dengan Metode Tachymetri

Dimana :
D

jarak horisontal dari tempat berdiri alat ke titik detil

Tg.h =

tangent helling

Ti

tinggi alat

Bt

benang tengah

= beda tinggi antara tempat berdiri alat ke titik detil

H. Pengukuran Cross Section


Pengukuran cross section, dilakukan dengan spesifikasi sebagai berikut :
a. Cross section diukur dengan interval 25 m sepanjang pantai.
b. Penampang melintang diukur dengan mengambil detil yang mewakili dan sesuai
dengan skala yang digunakan.
c. Lebar pengukuran cross section adalah sampai pada elevasi walkway .
d. Pada setiap titik cross section dipasang patok kayu ukuran 3 cm x 5 cm x 40 cm
dan di atasnya diberi paku sebagai titik acuan pengukuran.

81

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

e. Setiap center line titik cross section dipakai juga sebagai pengukuran long section.
f. Pengukuran cross section dilakukan dengan menggunakan alat Theodolite T1.
2) Evaluasi Hasil Analisa
Dalam tahapan ini konsultan akan melaksanakan analisa kembali (review) terhadap jaringan
yang ada berdasarkan hasil evaluasi terhadap perubahan yang ada. Kegiatan yang dilakukan
dalam tahapan ini meliputi:
A. Evaluasi analisa dan perhitungan terhadap kebutuhan air irigasi, bangunan utama dan
penunjang serta struktur.
B. Evaluasi Analisa Hidrolika
Evaluasi analisa dan perhitungan hidrolika dilakukan untuk mendapatkan kapasitas saluran
dan kebutuhan dimensi saluran yang telah direncanakan.
MASA KONSTRUKSI
Dalam masa konstruksi, Konsultan akan melaksanakan pengawasan dan pemantauan
terhadap pencapaian program fisik proyek secara menerus dilapangan dan pengendalian proyek
secara sistematis dengan menggunakan metode-metode yang sudah baku, adalah sebagai berikut
:
Membuat analisa, prediksi dan rekomendasi terhadap kendala-kendala yang
berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan proyek.
Memberikan nasihat kepada Pemberi Tugas didalam menyusun kebijakan dan
langkah untuk mencegah dan mengurangi klaim.
Menyediakan bantuan dan arahan yang tepat bagi Kontraktor pada saat
ditemukannya masalah

yang ada hubungannya dengan dokumen kontrak,

pemeriksaan terhadap survai tanah dasar, test pengawasan mutu, dan masalah lain
yang berhubungan dengan dipenuhinya kontrak dan kemajuan pekerjaan.
Menyediakan informasi yang diperlukan oleh Pemberi Tugas, menghadiri dan
mencatat semua rapat/pertemuan dengan Kontraktor, Pemimpin Proyek, dan instansi
terkait lainnya serta menyediakan bantuan teknis apabila diperlukan didalam
kaitannya dengan pelaksanaan proyek dan masalah-masalah kontrak.

82

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Sedangkan tugas Konsultan Pengawas dalam hal kontrak terhadap Kontraktor secara garis besar
akan meliputi :
Pengendalian teknis : aspek mutu, volume, waktu dan biaya.
Pengendalian atas proses koordinasi terkait.
Pengendalian administrasi proyek.
Evaluasi rencana proyek.
Pelaporan.
PENGENDALIAN PELAKSANA
Bertindak untuk dan atas nama Pemberi Tugas mengendalikan pelaksanaan fisik
pembangunan yang dilakukan oleh Pelaksana Kegiatan dengan rentang meliputi Preaudit,
Monitoring, dan Post-audit.
Lingkup pengendalian antara lain meliputi :

Aspek mutu hasil pekerjaan.

Aspek volume pekerjaan.

Aspek waktu penyelesaian pekerjaan.

Aspek biaya keseluruhan pekerjaan.

Segala sesuatunya merujuk kepada ketentuan dan syarat-syarat yang tercantum dalam kontrak
pemborongan.
1. Rentang Kendali Pre-audit
Kegiatan konsultan dalam rangka pengendalian teknis dalam rentang pre-audit
adalah seluruh kegiatan Konsultan sebelum melakukan pengawasan, yang terdiri dari :
Pengumpulan dan analisa terhadap data.
Pengecekan hasil perencanaan dengan membandingkan terhadap kondisi lapangan.
Pemeriksaan terhadap kesipan Pelaksana Kegiatan, yang meliputi material,
peralatan, tenaga dan jadwal pelaksanaan.

83

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

a. Pengumpulan dan analisa data, informasi dan hasil perencanaan akan menghasilkan
catatan mengenai seluruh kegiatan antara lain :
- Jenis Pekerjaan.
- Kuantitas Pekerjaan.
- Kualitas yang dipersyaratkan.
- Schedule pelaksanaan
- Schedule pembayaran.
b. Review Design
Pengecekan hasil perencanaan dilakukan dengan cara membawa hasil perencanaan
ke lokasi untuk menentukan apakah hasil perencanaan tersebut telah sesuai dengan
kondisi yang ada.
Apabila ternyata dari hasil pengecekan design tidak sesuai dengan kondisi
lapangan, Konsultan Coordination tim akan membuat alternatif lain yang sesuai
untuk diajukan kepada Pemberi Tugas.
c. Persiapan Konstruksi
Material dan peralatan yang didatangkan Pelaksana Kegiatan akan diperiksa
terlebih dahulu oleh Konsultan sehingga benar-benar memenuhi spesifikasi yang
telah ditetapkan.
Jadwal waktu yang dibuat oleh Pelaksana Kegiatan akan diteliti terlebih dahulu
apakah sudah memadai terhadap volume pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan
perkiraan tenaga kerja/tukang yang akan mengerjakannya serta alat yang akan
digunakan. Apabila menurut analisa tidak seimbang antara volume dengan tenaga
kerja dan peralatan terhadap waktu yang tersedia maka Konsultan akan
menyarankan kepada Pelaksana Kegiatan untuk menyiapkan tenaga kerja dan
peralatan yang memadai agar bias selesai tepat pada waktunya.
Penyimpangan biaya keseluruhan biasanya disebabkan oleh adanya pekerjaan
tambahan sebagai akibat dari perubahan design dan pertambahan volume pekerjaan.

84

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Agar tidak terjadi perubahan biaya terlalu besar, Konsultan akan mengusulkan
menggantikan nilai pekerjaan tambah itu dengan pengurangan pekerjaan lainnya
sehingga terjadi kompensasi dan tidak memerlukan biaya tambah sepanjang hal
tersebut memungkinkan dan mendapat persetujuan dari Kepala SNVT / Pemimpin
Bagian Pelaksana Kegiatan Fisik.
Dalam hal ini, Konsultan berupaya menghindari pekerjaan tambah, justru
mengupayakan pekerjaan kurang jika memang dari evaluasi teknis dan biaya
memungkinkan untuk dilakukan pekerjaan kurang.
d. Pre Construction Meeting (PCM)
Dalam waktu kurang dari 14 hari sejak SPMK, diadakan Pre ConstructionMeeting
(PCM) dengan meteri seperti telah dijelaskan dimuka.

2. Rentang Kendali Monitoring


Kegiatan pengendalian teknis rentang monitoring adalah kegiatan-kegiatan yang
dilakukan selama masa pelaksanaan pekerjaan. Meskipun Konsultan Pengawas telah
melakukan pre-audit namun setiap langkah pelaksanaan pekerjaan akan terus
dimonitor agar kalau terjadi penyimpangan segera diketahui dan dapat diluruskan
kembali sesuai petunjuk yang benar. Selama periode ini Konsultan akan selalu
melakukan evaluasi terhadap progress dan kualitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh
Pelaksana Kegiatan.
Dalam melakukan monitoring, kerjasama antara anggota tim akan kita jaga sebaikbaiknya sehingga informasi dan pelaporan bisa berjalan dengan cepat, sehingga
kerugian yang menyangkut aspek mutu, volume, waktu, dan biaya keseluruhan hasil
pekerjaan dapat dihindari atau ditekan sekecil-kecilnya. Selain mengawasi pekerjaan
fisik Konsultan Pengawas juga memonitor aspek lingkungan sekitar proyek, agar
jangan sampai pelaksana lapangan berikut tukang-tukangnya mengganggu, mematikan
serta merusak flora dan fauna yang ada.

85

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Faktor keselamatan kerja juga akan dimonitor secara rutin dengan memperhatikan
peraturan-peraturan yang berlaku.
3. Rentang Kendali Post-audit
Setiap kemajuan penyelesaian pekerjaan akan merupakan prestasi kerja bagi Pelaksana
Kegiatan. Kemajuan fisik ini akan dipakai untuk pengajuan pembayaran senilai hasil
kerjanya. Namun Pelaksana Kegiatan tidak akan bisa mengajukan permintaan
pembayaran sebelum mendapat rekomendasi dari Konsultan Pengawas bahwa hasil
pekerjaannya sudah memenuhi persyaratan teknis atau tidak.
KOORDINASI DENGAN INSTANSI TERKAIT
Konsultan Pengawas dalam rangka melaksanakan tugas pengendalian teknis tersebut
diatas berkewajiban mengendalikan proses koordinasi yang perlu dilakukan oleh pihak lain
(khususnya oleh Pemberi Tugas).
Koordinasi dengan instansi terkait, antara lain dilakukan dengan :
Dinas PU Provinsi setempat
Kepala Satuan Kerja Proyek Fisik.
Konsultan lain yang terkait.
Instansi terkait lainnya.
PENGENDALIAN ADMINISTRASI PROYEK
Dalam hal ini Konsultan Pengawas akan merancang, memberlakukan serta
mengendalikan pelaksanaan keseluruhan sistem administrasi proyek yang diawasinya, yaitu
mencakup antara lain : surat, memoramdum, risalah, laporan, contoh barang, foto, berita acara,
gambar, sketsa, brosur, kontrak dan addendum dan lain-lain yang dianggap perlu.
Langkah-langkah dan tindakan yang akan dilakukan Konsultan Pengawas untuk maksud diatas
adalah :
Mempelajari, menanggapi, memecahkan dan menyelesaikan sampai tuntas maksud dari
surat masuk maupun keluar.

86

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Memperhatikan memorandum dan risalah untuk pedoman dalam pelaksanaan tugas


konsultan.
Mempersiapkan dan mengecek contoh barang agar memenuhi persyaratan yang
ditetapkan baik kualitas dan kuantitas.
Membuat foto-foto dokumentasi pada setiap paket pekerjaan.
Mempelajari dan mengecek gambar-gambar/sketsa pelaksanaan agar sebelum maupun
sesudah pekerjaan selesai tidak terjadi penyimpangan.
Membantu/menyiapkan addendum serta lain-lain yang dianggap perlu.
EVALUASI RENCANA
Konsultan Pengawas terus-menerus melakukan evaluasi atas rencana proyek yang akan
dilaksanakan serta menyarankan perubahan / penyempurnaan / penyesuaian rencana yang perlu
dilakukan (bila ada) guna menjamin tercapainya maksud dan tujuan proyek dengan sebaikbaiknya.
VERIFIKASI HASIL PEKERJAAN PELAKSANA KEGIATAN
Konsultan Pengawas berwenang dan pada saatnya berkewajiban menyatakan bahwa
hasil pekerjaan Pelaksana Kegiatan telah memenuhi segala persyaratan untuk proses selanjutnya
yaitu persetujuan Pemberi Tugas. Verifikasi ini berupa sertifikasi pada saat Pelaksana Kegiatan
mengajukan pembayaran. Rekomendasi-rekomendasi persetujuan, penundaan ataupun penolakan
hasil kerja dilakukan saat tersebut berdasarkan hasil penelitian mutu dan volume yang
diproduksi.
KONTROL SISTEMATIK TERHADAP KEGIATAN LAPANGAN
Dalam konteks lebih luas, pekerjaan supervisi mengemban juga fungsi kontrol
manajemen proyek konstruksi. Sebelum memeriksa hasil pekerjaan, perlu diperiksa dahulu
persiapan kerjanya. Persiapan pekerjaan yang dilakukan setengah-setengah atau dengan cara
perencanaan yang mendadak akan mengakibatkan hasil kerja yang tidak memuaskan. Untuk
menanggulangi masalah ini, diperlukan suatu kontrol yang sistematik. Pengawas lapangan perlu
menerapkan sistem kontrol yang baik di lapangan.

