Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

TEKNOLOGI PAKAN
Pengolahan Fisik pada Butiran Jagung
Disusun Oleh :
Kelompok

Kelas B
Dimas Pamungkas

200110100228

Wahyu Istia P.

200110110068

Putri Dewi M.

200110130014

Rastra Ramdani

200110130017

Rosita

200110130057

M lutfi ibrahim

200110130078

Desvan Theola D. R.

200110130078

LABORATORIUM NUTRISI TERNAK UNGGAS NON RUMINANSIA DAN


INDUSTRI MAKANAN TERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2015

I
ALAT, BAHAN, DAN PROSEDUR KERJA
1.1 Alat
1. Hammer mill
2. Saringan nomor 10, 14, 18
3. Screen ukuran 3
4. Wadah atau baki penampungan
5. Timbangan
6. Kalkulator
7. Stopwatch
1.2

Bahan
1. Butiran jagung sebanyak 4 kg

1.3

Prosedur Kerja
1. Menyiapkan sampel bahan pakan (jagung), timbang sebanyak 4 kg
2. Menyiapkan screen 3
3. Menyalakan mesin hammer mill dan mendiamkannya hingga stabil
4. Menuangkan jagung sebanyak 4 kg ke dalam mesin dan menghitung
waktunya bersamaan saat katup telah terbuka
5. Mematikan timer setelah jagung habis
6. Menimbang kembali jagung yang telah dihaluskan
7. Memasukkan jagung yang telah halus kedalam wadah lalu membaginya
menjadi 4 kuadran
8. Mengambil 1 bagian kuadran lalu menimbangnya (x gram)

9. Menyaring sampel jagung (x gram) menggunakan ukuran 10, menimbang


yang tersisa (a gram) dan yang lolos dari saringan
10. Menyaring jagung yang lolos saringan 10 menggunakan saringan 14, lalu
menimbang yang tersisa (b gram) dan yang lolos saringan
11. Menyaring jagung yang lolos saringan 14 menggunakan saringan 18, lalu
menimbang yang tersisa (c gram) dan yang lolos saringan.
12. Menyaring jagung yang lolos saringan 18 menggunakan saringan 30, lalu
menimbang yang tersisa (d gram) dan yang lolos saringan sebagai e gram
(lolos saringan akhir)
13. Menghitung persentase hasil saringan menggunakan rumus = e/x X
100%
14. Menghitung persentase hasil yang tidak lolos saringan dengan rumus a/x
X 100% setiap ukuran saringan.
15. Menghitung persentase lolos saringan untuk masing-masing ukuran.

II
HASIL PENGAMATAN
2.1

Menggunakan Mesin Hammermill (screen 3)


Berat jagung awal= 4 kg
Waktu penggilingan= 3,06 menit
Berat jagung akhir= 3,9 kg
Bentuk jagung awal= butiran kasar
Bentuk jagung akhir= semi halus
Produktivitas mesin screen 3 (kg/jam) = 4/0,051 = 78,43 kg/jam
Produktivitas mesin screen 2 (kg/jam) = 4/0,04 = 100 kg/jam

2.2

Menggunakan Saringan 10, 14, 18 dan 30


Berat sampel (x gram) = 963 gram
Sisa saringan 10 = 0 gram
Sisa saringan 14 = 272 gram
Sisa saringan 18 = 247 gram
Sisa saringan 30 = 66 gram
Lolos saringan akhir = 259 gram
= e/x X 100%= 26,89%

a) Tidak lolos saringan :


10 = a/x X 100% = 0/963 X 100% = 0%
14 = b/x X 100% = 272/963 X 100% = 28,24%
18 = c/x X 100% = 247/963 X 100% = 25,65%
30 = d/x X 100% = 66/963 X 100% = 6,85%

Jumlah f = 60,74%
Total = + f
= 26,89% + 60,74 %
= 87, 63 %
b) Lolos saringan :
10 = x-a/x X 100% =100%
14 = x-a-b/x X 100% = 71,75%
18 = x-a-b-c/x X 100% = 43,6%
30 = x-a-b-c-d/x X 100% = 39,25%
Lolos saringan akhir = 26,89%

Kelompok 4 (screen 2)
a) Tidak lolos saringan :
10 = 0 %
14 = 2,27%
18 = 20,9%
30 = 35,9 %
b) Lolos saringan :
10 = 100 %
14 = 97,78 %
18 = 76,79%
30 = 40, 8%
Lolos saringan akhir = 39,67%

III
PEMBAHASAN
3.1

Proses Pengolahan Fisik Menggunakan Hammermill


Berdasarkan kerja atau cara pembebanannya terhadap bahan yang akan

diproses, mesin pemecah dibagi dalam tiga golongan, yaitu mesin pemecah dengan
beban tekan, mesin pemecah dengan beban impact, dan mesin pemecah berputar.
Pada mesin pemecah dengan beban tekan, pecahnya bahan terjadi karena adanya
beban tekan yang diberikan oleh alat kepada bahan. Besamya beban tekan relatif
lebih besar dari pada kekuatan yang dimiliki bahan. Menurut cara pembebanannya,
ada dua jenis mesin pemecah dengan beban tekan, yaitu tekanan bolak-balik (jaw
crusher, gyratory crusher, dan disc crusher dan tekanan kontinu. Pada mesin pemecah
dengan beban impact, pecahnya bahan adalah akibat beban impact yang ditimbulkan
oleh tumbukan antara komponen mesin yang bergerak cepat dengan bahan. Jenisjenis mesin pemecah dengan beban impact di antaranya hammer crusher; dual rotor
impact breaker, vertical impact crusher dan rotary knife cutter (Mc Cabe et al, 1985).
Prinsip kerja mesin pemecah berputar adalah ruang pemecah berputar pada
sumbunya.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa tekstur
tepung jagung yang telah digiling dengan mesin hammer mill berubah menjadi lebih
halus. Hal ini sesuai dengan literatur yang menyebutkan bahwa mesin hammermill
dapat memotong atau mengecilkan ukuran dengan prinsip mekanis.
Hasil penggilingan dengan screen 3 memiliki tekstur yang lebih kasar
dibandingkan dengan screen 2. Berat butiran yang semula 4 kg setelah dilakukan
penggilingan berkurang menjadi 3,9 kg. artinya ada faktor-faktor yang menyebabkan
kehilangan bobot pada sampel sebanyak seratus gram. Hilangnya sampel tersebut

