Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH KAPITA SELEKTA KEWIRAUSAHAAN

KUE GATEL (GABIN TELOR )


KELOMPOK 3

KELOMPOK 3 : HILMAN PRAKARSA SETIAWAN


RAHMA YUNIAR
PUPUT PUJI LESTARI
NIRA HERMAWANTI
KHOIURUN NISA
SYAHERA BANU
WIDIYAWATI

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN


UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

1. Ringkasan Eksekutif

Usaha Kue Gabin merupakan salah satu usaha yang bergerak dalam bidang makanan
ringan. Makanan ringan yang ada pada zaman sekarang sering sekali ditemukan makanan
ringan yang kandungan gizinya minim. Penjelasan kandungan gizi serta cara pembuatan kue
gabin akan lebih jelas dijelaskan pada pembahasan berikutnya pada bab deskripsi produk.
Jika dilihat animo masyarakat, belakangan ini banyak masyarakat yang menyukai makananmakanan ringan alternatif, maka usaha Kue Gabin ini memiliki prospek yang baik demi
memenuhi kebutuhan masyarakan akan karbohidrat protein serta gizi yang lain.
Usaha ini didirikan oleh Hilman Prakarsa Setiawan. Perbedaan produk yang dibuat
dengan produk yang lain ialah kue gabin ini memiliki variasi rasa dan kandungan gizi yang
cukup tinggi. Dengan modal tersebut, maka akan diperkirakan tingkat penerimaan
masyarakat terhadap produk ini cukup tinggi.
Produk ini diproduksi dalam Home Industrial, artinya produk ini diproduksi dalam
industri rumahan. Industri rumahan memiliki kendala jumlah produksi yang sedikit, sehingga
produk ini dijual di dalam lingkungan kampus Universitas Brawijaya. Namun tidak dengan
kantin kejujuran, mengingat tingkat kejujuran masyarakat indonesia yang minim. Produk ini
dijual didalam lingkungan kampus misalnya : tempat fotocopy setiap fakultas, kantin fakultas
yang menjual makanan ringan, koperasi universitas dan lain-lain. Produk ini dijual dalam
lingkungan kampus dengan alasan karena kampus merupakan pasar yang menjanjikan.
Berangkat dari kondisi Home Industrial yang dilakukan, diharapkan dengan dukungan akan
permintaan pasar bisa menjadi industri yang lebih besar.

2. Latar Belakang Usaha


2.1 Data Usaha

Nama Usaha
Bidang Usaha
Jenis Produk/Jasa
Alamat Perusahaan
Nomor Telepon
Mulai Berdiri

: Kue Gatel
: Makanan Ringan
: Kue Gabin
: Jl. Sumbersari 1C no. 68
: 085791945557
: 2012

2.2 Struktur Organisasi

Hilman
Prakarsa
Setiawan
Direktur

Puput
Puji
Lestari
Produ
ksi

Rahma
Yuniar
Pemasa
ran

Widyaw
ati
SDM

NIra
Hermaw
anti
SDM

Ani
s
SD
M

Syaher
a
Keuang
an

3. Deskripsi Produk
Kue Gabin Telor (Gatel) diproduksi demi memenuhi kebutuhan pasar akan
pentingnya konsumsi karbohidrat dan protein, dengan aneka variasi yang diberikan,
diharapkan produk ini bisa menjadi alternatif makanan sehat dengan harga terjangkau, selain
itu akan mengikis pemikiran konsumen bahwa makan sehat berga mahal. Kue gabin pada
umumnya dikonsumsi langsung atau sebagai teman makan kopi, namun Kue Gatel ini
memberi variasi yang berbeda, yaitu dengan tambahan telor, sayur, daging ayam dan ikan.
Hal itu akan menarik konsumen untuk mencobanya. Pemasaran dilakukan di lingkungan
kampus, cocok untuk mahasiswa-mahasiswa yang tidak sempat sarapan atau sebagai teman
dikala bersantai.
3.1 Resep
Kue Gabin Original
20 buah
Tepung Maizena
2 sdm
Putih Telur
1 butir
Gula pasir
2 sdm
Garam
1 sdt
Tepung terigu
2 sdm
Minyak goreng
Air
3.2 Cara Pembuatan
1. Membuat isi gabin yaitu dengan memcampurkan antara tepung maizena,putih telur,
gula garap dan air kemudian dipanarkan hingga menjadi kental dantercampur satu
sama lain.
2. Mengoleskan adonan isi pada gabin bagian alas dan kemudian ditutup dengan
gabin yang lainnya. Dicelupkan pada adonan tepung terigu, telur dan air kemudian
digoreng.
3. Digoreng hingga berwarna kekuningan, selanjutnya angkat dan tiriskan. Hidangkan
selagi hangat.
3.3 Biaya Produksi dan Penjualan