87

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Kontrol yang sistematik terhadap kegiatan di lapangan memiliki 3 tujuan yaitu :


Meninjau secara periodik hasil dan kemajuan pekerjaan pada beberapa bidang kegiatan
pokok. Bila mana terdapat kekurangan yang terjadi, maka harus dikembangkan sasaran
jangka pendek dan program kerja untuk mengantisipasinya.
Memastikan bahwa pekerjaan pengawasan berjalan secara benar sehingga peringatan
secara dini dapat diberikan apabila terjadi sesuatu kesalahan.
Mengamankan bahwa biaya yang sudah dianggarkan oleh proyek tidak dilampaui bila
tidak terjadi perubahan kontrak.
Bidang-bidang sasaran kegiatan pokok yang perlu dikontrol pada waktu peninjauan dilapangan
yaitu :
Pencapaian target kemajuan fisik.
Pencapaian target keuangan.
Pengadaan dan pembelian barang, bahan dan peralatan.
Pemakaian tenaga kerja dan peralatan untuk menjamin efektifitas dan efisiensi kerja
lapangan.
Pemantapan kerja sama pekerja proyek dari seluruh bagian / divisi.
Hubungan dengan pihak pemilik.
Tiap bidang tersebut diatas ditinjau apakah situasinya mantap, kurang memadai atau
menunjukkan tendensi yang tidak menggembirakan.
Dengan mengetahui keadaan dan situasi masalah dengan benar, maka langkah-langkah yang
diambil untuk mengatasinya akan lebih cepat dan efektif.
KUNJUNGAN LAPANGAN/SITE VISIT
Frekuensi kunjungan

ke lapangan tergantung dari pentingnya keadaan lapangan,

sifatnya dapat secara harian atau mingguan. Frekuensi kunjungan juga dapat tergantung pada
tahapan dari Kepala Satuan Kerja Proyek Fisik yang mengelolanya beserta para timnya sesuai
urgensinya.

88

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

PENGENDALIAN WAKTU
Merencanakan dan membangun adalah suatu aktifitas yang dinamis, dan yang
dipengaruhi oleh bermacam-macam factor. Karena itu network / s-curve chart yang telah
disetujui sebagai pegangan untuk pelaksanaan harus secara periodik atau sesuai kondisi dicheck
kembali :

Apakah waktu yang direncanakan telah ditepati.


Akan ditepati dalam jangka panjang atau segera dan / atau.
Nantinya akan ditepati (jangka panjang).
Bila perlu dapat diadakan perubahan baru untuk mengendalikan jalannya proyek seperti
yang dikehendaki.
1.

Jarak Waktu Kontrol

Jarak waktu kontrol dapat dibedakan menjadi 2 macam rentang waktu yaitu :

1 2 minggu untuk aktifitas yang kritis atau bisa kurang dari 1 minggu.

2 4 minggu untuk aktifitas-aktifitas yang tidak kritis.

2.

Cara Mengontrol

Dibedakan 3 cara mengontrol, sebagai berikut :

Untuk sebuah aktifitas yang akan dimulai : disajikan langkah-langkah cara mengontrol
seperti flow chart Gambar 3.9.

Untuk menguji pekerjaan yang seharusnya sudah dimulai : disajikan langkah-langkah


cara mengontrol seperti flow chart Gambar 3.10.

Uji pekerjaan yang seharusnya sudah selesai : disajikan langkah-langkah cara


mengontrol seperti flow chart Gambar 3.11.

89

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Dapatkah Pekerjaan
Dimulai?

Ya

Alasannya?
Ada keterlambatan?
Tidak

Alasannya?
Ada keterlambatan?

Diperlukan
Penanganan

OK

GAMBAR : E.9.
FLOWCHART LANGKAH-LANGKAH CARA MENGONTROL
UNTUK AKTIVITAS YANG AKAN DIMULAI

90

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN
Pekerjaan yang
seharusnya sudah dimulai

Apakah pekerjaan ini


sesuai
schedul mulanya ?

Kenapa tidak dimulai ?


apa penangguhannya
dapat dikejar ?

Tidak

Ya

Tidak

Berapa lama ditangguhkan ?


apa ada float

Ya

OK

Tangani

OK

Berapa lama terlambat ?


Kenapa ?
Apa prestasinya sampai
waktu control tercapai ?

Tidak

Ya
OK
Apa prestasinya
bisa dikejar ?
Tidak
Ya
OK

Berapa lama ditangguhkan ?


apa ada float

Tangani

GAMBAR E.10
FLOWCHART LANGKAH-LANGKAH CARA MENGONTROL
PEKERJAAN YANG SEHARUSNYA SUDAH DIMULAI

91

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN
Pekerjaan yang seharusnya
selesai

Tidak

Ya

Sisa waktu sampai selesai ?


Alasan keterlambatan

Diperlukan penanganan

OK

GAMBAR E.11
FLOWCHART LANGKAH-LANGKAH CARA MENGONTROL
UNTUK AKTIVITAS SUDAH SELESAI

Untuk monitoring dan pengontrolan proyek ini akan digunakan sistem informasi
pengendalian proyek yang dilaksanakan dengan suatu aplikasi berbasis komputer.
Monitoring dan pengendalian proyek dilakukan pada aspek-aspek berikut :
Planning dan scheduling pekerjaan yang meliputi quantity, duration, dates, network
planning atau precedence Diagram Methode.
Progress Performance.
Schedule Control.
Project cost control yang meliputi pelaporan status nilai kontrak vs aktual, perhitungan
pembayaran progress pekerjaan.
Unsur-unsur tersebut merupakan informasi dasar untuk memonitoring, pengendalian,
analisis dan manajemen proyek.
Pekerjaan pengendalian proyek ini diawali dengan pemasukan data-data proyek (project
data entry) yang akan menjadi acuan (baseline) dalam monitoring dan pengendalian

92

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

pelaksanaan proyek selanjutnya. Data-data tersebut disimpan didalam database di kantor


proyek, dan selalu di up-date untuk keperluan pelaporan dan analisa secara periodik.
Berdasarkan target-target pengendalian yang ditentukan sebelumnya maka dapat dilakukan
analisa terhadap permasalahan yang timbul dalam aspek skedul, progress dan pembiayaan
proyek. Dari analisa masalah tersebut dilakukan upaya perbaikan untuk membawa program
proyek kembali ke rencana semula. Gambar 3.12. Skematika aliran kerjanya adalah
sebagai berikut :
PELAPORAN
PERIODIK
RINGKASAN
PROGRES
PEKERJAAN

MONITORING SKEDUL,
PROGRES DAN BIAYA
KONSTRUKSI

ANALISA KOMPUTER

PELAPORAN
PELAKSANAAN
PEKERJAAN
SKEDUL
PROGRES
PEMBIAYAAN

PELAPORAN
PERIODIK
MANAJEMEN
PROYEK
PELAPORAN
PERIODIK
RINGKASAN
PEMBIAYAAN

ANALISA KOMPUTER

GAMBAR E.12. SKEMA PENGENDALIAN PROYEK


Informasi yang di peroleh dari pelaporan tersebut dapat di analisa dan di jadikan bahan
dalam pengambilan keputusan menajemen kegiatan. Pelaporan kegiatan dibuat dengan
format dan prosedur yang standar untuk memperoleh peningkatan efisiensi, efektifitas dan
optimalisasi sinergi kerja, sehingga Dinas Pekerjaan Umum setempat dapat mencapai
performansi dan kualitas akhir manajemen pembangunan yang lebih baik. Manfaat utama
lainnya dari sistem ini antara lain adalah :
a. Satuan Kerja/Pejabat membuat Komitmen dapat memonitor dan mengendalikan
kegiatan secara terintegrasi dengan sistem yang ada di Dinas Pekerjaan Umum.
b. Memberikan tambahan kapasitas kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas pelayanan kepada pengguna jalan melalui penyelesaian

93

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

pembangunan jalan beserta falisilitas pendukung lainnya yang sesuai jadwal dan alokasi
biaya.
Metodologi Pengontrolan Proyek
Untuk menerapkan metodologi pengendalian proyek secara baik dan sistematis, maka
Konsultan membaginya ke dalam beberapa tahap :
Tahapan Initialisasi
Tahap initialisasi dilakukan untuk menjabarkan aktifitas-aktifitas proyek (workBreakdown
Structurel WBS) sampai ke level yang terendah yang mencerminkan keterkaitan antar
aktifitas. Tahapan ini dimulai dari pendeskripsian dan penggolongan aktifitas proyek yang
ada, menentukan volume dan bobot dari masing-masing aktifitas, pengurutan pekaksanaan
aktifitas (network planning predecessor dan successor dari setiap aktifitas detail) dan tipe
dari relasi-relasi antar aktifitas, yaitu SS-Start to Start, SF Start to finish, FS finish to
Start atau FF Finish to Finish.
Juga dideskripsikan mengenai penjadwalan pekerjaan, resources atau sumber daya yang
terlibat dalam pelaksanaan proyek, seperti tenaga ahli, konsultan, tenaga pekerja,
administrator, serta bahan dan alat penunjang pelaksanaan proyek.
Setiap aktuifitas dilengkapi dengan volume pekerjaan, bobot (persentase perbandingan
antar volume pekerjaan dengan nilai nominal rupiah). Hasil dari tahap ini akan
digunakan sebagai base line/dasar untuk pemgendalian proyek pada saat pelaksanaan.
Tahapan Pelaksanaan
Tahap ini dipergunakan untuk memonitor dan mengawasi jalannya pelaksanaan proyek.
Termasuk didalam tahapan ini adalah proses update data kemajuan hasil pelaksanaan
proyek, yang diperinci dari prestasi detail sampai ke prestasi secara umum, mengawasi
aktifitas-aktifitas kritis yang ditampilkan pada barchart dan pengawasan terhadap resource
yang terlibat dengan menambah atau mengurangi jumlah resource (tenaga, bahan dan alat)
apabila perlu.
Pengisian hasil kemajuan proyek dapat dilihat dari hasil pencapaian kemajuan proyek pada
minggu sebelumnya, sehingga project control dapat memperlihatkan aktifitas yang tidak

94

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

memperlihatkan kemajuan yang berarti atau justru berada pada kondisi kritis yaitu aktifitas
yang memiliki total Float sama dengan nol. Pelaksanaan aktifitas tersebut tidak boleh
mengalami penundaan lebih dari satu hari kerja. Keberadaan kondisi kritis dari suatu
aktifitas digambarkan dalam garis yang berbeda warna pada tampilan barchart, yaitu
sebagai berikut :
Total Float = 0, digambarkan dengan warna merah;
1 < Total float < 5, digambarkan dengan warna kuning;
Sedangkan total Float >=6, digambarkan dengan warna hijau.
Hal tersebut perlu menjadi perhatian bagi project control dan menjadi salah satu acuan bagi
analisa kemajuan pelaksanaan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Selanjutnya dapat
dilakukan beberapa tindakan untuk meningkatkan kinerja proyek, seperti penambahan
tenaga ahli, tenaga pekerja, bahan dan alat penunjang, atau merubah metode
pelaksanaannya.
Tahap Pelaporan
Tahap pelaporan ini ditujukan untuk menyampaikan kemajuan pelaksanaan proyek actual
di lapangan kepada pihak Pemberi Tugas / pemilik proyek untuk mendapatkan gambaran
kemajuan proyek di lapangan, dengan ikut memperhatikan hal-hal kritis yang di peroleh
dari analisa pelaksanaan proyek. Bentuk laporan ini disesuaikan dengan kebutuhan
pelaporan, dan terbagi menjadi pelaporan kemajuan proyek secara tabular, pelaporan
kemajuan proyek secara barchart, serta dalam bentuk S-Curve; yang membandingkan
pencapaian actual dengan baseline proyek.
Dibawah ini adalah bagaimana pengendalian waktu perlu mendapat perhatian agar tidak
terjadi perpanjangan waktu yang tidak perlu yang akan memboroskan waktu, tenaga dan
biaya.
1. Schedule Pelaksanaan Kegiatan
Sebelum pekerjaan dimulai konsultan akan mengecek schedule pelaksanaan yang
dibuat Pelaksana Kegiatan.

95

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Apakah rencana kerja Prosress pekerjaan yang di targetkan sudah layak dan realistis.
Misalnya dalam musim hujan, target pekerjaan lebih kecil bila dibandingkan pada
musim kemarau untuk pekerjaan pengaspalan misalnya untuk kondisi kerja yang sama.
Kemudian juga construction method, urutan Kerja Pelaksanan Kegiatan apakah sudah
sistematis, konsepsional dan benar.
Selanjutnya berdasarkan schedule Pelaksana Kegiatan yang sudah disetujui, Konsultan
Pengawas akan mengendalikan waktu pelaksanaan tersebut.
Dari time schedule tersebut bisa dijabarkan ke dalam target harian, sehingga setiap hari
apakah target volume tersebut bisa tercapai atau tidak, bila target volume tersebut tidak
tercapai maka selisih volume harus diprogramkan/dikejar untuk schedule hari
berikutnya.
Dengan time schedule yang dibuat dan disetujui itu bila dilaksanakan dengan
sebagaimana mestinya dan dikendalikan dengan baik maka diharapkan proyek bisa
diselesaikan on schedule.
2. Peralatan
Untuk mengerjakan pekerjaan jalan, diperlukan peralatan dengan kombinasi/beberapa
jenis alat dan jumlah alat yang mencukupi. Sedemikian hingga volume pekerjaan yang
direncanakan bisa diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.
3. Tenaga Kerja
Demukian juga untuk tenaga kerja, untuk suatu pekerjaan diperlukan tenaga kerja yang
mencukupi, sehingga pekerjaan akan bisa diselesaikan oleh tenaga kerja sesuai dengan
jadwal/waktu yang ditentukan. Bila kondisi pekerjaan diperkirakan tidak bisa
diselesaikan, maka tenaga kerja perlu ditambah atau kerja dua shift atau kerja
lembur/overtime.
4. Jumlah Jam Kerja
Untuk penyelesaian suatu pekerjaan, tergantung juga pada jam kerja per hari. Jumlah
jam kerja yang sedikit akan menghasilkan produk yang lebih kecil dari pada bila per
hari jam kerjanya lebih banyak.