diakibatkan karena getaran pada mesin hammermill yang terlalu keras sehingga
banyak butiran yang terlempar keluar. Selain itu juga bisa disebabkan karena
kurangnya ketelitian pada saat mengeluarkan tepung jagung sehingga masih ada
tepung yang tersisa pada tempat penampungan. Sedangkan perbedaan tekstur yang
didaptkan antara keompok 1 dengan kelompok 4 disebabkan screen 2 memiliki
dimensi yang lebih kecil daripada screen 3 sehingga hasil penggilingan dengan screen
3 masih tergolong kasar.
Jika dilihat dari hasil perhitungan, mesin hammermill lebih efisien bila
menggunakan screen 2 daripada screen 3. Karena dalam 1 jam penggilingan, screen 2
bisa menggiling 100 kg jagung sedangkan screen 3 hanya bisa menggiling 78,43 kg
jagung. Waktu yang relativ lebih lama untuk hammer mill dengan screen 3 untuk
menggiling yaitu 3 menit 6 detik, dengan hasil gilingan yang kasar menunjukkan
bahwa kurang efisiennya screen 3 untuk digunakan dibandingkan screen 2.

3.2

Pengayakan Atau Penyaringan


Pengayakan adalah sebuah cara pengelompokan butiran, yang akan

dipisahkan menjadi satu atau beberapa kelompok. Dengan demikian dapat dipisahkan
anatara partikel lolos ayakan (butiran halus) dan yang tertinggal di ayakan ( butiran
kasar). Ukuran butiran tertentu yang masih dapat melintasi ayakan dinyatakan sebagai
butiran batas.
Pengayakan merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padatan
yang mempunyai berbagai ukuran bahan dengan menggunakan ayakan. Proses
pengayakan juga digunakan sebagai alat pembersih, pemisah kontaminan yang
ukurannya berbeda dengan bahan baku. Pengayakan memudahkan kita untuk
mendapatkan serbuk dengan ukuran yang seragam. Dengan demikian pengayakan
dapat didefinisikan sebagai suatu metoda pemisahan berbagai campuran partikel

padat sehingga didapat ukuran partikel yang seragam serta terbebas dari kontaminan
yang memiliki ukuran yang berbeda dengan menggunakan alat pengayakan.
Setelah dilakukan praktikum yaitu pengayakan sebanyak 4 kali dengan nomor
saringan yang berbeda ternyata menghasilkan bobot tepung jagung yang lolos
saringan berbeda. Pada saringan nomor 10 semua tepung jagung lolos dari saringan
karena dimensi lubang pada saringan lebih besar dari ukuran partikel tepung jagung.
Pada nomor saringan 14, 18 dan 30 baru terlihat adanya sisa tepung jagung yang tidak
lolos oleh saringan karena dimensi lubang saringan hampir sama dengan partikel
tepung jagung sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dari penyaringan nomor
10 agar tepung jagung bisa lolos saringan.
Berdasarkan hasil perhitungan yang telah diperoleh, terlihat jelas bahwa
kelompok 1 dan 4 memiliki perbedaan hasil pada sampel yang lolos saringan akhir.
Pada kelompok 1 diperoleh 26,89% sedangkan pada kelompok 4 diperoleh 39,67%.
Perbedaan tersebut berkaitan dengan penggunaan screen pada saat penghalusan
butiran jagung. Ini menunjukan bahwa screen 3 yang memiliki dimensi lebih besar
akan memperoleh hasil saringan yang lebih sedikit dibandingkan dengan screen 2
yang memiliki dimensi lebih kecil sehingga hasil tepung yang lolos saringan pun
lebih banyak. Faktor penyebab lainnya adalah kurangnya ketelitian pada saat
melakukan pengayakan, ada sebagian tepung jagung yang keluar dari wadah
penampungan sehingga hal tersebut mengurangi bobot tepung jagung yang lolos
saringan.

IV
KESIMPULAN
1.

Cara kerja mesin hammer mill adalah penggilingan yang termasuk ke


pengecilan ukuran ekstrim yaitu merubah dimensi ukuran bahan secara
signifikan.

2.

Setelah dilakukan praktikum diperoleh hasil pengamatan bahwa penggunaan


screen 2 lebih efisien dibandingkan dengan screen 3, dengan tekstur yang
lebih halus dan hasil penyaringan lebih banyak.

3.

Sampel yang lolos saringan akhir pada kelompok 1 diperoleh 26,89%


sedangkan pada kelompok 4 diperoleh 39,67%.

4.

Semakin besar nomor saringan maka semakin banyak tepung jagung yang
tidak lolos saringan.

DAFTAR PUSTAKA
Mc Cabe, Warren L & Smith, J.C. 1999. Operasi Teknik Kimia. Erlangga, Jakarta.
Modul Penuntun Praktikum Teknologi Pakan. Fakultas Peternakan. Universitas
Padjadjaran. Bandung