Kue Gabin Original


Tepung Maizena

20 buah
2 sdm

: Rp 2000
: Rp 500

Putih Telur
Gula pasir
Garam
Tepung terigu

1 butir
2 sdm
1 sdt
2 sdm

: Rp 1000
: Rp 500
: Rp 100
: Rp 500

TOTAL BIAYA PRODUKSI

: Rp 4600 untuk 10 buah kue

PENJULAN

: Rp 7500 untuk 10 buah kue

KEUNTUNGAN

: Rp 3100 untuk 10 buah kue

4. Analisa Pasar dan Pemasaran


4.1 Target yang dituju adalah:
Pemilik usaha fotokopi di setiap fakultas
Penjual makanan ringan di kantin setiap fakultas
Koperasi universitas
4.2 Aksi pemasaran yang akan dilakukan:
Membuat brosur atau selebaran
Menyediakan paket sample kepada rekanan
Menyebar contact yang dapat dihubungi dalam bentuk telepon, SMS, PIN BBM,
Yahoo Messenger, dll.
4.3 Strategi pemasaran yang akan dilakukan mencakup sebagai berikut:
Setiap beberapa periode, melakukan sales blitz, yaitu penawaran contoh gratis di

pusat-pusat keramaian atau pada saat event-event kampus.


Memasarkan produk di tempat keramaian misalnya: kantin kampus, tempat
fotocopy kampus, dll.

5. Analisa Sumber Daya Pendukung


5.1 Sumber Daya Manusia (SDM)
Rencana perekrutan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk Usaha Kue Gabin akan
dilakukan terhadap tenaga kerja lokal di lingkungan kampus Universitas Brawijaya.
Diutamakan untuk tenaga kerja yang berpengalaman di bidang makanan untuk menjamin
kualitas hasil produksi.

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha adalah sejumlah 15
orang termasuk jajaran pengurus (seperti pada bagan struktur di atas). Jumlah ini masih
mungkin bertambah seiring peningkatan permintaan pasar.
5.2 Sarana Distribusi
Sarana distribusi akan ditangani sendiri oleh Kue Gabin, tanpa melibatkan pihak
ketiga (misal, jasa ekspedisi). Direncanakan, perusahaan akan memiliki 1 unit motor yang
akan digunakan untuk keperluan pengiriman hasil produksi ke masing-masing distributor.
Perusahaan akan melakukan negosiasi dengan pihak pemasok, agar bahan-bahan
yang dibutuhkan dikirimkan langsung oleh pemasok ke lokasi produksi. Sehingga perusahaan
tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi pembelian bahan-bahan.

6. Analisa Dampak dan Resiko Usaha


Dampak positif yang ditimbulkan antara lain:

Pendayagunaan tenaga kerja lokal (menyediakan lapangan kerja bagi

masyarakat sekitar).
Memberikan contoh nyata cara melakukan wirausaha terhadap warga

sekitar.
Memperkenalkan makanan ringan sehat berupa kue gabin yang memiliki
rasa yang bervariasi dan kandungan gizi yang tinggi.

Selain memiliki dampak positif, perusahaan pun dapat menghadapi beberapa


resiko, anatara lain:
Kenaikan mendadak harga bahan-bahan mengakibatkan perusahaan

mengalami penurunan omzet.


Produk baru dapat dengan mudah mendapatkan saingan serupa. Tantangan
utama akan datang dari usaha-usaha yang memiliki modal lebih besar,
dimana mereka dapat melakukan pembelian bahan-bahan secara lebih
murah dengan grosir.

Berkurangnya minat pasar apabila tidak dilakukan inovasi yang terusmenerus.