96

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Jam kerja perlu disesuaikan dengan kapasitas alat, tenaga kerja, sedemikian hingga
volume pekerjaan yang ditargetkan bisa diselesaikan. Kalau suatu pekerjaan tidak bisa
diselesaikan dalam satu hari siang, maka perlu untuk kerja malam/overtime.
Untuk administrasi pengendalian waktu, agar pengendalian dapat dicapai secara
optimal maka Konsultan memahami secara sungguh-sungguh Network Planning
yang umumnya telah dibuat oleh Pelaksana Kegiatan dengan metode lintas kritis
(Critical Path Method/CPM).
Mengingat sangat pentingnya time schedule ini didalam suatu pekerjaan pengawasan,
maka Konsultan akan menganalisa secara rutin time schedule dari Pelaksana Kegiatan
dan akan membantu Pelaksana Kegiatan dalam mereview dan menyusun kembali time
schedule tersebut bila memang diperlukan.
Pengendalian schedule pelaksanaan lainnya dapat menggunakan Barchart/S-Curve
yang biasa dan juga dapat digunakan Vector Diagram yang baik/cocok untuk
pekerjaan jalan karena dapat mengetahui/menunjukkan lokasi dan waktu. Schedule ini,
pada arah absis menunjukkan lokasi atau STA, sedangkan arah ordinat
menggambarkan waktu
PENGENDALIAN MUTU
Selama periode konstruksi, Konsultan akan senantiasa memberikan pengawasan,
arahan, bimbingan dan instruksi yang diperlukan kepada Pelaksana Kegiatan guna menjamin
bahwa semua pekerjaan dilaksanakan dengan baik, tepat kualias untuk semua jenis pekerjaan
baik untuk konstruksi-konstruksi pokok maupun perlengkapan jembatan, untuk itu akan di
uraikan disini.
Aspek-aspek pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan konstruksi antara
lain sebagai berikut dibawah ini namun tidak terbatas pada :
Peralatan laboratorium.
Penyimpanan bahan/material
Cara pengakutan material / campuran ke lokasi kerja.
Pengujian material yang akan diginakan
Penyiapan job mix formula campuran.

97

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Pengujian rutin laboratorium selama pelaksanaan.


Test lapangan.
Administrasi dan formulir-formulir.
Pengendalian kualitas tersebut di atas seperti di uraikan berikut ini :
1. Peralatan Laboratorium dan Personil
Peralatan laboratorium yang perlu dipergunakan untuk pekerjaan utama (major work).
Personil/tenaga yang terkait untuk maksud pengujian harus cukup berpengalaman dan
mengenal dengan baik tentang testing laboratorium maupun lapangan.
2. Penyimpanan Bahan/Material
Bahan-bahan harus disimpan dengan suatu cara yang sedemikian rupa untuk
menjamin perlindungan kualitas.
Bahan-bahan yang disimpan harus ditempatkan sedemikian rupa yang mudah dapat
diperiksa oleh Konsultan.
Tempat penyimpanan harus bebas dari tumbu-tumbuhan dan puing, harus
mempunyai drainase yang lancar.
Bahan-bahan yang diletakkan langsung diatas tanah tidak boleh digunakan dalam
pekerjaan kecuali tempat kerja tersebut telag dipersiapkan dan diberi lapisan atas
dengan suatu lapisan pasir atau kerikil setebal 10 cm.
Bahan-bahan harus disimpan dengan cara yang sedemikian rupa untuk mencegah
segregasi dan untuk menjamin gradasi yang sesuai serta mengontrol kadar air. Tinggi
maksimum tumpukan 5 m.
Penumpukan berbagai ragam agregat untuk hotmix, beton, harus dipisahkan dengan
papan pembatas guna mencegah pencampuran bahan-bahan.
Tumpukan agregat harus dilindungi dari hujan untuk mencegah kejenuhan agregat
yang akan mengakibatkan penurunan kualitas.
3. Cara Pengukuran Material / Campuran
Konsultan dapat mengenakan pembatasan bobot pengangkutan untuk perlindungan
terhadap setiap jalan atau struktur yang ada disekitar proyek.

98

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Pengangkutan hotmix perlu ditutup dengan bahan tebal guna mempertahankan suhu
campuran. Walaupun pekerjaan ini kelak bukan pekerjaan utama tetapi perlu
ditekankan karena akan mempengaruhi kinerja jembatan nantinya.
Bilamana terjadi gangguan diantara operasi berbagai pekerjaan, Konsultan akan
mempunyai wewenang untuk memerintahkan Pelaksana Kegiatan dan untuk
menentukan urutan pekerjaan yang diperlukan guna mempercepat penyelesaian
seluruh proyek.
4. Pengujian Material Yang Akan Digunakan
Semua material dari setiap bagian pekerjaan akan di inspeksi oleh Konsultan.
Setiap saat Konsultan akan menginspeksikan material yang akan digunakan
berdasarkan atas jadwal Kerja Pelaksana Kegiatan.
Walaupun bahan yang disimpan telah disetujui sebelum penyimpanan, namun dapat
diperiksa ulang dan ditest kembali oleh Konsultan.
Material yang akan digunakan harus ditest di laboratorium untuk mendapat
persetujuan dari Konsultan, jenis dan jumlah test seperti yang disebutkan dalam
spesifikasi.
5. Job Mix Formula
Agar mendapatkan campuran yang baik dan memenuhi persyaratan spesifikasi,
sebelum pekerjaan dimulai perlu dibuatkan dahulu suatu job Mix Formula yang
disetujui Konsultan, antara lain untuk pekerjaan Beton.
6. Pengujian Rutin Laboratorium
Selama pelaksanaan seperti yang disebutkan dalam spesifikasi, bahan-bahan atau
campuran-campuran perlu dilakukan pengujian rutin harian atau selama pekerjaan
berlangsung guna menjamin kualitas sesuai dengan persyaratan.
Jenis dan frekuensi/jumlah test rutin ini seperti yang disebutkan dalam spesifikasi.
7. Pengujian Hasil Kerja / Test Lapangan (Uji Terima)
Sertelah pekerjaan selesai dilaksanakan, produk tersebut perlu diadakan pengujian/test
lapangan guna memastikan kwalitas pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan.
Tahap demi tahap pekerjaan ini sebagaimana yang didiagramkan pada Gambar 3.13.
Flowchart Pengendalian Mutu.

99

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN
PENGAWAS / PROYEK

KONTRAKTOR

Survey lokasi sumber bahan

Penentuan sumber bahan

Permohonanpemakaian bahan

Pemeriksaan mutu bahan

Pemeriksaan mutu bahan

Proses pengelolaan material

Proses penyiapan rumusan kerja

JMF

Pelaksanaan pekerjaan

Pengujian mutu

Penanganan perbaikan
Mutu sesuai Spec.

Persetujuan mutu hasil


pekerjaan

Dokumentasi mutu hasil pekerjaan

GAMBAR E.13. FLOWCHART PENGENDALIAN MUTU

100

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

ADMINISTRASI DAN FORMULIR-FORMULIR


Gambar E.14 menunjukkan kelengkapan administrasi proyek yang umum digunakan.
Dokumen kontrol diperlukan proyek anatara lain sebagai berikut dibawah ini:
Buku direksi
Time schedule
MCA (Mutual Check Awal)
Request & shop drawing
Laporan harian
Laporan mingguan
Risalah Rapat
Berita acara opname pekerjaan
Record cuaca
Photo dokumentasi
Change order
Addendum
Monthly certificate (MC)
PHO (Provinsial Hand Over) / FHO (Final Hand Over)
Dan lain-lain disesuaikan dengan kebutuhan proyek.

101

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

TAHAP AWAL

1.
2.
3.
4.

TAHAP PELAKSANAAN

Dokumen Kontrak
Gambar Rencana
Struktur Organisasi
Buku Direksi

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Time Schedule
Mco
Request & Shop Drawing
Quantity Sheet
Laporan Harian
Laporan Mingguan
Risalah Rapat
BA. Opname Pekerjaan
Record Cuaca
Photo dokumentasi
Change Order
Addendum
Quality Control
As Built Drawing

TAHAP PEBAYARAN

1. Monthly Cert
2. Back-up Quantity
3. Back-up Quality
Control

PHO

1.
2.
3.
4.
5.

Berita Acara PHO


Administrasi Kantor
Mutu (Pengujian)
Mutu (Dimensi)
Defect &
Deficiensies

PHO

Berita
Acara PHO

GAMBAR E.14. ADMINISTRASI PROYEK PERIODE PELAKSANAAN FISIK

PENGENDALIAN KUALITAS
Pengawasan kuantitas, akan mengecek bahan-bahan/campuran yang ditempatkan
atau dipindahkan oleh Pelaksana Kegiatan atau yang terpasang. Secara umum terdapat 2 jenis
pemeriksaan kuantitas yaitu :
Pemeriksaan terhadap bahan-bahan yang bisa dibayarkan sebagai material saja.
Pemeriksaan terhadap hasil kerja.
Untuk pemeriksaan hasil kerja Konsultan akan memproses bahan-bahan/campuran berdasarkan
atas :
Hasil pengukuran yang memenuhi batas toleransi pembayaran.
Metode Perhitungan
Lokasi kerja.
Jenis Pekerjaan
Tanggal diselesaikannya pekerjaan.
Setelah produk pekerjaan memenuhi persyaratan baik kualitas maupun elevasi dan persyaratan
lainnya, maka pengukuran kuantitas dapat dilakukan agar volume pekerjaan dengan teliti/akurat

102

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

yang disetujui oleh Konsultan sehingga kuantitas dalam kontrak adalah benar di ukur dan di
rekomendasikan untuk dibayar oleh Konsultan dan mendapat persetujuan Pemberi Tugas.
Rekomendasi hasil pengukutan kuantitas ini
Harus dalam suatu Berita Acara yang disetujui bersama oleh tiga pihak pelaksana proyek.
Formulir untuk perhitungan kuantitas tersebut untuk semua item pekerjaan dalam kontrak berupa
Quantity Sheet dapat disiapkan semuanya oleh Konsultan.
PENGENDALIAN BIAYA PELAKSANAAN PROYEK
Didalam kontrak pelaksanaan pekerjaan tercantum :
Biaya proyek.
Estimated quantity /volume pekerjaan.
Harga satuan pekerjaan
Guna pengendalian biaya pelaksanaan proyek, hal-hal pokok yang perlu diperhatikan antara lain
sebagai berikut :
Pengukuran hasil pekerjaan, harus dilakukan dengan akurat dan benar-benar
sehingga kuantitas yang dibayar sesuai dengan gambar rencana. Dengan demikian
volume dalam kontrak tidak dilampaui yang pada akhirnya biaya yang dikeluarkan
sudah sesuai dengan yang dianggarkan.
Pekerjaan yang bisa dibayar adalah pekerjaan yang sudah diterima dari segi
pengukuran/kuantitas dan kualitas, sehingga biaya yang dikeluarkan adalah benarbenar untuk pekerjaan yang sudah memenuhi spesifikasi.
Pekerjaan yang bisa dibayar adalah pekerjaan yang tercantum dalam kontark dan
harga satuan pekerjaan yang sudah ada dalam kontrak pelaksanaan, sehingga biaya
proyek dibayarkan sesuai dengan item pekerjaan yang ada dalam kontrak.
PEMERIKSAAN MONTHLY CERTIFICATE (MC)
Pelaksanaan kegiatan harus menyerahkan suatu nilai estimasi dari pekerjaan yang
dilaksanakan kepada Site Engineer pada setiap akhir bulan yang berjalan, yang selanjutnya
disebut sebagai Sertifikat bulanan (Monthly Certificate MC). Format sertifikat bulanan harus
sesuai dengan standar atau di usulkan oleh Konsultan dan disetujui oleh Pemberi Tugas.

