Anda di halaman 1dari 48

RESPIRASI

Pertemuan ke-3
DADE JUBAEDAH
2016

Defenisi
Proses pertukaran gas antara organisme dengan
lingkungannya
Lingkun
gan luar

O2

Lingkun
gan
dalam

CO
2

Respirasi ada 2
tingkat
Organisme dengan lingkungan
melalui insang
Pertukaran antara darah pada
kapiler dengan sel (pernafasan
sel)

Pentingnya respirasi
Oksigen dibutuhkan pada proses katabolisme sehingga
dihasilkan energi bebas untuk berbagai kontraksi sel
(kontraksi otot jantung, otot pada saluran pencernaan, dll).

Tahapan Respirasi
1. Bagaimana air bergerak melalui lembaranlembaran insang
2. Terjadinya difusi oksigen yang terlarut di air
melalui membran insang ditangkap oleh Hb
3. Bagaimana Hb yang membawa oksigen tadi
diangkut ke sel-sel yang membutuhkan
4. Di dalam sel terjadi pertukaran antara Hb
melepas CO2 dan mengambil O2

Tingkah Laku Ikan ketika


kekurangan Oksigen
Ikan berenang menuju tempat
yang kadar oksigennya tinggi
Berenang ke permukaan
air
Berenang ke arah sumber
air
Melakukan pencampuran
udara dan air
Menegakkan tubuh keluar
air

Meningkatkan
frekuensi
pemompaan air
atau memperbesar
volume air yang
melewati insang
(buka-tutup mulut
ikan); apabila O2
rendah, gerakannya
semakin cepat

Komponen yang terlibat dalam


respirasi
Organ
respirasi

Insang
Alat pernafasan tambahan
Sel darah
merah

Sistem peredaran darah

Gas

O2 dan
CO2

Prinsip pernafasan

Pada pernafasan, proses pertukaran gas terjadi


secara DIFUSI
Pada proses difusi, terjadi aliran molekul gas dari
lingkungan (ruang yang konsentrasi gas tinggi) ke
insang (ruang yang konsentrasi gas rendah)
Respirasi larva via membran kuning telur

PROSES PERNAFASAN
1. Pertukaran udara melalui permukaan alat pernafasan

2. Difusi oksigen dan karbondioksida antara insang dan


darah

3. Transpor oksigen dan karbondioksida di dalam darah


dan cairan tubuh ke dan dari sel

4. Pengaturan pernafasan

Mekanisme pernafasan pada ikan


elasmobranchi

inspirasi

ekspirasi

Mulut terbuka, rongga mulut dan faring


mengembang, rongga insang berkontraksi dan
celah insang menutup. Pada saat ini air dari luar
masuk ke rongga mulut
Mulut menutup, rongga mulut berkontraksi
(menyempit), rongga insang mengembang, cela
insang menutup. Air bergerak dari rongga mulut
ke rongga insang

Mulut tertutup, rongga mulut


berkontraksi dan celah insang
terbuka. Pada saat ini air akan
keluar dari rongga insang melal
celah insang

Mekanisme pernafasan pada


ikan Teleostei
inspirasi

ekspirasi

Rongga mulut terbuka, rongga


bukofaring dan rongga insang
mengembang, air masuk melalu
rongga mulut

Mulut menutup, rongga


bukofaring dan rongga insang
menyempit, celah insang terbuk
dan air bergerak dari rongga
mulut ke rongga insang
kemudian keluar melalui celah
insang.

Difusi oksiGen dan karbondioksida antara insang dan darah

Difusi gas : pergerakan gas dari media


berkonsentrasi tinggi ke media berkonsentrasi
rendah. Kecapatan difusi karbondioksida di dalam air
kira-kira 20 kali kecepatan difusi oksigen; oleh
karena itu kecepatan difusi karbondioksida melewati
membran respiras juga 20 kali lipat kecepatan
oksigen.

Pada saat inspirasi :


Tekanan udara di rongga mulut rendah, sehingga air
akan masuk

Pengangkutan o2 dan CO2

TRANSPOR OKSIGEN

Bila oksigen telah berdifusi dalam darah insang, oksigen ditranspor


dalam gabungan dengan hemoglobin ke kapiler jaringan
tempatnya dilepaskan untuk digunakan oleh sel.