103

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Site Engineer akan memeriksa/memverifikasi kemajuan pekerjaan yang diajukan pada


sertifikat bulanan berdasarkan hasil pemeriksaan volume (Chief Inspector) dan hasil pemeriksaan
mutu (Quality Engineer). Apabila telah dianggap sesuai dengan sebenarnya yang telah terjadi di
lapangan, selanjutnya dapat disetujui untuk menandatangani bersama oleh wakil Pelaksana
Kegiatan, Konsultan, dan Kepala Satuan Kerja Proyek Fisik.
PEMERIKSAAN PEMBAYARAN AKHIR
Tim Pengawas Teknis akan memeriksa kembali seluruh pembayaran yang telah lalu.
Pembayaran terdahulu yang sudah disetujui apabila terdapat kesalahan masih dapat dikoreksi
pada pembayaran berikutnya.
Dalam tahap pembayaran akhir, perlu diperiksa dan dievaluasi kuantitas yang telah
dibayar sebelumnya, sehingga kuantitas/volume yang dibayar dalam pembayaran akhir
merupakan final quantity yang benar.
PROSEDUR PERUBAHAN (CONTRACT CHANGE ORDER)
Perubahan terhadap pekerjaan dapat dimulai oleh Kepala Satuan Kerja Proyek Fisik
atau Pelaksana Kegiatan dan harus disetujui dengan suatu Perintah perubahan yang ditanda
tangani oleh kedua belah pihak. Jika dasar pembayaran yang ditetapkan dalam suatu Perintah
Perubahan tersebut menyajikan suatu perubahan dalam struktur Harga Satuan Jenis Pembayaran
atau suatu perubahan yang diperkirakan dalam Jumlah Kontrak, Maka Perintah Perubahan harus
dirundingkan dan dirumuskan dalam suatu Addendum.
SERTIFIKAT PENYELESAIAN AKHIR
Bila Pelaksanaan Kegiatan menganggap pekerjaan akan selesai, termasuk semua
kewajiban dalam Periode Jaminan, maka Pelaksana Kegiatan harus membuat permohonan untuk
serah terima pertama.
Setelah penyelesaian dari setiap pekerjaan perbaikan yang diminta oleh Panitia Serah
Terima, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan akhir terhadap pekerjaan tersebut, maka Konsultan
membantu mempersiapkan Sertifikat Penyelesaian Akhir.

104

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

PERNYATAAN PERHITUNGAN AKHIR


Pelaksana Kegiatan harus membuat permohonan untuk pembayaran perhitungan akhir,
bersama-sama dengan semua rincian pendukung sebagaimana diperlukan oleh Satuan Kerja Non
Vertikal Tertentu Proyek Fisik.
Setelah peninjauan kembali oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Proyek Fisik dan
jika diperlukan, amandemen oleh Pelaksana Kegiatan, Kepala Satuan Kerja Proyek Fisik akan
mengeluarkan suatu pernyataan Perhitungan Akhir yang disetujui untuk pembayaran oleh
Pemberi Tugas.
ADDENDUM PENUTUP
Berdasarkan pada rincian Pernyataan Kepala Satuan Kerja Proyek Fisik mengenal
Perhitungan Akhir, setelah disetujui dan ditanda tangani Pelaksana Kegiatan, Kepala Satuan
Kerja Proyek Fisik akan menyampaikan addendum penutupan tersebut kepada Pemberi Tugas
untuk ditanda tangani bersama-sama dengan Pernyataan Perhitungan Akhir yang disetujui.
DOKUMEN CATATAN PROYEK
Pelaksana Kegiatan harus memelihara suatu catatan yang cermat tentang semua
perubahan dalam Dokumen Kontrak dan Dokumen Catatan Proyek selama pelaksanaan
pekerjaan.

105

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

E. 5

PROGRAM KERJA

E.5.1 UMUM
Rencana kerja merupakan gambaran menyeluruh dan komprehensif usulan dari konsultan
dalam melaksanakan pekerjaan yang akan ditangani sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja
(KAK) yang telah diberikan. Dalam rencana kerja ini akan diuraikan urutan urutan pekerjaan,
konsep penanganan masalah, tanggung jawab dan personil yang terlibat, pengerahan sarana
maupun personil pendukung, schedule pelaksanaan pekerjaan serta schedule personil. Untuk
memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan, maka harus disusun Bagan Alir Pelaksanaan
Pekerjaan. Bagan Alir ini berisikan tahapan-tahapan pekerjaan yang akan dikerjakan, sehingga
dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan harus berpatokkan pada Bagan Alir
Pelaksanaan Pekerjaan tersebut.
E.5.2 RENCANA KERJA
Rencana kerja ini disusun berdasarkan tahapan kegiatan sesuai dengan lingkup pekerjaan
sesuai dengan KAK. Secara garis besar rencana kerja pelaksanaan pekerjaan diuraikan sebagai
berikut :
1.

Persiapan dan Orientasi Awal Lapangan


a. Lingkup Kegiatan :
Melaksanakan orientasi lapangan awal terhadap rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan.
Melaksanakan kajian terhadap hasil perencanaan setelah dilakukan peninjauan awal
lapangan.
Melaksanakan sosialisasi.
b. Personil Yang Bertugas :
Team Leader
Ahli Irigasi
c. Waktu Kegiatan :
Dilaksanakan pada Minggu Ke-1 dan Ke-2 pada Bulan Ke-1

2.

Penyusunan Review Desain

106

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Untuk lingkup kegiatan Supervisi Pembangunan Tahun Anggaran 2014 ini, konsultan juga
ditugaskan untuk mengadakan review terhadap desain yang sudah ada sesuai dengan hasil
evaluasi. Rencana kerja untuk penyusunan review desain sesuai dengan lingkup kegiatan dapat
diuraikan sebagai berikut :
1) Pengumpulan Data dan Evaluasi Hasil Studi Yang Ada
a. Lingkup Kegiatan :
Pengumpulan data sekunder dan primer
Evaluasi hasil studi yang ada.
b. Personil Yang Bertugas :
Team Leader
Ahli Irigasi
c. Waktu Kegiatan :
Dilaksanakan pada Bulan Ke-1 hingga Bulan ke-4
2) Evaluasi Hasil Survei Pengukuran dan Mekanika Tanah
a.

Lingkup Kegiatan :
Evaluasi jaringan irigasi dan site bangunan
Evaluasi hasil survei pengukuran dan penggambaran
Evaluasi hasil penyelidikan mekanika tanah dan laboratorium

b. Personil Yang Bertugas :

Team Leader (Koordinator)

Ahli Irigasi

c. Waktu Kegiatan :

Dilaksanakan pada Bulan Ke-1 sampai dengan Bulan Ke-4 (termasuk penggambaran
jika diperlukan)

3) Evaluasi Hasil Analisa dan Perencanaan Detail


a. Lingkup Kegiatan :

Evaluasi hasil analisa kebutuhan air irigasi, daerah layanan irigasi, analisa hidrolika

Evaluasi hasil penggambaran dan RAB

Pelaporan

107

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

b. Personil Yang Bertugas :

Team Leader (Koordinator)

Ahli Irigasi

Quantity Engineer

c. Waktu Kegiatan :

3.

Dilaksanakan pada Bulan Ke-1 sampai dengan Bulan Ke-6

Supervisi Konstruksi
Konsultan supervisi akan melaksanakan tugas-tugas pengawasan konstruksi secara

keseluruhan dan memberikan bantuan teknis maupun non teknis dalam pelaksanaannya, dengan
rencana kerja sebagai berikut :
1) Sebelum Pelaksanaan Proyek (Pre-Construction).
a. Lingkup Kegiatan :
Meliputi mobilisasi tim konsultan, evaluasi organisasi pelaksanaan di lapangan dan
koordinasi dengan pihak terkait.

b. Personil Yang Bertugas :

Team Leader (Koordinator)

Ahli Irigasi

Quantity Engineer

Pengawas Lapangan/Inspector

c. Waktu Kegiatan :
Dilaksanakan pada minggu ke-1 pada Bulan Ke-I
2) Saat Awal Proyek (AT-Project Starting)
a. Lingkup Kegiatan :
Meliputi koordinasi awal dengan pihak proyek dan kontraktor, pengecekan bersama
terkait dengan item-item pekerjaan dan jadwal pelaksanaan konstruksi, sistem kerja dll.
b. Personil Yang Bertugas :

Team Leader (Koordinator)

Ahli Irigasi

Quantity Engineer

108

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Pengawas Lapangan/Inspector

c. Waktu Kegiatan :
Dilaksanakan pada minggu ke-1 dan ke-2 pada Bulan Ke-I

3) Pelaksanaan Proyek (Project Construction).


a. Lingkup Kegiatan :
Meliputi pengendalian kualitas pelaksanaan pekerjaan, pengukuran tahap pelaksanaan
pekerjaan dan pembayarannya, monitoring dan pelaporan pelaksanaan pekerjaan,
pelaksanaan test akhir pada pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan dan dokumentasi.
b. Personil Yang Bertugas :

Team Leader (Koordinator)

Ahli Irigasi

Quantity Engineer

Pengawas Lapangan

c. Waktu Kegiatan :
Dilaksanakan pada minggu ke-1 pada Bulan Ke-I sampai dengan Bulan Ke-7
4) Saat Proyek Selesai (Project Completion)
a. Lingkup Kegiatan :
Meliputi masa pemeliharaan, pemeriksaan bersama, serah terima pekerjaan, pembayaran
akhir dan evaluasi dan penilaian pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan.
b. Personil Yang Bertugas :

Team Leader (Koordinator)

Ahli Irigasi

Quantity Engineer

Pengawas Lapangan

c. Waktu Kegiatan :
Dilaksanakan pada Bulan Ke-7
E.5.3 PELAPORAN

109

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

A. Jenis Laporan
Konsultan memahami bahwa produk dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah beberapa jenis
laporan yang disusun dan diserahkan selama masa kontrak. Sesuai dengan KAK maka Konsultan
harus menyerahkan beberapa jenis laporan dan jumlah sesuai dengan tertuang di KAK ke Satuan
Kerja, meliputi :
1) Laporan Pendahuluan ( Inception report )
Laporan Pendahuluanberisi susunan tim pengawas, program kerja, jadwal pelaksanaan, hasil
pengecekan lapangan awal dan metode pelaksanaan pekerjaan, Laporan ini diserahkan
selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kalender sejak SPMK diterbitkan, sebanyak 4
(Empat)rangkap.

2) Laporan Bulanan
Laporan harus memuat keterangan mengenai mobilisasi dan demobilisasi, kemajuan
pelaksanaan pekerjaan, masalah teknis dan non teknis yang dihadapi

dan rencana

pelaksanaan pekerjaan pada periode berikutnya, Laporan ini harus disampaikan pada setiap
akhir bulan dan dibuat dalam bahasa Indonesia rangkap 4 (Empat) setiap bulannya.

3) Laporan Utama
Laporan Utama berisikan tentang hasil kegiatan supervisi secara menyeluruh dan detail
termasuk pelaksanaan pembuatan desain yang dilakukan selama pelaksanaan konstruksi,
Laporan ini dibuat sebanyak 4 (Empat) rangkap dan diserahkan paling lambat akhir kontrak.

4) Laporan Monitoring Lingkungan


Laporan ini berisi tentang kajian-kajian mengenai seberapa jauh dampak lingkungan yang
dapat terjadi akibat pelaksanaan kegiatan. Laporan ini dibuat dalam rangkap 4 (Empat) dan
diserahkan paling lambat akhir kontrak.

110

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

5) Laporan Pengawasan Mutu


Merupakan laporan yang berisi proses quality control berupa hasil test, selama pelaksanaan
konstruksi. Laporan Pengawasan Mutu dibuat dalam buku tersendiri, dibuat sebanyak 4
(empat) rangkap, dan diserahkan selambat-lambatnya akhir pelaksanaan.

6) Laporan Foto Dokumentasi


Menampilkan dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai akhir pelaksanaan
pekerjaan dan menyerahkan. Laporan ini dibuat sebanyak 4 (empat) album.

7) File Video
Menampilkan video dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai akhir pelaksanaan
pekerjaan. Video dibuat sebanyak 4 (empat) set.

8) Gambar Review / Review Disaign


Berisikan gambar hasil review disain terhadap rencana yang tertuang dalam Dokumen
Kontrak dibuat dalam ukuran A3 dibuat sebanyak 4 (empat) rangkap dan diserahkan paling
lambat akhir kontrak.

9) Soft Copy dalam eksternal Hardisk


Konsultan juga menyerahkan file-file laporan, dalam bentuk eksternal Hardisk. Selama
pelaksanaan kegiatan diperlukan dokumentasi terutama pada peristiwa penting yang terjadi.
Dokumentasi bukan hanya meliputi foto-foto pelaksanaan pekerjaan tapi termasuk juga live
documentation (video) tentang alur keseluruhan pekerjaan. Soft copy ini di masukkan dalam
eksternal Hardisk dibuat sebanyak 1 (satu) buah dan diserahkan paling lambat akhir kontrak
kepada pemilik pekerjaan.

111

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

E. 6

ORGANISASI DAN PERSONIL

E.6. 1 Umum
Dalam bab ini diuraikan bagan organisasi pengguna jasa, penyedia jasa, struktur
organisasi yang menggambarkan hubungan koordinasi antara pengguna jasa dan penyedia jasa
serta masing-masing Tim Konsultan. Dalam struktur organisasi pelaksana pekerjaan yang
melibatkan beberapa tenaga profesional, tenaga sub profesional dan tenaga penunjang dengan
tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan bidang keahliannya. Untuk
memperjelas alur koordinasi dalam pelaksanaan pekerjaan ini, maka dibuat bagan organisasi
pelaksana agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai KAK. Disamping itu konsultan juga
menyadari adanya mekanisme kontrol terhadap proses dan hasil dari pekerjaan konsultan.

E.6. 2 Bagan Organisasi dan Organisasi Pelaksana


Bagan organisasi untuk pelaksanaan pekerjaan dimaksudkan untuk membuat jalur
koordinasi untuk semua personil pelaksana. Spesifikasi tenaga ahli yang diperlukan adalah
sebagai berikut:

1) Profesional Staff
a.

Ketua Tim (Team Leader)


Seorang Sarjana Teknik Sipil/Pengairan (S1) memiliki sertifikat Ahli Sumber Daya Air
minimal ahli muda dengan pengalaman minimum 6 tahun dalam bidang planning,
perencanaan, supervisi konstruksi dan manajemen konstruksi untuk menangani pekerjaan
sejenis. Tugas dan tanggung jawab Team Leader yaitu melakukan pengendalian pelaksanaan
dan kualitas pekerjaan secara menyeluruh yang mencangkup aspek teknis, administrative
dan logistik. Perkiraan penugasan selama 7 bulan.

b.

Ahli Irigasi
Seorang Sarjana Teknik Sipil (S1) memiliki sertifikat Ahli Sumber Daya Air minimal ahli
pratama dengan pengalaman minimum 4 tahun dalam bidang planning, perencanaan,
supervisi konstruksi dan manajemen konstruksi untuk menangani pekerjaan bangunan air
atau sejenis. Tugas dan tanggung jawab yaitu melakukan kajian dan review desain,

112

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

pengawasan/pengendalian mutu dan teknis pelaksanaan pekerjaan konstruksi sipil,


Perkiraan penugasan selama 6 bulan.
c.

Quality Engineer
Seorang Sarjana Teknik Sipil memiliki sertifikat Ahli Sumber Daya Air minimal ahli
pratama dengan pengalaman minimum 4 tahun dalam menangani pekerjaan pengawasan
pekerjaan jaringan penyediaan atau pekerjaan sejenis. Adapun tugas dan tanggung jawabnya
yaitu mengevaluasi kualitas pekerjaan, melakukan pengawasan / mutu pekerjaan. Perkiraan
penugasan selama 5 bulan.

d.

Quantity Engineer
Seorang Sarjana Teknik Sipil yang memiliki sertifikat Ahli Sumber Daya Air minimal ahli
pratama dengan pengalaman minimum 4 tahun dalam menangani pekerjaan pengawasan
pekerjaan jaringan penyediaan atau pekerjaan sejenis. Adapun tugas dan tanggung jawabnya
yaitu mengevaluasi kuantitas pekerjaan, melakukan pengawasan dan pengendalian kuantitas
pekerjaan. Perkiraan penugasan selama 5 bulan

2) Sub Profesional Staff


Tenaga Sub professional staff yang diperlukan untuk membantu kelancaran pekerjaan adalah
Pengawas Konstruksi/Inspektor, yaitu seorang Sarjana Teknik Sipil (S1) dengan pengalaman
minimum 4 tahun dalam pengawasan/pengendalian pekerjaan struktur dan bangunan sipil,
dibutuhkan sebanyak 3 orang. Perkiraan penugasan selama 7 bulan, sedangkan surveyor
dibutuhkan 1 orang yaitu seorang Sarjana Teknik Sipil (S1) dengan pengalaman minimal 4
tahun. Perkiraan penugasan selama 3,5 bulan, bertugas membantu pengukuran pada saat MC0,
termijn dan MC100 dengan alat yang disediakan oleh kontraktor dan menentukan titik letak
tapak konstruksi.
3) Supporting Staff
Selain personil-personil tersebut, dalam pelaksanaan pekerjaan konsultan juga menggunakan
Supporting staff untuk membantu kelancaran pekerjaan, seperti :

113

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

1. Draftman Autocad, Perkiraan penugasan selama 3,5 bulan, tugasnya membantu tenaga
ahli dalam memeriksa dan menyempurnakan gambar shop Drawing dan Asbuilt Drawing.
2. Administrasi Keuangan, Perkiraan penugasan selama 7 bulan.
3.5

Apresiasi dan Inovasi Untuk Penilaian Kondisi Jaringan Irigasi Terkait dengan
Rencana Rehabilitasi Jaringan Irigasi
PENILAIAN KONDISI JARINGAN IRIGASI
Selain data kuantitas jaringan irigasi, data kualitas jaringan irigasi juga diperlukan, yakni
mengenai kondisi fisik jaringan irigasi, apakah jaringan irigasi tersebut dalam kondisi baik,
cukup baik atau sudah rusak. Hal ini penting untuk program penanganan jaringan irigasi.
Komponen yang Dinilai
Dalam penilaian, jaringan irigasi dibagi dalam beberapa komponen utama yang dinilai,
yaitu :
a. Bangunan Utama
b. Saluran Pembawa / Talang / Siphon / Terowongan
c. Bangunan Bagi / Bangunan Bagi Sadap / Bangunan Sadap
d. Saluran Pembuang
e. Bangunan pada Saluran Pembuang
Tiap komponen utama tersebut di atas dibagi lagi menjadi komponen yang lebih kecil,
dan masing-masing komponen akan dinilai kondisinya.
Bobot Kondisi tiap Komponen
Kontribusi nilai tiap komponen terhadap keseluruhan jaringan irigasi bobotnya tidak
sama, bobot tiap komponen disusun berdasarkan besarnya pengaruh komponen tersebut
terhadap pelayanan air irigasi.

114

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Bobot tiap komponen utama telah dirumuskan sebagai berikut :


Komponen

Bobot (%)

1. Bangunan utama

35

2. Saluran pembawa

25

3. Bangunan bagi, bagi/sadap, sadap

25

4. Saluran pembuang

10

5. Bangunan pada saluran pembuang

Jumlah

100

Bobot komponen utama tersebut merupakan kontribusi dari bobot komponen yang lebih
kecil.
Apabila pada suatu jaringan irigasi tidak memerlukan komponen saluran pembuang atau
komponen bangunan pada saluran pembuang, atau kedua-duanya, maka penilaian untuk
komponen tersebut diambil maksimum.

115

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Distribusi komponen dan bobotnya pada jaringan irigasi adalah sebagai berikut :

Bang. Pengambilan

Bang. Penguras

Bangunan Utama

35%

Tubuh Bendung

Sayap

Bang. Pelegk.
Bendung

Jaringan

100%

Saluran Pembawa

25%

Saluran pembuang

Bangunan pada saluran


pembuang

25%

10%

5%

116

6%

10%

4%

3%

Erosi dan atau


Sedimentasi

5%

Profil Saluran

12%

Bocoran

Bang. Bagi / BagiSadap / Sadap

12%

8%

Pintu Bagi / Sadap


dan Pengatur

12%

Bngunan Pengukur
Debit

5%

Tubuh Bngunan

8%

Erosi dan atau


sedimentasi

3%

Profil saluran

3%

Pintu Pengatur

3%

Tubuh Bangunan

3%

Pintu & Pintu Banjir

5%

Endapan/Lumpur

3%

Pengukur Debit

3%

Papan Eksploitasi

1%

Pntu

4%

Endapan/Lumpur

2%

Mercu

5%

Ruang Olakan

4%

Papan Skala

1%

Sayap

2%

Koperan

2%

Jembatan

1%

Rumah PPA/Gudang

1%

Gawar Banjir

1%

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Distribusi Komponen dan Bobotnya pada Bangunan Utama (Selain bendung tetap/bendung
gerak) adalah sebagai berikut :
Pengambilan Bebas

35%

Waduk

35%

Pompa

35%

Pintu Intake

25%

Regime Sungai

10%

Pintu Intake

9%

Pintu Penguras

7%

Pelimpah/Spillway

8%

Endapan

3%

Tanggul Banjir

5%

Bangunan Pelengkap

3%

Mekanis

25%

Bangunan Sipil

10%

Cara Penilaian Fisik Komponen Bangunan pada Jaringan Irigasi


Kriteria penilaian tiap komponen jaringan di lapangan dinilai secara visual berdasarkan 3
(tiga) skala penilaian, yaitu : Baik (B), Cukup (C), dan Rusak (R).
Sebagai pedoman dalam penilaian secara visual dipakai ketentuan penilaian sebagai berikut :
A. Bangunan Utama (Bendung Tetap)
1.1.

Bangunan Pengambilan
Pintu Pengambilan (Intake)
Baik jika :
1.Terdapat atap pelindung pintu
2.Semua pintu dapat dioperasikan dengan baik, secara mekanis dan
hidrolis
3.Pengaman

pintu

dan

skerm/skimming wall)

117

tembok

penahan

banjir

(banjir

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

4.Semua daun pintu yang terpasang tidak bocor


5.Terdapat petunjuk (manual) operasi bendung
6.Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%
Cukup jika : 1. Sebagian pintu tidak dapat dioperasikan dengan lancar
2. Atap pelindung dan pengaman pintu sebagian ada yang rusak
3. Daun pintu yang terpasang dijumpai kebocoran
4. Kondisi rata-rata aspek di atas 50% - 79%
Rusak jika : 1. Semua pintu tidak bias dioperasikan dengan lancar
2. Tidak terdapat atap pelindung dan pengaman pintu pengambilan
(intake)
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
1.2.

Endapan/Lumpur
Baik jika :

1. Endapan di depan pintu tidak setinggi ambang pintu pengambilan


(intake)
2. Mudah/selalu dikuras secara berkala
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Endapan di depan pintu mencapai tinggi ambang pintu


pengambilan (intake)
2. Tidak selalu dikuras secara berkala
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Endapan sering melampaui ambang intake
2. Sulit / tidak pernah / jarang dikuras
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
1.3.Pengukur Debit

118

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Baik jika :

1. Terdapat sarana pengukuran debit yang kondisi fisik dan


hidrolisnya berfungsi dengan baik
2. Dilengkapi dengan table pembaca debit
3.

Dilengkapi dengan papan duga (peilschaal) pada posisi yang


benar

4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%


Cukup jika : 1. Sarana pengukuran debit kurang akurat
2. Tidak terdapat papan duga (peilschaal)
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Sarana pengukuran debit tidak berfungsi
2. Kondisi fisik dalam keadaan rusak
3. Tidak terdapat sarana pengukur debit dan papan duga
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
1.4.Papan Operasi Bendung (Papan Eksploitasi)
Baik jika :

1. Terdapat papan operasi bendung yang masih baik


papan tersebut dapat diisi data
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Terdapat papan operasi bendung


2. Tidak tersebut tidak dapat diisi data
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Tidak terdapat papan operasi bendung
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2. Bangunan Penguras (Pembilas)
2.1. Pintu Penguras (Pembilas)

119

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Baik jika :

1. Semua pintu dapat dioperasikan dengan baik, secara mekanis dan


hidrolis
2. Semua daun pintu yang terpasang tidak bocor
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Sebagian pintu tidak dapat dioperasikan dengan baik, secara
mekanis dan hidrolis
2. Terdapat kebocoran pada daun pintu terpasang
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Semua pintu tidak bias dioperasikan
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.2. Endapan/Lumpur
Baik jika :

1. Tidak ada endapan di hilir pintu


2. Kantong Lumpur dalam keadaan baik
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Terdapat endapan di hilir pintu yang akan mengganggu


pengurasan
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Di hilir pintu penuh dengan endapan lumpur
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
Mercu Bendung
Baik jika :

1. Mercu dalam keadaan baik


2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Pada mercu terdapat lubang di beberapa tempat


2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%

120

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Rusak jika : 1. Mercu dalam keadaan rusak berat


2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.3 Lantai Hilir (Ruang Olakan)
Baik jika :

1. Tidak terdapat gerusan di hilir yang terus menerus dan


membahayakan konstruksi
2. Tidak ada rembesan yang keluar di hilir
3. Ruang olakan berfungsi dengan baik untuk meredam energi
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Terdapat gerusan di hilir yang terus menerus dan gejala
rembesan yang menembus ruang olakan
2. Ruang olakan masih berfungsi untuk meredam energi
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Gerusan di hilir sudah membahayakan mercu/tubuh bendung
2. Ruang olakan sudah tidak berfungsi
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.4 Papan Duga (Peilschaal)
Baik jika :

1. Terdapat papan duga yang bias dibaca dengan baik


2. Terpasang pada posisi elevasi yang benar untuk kondisi muka air
normal dan banjir
3. Terdapat table pembaca debit aliran yang melimpas di atas mercu
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Papan duga sudah tidak dapat dibaca


2. Papan duga terpasang pad elevasi yang salah
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%

121

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Rusak jika : 1. Tidak terdapat papan duga


2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.5 Sayap (di hilir dan di hulu tubuh bendung)
Baik jika :