Hb memungkinkan darah dapat mengangkut 30-100 kali lipat


daripada yang dapat diangkut dalam bentuk oksigen terlarut dalam
darah

Pergerakan oksigen ke dalam kapiler darah insang disebabkan oleh


adanya perbedaan tekanan. Karena tekanan oksigen di dalam
insang lebih besar daripada tekanan oksigen kapiler darah insang
maka oksigen berdifusi dari insang ke kapiler darah insang

Dari kapiler darah insang ditranspor melalui sirkulasi ke jaringan


perifer

Tekanan oksigen sel lebih rendah dari tek oksigen darah arteri yang
memasuki kapiler. Tekanan oksigen yang jauh lebih tinggi
menyebabkan oksigen berdifusi keluar dari kapiler dan melalui
ruang interstitial ke sel

TRANSPOR
KARBONDIOKSIDA

Karbondioksida di dalam sel jaringan kemudian memasuki kapiler


jaringan dan ditanspor oleh darah kembali ke insang
Transpor karbondioksida dalam darah dengan zat kimia
meningkat 15-20 kali lipat
Karbondioksida berdifusi ke laur sel jaringan dalam bentuk gas,
sebagian kecil diangkut dalam keadaan terlarut ke insang atau
paru-paru

RQ = RESPIRATION
QUOTIENT

RQ
=

PENGUKURAN TINGKAT KONSUMSI OKSIGEN

Alat ukur : respirometer


TKO = mg O2/bobot ikan/satuan waktu
Keterangan :
mg O2
= konsumsi oksigen
Bobot ikan
= kg bobot ikan
Satuan waktu = jam

PENGUKURAN TINGKAT KONSUMSI OKSIGEN

SISTEM TERTUTUP

Diketahui :
Volume air 1 liter
Berat ikan 100 g (0,1 kg)
Lama waktu 1 jam
[O2] pada to = 7 mg/L
[O2] pada t1 = 5 mg/L
[O2] = 2 mg/L
Maka TKO = ?

SISTEM
TERBUKA/mengalir/kontin
yu
Reservoar yang
reservoar

[O2]
inlet

Akuarium
ditutup

[O2]
inlet

diaerasi lalu
dialirkan ke wadah
percobaan
(akuarium).

Contoh :
Diketahui :

[O2] inlet 7 mg/L


[O2] outlet 5 mg/L
debit air 100 L/jam

berat ikan 1 kg
Maka : (7 mg/L x 100 L/jam) (5 mg/L x 100 L/jam)
= 2 mg O2 /kg/jam

Faktor-faktor yang
mempengaruhi respirasi ikan

SPESIES IKAN

Setiap ikan mempunyai aktivitas bergerak yang berbeda-beda,


misalnya aktivitas terkait kecepatan arus.
Tingkat kecepatan arus meningkat maka TKO akan meningkat
sampai batas ikan tidak mampu menahan arus

UKURAN IKAN

Semakin besar ukuran ikan, maka TKO :

KO2 relatif
mg/kg/ja
m

KO2
absolut

ukuran

ukuran

KONSUMSI FISIOLOGIS TERKAIT


PEMUASAAN
KO2

Lama
pemuasaa
n

SUHU
KO2

Suhu Semakin meningkat, TKO


semakin meningkat s.d. Titik
maksimum lalu turun

suhu

Suhu mempengaruhi aktivitas


enzim, aktivitas enzim
mempengaruhi metabolisme,
terdapat suhu dimana enzim
mengalami denaturasu baik
pada suhu rendah maupun
suhu tinggi

OKSIGEN TERLARUT
KO2

Semakin tinggi Oksigen


terlarut, TKO semakin
meningkat sampai titio
optimal lalu tidak akan
berpengaruh lagi
DO

CO2
KO2

Semakin tinggi CO2, TKO semakin


menurun

CO2

SALINITAS
PADA SAAT METABOLISME
STANDAR

PADA SAAT METABOLISME


RUTIN

KO2

Salinitas
optimal
TKO akan minimal pada saat
salinitas optimal

Salinitas
optimal
TKO akan menurun dengan
semakin menjauhnya dari titik
optimal, baik ke bawah maupun ke
atas

FEEDING RATE
KO2

TKO akan optimal pada saat FR


maksimal (kapasitas lambung,
apabila sudah penuh, tidak akan
makan lagi)

ma
x

FR

ALAT PERNAFASAN
TAMBAHAN

Alat pernafasan
tambahan
Contoh : lele, gabus

TERIMA KASIH