1. Konstruksi sayap masih baik


2. Lubang rembesan (wheepholes) berfungsi baik
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Konstruksi sayap dalam keadaan utuh, tetapi terdapat beberapa
retakan
2. Lubang rembesan kurang berfungsi
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Terdapat banyak retakan/patahan
2. Lubang rembesan sudah tidak berfungsi
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.6 Koperan
Baik jika :

1. Tidak terdapat gerusan pada koperan


2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Terdapat gerusan pada koperan, tetapi tidak membahayakan


sayap
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Terdapat gerusan pada koperan yang membahayakan sayap
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
3. Bangunan Pelengkap Bendung
Baik jika :

1. Terdapat jembatan di atas bendung (apabila bendung tersebut


mempunyai 2 intake/penguras kanan-kiri)

122

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2. Terdapat rumah PPA


3. Terdapat gudang penyimpanan (stop log, olie, dll)
4. Terdapat BM (bench mark)
5. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%
Cukup jika : 1. Jembatan di atas bendung mengalami kerusakan ringan
2. Rumah PPA dan gudang penyimpanan rusak
3. BM (bench mark) sudah goyang/rusak
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Jembatan di atas bendung tidak ada (bila ada 2 pintu
pengambilan (intake/penguras kanan-kiri))
2. Jembatan sudah tidak dapat dilalui
3. Tidak terdapat rumah PPA dan gudang penyimpanan
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
A. Bangunan Utama Lainnya
1. Bangunan Pengambilan
1.1.Gawar Banjir
Baik jika :

1. Sistem otomatis muka air dan sistem informasi banjir masih


berfungsi baik
2. Mempunyai sistem komunikasi dengan kantor dinas
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Sistem otomatis muka air dan sistem informasi banjir tidak
berfungsi baik
2. Kondisi rata-rata aspek di atas 50% - 79%
Rusak jika : 1. Sistem otomatis muka air dan sistem informasi banjir sudah tidak
berfungsi lagi

123

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%


2. Pengambilan Bebas (Free Intake)
2.1. Morfologi (regime) sungai
Baik jika :
2.

1. Debit air baku relatif normal sepanjang musim


Aliran air yang masuk ke jaringan irigasi berjalan lancar tanpa
adanya bangunan pengarah
3. Morfologi sungai relatif stabil
4. Tidak terdapat banyak endapan di depan free intake
5. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Diperlukan bangunan pengarah untuk memperlancar aliran air


yang masuk ke jaringan irigasi
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Debit air baku selalu kering pada musim kemarau
2. Diperlukan bangunan pengarah untuk memperlancar aliran air
yang masuk ke jaringan irigasi
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.2. Pintu Pengambilan (Free Intake)
Baik jika :

1. Semua pintu dapat dioperasikan dengan baik secara mekanis dan


hidrolis
2. Semua daun pintu yang terpasang tidak dijumpai kebocoran
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Sebagian pintu tidak dapat dioperasikan dengan lancar


2. Daun pintu yang terpasang dijumpai kebocoran
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Semua pintu tidak bias dioperasikan

124

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2. Tidak terdapat pintu


3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
3. Waduk
3.1 Endapan/Lumpur
Baik jika :

1. Laju pengendapan lebih kecil dari perkiraan desain

2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%


Cukup jika : 1. Laju pengendapan sama dengan perkiraan desain
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Laju pengendapan lebih besar dari perkiraan desain
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
3.2. Pintu Pengambilan (Intake)
Baik jika :

1. Semua pintu dapat dioperasikan dengan baik, secara mekanis dan


hidup
2. Semua pintu yang terpasang tidak bocor
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Sebagian pintu tidak dapat dioperasikan dengan lancar


2. Daun pintu yang terpasang dijumpai kebocoran
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Semua pintu tidak bisa dioperasikan
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
3.3. Bangunan/Pintu Pelimpah (Spillway)
Baik jika :

1. Semua pintu dapat dioperasikan dengan baik, secara mekanis dan


hidrolis
2. Semua daun pintu yang terpasang tidak bocor

125

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%


Cukup jika : 1. Sebagian pintu tidak dapat dioperasikan dengan lancar
2. Daun pintu yang terpasang dijumpai kebocoran
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Semua pintu tidak bisa dioperasikan
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
4. Pompa
Kondisi Mekanis
Baik jika :

1. Kondisi mekanis pompa masih baik dan berfungsi


2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Kondisi mekanis pompa terdapat beberapa kerusakan, tetapi


masih berfungsi
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Pompa sudah tidak berfungsi lagi
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%

B.

Saluran Pembawa
1. Pengendapan dan/atau Erosi
Baik jika :

1. Tidak ada endapan dan atau yang berpengaruh terhadap kapasitas


rencana saluran, dan atau terhadap fungsi bangunan ukur
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Endapan dan/atau erosi sedikit berpengaruh terhadap kapasitas


rencana saluran dan atau terhadap fungsi bangunan ukur ( 30%)

126

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%


Rusak jika : 1. Endapan dan/atau erosi berpengaruh besar terhadap kapasitas
rencana saluran dan/atau terhadap fungsi bangunan ukur (> 30%)
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.Tubuh Saluran
2.1. Profil Saluran
Baik jika :

1. Tanggul saluran mempunyai stabilitas yang baik


2. Tanggul mempunyai tinggi jagaan yang cukup untuk mencegah
air melimpah (over topping) selama masa operasi
3. Pada saluran pasangan (lining) keadaannya masih baik
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Stabilitas tanggul memenuhi syarat


2. Elevasi muka air maksimum selama operasi masih dalam batas
jagaan yang diijinkan
3. Pada saluran pasangan (lining) terdapat sedikit bagian yang
retak/pecah ( 30%)
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Stabilitas tanggul tidak memenuhi syarat
2. Tinggi tanggul tidak memenuhi syarat untuk elevasi air
maksimum selama operasi
3. Pada saluran pasangan keadaannya banyak yang retak atau pecah
(> 30%)
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.2.Talang
Baik jika :

1. Tidak terdapat bocoran atau bagian yang retak/pecah

127

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2. Terdapat kisi-kisi penyaring sampah (trashrack)


3. Bila talang berfungsi ganda sebagai jalan (talang tertutup), ada
penguras yang berfungsi baik
4. Konstruksi aman terhadap muka air banjir (jika talang melintasi
sampai saluran pembuang)
5. Konstruksi aman terhadap lalu lintas kendaraan (jika talang
melintasi jalan)
6. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%
Cukup jika : 1. Tidak terdapat kebocoran atau bagian yang retak/pecah
2. Tidak ada penyaring sampah (trashrack)
3. Fasilitas penguras kurang berfungsi dengan baik
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Banyak terdapat bocoran/retak/pecah
2. Tidak ada penyaring sampah (trashrack)
3. Fasilitas penguras sudah tidak berfungsi
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.3.Siphon
Baik jika :

1. Tidak terdapat bocoran atau bagian yang retak


2. Terdapat kisi-kisi penyaring sampah (trashrack)
3. Terdapat saluran (pelimpah/spillway)
4. Fasilitas penguras berfungsi baik
5. Konstruksi aman terhadap gerusan yang terjadi pada dasar sungai
6. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Terdapat saluran pelimpah dan trashrack

128

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2. Fasilitas penguras kurang berfungsi dengan baik


3. Tidak terdapat bocoran atau bagian yang retak
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Banyak terdapat kebocoran/retak
2. Tidak ada penyaring sampah (trashrack)
3. Fasilitas penguras tidak berfungsi
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2.4.Terowongan
Baik jika :

1. Dapat mengalirkan air sesuai dengan kapasitas rencana


2. Dinding terowongan diberi perkuatan sesuai dengan keadaan
setempat (beton, batu cadas, atau pasangan)
3. Dapat dilalui oleh petugas Operasi dan Pemeliharaan untuk
inspeksi
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Dapat mengalirkan air sesuai kapasitas rencana


2. Dinding terowongan tidak diberi perkuatan
3. Tidak dapat dilalui petugas operasi dan pemeliharaan untuk
inspeksi
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Sering terjadi tanah terban (longsor) pada dinding terowongan
sehingga terjadi pengumpulan endapan yang mengakibatkan
menurunnya kapasitas aliran menjadi lebih kecil dari kapasitas
rencana
2. Dinding terowongan tidak diberi perkuatan
3. Tidak dapat dilalui oleh petugas inspeksi

129

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%


3. Bocoran
Baik jika :

1. Jika secara kuantitas tidak mengganggu serta mempengaruhi


kapasitas rencana saluran
2. Di sepanjang (ruas) saluran tidak terdapat sadap liar (illegal
offtake)
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Secara kuantitas mempengaruhi kepasitas rencana saluran


2. Terdapat beberapa sadap liar yang sedikit berpengaruh terhadap
kapasitas rencana saluran
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Secara kuantitas sangat mempengaruhi kapasitas rencana saluran
2. Terdapat beberapa sadap liar yang sangat berpengaruh terhadap
kapasitas rencana saluran
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
a.

Bangunan Bagi / Bagi Sadap / Sadap


1. Pintu Bagi / Bagi Sadap / Sadap & Pengatur
Baik jika :

1. Semua pintu berfungsi dengan baik secara mekanis dan hidrolis


2. Tersedia petunjuk (manual) operasi pintu
3. Terdapat atap pelindung pintu untuk bangunan bagi/bagi
sadap/sadap yang besar
4. Tidak terdapat bocoran pada semua pintu terpasang
5. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Semua pintu masih berfungsi dengan baik


2. Tidak tersedia petunjuk operasi pintu

130

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

3. Bocoran pada pintu masih mempengaruhi operasi ( 30%)


4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Semua pintu sudah tidak berfungsi
2. Tidak tersedia petunjuk operasi
3. Tingkat kebocoran pintu sudah merubah kapasitas rencana
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2. Bangunan Pengukur Debit
Baik jika :

1. Dapat difungsikan dan dapat mengukur debit dengan baik


2. Dapat diterima baik oleh petani
3. Terdapat papan duga (peilschaal)
4. Tersedia table pembaca debit
5. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Dapat mengukur debit dengan baik


2. Petani belum menerima apa yang dihasilkan oleh pengukur debit
3. Terdapat papan duga (peilschaal)
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Bangunan ukur sudah tidak berfungsi lagi
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
3. Tubuh Bangunan
Baik jika :

1. Tubuh bangunan tidak retak/pecah

yang membahayakan

konstruksi dan fungsi bangunan


2. Tidak ada gerusan di seluruh bangunan
3. Tidak ada penurunan (settlement) tubuh bangunan
4. Dilengkapi dengan papan duga muka air (peilschaal)

131

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

5. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%


Cukup jika : 1. Terdapat retak/pecah pada tubuh bangunan, tetapi tidak
terpengaruh pada kapasitas rencana
2. Terdapat beberapa gerusan
3. Terjadi penurunan (settlement) pada tubuh bangunan
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Fungsi bangunan berubah karena tubuh bangunan retak atau
pecah
2. Banyak terdapat penurunan bangunan
3. Terjadi gerusan pasangan yang dalam waktu relatif lama dapat
menghanyutkan mercu bangunan
4. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
5. Saluran Pembuang
1. Erosi dan/atau sedimentasi
Baik jika :

1. Tidak terdapat erosi/sedimentasi yang menghambat aliran


pembuang
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%

Cukup jika : 1. Di beberapa tempat terjadi erosi/sedimentasi, tetapi tidak


menghambat aliran pembuang
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Banyak terdapat erosi/sedimentasi yang menghambat aliran
pembuang
2. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2. Profil Saluran
Baik jika :

1. Stabilitas tanggul baik dan memenuhi syarat

132

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2. Profil saluran cukup untuk menampung debit pembuangan


3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%
Cukup jika : 1. Stabilitas tanggul memnuhi syarat
2. Elevasi air maksimum masih dalam batas yang diijinkan
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Stabilitas tanggul sudah tidak memenuhi syarat
2. Tinggi tanggul tidak memenuhi syarat untuk elevasi maksimum
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
3 Bangunan pada Saluran Pembuang
1. Pintu
Baik jika :

1. Semua pintu keadaannya baik dan dapat berfungsi secara hidrolis

2. Kapasitas pintu cukup untuk mengalirkan debit pembuang


3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 80% - 100%
Cukup jika : 1. Pintu-pintu dalam keadaan baik tetapi fungsi hidrolisnya kurang
lancar
2. Kapasitas pintu cukup untuk mengalirkan debit pembuangan
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Semua pintu sudah tidak berfungsi secara hidrolis
2. Kapasitas

pintu

tidak

cukup

untuk

mengalirkan

debit

pembuangan
3. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
2. Tubuh Bangunan Pengatur/Pelengkap
Baik jika :

1. Tubuh bangunan tidak retak/pecah yang dapat membahayakan


konstruksi serta fungsi bangunan

133

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2. Tidak ada gerusan di seluruh bangunan


3. Tidak ada penurunan (settlement) tubuh bangunan
4. Kapasitas bangunan cukup untuk mengalirkan debit pembuangan
5. Kondisi rata-rata aspek di atas 80% - 100%
Cukup jika : 1. Di beberapa tempat terdapat retak/pecah
2. Terdapat gerusan pada tubuh bangunan
3. Terjadi penurunan pada tubuh bangunan, tetapi tidak membahayakan
posisi serta fungsi bangunan
4. Kapasitas bangunan cukup untuk mengalirkan debit
5. Kondisi rata-rata aspek di atas : 50% - 79%
Rusak jika : 1. Fungsi bangunan berubah karena tubuh bangunan retak atau
pecah
2. Banyak terjadi penurunan bangunan
3. Banyak terjadi gerusan pasangan/koperan, yang dalam waktu
relatif singkat dapat merusak bangunan
4. Kapasitas bangunan tidak cukup mengalirkan debit pembuangan
5. Kondisi rata-rata aspek di atas : 0% - 49%
Formula Perhitungan Kondisi Jaringan Irigasi
Formula yang dipakai dalam menilai kondisi jaringan irigasi adalah sebagai berikut:
1. Perhitungan kondisi jaringan secara keseluruhan
konJAR = konBU + konBBS + konSAL + konSPG + konBPG
dimana :
konJAR = kondisi Jaringan (%)
konBU = kondisi bangunan utama jaringan (%)

134

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

konBBS = kondisi bangunan bagi sadap jaringan (%)


konSAL = kondisi saluran pembawa jaringan (%)
konSPG = kondisi Saluran pembuang jaringan (%)
konBPG = kondisi bangunan pada Saluran pembuang jaringan (%)
2. Perhitungan kondisi bangunan utama
KonBU = NBUB.konBUB + NBUC.konBUC + NBUR.konBUR
(NBUB + NBUC + NBUR)
dimana :
konBU = kondisi Bangunan Utama Jaringan (%)
NBUB = Jumlah bangunan utama yang berkondisi Baik
konBUB = kondisi rata-rata bangunan utama yang Baik (%)
NBUC = Jumlah bangunan utama yang berkondisi Cukup
konBUC = kondisi rata-rata bangunan utama yang Cukup (%)
NBUR = Jumlah bangunan utama yang berkondisi Rusak
konBUR = kondisi rata-rata bangunan utama yang Rusak (%)

3. Perhitungan kondisi bangunan bagi sadap jaringan


KonBBS = NBBSB.konBBSB + NBBSC.konBBSC + NBBSR.konBBSR
(NBBSB + NBBSC + NBBSR)
dimana :
konBBS

= kondisi Bangunan Bagi Sadap Jaringan (%)

NBBSB

= Jumlah bangunan bagi sadap yang berkondisi Baik

konBBSB = kondisi rata-rata bangunan bagi sadap yang Baik (%)


NBBSC

= Jumlah bangunan bagi sadap yang berkondisi Cukup

135

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN
konBBSC = kondisi rata-rata bangunan bagi sadap yang Cukup (%)

NBBSR

= Jumlah bangunan bagi sadap yang berkondisi Rusak

konBBSR = kondisi rata-rata bangunan bagi sadap yang Rusak (%)

4. Perhitungan kondisi saluran pembawa jaringan


KonSAL = NSALB.konSALB + NSALC.konSALC + NSALR.konSALR
(NSALB + NSALC + NSALR)
dimana :
konSAL

= kondisi Saluran pembawa Jaringan (%)

NSALB

= Jumlah ruas saluran pembawa yang berkondisi Baik

konSALB = kondisi rata-rata ruas saluran pembawa yang Baik (%)


NSALC

= Jumlah ruas saluran pembawa yang berkondisi Cukup

konSALC = kondisi rata-rata ruas saluran pembawa yang Cukup (%)


NSALR

= Jumlah ruas saluran pembawa yang berkondisi Rusak

konSALR = kondisi rata-rata ruas saluran pembawa yang Rusak (%)

5. Perhitungan kondisi saluran pembuang jaringan


KonSPG = NSPGB.konSPGB + NSPGC.konSPGC + NSPGR.konSPGR
(NSPGB + NSPGC + NSPGR)
dimana :
konSPG

= kondisi Saluran pembuang Jaringan (%)

NSPGB

= Jumlah ruas saluran pembuang yang berkondisi Baik

konSPGB = kondisi rata-rata ruas saluran pembuang yang Baik (%)


NSPGC

= Jumlah ruas saluran pembuang yang berkondisi Cukup

136

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

konSPGC = kondisi rata-rata ruas saluran pembuang yang Cukup (%)


NSPGR

= Jumlah ruas saluran pembuang yang berkondisi Rusak

konSPGR = kondisi rata-rata ruas saluran pembuang yang Rusak (%)

6. Perhitungan kondisi bangunan pada saluran pembuang jaringan


KonBPG = NBPGB.konBPGB + NBPGC.konBPGC + NBPGR.konBPGR
(NBPGB + NBPGC + NBPGR)
dimana :
konBPG

= kondisi Saluran pembuang Jaringan (%)

NBPGB

= Jumlah bangunan pada saluran pembuang yang berkondisi Baik

konBPGB = kondisi rata-rata bangunan pada saluran pembuang yang Baik (%)
NBPGC

= Jumlah bangunan pada saluran pembuang yang berkondisi Cukup

konBPGC = kondisi rata-rata bangunan pada saluran pembuang yang Cukup


(%)
NBPGR

= Jumlah bangunan pada saluran pembuang yang berkondisi Rusak

konBPGR = kondisi rata-rata bangunan pada saluran pembuang yang Rusak


(%)

137

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

F.
JANGKA WAKTU
PELAKSANAAN

F. 1.

UMUM
Konsultan dalam melaksanakan pekerjaan konsultan akan menyusun jadwal

pelaksanaan pekerjaan berdasarkan lingkup pekerjaan dan waktu pelasanaan pekerjaan. Hal
ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang sesuai dengan mutu pekerjaan
yang diharapkan KAK dan dengan waktu yang tersedia serta kelancaran serta
terkoordinasinya pelaksanaan pekerjaan. Jadwal pelaksanaan pekerjaan menyangkut urutan
dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan dengan alokasi waktu yang disediakan.
F. 2.

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN


Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, alokasi waktu untuk pelaksanaan pekerjaan ini

adalah selama 7 (tujuh) bulan atau 210 (dua ratus sepuluh) hari kalender. Agar pelaksanaan
pekerjaan ini tepat waktu maka dibutuhkan jadwal pelaksanaan yang disusun secara cermat.
Jadwal pelaksanaan pekerjaan merupakan jadwal yang mengatur kapan suatu kegiatan harus
dilaksanakan dan harus selesai sehingga waktu pelaksanaan yang diberikan dapat tercapai
dengan tidak mengurangi mutu teknisnya. Jadwal pelaksanaan pekerjaan ini harus sesuai
dengan bagan alir pelaksanaan pekerjaan dan item-item pekerjaan sesuai dengan yang
disyaratkan dalam KAK.
Jadwal pelaksanaan pekerjaan ini dibuat untuk menyesuaikan antara kegiatan yang
harus dilakukan dengan waktu pelaksanaan yang disediakan, sehingga pengalokasian waktu
untuk masing-masing kegiatan menjadi jelas.

138

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Tabel F.1.
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Supervisi Peningkatan Jaringan Irigasi di Kabupaten Tabanan
Nama Perusahaan : PT. Grand Cipta Consulting

No

Kegiatan

I
1

II
3

III
3

I. PERSIAPAN DAN ORIENTASI LAPANGAN AWAL


1
2
3

Mobilisasi Tim
Orientasi Lapangan Awal
Sosialisasi

II. SUPERVISI KONSTRUKSI


1
2
3
4
5
6
7

Pengawasan Pengujian Material


Pengujian/Pengetesan Hasil Pelaksanaan Pekerjaan
Pengendalian/Pengawasan Pelaksanaan Konstruksi
Kontrol Kualitas Pekerjaan
Pengawasan Administrasi Proyek
Cek Shop Drawing, Sertifikat dan As Built Drawing
Inspeksi dan pekerjaan commisioning

III. PELAPORAN
1
2
3
4
5
6
7

Laporan Bulanan
Laporan Pendahuluan
Laporan Akhir
Laporan Pengawasan Mutu
Laporan Pengawasan Lingkungan
Review Design
Soft Copy CD

139

Bulan Ke
IV
2
3

V
4

VI
3

Keterangan

VII
3

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

G.
KOMPOSISI TIM
DAN PENUGASAN

G. 1. UMUM
Konsultan dalam peleksanaan pekerjaan ini akan menyediakan dan menugaskan beberapa
Tenaga Ahli sesuai dengan yang dibutuhkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Tenaga Ahli
yang akan ditugaskan tersebut dikoornidir oleh seorang Team Leader yang memiliki kemampuan
dalam koordinasi dan komunikasi dengan pihak pengguna jasa, instansi teknis terkait dan Tenaga
Ahli lainnya. Adapun Tenaga Ahli yang diusulkan dalam pelaksanaan studi ini telah memilki
kualifikasi

pendidikan,

pengalaman

dibidang

penanganan

pekerjaan

sejenis

dalam

pengembangan sumber daya air. Masing-masing Tenaga Ahli tersebut memilki tugas dan
tanggung-jawab masing-masing sesuai dengan bidang keahliannya.
Dalam bab ini akan diuraikan kualifikasi dan jumlah Tenaga Ahli yang disediakan oleh
penyedia jasa untuk menangani pekerjaan ini sesuai dengan KAK dengan tugas dan tanggung
jawab yang telah diuraikan pada bab sebelumnya.

G. 2. PERSONIL
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara kontraktual oleh konsultan dengan spesifikasi
tenaga ahli yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1) Profesional Staff
a.

Ketua Tim (Team Leader)


Seorang Sarjana Teknik Sipil/Pengairan (S1) memiliki sertifikat Ahli Sumber Daya Air
minimal ahli muda dengan pengalaman minimum 6 tahun dalam bidang planning,

140

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

perencanaan, supervisi konstruksi dan manajemen konstruksi untuk menangani pekerjaan


sejenis. Tugas dan tanggung jawab Team Leader yaitu melakukan pengendalian pelaksanaan
dan kualitas pekerjaan secara menyeluruh yang mencangkup aspek teknis, administrative
dan logistik. Perkiraan penugasan selama 7 bulan.
b.

Ahli Irigasi
Seorang Sarjana Teknik Sipil (S1) memiliki sertifikat Ahli Sumber Daya Air minimal ahli
pratama dengan pengalaman minimum 4 tahun dalam bidang planning, perencanaan,
supervisi konstruksi dan manajemen konstruksi untuk menangani pekerjaan bangunan air
atau sejenis. Tugas dan tanggung jawab yaitu melakukan kajian dan review desain,
pengawasan/pengendalian mutu dan teknis pelaksanaan pekerjaan konstruksi sipil,
Perkiraan penugasan selama 6 bulan.

c.

Quality Engineer
Seorang Sarjana Teknik Sipil memiliki sertifikat Ahli Sumber Daya Air minimal ahli
pratama dengan pengalaman minimum 4 tahun dalam menangani pekerjaan pengawasan
pekerjaan jaringan penyediaan atau pekerjaan sejenis. Adapun tugas dan tanggung jawabnya
yaitu mengevaluasi kualitas pekerjaan, melakukan pengawasan / mutu pekerjaan. Perkiraan
penugasan selama 5 bulan.

d.

Quantity Engineer
Seorang Sarjana Teknik Sipil yang memiliki sertifikat Ahli Sumber Daya Air minimal ahli
pratama dengan pengalaman minimum 4 tahun dalam menangani pekerjaan pengawasan
pekerjaan jaringan penyediaan atau pekerjaan sejenis. Adapun tugas dan tanggung jawabnya
yaitu mengevaluasi kuantitas pekerjaan, melakukan pengawasan dan pengendalian kuantitas
pekerjaan. Perkiraan penugasan selama 5 bulan

141

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

2) Sub Profesional Staff


Tenaga Sub professional staff yang diperlukan untuk membantu kelancaran pekerjaan adalah
Pengawas Konstruksi/Inspektor, yaitu seorang Sarjana Teknik Sipil (S1) dengan pengalaman
minimum 4 tahun dalam pengawasan/pengendalian pekerjaan struktur dan bangunan sipil,
dibutuhkan sebanyak 3 orang. Perkiraan penugasan selama 7 bulan, sedangkan surveyor
dibutuhkan 1 orang yaitu seorang Sarjana Teknik Sipil (S1) dengan pengalaman minimal 4
tahun. Perkiraan penugasan selama 3,5 bulan, bertugas membantu pengukuran pada saat MC0,
termijn dan MC100 dengan alat yang disediakan oleh kontraktor dan menentukan titik letak
tapak konstruksi.
3) Supporting Staff
Selain personil-personil tersebut, dalam pelaksanaan pekerjaan konsultan juga menggunakan
Supporting staff untuk membantu kelancaran pekerjaan, seperti :
1. Draftman Autocad, di butuhkan 2 orang Perkiraan penugasan selama 3,5 bulan, tugasnya
membantu tenaga ahli dalam memeriksa dan menyempurnakan gambar shop Drawing dan
Asbuilt Drawing.
2. Administrasi Keuangan, Perkiraan penugasan selama 7 bulan.

142

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

PU Balai Wilayah
Sungai Bali-Penida

KONSULTAN

PPK

DIREKSI
PEKERJAAN

Team Leader

TIM TEKNIS
PEKERJAAN

Sekretaris
Pengawas
lapangan/Inspector

G. 3. JADWAL PENUGASAN PERSONIL


G.3.1. UMUM
Sebagai acuan dalam pelaksanaan agar terkoordinasi dengan baik, maka konsultan akan
membuat Jadwal Penugasan Tenaga Ahli yang disusun berdasarkan tahapan-tahapan kegiatan
yang tertuang dalam Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan. Dalam jadwal tersebut akan ditentukan
waktu untuk mobilisasi personil sesuai dengan tahapan pelaksanaan yang dimulai sesuai dengan
urutan kegiatan yang terkait satu dengan yang lain, sehingga memperjelas dan memudahkan
dalam koordinasi pelaksanaan di kantor maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

G.3.2. JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI


Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, alokasi waktu untuk pelaksanaan pekerjaan ini
adalah selama 7 (tujuh) bulan atau 210 (dua ratus sepuluh) hari. Agar pelaksanaan pekerjaan ini
tepat waktu maka dibutuhkan jadwal penugasan personil yang disusun secara cermat berdasarkan
atas jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah disusun.

143

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Jadwal penugasan personil merupakan jadwal yang mengatur kapan masing-masing


tenaga ahli harus dimobilisasi untuk menangani bidang tugas dan tanggung jawabnya masingmasing sehingga waktu pelaksanaan yang diberikan dapat tercapai dengan tidak mengurangi
mutu teknisnya. Daftar personil dan Jadwal penugasan personil terdapat pada tabel G.1 dan G.2
berikut.

144

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Tabel G.1. Komposisi Team Daftar Personil


NO

NAMA PERSONIL

PERUSAHAAN

TENAGA AHLI
LOKAL/ASING

LINGKUP KEAHLIAN

POSISI YANG
DIUSULKAN

URAIAN PEKERJAAN

A. STAFF PROFESIONAL
1 Ir. I Made Hartajaya
2 I Ketut Parwata
3 Ir. I Gede Sujana
4 Ir. Wayan Mudita, ST

PT. GRAND CIPTA


CONSULTING
PT. GRAND CIPTA
CONSULTING
PT. GRAND CIPTA
CONSULTING
PT. GRAND CIPTA
CONSULTING

LOKAL
LOKAL
LOKAL
LOKAL

Bidang Perencanaan dan Manajemen


kontruksi
Bidang Manajemen Kontruksi
(Sumber Daya Air)
Bidang Manajemen Kontruksi
(Pengawasan Pekerjaan)
Bidang Manajemen Kontruksi
(Pengawasan Pekerjaan)

Team Leader
Ahli Irigasi
Quality Engineer
Quantity Engineer

Mengendalikan Pelaksanaan dan


Kualitas pekerjaan secara
melakukan kajian review desain,
pengawasan/ pengendalian mutu
mengevaluasi kualitas pekerjaan,
melakukan pengawasan mutu
Mengevaluasi kuantitas pekerjaan,
melakukan pngawasan dan

JUMLAH
ORANG/BULA
N/HARI
7
6
5
5

B. SUB PROFESIONAL STAFF


1 Hary Prakarsa, ST
2 Ketut Tony Asmara, ST
3 Nyoman Indra Warsadhi, ST
4 I Gusti Ngurah Agung Widiaputra, ST

PT. GRAND CIPTA


CONSULTING
PT. GRAND CIPTA
CONSULTING
PT. GRAND CIPTA
CONSULTING
PT. GRAND CIPTA
CONSULTING

LOKAL
LOKAL
LOKAL

Bidang Manajemen Kontruksi


(Pengawasan Pekerjaan)
Bidang Manajemen Kontruksi
(Pengawasan Pekerjaan)
Bidang Manajemen Kontruksi
(Pengawasan Pekerjaan)

Inspector
Inspector
Inspector

LOKAL

Bidang Survey

Surveyor

LOKAL

Komputer Cad

Drafman AutoCad

LOKAL

Komputer Cad

LOKAL

Komputer

membantu kelancaran pekerjaan,


mengawasi pekerjaan struktur dan
membantu kelancaran pekerjaan,
mengawasi pekerjaan struktur dan
membantu kelancaran pekerjaan,
mengawasi pekerjaan struktur dan
Membantu pengukuran pada saat
MC0, termin dan MC100,

7
7
7
3.5

C. SUPPORTING STAFF
1 I Nova Rusyadana, ST
2 A.A Putu Ary Sudyatmika, ST
3 Rendy Kusuma

PT. GRAND CIPTA


CONSULTING
PT. GRAND CIPTA
CONSULTING
PT. GRAND CIPTA
CONSULTING

145

Membantu Tenaga Ahli dalam


memeriksa dan menyempurnakan
Membantu Tenaga Ahli dalam
Drafman AutoCad
memeriksa dan menyempurnakan
Membantu tugas-tugas yang
Administrasi Keuangan
berhubungan dengan admiistrasi

3.5
3.5
7

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Tabel G.2. Komposisi Team Jadwal Penugasan Personil


NO

NAMA PERSONIL

POSISI YANG DIUSULKAN


I

II
III
IV
V
VI
VII
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

JUMLAH
ORANG/BULA
N/HARI

A. STAFF PROFESIONAL
1 Ir. I Made Hartajaya

Team Leader

2 I Ketut Parwata

Ahli Irigasi

3 Ir. I Gede Sujana

Quality Engineer

Quantity Engineer

1 Hary Prakarsa, ST

Inspector

2 Ketut Tony Asmara, ST

Inspector

3 Nyoman Indra Warsadhi, ST

Inspector

Surveyor

3.5

1 I Nova Rusyadana, ST

Drafman AutoCad

3.5

2 A.A Putu Ary Sudyatmika, ST

Drafman AutoCad

3.5

3 Rendy Kusuma

Administrasi Keuangan

4 Ir. Wayan Mudita, ST


B. SUB PROFESIONAL STAFF

4 I Gusti Ngurah Agung Widiaputra, ST


C. SUPPORTING STAFF

146

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

H.
PERALATAN DAN
FASILITAS PENUNJANG

H.1. UMUM
Kebutuhan fasilitas dan peralatan akan disiapkan Konsultan untuk menunjang
kegiatan baik di lapangan maupun di kantor. Mobilisasi peralatan disesuaikan dengan jadwal
peralatan yang telah disusun bersama dengan penyusunan rencana kerja, jadwal pelaksanaan
dan pengerahan personil. Penentuan kebutuhan akan fasilitas dan peralatan sangat erat
hubungannya dengan kelancaran pekerjaan, sehingga tidak ada kendala peralatan dan fasilitas
yang dihadapi oleh pelaksana pekerjaan pada saat pelaksanaan nantinya.

H.2. FASILITAS PEMRAKARSA PEKERJAAN


Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan ini, pihak proyek telah menyediakan
fasilitas meliputi:
Pemberian surat pengantar untuk operasional maupun koordinasi dan dukungan dengan
instansi terkait.
Peminjaman referensi yang ada pada proyek.
Pemberian informasi mengenai ketentuan yang berkaitan dengan pekerjaan Kewajiban
Consultan.
H.3. KANTOR KONSULTAN
Untuk kelancaran kegiatan pekerjaan pihak konsultan telah menyiapkan kantor yang
permanen di Denpasar sehingga memudahkan Team Konsultan berkoordinasi dengan
pemberi pekerjaan dan setiap saat dapat asistensi/diskusi dalam penyelesaian pekerjaan.
Disamping itu diharapkan nantinya setelah selesai pekerjaan pihak pemberi pekerjaan mudah
menghubungi konsultan.

147

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

H.4. PERALATAN
Peralatan yang digunakan untuk setiap pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhan
masing-masing kegiatan, tergantung dari volume dan kapasitas alat. Adapun volume dan
kapasitas alat dari masing-masing pekerjaan tersaji pada Tabel H.1. (Terlampir).

H.5. JADWAL PERALATAN


Jadwal peralatan untuk pekerjaan akan disesuaikan dengan waktu pemakaian, dan
jadwal peralatan ini berkaitan dengan schedule pelaksanaan dan personil untuk pelaksanaan
seluruh kegiatan. Jadwal peralatan dan volume serta waktu pemakaian tersaji pada Tabel H.2
(Terlampir).

148

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Tabel H.1
Data Peralatan Yang Digunakan Selama Pekerjaan Berlangsung

No.

1
2
3
4
5
6
7

Jenis Peralatan / Perlengkapan

Jumlah

Meja kerja + kursi


OHP Media Stal
Laptop
Komputer
Printer
Scanner
Telepon + Fax

Kapasitas /
Output Saat
Ini

Merk dan Tipe

Tahun
Kondisi
Pembuatan

A. Peralatan Kantor
Lokal
3M
5 GB
Toshiba
X GB
Intel P4 64 MB
30 lbr/mnt
Deskjet 1280
Umax Astra
Panasonic

1996
2003
2003
2005
2005
2005
2000

Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik

Denpasar
Denpasar
Denpasar
Denpasar
Denpasar
Denpasar
Denpasar

Milik Pribadi
Milik Pribadi
Milik Pribadi
Milik Pribadi
Milik Pribadi
Milik Pribadi
Milik Pribadi

B. Peralatan Penunjang
Fuji
Mutoh EY
Casio FX3600

2006
2000
2004

Baik
Baik
Baik

Denpasar
Denpasar
Denpasar

Milik Pribadi
Milik Pribadi
Milik Pribadi

Baik
Baik

Denpasar
Denpasar

Milik Pribadi
Milik Pribadi

Baik
Baik
Baik

Denpasar
Denpasar
Denpasar

Milik Pribadi
Milik Pribadi
Milik Pribadi

Kamera
Meja Gambar
Kalkulator

2
2
2

1
2

Alat Ukur Theodolithe


Alat Ukur Waterpass

1
1

1
2
3

Kendaraan roda 4 - 1
Kendaraan roda 4 - 2
Kendaraan roda 2

1
1
4

C. Peralatan Lapangan
D. Transportasi
-

149
J E N IS A L A T

Kepemilikan

10
1
2
8
4
1
1

1
2
3

NO.

Lokasi Saat
Ini

B U L A N

JU M LA H
I

II

III

IV

VI

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

Tabel H.2
Jadwal Penggunaan Peralatan Yang Digunakan Selama Pekerjaan Berlangsung
No

Jenis Alat

A
1
2
3
4
5
6
7
B
1
2
3
C
1
2
D
1
2
3

Peralatan Kantor
Meja kerja + Kursi
OHP Media Stal
Laptop
Komputer
Printer
Scanner
Telepon + Fax
Peralatan Penunjang
Kamera
Meja Gambar
Kalkulator
Peralatan Lapangan
Alat Ukur Theodolite
Alat Ukur Waterpass
Transportasi
Kendaraan Roda 4-1
Kendaraan Roda 4-2
Kendaraan Roda 2

Jumlah

II

Bulan KeIII
IV
V

VI

VII

Jumlah
Bulan

10
1
2
8
4
1
1

7
7
7
7
7
7
7

2
2
2

7
7
7

1
1

2
2

1
1
4

7
7
7

150

Ket.

USTEK
SUPERVISI PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI
DI KABUPATEN TABANAN

I.
PENUTUP

Dokumen Usulan Teknis untuk pelaksanaan pekerjaan Supervisi Peningkatan Jaringan


Irigasi di Kabupaten Tabanan, sebagai bentuk penawaran teknis dari konsultan dalam upaya
penanganan pekerjaan tersebut diatas. Dalam hal ini konsultan apabila nantinya dipercaya untuk
menangani pekerjaan ini maka akan bekerja berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai dengan
Kerangka Acuan Kerja (KAK) pekerjaan tersebut. Konsultan berkeyakinan sanggup dan
mampu untukmelaksanakanpekerjaan tersebut apabila diberi kepercayaan berdasarkan
dokumen usulan teknis yang kami tawarkan.
Dengan dukungan Tenaga Ahli yang kami usulkan dengan kualifikasi dan pengalaman
kerja di bidang perencanaan pengembangan dan pengelolaan sumber daya air khususnya
pembangunan pengamanan sungai. Dengan berbekal keahlian masing-masing tenaga ahli yang
kami usulkan dan telah memiliki sertifikat keahlian, maka dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut
diatas dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan mutu pekerjaan sesuai dengan yang diminta
dalam KAK.
Semoga usulan teknis ini mendapatkan perhatian, dukungan serta kepercayaan dari
pengguna jasa.

Terima Kasih

151